Anda di halaman 1dari 10

BAB 17

PERBANDINGAN SAMPLING AUDIT UNTUK PENGUJIAN ATAS


RINCIAN SALDO

Tiga penentu penting dari ukuran sampel adalah tingkat keyakinan yang diinginkan, salah saji
yang dapat diterima, dan salah saji yang diestimasi.
Tujuan sampling audit adalah untuk menarik kesimpulan mengaenai seluruh populasi dari
hasil suatu sampel.

Auditor melaksanakan pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi:


1. Untuk menentukan apakah tingkat pengecualian populasi cukup rendah.
2. Untuk mengurangi penilaian risiko pengendalian dan karenanya mengurangi pengujian
atas rincian saldo
3. Untuk perusahaan publik, guna menyimpulkan bahwa pengendalian telah beroperasi
secara efektif demi tujuan audit pengendalian internal atas pelaporan keuangan.

Tidak seperti pada pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi, auditor
jarang menggunakan tingkat keterjadian dalam pengijian atas rincian saldo. Sebaliknya,
auditor menggunakan metode sampling yang mrmberiksn hasil dalam dolar. Ada tifa jenis
utama metode sampling yang digunakan untuk menghitung salah saji saldo akun dalam dolar
yaitu: sampling non statistik, sampling unit moneter, dan sampling variabel.

Menyatakan Tujuan Pengujian Audit


Auditor akan mengambil sampel untuk pengujian atas rincian saldo guna menentukan apakah
saldo akun yang sedang diaudit telah dinyatakan secara wajar.

Memutuskan Apakah Sampling Audit Dapat Diterapkan


Sampling audit diterapkan setiap kali auditor berencana membuat kesimpulan mengenai
populasi berdasarkan sampel.

Mendefinisikan Salah Saji


karena sampling audit untuk pengujian atas rincian saldo mengukur salah saji moneter, yaitu
salah saji yang terjadi apabila item sampel disalahsajikan. Ketika mengaudit piutang usaha ,
setiap salah saji pada saldo pelangganklien yang dimasukkandalam sampel auditor
merupakan suatu salah saji

Mendefinisikan Populasi
Dalam pengujian atas rincian saldo, populasi didefinisikan sebagai item yang membentuk
populasi dolar yang tercatat.

Sampling Berstratifikasi
Bagi kebanyakan populasi, auditor memisahkan populasi ke dalamdua atau lebih subpopulasi
sebelum menerapkansampling audit. Hal ini disebut sebagai sampling berstratifikai
(stratified sampling), di mana setiap subpopulasi disebut sebagai strata. Stratifikasi
memungkinkan auditor menekankan item pipulasi tertentu dan mengabaikan yang lain.
Dalam kebanyakan situasi sampling audit, termasuk konfirmasi piutang usaha, auditor ingin
menekankan nilai dplar tercatat uang lebih besar, sehingga mereka dapat mendefinisikan
setiap strata berdasarkan ukuran nilai dolar yang tercatat.

Mendefinisikan Unit Sampling


Untuk sampling nonstatistik dalam pengujian atas rincian saldo, unit sampling hampir selau
merupakan item yang membentuk saldo akun. Auditor dapat menggunakan item membentuk
populasi tercatat sebagai unit sampling untuk menguji semua tujuan audit kecuali
kelengkapan. Jika auditor berkepentingan dengan tujuan kelangkaan mereka harus memilih
sampel dari sumber yang berbeda, seperti pelanggan atau vendor dengan saldo nol. Karena
itu unit sampling untuk pengujian ini adalah pelanggan dengan saldo nol.

Menetapkan Salah Saji yang Dapat Ditoleransi


Auditor menggunakan salah saji yang dapat ditoleransi untuk menentkan ukuran sampel dan
mengevaluasi hasil sampling nonstatistik. Auditor akan memulainya dengan pertimbangan
pendahuluan mengenai materialitas dan menggunakan total tersebut untuk memutuskan salah
saji dapat ditoleransi bagi setiap akun. Ukuran sampel yang diperlukan akan meningkat jika
salah saji yang dapat ditoleransi auditor untuk saldo akun atau kelas transaksi.
Menetapkan Risiko yang Dapat Diterima atas Penerimaan yag Salah
Risiko yang dapat diterima atas penerimaan yang salah = ARIA adalah jumlah risiko yag
bersedia ditanggung auditor karena menerima suatu saldo sebagai benar padahal salah saji
yang sebenarnya dalam saldo tersebut melampaui salah saji yang dapat ditoleransi.ARIA
mengukur keyakinan yang diinginkan auditor atas saldo akun. Untukmemperoleh keyakinan
yang lebih besar ketika mengaudit suatu saldo, auditor akan menetapkan ARIA yang lebih
rendah. Sebuah faktor yang pentig mempengaruhi ARIA adalah penilaian risiko pengendalian
dalam model risiko audit. Jika pengendalian internal sudah efektif, risiko pengendalian dapat
dikurangi sehingga memungkinkan auditor untuk meningkatkan ARIA. Jika auditor
menyimpulkan bahwa pengendalian internal mungkin akan efektif, risiko pengendalian
pendahuluan dapat dikurangi. Risiko yang lebih rendah akan memerlukan ARACR yang jauh
lebih rendah dalam pengujian pengendalian, yang selanjutnya memerlukan ukuran sampel
yang lebih besar. Selain risiko pengendalian, ARIA juga dipengaruhi oleh risiko audit yang
dapat diterima dan sebaliknya dipengaruhi oleh pengujian substantif lainnya yang telah
dilaksanakan (atau direncanakan) atas saldo aku. Jika prosedur analitis menunjukan bahwa
saldo akun telah dinyatakan dengan wajar, ARIA dapat ditingkatkan. Dengan kata lain,
prosedur analitis merupakan bukti yang mendukung saldo akun, yang berarti auditor
memerlukan ukuran sampel yang lebih kecil dalam pengujian atas rincian saldo untuk
mencapai risiko audit yang dapat diterima yang diinginkan.

Mengestimasi Salah Saji dalam Populasi


Biasanya auditor membuat estimasi ini berdasarkan pengalaman sebelumnya klien dengan
menilai risiko inhren, yang mempertimbangkan hasil pengujian pengendalian, pengujian
substansif atas transaksi, dan prosedur analitis yang telah dilaksanakan.

Menentukan Ukuran Sampe Awal


Jika menggunakan sampel nonstatistik, auditor menentukan ukuran sampel awal dengan
mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, termasuk pengaruh perubahan faktor terhadap
ukuran sampel. Auditor memutuskan untuk mengeliminasi tiga item yang membentuk strata
pertama dari populasi yang tercatat karena melampaui salah saji yang dapat ditoleransi.
Ketiga akun yang material tersebut akan diuji secara terpisah. Jika menggunakan sampling
berstratifikasi, auditor harus mengalokasikan ukuran sampel di antara strata yang ada,
biasanya dengan mengalokasikan bagian item sampel yang lebih besar ke populasi yang lebih
besar.
Melaksanakan Prosedur Audit
Auditor menerapkan prosedur audit yang tepat pada setiap item sampel untuk menentukan
apakah item tersebut mengandung salah saji.
Menggeneralisasi dari Sampel ke Populasi dan Memutuskan Akseptabilitas Populasi
Auditor menggeneralisasikan dengan (1) memproyeksikan salah saji dari hasil sampel ke
populasi dan (2) mempertimbangkan kesalahan sampling serta risiko sampling ARIA.
Auditor mengestimasikan salah saji populasi dengan menghitung titik estimasi (point
estimate). Yang dapat dihitung dengan berbagai cara, Tetapi pendekatan yang umum adalah
mengasumsikan bahwa salah saji populasi yang belum diaudit adalah proporsional dengan
salah saji sampel. Perhitungan tersebut harus dilakukan setiap strata dan kemudian
dijumlahkan, bukan menggabungkan total salah saji dalam sampel. Auditor yang
menggunakan sampling nonstatistik tidak dapat mengukur secara formal kesalahan sampling
sehingga harus mempertimbangkan secara subjektif kemungkinan bahwa salah saji populasi
yang sebenarnya melampaui jumlah yang dapat ditoleransi. Auditor melakukan hal ini dengan
mempertimbangkan:
(1) Perbedaan antara titik estimasi dan salah saji yang dapat ditoleransi (yang
disebut perhitungan kesalahan sampling).
(2) Sejauh mana item dalam populasi telah diaudit 100 persen.
(3) Apakah salah saji cenderung mengoffset atau hanya bersifat satu arah.
(4) Jumlah salah saji individual.
(5) Ukuran sampel.
Meskipun salah saji mungkinn tidak dianggap material, auditor harus menunggu untuk
melakukan evaluasi akhir hingga seluruh audit selesai. Estimasi total salah saji dan estimasi
kesalahan sampling piutang usaha harus digabungkan dengan estimasi salah saji pada semua
bagian audit lainnya untuk mengevaluasi pengaruh semua salah saji terhadap laporan
keuangan secara keseluruhan.

Menganalisis Salah Saji


Auditor harus menganalisis salah saji untuk memutuskan apakah setiap modifikasi model
risiko audit memang diperlukan. Jika auditor menyimpulkan bahwa salah saji dalam suatu
populasi mungkin lebih besar dari salah saji yang dapat ditoleransi setelah
mempertimbangkan kesalahan sampling, populasi tidak dianggap dapat diterima.

Tindakan yang Diambil Apabila Populasi Ditolak


1. Tidak Mengambil Tindakan Hingga pengujian atas Bidang Audit Lainnya Telah
Selesai
Auditor harus mengevaluasi apakah laporan keuangan secara keseluruhan mengadung
salah saji yang material. Sebelum audit selesai, auditor harus mengevaluasi apakah
salah saji dalam satu akun akan membuat laporan keuangan menjadi menyesatkan
meskipun ada salah saji yang mengoffset.

2. Melakanakan Pengujian Audit yang Diperluas pada Bidang Tertentu


Jika analisis salah saji menunjukkan bahwa sebagian besar salah saji merupakan suatu
jenis khusus, mungkin perlu membatasi upaya audit tambahan pada bidang yang
menjadi masalah. Ketika auditor menganalisis bidang masalah dan memperbaikinya
dengan menyesuaikan catatan klien, item sampel yang menyebabkan terisolasinya
bidang masalah kemudian dapat ditunjukkan sebagai sudah benar.

3. Meningkatkan Ukuran Sampel


Jika auditor meningkatkan ukuran sampel, kesalahan sampling akan dikurangi jika
tingkat salah saji dalam sampel yang diperluas, jumlah dolarnya, dan arahnya serupa
dengan pada sampel awal. Karena itu, meningkatkan ukuran sampel dapat saja
memenuhi persyaratan salah saji yang dapat ditoleransi auditor. Untuk pengujian
seperti konfirmasi piutang usaha da observasi persediaan, sangatlah sulit untuk
meningkatkan ukuran sampel karena adanya masalah praktis ketika membuka
kembali prosedur tersebut sejak pekerjaan awal telah selesai. Jika digunakan
sampling berstratifikasi, kenaikan sampel biasanya berfokus pada strata yang lebih
besar, kecuali salah saji terkonsentrasi pada beberapa strata lainnya.

4. Menyesuaikan Saldo Akun


Jika auditor menyimpulkan bahwa saldo akun mengandung salah saji yang material,
klien mungkin akan bersedia menyesuaikan nilai buku berdasarkan hasil sampel.

5. Meminta Klien Untuk Mengoreksi Populasi


Dalam beberapa kasus, catatan klien sangat tidak memadai sehingga populasi harus
dikoreksi secara keseluruhan sebelum audit dapat diselesaikan. Sebagai contoh, dalam
piutang usaha, klien mungkin diminta untuk mengoreksi catatan piutang usaha dan
sekali lagi menyusun daftar piutang usaha jika auditor menyimpulkan bahwa piutang
usaha memiliki salah saji yang signifikan.
6. Menolak untuk Memberikan Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian
Auditor harus mengikuti setidaknya satu prosedur alternatif sebelumnya atau
mengkualifikasi laporan audit dengan cara yang tepat. Jika auditor sudah yakin bahwa
laporan mengandung salah saji yang material, maka mengeluarkan pedapat wajar
tanpa pengecualian merupakan pelanggaran serius terhadapa standar auditing.

SAMPLING UNIT MONETER


Sampling unit moneter = (MUS) Merupakan metode yang digunakan untuk pengujian atas
rincian saldo karena memiliki kesederhanaan statistic bagi sampling atribut serta memberikan
hasil statistic yang diekspresikan dalam dolar (atau mata uang yang sesuai).

Perbedaan Sampling Unit Moneter (MUS) dan Sampling Nonstatistik


1. Definisi Unit Sampling adalah suatu Dolar Individual.
2. Ukuran populasi adalah Populasi Dolar yang Tercatat.
3. Pertimbangan Pendahuluan Mengenai Materialitas Digunakan untuk Setiap Akun
dan Bukan Salah Saji yang Dapat Ditoleransi.
4. Ukuran Sampel Ditentukan denga Menggunaka Rumus Statistik
5. Aturan Keputusan Formal Digunakan untuk Memutuskan Akseptabilitas
Populasi.
6. Pemilihan Sampel Dilakukan dengan Menggunaka PPS.

Auditor Meggeneralisasi dari sampel ke Populasi dengan Menggunakan Teknik MUS


1. Tabel Sampling atribut digunakan untuk menghitung hasil.
2. Hasil atribut harus dikonversi ke dalam dolar.
3. Auditor harus membuat asumsi mengenai persentase salah saji setiap item
populasi yag mengandung salah saji.
4. Hasil statistik yang diperoleh jika menggunakan MUS disebut sebagai batas
salah saji.

Menggeneralisasi Ketika Salah Saji Ditemukan


1. Jumlah lebih saji dan kurang saji ditangani secara terpisah dan kemudian
digabungkan.
2. Asumsi salah saji yang berbeda dibuat untuk setiap salah saji, termasuk salah saji nol.
3. Auditor harus berhadapan dengan lapisan CUER dari tabel sampling atribut.
4. Asumsi salah saji harus dikaitkan dengan setiap lapisan.
Memutuskan Akseptabilitas Populasi dengan Menggunakan MUS
Diperlukan suatu aturan keputusan untuk MUS adalah sebagai berikut : Jika batas salah saji
bawah (LMB) dan batas salah saji atas (UMB) berada diantara jumlah salah saji yang berupa
lebih saji dan kurang saji yang dapat ditoleransi, kesimpulan bahwa nilai buku tidak
mengandung salah saji yang material dapat diterima. Jika tidak, ambil kesimpulan bahwa
nilai buku mengandung salah saji yang material.

Menentukan Ukuran Sampel dengan Mnggunakan MUS


1. Materialitas
2. Asumsi presentase Rata-rata Salah Saji untuk Item Populasi yang Mengandung Salah
Saji.
3. Risiko yang dapat diterima atas penerimaan yang salah (ARIA).
4. Nilai Populasi yang Tercatat.
5. Estimasi Tingkat pengecualian populasi.
6. Hubungan model risiko Audit dengan ukuran sampel untuk MUS.

Audit dengan Meggunaka Sampling Unit Moneter


1. Mus secara otomatis akan meningkat kemungkinan memilih item dolar yang tinggi
dari populasi yang sedang diaudit.
2. MUS dapat mengurangi biaya pelaksanaan pengujian audit karena beberapa item
sampel akan diuji sekaligus.
3. MUS mudah diterapkan.
4. MUS menghasilkan kesimpulan statistik dan bukan kesimpulan nonstatistik.

Ada dua kelemahan MUS :


1. Total batas salah saji yang dihasilkan ketika salah saji ditemukan mungkin terlalu
tinggi untuk digunakan auditor.
2. Sulit memilih sampel PPS dari populasi yang besar tanpa bantuan computer.

SAMPLING VARIABEL
Perbedaan Sampling variabel dengan sampling nonstatistik
Distribusi Sampling
Inferensi Statistik

Metode Variabel
Estimasi perbedaan
Estimasi rasio
Estimasi Rata-rata per unit

Metode Statistik Berstratifikasi


Metode sampling di mana semua unsur dalam total populasi dibagi menjadi dua atau lebih
populasi. Setiap subpopulasi akan diuji secara independen.

Risiko Sampling
ARIR( Risiko yang dapat diterima atas penolakan yang salah ) Adalah risiko statistik bahwa
auditor telah menyimpulkan suatu populasi mengadung salah saji yang material padahal
sebearnya tidak.

ILUSTRASI PENGGUNAAN ESTIMASI PERBEDAAN


Menggunakan estimasi perbedaan dalam pengujian atas rincian saldo.
Merencanakan sampel dan menghitung ukuran sampel dengan menggunakan
estimasi perbedaan.
Meyatakan tujuan pengujian audit
Memutuskan apakah sampling audit dapat diterapkan
Mendefinisikan Kondisi salah saji
Mendefinisikan Populasi
Mendefinisikan Unit Sampling
Menentapkan Salah Saji yang dapat Ditoleransi
Menetapkan Risko yang Dapat Diterima
Risiko yang dapat diterima atas penerimaan yang salah (ARIA)
Risiko yang dapat diterima atas penolakan yang salah (ARIR)

Mengestimasi Salah Saji dalam Populasi


Estimasi titik yag diharapkan
Melakukan estimasi deviasi standar populasi di muka
Menghitung ukuran sampel awal
Memilih sampel
Mengevaluasi hasil
Meganalisis Salah Saji
Mumutuskan Aseptabilitas
Analisis
TUGAS
PENGAUDITAN II
SEMESTER GENAP 2016/2017
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Pengauditan II
BAB 17

PERBANDINGAN SAMPLING AUDIT UNTUK PENGUJIAN ATAS RINCIAN


SALDO

Disusun Oleh :
Liliyana Wulandari Putri

NRP : 1351227/AK-B

Fitriani Sultan

NRP :1351238/AK-B

Jessica Chrisca

NRP : 1451200/AK-B

UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

JURUSAN AKUNTANSI

2017