Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


1.1.1 Distribusi Probabilitas
1.1.1.1 Binomial dan Hipergeometrik

Permasalahan yang kerap terjadi dalam bidang produksi salah satunya yaitu adanya
produk yang cacat atau rusak. Produk yang cacat dapat diminimalisir dengan
memperkirakan tingkat kecacatan dalam suatu produksi sehingga dapat
meminimalisir kerugian yang dialami. Tingkat kecacatan menjadi salah satu
permasalahan yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya, sehingga diperlukan
metode yang tepat untuk dapat meramalkannya.

Probabilitas menjadi salah satu kajian statistika yang membahas mengenai


ketidakpastian terhadap sesuatu dimana yang terjadi hanya merupakan suatu
kemungkinan dan dalam hal pengambilan keputusan selalu terjadi pada kondisi
ketidakpastian. Metode probabilitas yang tepat untuk dijadikan sebagai metode
pengambilan keputusan yang tepat bagi sebuah perusahaan yaitu distribusi
probabilitas binomial dan hipergeometrik. Metode tersebut dapat memperkirakan
tingkat kecacatan yang dapat dialami dengan menggunakan sampel-sampel pada
suatu populasi dari produksi tersebut.

Modul Binomial dan Hipergeometrik kali ini membahas mengenai tingkat peluang
dari sebuah percobaan pengambilan bola pingpong dimana bola pingpong berwarna
kuning menjadi salah satu ukuran bahwa kejadian tersebut sukses atau berhasil.
Adanya percobaan yang dilakukan pada modul kali ini diharapkan dapat menjadi
gambaran terhadap langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengetahui
tingkat keberhasilan dari suatu produksi. Metode binomial dan hipergeometrik pun
diharapkan dapat membantu suatu perusahaan untuk meminimalisir terjadinya
kecacatan atau kegagalan dalam suatu produksi dan diharapkan dapat membantu
perusahaan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

1
UNIVERSITAS
PRAKTIKUM STATISTIKA INDUSTRI
WIDYATAMA

1.2 TUJUAN PRAKTIKUM


1.2.1 Distribusi Probabilitas
1.2.1.1 Binomial dan Hipergeometrik

Tujuan melakukan kegiatan praktikum pada modul Binomial dan Hipergeometrik


ini, praktikan diharapkan mampu:
1. Mengetahui definisi distribusi binomial dan distribusi hipergeometrik.
2. Mampu membedakan karakteristik distribusi binomial dan distribusi
hipergeometrik.
3. Mengetahui asumsi dan karakteristik percobaan binomial dan
hipergeometrik.

2
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 DISTRIBUSI PROBABILITAS


2.1.1 Binomial dan Hipergeometrik
2.1.1.1 Definisi Distribusi Probabilitas

Distribusi peluang adalah tabel, grafik atau rumus yang memberikan nilai peluang
dari sebuah peubah acak. Berdasarkan karakteristik peubah acaknya, distribusi
peluang dapat dibedakan menjadi dua yaitu distribusi peluang diskrit dan distribusi
peluang kontinu. Distribusi peluang diskrit adalah distribusi peluang dimana
semesta peubah acaknya dapat dihitung atau berhingga. Macam-macam distribusi
peluang diskrit ada 6 yaitu distribusi Binomial, distribusi Binomial Negatif,
distribusi Multinomial, distribusi Geometrik, distribusi Hipergeometrik, dan
distribusi Poisson. Distribusi peluang kontinu adalah distribusi peluang dimana
semesta peubah acaknya tak tehingga jumlahnya. Macam-macam distribusi
peluang kontinu ada 4 yaitu distribusi Normal, distribusi Gamma, distribusi
Eksponensial dan distribusi Chi-Square.

2.1.1.2 Variabel Acak

Variabel acak atau peubah acak adalah suatu fungsi yang nilainya berupa bilangan
nyata yang ditentukan oleh setiap unsur dalam ruang contoh. Peubah acak
dinyatakan dengan huruf kapital, misalnya X sedangkan nilainya dinyatakan dengan
huruf kecil padanannya misalnya x. Variabel acak dapat dibedakan menjadi:
a) Variabel acak diskrit
adalah variabel yang dapat memiliki sejumlah nilai yang bisa dihitung.
b) Variabel acak kontinu.
adalah variabel acak yang dapat memiliki nilai tak terhingga, berkaitan
dengan titik-titik dalam suatu interval.

2.1.1.3 Distribusi Probabilitas Kontinu

Distribusi peluang kontinu adalah suatu ruang contoh mengandung tak terhingga
banyaknya titik contoh yang sama dengan banyaknya titik pada sebuah garis.

3
UNIVERSITAS
PRAKTIKUM STATISTIKA INDUSTRI
WIDYATAMA

Macam-macam Distribusi Probabilitas Kontinu antara lain:


1. Distribusi Probabilitas Normal,
2. Distribusi Probabilitas Gamma,
3. Distribusi Probabilitas Eksponensial,
4. Distribusi Probabilitas Chi-Square.

2.1.1.4 Distribusi Probabilitas Diskrit

Distribusi peluang diskrit adalah suatu ruang contoh yang mengandung jumlah titik
contoh yang terhingga atau suatu barisan unsur yang tidak pernah berakhir tetapi
yang sama banyaknya dengan bilangan cacah.

Macam-macam Distribusi Probabilitas Diskrit antara lain:


1. Distribusi Probabilitas Binomial,
2. Distribusi Probabilitas Hipergeometrik,
3. Distribusi Probabilitas Poisson,
4. Distribusi Probabilitas Geometrik,
5. Distribusi Probabilitas Biomial Negatif.

2.1.1.5 Distribusi Probabilitas Binomial

Suatu percobaan dimana pada setiap perlakuan hasilnya hanya ada dua
kemungkinan yaitu proses dan gagal dalam n ulangan yang bebas.
Ciri-ciri distribusi peluang binomial adalah sebagai berikut:
1. Percobaan terdiri dari atas n ulangan
2. Setiap ulangan hasilnya digolongkan dalam sukses dan gagal
3. Peluang sukses dilambangkan dengan p, sedangkan gagal (1- p) atau q
4. Ulangan-ulangan tersebut bersifat saling bebas satu sama lain.

Distribusi peluang binomial dilambangkan dengan:


(; ; ) = ( ) untuk x = 0, 1, 2, 3 . . . , n

4
UNIVERSITAS
PRAKTIKUM STATISTIKA INDUSTRI
WIDYATAMA

Keterangan:

n = Banyaknya data

x = Banyak keberhasilan dalam peubah acak X

p = Peluang berhasil pada setiap data

q = Peluang gagal (1 p) pada setiap data

Rata-rata dan variansi distribusi probabilitas binomial

= .

2 = . .

Keterangan:

= rata-rata

2 = variansi

n = banyak data

p = peluang keberhasilan pada setiap data

q = peluang gagal (atau 1 p) pada setiap data

2.1.1.6 Distribusi Probabilitas Hipergeometrik

Bila dalam N populasi benda, k benda diberi label berhasil dan (N-k) benda lainnya
diberi label gagal, maka distribusi probabilitas bagi peubah acak hipergeometrik X
yang menyatakan banyaknya keberhasilan dalam contoh acak berukuran n.

( )( )

(; , , ) = untuk x = 0, 1, 2, . . ., k
( )

Keterangan:

N = Ukuran populasi
x = Jumlah terambil dari kelompok sukses
n = Jumlah sampel
k = Jumlah sukses

5
UNIVERSITAS
PRAKTIKUM STATISTIKA INDUSTRI
WIDYATAMA

Rata-rata dan variansi distribusi peluang hipergeometrik:


=


2 = (1 )
1

Keterangan:
= Rata-rata
2 = Variansi
N = Ukuran populasi
x = Jumlah terambil dari kelompok sukses
n = Jumlah sampel
k = Jumlah sukses

6
BAB IV

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

4.1 PENGUMPULAN DATA


4.1.1 Distribusi Probabilitas
4.1.1.1 Binomial dan Hipergeometrik

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan terhadap pengambilan bola pingpong


untuk mendapatkan bola warna kuning (berhasil), dapat dilihat pada Tabel 4.1
dibawah:

Tabel 4. 1 Data Asli Hasil Percobaan Binomial dan Hipergeometrik


BINOMIAL HIPERGEOMETRIK
Percobaan Ke-
n =6 Proporsi n =8 Proporsi
1 3 0,50 2 0,25
2 1 0,17 2 0,25
3 2 0,33 2 0,25
4 1 0,17 0 0,00
5 2 0,33 3 0,38
6 0 0,00 0 0,00
7 2 0,33 2 0,25
8 1 0,17 1 0,13
9 2 0,33 1 0,13
10 2 0,33 3 0,38
11 2 0,33 0 0,00
12 1 0,17 2 0,25
13 1 0,17 0 0,00
14 0 0,00 1 0,13
15 0 0,00 1 0,13
16 1 0,17 1 0,13
17 2 0,33 0 0,00
18 2 0,33 3 0,38
19 4 0,67 2 0,25
20 3 0,50 3 0,38
21 1 0,17 1 0,13
22 2 0,33 0 0,00
23 3 0,50 2 0,25
24 2 0,33 3 0,38
25 3 0,50 3 0,38
26 3 0,50 2 0,25
27 1 0,17 4 0,50
28 1 0,17 2 0,25
29 2 0,33 2 0,25
30 0 0,00 3 0,38
Proporsi 8,33 6,38
Rata-rata Proporsi 0,28 0,21
(Sumber: Pengumpulan Data)

7
UNIVERSITAS
PRAKTIKUM STATISTIKA INDUSTRI
WIDYATAMA

4.2 PENGOLAHAN DATA


4.2.1 Distribusi Probabilitas
4.2.1.1 Binomial dan Hipergeometrik
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan terhadap pengambilan bola pingpong
untuk mendapatkan bola warna kuning (kejadian sukses), berikut hasil percobaan
distribusi binomial dan hipergeometrik yang telah ditambahkan 2 terhadap masing-
masing kejadian sukses pada Tabel 4.2 dibawah:
Tabel 4. 2 Hasil Percobaan Setelah Ditambahkan 2
BINOMIAL HIPERGEOMETRIK
Percobaan Ke-
n=6 Proporsi n=8 Proporsi
1 5 0,83 4 0,50
2 3 0,50 4 0,50
3 4 0,67 4 0,50
4 3 0,50 2 0,25
5 4 0,67 5 0,63
6 2 0,33 2 0,25
7 4 0,67 4 0,50
8 3 0,50 3 0,38
9 4 0,67 3 0,38
10 4 0,67 5 0,63
11 4 0,67 2 0,25
12 3 0,50 4 0,50
13 3 0,50 2 0,25
14 2 0,33 3 0,38
15 2 0,33 3 0,38
16 3 0,50 3 0,38
17 4 0,67 2 0,25
18 4 0,67 5 0,63
19 6 1,00 4 0,50
20 5 0,83 5 0,63
21 3 0,50 3 0,38
22 4 0,67 2 0,25
23 5 0,83 4 0,50
24 4 0,67 5 0,63
25 5 0,83 5 0,63
26 5 0,83 4 0,50
27 3 0,50 6 0,75
28 3 0,50 4 0,50
29 4 0,67 4 0,50
30 2 0,33 5 0,63
Proporsi 18,33 13,88
Rata-rata Proporsi 0,61 0,46
(Sumber: Pengolahan Data)

8
UNIVERSITAS
PRAKTIKUM STATISTIKA INDUSTRI
WIDYATAMA

4.2.1.1.1 Distribusi Probabilitas Binomial


A. Proporsi B. Kejadian Sukses
Contoh perhitungan:
=

=
18,33
= = 0,61
5 30
= = 0,83
6
C. Kejadian Gagal D. Rata-rata
= 1 = () =
= 1 0,61 = 6 0,39
= 0,39 = 2,34
E. Variansi
2 =
= 6 0,61 0,39
= 1,4274

Tabel 4. 3 Hasil Perhitungan Probabilitas dan Probabilitas Kumulatif Distribusi


Binomial
( = )
x ( = )
Kumulatif
0 1 1 0,004 0,004 0,004
1 6 0,610 0,009 0,033 0,037
2 15 0,372 0,023 0,129 0,166
3 20 0,227 0,059 0,269 0,435
4 15 0,138 0,152 0,316 0,751
5 6 0,084 0,390 0,198 0,948
6 1 0,052 1,000 0,052 1,000
(Sumber: Pengolahan Data)

F. Probabilitas
1. ( = 0)

( = ) =

9
UNIVERSITAS
PRAKTIKUM STATISTIKA INDUSTRI
WIDYATAMA

Contoh perhitungan:

6!
06 =
(6 0)! 0!
6!
=
(6 0)! 0!
6!
=
6! 0!
1
= =1
1

0 = 0,610
=1

60 = 0,396
= 0,004

( = 0) = 0 0 6
= 1 1 0,004
= 0,004

2. ( = 1) 3. ( = 2)

( = ) = ( = ) =
( = 1) = 16 1 5 ( = 2) = 26 2 4
= 6 0,610 0,009 = 15 0,372 0,023
= 0,033 = 0,129

4. ( = 3) 5. ( = 4)

( = ) = ( = ) =
( = 3) = 36 3 3 ( = 4) = 46 4 2
= 20 0,227 0,059 = 15 0,138 0,152
= 0,269 = 0,316

10
UNIVERSITAS
PRAKTIKUM STATISTIKA INDUSTRI
WIDYATAMA

6. ( = 5)

( = ) =
( = 5) = 56 5 1
= 6 0,084 0,390
= 0,198

7. ( = 6)

( = ) =
( = 6) = 66 6 0
= 1 0,052 1
= 0,052

G. Probabilitas Kumulatif
1. ( = 0)

( = 0) = ( = 0)
=0

= 0,004

2. ( = 1)

( = 1) = ( = 0) + ( = 1)
=1

= 0,004 + 0,033
= 0,037

3. ( = 2)

( = 2) = ( = 0) + ( = 1) + ( = 2)
=2

= 0,004 + 0,033 + 0,129


= 0,166

11
UNIVERSITAS
PRAKTIKUM STATISTIKA INDUSTRI
WIDYATAMA

4. ( = 3)

( = 3) = ( = 0) + ( = 1) + ( = 2) + ( = 3)
=3

= 0,004 + 0,033 + 0,129 + 0,269


= 0,435

5. ( = 4)

( = 4) = ( = 0) + ( = 1) + ( = 2) + ( = 3) + ( = 4)
=4

= 0,004 + 0,033 + 0,129 + 0,269 + 0,316


= 0,751

6. ( = 5)

( = 5) = ( = 0) + ( = 1) + ( = 2) + ( = 3) + ( = 4)
=5

+ ( = 5)
= 0,004 + 0,033 + 0,129 + 0,269 + 0,316 + 0,198
= 0,949

7. ( = 6)

( = 6) = ( = 0) + ( = 1) + ( = 2) + ( = 3) + ( = 4)
=6

+ ( = 5) + ( = 6)
= 0,004 + 0,033 + 0,129 + 0,269 + 0,316 + 0,198 + 0,052
= 1,000

12
UNIVERSITAS
PRAKTIKUM STATISTIKA INDUSTRI
WIDYATAMA

H. Probabilitas Berdasarkan Software Minitab

Gambar 4. 1 Probabilitas Berdasarkan Software Minitab (Binomial)


(Sumber: Pengolahan Data)

I. Grafik Histogram Probabilitas

GRAFIK PROBABILITAS
0,350
0,316
0,300
0,269

0,250
PROBABILITAS

0,198
0,200

0,150 0,129

0,100
0,052
0,050 0,033
0,004
0,000
0 1 2 3 4 5 6
X

Gambar 4. 2 Grafik Histogram Probabilitas (Binomial)


(Sumber: Pengolahan Data)

13
UNIVERSITAS
PRAKTIKUM STATISTIKA INDUSTRI
WIDYATAMA

J. Grafik Histogram Probabilitas Kumulatif

GRAFIK PROBABILITAS KUMULATIF


PROBABILITAS KUMULATIF 1,200
1,000
1,000 0,948

0,800 0,751

0,600
0,435
0,400

0,166
0,200
0,004 0,037
0,000
0 1 2 3 4 5 6
X

Gambar 4. 3 Grafik Histogram Probabilitas Kumulatif (Binomial)


(Sumber: Pengolahan Data)

4.2.1.1.2 Distribusi Probabilitas Hipergeometrik


A. Rata-rata
Diketahui:
=8
= 20
= 100

= () =

= 8 20100
= 1,6

B. Variansi

2 = () = ( ) ( )( )
1
20 100 20 100 8
= 8( )( )( )
100 100 99
= 8(0,2)(0,8)(0,93)
= 1,1904

14
UNIVERSITAS
PRAKTIKUM STATISTIKA INDUSTRI
WIDYATAMA

Tabel 4. 4 Hasil Perhitungan Probabilitas dan Probabilitas Kumulatif Distribusi


Hipergeometrik

x [ ] [ ] [ ] ( = ) ( = ) Kumulatif

0 1 28987537150 186087894300 0,155773 0,155773
1 20 3176716400 186087894300 0,341421 0,497194
2 190 300500200 186087894300 0,306818 0,804012
3 1140 24040016 186087894300 0,147272 0,951284
4 4845 1581580 186087894300 0,041178 0,992463
5 15504 82160 186087894300 0,006845 0,999308
6 38760 3160 186087894300 0,000658 0,999966
7 77520 80 186087894300 0,000033 0,999999
8 125970 1 186087894300 0,000001 1,000000
(Sumber: Pengolahan Data)

C. Probabilitas
1. ( = 0)


[ ][ ]
( = ) =

[ ]

Contoh perhitungan:

20 20!
[ ]=
0 (20 0)! 0!
20!
=
20! 0!
1
= =1
1

100 20 80 80!
[ ]=[ ]=
80 8 (80 8)! 8!
80!
=
72! 8!
80 79 78 77 76 75 74 73 72!
=
72! 8 7 6 5 4 3 2 1
= 28987537150

15
UNIVERSITAS
PRAKTIKUM STATISTIKA INDUSTRI
WIDYATAMA

100 100!
[ ]=
8 (100 8)! 8!
100!
=
92! 8!
100 99 98 97 96 95 94 93 92!
=
92! 8!
= 186087894300
20 100 20
[
][ ]
( = 0) = 0 80
100
[ ]
8
(1)(28987537150)
=
(186087894300)
= 0,155773

2. ( = 1) 3. ( = 2)


[ ][ ] [ ][ ]
( = ) = ( = ) =

[ ] [ ]

20 100 20 20 100 20
[
][ ] [
][ ]
( = 1) = 1 81 ( = 2) = 2 82
100 100
[ ] [ ]
8 8
(20)(3176716400) (190)(300500200)
= =
(186087894300) (186087894300)
= 0,341421 = 0,306818
4. ( = 3) 5. ( = 4)


[ ][ ] [ ][ ]
( = ) = ( = ) =

[ ] [ ]

20 100 20 20 100 20
[
][ ] [][ ]
( = 3) = 3 8 3 ( = 4) = 4 8 4
100 100
[ ] [ ]
8 8
(1140)(24040016) (4845)(1581580)
= =
(186087894300) (186087894300)
= 0,147272 = 0,041178

16
UNIVERSITAS
PRAKTIKUM STATISTIKA INDUSTRI
WIDYATAMA

6. ( = 5) 7. ( = 6)


[ ][ ] [ ][ ]
( = ) = ( = ) =

[ ] [ ]

20 100 20 20 100 20
[][ ] [][ ]
( = 5) = 5 8 5 ( = 6) = 6 8 6
100 100
[ ] [ ]
8 8
(15504)(82160) (38760)(3160)
= =
(186087894300) (186087894300)
= 0,006845 = 0,000658
8. ( = 7) 9. ( = 8)


[ ][ ] [ ][ ]
( = ) = ( = ) =

[ ] [ ]

20 100 20 20 100 20
[
][ ] [
][ ]
( = 7) = 7 87 ( = 8) = 8 88
100 100
[ ] [ ]
8 8
(77520)(80) (125970)(1)
= =
(186087894300) (186087894300)
= 0,000033 = 0,000001
D. Probabilitas Kumulatif
1. ( = 0)

( = 0) = ( = 0)
=0

= 0,1557734

2. ( = 1)

( = 1) = ( = 0) + ( = 1)
=1

= 0,155773 + 0,341421
= 0,497194

17
UNIVERSITAS
PRAKTIKUM STATISTIKA INDUSTRI
WIDYATAMA

3. ( = 1)

( = 2) = ( = 0) + ( = 1) + ( = 2)
=2

= 0,155773 + 0,341421 + 0,306818


= 0,804012
4. ( = 3)

( = 3) = ( = 0) + ( = 1) + ( = 2) + ( = 3)
=3

= 0,155773 + 0,341421 + 0,306818 + 0,147272


= 0,951284

5. ( = 4)

( = 4) = ( = 0) + ( = 1) + ( = 2) + ( = 3) + ( = 4)
=4

= 0,155773 + 0,341421 + 0,306818 + 0,147272 + 0,041178


= 0,992463

6. ( = 5)

( = 5) = ( = 0) + ( = 1) + ( = 2) + ( = 3) + ( = 4)
=5

+ ( = 5)
= 0,155773 + 0,341421 + 0,306818 + 0,147272 +
0,041178 + 0,006845
= 0,999308

7. ( = 6)

( = 6) = ( = 0) + ( = 1) + ( = 2) + ( = 3) + ( = 4)
=6

+ ( = 5) + ( = 6)

18
UNIVERSITAS
PRAKTIKUM STATISTIKA INDUSTRI
WIDYATAMA

= 0,155773 + 0,341421 + 0,306818 + 0,147272 +


0,041178 + 0,006845 + 0,000658
= 0,999966

8. ( = 7)

( = 7) = ( = 0) + ( = 1) + ( = 2) + ( = 3) + ( = 4)
=7

+ ( = 5) + ( = 6) + ( = 7)
= 0,155773 + 0,341421 + 0,306818 + 0,147272 +
0,041178 + 0,006845 + 0,000658 + 0,000033
= 0,999999
9. ( = 8)

( = 8) = ( = 0) + ( = 1) + ( = 2) + ( = 3) + ( = 4)
=8

+ ( = 5) + ( = 6) + ( = 7) + ( = 8)
= 0,155773 + 0,341421 + 0,306818 + 0,147272 +
0,041178 + 0,006845 + 0,000658 + 0,000033 + 0,000001
= 1,000000

E. Probabilitas Berdasarkan Software Minitab

Gambar 4. 4 Probabilitas Berdasarkan Software Minitab (Hipergeometrik)


(Sumber: Pengolahan Data)

19
UNIVERSITAS
PRAKTIKUM STATISTIKA INDUSTRI
WIDYATAMA

F. Grafik Histogram Probabilitas

GRAFIK PROBABILITAS
0,341421
0,350000 0,306818
0,300000
PROBABILTAS

0,250000
0,200000 0,155773
0,147272
0,150000
0,100000
0,041178
0,050000 0,006845 0,000658 0,000033 0,000001
0,000000
0 1 2 3 4 5 6 7 8
X

Gambar 4. 5 Grafik Histogram Probabilitas (Hipergeometrik)


(Sumber: Pengolahan Data)

G. Grafik Histogram Probabilitas Kumulatif

GRAFIK PROBABILITAS KUMULATIF


0,992463 0,999308 0,999966 0,999999 1,000000
1,000000 0,951284
PROBABILITAS KUMULATIF

0,900000 0,804012
0,800000
0,700000
0,600000 0,497194
0,500000
0,400000
0,300000
0,200000 0,155773
0,100000
0,000000
1 2 3 4 5 6 7 8 9
X

Gambar 4. 6 Grafik Histogram Probabilitas Kumulatif (Hipergeometrik)


(Sumber: Pengolahan Data)

20
BAB V

ANALISIS

5.1 DISTRIBUSI PROBABILITAS


5.1.1 Binomial dan Hipergeometrik

Distribusi probabilitas dapat digunakan sebagai metode dalam menentukan


kebijakan atau langkah-langkah yang dapat diambil oleh suatu perusahaan untuk
mencapai tujuannya. Distribusi probabilitas binomial seringkali digunakan untuk
memodelkan jumlah keberhasilan pada jumlah sampel (n) dari suatu populasi (N).
Implementasi distribusi probabilitas binomial dapat digunakan sebagai cara untuk
mendapatkan suatu kepastian terhadap jumlah produk yang cacat dalam suatu
proses produksi barang.

GRAFIK PROBABILITAS
0,350 0,316
0,300 0,269
PROBABILITAS

0,250
0,198
0,200
0,150 0,129
0,100 0,052
0,033
0,050 0,004
0,000
0 1 2 3 4 5 6
X

Gambar 5. 1 Grafik Histogram Probabilitas (Binomial)


(Sumber: Pengolahan Data)

Grafik pada Gambar 5.1 merupakan hasil perhitungan terhadap probabilitas


terambilnya bola pingpong berwarna kuning. Probabilitas terbesar dihasilkan oleh
terambilnya 4 bola pingpong berwarna kuning (kejadian sukses) yaitu sebesar
0,316. Probabilitas terkecil dalam 6 kali pengambilan dengan pengembalian bola
pingpong yaitu sebesar 0,004 yang artinya tidak satupun bola pingpong berwarna
kuning terambil.

Distribusi probabilitas hipergeometrik dapat digunakan sebagai metode untuk


melakukan pengujian kualitas suatu produksi. Objek yang diuji tidak dapat

21
UNIVERSITAS
PRAKTIKUM STATISTIKA INDUSTRI
WIDYATAMA

diikutkan kembali dalam pengujian selanjutnya, dapat diartikan bahwa objek


tersebut tidak dikembalikan. Proses tidak dikembalikannya objek yang telah diuji
tersebut merupakan salah satu ciri dari distribusi probabilitas hipergeometrik.

GRAFIK PROBABILITAS
0,341421
0,350000 0,306818
0,300000
PROBABILTAS

0,250000
0,200000 0,155773
0,147272
0,150000
0,100000
0,041178
0,050000 0,006845 0,000658 0,000033 0,000001
0,000000
0 1 2 3 4 5 6 7 8
X

Gambar 5. 2 Grafik Histogram Probabilitas (Hipergeometrik)


(Sumber: Pengolahan Data)

Grafik pada Gambar 5.2 diatas merupakan hasil perhitungan probabilitas pada
proses pengambilan 8 bola pingpong tanpa pengembalian. Probabilitas terbesar
dihasilkan oleh terambilnya 1 bola pingpong berwarna kuning (kejadian sukses)
yaitu sebesar 0,341421. Probabilitas terambilnya 8 bola pingpong berwarna kuning
menunjukkan hasil terkecil yaitu sebesar 0,000001 yang artinya nyaris tidak
mungkin. Adanya distribusi probabilitas binomial dan hipergeometrik diharapkan
dapat membantu suatu perusahaan untuk menentukan kebijakan-kebijakan yang
tepat agar tercapainya suatu tujuan dari perusahaan tersebut seperti meminimalisir
suatu produk yang cacat untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

22
BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 KESIMPULAN
6.1.1 Distribusi Probabilitas
6.1.1.1 Binomial dan Hipergeometrik

Berdasarkan praktikum modul Binomial dan Hipergeometrik yang telah dilakukan,


dapat ditarik kesimpulan bahwa:

1. Terambilnya 4 bola pingpong berwarna kuning (kejadian sukses) pada suatu


pengambilan 6 bola pingpong dengan pengembalian menggunakan
distribusi binomial menghasilkan probabilitas terbesar yaitu 0,316.
2. Tidak satupun bola berwarna kuning terambil (kejadian sukses) pada suatu
pengambilan 6 bola pingpong dengan pengembalian menggunakan
distribusi binomial menghasilkan probabilitas terkecil yaitu 0,004.
3. Probabilitas terambilnya 1 bola pingpong berwarna kuning (kejadian
sukses) pada suatu pengambilan 8 bola pingpong tanpa pengembalian
menggunakan distribusi hipergeometrik yaitu sebesar 0,341421.
4. Probabilitas terambilnya 8 bola pingpong berwarna kuning (kejadian
sukses) pada suatu pengambilan 8 bola pingpong tanpa pengembalian
menggunakan distribusi hipergeometrik yaitu sebesar 0,000001 yang
memiliki arti bahwa kejadian tersebut nyaris tidak mungkin terjadi.
5. Software Minitab digunakan untuk mendapatkan hasil perhitungan
probabilitas yang akurat dan memastikan pehitungan yang dilakukan secara
manual sudah benar.
6. Grafik histogram dapat digunakan sebagai alat mempermudah pembaca
untuk memperoleh informasi.

23
UNIVERSITAS
PRAKTIKUM STATISTIKA INDUSTRI
WIDYATAMA

6.2 SARAN
6.2.1 Distribusi Probabilitas
6.2.1.1 Binomial dan Hipergeometrik

Penyusunan laporan akhir praktikum modul Binomial dan Hipergeometrik memang


terdapat banyak kelebihan dan kekurangan, adapun yang ingin disampaikan oleh
praktikan adalah:

1. Praktikan diharapkan lebih teliti saat percobaan sedang berlangsung.


2. Praktikan diharapkan lebih serius ketika instruktur atau asisten praktikum
sedang menjelaskan materi untuk menghindari kesalahan ketika pengolahan
data berlangsung.
3. Saat pengolahan data berlangsung, diharapkan praktikan lebih teliti untuk
mendapatkan hasil yang diinginkan.
4. Penggunaan software seperti Microsoft Excel dan Minitab sangat dianjurkan
untuk mempermudah proses perhitungan dan untuk mendapatkan hasil yang
akurat.

24
DAFTAR PUSTAKA

Khatimah, Khusnul. Distribusi Peluang. 11 April 2015.


https://www.academia.edu/12592537/distribusi_peluang

Deza, Fahmi. Distribusi Variabel Acak Diskrit. November 2014.


https://www.academia.edu/10024700/Distribusi_Variabel_Acak_Diskrit

25