Anda di halaman 1dari 201

Bahasa Ibrani

Dasar

Boyolali, Iyar 5777


(Mei 2017)
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

BAHASA IBRANI
Elohim sendiri telah berbicara dalam bahasa Ibrani, bahkan dua pertiga dari seluruh
wahyu Elohim disampaikan kepada manusia melalui perantaraan bahasa Ibrani. Oleh
karena itu, sepatutnyalah kita berusaha untuk mengenal bahasa ini.

Perhatikan Tabel di bawah ini !

Alkitab Pasal Ayat Keterangan


Tanakh Ibrani 929 23.203 Ditulis dalam bahasa Ibrani & Aram
Perjanjian Baru 260 7.659 Ditulis dalam bahasa Yunani Koine
Jumlah Total 1.189 30.862

1. SEJARAH & SIFAT BAHASA IBRANI

Bahasa-bahasa di Timur Tengah Kuno merupakan suatu rumpun yang biasanya


disebut rumpun bahasa Semitis, sesuai dengan nama Sem anak Nuh, yang dianggap
nenek moyang bangsa-bangsa Timur Tengah berdasarkan Kitab Kejadian pasal 10.

1.1. Adapun rumpun bahasa Semitis ini terbagi dalam tiga (3) cabang, yakni :

1.1.1. Cabang Timur : bahasa Akadis, yang mencakup bahasa Babilonia &
Asyur.
1.1.2. Cabang Selatan : bahasa Arab & Etiopia.
1.1.3. Cabang Barat : bahasa-bahasa Kanaan, yang mencakup bahasa Ebla,
Ugarit, Moab, Ibrani & Aram.

Dua dari antara bahasa-bahasa Semitis ini dipergunakan dalam Perjanjian


Lama, yaitu bahasa Ibrani ( hampir seluruh Tanakh Ibrani ) dan bahasa
Aram ( Ezra 4:8 - 6:18, 7:12-26, Yeremia 10:11, Daniel 2:4 - 7:28 ).

1.2. Dapat dikatakan ada lima (5) lima periode dalam perkembangan bahasa Ibrani :

1.2.1. Sebelum Tahun 1.000 sM


Hanya ada beberapa tulisan dari jaman kuno tersebut, sehingga sifat bahasanya
kurang dapat dipastikan.

1.2.2. Tahun 1.000 - 500 sM


Bahasa pada jaman ini disebut bahasa Ibrani Klasik, yang dikenal terutama
sekali dari bahasa Alkitab Tanakh Ibrani.

1.2.3. Tahun 500 sM - 500 M


Selama seribu tahun ini bahasa Ibrani semakin kurang dipergunakan sebagai
bahasa sehari-hari. Bahasa Ibrani hanya dipakai sebagai bahasa agama.

2
1.2.4. Tahun 500 - 1.900 M
Selama 14 abad bahasa Ibrani hidup sebagai bahasa sastra untuk bangsa
Yahudi, namun tidak dipakai dalam hidup sehari-hari. Pada periode ini, para
sarjana Yahudi ( Kaum Masoret ) menyempurnakan sistim penulisan bahasa
Ibrani serta menyalin naskah-naskah Alkitab Ibrani sekaligus untuk menetapkan
teksnya yang resmi, yang masih dipergunakan sampai saat ini.

1.2.5. Abad XX
Mulai tahun 1881 bahasa Ibrani dipergunakan dalam beberapa daerah di
Palestina, dan sejak tanggal 14 Mei 1948 menjadi bahasa resmi dalam negara
Israel.

Bahasa Ibrani Modern ini pada dasarnya sama dengan bahasa Alkitab Perjanjian
Lama, hanya Gramatika & pengucapannya saja yang disederhanakan serta
banyak kata baru yang dibentuk ataupun dipinjam dari bahasa lain.

2. ABJAD IBRANI

Abjad Ibrani terdiri atas 22 huruf, semuanya huruf-huruf mati ( konsonan ) saja.
Hal ini berarti huruf-huruf hidup ( vokal ) tidak muncul dalam Abjad Ibrani.
Meskipun dalam ucapan bahasa Ibrani terdengar adanya huruf-huruf hidup, namun
demikian huruf-huruf hidup tersebut tidak ditulis, sebab para pemakai bahasa Ibrani
dulu sudah sedemikian terlatih dalam penggunaan bahasanya, sehingga mereka dapat
langsung mengucapkan huruf-huruf hidup pada tempat yang tepat walaupun tidak
ditulis.

Ke-duapuluh-dua huruf Ibrani tersebut adalah sebagai berikut :

Nomor Nama Bentuk Bentuk Arti Contoh Transli Angka


Urut Huruf Cetak Tulis Aslinya Ucapan -terasi
01 alef a Banteng Keadaan
V 1

02 Bet
b Rumah Batu b 2

03 Gimel
g Unta Gudang g 3

04 Dalet
d Pintu Desa d 4

05 He
h Jendela Hak h 5

06 Waw
w Kaitan Voice w 6

07 Zayin
z Senjata Zaman z 7

08 Khet
x Pagar Khotbah 8

09 Tet
j Ular Tanah 9

10 Yod
y Tangan Ya y 10

3
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

11 Kaf
k Telapak
Tangan
Kota k 20

12 Lamed
l Lembu Lunas l 30

13 Mem
m Air Mata m 40

14 Nun
n Ikan Nasehat n 50

15 Samekh
s Sandaran Singa s 60

16 ayin
[ Mata Rakyat
70

17 Pe
p Mulut Pisang p 80

18 Tsade
c Kail Nats 90

19 Qof
q Belakang
Kepala
Al-Quran q 100

20 Resy
r Kepala Roda r 200

21 Sin
f Gigi Singa 300

Syin v Syukur
22 Taw
t Tanda Tanah t 400

2.1. Beberapa Petunjuk Cara Menulis Huruf Ibrani

2.1.1. Tidak ada perbedaan antara huruf besar dengan huruf kecil.
2.1.2. Kita akan memakai bukan bentuk cetak melainkan bentuk tulis, yang lazim
dipakai dalam Tanakh Ibrani, walaupun sedikit lain dari bentuk tulisan yang
sekarang dipakai oleh bangsa Israel.
2.1.3. Tulisan Ibrani dituliskan & dibaca dari kanan ke kiri, sama halnya dengan
bahasa Arab.
2.1.4. Pada dasarnya setiap huruf Ibrani harus memenuhi sebuah kuadrat. Namun
perhatikan bahwa ada beberapa huruf yang lebih kecil, yang hanya mengisi
setengah kuadrat ( n y z w g ) dan ada pula dua huruf yang menonjol
keluar dari kuadrat ( q l ).

2.1.5. Penulisan setiap huruf dimulai dari sudut kiri atas !

4
2.2. Huruf Dengan Bentuk Final

Lima huruf berikut : c p n m k dapat diingat melalui akronim KaM Na


PeTs bilamana muncul pada akhir kata selalu mendapat bentuk yang khusus, yang
disebut bentuk final/akhir. Sedangkan huruf-huruf lainnya hanya memiliki satu
bentuk saja.

No Nama Huruf Bentuk Biasa Bentuk Final


1 Kaf
k $
2 Mem
m ~
3 Nun
n !
4 Pe
p @
5 Tsade
c #
2.3. Huruf-huruf Yang Mudah Dikacaukan

Perhatikan ada beberapa huruf Ibrani harus ditulis dengan sangat teliti agar tidak
dikacaukan. Temukan & rumuskan sendiri perbedaan di antara huruf-huruf yang
dikelompokkan bersama :

No Nama Huruf Bentuk Huruf


1 Bet, Kaf, Pe
p k b
2 Gimel, Nun
g n
3 Dalet, Resy, Kaf Final,
Pe Final
@ $ r d
4 He, Khet, Taw
t x h
5 Yod, Waw, Zayin,
Nun Final
! z w y
6 Tet, Mem, Mem Final,
Samekh
s ~ m j
7 ayin, Tsade, Tsade Final # c [
8 Syin, Sin
f v
Tulislah huruf-huruf Ibrani pada masing-masing kelompok tersebut di atas secara
tepat dalam satu baris, sehingga anda dapat mengenal perbedaan-perbedaan mereka
secara cermat.

5
TUGAS (1)

[1] Tulislah dalam satu baris seluruh huruf dari Abjad Ibrani dalam kertas miliblok.
[2] Kenalilah & sebutkanlah nama setiap huruf Ibrani dalam Kejadian 1:1 di bawah
ini :

#rah taw ~ymV'h ta ~yhla arB tyvarB

[3] Tuliskan kelima huruf yang memiliki bentuk final & tuliskan pula bentuk
finalnya !

3. PENGUCAPAN

Ciri khas pengucapan setiap huruf Ibrani dapat dilihat dengan jelas pada Daftar
Lengkap di halaman 3 & 4. Penjelasan-penjelasan berikut hanya merupakan
pelengkap.

3.1. Huruf Valef & ayin bukanlah vokal a. Perlu diingat lagi bahwa Abjad Ibrani
hanya terdiri atas huruf-huruf mati ( konsonan ) saja. Huruf adan [ tidak
diucapkan ketika dilafalkan ( sehingga disebut konsonan bisu ).

3.2. Huruf-huruf BeGaD KeFaT


Untuk enam (6) huruf berikut : tpkdgb orang Ibrani mengenal
dua (2) cara pengucapan, yakni pengucapan keras atau pengucapan lembut.
Pengucapan keras ditandai oleh Titik Pengeras di tengah-tengah huruf-huruf
tersebut. Tanpa Titik Pengeras, huruf-huruf tersebut diucapkan lembut.
Namun pada masa kini ( Bahasa Ibrani Modern ) hanya tinggal tiga (3) di antara
enam (6) huruf tersebut di atas, di mana perbedaan antara dua (2) pengucapan
masih terdengar jelas, yakni :

Huruf Pengucapan Huruf Pengucapan


B b b v

K k k kh

P p p f

Peraturan mengenai kapan huruf BeGaD KeFaT memakai Titik Pengeras &
kapan tidak, akan dibahas dalam pelajaran berikutnya.

6
3.3. Huruf Tenggorokan ( Gutturals )
Ada lima (5) Konsonan : [xha dan kadangkala rdiklasifikasi
sebagai huruf-huruf Tenggorokan ( Gutturals ) sebab diucapkan dari dalam
tenggorokan.

3.4. Peraturan pengucapan dalam buku-buku Tata Bahasa Ibrani tidak seragam. Kita
tidak mempunyai rekaman ucapan Musa, Daud, dan Ezra. Dalam perkuliahan
ini, kita akan mengikuti cara pengucapan menurut buku R.K. Harrison, yang
disusun dalam kerjasama dengan orang Yahudi ( Harrison, R.K. Teach Yourself
Biblical Hebrew. New York : David McKay Company, 1976 ).

4. TRANSLITERASI

Tulisan Ibrani dapat ditransliterasikan ( ditulis dengan huruf-huruf Latin ) dan


dalam perkuliahan ini kita mengikuti pola New Bible Dictionary ( NBD ) yang
paling konsekuen di antara pola-pola yang ada ( lihat halaman 2 & 3 ).
Untuk huruf-huruf BeGaD KeFaT berlaku transliterasi sebagai berikut :

Huruf
B b G g D d K k P p T t
Transliterasi b g d k t

Garis di bawah atau di atas huruf BeGaD KeFaT menunjukkan bahwa ia diucapkan
secara lembut dan tidak memiliki Titik Pengeras di tengah-tengah huruf tersebut.
Perhatikan : garis pada g & p diletakkan di atasnya, semata-mata agar garis
tersebut tidak mengganggu bagian huruf yang menonjol ke bawah.

Latihan :

Mari kita mulai menulis kata pertama, yang terdiri atas tiga (3) huruf, yaitu : l, m, d.
Untuk menulis kata ini dengan huruf Ibrani, kita harus mulai menulis huruf pertama
di sebelah kanan kertas kita dan menambahkan huruf demi huruf dari kanan ke kiri
sebagai berikut :

Z \
d m l= l m d

7
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

TUGAS (2)

[1] Tulislah kelompok konsonan berikut di bawah ini dengan tulisan Ibrani !

1. n 6. lwm
2. sdyn 7. dm
3. ml 8. yldn
4. r 9. lm
5. mp 10. bry

[2] Berikanlah Transliterasi Yehezkiel 38:12

$dy byvhl zB zblw llv llvl


hnqm hf[ ~ywGm @sam ~[ law tbvwn twbrx l[
#rah rwBj l[ ybvy !ynqw
5. VOKALISASI

Sampai dengan abad-abad pertama sesudah Kristus, Tanakh Ibrani tetap ditulis
dengan konsonan-konsonan saja, meskipun pada saat membaca selalu terdengar bunyi
vokal sebagai penyambung di antara konsonan-konsonan tersebut.

Selama bahasa Ibrani Klasik, yaitu bahasa Ibrani Tanakh Ibrani, dipakai dalam
kehidupan sehari-hari, hal mengisi sendiri vokal pada saat membaca tidak menjadi
soal. Bahasa Ibrani dibaca & dibicarakan melalui tradisi oral yang diturunkan dari
generasi ke generasi.

Sekitar abad VI Masehi, ketika bahasa Ibrani Klasik itu tidak lagi dipakai dalam
percakapan sehari-hari melainkan hanya dipakai dalam bidang sastra / bahasa sastra
& hanya dipakai dalam bidang agama, tampaklah adanya kebutuhan untuk
menambahkan petunjuk-petunjuk mengenai vokal-vokal yang tepat, yang perlu
diucapkan pada waktu membaca Tanakh Ibrani.

8
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

5.1. Huruf Vokal

Untuk mendapatkan jalan keluar dari masalah tersebut di atas, maka mula-mula ada
tiga (3) konsonan yang dipinjam untuk menunjuk tempat vokal dalam suatu kata :

Konsonan Nama Huruf Mewakili Contoh Pengucapan


Vokal
y Yod ,
yl dapat dibaca l
atau l
w Waw ,
wl dapat dibaca : l
atau l
h He , h , h
hl dapat dibaca :
( pada akhir kata ) l atau lh atau lh

Oleh karena tiga (3) konsonan yang berfungsi sebagai huruf vokal masing-masing
dapat mewakili lebih dari satu vokal, maka dengan sistim ini tetap perlu mengenal
bahasa Ibrani dengan serius untuk dapat menentukan vokal yang tepat. Hal ini berarti
Tanakh Ibrani hanya dapat dibaca secara tepat oleh orang yang mengenal bahasa
Ibrani sebagai bahasa induknya.

Pada saat itu makin terasa kebutuhan yang mendesak untuk melengkapi setiap kata
dengan keterangan yang pasti mengenai vokal-vokal mana yang perlu diucapkan di
dalamnya.

5.2. Tanda-tanda Vokal

Penambahan vokal-vokal kepada konsonan-konsonan dalam naskah-naskah


Tanakh Ibrani sungguh menjadi masalah dari segi teologis, sebab berdasarkan
keyakinan orang Yahudi, teks yang suci sama sekali tidak boleh diubah ataupun
ditambahi. Akhirnya ada para ahli naskah, yakni para Masoret yang menemukan
jalan keluarnya. Mereka tidak menciptakan huruf-huruf hidup yang baru untuk
ditambahkan kepada teks Tanakh Ibrani yang suci, melainkan mereka hanya
menciptakan suatu sistim titik & tanda kecil yang mewakili huruf-huruf hidup dan
yang dapat ditulis di dalam atau di sekitar huruf-huruf asli tanpa mengganggu
kesucian huruf-huruf tersebut.

9
Sistim Vokalisasi yang diciptakan para Masoret tersebut adalah sebagaimana tertera
di dalam tabel di bawah ini :

Nama Tanda Vokal Transliterasi


Qamets
'
Patakh
; a
Tsere
e

y e
Segol
, e
Khireq
i i

y i
Kholem
o

wO
Qamets-khatuf
' o
Syureq
W
Qibbuts
U u

10
Dengan demikian, vokalisasi bahasa Ibrani dapat diklasifikasi sebagai berikut di
bawah ini :

Vokal Panjang Sejarah Panjang Pendek


a h ' ' ; a
e y e e , e
i y i i i
o wO o ' o
u W u
5.2.1. Penempatan Tanda Vokal

Biasanya tanda vokal ditempatkan di bawah konsonan dengan cara sebagai berikut :

<a> Hampir pada semua konsonan, tanda vokal ditulis persis di bawah
pertengahan huruf tersebut.
Contoh : q, [' s; be ai
<b> Konsonan yang memiliki hanya satu tiang saja, menerima tanda vokal persis di
bawah tiang yang satu itu.
Contoh : rI y" z< w: d: gI
<c> Waw menerima satu titik di sebelah kirinya yang membuat Waw menjadi
Syureq ( W ).
<d> Kholem adalah tanda vokal yang satu-satunya selalu ditempatkan di atas
konsonan bagian kiri.
Contoh : mo rBo
Namun perlu diperhatikan bahwa ada tiga (3) perkecualian mengenai
penempatan tanda Kholem :

[1] Bila konsonan yang menyusul setelah Kholem adalah , maka Kholem a
meninggalkan tempatnya yang sebenarnya & berpindah ke atas huruf
a sebelah kanan atas.
Contoh : l ditulis bukan a ol melainkan aOl
[2] Hal yang sama berlaku untuk Waw yang mempunyai vokal.
Contoh : lweh ditulis hwO<l bukan hw< Ol

11
f
[3] Demikian pula bila Kholem berdampingan dengan atau , maka v
Kholem akan ditarik oleh kedua huruf tersebut. Bahkan, Kholem menjadi
satu dengan titik yang telah dimiliki oleh kedua huruf tersebut ( berarti tidak
perlu membuat dua titik ).

Contoh :

Kata Penulisan
M vom
M
vm
n !f
n
!vo
5.2.2. Pengucapan Tanda Vokal

5.2.2.1. Urutan Konsonan - Vokal

Tidak ada kata Ibrani yang dimulai dengan vokal ! Semua kata Ibrani tanpa
terkecuali dimulai dengan sebuah konsonan. Hal ini berpengaruh terhadap
pengucapan vokal Ibrani, sebab pasti setiap vokal didahului oleh sebuah
konsonan.

Contoh :B' diucapkan b, tidak mungkin menjadi b.


mi diucapkan mi, tidak mungkin menjadi im.
Sekarang perhatikan contoh berikut di bawah ini !

dwID" !B, yl;ae rm;a' - transliterasi : Vmar Vlay ben Dwi.

Sekali lagi, ingat beberapa peraturan yang penting :

<a> Setiap vokal PASTI didahului oleh konsonan.

<b>Tidak ada kata Ibrani dengan dua vokal berturut-turut tanpa dipisahkan
oleh konsonan.
<c> Tidak ada kata Ibrani dengan dua konsonan berturut-turut ( kecuali a
dan [ ) tanpa dipisahkan oleh vokal.
Oleh karena itu, ar"B' tidak dibaca br, melainkan br

12
Perkecualian :

Bilamana sebuah kata berakhir dengan huruf Tenggorokan, sewaktu-waktu


patakh akan muncul pada huruf tersebut, dan akan mendahuluinya dalam
pengucapan ( Furtive Patakh ).

Contoh : x;Wr diucapkan ra , bukan ra.

5.2.2.2. Vokal Homogen

Di mana sudah terdapat huruf-huruf vokal dalam teks ( lihat halaman 9 ), di


situ para Masoret menambahkan tanda-tanda vokal untuk memastikan
pengucapan huruf-huruf vokal tersebut ( lihat halaman 10, 11 ).

Tulisan huruf vokal bersama vokal homogennya disebut tulisan lengkap ( Full
Script ) misalnya :
dywID"dw ( khireq lengkap )
ba'wOyy ( kholem lengkap )
tyBe b ( tsere lengkap )

Akan tetapi sewaktu-waktu kata-kata dengan tulisan lengkap itu dapat muncul
tanpa huruf vokal. Gejala ini disebut tulisan tidak lengkap / defective script.
Untuk arti kata tersebut tidak ada pengaruh. Contoh :

dwID"dwi
ba'Oy yoa

tBeb
Perhatikan dalam pengucapan : bilamana Yod atau Waw didahului oleh vokal
homogen, maka Yod dan Waw tidak akan diucapkan sebagai konsonan,
melainkan akan membisu sambil memperpanjang vokal homogennya. Hal ini
juga tampak dalam transliterasi ( perhatikan kembali halaman 10,11 ).
Contoh :

ymi adalah m, bukanlah miy

yme adalah m, bukanlah my

13
wOm adalah m, bukanlah mw
Wm adalah m, bukanlah muw
Akan tetapi, bilamana huruf vokal ( Yod & Waw ) didahului oleh vokal yang
tidak homogen, maka huruf vokal tersebut akan berfungsi & terdengar sebagai
konsonan biasa. Misalnya :

ym; adalah may, bukanlah ma

ym' adalah my, bukanlah m

wmi adalah miw, bukanlah m

wme adalah mw, bukanlah m.

Perkecualian :

Susunan huruf wy '


senantiasa diucapkan w, bukan yw. Sekalipun Yod
didahului oleh vokal yang bukan homogen, namun demikian Yod dalam
kasus ini tetap bisu. Contoh :

wyd"y" transliterasinya menjadi : yw.

5.2.2.3. Huruf He Pada Akhir Kata

Konsonan He sebagai huruf terakhir sebuah kata tidak dianggap sebagai


konsonan, melainkan menandai bahwa kata tersebut berakhir dengan sebuah
vokal ( qamets, tsere, segol, kholem ). Pada posisi itu, He tidak diucapkan
walaupun ia dapat muncul dalam transliterasi. Misalnya :

hl'G' ( gl ), hleGo ( glh ), hl,Go ( gleh ), dan hOlG" ( glh )

Bila He pada akhir kata muncul dengan titik ( Mappiq ), berarti He harus
diucapkan. Misalnya : Hn"ymil. ( l mnh, Kejadian 1:25 ), HB;g>YIw:
e

( wayyibah, 1 Samuel 10:23 ), dan Hc'r>a; ( 'arh ).

14
TUGAS (3)

A. Transliterasikan ke dalam huruf-huruf & vokalisasi Ibrani !

01. Ln 04. Bn 07. 10. Ql


02. Ps 05. R 08. Ben 11. m
03. Nr 06. Gl 09. ' 12. pr

B. Transliterasikan nama-nama di bawah ini ke dalam huruf-huruf Latin !

@l,a' 10
~x,l, tyBe 01

tyje 11
bleK' 02

aPe 12
hv,m 03

dwOy 13
wf'[e 04

dmel' 14
rg"h' 05

ydEc' 15
ha'le 06

@wOq 16
!t'n" 07

!yI[; 17
!v,G 08

!b'l' 18
bybia' lTe 09

6. SHEWA

6.1. Shewa Bisu ( Silent Shewa )

Bilamana konsonan yang bersuara tidak disusul oleh vokal, maka konsonan tersebut
akan mendapat tanda Shewa ( : ) yang tidak diucapkan ( disebut Shewa Bisu ) dan
tidak muncul dalam transliterasi.

Dengan demikian, nama raja Zimri ( di mana Mem adalah konsonan yang bersuara
namun tidak diikuti oleh vokal ) harus ditulis yrIm.zI ( Zimr ).

Pada huruf terakhir sebuah kata, Shewa Bisu tidak ditulis, kecuali :

6.1.1. Pada Kaf Final, misalnya %l,m, ( mele ).


6.1.2. Bila sebuah kata berakhir dengan dua konsonan berturut-turut, maka kedua
konsonan itu akan mendapat Shewa Bisu, misalnya : j.v.q ( q :
kebenaran ).

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Shewa Bisu ini hanya muncul pada
akhir suku kata !

15
6.2. Shewa Bersuara ( Vocal Shewa )

6.2.1. Tanda Shewa sekaligus juga dapat mewakili bunyi vokal yang paling pendek
dan ringan ucapannya, yakni seperti e pepet.
Contoh : wOxyrIy> e
( Y r )

6.2.2. Shewa Bersuara muncul dalam transliterasi sebagai e yang diangkat setengah
spasi.

6.2.3. Bersama konsonannya Shewa Bersuara merupakan semacam pendahuluan


untuk suku kata berikut & dianggap bagian utuh dari suku kata berikut itu.

Dua bentuk Shewa ( Shewa Bisu & Shewa Bersuara ) disebut Shewa Biasa ( Simple
Shewa ).

6.3. Shewa Bersuara Pada Huruf Tenggorokan

Untuk Shewa Bersuara pada empat huruf Tenggorokan berlaku aturan khusus.
Huruf-huruf tersebut tidak pernah mendapat Shewa Bersuara yang biasa ( Simple
Shewa ), melainkan salah satu dari Shewa Gabungan ( Composite Shewa /
Augmented Shewa ) sebagaimana dapat digambarkan selengkapnya di dalam Tabel
berikut di bawah ini :

Nama Tanda Ucapan Contoh Transliterasi


SHEWA Shewa Bisu
. tidak
diucapkan
ljoq.ni niql
e
BIASA Shewa
Bersuara
. e pepet
hd"Why> Y h
,a
SHEWA Khatef-
patakh
] a
terpendek
~r"a] rm
,e
GABUNGAN Khatef-segol
? e
terpendek
~yhiOla/ lhm
o
Khatef-
qamets
\ o
terpendek
ylix\ h l

Catatan :

(1) Dalam penulisan Shewa Gabungan, perhatikan bahwa Shewa senantiasa


dituliskan di sebelah kanan vokal !

(2) Bedakan Khatef-qamets dari Qamets-khatuf secara Tata Bahasa, sekalipun


pengucapan kedua vokal persis sama.

16
Membedakan Antara Shewa Bisu Dengan Shewa Bersuara

SHEWA BISU SHEWA BERSUARA


Setelah vokal pendek Setelah vokal panjang
Dua Shewa berturut-turut pada akhir Di bawah konsonan pertama dari
sebuah kata sebuah kata

Bila ada dua Shewa berturut-turut di tengah kata, maka Shewa yang pertama
adalah BISU, sedangkan Shewa kedua adalah Bersuara !

Latihan Membaca : Mazmur 1:1-6

tc;[]B; %l;h' al{ rv,a] vyaih-' yrev.a; 1


al{ ~ycile bv;Amb.W dm'[' al{ ~yaiJ'x; %r,d,b.W ~y[iv'r>
hG<h.y< Atr'Atb.W Acp.x, hw"hy> tr;AtB. ~ai yKi 2 `bv'y"
rv,a] ~yIm' ygEl.P;-l[; lWtv' #[eK. hy"h'w> 3 `hl'y>l'w" ~m'Ay
hf,[]y:-rv,a] lkow> lAByI-al{ Whle['w> AT[iB. !TeyI Ayr>Pi
WNp,D>Ti-rv,a] #MoK;-~ai yKi ~y[iv'r>h' !ke-al{ 4 `x;ylic.y:
~yaiJ'x;w> jP'v.MiB; ~y[iv'r> Wmquy"-al{ !Ke-l[; 5 `x;Wr
%r,d,w> ~yqiyDIc; %r,D, hw"hy> [;deAy-yKi 6 `~yqiyDIc; td;[]B;
`dbeaTo ~y[iv'r>
7. SUKU KATA ( SYLLABLE )

Yang dimaksudkan dengan suku kata adalah satuan bunyi yang diucapkan sekali
dalam suatu kata, misalnya : Sa-ya be-la-jar ba-ha-sa.

7.1. Pengertian Suku Kata Ibrani

Setiap suku kata harus dimulai dengan satu konsonan yang diikuti oleh paling sedikit
satu bunyi vokal. Berdasarkan peraturan ini, maka batas suku kata-suku kata dapat
ditentukan. Misalnya :

~wOlv' ~wOl - v' lm

hd"Why> hd" - Why> Y e h -

~yhiOla/ ~yhi - Ola/ e


l hm

yn"doa] yn" - doa] a


- ny

17
Perhatikan, dalam semua contoh tersebut di atas tidak mungkin membuat pembagian
suku kata yang lain, kecuali melanggar peraturan di atas.

Suku Kata Ibrani diklasifikasi ke dalam dua jenis, yakni Suku Kata Terbuka
( Open Syllable ) & Suku Kata Tertutup ( Close Syllable ).

7.2. Suku Kata Terbuka ( Open Syllable )

Suku Kata terbuka adalah suatu suku kata yang diakhiri oleh sebuah vokal atau
dengan konsonan yang tidak bersuara. Misalnya :

B' _ b

aOl _ l
e
wOxyrIy> wOx - yrIy> Y r -

aybin" aybi - n" n -

Pada umumnya Suku Kata Terbuka mempunyai sebuah vokal panjang. Akan tetapi
bila Suku Kata Terbuka itu mendapatkan tekanan suara, maka ia pun dapat memiliki
vokal pendek. Contoh : ~yIm;v' ( - ma - yim )
Perhatikan :

[1] Suku Kata pertama terbuka dengan vokal panjang.


[2] Suku Kata kedua terbuka namun dengan vokal pendek, sebab mendapatkan
tekanan suara.

7.3. Suku Kata Tertutup ( Close Syllable )

Suku Kata tertutup adalah suatu suku kata yang diakhiri oleh sebuah konsonan. Dan
pada umumnya sebuah Suku Kata Tertutup mempunyai sebuah vokal pendek. Contoh
:

~ve - m

~y"r>mi ~y" - rmi Mir - ym

drom.ni dro - mni Nim - r

Akan tetapi sewaktu-waktu suku kata tertutup dapat memiliki vokal panjang bila
mendapat tekanan suara. Misalnya : rb'D" ( d - r )

18
Ada satu rumus yang penting untuk diingat : setiap Suku Kata Tertutup yang
tidak mendapat tekanan suara, mutlak mempunyai vokal pendek. Hal ini
berarti, bilamana Qamets muncul dalam Suku Kata Tertutup tersebut, maka Qamets
ini harus berubah ucapannya dari a panjang menjadi o pendek ( Qamets-khatuf
), yang bunyinya sama dengan Khatuf-qamets, meskipun tidak memakai Shewa
Gabungan. Dengan kata lain, Qamets-khatuf hanya muncul pada suku kata
tertutup yang tidak mendapatkan tekanan suara !

Contoh pemakaian Qamets-khatuf :

e
hm'k.x' o - m bukan - - m

laeynIt.[' o - n -l bukan - n -l
e
lj;q.y" yoq - al bukan y - q - al

Contoh pemakaian Qamets biasa :

e
hm'k.x' - -m

~K'x' - m

7.4. Penekanan Dalam Pengucapan

Dalam mengucapkan kata-kata Ibrani biasanya suku kata terakhir ( Latin : Ultima )
mendapat penekanan, sebagaimana pada kata : ~yhiOla/ aybin" ~wOlv'
Ada sebagian kata yang mendapat penekanan pada suku kata kedua dari belakang
(Latin : Paenultima), sebagaimana tampak pada kata : %l,m, ds,x, #r<a,
Semua kata dalam Daftar Kata yang tidak diberi tanda penekanan ( < ) mendapat
penekanan sesuai dengan peraturan yang umum ( pada Ultima ).

Sebagaimana dalam bahasa Indonesia, demikian juga dalam bahasa Ibrani e pepet
( Shewa Bersuara ) tidak pernah mendapat penekanan dalam pengucapan.

19
TUGAS (4)

A. Bagikan kata-kata di bawah ini ke dalam suku kata & berikan pula nama
suku kata tersebut serta sebutkan vokal yang menyertainya !

~yrIb'D> 06
ryvi[' 01

hk'l'm.m; 07
!n"[' 02

hl'y>l; 08
~ve 03

laer"f.yI 09
~wOy 04

vwOdq' 10
hw"c.mi 05

B. Salinlah tiap kata dari Mazmur 15:1b ( Teks Ibrani ), bagikanlah tiap kata
tersebut ke dalam suku kata serta uraikan tiap suku kata tersebut menurut jenis
suku kata & vokal macam apa yang dimilikinya.

^v,d>q' rh;B. !Kov.yI ymi


C. Latihan Membaca Teks Ibrani ( Mazmur 23 :1-6 )

` rs'x.a, al{ y[iro hw"hy> dwId'l. rAmz>mi 1


` ynIleh]n:y> tAxnUm. yme-l[;: ynIceyBir>y: av,D, tAan>Bi 2
` Amv. ![;m;l. qd,c-, yleG>[.m;b. ynIxeny> : bbeAvy> yvip.n: 3
^j.b.vi ydIM'[i hT'a-; yKi [r' ar'yai-al{ tw<m'l.c; aygEB. %lea-e yKi ~G: 4
dg<n< !x'l.vu yn:p'l. %ro[]T; 5 ` ynImux]n:y> hM'he ^T,n>[;v.miW
bAj %a; 6 ` hy"w"r> ysiAK yviaro !m,V,b; T'n>V;DI yr'r>co
%r,aol. hw"hy>-tybeB. yTib.v;w> yY"x; ymey-> lK' ynIWpD>r>yI ds,x,w"
` ~ymiy"
8. DAGESH

Istilah Dagesh dalam bahasa Ibrani berarti tusuk, berupa titik yang ditempatkan di
tengah sebuah konsonan.

Ada dua jenis Dagesh, yakni Dagesh Lene ( Latin : Lemah ) atau Titik Pengeras
dan Dagesh Forte ( Latin : Kuat ) atau Titik Penduakalian.
Dagesh Lene & Dagesh Forte muncul dengan penampilan yang sama, namun dengan
tujuan berbeda.

20
8.1. Dagesh Lene ( Titik Pengeras )

Dagesh Lene ( Titik Pengeras ) hanya dapat dimiliki oleh enam (6) huruf BeGaD
KeFaT saja. Peraturan-peraturan berikut di bawah ini perlu diingat :

Huruf-huruf BeGaD KeFaT senantiasa memiliki Dagesh Lene ( Titik Pengeras )


8.1.1. Pada permulaan Kata.
Contoh :

ar"B' br

~D" dm

~yniP' pnm

Namun perhatikan, bila kata sebelumnya berakhir dengan vokal atau huruf vokal,
maka huruf vokal tersebut dapat menyebabkan huruf BeGaD KeFaT pada
permulaan kata berikut kehilangan titik pengerasnya. Contoh :

,a
~ymit' ynIa] n mm
,a
lwOdG" yn"dao ] ny gl

8.1.2. Pada permulaan suku kata, bila suku kata yang mendahuluinya tertutup.
Misalnya :

jP'v.mi mip

x;Bez>mi mizba

8.1.3. Dalam konsonan terakhir dari sebuah kata yang berakhir dengan dua
konsonan berturut-turut. Contoh :

T.l.j;q' qalt

Sebaliknya, huruf-huruf BeGaD KeFaT tidak mendapat Titik Pengeras bilamana


didahului oleh vokal ataupun Shewa Bersuara. Contoh :

aybin" b didahului vokal

td<l,wOm t ,d didahului vokal

hq'd"c. d didahului Shewa Bersuara

twOdl.wTO d didahului Shewa Bersuara ;

t didahului vokal

21
8.2. Dagesh Forte ( Titik Penduakalian )

Dagesh Forte & Dagesh Lene muncul dengan penampilan yang sama, namun dengan
tujuan yang berbeda. Dagesh Forte adalah sebuah titik yang diletakkan di tengah-
tengah konsonan, yang menandakan konsonan tersebut berganda ( diduakalikan ).
Contoh : kata Qittel harus ditulis lJeqi
Perhatikan :

[1] Dalam transliterasi, huruf yang diduakalikan harus ditulis rangkap ( qil ).
[2] Pemisah suku kata selalu di tengah konsonan yang diduakalikan ( qi - l ).
[3] Dagesh Forte dapat diletakkan di dalam konsonan apa saja kecuali lima (5)
huruf Gutturals !

Huruf-huruf Gutturals sulit diduakalikan dalam ucapan, sehingga tidak pernah


mendapat Dagesh Forte. Di mana huruf-huruf tersebut seharusnya mendapat Dagesh
Forte, maka di situ akan terjadi Kompensasi , yakni vokal pendek yang
mendahuluinya akan diperpanjang.

<a> Hal ini selalu terjadi di depan a dan r dan sering juga di depan [ .
Contoh :
ba'h; daripada menduakalikan a terjadi kompensasi patakh

menjadi qamets ba'h'


%rEBi daripada menduakalikan r terjadi kompensasi khireq menjadi
tsere : %rEBe
ry[ih; [ terjadi kompensasi patakh
daripada menduakalikan

menjadi qamets : ry[ih'

h x
<b> Di depan dan kompensasi ini tidak terjadi, sebab kedua huruf tersebut
dianggap sudah memiliki penduakalian secara implisit. Dengan demikian,
kedua huruf ini tidak menerima Dagesh Forte dan juga tidak mengakibatkan
kompensasi.
Contoh : aWhh;
8.3. Membedakan Dagesh Forte Dari Dagesh Lene

8.3.1. Sebuah titik di tengah-tengah huruf apa saja selain BeGaD KeFaT adalah
Dagesh Forte dan menandakan huruf itu digandakan.

8.3.2. Sebuah titik di tengah-tengah huruf BeGaD KeFaT adalah sebuah Dagesh
Lene tatkala huruf tersebut TIDAK DIDAHULUI oleh sebuah vokal.
Misalnya :

22
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

e e
tyrIB. b r bukan bb r

rB'd>mi mibr bukan mibbr

8.3.3. Sebuah titik di tengah-tengah huruf BeGaD KeFaT adalah Dagesh Forte
ketika huruf tersebut didahului oleh sebuah vokal.
Misalnya :
qyDIc; addq

!Beh; Habbn

Perlu diperhatikan bahwa Dagesh Forte pada huruf BeGaD KeFaT ini sekaligus
juga mengeraskan huruf tersebut. Bentuk BeGaD KeFaT yang lembut tidak dapat
diduakalikan.
Contoh : ryPis; sappr bukan sar

9. TANDA-TANDA BACA

Para sarjana ( Masoret ) yang memberikan huruf-huruf hidup pada teks Ibrani, juga
menciptakan suatu sistem accents ( tekanan suara ) yang ditambahkan pada teks
untuk membantu pengucapan yang tepat. Di dalam Biblica Hebraica Stuttgartensia
( BHS ) terdapat 27 accents prosa & 21 accents puisi. Untuk accents puisi ini
muncul terutama di dalam kitab-kitab Mazmur, Ayub, dan Amsal.

Untuk mempelajari tanda-tanda baca selengkapnya, dapat dipelajari dalam sebuah


buku tersendiri, "A Simplified Guide To BHS" karya William R. Scott, penerbit
BIBAL Press and William R. Scott, Third Edition, May 1995. Dalam perkuliahan ini
kita akan mempelajari beberapa saja di antaranya yang penting untuk diketahui.


9.1. Silluq ( )
Silluq selalu muncul di bawah kata terakhir dari sebuah ayat. Silluq adalah
tanda berhenti yang terbesar dalam sebuah ayat, dan biasanya diikuti oleh
tanda ( ) yang disebut Soph Pasuq.
9.2. Athnah ( ) =
Athnah ini merupakan tanda berhenti kedua terbesar, dan memisahkan
ayat itu ke dalam dua bagian yang logis. Nilai pemakaian Athnah &
Silluq terlihat dalam terjemahan Kejadian 1:1

` #r,a*('h' taew> ~yIm;V'h; tae ~y=hil{a/ ar'B' tyviareB.


>
Pada mulanya Tuhan telah menciptakan - bagian pertama dari ayat
ini,
Langit dan bumi - bagian kedua dari ayat
ini.

23
Bagian pertama ayat ini memakai tanda Athnah ( = ), sedangkan bagian
kedua memakai tanda Silluq ( ).
9.3. Sebuah kata ditandai oleh sebuah Athnah atau Silluq ( juga sama halnya dengan
accent kuat lainnya ) akan disebut sebagai kata yang in pause. Maksud sebutan
ini menunjukkan adanya suatu istirahat sejenak. Dalam kondisi demikian,
sebuah kata harus memiliki sebuah vokal panjang sebagai tekanan atau dengan
istilah lain tone syllable. Jika vokal dari tone syllable itu adalah vokal pendek,
maka vokal tersebut harus diperpanjang. Ketentuan yang berlaku untuk
memperpanjang vokal pendek tersebut adalah sebagai berikut :

9.3.1. Patakh akan berubah menjadi Qamets.

Reguler Pausal Arti & Terdapat di


Engkau ( Yesaya 44:17 )

Air ( Kejadian 26:32 )

Rumah ( 1 Tawarikh 17:12 )

Air Anggur ( Yeremia 35:5 )

9.3.2. Vokal Khatef berubah menjadi Vokal saja tanpa Shewa.

Reguler Pausal Arti & Terdapat di


Saya ( Yeremia 17:18 )

9.3.3. Kata Benda Segolata ( yang memiliki dua vokal Segol ) akan berubah sebagai

berikut :

Reguler Pausal Arti & Terdapat di


Roti ( Mazmur 37:25 )

Bumi, negeri ( Keluaran 15: 12 )

Habil ( Kejadian 4:7 )

24
10. MAQQEF

Maqqef adalah garis horizontal ( garis penghubung ) yang ditempatkan di bagian


atas, yang dipakai untuk menggabungkan dua kata atau lebih di dalam suatu ayat.
Kata-kata yang digabungkan menjadi satu unit ucapan. Tekanan utamanya pada kata
terakhir dalam unit itu. Untuk semua kata yang bukan terakhir dalam suatu unit itu,
maka mereka akan kehilangan tekanan utamanya dan akan mengalami perubahan
vokal. Contoh :

menjadi ( dengan Qamets-khatuf ) tatkala ditempatkan sebelum Maqqef


seperti dalam ( Kejadian 6:5 ).

Demikian pula untuk menjadi ketika digabungkan dengan kata lain oleh

Maqqef seperti dalam ( Kejadian 2:19 ).


Pada umumnya Maqqef muncul dengan kata-kata yang bersuku kata tunggal/satu
( Monosyllable ) seperti berikut :

pada 07
siapa 01

jika 08
dari 02

juga 09
pada 03

semua 10
atas 04

tidak 11
dengan 05

apa 12
jika tidak 06

11. Ketiv dan Qere

Dalam naskah Alkitab bahasa Ibrani terdapat kata-kata yang menurut kebiasaan
orang Yahudi tidak boleh diucapkan sebagaimana tertulis, sebab konsonan yang
tertulis itu keliru atau oleh karena sebab yang lain. Berkaitan dengan susunan
konsonan dalam naskah suci tidak boleh diubah sama sekali, walaupun ada
kekeliruan, maka susunan konsonan yang benar ( Qere = terbaca ) ditulis di pinggir
dan vokalisasi yang tepat ditulis di bawah konsonan yang tertulis dalam naskah
( Ketiv = tertulis ). Sebuah lingkaran atau bintang kecil di atas Ketiv memperingatkan
pembaca bahwa ada versi yang tepat di pinggir halaman.

Contoh : Yesaya 10:6

25
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping


Kata dalam BHS mempunyai lingkaran kecil di atasnya, berarti ada
catatan di pinggir, yang ditandai lagi dengan , singkatan dari Qere ( terbaca ).
Pembacaan tepat mengambil konsonan dari pinggir bersama vokal dari dalam naskah,
sehingga kata yang tepat terbaca sebagai bukan
Masalah Ketiv & Qere penting bagi nama Elohim Israel, yang dianggap terlalu suci
sehingga tidak boleh diucapkan. Susunan konsonan
dahulu mungkin
diucapkan YHWH, namun nama ini dianggap terlalu suci sehingga tidak boleh
diucapkan dalam bentuk aslinya. Oleh karena itu orang Yahudi mengambil kata
( Tuhan ) yang juga memiliki empat (4) konsonan seperti
ditulis di pinggir dan vokal-vokalnya ditempatkan di bawah
menjadi ( perhatikan bahwa shewa Gabungan yang di bawah
menjadi Shewa Biasa di bawah ). Dengan demikian, selalu diucapkan

sebagai ( donay ) oleh orang Yahudi dan kebiasaan ini juga diikuti oleh

Alkitab bahasa Indonesia yang menterjemahkan sebagai TUHAN.

TUHAN ( semua huruf besar ) selalu mewakili ( yang sama sekali tidak
berarti Tuhan , melainkan merupakan Nama diri Elohim, YHWH ) dalam
bahasa Ibrani. Dalam Alkitab bahasa Indonesia Tuhan ditulis oleh penerjemah di
mana teks bahasa Ibrani menulis secara langsung.
Berhubung Nama Elohim ( ) muncul begitu sering dalam Tanakh Ibrani,
maka para Masoret merasa tidak perlu untuk mencatat Qerenya di pinggir
halaman.
Hanya vokalisasi yang baru ditempatkan di bawah konsonan yang ada dalam teks
( Ketiv ) dan pembaca diharapkan untuk langsung menggantikan konsonan-konsonan
dengan yang dianggap sudah dihafal oleh setiap pembaca Tanakh
Ibrani. Kasus ini dan kasus lain yang serupa dinamakan Qere Tetap atau
Permanent Qere atau Qere Perpetuum.

Namun rupanya pada kemudian hari, Qere Tetap ini sudah tidak diingat lagi
sehingga menjadi bentuk Nama Elohim Jehovah/Yehuwah sebab pembaca
Tanakh Ibrani menggabung konsonan-konsonan dalam teks dengan vokal-vokal di
bawahnya. Dalam transliterasi
biasanya ditulis YHWH tanpa vokal !


26
12. AWALAN PENENTU ( KATA SANDANG TERTENTU )

12.1. Peraturan Umum

Bahasa Ibrani mengenal hanya satu cara untuk membuat kata benda menjadi
tertentu, yakni dengan Awalan Penentu ( Kata Sandang Tertentu ) yang selalu
bergabung dengan kata yang ditentukan. Awalan Penentu ( Kata Sandang Tertentu )
ini terdiri atas Satu Huruf Saja, yakni He dengan vokal Patakh yang disusul oleh

Dagesh Forte dalam Huruf Pertama dari Kata yang ditentukan ( . ).


Contoh :
Air

Air ITU

Suara
Suara ITU
Raja
Raja ITU
Perhatikan : Awalan Penentu paling umum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia
dengan kata ITU, yang selalu ditempatkan di belakang kata yang ditentukan.
Jangan dikacaukan dengan pemakaian kata itu sebagai Kata Ganti Penunjuk Jauh.
Oleh karena itu, untuk menghindari kekacauan tersebut, usahakan sedapat mungkin
menterjemahkan Awalan Penentu ke dalam bahasa Indonesia dengan kata Sang,
atau Si yang selalu diletakkan di depan kata yang ditentukan.

12.2. Awalan Penentu Di Depan Gutturals

Huruf-huruf Gutturals tidak dapat diduakalikan ( lihat kembali pelajaran 8.2.[3] ),


maka vokal Patakh dalam Awalan Penentu akan mengalami perubahan / kompensasi
dan Dagesh Forte hilang.

12.2.1. Di depan Gutturals Lemah ( ,, ), Awalan Penentu yang dipakai


adalah :
Contoh :

Lelaki
Lelaki ITU

Kota
Kota ITU

Kepala
Kepala ITU

27
12.2.2. Di depan Gutturals Kuat ( , ), Awalan Penentu yang dipakai adalah :
Contoh :
Istana
Istana ITU

Kegelapan
Kegelapan ITU

dan yang tidak mendapat penekanan dan di depan semua


12.2.3. Di depan

, Awalan Penentu yang dipakai adalah : Contoh :


Gunung-gunung Gunung-gunung ITU
Debu Debu ITU
Bijaksana Si Bijaksana
12.2.4. Di depan dan yang mendapat penekanan, Awalan Penentu yang
dipakai adalah : Contoh :

Gunung Gunung ITU


Kuat Lelaki kuat ITU
12.3. Awalan Penentu Di depan atau
Di depan atau kadangkala diterapkan pula pada , Awalan Penentu biasanya

adalah : tanpa Dagesh Forte.


Contoh :
Sungai Sungai ITU
Jalan raya Jalan raya ITU
Namun ada perkecualian untuk ( raja-raja ) tetap mengikuti ketentuan

umum ( , raja-raja ITU ). Begitu pula dengan ( tempat-


tempat ) menjadi ( tempat-tempat ITU ).

Ketentuan yang sama juga diterapkan ketika atau sebagai suku kata pertama

disusul oleh atau maka Awalan Penentu akan tetap memakai Dagesh Forte.

Contoh : orang-orang Yahudi ITU

28
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

12.4. Perubahan Vokal Pada Konsonan Pertama

Ada sejumlah kata benda dalam bentuk tunggalnya mengalami perpanjangan vokal
pada konsonan pertama tatkala diberikan Awalan Penentu. Kita hanya dapat terbiasa
dengan kata-kata benda tersebut dengan cara menghafalkannya. Kata-kata benda yang
paling penting tersebut adalah sebagai berikut :

Perubahan Vokal Arti Kata Asal Kata


Negeri ITU

Gunung ITU

Bangsa ITU

Si Jahat

Kebun ITU

Sapi Jantan ITU

Perayaan ITU

Tabut ITU

12.5. Awalan Penentu Sebagai Kata Penunjuk

Sewaktu-waktu, Awalan Penentu dapat berfungsi sebagai Kata Penunjuk, misalnya :


berarti hari ITU atau hari ini.
12.6. Awalan Penentu Untuk Hal Yang Unik

Hal atau orang yang dianggap unik, seringkali mendapat Awalan Penentu untuk dapat
membedakannya dari pengertian yang umum, misalnya :

12.6.1. ( Elohim ) dibedakan dari ( Para ilah ),


12.6.2. ( bumi ) dibedakan dari ( tanah/negeri ),

12.6.3. ( Sang Raja ). Bila kata ini tidak disertai keterangan lain, maka
yang dimaksudkan adalah raja dari orang yang sedang berbicara atau penulis.
Dalam kitab Mazmur berarti Raja Israel atau TUHAN, yang
adalah Raja Orang Israel yang sebenarnya ( bandingkan dengan Mazmur
20:10 dalam teks Ibrani ).

29
TUGAS (5)

A. Tulislah dalam bahasa Ibrani !

01 Langit ITU 06 Si Besar 11 Petang ITU


02 Rumah ITU 07 Sang Imam 12 Sang Nabi
03 Bangsa ITU 08 Roh ITU 13 Tangan ITU
04 Perjanjian ITU 09 Si Miskin 14 Api ITU
05 Si Hamba 10 Pintu ITU 15 Sang Ibu

B. Berikanlah Awalan Penentu pada setiap kata yang ada di bawah ini !

01
09 05 01
02
10 06 02
03
11 07 03
04
12 08 04
C. Perbaikilah kata-kata berikut sehingga Titik Pengeras ditempatkan secara
tepat !

06 01
07 02
08 03
09 04
10 05
D. Transliterasikan Ayat berikut di bawah ini ke dalam tulisan Latin !


( Mazmur 119:105 )

30
13. AWALAN PENGHUBUNG ( THE CONJUNCTION WAW )

13.1. Bentuk Umum

Kata Penghubung yang paling umum digunakan dalam banyak bahasa adalah kata
dan. Dalam bahasa Ibrani kata penghubung dan tidak dapat berdiri sendiri,
melainkan digabungkan dengan kata berikutnya ( merupakan Awalan pada
kata yang akan dihubungkan ). Biasanya ditulis dengan Waw ditambah Shewa
Bersuara ( ).
Contoh :

Laki-laki dan perempuan

Langit ITU dan bumi ITU

13.2. Bentuk-bentuk Lain

Di depan huruf-huruf tertentu, Shewa Bersuara di bawah Waw dapat mengalami


perubahan sehingga timbul bentuk-bentuk Awalan Penghubung sebagai berikut :

13.2.1. Di depan huruf Labials ( Konsonan yang diucapkan dengan bantuan bibir :
--- BuMaF ) dan di depan Shewa, Awalan Penghubung ditulis
( Syureq ). Contoh :

Putera dan puteri


Daud dan Salomo
Lelaki dan perjanjian
Perhatikan : Mengingat
merupakan suku kata terbuka, maka huruf BeGaD
KeFaT yang menyusul kemudian kehilangan Dagesh Lene-nya.


13.2.2. Di depan ( Yod ditambah Shewa Bersuara ), maka berubah menjadi
( Waw ditambah Khireq-yod ). Contoh :

dan Yerusalem
dan Yehuda
dan terjadilah
13.2.3. Di depan konsonan yang memiliki Shewa Gabungan, maka Awalan
Penghubung Waw mendapatkan vokal pendek dari Shewa Gabungan itu
( perhatikan : sebuah Meteg selalu ditempatkan di samping vokal tepat
sebelum Shewa Gabungan itu ). Contoh :

31
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

dan saya ( Kejadian 6:17 )

dan kebenaran ( Kejadian 24:49 )

dan penyakit ( Pengkhotbah 6:2 )

13.2.4. Di depan kata-kata yang bersuku kata satu, atau di depan suku kata yang
mendapat penekanan utama dalam pengucapan, Awalan Penghubung selalu

ditulis : . selalu bergabung dengan dua kata dari kelas sama ( hampir
selalu berupa kata benda ) dan cenderung untuk merefleksikan relasi dekat
antara keduanya. Contoh :

baik dan jahat ( Kejadian 2:9 )

tanpa bentuk dan kosong ( Kejadian 1:2 )

sore dan malam


13.2.5. Ketentuan-ketentuan Khusus diterapkan ketika Awalan Penghubung
merupakan Prefix ( awalan ) untuk Nama-nama Ilahi.
Dua Nama Ilahi yang paling sering dipakai dalam Alkitab bahasa Ibrani
adalah ( Elohim ) dan ( YHWH/TUHAN ).

adalah bentuk jamak, pada umumnya berfungsi sebagai kata benda


tunggal. Namun ia juga dapat berfungsi sebagai kata benda jamak,
dirangkaikan dengan kata sifat jamak dan bentuk kata kerja jamak. Ini
biasanya muncul tatkala referensi dibuat untuk menunjukkan ilah-ilah dari
bangsa-bangsa. bisa muncul dengan & tanpa Awalan Penentu.
Ketika Awalan Penghubung Waw ditambahkan pada huruf
menjadi
quiescent ( hilang fungsi konsonannya ) dan hilang pula Shewa Gabungannya,
sehingga menjadi . Oleh karena tidak pernah menutup sebuah suku kata,
maka vokal yang mendahuluinya, yang kini berdiri dalam bentuk suku kata terbuka
dan tanpa penekanan itu harus diperpanjang ( dari Segol ke Tsere ), sehingga bentuk
akhirnya menjadi ( dan Elohim ).
adalah Nama Perjanjian untuk Elohim Israel. Pada tahun-tahun awal

sejarah Israel, nama


ini dinilai sangat sakral untuk diucapkan. Para
pembaca saleh menghindari ucapan nama tersebut dengan menggantikannya
dengan kata ( donay ), yang berarti Tuhanku.
Ketika para sarjana Masoret mulai menerapkan vokal pada teks konsonan

32
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Untuk kitab-kitab di dalam Alkitab, mereka menerapkan vokal dari ini


kepada Dengan modifikasi Shewa Gabungan di bawah non-guttural-
yod, maka bentuk akhirnya menjadi atau yang selalu
a
diucapkan donay.

Jika tidak perlu lagi untuk menghindari ucapan maka vokal yang
dikenakan seperti dan dibaca Yahweh. Usaha untuk transliterasi
bentuk
sebagai Yehovah atau Jehovah tidak dipakai orang
hingga pada jaman Reformasi Protestan.

Adakalanya dua nama Ilahi muncul bersama-sama dalam


teks bahasa Ibrani ( lihat misalnya di Amsal 1:8 ). Berhubung akan sangat
a a
janggal untuk membacanya sebagai donay donay, maka para sarjana
Masoret memilih dengan modifikasi vokal dari
sehingga terjadilah bentuk yang kemudian disederhanakan menjadi

yang harus diucapkan seperti tertulis

memakai modifikasi vokal dari , diterjemahkan ke dalam


bahasa Indonesia TUHAN, sementara itu dibaca ELOHIM

dan dibaca ADONAI ELOHIM.


Ketika Awalan Penghubung Waw dijadikan awalan pada , ditulis
( lihat Kejadian 19:24 ), dan diucapkan seperti ia tertulis ,
wa-do-nay ( lihat 2 Raja-raja 7:6 ).

13.3. Terjemahan Tepat Bagi Awalan Penghubung Waw

Awalan Penghubung Waw dipakai untuk menghubungkan kata ( misalnya : Ayah


dan ibu ) atau untuk menghubungkan kalimat ( misalnya : Elohim menamai terang itu
siang dan gelap itu malam ). Terjemahan dasar adalah dan, namun demikian dapat
juga diterjemahkan lain, tergantung konteksnya.

13.3.1. Sebagai penghubung antar kalimat

a> Diterjemahkan maka , misalnya :


( Kejadian 3:5 )
( Pada hari kalian makan daripadanya maka mata kalian akan terbuka )

33

( Jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, dan jika engkau ke kanan, maka
aku ke kiri - Kejadian 13:9 )

b> Diterjemahkan atau, bila menghubungkan dua kemungkinan. Misalnya :


( Jikalau aku mengabaikan hak budakku laki-laki atau perempuan ... , Ayub
31:13 )

c> Diterjemahkan tetapi atau melainkan bila mempertentangkan dua hal


yang saling berlawanan. Misalnya :



( ... tetapi dari pohon pengetahuan ... janganlah engkau makan ... , Kejadian 2:16,17 )





( ...kalian datang untuk melihat-lihat ... Tidak tuanku ! Melainkan hamba-hambamu
datang untuk membeli makanan --- Kejadian 42:9-10 )

d> Diterjemahkan baik ... maupun ... bila menghubungkan dua hal. Misalnya
:



( ... Satu ketetapan harus berlaku bagi kalian, baik bagi orang asing, maupun
bagi orang Israel asli --- Bilangan 9:14 ).

13.3.2. Pada permulaan kalimat atau permulaan alenia baru, Awalan Penghubung
diterjemahkan dengan maka atau lalu.

13.3.3. Di depan kata kerja, Awalan Penghubung dapat memiliki arti khusus, yang
akan dibahas kemudian.

34
Dengan demikian, setiap kali bertemu dengan Awalan Penghubung, perlu diputuskan
terjemahan mana yang tepat. Bila ragu-ragu, pakailah dahulu terjemahan standar
dan.

TUGAS (6)

A. Terjemahkanlah ungkapan-ungkapan di bawah ini !

10 01
11 02
12 03
13 04
14 05
15 06
16 07
17 08
18 09
B. Terjemahkanlah ke dalam bahasa Ibrani !

01 Tangan dan kaki 07 Baik Yehuda maupun Mesir


02 Kota ITU dan rumah ITU 08 Air ITU dan api ITU
03 Baik siang maupun malam 09 Putera dan puteri
04 Sang raja dan bangsa ITU 10 Bapa dan ibu
05 Sang imam dan sang hamba 11 Nyanyian dan pengajaran
06 Baik emas maupun perak 12 Para suami dan para istri

14. KATA SIFAT

Pada dasarnya sebuah kata sifat dapat digunakan dengan dua cara utama, yakni :

<a> Kata Sifat yang berfungsi sebagai keterangan langsung ( Atributif ) untuk sebuah
kata benda. Misalnya : - Lelaki yang jahat
- Sang nabi yang baik
- Rumah yang tua ITU

<b> Kata Sifat yang berfungsi sebagai sebutan ( Predikatif ) sebuah kalimat.
Misalnya : - Lelaki ITU adalah jahat
- Sang nabi adalah baik
- Rumah ITU adalah tua

35
Demikianlah pemakaian kata sifat dalam bahasa Indonesia hanya dibedakan melalui
kata yang untuk pemakaian secara Atributif dan melalui kata adalah untuk
pemakaian secara Predikatif. Namun dalam bahasa Ibrani, perbedaan antara dua cara
ini lebih besar dan nyata sehingga perlu dipelajari dan dikuasai dengan baik.

14.1. Kata Sifat Sebagai Atribut

14.1.1. Urutan Kata

Kata Sifat yang dipakai sebagai keterangan langsung ( Atribut ), ditempatkan langsung
di belakang kata benda yang diterangkannya.
Contoh : ( Lelaki yang jahat )

Perhatikan bahwa dalam bahasa Ibrani tidak perlu kata penghubung yang, sebab
kata sifat menyusul langsung setelah kata bendanya.

14.1.2. Kata Sifat & Awalan Penentu

Bila kata sifat menerangkan kata benda yang memiliki Awalan Penentu, maka kata sifat
tersebut harus juga dilengkapi dengan Awalan Penentu. Misalnya :

Sang nabi yang baik, atau : Nabi yang baik ITU


Rumah yang tua ITU
Awalan Penentu di depan kata sifat menunjukkan betapa erat hubungannya dengan
kata bendanya. Namun perhatikanlah bahwa Awalan Penentu di depan kata sifat tidak
muncul dalam terjemahan bahasa Indonesia.

14.1.3. Satu Kata Benda Dengan Beberapa Kata Sifat Atributif

Bila SATU kata benda dengan Awalan Penentu diterangkan melalui lebih dari satu
kata sifat, maka masing-masing kata sifat itu juga diberi Awalan Penentu. Misalnya :

Sang Nabi yang baik dan tua


Rumah yang besar dan kudus ITU
14.2. Kata Sifat Sebagai Predikat

Pemakaian kata sifat yang kedua disebut predikatif sebab dalam kasus ini kata sifat
berfungsi sebagai predikat dalam sebuah kalimat yang kecil, yang dapat terdiri atas
subyek dan predikat saja. Misalnya :
( Rumah ITU adalah tua )

36
14.2.1. Urutan Dalam Kalimat
Sebelum kita membahas penempatan kata sifat yang dipakai secara predikatif, perlu
untuk membahas urutan dalam kalimat bahasa Ibrani, yang berbeda dengan pola
kalimat bahasa Indonesia.


Bahasa Indonesia : Subyek (1) + Predikat (2) + Obyek (3)
Sang nabi menulis buku


Bahasa Ibrani : Obyek (3) + Subyek (2) + Predikat (1)
buku sang nabi menulis

Dengan menempatkan predikat pada urutan pertama dalam tiap kalimat ternyata bahwa
bahasa Ibrani menganggap unsur kegiatan yang dinyatakan melalui predikat
adalah yang terpenting ! Dengan demikian, kita tidak perlu merasa heran bahwa kata
sifat yang dipakai secara predikatif biasanya mendahului kata benda ( subyek ), dan
bukan di belakangnya sebagaimana pada pemakaian atributif.

Perhatikanlah contoh berikut ini !


( TUHAN adalah kudus )
Dalam terjemahan bahasa Indonesia biasanya kata adalah akan disisipkan di antara
subyek dan kata sifat. Kemungkinan terjemahan lain, yang lebih mendekati cara
ungkapan bahasa Ibrani adalah : Kuduslah TUHAN.

14.2.2. Kata Sifat & Awalan Penentu

Kata sifat yang dipakai secara predikatif tidak pernah mendapat Awalan Penentu,
sekalipun subyek kalimat memilikinya. Contoh :

Adillah Sang Raja ( Raja ITU adalah adil )


Tualah orang ITU ( Orang ITU adalah tua )
Baiklah malam ITU ( Malam ITU adalah baik )
Perhatikanlah :
Dalam contoh nomor 3, ternyata kata sifat yang dipakai secara predikatif sewaktu-
waktu dapat menyusul setelah subyek. Namun demikian, terjemahannya tidak
membingungkan, sebab kata sifat tersebut tidak memiliki Awalan Penentu, tanda
bahwa kata sifat tersebut dipakai secara predikatif.

37
15. KATA BENDA & KATA SIFAT

15.1. Jenis ( Gender ) Kata Benda

Dalam bahasa Ibrani, setiap kata benda dianggap memiliki jenis ( gender ) tertentu,
yang mempengaruhi penggunaan kata benda tersebut. Pada umumnya kata benda
memiliki salah satu dari dua jenis ( gender ) berikut ini :

a> Kata benda jenis ( gender ) laki-laki atau Maskulin ( m ),


b> Kata benda jenis ( gender ) perempuan atau Feminin ( f ).

15.1.1. Kata Benda Feminin

15.1.1.1. Kata benda yang berakhir dengan , , atau biasanya Feminin.


Misalnya :

Perempuan Puteri
Nabiah Pengetahuan
Keadilan Pintu
15.1.1.2. Nama wanita dan tentunya juga semua fungsi wanita berjenis Feminin.
Misalnya :

Ibu Ratu
Puteri Kuda betina
15.1.1.3. Nama kota atau negeri adalah Feminin, sebab dianggap sebagai ibu para
penduduknya. Misalnya :

Bumi
Yerusalem
Kota
15.1.1.4. Sebutan untuk anggota tubuh yang berpasangan adalah Feminin. Misalnya :

Tangan
Kaki
Mata

38
15.1.2. Kata Benda Maskulin

Kata benda Maskulin lebih banyak jumlahnya daripada kata benda Feminin. Kata benda
Maskulin tidak memiliki ciri tertentu yang menunjukkan jenisnya. Namun sebutan
untuk manusia dan binatang tentu mengikuti jenisnya yang alamiah.
Misalnya :

Laki-laki ( m ) Putera ( m )
Perkecualian misalnya :
Malam ( m )
15.2. BENTUK JAMAK

Bilamana kata benda bahasa Ibrani muncul dalam bentuk jamak, maka lebih mudah
untuk mengenal jenisnya ( gendernya ) sebab selalu nyata melalui akhiran-akhiran
jamak yang khas.

15.2.1. Akhiran Jamak Pada Kata Benda Maskulin

Kata benda Maskulin dalam bentuk jamak mempunyai akhiran ( full script ) atau
( defective script ) yang langsung ditambahkan pada kata benda bentuk tunggal.
Tunggal
Kuda Jantan
Jamak ( Full Script )
Kuda-kuda Jantan
Jamak ( Defective Script )
Kuda-kuda Jantan
Perubahan Vokalisasi

Melalui penambahan akhiran jamak pada kata benda dasar, maka tekanan suara
semakin berpindah ke bagian belakang kata tersebut. Hal ini seringkali mengakibatkan
perubahan pada suku kata pertama yang akan menjadi lebih ringan.

Tunggal Jamak
Vokal Suku Kata Vokal Suku Kata Pertama
Pertama Qamets Shewa Bersuara


Bila Konsonan pertama adalah Gutturals, yang tidak dapat menerima Shewa Biasa,
maka Qamets akan berubah menjadi Shewa Gabungan. Misalnya :

( Tunggal ) ( Jamak )

39
Kata-kata yang memiliki Segolata ( dua segol ) mengalami perubahan vokalisasi yang
khas sebagai berikut :

Tunggal Jamak
Vokal Suku Kata Pertama :
Segol/Tsere Shewa Bersuara
Suku Kata Kedua : Segol Qamets


( Gutturals )
Suku kata yang memiliki vokal penuh ( vokal plus huruf vokal ) tetap panjang dan
tidak dapat diperingan, meskipun ditambah akhiran. Misalnya :

Tunggal Jamak



Vokalisasi Khusus

Ada beberapa kata benda Maskulin yang mengalami perubahan vokalisasi yang khusus,
yang tidak mengikuti salah satu peraturan di atas, yakni :

Tunggal Jamak
Lelaki (m)

Putera (m)

Siang/hari
(m)

Kepala (m)

Bangsa (m)

Rumah (m)

15.2.2. Akhiran Jamak Pada Kata Benda Feminin

Kata benda Feminin dalam bentuk jamak mempunyai akhiran khusus, yakni
( full script ) atau ( defective script ).

40
15.2.2.1. Kata benda Feminin yang mempunyai akhiran akan kehilangan
akhirannya dan digantikan oleh akhiran jamak . Misalnya :
Tunggal Jamak
Kuda Betina (f)

Nabiah (f)

Hukum (f)

Keadilan (f)

15.2.2.2. Kata benda Feminin tanpa akhiran menerima akhiran langsung di
belakang bentuk tunggalnya. Perubahan vokalisasi pada kata induknya
mengikuti pola yang sama seperti pada kata benda Maskulin. Contoh :

TUNGGAL JAMAK
Tangan (f)

Jiwa (f)

Roh (f)

Pintu (f)

Mata (f)

Negeri (f)

15.2.3. Akhiran Jamak Yang Tidak Sesuai Gender Kata Benda

15.2.3.1. Ada beberapa kata benda Maskulin yang bentuk jamaknya mengikuti pola
kata benda Feminin, misalnya :

Tunggal Jamak
Ayah (m)

Hati (m)

Hati (m)

Malam (m)

Mezbah (m)

Tempat (m)

Suara (m)

41
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Nama (m)

Dosa (m)

15.2.3.2. Ada pula beberapa kata benda Feminin yang bentuk jamaknya mengikuti
pola kata benda Maskulin, misalnya :

Tunggal Jamak
Batu (f)

Wanita (f)

Kota (f)

Tahun (f)

15.2.4. Pengertian Bentuk Jamak

Dalam bahasa Ibrani bentuk jamak tidak hanya berarti bahwa jumlah sesuatu hal itu
lebih dari satu. Ada beberapa kemungkinan yang lain, sebagai berikut :

15.2.4.1. Bentuk jamak dapat mengandung pengertian luasnya ( tempat/waktu ) suatu


hal ( disebut Extensive Plural ). Misalnya :

Langit, Surga

Air

Wajah, permukaan, muka

Hidup, kehidupan

15.2.4.2. Tidak jarang bentuk jamak pada kata benda abstrak mengandung pengertian
Intensitas hal/keadaan ( disebut Intensive Plural ), misalnya :

Berkat

Berkat besar ( Mazmur 21:7 )

15.2.4.3. Ada pula jamak keagungan, yang ada kaitan dengan jamak intensitas.
Pengertian ini khususnya pada nama Elohim ( ). Bila bentuk
tunggal tampaknya tidak cukup untuk mengekspresikan pengertian wajah
atau langit, apalagi untuk Tuhan. Ia melebihi segala sesuatu dalam segala
hal.

42
15.3. Bentuk DUAL

Bentuk akhiran Dual ini dipakai untuk benda-benda yang muncul dalam bentuk
pasangan ( berjumlah dua ), secara khusus untuk anggota-anggota tubuh. Bentuk
akhiran Dual ini dipakai baik untuk kata benda Maskulin, maupun kata benda Feminin.
15.3.1. Bentuk Akhiran Dual ini biasanya ditulis ( Patakh yang beraksen, plus
Yod, plus Khireq, plus Mem Final ). Contoh :

Tunggal Arti Jamak DUAL Arti


Telinga (f)
Sepasang telinga

Tangan (f)
Sepasang tangan

Sayap (f)
Sepasang sayap

Mata (f)
Sepasang mata

Kaki (f)
Sepasang kaki

Bibir (f)
Sepasang bibir

Hari (f)
Dua hari

Kuda Jantan (f)


Dua ekor kuda jantan

15.3.2. Bilamana kata benda yang memiliki akhiran Feminin harus mendapatkan
akhiran Dual, maka dari akhiran Feminin itu akan menjadi dan akhiran
Dual ditambahkan di belakangnya, misalnya :

Bibir (f)
Sepasang bibir
Kuda betina (f)
Dua ekor kuda betina
15.3.3. Ada perkecualian yang tidak jelas alasannya, sejumlah kata benda yang
muncul dengan bentuk akhiran Dual, namun tanpa arti Dual ( berpasangan ).
Misalnya :

Air
Yerusalem

Langit, Surga
Mesir

43
TUGAS (7)

A. Berikanlah bentuk jamak untuk kata-kata di bawah ini ! Kenalilah & tuliskan
gender dari setiap kata tersebut !!

09 05 01
10 06 02
11 07 03
12 08 04
B. Berikanlah akhiran Dual pada kata-kata di bawah ini ! Terjemahkan pula setiap
kata dalam bentuk Dual tersebut !!

06 01
07 02
08 03
09 04
10 05
C. Terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ini !

06 01
07 02
08 03
09 04
10 05
D. Berikanlah tanda lingkaran pada kata yang tampaknya salah ditempatkan pada
setiap kelompok kata di bawah ini !

06 01
07 02
08 03
09 04
10 05

44
15 11
16 12
17 13
18 14
15.4. Gender & Jumlah Kata Sifat

Bentuk Kata Sifat harus selalu sesuai dengan bentuk Kata Benda yang diterangkannya

a> Dalam hal gender : Maskulin atau Feminin, dan


b> Dalam hal jumlah : tunggal atau jamak.

Peraturan ini berlaku untuk pemakaian Kata Sifat baik secara atributif maupun secara
predikatif.

Sama seperti Kata Benda, demikian pula pada Kata Sifat dapat terjadi perubahan vokal
kata dasar atau perubahan konsonan terakhir bilamana dibubuhi akhiran Feminin atau
jamak.

15.4.1. Kata Sifat yang vokalnya tidak berubah

Maskulin TUNGGAL

Maskulin JAMAK

Feminin TUNGGAL

Feminin JAMAK

Contoh :

Sang putera ( adalah ) baik


atau : Baiklah sang putera.
Pohon-pohon yang baik
Sang puteri yang baik ITU.
Baiklah para nabiah ITU
15.4.2. Kata Sifat yang terdiri atas dua suku kata, dengan Qamets dalam suku kata
pertama ; Qamets itu akan berubah menjadi Shewa Bersuara ( di bawah
Gutturals akan berubah menjadi Shewa Gabungan ) bilamana Kata Sifat
tersebut dibubuhi akhiran Feminin atau jamak. Perhatikan tabel berikut di
bawah ini !

45
Besar Tua Jujur Fasik Bijaksana
M. Tunggal

M. Jamak

F. Tunggal

F. Jamak

Contoh :

Kaki (f) yang besar.


Bijaksanalah perjanjian (f) ITU.
Bapak-bapak yang tua ITU.
Jujurlah para wanita ITU.
Nabi-nabi yang fasik.
15.4.3. Beberapa Kata Sifat yang terdiri atas satu suku kata saja ; Konsonan kedua
akan menerima Dagesh Forte ( dalam kasus Gutturals terjadi kompensasi )
bilamana Kata Sifat tersebut dibubuhi akhiran Feminin atau jamak. Lihat tabel
berikut !

Banyak Hidup Miskin Jahat


M. Tunggal

M. Jamak

F. Tunggal

F. Jamak

Perhatikanlah :

[1] Bilamana Kata Sifat menerangkan Kata Benda yang akhirannya tidak sesuai
dengan gendernya, maka akhiran Kata Sifat akan sesuai dengan gender Kata
Benda tersebut & bukan sesuai dengan bentuk akhirannya. Misalnya :

Malam (m) yang baik, Selamat Malam.


Istri-istri (f) yang baik.
Bijaksanalah para bapak (m) ITU.

46
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

[2] Kata Benda yang hanya muncul dalam bentuk jamak, biasanya mendapat Kata
Sifat dalam bentuk jamak pula, meskipun pengertiannya tunggal. Misalnya :

Banyak air, Air yang banyak


Wajah yang jahat.
[3] Kata Sifat yang menerangkan ( Elohim ) selalu dalam bentuk
Tunggal. Misalnya :

Adillah Elohim.
Jahatlah para ilah ITU.
[4] Tidak ada bentuk Dual untuk Kata Sifat ! Oleh karena itu, bila Kata Bendanya
menyandang akhiran Dual, maka Kata Sifat yang menerangkannya memakai
akhiran jamak biasa. Misalnya :

Sepasang tangan yang besar.


[5] Pengertian Jamak Intensif berlaku hanya untuk beberapa Kata Benda dan tidak
berlaku untuk Kata Sifat. Dengan kata lain,
, ,
tidak boleh diterjemahkan baik-baik, besar-besar, melainkan hanya
menunjukkan bahwa Kata Benda yang diterangkannya tersebut dalam status
jamak.Terjemahan Kata Sifat tersebut dalam bahasa Indonesia tetap memakai
bentuk tunggal, baik, besar.

TUGAS (8)

A. Terjemahkanlah ke dalam bahasa Ibrani, kalimat-kalimat berikut di bawah ini !

01. Lagu-lagu yang indah.


02. Fasiklah bangsa ITU.
03. Besarlah berkat ITU.
04. Bapat ITU baik.
05. Suami dan istri.
06. Langit dan bumi.
07. Adillah imam ITU dan benarlah sang nabiah.
08. Para suami yang tua dan para istri yang bijaksana.
09. Sepasang Kuda jantan dan sepasang kuda betina.
10. Elohim ITU benar dan para ilah ITU jahat.

47
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

B. Terjemahkanlah ke dalam bahasa Indonesia, kalimat berikut di bawah ini !

02 01
04 03
06 05
08 07
10 09
16. KATA GANTI ( PRONOUNS )

16.1. Kata Ganti Orang ( Independent Personal Pronouns )

Kata Ganti Orang ditulis sebagai bentuk terpisah dan hanya dipakai untuk menyatakan
Subyek dalam sebuah kalimat. Untuk menyatakan obyek, bahasa Ibrani memiliki
pronominal suffixes khusus, yang ditempatkan sebagai akhiran pada kata lain ( kata
kerja, kata depan, atau kata benda ). Bentuk-bentuk suffix ini akan dipelajari pada
pelajaran-pelajaran selanjutnya.

Untuk sementara ini, kita membatasi diri kepada Kata Ganti Orang, yang berdiri sendiri
sebagai Subyek Kalimat. Bentuk-bentuk Kata Ganti Orang ( Independent Personal
Pronouns ) ini adalah sebagai berikut :

Tunggal Jamak
, Saya (m/f )
Kami/kita (m/f )

Engkau (m)
Kalian (m)

Engkau (f)
, Kalian (f)

Dia (m)
, Mereka (m)

Dia (f)
, Mereka (f)

Catatan :
[1] Kata Ganti Orang Kedua Jamak (f) jarang muncul.
[2] Kata Ganti Orang Ketiga Tunggal (f) terdapat sepanjang kitab-kitab Pentateuch.

Contoh :
Akulah Elohim YHWH.
Engkaulah lelaki ITU.
Dialah sang raja yang besar ITU.
Merekalah para hamba yang baik.

48
16.2. Kata Ganti Penunjuk ( Demonstrative Pronouns )

Kata Ganti Penunjuk adalah kata ganti yang menunjukkan sesuatu benda atau
seseorang yang khusus harus diberi perhatian. Dalam bahasa Ibrani ada dua macam
Kata Ganti Penunjuk, yakni :

a> Menunjuk pada hal-hal yang dekat : ini,


b> Menunjuk pada hal-hal yang jauh : itu.

Dalam hal ini bisa jadi pemakaian kata itu membingungkan, sebab kata tersebut juga
dipinjam sebagai Kata Sandang Tertentu ( Awalan Penentu ) yang sebenarnya tidak
ada dalam bahasa Indonesia.

Adapun bentuk-bentuk Kata Ganti Penunjuk ini adalah sebagai berikut :

Tunggal Jamak
Ini/This (m)
Ini/These (m)
Ini/This (f)
Ini/These (f)
Itu/that (m)
, Itu/Those (m)
Itu/that (f)
, Itu/Those (f)
Perhatikan, Kata Ganti Orang Ketiga dipinjam untuk berfungsi sebagai Kata Ganti
Penunjuk.

Dalam bahasa Ibrani, Kata Ganti Penunjuk memiliki fungsi yang sama seperti Kata
Sifat ( dapat dipakai secara atributif & predikatif ). Dalam hal ibi Kata Ganto Penunjuk
harus sesuai dalam hal : gender & jumlah dengan Kata Benda yang diterangkannya.

16.2.1. Kata Ganti Penunjuk yang berfungsi sebagai Keterangan Langsung ( dipakai
secara Atributif ) untuk sebuah Kata Benda selalu :

<a> Ditempatkan di belakang Kata Benda yang diterangkannya,


<b> Mendapat Awalan Penentu sama seperti Kata Bendanya.

Contoh :
Lelaki ini.
Lelaki itu.
Negeri ini.
Kota-kota ini.
Bila sebuah Kata Benda dimodifikasi oleh sebuah Kata Sifat, maka Kata Ganti
Penunjuknya akan selalu berdiri setelah Kata Sifat. Misalnya :

49
Hal yang besar ini.
Negeri yang baik ini.
Tahun-tahun yang baik ini.
Padang gurun yang besar itu.
16.2.2. Kata ganti Penunjuk yang dipakai secara predikatif :
a. Ditempatkan di depan Kata Benda.
b. Tidak pernah mendapat Awalan Penentu.

Misalnya :
Inilah hari ITU.
Inilah wanita yang jujur ITU.
Itulah kota yang besar ITU.
Itulah Raja yang bijaksana ITU.
16.3. Kata Ganti Tanya ( Interrogative Pronouns )

Ada dua Kata Ganti Tanya dalam bahasa Ibrani. Posisi Kata Ganti Tanya tersebut
biasanya pada awal kalimat.
16.3.1. Kata Ganti Tanya ( Siapa ? ). Misalnya :
Siapa engkau ?
Siapa lelaki ITU ?
16.3.2. Kata Ganti Tanya ( Apa ? atau Alangkah ... ! ).
Biasanya dihubungkan dengan kata berikutnya melalui garis Maqqef dan
huruf pertama kata berikutnya tersebut akan mendapat Dagesh Forte.
Misalnya :

Apa ini ?
Alangkah baiknya !
bertemu dengan Gutturals dalam kata berikutnya, maka vokalisasi
Bila

akan berubah sesuai dengan peraturan yang telah diuraikan


sebelumnya sehubungan dengan Awalan Penentu, sehingga melalui
kompensasi akan terjadi bentuk-bentuk sebagai berikut ( tanpa Dagesh Forte ) :

50
Apa yang telah kaulakukan ?
Apakah kesalahanku dan apakah dosaku ?
Dan apakah yang lebih kuat dari seekor
singa ? ( Hakim-hakim 14:18 )
Apakah hambamu ? ( 2 Samuel 9:8 )
dan sewaktu-waktu juga diterjemahkan barangsiapa dan apa saja.
Yang menentukan dalam hal ini adalah konteksnya.

16.4. Awalan Tanya ( Interrogative He )

Berhubung tidak ada tanda tanya dalam bahasa Ibrani, maka kata atau hal yang
dipertanyakan dibubuhi Awalan Tanya : ( dalam bahasa Indonesia memakai akhiran
-kah ). Misalnya :

Besarkah pohon-pohon ITU ?


Bukankah engkau laki-laki ?
Selamatkah ? ( Apa kabar ? )
Di depan Gutturals, Awalan Tanya dapat mengalami perubahan vokal sehingga menjadi
atau
, sama seperti Awalan Penentu. Untuk membedakan Awalan Tanya dari
Awalan Penentu, perlu diperhatikan :

<a> Vokal Awalan Tanya yang biasa adalah Khatef-patakh, sedangkan vokal
Awalan Penentu adalah Patakh.
<b> Awalan Tanya tidak diikuti oleh Dagesh Forte.
<c> Awalan Tanya agak jarang ditemukan, sedangkan Awalan Penentu amat sering
dipakai.

16.5. Kata Keterangan Tanya ( Interrogative Adverbs )

Pertanyaan-pertanyaan dapat juga diperkenalkan dengan Interrogative Adverbs ( Kata


Keterangan Tanya ). Interrogative Adverbs yang paling umum dipakai adalah :

1
Di mana ? 6
Bagaimana ?

2
Di mana ? 7
, Dimanakah ?
Pada tempat apakah ?
3
Di mana ? 8
, Mengapa ?

4
Kapankah ?
Dari manakah ?
9
Mengapa ?

5
Dari manakah ?

51
Contoh :

Di manakah Habel saudaramu ?


Mengapa engkau sendirian ?

52
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

TUGAS (9)

A. Berikanlah tanda lingkaran untuk bentuk kata sifat yang benar untuk kalimat-
kalimat di bawah ini !

( ,) 01
( , ) 02
( , ) 03
(,) 04
(,) 05
(,) 06
(,) 07
(,) 08
(,) 09
(,) 10
B. Pilihlah pasangan yang tepat untuk ayat-ayat di bawah ini !

( )
A Di manakah Sara, istrimu
( Kejadian 18:9 ) ?
( )
B Di manakah Elohimmu
( Mazmur 42:4 ) ?
( )
C TUHAN Elohim bapa-bapamu
( Ulangan 1:21 )
( )
D Apakah nama puteranya ( Amsal
30:4 ) ?
( )
E Adakah mereka tergolong pada
kita ( Kejadian 34:23 ) ?
( )
F Pada hari bapa-bapa kalian ( Yoel
1:2 )
( )
G Bukankah ia bapamu ( Ulangan
32:6 ) ?
( )
H Bukankah ini perkataanku
( Yunus 4:2 ) ?
( )
I Kalian & bapa-bapa kalian
( Yeremia 44:3 )
( )
J Siapakah raja kemuliaan itu
( Mazmur 24:8 )?
( )
K Di manakah Elohim mereka ( Yoel
2:17 ) ?
( )
L TUHAN Elohim bapa-bapanya
( 2 Tawarikh 30:19 )

53
17. KATA DEPAN ( PREPOSITIONS )

Bila dibandingkan dengan bahasa-bahasa lain, maka bahasa Ibrani memiliki sedikit
preposisi ( Kata Depan ). Ada sejumlah preposisi Ibrani yang tidak bisa dipisahkan
dengan Kata Benda, dan ada pula yang dihubungkan dengan Awalan Penentunya.
Sejumlah preposisi lainnya berdiri sendiri dan berfungsi hampir sama dengan preposisi
dalam bahasa Inggris.

17.1. Inseparable Prepositions

Bahasa Ibrani memiliki tiga Inseperable Prepositions berbentuk Awalan yang


dibubuhkan langsung pada awal kata berikutnya ( Kata Benda ) dan tidak pernah
berdiri sendiri. Inseperable Prepositions ini adalah :

Preposisi Artinya
Dalam, di dalam, oleh, dengan

Seperti, bagaikan, menurut

Kepada, bagi, untuk

Ketentuan-ketentuan Preposisi yang diberikan kepada kata-kata benda adalah sebagai


berikut :

17.1.1. Vokalisasi yang biasa untuk ketiga Preposisi ini adalah Shewa Bersuara.
Contoh :

Dalam Taurat.
Menurut sebuah kata.
Untuk perdamaian.
17.1.2. Di depan Shewa yang lain, ketiga Preposisi tersebut akan mendapat Khireq
dan Shewa yang kedua itu tetap bersuara. Contoh :

Menurut keadilan.
Dengan kata-kata.
Bagi Samuel.

17.1.3. Di depan , ketiga Preposisi tersebut mendapat Khireq dan Shewa di bawah
Yod hilang. Contoh :

Di Yerusalem.

54
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Seperti Yehuda.
Untuk Yerikho.
17.1.4. Di bawah Gutturals yang memiliki Shewa Gabungan, ketiga preposisi
tersebut mendapat vokal penuh dari Shewa Gabungan itu. Contoh :

Dalam pelayanan.
Seperti Edom.
Bagi penyakit.
Catatan :

Vokalisasi ketiga preposisi tersebut di atas, di depan nama Elohim memiliki


kekhususan sebagai berikut :

[1] Di depan kata , ketiga preposisi tersebut mendapat Tsere ( bukan


Segol ) dan alef kehilangan vokalnya. Contoh :

Seperti Elohim.
Bagi Elohim.
[2] Di depan kata
, ketiga preposisi tersebut mendapat Patakh dan
alef kehilangan vokalnya. Contoh :

Seperti TUHAN.
Bagi Tuhan.
17.1.5. Bila ketiga preposisi itu bertemu dengan kata yang mendapat tekanan pada
suku kata pertamanya, maka Shewa di bawah preposisi tersebut sewaktu-
waktu berubah menjadi Qamets. Misalnya :

Seperti ini.
Kepada kekekalan.
Kepada air.
17.1.6. Ketika ketiga preposisi tersebut diberikan kepada Kata Benda yang memiliki

Awalan Penentu, maka dari Awalan Penentu itu dihilangkan, dan
digantikan oleh Konsonan dari preposisi tersebut dengan vokalisasi dari

55
Awalan Penentunya. Misalnya :

Dalam tahun ITU.


Menurut perjanjian ITU.
Bagi lelaki ITU.
17.1.7. Inseperable Prepositions digabung dengan
Dalam penggabungan antara , , dan perhatikan ragam-ragam
arti preposisi tersebut di bawah ini :

1
(( Hakim-hakim
Kejadian 15:8 )
16:5 ) Dalam hal apakah kekuatannya ?
Melalui apakah aku tahu ?
Hakim-hakim 6:15 )
( Dengan apa akan kuselamatkan ?
2
(( Kejadian 47:8 )
Ayub 7:19 )
Berapa banyak tahun hidupmu ?
Berapa lama Engkau tidak .....
( Mazmur 78:40 ) Berapa kali mereka .....
3
(( Kejadian 4:6 )
Kejadian 27:46 )
Mengapa hatimu panas ?
Apa gunanya aku hidup lagi ?

17.2. Independent Prepositions

Ada beberapa preposisi yang berdiri sendiri, atau tanpa digabungkan langsung pada
kata berikutnya ( kata benda ). Preposisi jenis ini berfungsi seperti preposisi dalam
bahasa Inggris. Beberapa dari preposisi tersebut yang sangat umum dipakai adalah :

Ke, ke dalam, ke arah. Sebelum, di hadapan.


Atas, tentang. Dengan, bersama.
Di antara. Kepada, sehingga.
Sesudah, di balik. Di bawah, sebaliknya.
Di samping, di dekat.

56
17.3. Kata Depan
Sekalipun preposisi ( dari, keluar dari ) termasuk dalam Independent
Prepositions, namun ketentuan untuk penulisan kata depan ini berbeda, sebagaimana
dijelaskan di bawah ini :

17.3.1. Di depan kata benda yang memiliki Awalan Penentu, kata depan ini berdiri
sendiri dan dihubungkan dengan kata berikutnya melalui garis Maqqef.
Contoh :

Dari kota ITU.


Dari sang Imam.
Dari rumah ITU.
17.3.2. Di depan kata benda tanpa Awalan Penentu, di mana konsonan pertama dari
kata benda tersebut bukan Gutturals, maka preposisi
ditulis Mem plus
Khireq, plus Konsonan pertama dari Kata Benda tersebut di-Dagesh
Forte-kan. Misalnya :

Dari satu rumah.


Dari raja.
Dari nabi.
Bila konsonan pertama dari kata benda itu :

17.3.2.1. Memiliki Shewa, maka Dagesh Forte dihilangkan. Contoh :

Dari Salomo.

17.3.2.2. Adalah , maka Yod itu akan membisu sebagai huruf vokal ( Shewa &
Dagesh Forte hilang ). Misalnya :

Dari Yerikho.
17.3.3. Di depan Kata Benda tanpa Awalan Penentu, di mana konsonan pertama dari
kata benda tersebut adalah Gutturals, maka preposisi
ditulis Mem
ditambah Tsere, Khireq diperpanjang menjadi Tsere sebagai
kompensasi huruf Gutturals yang tidak bisa diduakalikan. Misalnya :

Dari kota.
57
Dari kepala.
Dari satu gunung.
17.3.4. Preposisi dapat pula dipakai untuk mengekspresikan suatu
perbandingan. Misalnya :

Ia lebih besar daripada Samuel.


Terang ITU lebih baik daripada
kegelapan ITU.

17.4. Kata Ganti Penghubung ( Relative Pronoun )

Kata Ganti Penghubung ( Relative Pronoun ) dalam bahasa Ibrani adalah


( yang ) sering mengawali anak kalimat yang berisikan keterangan tentang kata
terakhir sebelum . Dengan kata lain Kata Ganti Penghubung ini berfungsi
sebagai keterangan tambahan dengan orang atau benda yang disebutkan sebelumnya.
Misalnya :

Bangsa yang di Mesir ITU.


Para saudara lelaki yang dari Yerusalem.
Yang seringkali menjadi kesulitan adalah terjemahan dari , sebab kata yang
dalam bahasa Indonesia tidak selalu dapat mewakili fungsi secara tepat.

Terjemahan yang selalu dapat mewakili adalah ungkapan dengan


keterangan sebagai berikut. Tergantung konteks maka seringkali terjemahan di
mana, dari mana, ke mana, paling tepat. Perhatikan cara pengungkapan khas Ibrani
dan terjemahannya di bawah ini !

Ibrani : Lihatlah tempat yang ia


tinggal di situ !
Indonesia : Lihatlah tempat di
mana ia tinggal.

Ibrani : Lihatlah tempat yang ia


datang dari sana !
Indonesia : Lihatlah tempat dari
mana ia datang !

Ibrani : Lihatlah tempat yang ia


pergi ke sana !
Indonesia : Lihatlah tempat ke
mana ia pergi !

58
Ada pula kasus, di mana cara pengungkapan Ibrani mirip dengan cara bahasa
Indonesia. Perhatikan contoh berikut di bawah ini :

Lihatlah orang ITU yang bukunya telah saya ambil.

Catatan :
[a] Pada umumnya berdiri setelah sebuah kata yang dalam status tertentu
( misalnya dengan Awalan Penentu ).
[b] Bentuk kata tetap dan tidak terpengaruh oleh gender atau jumlah kata
yang diterangkannya.
[c] Kata Sifat yang menyusul langsung setelah kata benda yang diterangkannya,
tidak perlu menyisipkan di antaranya. Misalnya :
Raja yang bijaksana.
TUGAS (10)


A. Berikanlah prefiks dengan preposisi untuk kata-kata berikut di bawah ini,
pertama tanpa Awalan Penentu, kemudian dengan Awalan Penentu. Terjemahkan
pula kedua bentuk dari setiap kata tersebut !

7 4 1
8 5 2
9 6 3
B. Berikan prefiks dengan preposisi untuk kata-kata berikut di bawah ini !
11 06 01
12 07 02
13 08 03
14 09 04
15 10 05
16

59
C. Tempatkan Awalan Penghubung Waw untuk kata-kata atau ungkapan-
ungkapan berikut di bawah ini ! Terjemahkan pula setiap bentuk kata tersebut !

1
10 05 01
2
11 06 02
3
12 07 03
4
13 08 04
5
14 09
D. Terjemahkanlah kalimat-kalimat di bawah ini !
Contoh : Tidak ada buah di dalam kebun ITU.
01

02

03

04

05

06

07

08

09

10

11

12

60
18. KATA KERJA BIASA ( STRONG VERBS )

Ada dua macam kata kerja dalam bahasa Ibrani. Klasifikasi pertama yakni Strong
Verbs. Dan yang kedua adalah Weak Verbs.

Disebut kuat ( Strong Verbs ) sebab tidak menyimpang dari pola dasar. Semua kata
kerja kuat dikelompokkan dalam satu kelas. Dan Strong Verbs harus memiliki tiga
konsonan dalam bentuk Qal Perfect Orang Ketiga Maskulin Tunggal, sebagaimana
terlihat jelas dalam Lexicon ( Kamus ).

Dengan demikian, secara otomatis, kata-kata kerja yang huruf tengahnya adalah
vokal tergolong Weak Verbs. Lebih lanjut, kata-kata kerja yang memiliki satu atau
dua konsonan Gutturals disebut juga Weak Verbs. Kata kerja lain dimasukkan ke
dalam Weak Verbs bila kata kerja tersebut diawali dengan huruf Yod, Waw, atau
Nun, atau bila huruf ketiganya sama dengan huruf keduanya. Demikian pula kata-kata
kerja yang berakhir dengan huruf He, atau kata-kata kerja yang diawali & diakhiri
oleh huruf alef termasuk dalam Weak Verbs.

Untuk sementara ini, kita akan membatasi diri pada Kata Kerja yang mengikuti pola
dasar itu ( Strong Verbs ).

18.1. Bentuk Asal Kata Kerja

Kata Kerja dalam bahasa Ibrani selalu terdiri atas TIGA KONSONAN saja, misalnya

Menulis

Bekerja.

Memanggil

Bentuk Asal atau Bentuk Dasar ini, yang sering dibubuhi awalan & akhiran serta
mengalami banyak perubahan lainnya, dapat pula disebut Kata Induk atau Akar
Kata.

Pada umumnya kata kerja dihafal dalam bentuknya yang paling sederhana atau paling
pendek. Dalam bahasa Inggris, bentuk asal kata kerja itu adalah Infinitive, misalnya :
to write, to sing, to go. Dalam bahasa Yunani, bentuk yang biasanya dihafal adalah
orang pertama tunggal, misalnya : luw , filw , ginomai .
Dalam bahasa Ibrani, bentuk asal kata kerja terdapat dalam bentuk orang ketiga,
Maskulin, tunggal, misalnya : ( Ia telah menulis ). Namun demikian, bilamana
ditulis tanpa vokalisasi, maka terjemahannya adalah sebagai bentuk asal kata
kerja : menulis. Bentuk ini dipakai untuk mendaftarkan kata kerja di dalam Kamus
dan untuk penghafalan.

61
18.2. Pengertian Waktu Pada Kata Kerja

Tata bahasa Ibrani tidak membedakan antara waktu lampau, waktu kini, dan
waktu yang akan datang. Yang dibedakan pada kata kerja adalah hanya dari dua
segi

[a] Perbuatan yang sudah selesai ( Perfect ),


[b] Perbuatan yang belum selesai ( Imperfect ).

Bentuk-bentuk kata kerja yang menyatakan perbuatan yang sudah selesai dalam
Tata bahasa Ibrani Tradisional disebut Perfect dalam arti sudah selesai, sempurna,
dan tidak selalu dalam arti waktu lampau.

Dalam hal ini perlu diperhatikan bahwa Perfect dapat pula mencakup perbuatan pada
waktu yang akan datang, bilamana yang berbicara memandang perbuatan itu sebagai
perbuatan yang sudah selesai, sudah menjadi kenyataan pada waktu yang akan
datang.

Penggunaan Perfect seperti itu dalam bahasa Inggris disebut Future Perfect atau
Prophetic Perfect, sebab sering ditemukan dalam ucapan para nabi. Misalnya : 700
tahun sebelum Kristus, nabi Yesaya berkata tentang Dia dalam Yesaya 9:1-3







Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar ...
Mereka telah bersukacita ... sebab kuk telah Kaupatahkan ... sebab seorang anak
telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan ...

Semua kata kerja yang dicetak tebal memakai Perfect biasa, namun dengan arti yang
khusus, sebagaimana diuraikan di atas.

18.3. Kata Kerja Biasa : PERFECT

Perfect ini dalam beberapa buku lain disebut Preterite. Sementara itu, Baker/Siahaan
menyebutnya bentuk berakhiran, sebab memang kata induknya ditambah akhiran-
akhiran yang khas.

Berikut di bawah inilah Pola Pembentukan Perfect yang lengkap dari Kata Kerja
Biasa ( Strong Verbs ). Biasanya Daftar bentuk-bentuk kata kerja dimulai dengan

62
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

orang ketiga, Maskulin, tunggal, mengingat itulah bentuk kata kerja yang paling
sederhana ( Tiga Konsonan yang ditemani oleh dua vokal; suku kata pertama
memakai Qamets & suku kata kedua memakai Patakh ).
Adapun akar kata kerja yang dipakai adalah
sebagai contoh yang cocok untuk
melatih pola pembentukan kata kerja, meskipun kata kerja tersebut hanya muncul tiga
kali saja di dalam Tanakh Ibrani, dan artinya memang tidak menyenangkan, yakni :
mematikan.

Akhiran-akhiran yang ditambahkan pada akar kata tersebut menyatakan Subyek &
merupakan singkatan dari kata ganti orang.
Seluruh Pola Pembentukan Perfect harus dikuasai secara mutlak sebab merupakan
Pola Dasar yang akan diikuti oleh semua kata kerja yang lain.

Pola Pembentukan PERFECT dari Strong Verbs

Tunggal Bentuk Arti


3.Maskulin
Dia (m) telah mematikan

3. Feminin
Dia (f) telah mematikan
2. Maskulin
Engkau (m) telah mematikan
2. Feminin
Engkau (f) telah mematikan
1.Maskulin/Feminin
Saya (m/f) telah mematikan
Jamak
3. Maskulin/Feminin
Mereka (m/f) telah mematikan
2. Maskulin
Kalian (m) telah mematikan
2. Feminin
Kalian (f) telah mematikan
1. Maskulin/Feminin
Kami/kita (m/f) telah mematikan
18.4. Subyek Kalimat

Sebagaimana nyata dari bentuk-bentuk kata kerja tersebut, maka kata kerja Ibrani
selalu terdiri atas subyek & predikat sekaligus.

Dia
( Subyek )
telah menulis
( Predikat )
Mereka
( Subyek )
telah menulis
( Predikat )

Bilamana kalimat Ibrani mempunyai sebuah subyek yang berdiri sendiri ( di luar kata
kerja ), maka :

<a> Kata kerja biasanya mendahului subyek itu.

63
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

<b> Bentuk kata kerja ( yang juga mempunyai unsur subyek ) harus mutlak
bersesuaian dengan subyek yang berdiri sendiri, baik dalam hal gender, maupun
dalam hal jumlah.
<c> Subyek dalam kata kerja itu tidak turut diterjemahkan.

Contoh :

Sang bapa telah membangun.


Para putera telah menulis.
Sang ibu telah mendengar.
18.5. Kata Penunjuk Obyek

Untuk menjamin agar subyek dan obyek jangan dikacaukan, maka ada Kata Penunjuk
Obyek yang seringkali ditempatkan di depan sebuah obyek langsung yang
tertentu. Kata Penunjuk Obyek ini tidak perlu diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.
Contoh :

Sang Nabi telah mengingat sang raja.


Seringkali Kata Penunjuk Obyek ini berbentuk Awalan yang dihubungkan dengan
obyek melalui garis Maqqef, di mana Tsere dari akan berubah menjadi Segol.
Misalnya :

Elohim telah memanggil Musa.


Bila ada lebih dari satu obyek langsung dalam sebuah kalimat, maka Awalan
Penunjuk obyek harus diulangi di depan setiap obyek tersebut. Misalnya :


Salomo telah membangun rumah ITU dan mezbah ITU.

18.6. Urutan Kata Dalam Kalimat

Telah diuraikan sebelumnya, bahwa urutan yang umum dalam kalimat Ibrani adalah
Predikat + Subyek + Obyek.

Kata yang berdiri pada urutan pertama sebuah kalimat dianggap unsur kalimat yang
terpenting. Dengan demikian kalimat Ibrani biasanya memberikan tekanan khusus
kepada kata kerja, yang merupakan unsur keaktifan dalam sebuah kalimat.

Elohim telah menciptakan langit ( Kejadian 1:1 ).

64
Akan tetapi urutan kata yang umum ini sewaktu-waktu dibalik untuk memberikan
tekanan khusus kepada bagian kalimat yang lain. Misalnya :

Saya yang telah TUHAN kirim.


Saudara-saudaraku yang telah aku cari.
Dan engkau, engkau harus memegang
perjanjian-Ku.

18.7. Kata Kerja Dalam Bentuk Negatif

Kata Ingkar berarti tidak atau bukan. Dalam hubungan dengan kata kerja,
maka berdiri langsung di depan kata kerja yang bersangkutan. Perhatikan
bahwa dapat berdiri sendiri ataupun dihubungkan dengan kata berikutnya
melalui garis Maqqef ( vokalisasi tidak berubah ). Misalnya :

Sang imam tidak memanggil sang


putera.

TUGAS (11)

Terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ini ke dalam bahasa Indonesia,


dengan terlebih dahulu menganalisa kata kerjanya !

1
2
3
4
5
18.8. Kata Kerja Biasa : Imperfect

Sebagai kebalikan dari Perfect, maka Imperfect menyatakan perbuatan yang belum
sempurna/selesai. Ada yang menyebutnya Future, Baker/Siahaan menyebutnya
Bentuk Berawalan.

Pola pembentukan Imperfect adalah kata kerja dasar ditambah dengan Awalan dan
akhiran yang menyatakan subyek.

65
Pola Pembentukan IMPERFECT Dari Strong Verbs

Tunggal Bentuk Arti


3.Maskulin
Dia (m) akan mematikan

3. Feminin
Dia (f) akan mematikan
2. Maskulin
Engkau (m) akan mematikan
2. Feminin
Engkau (f) akan mematikan
1.Maskulin/Feminin
Saya (m/f) akan mematikan
Jamak
3. Maskulin
Mereka (m) akan mematikan
3. Feminin
Mereka (f) akan mematikan
2. Maskulin
Kalian (m) akan mematikan
2. Feminin
Kalian (f) akan mematikan
1. Maskulin/Feminin
Kami/kita (m/f) akan mematikan
18.9. Terjemahan Imperfect Ibrani

Rumusan perbuatan yang belum selesai untuk Imperfect mempunyai arti yang
cukup luas & perlu diketahui sehingga dapat menemukan terjemahan yang paling
tepat dalam setiap kasus.

Imperfect dapat menyatakan :

[1] Perbuatan yang sedang berlangsung, baik sekarang maupun pada waktu
lampau.
[2] Perbuatan yang terus-menerus atau berulang-ulang dilakukan.
[3] Perbuatan yang hendak dilakukan ( ada niat ).
[4] Perbuatan yang akan berlangsung pada waktu yang akan datang.
[5] Permintaan atau Perintah ( Yusif ). Arti ini muncul khususnya dalam bentuk kata
kerja pada orang kedua & orang ketiga.
[6] Larangan. Imperfect yang didahului oleh jangan adalah larangan
sementara ( temporer ). Misalnya :

Jangan memberontak ( Bilangan 14:9 )


Jangan mengingat ( Mazmur 79:8 ).
[7] Larangan Ilahi. Larangan yang diucapkan oleh TUHAN sendiri memakai
Imperfect yang didahului oleh tidak. Misalnya :

66
Jangan mencuri ( Keluaran 20:15 ).
Inilah bentuk larangan Ibrani yang paling tegas - bila diterjemahkan secara
harfiah, menjadi Engkau tidak akan mencuri. Bentuk ini menyatakan bahwa
TUHAN menantikan ketaatan yang mutlak. Dalam pandangan TUHAN,
mustahillah bahwa anggota umat-Nya masih akan mencuri, berdusta,
membunuh, dan lain-lain. Oleh sebab itulah, maka bentuk perintah yang khas
inilah yang dipakai untuk Dasa Titah dan larangan-larangan lain yang ditetapkan
oleh TUHAN sendiri.

18.10. Menganalisa Bentuk Kata Kerja Ibrani

Bila menganalisa/menjelaskan bentuk-bentuk kata kerja Ibrani, maka unsur-unsur


berikut harus disebut : Akar Kata & artinya, tense, pelakunya orang keberapa,
gender, bentuk dan terjemahannya.

TUGAS (12)

A. Ayat-ayat di bawah ini berisi kata kerja Imperfect. Berikanlah terjemahan tepat
dengan mengisi tanda garis bawah untuk :
(a) Person, gender, dan jumlah kata kerja itu.
(b) Akar kata kerja itu.

01
(a) ________________
(b)_________________
Dan dosa-dosamu
.................................................
02
(a) ________________
(b) ________________
Dan ......................................................atas
Israel.
03
(a) ________________
(b) ________________
Dan ........................................ dunia dengan
adil.
04
(a) ________________
(b) ________________
Dan perintah-perintah-Ku ....................................
05
(a) ________________
(b) ________________
TUHAN akan .............................selama-
lamanya.

67
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

B. Terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ke dalam bahasa Indonesia


dengan menganalisa/memarsing setiap katanya terlebih dahulu !

01
02
03
04
19. KATA BENDA BENTUK PERPENDEKAN

19.1. Pengertian Bentuk Perpendekan

Perpaduan kata benda sering dipakai untuk menyatakan pemilik ( misalnya : kuda
raja ), pencipta ( misalnya Mazmur Daud ), asal ( misalnya Orang Yerikho ),
atau sifat ( misalnya Kepala batu ).

Dalam bahasa Indonesia, kata yang diterangkan ( kuda ) langsung disusul oleh kata
yang menerangkannya ( raja ). Dalam bahasa Ibrani, urutan yang sama berlaku.
Misalnya :

Kuda raja.

Namun demikian, ada satu kekhususan pada perpaduan kata benda dalam bahasa
Ibrani, yakni kata benda yang pertama ( yang diterangkan ) perlu diperpendek sejauh
mungkin agar lebih terpadu dengan kata benda berikutnya. Yang dimaksudkan
dengan diperpendek adalah bahwa kata benda tersebut dapat mengalami
perubahan/kehilangan konsonan yang terakhir dan vokalisasinya akan
berubah/diperingan agar tekanan suara lebih berpindah kepada kata benda yang
kedua.

Kata pada contoh di atas termasuk jenis kata benda yang tidak dapat
diperpendek, sehingga bentuk biasa dengan bentuk perpendekan sama. Akan tetapi,
banyak kata benda yang lain harus mengalami perpendekan itu. Misalnya : kata
menjadi bilamana dipadukan dengan kata benda yang lain. Contoh :
Perkataan Elohim.

Demikian pula untuk banyak kata benda yang lain. Namun demikian bentuk
perpendekan ini lain untuk setiap kata benda menurut jenisnya & jumlahnya. Bentuk-
bentuk perpendekan ini tidak mungkin dihafal semua, namun prinsip perpendekan
harus dipahami secara serius.

68
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Dalam buku-buku Tata Bahasa Ibrani, bentuk perpendekan kata benda ini disebut
status Constructus. Sementara itu, kata benda yang biasa dikenal dengan status
Absolutus. Dalam kamus Ibrani, bentuk Constructus setiap kata benda dicatat
secara khusus.

Berikut di bawah ini ada beberapa contoh bentuk Constructus yang paling umum
dipakai.

A. MASKULIN
Absolutus Constructus
Kuda Jantan
Kuda jantan sang
raja.
Kuda-kuda Jantan Kuda-kuda jantan
sang raja
Raja
Raja Israel

Raja-raja Raja-raja bumi


ITU
Buku
Kitab Musa

Buku-buku Kitab-kitab Musa

Tempat kudus
Tempat kudus
TUHAN
Tempat-tempat
kudus
Tempat-tempat
kudus TUHAN
Perkataan
Perkataan
TUHAN
Perkataan-
perkataan
Perkataan-
perkataan
TUHAN
Putera
Putra Sang Imam

Putera-putera Para putra sang


Imam
Rumah
Rumah Daud

Rumah-rumah Rumah-rumah
Daud
B. FEMININ
Absolutus Constructus
Kuda betina
Kuda betina sang
raja
Kuda-kuda betina Kuda-kuda betina
sang raja
Keadilan
Keadilan
TUHAN
Keadilan-keadilan Keadilan-keadilan
TUHAN

69
Jiwa
Jiwa manusia
ITU
Jiwa-jiwa
Jiwa-jiwa
manusia ITU
Tahun
Tahun damai

Putri-putri
Para putri
Salomo

Perhatikan bahwa ada beberapa bentuk Constructus yang tetap & yang mudah untuk
diingat :
[a] Untuk kata benda Maskulin Jamak, yang berakhir dengan , akhiran
constructus selalu
[b] Untuk kata benda Feminin Tunggal yang berakhir dengan , akhiran
constructus selalu
[c] Untuk kata benda Feminin Jamak, yang berakhir dengan akhiran
constructus tetap
19.2. Constructus & Awalan Penentu

Berhubung kata benda dalam status constructus harus sependek mungkin, maka kata
tersebut tidak dapat memiliki Awalan Penentu. Dengan demikian, Awalan Penentu
ditempatkan di depan kata benda yang kedua, yang bersifat menerangkan. Awalan
Penentu tersebut berlaku juga untuk kata benda dalam status constructus.
Contoh :

Kuda jantan Sang Raja


( The Horse of The King )

19.3. Constructus & Kata Sifat

[a] Sama seperti dalam bahasa Indonesia, demikian pula dalam bahasa Ibrani
perpaduan antara kata benda tidak boleh diganggu oleh kata lain, oleh sebab itu
maka kata sifat untuk kata benda dalam bentuk constructus ditempatkan setelah
kata benda kedua.

[b] Kata sifat akan sesuai dengan kata bendanya dalam gender dan jumlah, namun
memakai bentuk absolutus.

[c] Kata sifat tersebut memakai Awalan Penentu yang tidak dapat dipakai oleh kata
bendanya. Contoh :

Kuda-kuda besar Sang Raja


( Yang besar adalah kudanya )

70
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

19.4. Constructus Dengan Beberapa Absolutus

Bila satu kata benda yang berada dalam status constructus diterangkan melalui lebih
dari satu kata benda, maka dalam hal ini kata yang diterangkan ( constructus ) harus
diulangi di depan setiap kata yang menerangkan ( absolutus ).

Contoh : Elohim yang empunya langit dan bumi ( Kejadian 24:3 ) dalam
Bahasa Ibrani ditulis sebagai berikut :

Elohim langit & Elohim bumi


ada dua Elohim
( Susunan kata ini jangan salah dimengerti seolah-olah
).

TUGAS (13)
Terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ini ke dalam bahasa Indonesia,
dengan menganalisa setiap katanya terlebih dahulu !

1
2
3
4
5
6
7
8
9

71
20. AKHIRAN GANTI ( PRONOMINAL SUFFIXES )

Dalam bahasa Indonesia, kata ganti sering disingkatkan untuk dibubuhkan pada akhir
kata benda, kata depan, atau kata kerja. Bentuk kata ganti yang dipersingkat itu dapat
disebut Akhiran Ganti. Contoh : Ayahku, kepadamu, mengasihinya.

20.1. Prinsip Dalam Bahasa Ibrani

Dalam bahasa Ibrani, Akhiran Ganti ( Suffix ) dapat pula dibubuhkan pada kata
benda, kata depan, dan kata kerja. Ada akhiran ganti tunggal & jamak, yang dapat
ditambahkan kepada kata yang dalam bentuk tunggal ataupun jamak.

Tatkala ditempatkan langsung pada kata benda, fungsi akhiran ganti ini sebagai
possessive pronouns ( kata ganti milik ). Ketika ditempatkan langsung kepada kata
depan, akhiran ganti berfungsi sebagai obyek kata depan itu. Dan, tatkala
ditempatkan langsung kepada kata kerja, maka secara normal berfungsi sebagai
obyek langsung ( direct object ) dari kata kerja tersebut.

Perhatikan bahwa kata benda yang mendapat akhiran ganti akan senantiasa muncul
dalam bentuk perpendekan ( constructus ), sebab fungsi akhiran ganti tersebut
sama dengan fungsi kata benda kedua dalam perpaduan kata benda.

Akhiran yang terdiri atas satu konsonan saja disebut ringan, dan yang terdiri atas
dua konsonan disebut berat yang mengakibatkan perubahan/peringanan vokalisasi
pada kata induk.

20.2. Bentuk-bentuk Akhiran Ganti

20.2.1. Pada Inseperable Prepositions & :


TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti
1. M/F.
saya, -ku 1. M/F.
kami/kita

2. M.
-mu 2. M.
kalian

2. F.
-mu 2. F.
kalian

3. M
dia, -nya 3. M.
mereka

3. F.
dia, -nya 3. F.
mereka

Misalnya :

di dalamku
bagi kita

di dalammu
bagi kalian

bagimu
di dalam kalian

72
baginya
bagi mereka

di dalam kita
di dalam mereka

20.2.2. Pada Inseperable Prepositions ( Preposisi Irregular ) :


TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti
1. M/F.
sepertiku 1. M/F.
seperti kami/kita

2. M.
sepertimu 2. M.
seperti kalian

2. F.
2. F.

3. M
sepertinya 3. M.
seperti mereka

3. F.
sepertinya 3. F.
seperti mereka

20.2.3. Sejumlah Kata Depan menerima Dagesh Forte pada konsonan terakhir
sebelum Akhiran Ganti ( sejumlah kata depan tersebut juga memiliki
bentuk-bentuk alternatif lain tanpa menerima Dagesh Forte ).

(a) dengan ( jangan dibingungkan dengan particle , suatu tanda dari


Direct Object )

TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti


1. M/F.
denganku 1. M/F.
dengan kami/kita


2. M.
denganmu 2. M.
dengan kalian


2. F.
2. F.


3. M
dengannya 3. M.
dengan mereka


3. F.
dengannya 3. F.

73
(b) alone, by oneself, by itself.
TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti
1. M/F.
olehku
sendiri
1. M/F.

2. M.
olehmu
sendiri
2. M.
oleh kalian
sendiri
2. F.
2. F.

3. M
olehnya
sendiri
3. M.
oleh mereka
sendiri
3. F.
olehnya
sendiri
3. F.
oleh mereka
sendiri

(c) dengan
TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti
1. M/F.
denganku 1. M/F.
dengan kita/kami


2. M.
denganmu 2. M.
dengan kalian


2. F.
2. F.

3. M
dengannya 3. M.
dengan mereka


3. F.
dengannya 3. F.

(d) Kata Depan
dari, lebih daripada sebenarnya diduplikasikan di depan
dari sejumlah Akhiran Ganti. Sebagai contoh : bentuk tunggal umum yang
pertama dibuat dari secara harfiah berarti dari,
dariku.

Dua huruf Nun Final itu diasimilasikan ke dalam huruf-huruf berikutnya dengan
cara memberikan dua Dagesh Forte.

74
TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti
1. M/F.
dariku 1. M/F.
dari kita/kami

2. M.
darimu 2. M.
dari kalian

2. F.
darimu 2. F.
dari kalian

3. M
darinya 3. M.
dari mereka

3. F.
darinya 3. F.
dari mereka

Tidak semua bentuk itu memiliki duplikat . Ada yang hanya sebagian saja
diduplikasikan ( 2/M/T , 2/F/T ), sebagian lain tidak sama sekali ( 2/M/J, 2/F/J,
3/M/J, 3/F/J ). Huruf Nun Final diasimilasi dalam semua situasi, kecuali sebelum

( 3/M/J, 3/F/J ), sebab adalah Gutturals dan oleh karenanya tidak dapat menerima
Dagesh Forte. Dengan demikian, maka vokal sebelumnya harus diperpanjang dari
Khireq ke Tsere.

Perhatikan : Dua bentuk ( 3/M/T dan 1/M-F/J ) adalah persisi sama. Hanya dengan
memperhatikan pada konteksnya saja, kita dapat membedakannya.

(e) Sejumlah kecil Kata depan mengambil Akhiran Ganti yang sama dengan apa
yang muncul dalam kata benda jamak. Dua yang paling umum dari kata depan
tersebut adalah : ( sebelum, di hadapan, di hadirat ) dan ( kepada ).
<1> dibentuk dari yang adalah bentuk construct jamak dari kata
benda jamak , yang diterjemahkan dalam pengertian tunggal,

wajah, ditambah dengan kata depan ,kepada. Kepada wajah


berarti di hadapan.

TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti


1. M/F.
di
hadapanku
1. M/F.
di hadapan
kita/kami
2. M.
di hadapan
mu
2. M.
di hadapan
kalian
2. F.
di hadapan
mu
2. F.

3. M
di hadapan
nya
3. M.
di hadapan
mereka
3. F.
di hadapan
nya
3. F.

75
<2> ( kepada ).
TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti
1. M/F.
kepadaku 1. M/F.
kepada
kita/kami
2. M.
kepadamu 2. M.
kepada kalian

2. F.
kepadamu 2. F.
kepada kalian
3. M
kepadanya 3. M.
kepada mereka
3. F.
kepadanya 3. F.
kepada mereka
20.2.4. Akhiran Ganti Pada Particle ( Kata Penunjuk Obyek )
TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti
1. M/F.
-ku
( me )
1. M/F.
kita/kami ( us )

2. M.
-mu
( you )
2. M.
kalian ( you )

2. F.
-mu
( you )
2. F.
kalian ( you )

3. M
-nya
( him )
3. M.
mereka ( them )

3. F.
-nya
( her )
3. F.
mereka ( them )

20.2.5. Akhiran Ganti Pada Particle ( Lihatlah )


TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti
1. M/F.
Lihatlah, aku 1. M/F.
Lihatlah,
kami/kita

2. M.
Lihatlah,
engkau
2. M.
Lihatlah, kalian
2. F.
Lihatlah,
engkau
2. F.

3. M
Lihatlah, dia 3. M.
Lihatlah
mereka

3. F.
3. F.

76
20.2.6. Akhiran Ganti Pada Kata Benda

Akhiran Ganti bila dikenakan pada akhiran kata benda untuk menunjukkan
kepemilikan. Hanya kata benda dalam status construct saja yang dapat menerima
Akhiran Ganti. Demikianlah , kata-ku dibentuk dari construct tunggal
dan Akhiran Ganti dari orang pertama ( m/f ) tunggal, secara harfiah berarti :
kata dariku. Demikian pula kata-kataku dibentuk dari construct jamak

dan Akhiran Ganti dari orang pertama ( m/f ) jamak, dan arti harfiahnya
adalah kata-kata dariku.

Kata benda construct dengan Akhiran Ganti akan selalu diperlakukan sebagai definite
walaupun ia tidak pernah mengenakan Awalan Penentu. Sebab adanya alasan ini,
maka Kata Sifat dalam posisi sebagai atributif harus menempati bentuk yang tertulis
dengan Awalan Penentu.

20.2.6.1. Akhiran Ganti Pada Kata Benda Tunggal ( Maskulin atau Feminin )

Tunggal
Jamak

1.M/F.
-ku 1.M/F.
kita/kami

2.M.
-mu 2.M.
kalian

2.F.
-mu 2.F
kalian

3.M.
-nya 3.M.
mereka

3.F.
-nya 3.F.
mereka

Contoh :

Suaraku
Hukumku

Raja kami
Keadilannya

Kitabnya
Ratu kalian

Kata mereka
Tahun mereka

Kuda Jantanmu
Kuda betinamu

77
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

20.2.6.2. Akhiran Ganti Pada Kata Benda Jamak ( Maskulin atau Feminin )

Tunggal
Jamak

1.M/F.
-ku 1.M/F.
kita/kami

2.M.
-mu 2.M.
kalian

2.F.
-mu 2.F
kalian

3.M.
-nya 3.M.
mereka


3.F.
-nya 3.F.
mereka

Contoh-contoh :

Elohimku Hukum-hukum-Mu
Raja-raja kami Keadilan-keadilannya
Kitab-kitabnya Ratu-ratu kalian
Kata-kata mereka Putri-putri mereka
Kuda-kuda Jantanmu Kuda-kuda betinamu
TUGAS (14)

Terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ini ke dalam bahasa Indonesia,


dengan terlebih dahulu memarsing/menganalisa setiap katanya !

1
2
3
4
5
6
7
8
9

78
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

DAFTAR KATA

Membangun
002 Ayah, Bapa
001

Putri
004 Putra,
Keturunan
003

Menciptakan (hanya
untuk Elohim)
006 Rumah
005

Tangan (f)
008 Daud
007

Musa
010 Tidak, Bukan
009

Damai, sejahtera,
selamat
012 Roh, angin
(f)
011

Berbicara,
berfirman
014 Elohim
013

Yehuda
016 Kata, hal,
perkara.
015

Air
018 Yerikho
017

Raja
020 Memerintah
Menjadi raja
019

Bernubuat
022 Kerajaan
021

Nama
024 Nabi
023

Tuhanku (hanya
untuk Elohim)
026 Tuan
025

Besar
028 Bumi, negeri,
tanah (f)
027

Hikmat (f)
030 Hikmat,
cakap
029

Bersifat baik
032 Baik, indah,
bagus
031

Malam
034 Hari, siang
033

Surga, langit
036 Kota (f)
035

Berkat (f)
038 Memberkati,
memuji
037

Menyembelih,
mempersembahkan
040 Darah
039

Mezbah
042 Kurban
sembelihan
041

Wajah, muka,
permukaan
044 Menghadap,
berpaling
043

Keadilan, kebenaran
046 Di depan, di
hadapan
045

79
Keadilan, kebenaran
(f)
048 Keadilan,
kebenaran (f)
047

Tanah
050 Manusia,
umat manusia
049

Perempuan, istri
052 Lelaki,
suami, orang
051

Begitu, demikian
054 Gunung,
pegunungan
053

Mesir (f)
056 Setiap ,
Seluruh,
, 055

Semua *
Mata, mata air (f)
058 Kejahatan,
dosa
057

Suara
060 Umat, bangsa
059

Emas
062 Batu (f)
061

Lurus, jujur, tulus


064 Tua, orang
tua, tua-tua
063

Petang
066 Pedang (f)
065

Kudus
068 Kudus,
kekudusan
067

Kaki (f)
070 Kepala,
permulaan
069

Kejahatan,
malapetaka
072 Jahat, jelek
, 071

Api
074 Telinga (f)
073

Hidup (kk)
076 Bangsa
( non-Israel )
075

Hidup, kehidupan
( KB/Jamak )
078 Hidup (ks)
077

Jantung, hati, batin


(pusat kepribadian)
080 Jantung, hati,
batin
079

Kuda jantan
082 Tempat
081

Bertambah banyak
084 Banyak,
jumlah besar
083

Tahun (f)
086 Fasik, orang
fasik
085

Perak, uang
088 Jalan
087

Imam
090 Yerusalem
089

Jiwa, hidup (f)


092 Padang gurun
091

Hamba, budak
094 Bekerja,
melayani
093

80
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Pohon, kayu
096 Tugas,
pekerjaan (f)
095

Memanggil,
membaca
098 Mulut,
perintah
097

Hukum, pengajaran
(f)
100 Lagu,
nyanyian
099

Saudara lelaki
102 Abram
101

Yang
104 Singa
103

Perjanjian (f)
106 Masuk
105

Miskin, orang
miskin
108 Gideon
107

Pengetahuan (f)
110 Pintu (f)
109

Apa ?
112 Roti
111

Siapa ?
114 Lagu,
Mazmur
113

Di belakang,
sesudah
116 ( Orang )
lain, berikut
115

Membedakan,
mengerti
118 Manusia,
umat manusia
117

Di antara
120 Pengertian (f)
119

Dalam apa ?
Dengan apa ?
122 Bulan (baru),
121

Mengapa ? Untuk
apa ?
124 Seperti apa ?
Berapa ?
123

Memotong **
126 Mengingat.
125

Sangat, amat, sekali


128 Menulis.
127

Membunuh
130 Kekal,
kekekalan.
129

Mendengarkan,
mentaati
132 Salomo.
131

Memelihara,
menjaga,
134 Samuel
( Elohim
133

memperhatikan. mendengar).
Lihatlah !
136 Kepada.
135

Ishak
138 Laut, danau,
Barat.
137

Mengambil.
140 Israel.
139

Menghitung,
menulis.
142 Klen,
keluarga
141

besar (f)

81
Di atas, melawan.
144 Surat, kitab.
143

Mengirimkan,
mengulurkan.
146 Membakar
145

Keputusan,
peraturan, keadilan.
148 Mengadili,
memutuskan
147

Saudara perempuan
(f)
150 Kemah.
149

Ibu (f)
152 Tidak ada
151

Dengan
154 Berbicara,
berfirman
153

Melahirkan
156 Daging
155

Belajar
158 Beginilah,
demikianlah.
157

Ucapan, Firman.
160 Ratu (f)
159

Ladang
162 Firaun.
161

Istana, Bait Suci.


164 Kalau,
bilamana ?
163

Duduk, tinggal.
166 Keluar.
165

Kasih setia.
168 Penduduk.
167

Sebab, bahwa.
170 Kemuliaan
169

Meninggal.
172 Memberi,
menaruh.
171

Mengatur.
174 Kematian,
maut.
173

Mengejar,
menganiaya.
176 Perintah,
hukum (f)
175

Berjalan.
178 Terjadi,
menjadi.
177

Dengan, dekat.
180 Kanaan (f)
179

Kesesakan,
kesusahan (f).
182 Musuh
181

Catatan :

055. <a> Diterjemahkan setiap bila disusul oleh kata tanpa Awalan Penentu.
Misalnya : Setiap bangsa
Setiap hari
<b> Diterjemahkan seluruh bila disusul oleh Kata benda Tunggal dengan
Awalan Penentu. Misalnya :

82
Seluruh bangsa

Sepanjang hari

<c> Diterjemahkan semua bila disusul oleh Kata benda Jamak dengan
Awalan Penentu. Misalnya :

Semua bangsa

Semua orang


126. Bila diikuti oleh kata ( ), maka terjemahannya
menjadi : mengikat perjanjian ( dengan memotong kurban ).

KATA GANTI ORANG

TUNGGAL JAMAK
, Saya, aku (m/f)
Kami/kita (m/f)

Engkau (m)
Kalian (m)

Engkau (f)
, Kalian (f)

Dia (m)
, Mereka (m)

Dia (f)
, Mereka (f)

KATA GANTI PENUNJUK

TUNGGAL JAMAK
Ini/This (m)
Ini/These (m)

Ini/This (f)
Ini/These (f)

Itu/That (m)
, Itu/Those (m)

Itu/That (f)
, Itu/Those (f)

83
Bilangan Ibrani

x1 x 10 x 100 x 1000
1
2
3
4
5
6
7
8
9

84
DAFTAR PUSTAKA

Baker, David L. Pengantar Bahasa Ibrani. Jakarta : BPK Gunung Mulia, 1994.

BibleWorks for Windows, Version 3,0. USA : Computer Bible Research Software,
1992-1995.

Biblica Hebraica Stuttgartensia. West Germany :Suttgart, 1983.

Boeker, T.G.R., Bahasa Ibrani, Jilid I, Batu : Institut Injil Indonesia, 1987.

Kelley, Page H. Biblical Hebrew - An Introductory Grammar. Grand Rapids :


W.B. Eerdmans Publishing Company, 1992.

85
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping
Bahasa Ibrani II
Oleh: Stefanus Suheru, M.Si.Teol.
Sekolah Tinggi Teologi Real, Tanjung Pinang 2015

DAFTAR ISI

Daftar Isi 1
1 Waw Konsekutif 2
2 Imperatif, Larangan, Kohortatif, & Yusif 5
3 Partisip (Participle 10
4 Infinitif 15
5 Kata Kerja Yang Menyatakan Keadaan (Stative Verbs 21
6 Suffix Penunjuk Arah 25
7 Menyatakan Milik 27
8 Pola Kunyugasi Kata Kerja Biasa 30
9 Pengenalan & Penerjemahan Kata Kerja Ibrani 39
10 Suffix Pada Kata Kerja Bentuk Perfect 44
11 Suffix Pada Kata Kerja Bentuk Imperfect 47
12 Infinitif Konstruk Dengan Suffix 48
13 Tingkat-tingkat Perbandingan 51
14 Bentuk-bentuk Kata Bilangan 56
15 Langkah-langkah Praktis Dalam Eksegese Tanakh Ibrani 64
16 Menganalisa Teks Mazmur 16:1 78
DAFTAR KATA 83
DAFTAR KEPUSTAKAAN 88

1
BAHASA IBRANI 2
1. WAW KONSEKUTIF

1.1. Pengertian Waw Konsekutif

Waw Konsekutif adalah bentuk khusus dari Awalan Penghubung yang dapat
dijadikan Awalan pada bentuk-bentuk kata kerja Ibrani. Pengertian waktu pada
bentuk-bentuk kata kerja tersebut melalui Waw Konsekutif diubah menjadi
kebalikannya.

Bentuk kata kerja Perfek yang didahului oleh Waw Konsekutif disebut Perfek
Konsekutif, menyatakan pengertian Imperfek. Begitu pula sebaliknya. Bentuk kata
kerja Imperfek yang didahului oleh Waw Konsekutif ,disebut Imperfek
Konsekutif, menyatakan pengertian Perfek.

Waw Konsekutif ditulis dengan Waw, plus Patakh, plus Dagesh Forte pada
Konsonan berikutnya. Ketentuannya mirip dengan ketentuan untuk Awalan
Penentu. Bila, sebagai contoh, Waw Konsekutif di depan bentuk kata kerja
Imperfek untuk orang pertama tunggal, yang dimulai dengan Huruf 'alef, maka
Dagesh Forte dihilangkan dan vokal sebelumnya harus diperpanjang ( Patakh
menjadi Qamets ).

Contoh :

rKoz>a,w" Dan aku telah mengingat ( Kejadian 6:5 ).

bTok.a,w" Dan aku telah menulis ( Yeremia 32:10 ).

Dagesh Forte juga dihilangkan oleh huruf non-Gutturals tertentu yang ditemani
oleh sebuah vokal Shewa. Hal ini terjadi sangat sering ketika Waw Konsekutif di-
prefix-kan kepada sebuah kata kerja yang dimulai dengan Yod, didukung oleh
sebuah vokal Shewa.

1.2. Fungsi Waw Konsekutif Dalam Kalimat

1.2.1. Menyatakan Pengertian Perfek


Dalam bahasa Ibrani, suatu riwayat biasanya dimulai dengan kata kerja dalam
bentuk Perfek, yang menyatakan suatu kegiatan yang sudah selesai. Kemudian,
dalam melanjutkan riwayat ini, dipakai kata kerja ( atau sejumlah kata kerja )
dalam bentuk Imperfek Konsekutif. Inilah cara yang paling umum dan

2
merupakan keistimewaan bahasa Ibrani. Sebagai contoh, lihatlah Kejadian 1:3-4

` rAa-yhiy>w: rAa yhiy> ~yhil{a/ rm,aYOw:


~yhil{a/ lDeb.Y:w: bAj-yKi rAah'-ta, ~yhil{a/ ar>Y:w: 4
` %v,xoh; !ybeW rAah' !yBe
Dua Imperfek Konsekutif dalam contoh tersebut di atas, menyatakan pengertian
waktu yang sama seperti kata kerja pertama riwayat itu, yakni ( Bara )

Sebuah riwayat dapat dilanjutkan dengan sejumlah besar ( dalam Kejadian pasal
1 ada puluhan ) kata kerja yang semuanya dirangkaikan satu dengan yang lain
menurut hukum-hukum tersebut.

1.2.2. Menyatakan Pengertian Imperfek

Uraian yang dimulai dengan kata kerja berbentuk Imperfek atau Imperatif dapat
dilanjutkan dengan kata kerja ( atau sejumlah kata kerja ) dalam bentuk Perfek
Konsekutif, yang menyatakan pengertian yang sama seperti Imperfek biasa.

Waw Konsekutif pada kata kerja bentuk Perfek memiliki vokalisasi yang sama
seperti Awalan Penghubung biasa. Sebagai contoh, lihat 2 Raja-raja 5:11 :

aceyE yl;ae yTirm> ;a' hNEhi rm,aYOw: %l;YEw: !m'[]n: @coq.YIw:


~AqM'h;-la, Ady" @ynIhew> wyh'l{a/ hw"hy>-~veB. ar'q'w>
` [r'coM.h; @s;a'w> dm;['w> aAcy"
1.3. Pemakaian Bersama dan Waw Konsekutif
Orang Ibrani senang mengawali suatu riwayat dengan kata kerja ( terjadi ).

3
1.3.1. Uraian yang menyangkut masa lampau sering dimulai dengan bentuk Imperfek
Konsekutif dari yang dipersingkat menjadi
( dan terjadilah ),
kemudian disusul dengan beberapa kata kerja dalam bentuk Imperfek Konsekutif
pula. Contoh : Kejadian 11:2-3 :

` ~v' Wbv.YEw: r['n>vi #r,a,B. h['q.bi Wac.m.YIw: ~d,Q,mi ~['s.n"B. yhiy>w:


hp'ref.li hp'r>f.nIw ~ynIbel. hn"B.l.nI hb'h' Wh[ere-la, vyai Wrm.aYOw: 3
` rm,xol; ~h,l' hy"h' rm'xeh;w> !b,a'l. hn"beL.h; ~h,l' yhiT.w:>
Catatan :

merupakan singkatan dari bentuk Imperfek Lengkap . Bilamana dibubuhi


Waw Konsekutif, maka Yod pertama tidak menerima Dagesh Forte.

1.3.2. Uraian yang menyangkut masa depan atau kegiatan yang terus-menerus dapat
dimulai dengan Perfek Konsekutif dari , yakni
, kemudian disusul
dengan kata-kata kerja yang berbentuk Perfek Konsekutif. Contoh : Kejadian 9:14



TUGAS (1)

Analisalah ( parsinglah ) kata kerjanya & terjemahkanlah !

1

2
3
4
5
6
7

4
2. IMPERATIF, LARANGAN, KOHORTATIF, & YUSIF

Bahasa Ibrani mengenal berbagai cara untuk mengungkapkan perintah, permintaan,


atau himbauan.

2.1. IMPERATIF

Imperatif dalam bahasa Ibrani hanya muncul untuk bentuk orang kedua saja
(Maskulin/Feminin, Tunggal/Jamak ). Imperatif ini dipakai hanya untuk
mengekspresikan perintah positif & tidak pernah mengekspresikan sebuah
larangan.

2.1.1. Bentuk Biasa

Imperatif bentuk biasa sama dengan Imperfek Biasa orang kedua, namun
tanpa Awalan Khas Imperfek. Dalam bahasa Ibrani ada empat (4) macam
Imperatif, masing-masing sesuai dengan gender ( m/f ) dan jumlah ( t/j ) pihak
yang diperintahkan. Perhatikan tabel di bawah ini !

(1) Ia telah memelihara, ia telah menjaga


Imperfek IMPERATIF
2.M.Tunggal

2.F. Tunggal

2.M. Jamak

2.F. Jamak

5
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

(2) Ia telah menghakimi


Imperfek IMPERATIF
2.M.Tunggal

2.F. Tunggal

2.M. Jamak

2.F. Jamak

2.1.2. Imperatif Dengan Suffix


Imperatif Orang Kedua Maskulin Tunggal sering ditambah dengan Suffix ,
yang dapat mempertegas perintah ( emphatic imperative ). Misalnya :

Peliharalah !
Tulislah ( jangan dikacaukan dengan orang ketiga
Feminin tunggal : Dia telah menulis ).

Tambahan Suffix pada sebuah Imperatif akan menyebabkan adanya perubahan


vokalisasi, sebagaimana diperlihatkan dalam contoh-contoh berikut di bawah ini :

1
Oh Elohim, hakimilah bumi itu ! (
Mazmur 82:8 )
2
Peliharalah hidupku ( jiwaku ) !
( Mazmur 25:20 )
3
Berbaringlah denganku !
( Kejadian 39:7 )

2.1.3. Imperatif Dengan


Sebagaimana dalam bahasa Indonesia sebuah perintah dapat diperkuat atau
diperhalus ( untuk menghormati orang yang diperintah/diminta ) melalui
penambahan akhiran -lah; demikian pula dalam bahasa Ibrani partikel
sering
ditambahkan setelah kata perintah & tidak jarang dihubungkan dengannya
melalui Garis Maqqef.

6
Hanya konteks yang dapat menentukan terjemahan kata yang tepat, apakah
mempertegas atau memperhalus. Berikut di bawah ini diberikan contoh-contoh
pemakaian partikel dengan Imperatif :
1
Hakimilah, kumohon, antara aku dan
antara kebun anggurku ( Yesaya 5:3 ).
2
Oh TUHAN, celikkanlah matanya
( 2 Raja-raja 6:17 ).
3
Dan kini, berbicaralah kepada sang
raja ( 2 Samuel 13:13 ).

2.2. LARANGAN

Orang Ibrani tidak pernah memakai Imperatif untuk larangan / negative commands.
Untuk mengekspresikan larangan selalu dipakai Imperfek Biasa terutama orang
kedua dengan kata ingkar atau .
Ada dua macam bentuk larangan yang dibedakan :

2.2.1. Larangan Sementara ( Immediate Prohibition )


Imperfek Orang Kedua didahului Kata Ingkar
menyatakan Larangan
Sementara yang berlaku pada waktu & tempat tertentu saja. Misalnya :

1
Jangan menunda ... ( Daniel 9:19 ).
2
Jangan takut ... ( Kejadian 21:17 ).
3
Jangan dengarkan ... ( 1 Raja-raja 20:8 ).
Kata Ingkar dapat pula ditambah dengan Partikel , misalnya :
Janganlah kiranya ( demikian ) tuan-tuanku !
( Kejadian 19:18 ).

7
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

2.2.2. Larangan Tetap ( Permanent Prohibition )


Tatkala Kata Ingkar dipakai dengan Imperfek Orang Kedua
dalam kalimat langsung (direct speech) atau dalam konteks hukum/ketetapan,
kata ingkar mengekpresikan sebuah Larangan Tetap (Permanent
Prohibition/Absolut Prohibition).

Larangan Tetap ini biasanya ditetapkan oleh Elohim atau raja. Larangan
ini mutlak dan tidak memiliki unsur permintaan yang masih tampak
dalam
pemakaian kata ingkar
, sehingga lebih tepat diterjemahkan tidak boleh
daripada jangan. Misalnya pada 10 Hukum Elohim (Dasa Titah).
Contoh :
1
Tidak boleh ada bagimu illah-
illah lain ... ( Keluaran 20:3 ).
2
Engkau tidak boleh memanggil
namanya Sarai (Kejadian 17:15)
3
Engkau tidak boleh bernubuat
melawan Israel ( Amos 7:16 ).

2.3. KOHORTATIF

Kohortatif adalah bentuk khusus dari Imperfek Orang Pertama, untuk


mengekspresikan hasrat, perhatian, dorongan pribadi, atau penetapan diri untuk
memperlihatkan suatu aksi dari si pembicara.

Bentuk Kohortatif dihasilkan melalui penambahan Suffix


pada Imperfek
Orang Pertama, dan vokal sebelum Suffix Kohortatif selalu Shewa Bersuara.

Contoh-contoh pemakaian Kohortatif :

1
Marilah kita membuat
perjanjian, aku dan engkau
satu

( Keluaran 31:44 ).
2
Dan aku akan memelihara
hukummu terus-menerus
( Mazmur 119:44 ).
3
Dan aku akan membuat bagi
kalian satu perjanjian kekal
( Yesaya 55:3 ).
4
Dan kini, marilah kita membuat
satu perjanjian dengan Tuhan kita
( Ezra 10:3 ).

8
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

2.4. YUSIF

Dalam kalimat langsung ( direct speech ) tidak jarang Imperfek Orang Ketiga
dipakai dalam arti perintah tidak langsung/permintaan, yang disebut Yusif.
Misalnya :

1
TUHAN akan menghakimi.
Atau, Kiranya TUHAN menghakimi.
2
Anakku akan menulis.
Atau, Biarlah anakku menulis.

Konteks menentukan, di mana Imperfek Orang Ketiga harus diartikan sebagai


Yusif atau diterjemahkan sebagai Imperfek biasa saja.

Yusif dipakai untuk mengekspresikan hasrat pembicara, keinginan atau perintah di


mana orang ketiga adalah subyek dari aksi itu. Yusif ini diwakili dalam terjemahan
oleh kata kiranya, hendaklah, biarlah.
Partikel sering ditambahkan setelah Yusif, untuk menegaskan; more emphatic.
Dalam hal ini partikel tersebut diklarifikasi sebagai particle of entreaty,
diterjemahkan kumohon. Berikut di bawah ini diberikan contoh-contoh
pemakaian Yusif :

1
Mohon kiranya sang raja
mengingat TUHAN Elohimmu ( 2

Samuel 14:11 )
2
Hendaklah mereka jangan
memimpin atasku ( Mazmur
19:14 ).
3
Kiranya TUHAN menghakimi
antara aku dan antara engkau
( Kejadian 16:5 ).

9
TUGAS (2)

A. Pilihlah pasangan jawaban yang tepat !

( )
( 1 Tawarikh 28:9 ) (A) Utuslah aku !

( )
( Mazmur 119:108 ) (B) Carilah aku !

( )
( Ulangan 31:19 ) (C) Hakimilah aku !

( )
( Yesaya 6:8 ) (D) Biarlah aku mendengar !

( )
( Mazmur 143:8 ) (E) Ajarlah aku !

( )
( Mazmur 150:1 ) (F) Ingatlah aku !

( )
( Yesaya 45:19 ) (G) Tulislah mereka !

( )
( Amsal 3:3 ) (H) Ajarlah dia (f) !

( )
( Mazmur 43:1 ) (I) Tolonglah aku !

( )
( Yeremia 17:14 ) (J) Pujilah dia !

( )
( Yeremia 15:15 ) (K) Layanilah dia !

( )
( Mazmur 109:26 ) (L) Sembuhkanlah aku !

B. Terjemahkanlah ke dalam bahasa Indonesia !

1
2
3
3. PARTISIP ( PARTICIPLE )
Yang dimaksudkan dengan Partisip dalam bahasa Ibrani adalah sebuah bentuk kata
kerja yang dipakai sebagai Kata Sifat atau Kata Benda. Atau, sebuah kata sifat
yang berasal dari kata kerja, dan oleh karena itu ia dipakai untuk melukiskan
partisipasi dalam aksi atau suatu keadaan dari kata kerja itu.

Adapun ciri-ciri Partisip Ibrani adalah sebagai berikut :


a> Tidak mempunyai waktu ( tense ).
b> Hanya melukiskan keadaan.
c> Dibentuk dari kata dasar dengan perubahan vokal, tanpa ditambahkan Awalan atau
Akhiran Pelaku.

10
Sebagaimana dalam bahasa Inggris, begitu pula dalam bahasa Ibrani, Partisip dapat
berada dalam bentuk Aktif dan Pasif ( misalnya : writing - written, sending - sent,
redeeming - redeemed, making - made, seeking - sought ).

3.1. Partisip Aktif

Bahasa Ibrani mempunyai bentuk khusus dari kata kerja untuk melukiskan suatu
kegiatan yang sedang atau terus-menerus berlangsung, yaitu Partisip Aktif.
Partisip ini terdiri atas tiga konsonan dasar kata kerja & memiliki urutan vokal yang
khas dalam bentuk Maskulin Tunggal, yakni : ..... . Misalnya :

sedang/biasa mengadili ( judging ).


sedang/biasa bekerja ( working ).
sedang/biasa memberi ( giving ).
sedang/biasa tinggal ( living ).
Sama seperti kata sifat, demikian pula Partisip Aktif memiliki beberapa bentuk yang
berbeda sesuai dengan gender & jumlah subyek/pelakunya.


Maskulin
Tunggal

Maskulin
Jamak

Feminin
Tunggal

Feminin
Jamak

11
Pemakaian Partisip Aktif :

<a> Partisip Aktif sebagai Predikat

Dalam hal ini, Partisip Aktif biasanya menyusul setelah subyek. Berarti
penyimpangan dari urutan yang umum dalam kalimat Ibrani ( Predikat - Subyek -
Obyek ). Misalnya :

Saya sedang/biasa menulis.


Kami sedang/biasa mengingat.
Sang ibu sedang/biasa pergi.
Sang raja sedang/biasa mengadili
( Sang raja adalah hakim ).
Sang putra sedang/biasa mengetahui
( Putra ITU pintar ).
Para putri ini sedang/biasa tinggal di situ
( Para putri ini penduduk di situ ).
Para putra Israel sedang/biasa memelihara (
pemelihara ) Taurat.

Tampaklah dari beberapa contoh di atas, bahwa sewaktu-waktu Partisip Aktif dapat
diterjemahkan sebagai Kata Sifat ( misalnya : pintar ), atau sebagai Kata Benda
(misalnya : hakim, penduduk, pemelihara ).

Partisip lebih sering memakai Kata Ingkar daripada . Misalnya :


Mengapa engkau (f) selalu tidak mendengar ?
Dan tidak ada suara dan tidak ada jawab
( 1 Raja-raja 18:26 ).

<b> Partisip Aktif Dengan Awalan Penentu

Awalan Penentu pada Partisip Aktif diterjemahkan seperti Kata Ganti Penghubung
yang. Misalnya :

Sang nabi yang sedang menulis.


Samuel yang sedang mengadili ( Samuel, sang Hakim ).

12
3.2. Partisip Pasif

Partisip Pasif menyatakan suatu keadaan atau sifat yang statis sebagai
akibat/hasil suatu perbuatan yang sudah selesai. Partisip Pasif dibentuk dari tiga
konsonan dasar kata kerja & memiliki urutan vokal yang khas dalam bentuk
Maskulin Tunggal, yakni ... . Misalnya :

Yang ditulis; tertulis.


Yang dipotong; terpotong.
Sama seperti Partisip Aktif, demikian pula Partisip Pasif mempunyai beberapa
bentuk :


Maskulin
Tunggal

Maskulin
Jamak

Feminin
Tunggal

Feminin
Jamak

Perhatikan :

Akhiran-akhiran Partisip Pasif Maskulin Jamak & Feminin Tunggal dalam keadaan
Constructus akan mengalami perubahan sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk
kata benda. Misalnya :

Perkataan ITU tertulis.


Utusan ITU dikirim.
Taurat ITU terpelihara.
Perkataan-perkataan ITU tertulis.
Kota-kota terbakar.
Buku yang tertulis ITU.

13
TUGAS (3)

Terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ini, dengan terlebih dahulu memarsing


kata kerjanya !

.1

.2

.3

.4

.5

'''' .6

.7

14
4. INFINITIF

Infinitif adalah bentuk kata kerja yang menyatakan arti dasar sebuah kata kerja.
Misalnya :

Bahasa Inggris Bahasa Indonesia


to give memberi
to write menulis
to cut memotong

Perhatikan bahwa Infinitif tidak mengandung keterangan apapun, baik tentang


pelaku ( orang keberapa, gender, jumlah ), maupun tentang waktu ( perfek atau
imperfek ) kegiatan tersebut. Itulah sebabnya bentuk ini disebut Infinitif, yakni
tanpa pembatas atau definisi.

Bentuk kata kerja yang mengandung keterangan tentang pelaku dan waktu
disebut Finite Verb-form, yaitu bentuk kata kerja yang mengandung pembatas atau
definisi.

Selanjutnya perlu dibedakan di antara dua bentuk Infinitif yang dikenal dalam
bahasa Ibrani, yakni :

4.1. Infinitif Absolut

4.1.1. Ciri Khas Infinitif Absolut adalah :

<a> Vokalisasinya tetap ..... dan tidak mengalami perubahan.


<b> Infinitif Absolut tidak dapat ditambah dengan suffix atau prefix, kecuali
Awalan Penghubung Waw.

Kata Dasar Infinitif Absolut Arti


memberi ( to give )

menulis ( to write )

melihat ( to see )

menjadi ( to be )

mengirim ( to send )

mengetahui ( to know )

meninggal ( to die )

kembali ( to return )

15
Perhatikan :

[a] Kata kerja yang berakhir dengan Gutturals mendapat Patakh di bawahnya.
[b] Kata kerja yang memiliki Waw di tengah, hanya mendapat o tanpa a dalam
suku kata pertama.

4.1.2. Fungsi Infinitif Absolut

Pada dasarnya orang Ibrani memakai Infinitif Absolut sebagai Keterangan /


Adverb untuk kata kerja seperti berikut :

<a> Infinitif Absolut di depan bentuk Finite dari kata kerja yang sama,
menekankan kepastian, kesungguhan, atau kelengkapan pekerjaan/kegiatan
tersebut. Dalam menterjemahkan Infinitif Absolut ke dalam bahasa Indonesia
perlu ditambah kata keterangan : pasti, sungguh-sungguh, sama sekali, secara
sempurna. Misalnya :

Dari semua pohon dalam taman itu


boleh kaumakan dengan bebas
( Kejadian 2:16 ).
Engkau pasti akan mati
( Kejadian 2:17 ).
Jika kalian sungguh-sungguh
mendengarkan suara-Ku
( Keluaran 19:5 ).
Kalian
memelihara
harus dengan teliti
perintah-perintah
TUHAN ( Ulangan 6:17 ).

<b> Infinitif Absolut di belakang bentuk Finite dari kata kerja yang sama,
dapat :

[1] Memberi tekanan kepada kata kerja tersebut. Terjemahannya sama seperti
pada 4.1.2.<a>.

[2] Menunjuk kepada suatu kegiatan yang berlangsung selama beberapa waktu :

Dengar terus ...... dan lihat terus


... ( Yesaya 6:9 ).

Para imam ....... berjalan terus
... ( Yosua 6:13 ).

16
<c> Infinitif Absolut yang berdiri sendiri menggantikan bentuk-bentuk kata kerja
yang Finite. Konteks yang mendahului menentukan bentuk Finite yang mana
yang dimaksudkan. Misalnya :


Yosua berkata, Ingatlah perkataan itu ! ( Yosua 1:13 - Imperatif ).

Dan aku telah memilihnya ( 1 Samuel 2:27-28 - Perfek ).

Mereka akan membeli dan mereka akan menulis dalam surat itu
( Yeremia 32:44 - Imperfek ).

4.2. Infinitif Konstruk

4.2.1. Ciri Khas Infinitif Konstruk

e
<a> Vokalisasinya hampir selalu ...... ( Qamets dari Infinitif Absolut
diperpendek menjadi Shewa Bersuara ). Secara kebetulan bentuk ini sama
dengan Imperatif, Maskulin, Tunggal, namun terjemahannya berbeda sama
sekali. Perhatikan tabel berikut di bawah ini !

Kata Dasar Infinitif Konstruk


Memberi

Menulis

Berdiri

Mendengar

Makan

Keluar

<b> Bentuk Infinitif Konstruk seringkali :
(1) Dirangkaikan dengan Kata Benda.
(2) Dibubuhi Kata depan : ,,.

17
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

4.2.2. Fungsi Infinitif Konstruk

Fungsi Infinitif Konstruk berbeda sama sekali dengan fungsi Infinitif


Absolut, yang dipakai sebagai Keterangan/Adverb. Infinitif Konstruk ini
menyatakan suatu perbuatan, tindakan, atau proses. Dalam hal ini Kata Kerja
dibendakan, sehingga dalam bahasa Inggris juga disebut sebagai Verbal Noun.

Terjemahan Infinitif Konstruk dalam bahasa Indonesia harus memilih di


antara beberapa kemungkinan yang menyatakan bentuk benda dari kata kerja,
mengingat tidak ada bentuk kata kerja yang persis sama dengan Infinitif Konstruk
itu. Misalnya :

Penulisan ( The Writing ).

Keluaran, Keluarnya ( The Going Out ).

Berdirinya ( The Standing ).

Kedatangan, Datangnya ( The Coming ).

Dalam sebuah kalimat, Infinitif Konstruk dapat memiliki beberapa fungsi :

4.2.2.1. Sebagai Nominatif ( Subyek ).


Misalnya : Hakim-hakim 9:2




Manakah lebih baik bagi kalian : Pemerintahan ( Reigning ) di atas kalian oleh 70
orang, yakni semua putra-putra Yerubaal, atau pemerintahan di atas kalian oleh
satu orang ?

4.2.2.2. Sebagai Genetif


Misalnya di Kejadian 2:4



Inilah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Pada hari penjadian
( making ) oleh TUHAN Elohim bumi dan langit. Atau... Pada hari di
mana TUHAN Elohim menjadikan bumi dan langit.

18
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

4.2.2.3. Sebagai Akusatif


Misalnya di Kejadian 21:6


Elohim telah membuat bagiku hal tertawa.

Infinitif Konstuk paling sering didahului oleh preposisi ( kata depan ) :

<a> ( Sampai ). Misalnya di Kejadian 33:14



Sampai pulangnya tuannya ke rumahnya.

<b> Preposisi di depan Infinitif Konstruk biasanya diterjemahkan : pada waktu,


pada saat, bertepatan dengan. Misalnya di 2 Samuel 11:16


Dan terjadilah pada waktu Yoab menjaga kota ITU.

<c> Preposisi
di depan Infinitif Konstruk biasanya diterjemahkan : pada waktu,
namun dalam pengertian langsung sesudah, segera sesudah. Misalnya di Kejadian
27:34.


Segera sesudah Esau mendengar perkataan-perkataan ayahnya ...

<d> Preposisi di depan Infinitif Konstruk terutama menyatakan maksud/tujuan


suatu kegiatan. Misalnya di 1 Raja-raja 5:15 ( LAI : 4:34 )
...
Untuk mendengarkan hikmat Salomo.

Catatan tentang
Infinitif Konstruk dari kata yang dibubuhi kata depan
yakni
seringkali muncul dalam Tanakh Ibrani. Secara harfiah kata ini, seringkali mengawali
pembicaraan langsung ( direct speech ), harus diterjemahkan : dengan tujuan untuk
berkata.

19
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Fungsi sebagai pengantar pembicaraan langsung mirip dengan fungsi istilah


sebagai berikut atau fungsi Titik dua disusul tanda petik dalam bahasa Indonesia.
Praktisnya, seringkali tidak perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia,
cukup diwakili dengan Titik dua & tanda petik. Misalnya di Kejadian 21:22




Dan terjadilah pada suatu saat Abimelekh dan Pikhol, Panglima tentaranya, telah
berkata kepada Abraham :Elohim menyertai engkau dalam segala sesuatu yang
engkau lakukan.

TUGAS (4)

A. Terjemahkanlah ayat-ayat di bawah ini !

( Ulangan 4:2 )
( Zakaria 8:22 )
( Kejadian 1:14 )
( 1 Raja-raja 3:9 )
( Ezra 3:10 )
( 1 Raja-raja 2:27 )
( Kejadian 50:7 )
( Kejadian 25:22 )
( Yosua 8:16 )
( 2 Samuel 25:29 )
B. Analisa/parsinglah setiap kata & terjemahkanlah !

20
2

5. KATA KERJA YANG MENYATAKAN KEADAAN ( STATIVE VERBS )

Di antara kata kerja biasa ( Strong Verbs ) ada tiga kelompok yang dibedakan
menurut bunyi vokal dalam suku kata kedua bentuk Perfek, yaitu :

<a> Kata kerja corak A, diwakili oleh ( Qatal ),


<b> Kata kerja corak E, diwakili oleh ( Kabed ),

<c> Kata kerja corak O, diwakili oleh ( Qaton ).

Jumlah kata kerja corak A jauh lebih banyak daripada kata kerja corak E
ataupun corak O. Kata kerja corak O malah muncul begitu jarang sehingga
tidak akan diuraikan lebih lanjut dalam perkuliahan ini.

Pada umumnya, kata kerja corak E dan O termasuk Stative Verbs, yakni kata
kerja yang menyatakan suatu kondisi keberadaan tertentu, tidak menyatakan
suatu kegiatan atau gerakan seperti pada kata kerja-kata kerja yang lain.

Berikut di bawah ini diberikan beberapa contoh :

Dia (m) telah menjadi tua.


Dia (m) telah menjadi tahir.
Dia (m) telah menjadi najis.
Dia (m) telah menjadi takut.
Dia (m) telah menjadi berat.
Dia (m) telah menjadi penuh.
Dia (m) telah menjadi utuh.
Dia (m) telah mendekati.

21
Pada halaman berikut diperlihatkan Pola Pembentukan Stative Verbs baik bentuk
Perfek maupun Imperfek, dibandingkan dengan Pola Pembentukan Kata Kerja Active.

ACTIVE S T A T I V E
P 3.M.Tunggal

E 3.F. Tunggal

R 2.M.Tunggal

F 2.F. Tunggal

E 1.M/F
Tunggal

C 3.M/F Jamak

T 2.M. Jamak

2.F. Jamak

1.M/F Jamak

I 3.M.Tunggal

M 3.F. Tunggal

P 2.M. Tunggal

E 2.F. Tunggal

R 1.M/F
Tunggal

F 3.M. Jamak

E 3.F. Jamak

C 2.M. Jamak

T 2.F. Jamak

1.M/F Jamak

22
5.2. Kata Kerja Atau Kata Sifat ?

Seringkali terdapat Kata Sifat yang erat kaitannya dengan Stative Verbs.
Bentuk kata sifat ini tidak jarang sama dengan bentuk orang ketiga Maskulin
tunggal Perfek dari Stative Verbs.

STATIVE VERBS KATA SIFAT



Dia (m) telah menjadi tua.
Tua

Dia (m) telah menjadi tahir. Tahir


Dia (m) telah menjadi najis. Najis
Dia (m) telah menjadi takut. Takut
Dia (m) telah menjadi berat. Berat
Dia (m) telah menjadi penuh. Penuh
Dia (m) telah menjadi besar. Besar
Dia (m) telah mendekat(i). Dekat
Dia (m) telah menjadi utuh. Utuh, Genap
Contoh :
(1) Orang itu telah menjadi tua ( sebagai Kata Kerja ).
(2) Orang itu adalah tua ( sebagai Kata Sifat ).
Kata Sifat dalam bentuk Maskulin jamak atau Feminin ( Tunggal/Jamak ) dengan
mudah dapat dibedakan dari Kata Kerja. Misalnya :

Wanita ITU tua ( kata sifat ).


Wanita ITU telah menjadi tua ( kata kerja ).
Orang-orang ITU adalah tua ( kata sifat ).
Orang-orang ITU telah menjadi tua ( kata kerja ).
Catatan :
Tiga Stative Verbs terakhir ( , , ) dalam daftar di atas, sedikit
berbeda dari Stative Verbs yang lain.

23
[a] Hanya Paradigma Imperfek saja yang mengikuti pola Stative Verb corak O,
yakni A pada suku kata kedua, menggantikan O dari .
[b] Sedangkan Paradigma Perfek sesuai dengan kata kerja biasa corak A
( ).

TUGAS (5)

Analisa/parsing setiap kata & terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ini !

1

2

3

4

hw"hy>-~[i laeWmv. r[;N:h; lD;g>YIw: 5

24
6. SUFFIX PENUNJUK ARAH

Preposisi ( ke, kepada ) biasanya dipakai untuk menyatakan arah atau tujuan
suatu gerakan. Misalnya :

Sang Nabi berjalan ke kota ITU.

Namun, ada juga cara lain untuk menyatakan arah suatu gerakan ( ke, kepada ) yakni
melalui penambahan Suffix pada tempat yang dituju, dan terjemahannya
tidak akan berubah dari kalimat tersebut di atas.


Sang Nabi berjalan ke kota ITU.

6.1. Pemakaian Suffix Penunjuk Arah

Suffix Penunjuk Arah ini tidak pernah mendapat penekanan di dalam ucapan,
sehingga dapat dibedakan dari Suffix Feminin .
6.2. Daftar Kata Yang Dapat Menyandang Suffix Penunjuk Arah

Ada sejumlah kata benda, kata sifat, dan mata angin yang dapat menyandang Suffix
Penunjuk Arah. Yang terpenting di antaranya adalah sebagai berikut :

TEMPAT TEMPAT & SUFFIX


Tanah, bumi
Ke tanah itu, ke negeri itu, ke
bumi.
Rumah
Ke rumah ITU.

Ke rumah.
Gunung Ke gunung ITU
Ke gunung.
Padang gurun Ke padang gurun.
Kota Ke kota ITU.
Surga Ke Surga.

25
Mesir Ke Mesir.
Yerusalem Ke Yerusalem
Negev, Selatan Ke arah Negev, ke Selatan.
Sheol,
orang mati
dunia
Ke Sheol, ke dunia orang
mati.
Utara
Ke Utara.
Timur Ke Timur.
Selatan Ke Selatan.
Laut, Barat Ke arah laut, ke Barat.
Di sana/situ Ke sana/situ.
TUGAS (6)

Analisa/parsinglah kata kerjanya & terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah


ini

1
2
3
4

26
7. MENYATAKAN MILIK

Dalam bahasa Ibrani, tidak ada kata kerja memiliki, atau mempunyai. Untuk
mengungkapkan hal tersebut, maka dipakai cara-cara sebagai berikut :

7.1. Pemilikan Pada waktu Sekarang

Diungkapkan melalui ( ada ) atau ( tidak ada, konstruk dari ) serta


preposisi
di depan Pemilik.
Dalam kalimat Ibrani, miliklah yang menjadi subyek kalimat, sedangkan dalam
kalimat Indonesia pemilik, yakni kata yang didahului oleh menjadi Subyek.
Berikut di bawah ini diberikan beberapa contoh.

Ada bagi saya seorang putra ( Ibrani )


Saya mempunyai seorang putra ( Indonesia )
Tidak ada bagi saya seorang putra ( Ibrani )
Saya tidak mempunyai seorang putra ( Indonesia )
Ada bagi saya putra-putra ( Ibrani )
Saya mempunyai putra-putra ( Indonesia )
Tidak ada bagi saya putra-putra ( Ibrani )
Saya tidak mempunyai putra-putra ( Indonesia )
Ada baginya sebuah rumah ( Ibrani )
Dia mempunyai sebuah rumah ( Indonesia )
Tidak ada bagi kami sebuah rumah ( Ibrani )
Kami tidak mempunyai sebuah rumah ( Indonesia )
Tidak ada bagi kalian seorang raja ( Ibrani )
Kalian tidak mempunyai seorang raja ( Indonesia )
Ada bagi orang ITU uang ( Ibrani )
Orang ITU mempunyai uang ( Indonesia )

Catatan :
Bila preposisi didahului oleh maka seringkali tidak ditulis !
7.2. Pemilikan Pada Waktu Lampau

Diungkapkan melalui :
a. Perfek dari
yang harus menyesuaikan diri dengan gender & jumlah dari
milik, yakni benda yang dimiliki.
b. Preposisi di depan pemilik. Dan kata dipakai sebagai Kata Ingkar.

27
Perhatikan contoh-contoh berikut di bawah ini !

Pernah ada bagi saya seorang putra ( Ibrani )


Saya pernah mempunyai seorang putra ( Indonesia )
Tidak pernah ada bagi kami seorang putra ( Ibrani )
Kami tidak pernah mempunyai seorang putra ( Ind )
Pernah ada bagi saya putra-putra ( Ibrani )
Saya pernah mempunyai putra-putra ( Indonesia )

7.3. Pemilikan Pada Waktu Yang Akan Datang

Diungkapkan melalui :

a. Imperfek dari yang harus mengikuti milik dalam hal gender & jumlah.
b. Preposisi di depan pemilik. Dan kata dipakai sebagai Kata Ingkar.
Perhatikan contoh-contoh berikut di bawah ini !

Akan ada bagi saya seorang putra ( Ibrani )


Saya akan mempunyai seorang putra ( Ind. )
Akan ada bagi dia seorang putri ( Ibrani )
Dia akan mempunyai seorang putri ( Indonesia )
Tidak akan ada bagi saya seorang putra ( Ibrani )
Saya tidak akan mempunyai seorang putra ( Ind )
Akan ada bagi kami putra-putra ( Ibrani )
Kami akan mempunyai putra-putra ( Indonesia )

Paradigma
PERFEK TUNGGAL ARTI
3.Maskulin
Ia telah menjadi/berada; itu telah terjadi

3.Feminin
Ia telah menjadi/berada; itu telah terjadi
2.Maskulin
Engkau telah menjadi/berada
2.Feminin
1.Mask./Fem.
Saya telah menjadi/berada
PERFEK JAMAK ARTI
3.Mask./Fem.
Mereka telah menjadi/berada, itu telah terjadi

28
2,Maskulin
Kalian telah menjadi/berada
2.Feminin
1,Mask./Fem.
Kami telah menjadi/berada
IMPERFEK TUNGGAL ARTI
3.Maskulin
Ia akan menjadi/berada, itu akan terjadi

3.Feminin
Ia akan menjadi/berada, itu akan terjadi
2.Mask./Fem.
1.Mask./Fem.
Saya akan menjadi/berada
IMPERFEK JAMAK ARTI
3.Maskulin
Mereka akan menjadi/berada, itu akan terjadi

3.Feminin
Mereka akan menjadi/berada, itu akan terjadi
2.Maskulin
Kalian akan menjadi/berada
2.Feminin
1.Mask./Fem.
Kami akan menjadi/berada
TUGAS (7)

Analisa/parsinglah kata kerjanya, lalu terjemahkanlah !

1
2
3

4
5


29
8. POLA KONYUGASI KATA KERJA BIASA

Kata Kerja dasar dalam bahasa Indonesia dapat dikembangkan melalui suku kata
yang diganti atau ditambah dengan tujuan untuk menghasilkan pengertian-
pengertian baru, sebagaimana diperlihatkan dalam contoh berikut :

men-dengar ( Aktif - kata dasar )


di-dengar ( Pasif )
memper-dengar-kan ( Kausatif Aktif )
diper-dengar-kan ( Kausatif Pasif )
dengar-dengaran ( Intensif )

Untuk pengembangan kata kerja dasar bahasa Ibrani, tersedia 7 ( tujuh ) Pola
Pembentukan ( Stems ), yang masing-masing mempunyai ciri khas tertentu.
Ketujuh stems tersebut adalah : Qal, Nifal, Piel, Pual, Hitpael, Hifil, dan
Hofal.Nama Qal ( ) berasal dari akar kata , yang berarti ringan. Disebut
Qal, oleh karena tidak diberatkan oleh tambahan atau perubahan seperti yang
terjadi pada stem-stem lainnya. Sama persisi dengan namanya, Qal adalah Simple
Active Stem. Qal adalah konyugasi aktif biasa yang paling sederhana dan yang juga
paling sering muncul. Bentuk-bentuk kata kerja yang telah kita pelajari sampai
sekarang ini, semuanya termasuk dalam Konyugasi Qal.
Nama-nama dari stem-stem lainnya diambil dari kata
, yang berarti
membuat. Tabel berikut memberikan nama-nama Stem Kata Kerja Ibrani ( untuk
orang ketiga, Maskulin, tunggal, Perfek ) :

AKTIF PASIF REFLEKSIF


BIASA QAL NIFAL


Mematikan Dimatikan
INTENSIF PIEL PUAL HITPAEL

Membunuh Dibunuh Saling membunuh
HIFIL
KAUSATIF HOFAL


Menyuruh/membi Disuruh/dibiarkan
arkan membunuh membunuh

Catatan :

[1] Setiap Konyugasi/stem mempunyai bentuk Perfek & Imperfek tersendiri, seringkali
juga Imperatif, Partisip, dan Infinitif.

30
[2] Jarang ada kata kerja yang mempunyai 7 ( tujuh ) Konyugasi/stem semua ( sama
halnya dengan bahasa Indonesia ), namun sebagian besar muncul dalam Konyugasi
Qal.

[3] Untuk selanjutnya huruf Konsonan dalam kata kerja dasar ( akar kata ) disebut
radikal. Sebagai contoh :

Kata , huruf disebut radikal pertama,


huruf disebut radikal kedua,

huruf disebut radikal ketiga.

Kini, kita akan memperhatikan enam (6) Konyugasi/Stem di luar Qal ( mengingat
Konyugasi/stem Qal sudah kita pelajari sebelumnya ) :

8.1. NIFAL

8.1.1. Arti NIFAL


Pada umumnya Nifal diterjemahkan sebagai pasif dari Qal. Pada kata
kerja tertentu Nifal dapat berarti refleksif. Dan untuk beberapa kata kerja yang
bentuk dasarnya adalah Nifal, sebab tidak ada Qal-nya, maka dalam hal ini arti
Nifal adalah Aktif Intransitif.

8.1.2. Pembentukan Nifal


Awalan
merupakan ciri khas seluruh konyugasi/stem Nifal.
Awalan & akhiran yang menyatakan subyek kata kerja tersebut mengikuti
stem Qal.

31
8.1.3. Paradigma Nifal Perfek dibandingkan dengan Qal Perfek :

Qal Perfek Nifal Perfek


3.M.Tunggal
Ia (m) telah
memimpin
Ia (m)
dipimpin
telah

3.F. Tunggal
Ia (f) telah
memimpin
Ia (f)
dipimpin
telah

2.M.Tunggal
Engkau (m)
telah memimpin
Engkau (m)
dipimpin
telah

2.F. Tunggal
Engkau (f) telah
memimpin
Engkau (f)
dipimpin
telah

1.M/F
Tunggal
Saya
memimpin
telah
Saya
dipimpin
telah

3 M/F Jamak
Mereka
memimpin
telah
Mereka
dipimpin
telah

2.M.Jamak
Kalian (m) telah
memimpin
Kalian (m)
dipimpin
telah

2.F. Jamak
Kalian (f) telah
memimpin
Kalian (f)
dipimpin
telah

1 M/F Jamak
Kami
memimpin
telah
Kami
dipimpin
telah

Catatan :

[1] Perhatikan untuk Nifal Perfek ( orang ketiga, Maskulin, Tunggal ) persis sama
dengan vokal yang ditemukan pada nama Nifal itu sendiri.


digabungkan dengan stem konsonan pertama untuk membentuk sebuah
[2] Prefix

suku kata tertutup ( ) dan diteruskan dengan tanpa adanya perubahan sepanjang

formulasi Nifal Perfek untuk .

8.2. PIEL

8.2.1. Arti Piel

<a> Melalui Konyugasi Piel seringkali arti Qal diintensifkan ( perbuatan


tersebut dilakukan dengan lebih kuat atau secara berulang-ulang ).
Contoh :

32
Qal
Ia (m) telah mematahkan

Piel
Ia (m) telah meremukkan

<b> Sewaktu-waktu Piel bisa dalam pengertian Kausatif, misalnya :

Qal
Ia (m) telah belajar

Piel
Ia (m) telah mengajar
( menyebabkan orang lain belajar )

<c> Ada kata-kata kerja tertentu yang bentuk dasarnya dalam bentuk Piel,
sebab tidak ada bentuk Qal-nya. Misalnya :

Ia (m) telah mencari

Ia (m) telah berbicara

Ia (m) telah memberi perintah

8.2.2. Pembentukan Piel

Seluruh Konyugasi Piel mempunyai ciri khas Dagesh Forte dalam


Radikal Kedua. Hal yang sama berlaku untuk semua konyugasi yang
bersifat mengintensifkan : Piel, Pual, dan Hitpael. Namun, sewaktu-
waktu Dagesh Forte tersebut tidak ditulis. Pembentukan Piel Perfek
mempunyai Khireq dalam Radikal Pertama, sedangkan bagi Piel Imperfek
mendapat Shewa dalam Prefix-nya.

Kecuali menggandakan Radikal Kedua dan menempatkan Khireq pada


Radikal Pertama, semua bentuk Piel sama persis dengan bentuk Qal Perfek.

33
8.2.3. Paradigma Piel Perfek dibandingkan dengan Qal Perfek

Qal Perfek Piel Perfek


3.M.T.
Ia (m)
memimpin
telah
Ia (m) telah memimpin
( dengan paksa )
3.F. T.
Ia (f)
memimpin
telah
Ia (f) telah memimpin
( dengan paksa )
2.M.T.
Engkau (m)
memimpin
telah
Engkau (m) telah
memimpin ( dg paksa )
2.F. T.
Engkau (f)
memimpin
telah
Engkau (f) telah
memimpin ( dg paksa )
1.M/F.T.
Saya
memimpin
telah
Saya telah memimpin
( dengan paksa )
3 M/F.J.
Mereka
memimpin
telah
Mereka telah
memimpin ( dg paksa )
2.M.J.
Kalian (m)
memimpin
telah
Kalian (m) telah
memimpin ( dg paksa )
2.F. J.
Kalian (f)
memimpin
telah
Kalian (f) telah
memimpin ( dg paksa )
1 M/F. J.
Kami
memimpin
telah
Kami telah memimpin
( dengan paksa )

8.3. Pual

8.3.1. Arti Pual

Bentuk-bentuk kata kerja Pual adalah Intensif Pasif, jadi tepat berlawanan
dengan Intensif Aktif ( Piel ). Dengan demikian Pual menyatakan PASIF
dari Piel.

8.3.2. Pembentukan Pual

Ciri khas seluruh Pual adalah vokal Qibbuts di bawah Radikal Pertama dan
Dagesh Forte dalam Radikal Kedua.

34
8.3.3. Paradigma Pual Perfek dibandingkan dengan Qal Perfek

Qal Perfek Pual Perfek


3.M.T.
Iamemimpin
(m) telah
Ia( dengan
(m) telah dipimpin
paksa )
3.F. T.
Iamemimpin
(f) telah
( dengan paksa )
Ia (f) telah dipimpin

2.M.T.
Engkau
memimpin
(m) telah
Engkau (m)
dipimpin ( dg paksa )
telah

2.F. T.
Engkau
memimpin
(f) telah
Engkau (f)
dipimpin ( dg paksa )
telah

1.M/F.T.
Saya
memimpin
telah
Saya telah dipimpin
( dengan paksa )
3 M/F.J.
Mereka
memimpin
telah
Mereka telah dipimpin
( dengan paksa )
2.M.J.
Kalian
memimpin
(m) telah
Kalian (m)
dipimpin ( dg paksa )
telah

2.F. J.
Kalian
memimpin
(f) telah
Kalian (f)
dipimpin ( dg paksa )
telah

1 M/F. J.
Kami
memimpin
telah
Kami telah dipimpin
( dengan paksa )

8.4. HIFIL

8.4.1. Arti Hifil

Kata kerja dalam konyugasi Hifil bersifat Kausatif. Dengan kata lain, Hifil
menyatakan suatu proses sebab akibat.

8.4.2. Pembentukan Hifil


Semua Hifil Perfek di-prefix-kan oleh
( He plus Khireq ), digabungkan
dengan stem Radikal Pertama untuk membentuk sebuah suku kata tertutup
( ) dan Khireq lengkap ditempatkan pada Radikal Kedua pada orang
ketiga. Sedangkan Hifil Imperfek mendapat vokal Patakh dalam Prefix-nya.

35
8.4.3. Paradigma Hifil Perfek dibandingkan dengan Qal Perfek

Qal Perfek Hifil Perfek

3.M.T.
Iamemimpin
(m) telah
Iamenyebabkan
(m) telah
untuk
memimpin
3.F. T.
Ia (f)
memimpin
telah
Ia (f)
menyebabkan
telah
untuk
memimpin
2.M.T.
Engkau (m) telah
memimpin
Engkau (m)
menyebabkan
telah
untuk
memimpin
2.F. T.
Engkau (f) telah
memimpin
Engkau
menyebabkan
(f) telah
untuk
memimpin
1.M/F.T.
Saya
memimpin
telah
Saya
menyebabkan
telah
untuk
memimpin
3 M/F.J.
Mereka
memimpin
telah
Mereka
menyebabkan
telah
untuk
memimpin
2.M.J.
Kalian (m) telah
memimpin
Kalian (m)
menyebabkan
telah
untuk
memimpin
2.F. J.
Kalian (f)
memimpin
telah
Kalian (f)
menyebabkan
telah
untuk
memimpin
1 M/F. J.
Kami
memimpin
telah
Kami
menyebabkan
telah
untuk
memimpin

8.5. HOFAL

8.5.1. Arti Hofal


Biasanya Hofal menyatakan Pasif dari Hifil.

8.5.2. Pembentukan Hofal


Semua Hofal Perfek di-prefix-kan oleh
( He plus Qamets-khatuf;
diucapkan Ho ), digabungkan dengan stem Radikal Pertama untuk
membentuk sebuah suku kata tertutup ( ) dan diteruskan dengan tanpa
perubahan sepanjang formulasi Hofal Perfek.

36
8.5.3. Paradigma Hofal Perfek dibandingkan Qal Perfek

Qal Perfek Hofal Perfek

3.M.T.
Iamemimpin
(m) telah
Iadisebabkan
(m) telah
untuk
memimpin
3.F. T.
Ia (f)
memimpin
telah
Ia (f) telah disebabkan
untuk memimpin
2.M.T.
Engkau (m) telah
memimpin
Engkau (m) telah
disebabkan untuk
memimpin
2.F. T.
Engkau (f) telah
memimpin
Engkau
disebabkan
(f) telah
untuk
memimpin
1.M/F.T.
Saya
memimpin
telah
Saya telah disebabkan
untuk memimpin
3 M/F.J.
Mereka
memimpin
telah
Mereka
disebabkan
telah
untuk
memimpin
2.M.J.
Kalian (m) telah
memimpin
Kalian
disebabkan
(m) telah
untuk
memimpin
2.F. J.
Kalian (f)
memimpin
telah
Kalian
disebabkan
(f) telah
untuk
memimpin
1 M/F. J.
Kami
memimpin
telah
Kami telah disebabkan
untuk memimpin

8.6. HITPAEL

8.6.1. Arti Hitpael

Hitpael termasuk di antara tiga konyugasi yang bersifat intensif ( Piel,


Pual dan Hitpael ). Intensitas ini sering dalam arti kegiatan yang diulang-
ulangi. Arti Hitpael biasanya Refleksif ( diri sendiri ) atau Resiproka (timbal
balik, saling).

8.6.2. Pembentukan Hitpael


Yang menjadi ciri khas seluruh Hitpael adalah awalan di depan akar
katanya, serta Dagesh Forte dalam Radikal Kedua.

37
Bila kata kerja dimulai dengan konsonan , , muncul dalam Hitpael

maka dari awalan dan Radikal Pertama kata kerja itu akan bertukar
tempat.

8.6.3. Paradigma Hitpael Perfek dibandingkan dengan Qal Perfek

Qal Perfek Hitpael Perfek

3.M.T.
Iamemimpin
(m) telah
Iamemimpin
(m) telah
dirinya
sendiri
3.F. T.
Iamemimpin
(f) telah
Ia
memimpin
(f) telah

dirinya sendiri
2.M.T.
Engkau (m) telah
memimpin
Engkau (m) telah
memimpin dirimu
sendiri
2.F. T.
Engkau (f) telah
memimpin
Engkau (f) telah
memimpin dirimu
sendiri
1.M/F.T.
Saya
memimpin
telah
Aku
memimpin diriku
telah

sendiri
3 M/F.J.
Mereka
memimpin
telah
Mereka
memimpin
telah
diri
mereka sendiri.
2.M.J.
Kalian (m) telah
memimpin
Kalian (m) telah
memimpin diri
kalian sendiri
2.F. J.
Kalian (f)
memimpin
telah
Kalian (f) telah
memimpin diri
kalian sendiri
1 M/F. J.
Kami
memimpin
telah
Kami
memimpin
telah
diri
kami sendiri

38
9. PENGENALAN & PENERJEMAHAN KATA KERJA IBRANI

Ada beberapa petunjuk/bimbingan untuk menolong kita dalam pengenalan dan


penerjemahan kata kerja Ibrani, yakni :

9.1. Langkah Pertama adalah mempertimbangkan ada tidaknya Prefix pada bentuk
kata kerja tersebut. Ingatlah bahwa hanya Nifal, Hitpael, dan Hofal yang
memiliki Prefix pada bentuk Perfek. Ingatlah pula bahwa Waw Conjunction
mungkin di-prefix-kan kepada bentuk kata kerja apapun & pada stem apapun.

9.2. Bila tidak ada Prefix apapun pada bentuk Perfek, kecuali mungkin Waw
Conjunction, maka kemungkinan bentuk tersebut adalah Qal, Piel, atau Pual,
sebab hanya tiga bentuk stem ini yang tidak memiliki prefix pada Perfeknya.

Setelah pengenalan ini, maka akan relatif mudah sekali untuk menentukan stem
kata kerja tersebut ( Qal, Piel, atau Pual ), sebab keduanya, Piel & Pual
mudah dikenal dengan adanya Dagesh Forte pada Radikal Kedua.

9.3. Bila bentuk Perfek di-prefix-kan, maka Prefix tersebut harus dipisahkan dari
tiga konsonan akar kata kerja itu, dan selanjutnya kita dapat mengenali stem
kata kerja tersebut.

1
adalah Prefix untuk Nifal Perfek

2
adalah Prefix untuk Hitpael Perfek

3
adalah Prefix untuk Hifil Perfek

4
adalah Prefix untuk Hofal Perfek

9.4. Setelah memisahkan dan mengenali Prefix dari suatu bentuk Perfek serta
mengenali stem kata kerja itu tergolong, maka langkah berikutnya adalah
memisahkan & menganalisa Suffix untuk mengenali Person, Gender, dan
Bentuk dari kata kerja itu. Bentuk satu-satunya dari Perfek yang TIDAK
MEMILIKI SUFFIX adalah untuk orang ketiga Maskulin tunggal.

1
3.F.Tunggal 5
3.M/F. Jamak
2
2.M. Tunggal 6
2.M.Jamak
3
2.F. Tunggal 7
2.F.Jamak
4
1.M/F.
Tunggal
8
1.M/F.Jamak

39
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

9.5. Langkah selanjutnya adalah merekonstruksi akar kata kerja dari konsonan-
konsonan yang tersisa setelah semua Prefix & Suffix telah disingkirkan. Pada
semua Strong Verbs, dan bahkan pada Weak Verbs, hanya ada tiga konsonan
yang ditinggalkan untuk rekonstruksi akar kata kerja itu.

9.6. Langkah terakhir adalah menemukan akar kata kerja itu pada BDB Lexicon
untuk menemukan arti kata itu. Pada bagian ini pula kita dapat menemukan arti
selengkapnya dari bentuk stem kata kerja apa saja.

Langkah-langkah tersebut di atas sudah lengkap, dan kita sudah siap untuk penempatan
ataupun penterjemahan kalimat bahasa Ibrani dengan tepat. Contoh :

(1)
Kata kerja dalam kalimat (1) adalah . Ia tidak memiliki Prefix sehingga dapat
digolongkan pada Qal, Piel, atau stem Pual. Adanya Dagesh Forte pada Radikal Kedua
memberikan indikasi bahwa ia adalah intensif dan vokal yang dipakai menunjukkan
pola Piel. Tidak ditemukan adanya aformatif lain, maka jelaslah ia adalah bentuk untuk
orang ketiga Maskulin Tunggal, yang terdaftar dalam BDB Lexicon dengan arti
mencari.

Piel Perfect 3 ms from ( ), ia telah mencari. Terjemahan seluruh


kalimat (1) adalah : Ia telah mencari TUHAN Elohim Israel.

(2)
Kata kerja dalam kalimat (2) adalah . Ia di-prefix-kan dengan Waw
Conjunction, namun tidak memiliki Prefix lainnya pada stemnya. Ini berarti ia mungkin
sebagai Qal, Piel, atau Pual. Ia tidak bisa sebagai Qal, sebab bentuk vokalnya amat
berbeda ( lagipula tidak dipakai dalam bentuk Qal ). Tinggal dua kemungkinan
saja, yakni Piel atau Pual.

Kita mungkin berharap akan menemukan adanya Dagesh Forte pada Radikal Kedua.
Namun, dalam kasus kata kerja yang muncul, Dagesh Forte itu dihilangkan sebab
didahului oleh sebuah vokal Shewa. Adanya Khireq di bawah Radikal Pertama
menunjukkan bahwa kata kerja ini adalah Piel. Akhiran yang terlihat itu adalah untuk
orang ketiga jamak.

Piel Perfect 3 cp. plus Waw-conjunction dari ( ) Ia telah mencari.


Terjemahan : dan mereka telah mencari.

40
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Terjemahan seluruh kalimat (2) : dan mereka telah mencari damai.

(3)
Kata kerja pada kalimat (3) adalah . Ia di-prefix-kan dengan , yang
merupakan Prefix dari Hifil Perfek. Suffix-nya adalah , yang menunjukkan Person,
gender, dan bentuk dari orang pertama tunggal ( 1 cs ). Konsonan yang tersisa adalah
terdaftar dalam BDB Lexicon sebagai [ ], tanda kurung yang terlihat ini
menunjukan bahwa ia tidak muncul dalam stem Qal dalam Alkitab Bahasa Ibrani. Akar
kata kerja ini berarti dipisahkan.

Hifil Perfect 1 cs from [ ] , ia telah memisahkan


Terjemahan : Aku telah memisahkan
Terjemahan seluruh kalimat (3) : Aku telah memisahkanmu dari
bangsa-bangsa ITU

(4)
Kata kerja pada kalimat (4) adalah . Ia memiliki sebuah Prefix ,
yang adalah Prefix untuk Hitpael Perfek. Ia tidak mempunyai Suffix, jadi memberikan
indikasi bahwa ia adalah orang ketiga Maskulin tunggal ( 3 ms ). Akar kata kerja
tersebut adalah , dan BDB Lexicon memberikan arti pergi, datang, berjalan.
Untuk Hitpael berarti berjalan ke sana ke mari.

Hitpael Perfect 3 ms from , ia telah berjalan.


Terjemahan : Ia telah berjalan ke sana ke mari.
Terjemahan seluruh kalimat (4) : Dengan Elohim Nuh telah berjalan
(ke sana ke mari).

(5)
Kata kerja untuk kalimat (5) adalah . Konsonan Pertama tidak menunjukkan
sebagai sebuah Prefix, jadi ia harus dipertimbangkan sebagai salah satu konsonan akar
kata kerja. Suffix-nya adalah , yang menunjukkan orang pertama jamak ( 1 cp ).
Dagesh Forte yang muncul pada berarti ia digandakan, dan akar kata kerjanya adalah

41
. Ketentuan yang dipakai di sini tepat sama dengan contoh-contoh yang diberikan
di atas : Tatkala Radikal Ketiga dalam akar kata itu sama dengan huruf awal Suffix,
maka dua konsonan digabungkan dengan memakai Dagesh Forte.

Sebab tidak mempunyai Prefix, maka ia kemungkinan sebagai Qal, Piel, atau
Pual. Oleh karena ia tidak mempunyai sebuah Dagesh Forte pada Radikal Kedua, maka
sudah pasti ia adalah Qal. Kata kerja terdaftar dalam BDB Lexicon dengan arti
memberi.

Qal Perfect 1 cp from , ia telah memberi.


Terjemahan : Kami telah memberi.
Terjemahan seluruh kalimat : Kami telah memberi putri-putri kepada kalian

(6)
Kata kerja pada kalimat (6) adalah , memiliki sebuah Prefix dan harus
diklasifikasi sebagai Nifal Perfek. Faktanya ia tidak memiliki Suffix, berarti ia adalah
orang ketiga Maskulin tunggal ( 3 ms ). Akar kata kerja itu adalah terdaftar
dalam BDB Lexicon dengan arti mendengar.

Nifal Perfect 3 ms, from , ia telah mendengar.


Terjemahan : Ia telah didengar.
Terjemahan seluruh kalimat (6) : Sebab suara TUHAN telah didengar dari
Yerusalem.

TUGAS (8)

A. Tunjukkan tiga konsonan sebagai akar kata dari bentuk kata kerja di bawah ini !
Misalnya :
06 01
07 02
08 03
09 04
10 05

42
B. Berikanlah nama Stem Kata Kerja di bawah ini !

Contoh : Qal.

06 01
07 02
08 03
09 04
10 05
C. Terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ini, dengan memarsing
( menganalisa ) terlebih dahulu kata kerjanya !

01
02

43
10. SUFFIX PADA KATA KERJA BENTUK PERFECT

10.1. Prinsip
Seringkali kata kerja disusul obyek dalam bentuk penanda-obyek dengan suffix
ganti orang ( Pronominal Suffixes ) atau preposisi dengan suffix ganti orang.
Contoh :
Dia telah memelihara
saya.
Dia telah memilih
engkau.

Namun demikian, obyek yang berbentuk suffix ganti orang dapat juga langsung
ditambahkan pada kata kerja tanpa memakai penanda-obyek atau preposisi.
Contoh :
Dia telah

memeliharaku.
Dia telah memilihmu.

Perhatikan, terjemahan bahasa Indonesia di atas juga memakai suffix ganti
orang pada kata kerja !

10.2. Paradigma Suffix pada kata kerja Qal Perfect adalah sebagai berikut :

3.m.t. 3.f.t. 2.m.t. 2.f.t. 1.c.t.



Suffix
1.c.t. -

2.m.t. - -
2.f.t. - -
3.m.t.


3.f.t.
1.c.j. -
2.m.j. - - - -
2.f.j. - - - -
3.m.j.
3.f.j.

44
3.c.j. 2.j.m & f 1.c.j.


Suffix -
1.c.t.
2.m.t. -
2.f.t. -
3.m.t.
3.f.t.
1.c.j.
2.m.j. -
2.f.j. -
3.m.j.
3.f.j.
Penjelasan :

<a> Suffix yang ditambahkan pada kata kerja rata-rata sama dengan suffix pada kata
benda dan preposisi, namun perhatikan :
[1] Suffix untuk orang pertama tunggal selalu memakai
[2] Suffix untuk orang ketiga tunggal maskulin dapat berupa atau
[3] Suffix untuk orang ketiga jamak lebih sering dan daripada dan


<b> Bilamana kata kerja menerima Suffix, maka tekanan dalam ucapan berpindah
kepada suku kata terakhir sehingga qamets pada suku kata pertama diperingan
menjadi Shewa.

<c> Untuk orang ketiga feminin tunggal, huruf terakhir dari diganti
dengan bila ditambah suffix.
<d> Bentuk dasar orang kedua feminin tunggal ditambah bila mendapat Suffix.

45
<e> Untuk orang kedua jamak yang ditambah Suffix tidak lagi dibedakan antara
feminin atau maskulin dan berubah menjadi :

Kalian ( m/f ) telah memeliharaku.


Kalian ( m/f ) telah memeliharanya.
<f> Bila ada bentuk-bentuk yang serupa ( misalnya orang kedua feminin tunggal dan
orang pertama maskulin/feminin tunggal ), konteks menentukan terjemahan yang
tepat.

10.3. Suffix Pada Kata Kerja Piel & Hifil Perfect

Hanya kata kerja yang aktif dapat memiliki suffix (= obyek ). Itulah sebabnya
konyugasi Nifal, Pual, Hofal, dan Hitpael yang bersifat pasif atau refleksif tidak
dapat memiliki suffix ganti orang. Tinggal Qal, Piel, dan Hifil yang dapat diberi
suffix. Bentuk-bentuk Suffix pada Piel dan Hifil Perfect dapat kita lihat pada
paradigma berikut di bawah ini !

Piel Hifil
Suffix 3.m. Tunggal 3.m. Tunggal

1.c.Tunggal

2.m. Tunggal

2. f. Tunggal

3.m. Tunggal

3.f. Tunggal

1.c. Jamak

46
11. SUFFIX PADA KATA KERJA BENTUK IMPERFECT

11.1. Prinsip
Prinsip yang sama seperti pada kata kerja bentuk Perfect berlaku untuk Suffix
pada Kata Kerja Bentuk Imperfect.

11.2. Paradigma Imperfect Plus Suffix

IM PERFECT IMPERATIVE
3.m.Tunggal dengan Nun 3.m. Jamak Tunggal Jamak
Energic
Suffix

1.c.Tunggal

2.m.Tunggal

2.f. Tunggal

3.m. Tunggal

3.f. Tunggal

1.c. Jamak

2.m. Jamak

2.f. Jamak

3.m. Jamak

3.f. Jamak

Penjelasan :

(a) Suffix pada Imperfect didahului oleh vokal e :


Sedangkan Suffix pada Perfect tunggal didahului oleh vokal a :

(b) Mengingat bahwa perubahan pada kata kerja Imperfect terjadi terutama pada awal
kata, ( disebabkan Prefix khas Imperfect ), maka bentuk-bentuk Suffix Ganti Orang
pada akhir kata tetap.

(c) Baik pada Imperfect tunggal maupun Imperatif tunggal sewaktu-waktu terdapat
gejala nun energicum (
energic ) di depan Suffix yang melalui asimilasi berubah
menjadi Dagesh Forte dalam konsonan pertama Suffix.

47
Contoh : menggantikan
Menyangkut Suffix pada Imperatif dan lain-lain, perhatikanlah Daftar Paradigma
tersebut di atas !

TUGAS (9)

Parsinglah setiap kata & terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ini !

1
2
3
ynIT'b.z:[] hm'l' yliae yliae 4
WnT'b.h;a] hM'B; ~T,r>m;a]w: hw"hy> rm;a' ~k,t.a, yTib.h;a' 5
12. SUFFIX PADA INFINITIF KONSTRUK

12.1. Fungsi Infinitif Konstruk

Infinitif Konstruk adalah bentuk dari kata kerja di mana kata kerja
dibendakan. Contoh Infinitif Konstruk dan terjemahannya :

Bahasa Ibrani Bahasa Inggris Bahasa Indonesia


Keeping Pemeliharaan

Reigning Pemerintahan

Adalah penting untuk mengingat bahwa Infinitif Konstruk tetap memelihara


ciri kata kerja sehingga Infinitif Konstruk selalu menyatakan suatu proses,
tindakan, atau kegiatan, dengan kata lain sesuatu yang dinamis. Hal ini perlu
dicatat secara khusus sebab dalam bahasa Indonesia terjemahan seperti
pemerintahan dalam contoh di atas dapat dimengerti sebagai lembaga, padahal
yang dimaksud oleh Infinitif Konstruk itu adalah proses pemerintahan
sebagaimana tampak dalam terjemahan bahasa Inggris.

48
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

12.2. Bentuk & Arti Suffix Pada Infinitif Konstruk


Dalam bahasa Ibrani, Infinitif Konstruk ini dapat ditambah Suffix Ganti Orang.
Suffix pada Infinitif Konstruk biasanya menyatakan subyek ( sedangkan suffix
pada Perfect & Imperfect menyatakan Obyek ). Namun perhatikan bahwa untuk
orang pertama maskulin/feminin tunggal dan orang kedua maskulin tunggal, ada
suffix khusus yang menyatakan obyek.


1.c. Tunggal
( Subyek ) ( Obyek )
2.m. Tunggal
(Subyek) ( Obyek)
2.f. Tunggal

3.m. Tunggal

3.f. Tunggal

1.c. Jamak

2.m. Jamak

2.f. Jamak

3. m. Jamak

3.f. Jamak

12.3. Contoh-contoh Pemakaian Suffix Pada Infinitif Konstruk di Tanakh Ibrani :

a. Suffix Ganti Orang Sebagai Subyek Pada Infinitif Konstruk :

Saat engkau (m) berbaring, ia (f)


akan menjaga engkau ( Amsal
^yl,[' rmov.Ti ^B.k.v'B. .1

6:22 )
Ketika engkau mendekati ke
peperangan ( Ulangan 20:2 )
hm'x'l.Mih;-la, ~k,b.r'q'K. .2

b. Suffix Ganti Orang Sebagai Obyek Pada Infinitif Konstruk :

Untuk mengejarmu dan untuk


mencari jiwamu ( 1 Samuel
^v,p.n:-ta, vQeb;l.W ^p.d'r>li .2

25:29 )
Seorang raja untuk mengadili
kita, seperti semua bangsa ITU
~yIAGh;-lk'K. Wnjep.v'l. %l,m, .3

( 1 Samuel 8:5 )

49
12.4. Terjemahan Infinitif Konstruk Dengan Suffix Dalam Bahasa Indonesia

Ada kata kerja yang menurut bahasa Indonesia tidak dapat dibendakan
sama seperti kata kerja memelihara di atas yang dapat menjadi
pemeliharaan. Dalam kasus itu, Infinitif Konstruk dengan Suffix harus
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan cara sebagai berikut :

12.4.1. Infinitif Konstruk menjadi predikat dalam kalimat bahasa Indonesia.


12.4.2. Suffix pada Infinitif Konstruk menjadi subyek atau obyek dalam
kalimat bahasa Indonesia.

Infinitif Konstruk dari Konyugasi Pasif & Refleksif dapat pula menyandang Preposisi
yang melekat serta Suffix Ganti Orang. Contoh :

Saat saya dipermuliakan melalui Firaun


( Keluaran 14:18 - Infinitive Cstr Nifal )
Dan terjadilah saat kota itu dibakar
( Infinitive Constructus Nifal )

Dan terjadilah saat ia dibakar
( Infinitive Constructus Nifal )

Masalah Suffix pada kata kerja seakan-akan sangat rumit & membingungkan.
Namun demikian, bilamana bentuk-bentuk Suffix sudah dikenal, maka tampaklah
bahwa Suffix pada kata kerja adalah cara Ibrani yang canggih untuk menyatakan
hubungan yang erat antara predikat, obyek, dan subyek.

TUGAS (10)
Terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ini, dengan memarsing terlebih dahulu
kata kerjanya !

.1
.2
.3
!Ayci-ta, Wnrek.z"B. .4
^yk,r'D>-lk'B. ^r>m'v.li .5

50
13. TINGKAT-TINGKAT PERBANDINGAN

Dalam bahasa Ibrani tidak ada kata khusus untuk mengungkapkan tingkat
perbandingan seperti : lebih panjang atau paling panjang ( terpanjang ). Untuk
maksud tersebut, bahasa Ibrani memakai cara-cara sebagai berikut :

13.1. Tingkat Komparatif

13.1.1. Dalam bahasa Ibrani, tingkat Komparatif diungkapkan dengan menempatkan


preposisi antara kata sifat & kata yang menjadi perbandingan kata benda.
Yerusalem lebih besar daripada
Yerikho.

13.1.2. Tidak jarang ada Infinitif yang muncul sebagai benda yang
diperbandingkan.


Sebab lebih baik bagi kami bekerja pada orang Mesir daripada kami mati
di padang gurun ITU ( Keluaran 14:12 ).


Mendengarkan lebh baik daripada kurban sembelihan ( 1 Samuel 15:2 ).

13.1.3. Tingkat Komparatif dengan juga dipakai untuk mengutamakan


sesuatu/seseorang dari yang lain.


Dan dia mengasihi bahkan Rahel lebih daripada Lea ( Kejadian 29:30 ).

13.1.4. Awalan Penentu di depan kata sifat dapat juga menyatakan tingkat
Komparatif atau Correlative Comparative seperti lebih besar, lebih kecil,
lebih tua, lebih muda, dan seterusnya.


Esau puteranya yang lebih tua ( Kejadian 27:15 ).

51

Nama yang lebih tua Lea, dan nama yang lebih muda Rahel
( Kejadian 29:16 )

13.2. Tingkat Superlatif

Bahasa Ibrani mengenal beberapa cara untuk mengungkapkan tingkat perbandingan


yang teratas ( Superlatif ).

13.2.1. Kata Sifat dengan Awalan Penentu yang menyusul setelah kata benda yang
tertentu pula, diterjemahkan sebagai Superlatif.

Putera yang tertua ( Sang putera yang tua ).


Masih tersisa yang termuda ( 1 Samuel 16:11 )
13.2.2. Kata Sifat dalam Status Constructus yang disusul oleh kata benda yang
ditentukan, diterjemahkan sebagai Superlatif.

Puteranya yang termuda ( 2 Tawarikh 21:17 ).


13.2.3. Kata Sifat yang diberi Suffix Ganti Orang diterjemahkan sebagai Superlatif.

Orang yang terbaik di antara mereka


( their good one ), Mikha 7:4.
Dari yang terbesar di antara mereka
sampai kepada yang terkecil di antara
mereka ( Yunus 3:5 ).
13.2.4. Kata Sifat dengan Awalan Penentu disusul oleh Preposisi ( di antara ) atau
( dari ) diterjemahkan sebagai Superlatif.
Yang terbesar dari seluruh bangsa ITU.

52
TUGAS (11)

A. Pilihlah pasangan jawaban yang sesuai dari kolom sebelah kiri dengan kolom
sebelah kanan dengan cara mencari lawan katanya.
Misalnya : , Lelaki pasangannya adalah , Wanita.
( )
(A)
( )
(B)
( )
(C)
( )
(D)
( )
(E)
( )
(F)
( )
(G)

( )
(H)
( )
(I)
( )
(J)

( )
(K)
( )
(L)

( )
(M)
( )
(N)
( )
(O)
( )
(P)
( )
(Q)
( )
(R)

B. Kalimat-kalimat di bawah ini berisi sebuah bentuk Perfect kata kerja Ibrani.
Berikanlah terjemahan tepat untuk bentuk kata kerja tersebut, dengan cara
mengisi tanda garis bawah di sebelah kanan.

Untuk garis bawah (a) berikan Stem kata kerjanya,


Untuk garis bawah (b) berikan Person, Gender, dan Number-nya,
Untuk garis bawah (c) berikan akar kata kerja tersebut.

53
Contoh : (a) Nifal
Dan ia akan dipotong dari umat-Nya (b) 3.m.t.
( Keluaran 30:33 ) (c)
01
(a) ________
(b) ________
Siapa telah ......... ini dari tangan kalian ? Yes. 1:12 (c) ________
02
(a) ________
(b) ________
................................................. roti ( Ulangan 9:9 ). (c) ________
03
(a) ________
(b) ________
Sebab darinya .............................. ( Kejadian 3:19 ) (c)_________
04
(a) ________
(b) ________
Bukankah ...................... bagimu ? ( Amsal 22:30 ) (c) ________
05
(a) ________
(b) ________
Dan ...................... atas gunung ITU ? ( Ul. 10:10 ). (c) ________
06
(a) ________
(b) ________
................................... para nabi ( Yeremia 23:21 ). (c) ________
07
(a) ________
(b) ________
Sebab ............................... belas kasihan di mataku (c) ________
( Keluaran 33:17 ).
08
(a) ________
(b) ________
Kata-katamu ............................. ( Yeremia 15:16 ). (c) ________
09
(a) ________
(b) ________
Dan lihatlah, bapa-bapa kita telah ........................... (c) ________
oleh pedang ITU ( 2 Tawarikh 29:9 ).
10
(a) ________
(b) ________
TUHAN telah ..................... umat-Nya ( Rut 1:6 ). (c) ________
11
(a) ________
(b) ________
(c) ________
........................................ pada kalian perintah ITU
( Maleakhi 2:4 ).
12
(a) ________
(b) ________
...................... padamu di Mesir ( Keluaran 14:12 ). (c) ________

54
C. Terjemahkanlah ayat-ayat di bawah ini, dengan memarsing terlebih dahulu kata
kerjanya !

01
02
03
04
05
06
07

08
09
10
11
12

55
14. BENTUK-BENTUK KATA BILANGAN

Sebagaimana telah diketahui dalam mata kuliah Ibrani-1 bahwa setiap huruf
Ibrani dapa mewakili sebuah bilangan ( angka ) yang disebut Cardinal Numerals. Hal
ini terjadi mengingat bahwa di dalam bahasa Ibrani tidak dikenal simbol-simbol angka.
Namun, ada cara lain untuk mengungkapkan bilangan atau angka dalam bahasa Ibrani,
baik itu Cardinal Numerals maupun Ordinal Numerals, yakni dengan menyebutkan
nama-nama bilangan tersebut.

Adapun bentuk-bentuk Kata Bilangan tersebut dapat dilihat dalam Tabel berikut di
bawah ini :

14.1. Tabel Kata Bilangan mulai dari 1 - 10 ( Cardinal Numerals ) dan Ordinal
Numerals ( pertama, kedua, ketiga, ... ).

Cardinal Numerals
Maskulin Feminin
Absolut Construct Absolut Construct
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

56
Ordinal Numerals

Maskulin Feminin
Pertama

Kedua

Ketiga

Keempat

Kelima

Keenam

Ketujuh

Kedelapan

Kesembilan

Kesepuluh

(1) Bilangan 1 ( m/f ) diklasifikasi sebagai Kata Sifat, yang mengikuti kata benda
yang diterangkannya dan harus sesuai dalam gender kata benda. Misalnya :

Satu hari.
Satu hukum.
(2) Bilangan 2 - 10 juga berfungsi sebagai Kata Sifat, walaupun mereka diklasifikasi
sebagai kata benda. Pada bentuk Absolutnya, mereka dapat berdiri sendiri sebelum
atau sesudah kata benda yang diterangkannya. Dalam bentuk Constructnya, mereka
harus berdiri sebelum kata benda yang diterangkannya.
Misalnya :

Dua lelaki
Dua istri
Dua lelaki
Dua istri
(3) Bilangan 2 harus sesuai dengan kata benda yang diterangkannya dalam gender
seperti contoh di atas. Namun, bilangan 3 - 10 mengikuti pola yang berbeda. Tatkala
mereka menerangkan kata benda Maskulin, mereka mengambil bentuk

57
Feminin. Sebaliknya, tatkala mereka menerangkan kata benda Feminin, maka
mereka mengambil bentuk Maskulin. Pada bentuk Construct, mereka harus selalu
berdiri sebelum kata benda yang diterangkannya. Misalnya :

Dua putera Kata benda & Bilangan sesuai dalam


gendernya.
Dua puteri Kata benda & Bilangan sesuai dalam
gendernya.
Tiga putera Kata benda & Bilangan tidak sesuai
dalam gendernya.
Tiga puteri Kata benda & Bilangan tidak sesuai
dalam gendernya.

(4) Bentuk-bentuk Absolut & Construct untuk Bilangan dapat dipakai SALING
BERGANTIAN, dengan tidak berbeda dalam artinya. Contoh :

Tiga hari
Tiga lelaki
Empat putera
dan empat puteranya bersamanya
Tiga hari
Tiga lelaki
(5) Sebab bilangan-bilangan itu adalah kata benda, maka untuk bilangan mulai 2 hingga
10 boleh menerima Pronominal Suffixes. Suffixes hanya bisa ditambahkan kepada
bentuk Construct dari bilangan itu. Hal ini pada umumnya hanya muncul pada
bilangan 2 saja. Contoh :

Dua dari kami ( Kejadian 31:37 ).


Dua dari kalian ( Kejadian 27:45 ).
Dua dari mereka ( Kejadian 2:25 ).

58
14.2. Cardinal Numerals Dari 11 Hingga 19

Dengan K.B. Maskulin Dengan K.B. Feminin

11


12


13

14

15

16

17

18

19

(1) Unit-unit ( 1,2,3, ... ) ditempatkan sebelum kata yang diterangkan. Untuk
bilangan 10, bagi Maskulin adalah , dan bagi Feminin adalah .
(2) Bilangan 11 - 19 harus sesuai dengan kata bendanya dalam gender. Pada umumnya
mereka muncul pada kata benda Jamak, walaupun sejumlah kata benda ( seperti
lelaki, hari, tahun dan jiwa ) boleh tetap berdiri pada bentuk tunggalnya
sesudah bilangan-bilangan ini. Misalnya :

11 hari
11 lelaki
11 tahun

59
14.3. Cardinal Numerals dari 20 Hingga 99

20 ( bentuk Jamak 10 )

21 (m)
,
21 (f)
,
22 (m)

23-29 ( seperti di atas )
30

31 (m)

32-39 ( seperti di atas )
40

41-49 ( seperti di atas )
50

51-59 ( seperti di atas )
60

61-69 ( seperti di atas )
70

71-79 ( seperti di atas )
80

81-89 ( seperti di atas )
90

91-99 ( seperti di atas )

60
14.4. Bilangan-bilangan Di atas 99

100 ( selalu Feminin )


, bentuk Construct :
Bentuk Jamak :
200 ( dual )

300

400

500-900 ( seperti di atas )
1000 ( Maskulin )
, Jamak :
2000 ( dual )

3000

4000

14.5. Nilai-nilai Bilangan dari huruf-huruf Alfabet bahasa Ibrani, sebagaimana
direfleksikan di dalam Masora dari Manuskrip Leningrad ( lihat juga Biblia
Hebraica Stuttgartensia ) :

x1 x 10 x 100 x 1000
1

2

3

4

5

6

7

8

9

61
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

TUGAS (12)

A. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan menterjemahkan ungkapan


bahasa Ibrani yang diberikan !
Misalnya : Pada hari apakah Elohim beristirahat ?
( Kejadian 2:2 ).
Jawaban : Pada hari ketujuh.

Pertanyaan Jawaban
01 Berapa total masa pemerintahan Daud ?

02 Berapa lama hujan turun ?

03 Berapa lama Adam hidup ?

04 Berapa lama Abraham hidup ?

05 Berapa lama umat Israel tinggal di Mesir ?

06 Berapa banyak orang Israel tetap setia ?
( 1 Raja-raja 19:18 ).
07 Berapa banyak putera & puteri Ayub ?

08 Berapa banyak domba Ayub ?

09 Kapankah Pasah dirayakan ?

10 Berapa banyak putera Yakub ?

62
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

B. Tiap ayat di bawah ini terdapat sebuah kata kerja dalam bentuk Qal Perfect.
Sempurnakan terjemahan bentuk-bentuk kata kerja dengan mengisi tanda garis bawah
untuk kolom (a) berikan person, gender, dan number dari bentuk itu, dan untuk kolom
(b) berikan akar kata kerjanya.

Contoh :
dan kalian akan menyebut nama illah-illah kalian (a) 2.m.j,
( 1 Raja-raja 18:24 ) (b)
01
(a) ___________
(b) ___________
dan dari Mesir .............................. putraku ( Hosea 11:1 ).
02
(a) ___________
(b) ___________
Maka ....................... namanya Yehuda ( Kejadian 29:35 )
03
(a) ___________
(b) ___________
Bagaimana ............ semua kata-kata ini ? Yeremia 36:17.
04
(a) ___________
(b) ___________
Mengapa ......................... denganku ? ( 2 Samuel 19:26 ).
05
(a) ___________
(b) ___________
Bagaimana ........................ dari langit ? ( Yesaya 14:12 ).
06
(a) __________
(b) __________
............................... dari mana mereka ( 1 Samuel 25:11 )
07
(a) ___________
(b) ___________
Apakah ..................................................... ? ( Ayub 15:9 )
08
(a) ___________
(b) ___________
Dan ............................... padaku, Siapakah nama-Nya ?
( Keluaran 3:13 )
09
(a) ___________
(b) ___________
Tidakkah ....................... apakah ini ? ( Yehezkiel 17:12 )
10
(a) ___________
(b) ___________
Dan dua dari mereka ...... di sisi Yordan itu ( 2 Raja-raja
2:7 )

63
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

15. LANGKAH-LANGKAH PRAKTIS DALAM EKSEGESE TANAKH


IBRANI

Mengakui bahwa ke-66 kitab dalam Alkitab, baik Tanakh Ibrani maupun
Perjanjian Baru, adalah Firman Elohim yang tidak keliru, yang diberikan kepada kita
melalui inspirasi ilahi serta merupakan satu-satunya patokan untuk iman dan hidup,
dalam pengertian Kanon, maka kita selaku orang-orang Kristen mengklaim bahwa
otoritas yang tinggi terhadap Alkitab dengan maksud untuk menerima penyataan-
Nya.

Kini, kita hidup dalam suatu jaman dengan begitu banyak terjemahan Alkitab,
dan banyak orang Kristen karena begitu banyaknya terjemahan tersebut, tampak
tertarik untuk mengetahui apa yang dikatakan oleh teks asli.

Mengingat akan hal tersebut di atas, maka pada bagian ini akan dipaparkan
secara singkat bagaimana membaca & memahami Tanakh Ibrani, bagian dari
Alkitab dalam teks bahasa Ibrani untuk maksud praktis, yakni mempersiapkan
khotbah.

Perlu dijelaskan di sini, bahwa ini bukanlah satu-satunya methode atau satu-
satunya pendekatan terhadap eksegese Tanakh Ibrani. Ada berbagai cara yang
lain. Meskipun demikian, methode/pendekatan ini adalah cara eksegese yang
praktis, logis, & benar bagi para pelayan, mahasiswa teologi, dan orang lain yang
sungguh-sungguh serius mencari berita ilahi dalam Tanakh Ibrani. Methode ini
dapat disebut TEKSTUALISME.

Methode Tekstualisme ini memperhatikan 3 gagasan berikut sebagai pra-syarat :

[1] Teks Alkitab yang tertulis, mulai dari proses tahap lisan sampai tahap tulisan,
pada dasarnya historisitas.

[2] Karena teks Alkitab yang tertulis adalah hasil seleksi ilahi di bawah kedaulatan
pemeliharaan Elohim, maka struktur konteks atau cara penulisan harus
ditekankan dengan jelas dalam eksegese kita.
[3] Tentu kita membutuhkan beberapa methodologi eksegese sebagai implikasi dari
fungsi & hakekat bahasa asli dalam teks demi memahami/menafsirkan teks
Alkitab yang tertulis.

15.1. Observasi Menyeluruh

15.1.1. Persiapan Rohani Untuk Eksegese Alkitab


Yang terpenting & mendasar dalam proses upaya eksegese adalah sikap rendah hati &
mencari pertolongan Roh Kudus, Sang Guru Agung,
dalam doa.

64
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

15.1.2. Studi Latar Belakang Kontekstual

Pada suatu ketika dalam sejarah, secara khusus pada jaman Tanakh Ibrani,
Elohim telah menyatakan diri-Nya & rencana-Nya dalam bentuk peristiwa atau
kadangkala dalam pribadi & pada kesempatan lain dalam Firman & visi.
Orang-orang yang dipanggil dan ditetapkan untuk menuliskannya di bawah
pengaruh inspirasi ilahi, adalah mereka yang hidup dalam realita sejarah,
waktu yang khusus itu ( termasuk kebudayaan ). Dengan kata lain, teks
Tanakh Ibrani perlu dimengerti sesuai dengan latar belakang kebudayaan
masa itu ( termasuk masalah linguistik ).
Latar belakang itu secara umum dikenal sebagai Dunia Timur Kuno
( Ancient Orient ).

Kemudian, demi tujuan praktis Eksegese Tanakh Ibrani, kita harus


memanfaatkan sedikitnya dua bidang studi sebagai suatu langkah persiapan
eksegese :

[a] Sifat & Latar Belakang Historis Alkitab


Pertanyaan pertama yang perlu diajukan pada tahap ini adalah : Teks
ini masuk dalam kelompok Kitab mana dalam Tanakh Ibrani ( Torah,
Nebhiim, atau Ketubhim - Lukas 24:44 ) ?

Di samping itu, kita dapat mengumpulkan beberapa informasi tentang


penulis kitab itu, atau bahkan tentang geografi yang berkaitan dengan kitab
itu. Sebagai alat bantu, beberapa buku referensi seperti Kamus Alkitab (
Ensiklopedi Alkitab ) dan beberapa buku pengantar, sangat berguna untuk
mendapatkan informasi yang diperlukan.

[b] Latar Belakang Kontekstual Teks


Langkah berikut adalah memberi perhatian penuh kepada teks itu
sendiri, yang telah kita pilih. Pertimbangkanlah konteks teks tersebut ( kata-
kata atau ekspresi-ekspresi khusus, kata-kata/ekspresi yang diulangi &
tempatnya, orang macam mana yang terlibat & apa sesudahnya --- apakah ada
kaitannya, dan sebagainya ).

[c] Persiapan Teks


Kini, kita harus memutuskan teks kita. Sangatlah tepat menggunakan
Teks Masoret yang pada masa kini dipergunakan secara umum yakni : BHS
( Biblia Hebraica Stuttgartensia, 1990 ).

<1> Salinlah teks Ibrani dari BHS tersebut ke atas secarik kertas &
buatlah terjemahan kata demi kata ( interlinear ).

65
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

<2> Pada saat kita menyalin teks ini, pakailah sistim Satu ayat, satu
halaman, menyediakan bagian yang kosong pada halaman itu
untuk tambahan kemudian dari berbagai catatan observasi. Dengan
demikian, kita dengan mudah melihat struktur itu secara
menyeluruh untuk analisis eksegesis atau analisis gramatik.

Tentu saja, di mana dalam beberapa kasus, dua atau tiga ayat
dapat secara erat dikaitkan (secara khusus terkait secara gramatik)
maka kita harus menyalin ayat-ayat itu bersama- sama pada satu
halaman dengan maksud melihat seluruh struktur ayat-ayat yang
saling terkait itu.

Akhirnya, pada tahap ini, kita harus menemukan apakah teks yang
sedang kita tangani ada dalam bentuk naratif umum atau bentuk
puisi.

15.2. Observasi Gramatik

Pada tahap ini, kita akan memberi perhatian yang utama pada struktur kalimat
( bandingkan dengan Yohanes 20:30-31, 21:25 ). Untuk maksud tersebut, dua
fase berikut perlu diperhatikan :

[a] Penelitian Istilah ( Word Studi )


Penelitian istilah ini sendiri tidak gramatikal, namun sangat berguna untuk
memperoleh makna teks dengan cara yang saling melengkapi, dalam kasus
teks itu, yang berhubungan dengan beberapa subyek teologis secara khusus.

Tentu, dalam penanganan aktual terhadap teks kita, kita tidak perlu
melakukan penyelidikan istilah atas setiap kata dalam teks. Melainkan kita
harus selektif. Kendati tidak ada peraturan khusus untuk itu, dua langkah
berikut dianjurkan di sini :

(1) Arti Kata Secara Umum


Kata apa dalam teks kita, yang dipilih untuk diselidiki ? Apakah ada
kata yang bermakna yang kita pikir penting secara teologis dan
Alkitabiah. Daftarkanlah kata-kata ini, dan carilah arti kata-kata itu
dalam Kamus/Ensiklopedi Alkitab.

(2) Arti Kata Sesuai Dengan Konteks


Setiap kata dapat dipelajari & makna dasarnya dapat diperoleh. Oleh
karena itu, dalam eksegese kita harus memperhatikan bahwa kata yang
sama itu dapat memiliki lebih dari satu arti, dalam kasus-kasus tertentu.
Kita tahu semua bahwa kurun waktu pembentukan Tanakh Ibrani
sangat panjang jika dibandingkan dengan Perjanjian Baru. Oleh karena
itu, kita perlu menemukan arti yang sangat tepat sesuai dengan konteks

66
di mana kata tertentu dipergunakan.

[b] Studi Gramatik-Eksegetik


Selanjutnya adalah langkah-langkah pendekatan konkret tahap
demi tahap dalam eksegese. Langkah-langkah Eksegetik itu sendiri,
sebenarnya adalah Tata Bahasa Ibrani, namun lebih merupakan penerapan
praktis dari beberapa tata bahasa dasar bahasa Ibrani ke dalam eksegese
(Tata Bahasa Eksegetis Praktis ).

(1) Teks Tipe Prosa Bentuk Naratif


Untuk maksud praktis, kelima aspek berikut disarankan untuk
diperhatikan dalam melakukan eksegese :

<a> Methoda Penekanan


Ada beberapa cara penekanan dalam bahasa Ibrani. Akan tetapi
demi maksud praktis di sini, khususnya untuk mempersiapkan
khotbah, maka kedelapan cara berikut didaftarkan sebagai observasi
eksegetis. Meskipun demikian, disarankan agar dalam eksegese
Alkitab perlu dilihat apakah salah satu dari cara penekanan ini serasi
dengan konteks bagian yang sedang ditangani ( konteks selalu
sangat penting ).

[1] Penekanan dengan cara mengubah posisi kata dalam kalimat.


Misalnya :
Subyek ditekankan dengan cara menempatkan subyek itu
sebelum kata kerja lengkap. Contoh : Kejadian 3:13.


Obyek ditekankan melalui penempatan obyek itu sebelum
kata kerja ( predikat ). Misalnya : Yehezkiel 3:1


Bagian lain dapat ditekankan, bila bagian itu ditempatkan
pada awal kalimat ( dengan didukung oleh konteks ).

[2] Penekanan melalui pengulangan ( repetisi ).


Pengulangan adalah cara sederhana untuk menekankan suatu
hal. Hal itu dapat dilakukan melalui mengulangi satu kata saja

67
atau pengulangan frase atau ekspresi atau bahkan satu klause
dalam beberapa kasus. Misalnya : 1 Raja-raja 2:33



[3] Penekanan melalui penggunaan Kata Ganti Orang Nominatif
bersama dengan bentuk Kata Kerja Lengkap. Misalnya :
1 Raja-raja 8:19.



[4] Penekanan melalui penggunaan bersama antara Infinitif
Absolut dengan bentuk Kata Kerja Lengkap dari kata kerja
yang sama. Misalnya : 1 Raja-raja 2:42.



[5] Penekanan melalui penggunaan Bentuk Tanya ( Interogatif )
Misalnya : Kejadian 4:9



[6}Penekanan melalui penggunaan Konyugasi Intensif ( Piel &
Pual ), meskipun kata kerja khusus ini memiliki kata dasar
Qal. Misalnya : Yehezkiel 3:3

68
[7] Penekanan melalui penggunaan bentuk negatif & Positif
secara bersama-sama. Misalnya : Yehezkiel 34:3-4

[8] Penekanan melalui penggunaan kata kerja & kata benda dari
kata dasar yang sama. Dalam kasus seperti ini, kata benda
memiliki unsur menerangkan dan kata benda ini memberikan
penekanan yang bersifat melengkapi atas tindakan kata kerja.
Misalnya : Zakaria 1:14

69
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

<b> Ekspresi-ekspresi Yang Bersifat Idiom

Dalam ekspresi-ekspresi Tanakh Ibrani, ada beberapa ekspresi


ungkapan atau ekspresi rumusan yang merefleksikan masa &
kebudayaan dalam sejarah. Ungkapan-ungkapan itu menunjukkan
dengan baik realitas sejarah penyataan ilahi dalam Tanakh Ibrani.
Ungkapan-ungkapan ini tidak boleh dipahami secara harfiah. Kita
harus berpikir, Apa yang mereka maksudkan dengan ungkapan
itu ? dalam upaya eksegetis kita.

Contoh-contoh berikut adalah dari kedua macam ekspresi itu,


baik yang umum maupun yang khusus :

(1) Ekspresi-ekspresi Idiom Yang Umum

Demi Tuhan yang hidup seringkali dipakai untuk


menunjukkan kemauan keras dari si pembicara atau maksudnya
bahkan sering dengan sumpah ( Hakim-hakim 8:19, Rut 3:13, 2 Raja-
raja 2:2 ). Dengan kata lain, seperti
Sehelai rambut pun dari ... tak akan jatuh ke bumi ( 2
Samuel 14:11 ).

Aku akan menempuh jalan segala yang fana dipakai


untuk pengertian Aku akan meninggal ( Yosua 23:14, 1
Raja-raja 2:2 )

... pergi ke pintu gerbang dan duduk di sana atau ekspresi


yang serupa berkaitan dengan gerbang kota seperti, tua-tua yang
sedang duduk sering dipakai untuk menyebutkan para pemimpin
resmi seperti hakim-hakim atau pejabat kota ( Rut 4:1, Ester 2:21,
3:2-3, 9:13, Zakaria 8:16 ).

Untuk menjamin kehidupan seseorang, ungkapan ...engkau


akan makan sehidangan dengan aku atau yang senada digunakan
( 2 Samuel 9:7,10,13, 19:28, 1 Raja-raja 2:7, 18:19, 2 Raja-raja 25:29
).

(2) Ekspresi-ekspresi Idiom Yang Khusus

Pada umumnya ungkapan-ungkapan ini dipakai dalam kitab-


kitab tertentu saja, misalnya :

70
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Untuk membedakan seorang raja atau bangsa yang buruk


sifatnya dari yang baik sifatnya, dipakai ... melakukan apa
yang jahat di mata TUHAN dan kadangkala ditambahkan
dan hidup lebih jahat dari mereka yang mendahuluinya serta
ekspresi yang sama, yang digunakan secara sering dalam kitab
Raja-raja ( 1 Raja-raja 14:22, 15:26, 16:25,30 ).

Seringkali dalam kitab Yehezkiel, untuk menunjukkan


kedaulatan Elohim sebagai Hakim dipakai dan engkau/mereka
akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN ( 6:7,13, 17:4,9 ).

Dengan latar belakang sejarah & kebudayaan ada ungkapan yang


lebih khusus lagi seperti, untuk melamar atau memaksudkan untuk
pernikahan, dipakai Kembangkanlah sayapmu untuk
melindungi ( Rut 3:9, Yehezkiel 16:6 ).

Sedangkan menepuk pinggang (tindakan simbolik) untuk


mengekspresikan rasa dukacita dan takut akan penghukuman Ilahi
( Yeremia 31:19, Yehezkiel 21:12 ).

(3) Ekspresi-ekspresi Kalimat


Misalnya, Demikianlah Firman Tuhan atau yang senada
begitu sering muncul dalam kitab-kitab para nabi ( Yesaya
45:11,14, Yeremia 2:5, 9:7, Yehezkiel 6:1, 7:1 ).

<c> Pendekatan Sintaksis ( Susunan Kalimat )


Pendekatan Sintaksis ini mempunyai banyak segi, namun uraian
berikut dibatasi hanya pada hal-hal yang sangat mendasar & umum.

[1] Pemahaman Eksegetis Tentang Preposisi (Kata Depan) Banyak


preposisi dalam bahasa Ibrani dapat mempunyai arti yang berbeda-
beda sesuai dengan konteks, di mana preposisi itu muncul. Oleh
sebab itu dapat terjadi bahwa dalam beberapa kasus tertentu suatu
preposisi dapat diterjemahkan dengan lebih dari satu cara saja.

Keuntungan besar dari eksegese Tanakh Ibrani bahasa Ibrani


berdasarkan konteks yang terdapat dalam aspek ini, yakni mencari
makna yang paling tepat dari Firman Elohim.

[2] Pemahaman Eksegetis Tentang Waw


Awalan Penghubung Waw ( dan ) selalu sebagai awalan
untuk kata yang berikut. Fungsinya berubah-ubah sesuai
dengan konteks.
(a) Waw Penghubung yang biasa, umumnya diterjemahkan
dan, pula, juga.

71
(b) Waw dapat menyatakan proses atau urutan kronologis,
diterjemahkan kemudian.

(c) Waw dapat menyatakan proses atau urutan logis,


terjemahannya oleh sebab itu, maka.

(d) Waw dapat juga memiliki unsur pembalikan,


khususnya setelah aksen Atnah atau Zagef Qaton,
diterjemahkan tetapi.

(e) Bila Waw menyusul setelah kata kerja, maka


terjemahannya hampir seperti idiom, yakni ... dan
terjadilah ... bahwa ..., menunjukkan adanya suatu
urutan waktu atau peristiwa.

(f) Waw di depan Kohortatif atau Yusif ( Subjunctive


Waw ) menyatakan tujuan, maksud, atau niat.

[3] Pemahaman Eksegetis Tentang Partikel

biasanya diterjemahkan sebab; bilamana; bahwa .


Pilihlah salah satu di antaranya sesuai dengan konteks.
Bila tiga terjemahan tersebut tidak cocok, maka arti
pembalikan tetapi dapat diterapkan.
Bila pada awal kalimat, dapat diterjemahkan
sebagai penjelasan yang meyakinkan
sesungguhnya.

biasanya muncul dalam kalimat pengandaian,


terjemahannya kalau disusul oleh kata kerja Finite
Verb dalam bentuk Perfect, Imperfect, atau Partisip.
Bilamana diulangi (
........ ) maka
terjemahannya apakah ... atau ....
Dalam konteks sumpah mempunyai arti
tidak ( 2 Raja-raja 2:2, 3:14 ).
Bila dipakai bersama , seperti ,
maka artinya suatu penegasan pasti ( 1 Raja-raja
20:23 ).

72
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

biasanya diterjemahkan tetapi; bila,


akan tetapi tampaknya paling sesuai konteks
bilamana kata majemuk ini diterjemahkan dengan
sebaliknya; akan tetapi; kecuali ( 1 Raja-raja
8:19, 2 Raja-raja 5:15 ).

fungsinya sangat mirip dengan yang berarti


juga; bahkan; di samping; sesungguhnya.

diterjemahkan dengan kemudiandalam Tanakh


Ibrani dipakai untuk menyatakan suatu proses waktu
( temporal ) atau sebab akibat ( logika ). Untuk
kepentingan eksegese dalam kebanyakan kasus
tampaknya pengertian kedua ( logika ) lebih cocok
daripada yang pertama. Misalnya : Keluaran 4:26


hampir selalu mengawali kesimpulan atau bagian
penutup sebuah riwayat. Terjemahannya oleh
sebab itu.

biasanya dipakai dengan cara yang sama seperti


kalimat dengan dalam bahasa Yunani.
Terjemahannya supaya ... maka ....
Terjemahan lain yang dapat dipakai adalah
demi... ; karena ....
Misalnya di 2 Raja-raja 6:41, 11:12,39, 2 Raja-
raja 10:19, Yehezkiel 14:5.

[4] Pemahaman Eksegetis Tentang Infinitif


Penggunaan sebagai Subyek & Predikat merupakan dua
cara pemakaian Infinitif Absolut dengan Awalan
yang utama menurut Gramatika Ibrani dalam Perjanjian
Lama. Oleh karena itu, sangatlah berguna untuk
mempelajari & memahami penggunaan Infinitif ini.

73
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

Misalnya : Keluaran 3:8





[5] Pemahaman Eksegetis Tentang Partisip
Begitu pula dengan pemakaian Partisip dalam bahasa Ibrani
Tanakh Ibrani perlu dipahami secara seksama. Walaupun tidak
berlaku untuk setiap kali, namun bila kita memperhatikan
konteks dengan seksama, maka secara eksegetis Partisip dapat
memiliki arti kegiatan yang berlanjut.

[6] Pemahaman Eksegetis Tentang Obyek


Bila ada dua obyek dalam satu kalimat, maka satu di antaranya
adalah obyek langsung dan yang kedua dapat menjelaskan
metode/alat/sarana atau perincian/pembatasan atau keterangan.
Gejala ini disebut Akusatif Dua Berganda. Misalnya di
Keluaran 6:7



<d> Pemahaman Eksegetis tentang Konyugasi Kata Kerja ( Nifal,
Hifil, dan Hitpael )

Dalam eksegese kita dapat memanfaatkan paling tidak pada batas


tertentu, fungsi-fungsi khusus dari konyugasi-konyugasi ini untuk
dapat menjelaskan arti teks secara kebih tepat.

Nifal : yang perlu diperhatikan adalah siapa yang


memprakarsai kegiatan dalam kalimat, khususnya bila
Nifal itu mempunyai arti Pasif. Misalnya : Yesaya 52:3


Berarti : Kota yang kudus ( Yerusalem ) hanya dapat ditebus oleh YHWH sendiri.
Hifil : prakarsa atau pimpinan yang sebenarnya dalam satu
peristiwa dapat dicari dalam arti penyebab. Misalnya :
Keluaran 6:8

74


Ini menunjukkan bahwa YHWH-lah yang menyebabkan orang Israel untuk keluar dari
Mesir.

Hitpael : terdapat kegiatan satu sama lain, refleksif dan


diulang-ulangi. Misalnya : Kejadian 42:1



<e> Analisis Struktur Teks Untuk Eksegese

Sewaktu-waktu struktur teks itu sendiri dapat menunjukkan arti


sebuah teks, atau paling sedikit dapat menolong untuk
menemukannya. Hal ini sangat penting bagi orang yang meyakini
inspirasi menyeluruh Alkitab. Misalnya : Yehezkiel 34:3-4
(perhatikan tanda-tanda baca Atnah & Zagef Qaton ) :






Menyangkut struktur teks, maka ada beberapa observasi eksegetis sebagai
berikut :
<1> Yang menjadi struktur secara menyeluruh dari dua ayat ini adalah sebuah
kontras yang nyata : ungkapan positif dalam ayat 3 dan ungkapan negatif
dengan dalam ayat 4. Melalui kontras ini, kejahatan para pemimpin
waktu itu sangat ditonjolkan.

<2> Dalam dua ayat, setelah Atnah, berita utama disimpulkan secara emphatis
dengan menggunakan cara pembalikan.

<3> Dalam dua ayat nyata sekali bahwa akusatif-akusatif secara terus menerus
berada dalam urutan kata yang memberi penekanan.

75
<4> Bagian ayat 4 yang paling akhir ( setelah Atnah ) dapat dipandang sebagai
kesimpulan dan penutup dua ayat ini. Bagian ini secara langsung
mengungkapkan kejahatan-kejahatan yang dilakukan para pemimpin.

Selain daripada itu, hubungan secara konteks dengan bagian yang mendahului ayat 2
dan dengan bagian yang menyusul setelah ayat 5-6 dapat dimanfaatkan untuk eksegese.

(2) Teks Bertipe Puisi


Yang menjadi ciri khas pertama dari teks bertipe puisi adalah bahwa
struktur dasar kalimat mengikuti pola atau gaya tertentu. Secara
praktis bila kita memperhatikan 3 point berikut ini setiap kali
berhadapan dengan teks puisi, maka kita akan dapat mengeksegesekan
teks puisi sambil mengingat prinsip-prinsip pendekatan eksegetis yang
telah dibahas sebelumnya.

Sebagai pedoman umum, adalah bijaksana untuk berusaha


membedakan berita/kebenaran yang diwahyukan dari variasi- variasi
dalam gaya puitis yang menyertainya. Bagian variasi leteralis/puitis
yang ada dalam setiap teks yang bersifat puisi tidak boleh dipahami
secara harfiah, hanya bagian yang berisfat berita/kebenaran yang
diwahyukan boleh ditafsirkan secara langsung atau harfiah. Misalnya :
Mazmur 96

Ayat 1 - 10 - Berita/kebenaran yang diwahyukan,


Ayat 11-12 - Variasi puitis/sastra sebagai pelengkap,
Ayat 13 - Berita/kebenaran yang diwahyukan.

Tiga faktor penting untuk eksegese teks puisi adalah :

(a) Memberi penekanan melalui perubahan urutan kata tidak selalu


dapat diterapkan pada teks puitis, sebab perubahan urutan kata ini
dapat terjadi oleh karena sebab lain, misalnya parallelisme
akrostik, irama, dan lain-lain. Bila kita memperhatikan konteks,
tampaknya lebih cocok untuk melakukan eksegese terutama
melalui studi kata sambil memperhatikan struktur teks.

(b) Memberi penekanan melalui pengulangan tidak berlaku sama


seperti pada teks prosa, sebab yang menjadi ciri khas utama puisi
Ibrani adalah justru Paralellisme yang sebenarnya merupakan
semacam pengulangan. Dalam hal ini sekali lagi seharusnya
konteks & struktur teks-lah yang diperhatikan untuk eksegese,
dan bukan pengulangan.

76
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

(c) Partisip lebih sering dipakai dalam arti yang sama seperti kata
kerja yang ada pembatasan dalam teks yang bersifat puisi
daripada dalam teks prosa. Oleh sebab itu, fungsi Partisip yang
menyatakan kegiatan yang terus berlangsung atau profesi
orang tidak dapat langsung diterapkan, melainkan lebih tepat
untuk memperhatikan konteks agar menghasilkan eksegese yang
benar.

(3) Pengertian Waktu ( Tense ) Dalam Teks Prosa & Puisi

Mengingat bahwa pendekatan eksegetis kita menekankan aspek


Grammar dalam tiap teks, maka peranan waktu ( Tense ) dalam
bahasa Ibrani adalah penting untuk dipahami.

Pengertian waktu ( tense ) dalam eksegese harus sesuai dengan


unsur-unsur Grammar yang lain, termasuk konteks. Dengan demikian
jangan sampai dalam mencari makna teks melalui eksegese terhadap
tenses menghasilkan sesuatu yang melampaui dari apa yang didukung
oleh unsur Grammar yang lain.

Mengingat uraian di atas, maka perlu perhatian khusus untuk


gejala seperti Perfek Profetis, khususnya karena pandangan kaum
Injili tentang wahyu Elohim yang mengakui unsur supranatural baik
dalam nubuat maupun di dalam wahyu ilahi.

77
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

16. MENGANALISA TEKS MAZMUR 16:1


Mazmur ini dinyatakan selaku karya Daud ( bandingkan dengan kisah Para
Rasul 2:25, 13:35,36 ) dan memuat serangkaian ungkapan yang sangat sesuai
dengan kurun waktu ketika Daud berada dalam pengejaran.

Untuk mengetahui sejauhmana pernyataan tersebut di atas adalah benar,


maka kita akan menganalisa teks Mazmur 16:1 ini dalam bahasa Ibraninya, sebagai
berikut :

16.1. Parsing Mazmur 16:1

1
adalah kata benda Maskulin, Tunggal.
Istilah ini dipakai sebagai judul pada mazmur 16 dan
56 - 60. Ada berbagai usul terjemahan untuk istilah
ini : Syair keemasan; Doa yang penuh rahasia; Doa
yang memperingatkan suatu peristiwa yang patut
dikenang.
Arti dasar : terukir; ditekankan atau kekal.
2
adalah kata depan diikuti Nama Diri.
Artinya : kepada Daud, bagi Daud, atau tentang
Daud.
3
adalah Qal, Imperatif, Orang Kedua, Maskulin,
Tunggal, dengan Suffix Ganti Orang Pertama
Tunggal. Artinya : Jagalah aku.
4
adalah kata benda Maskulin, Tunggal.
Artinya : Elohim atau Oh, Elohim.
5
adalah kata penghubung diikuti oleh kata kerja Qal
Perfek, Orang Pertama, Tunggal.
Artinya : karena aku mencari perlindungan.
6
adalah kata depan diikuti oleh Suffix Ganti Orang
Kedua, Maskulin, Tunggal, in pause.
Artinya : di dalam Engkau.

16.2. Terjemahan Mazmur 16:1

( Berkesan secara mendalam. Berkaitan dengan Daud )


Jagalah aku, oh Elohim, karena aku mencari perlindungan di dalam Engkau.

Sebagai pembanding, penulis mengetengahkan terjemahan-terjemahan lain sebagai


berikut :

78
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

TB : Miktam. dari Daud. Jagalah aku, ya Elohim, sebab pada-Mu aku berlindung.

TL : Surat Peringatan Daud - Peliharakanlah aku, ya Elohim karena aku harap


akan Dikau.
BIS : Mazmur Daud. Jagalah aku, ya Elohim, sebab pada-Mu aku berlindung.

Bahasa Jawa : Miktam. Anggitane Prabu Dawud.


Dhuh Elohim, Paduka mugi karsaa rumeksa dhumateng
kawula, amargi kawula ngayom dhumateng Paduka.
KJV : Michtam ( graven, a permanent writing ) of David.
Preserve me, O God : for in Thee do I put my trust.

NIV : A Miktam of David


Keep me safe, O God, for in You I take refuge.

16.3. Tafsiran Mazmur 16:1

<a> Penyebutan nama daud ini dalam bahasa Ibraninya selalu didahului oleh kata
depan , yang dapat diterjemahkan dengan : dari, kepada, untuk, tentang.
Mazmur-mazmur yang menyebut nama Daud jumlahnya terbesar
dan menduduki tempat yang cukup menonjol dalam sejarah penafsiran
Mazmur.

Daud terkenal sebagai penyanyi ( Amos 6:5 ), penyair ( 2 Samuel


1:17, 19-27, 3:33-34 ) dan pemain musik ( 1 Samuel 16:16-23, 18:10 ). Di
samping itu, ia adalah pendorong & pecinta perayaan ibadat secara meriah ( 1
Tawarikh 15-16 ). Dalam hal terakhir ini perlu diingat bahwa sang ahli tarikh,
yang menulis kitab-kitab Tawarikh, yakni Ezra & Nehemia, mengidealisir
Daud & jamannya. Mengingat semuanya ini tidaklah mengherankan bahwa
sejumlah besar Mazmur menyebut nama Daud dalam judulnya. Daud
dipandang sebagai Bapa Rohani para penyair Mazmur. Kemungkinan besar
kumpulan-kumpulan pertama
terjadi di bawah pengaruhnya. Dengan demikian, judul
dapat berarti : Untuk ( menghormati ) Daud; Kepada Daud ( sebagai
kenangan atasnya ).

Setelah jaman pembuangan, kata depan


ini ditafsirkan sebagai
karangan (Daud), tetapi dalam arti rohani yang lebih dalam. Daud adalah
Bapa Rohani setiap jiwa yang berseru kepada Tuhan. Dalam menggunakan
mazmur-mazmur yang bersangkutan sebagai doa, orang teringat kepada

79
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

peristiwa-peristiwa yang pernah dialami oleh Daud dalam hidupnya. Dalam


kejadian-kejadian itu, Daud pasti akan mengambil mazmur-mazmur ini untuk
doanya.

Dalam perjalanan sejarah kenangan akan Daud ini cenderung lebih


kuat. Dalam Septuaginta ( LXX ) ada 83 mazmur Daud & ada banyak
tambahan keterangan yang dihubungkan dengan peristiwa hidup Daud,
misalnya : Ketika orang mengejar dia ( Mazmur 142 ) dan terhadap
Goliat ( Mazmur 143 ).

Tafsiran tersebut di atas tidaklah bertentangan dengan


pernyataan Perjanjian Baru, yang secara eksplisit menyebut Daud sebagai
penulis Mazmur (Markus 12:36, Kisah 1:16, 2:25,34, 4:25, dan Roma 4:6 ).
Yesus & para rasul mengikuti pandangan pada jamannya bahwa mazmur-
mazmur tersebut adalah karangan Daud dan bersifat mesianis. Para pendengar
jaman itu telah menangkap pesannya. Itulah yang pokok dan yang kita terima
dengan iman.

Dari kenyataan-kenyataan tersebut di atas, dapatlah disimpulkan


bahwa judul pada mazmur-mazmur ini tidaklah boleh ditafsirkan
sebagai menunjukkan penulis dalam arti modern.

<b> Kata kerja dipergunakan sebanyak 420 kali dalam stem Qal,
dan 37 kali dalam stem Nifal. Kata kerja ini dapat berarti :

[1] Menjaga, melindungi - Kejadian 2:15


Tepat seperti Elohim menghendaki manusia untuk menjaga/melindungi
taman Eden itu, begitu pula Elohim akan menjaga/melindungi manusia,
dan Ia mampu untuk melakukan hal itu.
[2] Memelihara/memegang - Daniel 9:4
tepat seperti Elohim memelihara/memegang kasih setia terhadap mereka
yang mengasihi-Nya, begitu pula Elohim akan memelihara/ memegang
orang-orang yang mengasihi-Nya ( bandingkan dengan Kejadian 18:19
dan 22:27 ).
[3] Memperhatikan/melindungi - Amsal 2:20
Elohim akan memperhatikan milik-Nya untuk melindungi mereka,
sehingga mendatangkan rasa aman.
[4] Menghargai, menghormati - Amsal 27:18
Pemeliharaan menjadi lebih pasti ketika penghargaan ada di dalamnya.
Dalam hal ini, adalah penghargaan dari Elohim ( baca juga Ayub 13:27,
Mazmur 31:16, 130:3, dan Roma 4:10 ).
Dalam hal ini ( Mazmur 16:1 ), Daud memohon penjagaan kepada
Elohim.

80
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

<c> Sedangkan kata di sini tidak memakai Awalan Penentu untuk


membatasi-Nya ( Bilangan 12:13 ). Kata ini selalu ditemukan dalam
kitab puisi, untuk memperlihatkan keunggulan & kemahakuasaan-Nya.

<d> Kata Ibrani berasal dari kata


yang memiliki
penunjukkan yang menarik & membangkitkan semangat.

(1) Melarikan diri ke suatu tempat perlindungan dengan sebuah gagasan


tinggal di sana untuk perlindungan ( Mazmur 57:1 ). Pemazmur merasa
bahwa ia akan aman ketika dekat dengan Elohim, sehingga ia lari sampai ia
berada di bawah kepak sayap-Nya. Ia seperti seekor anak ayam yang
ketakutan, yang segera menyembunyikan diri di bawah sayap-sayap yang
kokoh dari induknya.

(2) Gagasan ini membawa kita kepada penunjukkan kedua yakni gagasan
mempercayai - Mazmur 37:40. Di dalam ayat ini dan di bagian lain di dalam
kitab Mazmur, diterjemahkan mempercayai. Gagasan utamanya
adalah bahwa suatu tempat bukanlah suatu tempat perlindungan bila kita
tidak dapat mempercayainya.

(3) Penunjukkan yang lain timbul dari akar kata Ibrani ini, yakni gagasan
pengharapan sebagaimana diterjemahkan di dalam Amsal 14:32. Pengharapan
yang ditimbulkan ini mempercepat seseorang di dalam pelariannya untuk
menyelamatkan diri di bawah sayap-sayap ilahi.

Stem Qal dari adalah dasar yang dipakai manusia untuk


mempercayakan hidupnya serta meletakkan seluruh pengharapannya kepada
Elohim saja selaku Gunung Batunya ( 2 Samuel 22:3,31, dan Mazmur 18:2,30,
118:8-9 ).

Permohonan supaya Elohim menjaga atau melindunginya ini dapat dilihat


sebagai suatu ungkapan pengharapan pemazmur, supaya ia terus menerus
dilindungi Tuhan dari tekanan-tekanan ketidak-berdayaan & kegelisahan yang
terjadi dalam hidupnya.

Iman yang sejati dengan sendirinya mendorong kita untuk terus menerus
menyerahkan dirinya ke dalam tangan Tuhan.

81
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping

16.4. Kesimpulan

Mazmur 16 ini menunjukkan bagaimana Daud mencari perlindungan dan penjagaan


kepada Elohim sebagai Sumber Pertolongannya.

Mazmur ini merupakan nyanyian iman & sukacita seseorang yang memperoleh rahmat
Tuhan, yang menemukan Tuhan sebagai Warisannya & Pialanya
( bandingkan dengan ayat 5 ).

Setiap orang Kristen yang telah melihat dan mengalami cinta kasih Elohim yang begitu
besar kepadanya ( bandingkan dengan Yohanes 3:16, Roma 8:32, 1 Yohanes 4:9-10 )
dapat belajar menjawab cinta kasih Tuhan itu dengan nyanyian ini.

82
DAFTAR KATA
Berjalan
184 Ada, berada, terjadi,
menjadi ( to be ) 183
Kanaan (f)
186 Yusuf
185
Musuh
188 Dengan, dekat
187
Musuh
190 Kesesakan, kesusahan
(f) 189
Demi, agar,
supaya 192 Pembebasan,
pertolongan (f) 191
Menyimpang,
menjauh 194 Perang, peperangan (f)
193
Celakalah !
196 Sampai, sejauh, selama
( Kt depan ) 195
Juga, bahkan
198 Makan
197
Turun
200 Mengetahui, mengenal
199
Berdiri
202 Utusan
201
Membuat,
berbuat 204 Menjawab
203
Bertanya,
meminta 206 Melihat
205
Kebenaran,
kesetiaan (f) 208 Di situ
207
Benih,
keturunan 210 Memilih
209
Ada
212 Menambah (kan)
211
Gunung Sinai
214 Berkuasa, menguasai,
memerintah 213
Kecil, tidak
berarti 216 Sekarang
215
Sabat, istirahat
218 Kereta
217
Menjadi besar
220 Matahari
219
Menjadi tahir
222 Tahir ( Kata Sifat )
221
Takut, menjadi
takut 224 Najis, menjadi najis
223
Penuh, menjadi
penuh 226 Berat, sukar, menjadi
berat 225
Kawanan
Domba (f) 228 Putra, bujang
227
Mendekati (i)
230 Berteriak, bersungut-
sungut 229

83
Berbaring
232 Dekat ( Kata Sifat )
231
Lapar ( KS )
menjadi lapar 234 Genap, utuh, sempurna (
Kata Sifat ) 233
( KK )
Berangkat
236 Tanah kering, Negev,
Selatan 235
Naik
238 Jatuh, menjatuhkan diri
237
Utara (f)
240 Pemberontakan, dosa
239
Sheol, Dunia
orang mati (f) 242 Timur
241
Laban
244 Constructus dari Bapa
243
Jalan, jalan
hidup, cara 246 Rahel
245
hidup
Kursi, tahta
248 Sungai Yordan
247
Menangkap,
merebut 250 Nifal : Berperang
249
Nifal/Hitpael :
Bernubuat 252 Piel/Nifal : Meloloskan
(menyelamatkan) diri 251
Qal/Piel :
Menghimpun 254 Nifal :
Menyembunyikan diri 253
Nifal : Hifil : menyembunyikan
berkumpul
Nifal :
dipatahkan 256 Saul
255
Nifal : menjaga
diri, memelihara 258 Sikhem (f)
257
diri
Piel :
memberkati, 260 Piel : mencari, meneliti,
berusaha 259
memuji
Piel : berbicara
262 Berkat ( constructus )
261
Piel :
menghormati 264 Bisa, dapat, sanggup
263
Piel :
menutup(i) 266 Bintang
265
Piel :
menghitung, 268 Maut ( constructus )
267
menceritakan
Pemimpin,
pemuka, pejabat 270 Piel : memberi perintah,
mengatur 269
Harun
272 Piel : meremukkan
271
Piel : memuji
274 Piel : memuji
Pual : dipuji 273

84
Mencapai,
menemukan 276 Pual : dihormati
275
Menuangkan,
menumpahkan, 278 Menjadi kudus.
Piel : menguduskan 277
mencurahkan. Hitpael : menguduskan
Nifal : diri
dituangkan
Terang
280 Tengah.
279
( cstr )
Sulung, anak
sulung 282 Hifil : memisahkan,
membedakan. 281
Nifal : memisahkan diri
Kegelapan
284 Membunuh
283
Hifil :
mengangkat 286 Hifil : menolong,
menyelamatkan 285
sebagai raja
Hifil :
menghimpun 288 Jamak dari 287
Hifil :
menghancurkan 290 Perkumpulan, jemaat
289
Hifil :
melemparkan 292 Hifil :
memperdengarkan, 291
Hofal : memberitakan
dilemparkan
Satu
294 Mencari, melawat,
memerintahkan 293
Hofal : dihukum
Hitpael :
berjalan-jalan 296 Taman, kebun
295
Di depan,
berhadapan, 298 Ketakutan, takut (f)
297
melawan ( kata
depan )
Masih, lagi,
terus menerus 300 Mengangkat, memikul
Hitpael : menagngkat 299
diri, bangkit
Hitpael :
meminta, 302 Esau
301
berdoa
Doa (f)
304 Mengumpulkan
Hitpael : berhimpun 303
Mencuri
306 Di manakah ?
305
Bermimpi
308 Mimpi
307
Mereka sendiri
310 Sendirian, saja ( ks )
di samping, kecuali 309
(kata depan)
Melalui,
melewati, 312 Menjual, menyerahkan
Nifal : menjual diri, 311
85
melanggar dijual
Meninggalkan,
membiarkan 314 Umat, perkumpulan (f)
313
( cstr )
Percaya,
mengandalkan, 316 Nifal : dibasmi,
dihancurkan 315
hidup tenteram Hifil : membasmi
Kuat ( kata
sifat ) 318 Menjadi kuat
Piel : menguatkan 317
Hifil : Berpegang pada
Hitpael : menguatkan
diri
Orang Ibrani
320 Orang Mesir
319
Qal :

menemp 322 Menempatkan,


meletakkan, memberi, 321
membuat
atkan,
menentukan,
memasukkan.
Inf. benda :

Kubur, makam
324 Lupa, melupakan
323
Yosua
326 Berbuat dosa, berdosa
325
Buah
328 Seperti
327
Hanya, saja
( kata sifat ) 330 Mengasihi
329
Lembu
332 Nifal : tersisa
Hifil : menyisihkan 331
Absalom
334 Abia
333
Bersyeba 336 Asa
335
Balak
338 Babel
337
Gosyen
340 Hujan es
339
Ismael
342 Yerobeam
341
Lapidot
344 Kusy

Orang Kusy : 343


Milka
346 Moab
345
Elam
348 Nahor
347

86

Enak
350 Amalek
Orang Amalek : 349


Membentang-
kan 352 Atalya
351
Busur
354 Zipor
353
Sarai
356 Ribka
355
Kabar
357

87
DAFTAR KEPUSTAKAAN

Biblia Hebraica Stuttgartensia ( BHS ), Stuttgart, 1983.

Boeker, T.G.R., Bahasa Ibrani Jilid 2, Batu : STT I-3, 1993.

Brown, Francis, The New Brown - Driver - Briggs - Gesenius Hebrew And
English Lexicon, Massachusetts : Hendrickson Publishers, 1979.

Hattori Yoshiaki, Langkah-langkah Praktis Dalam Eksegese Perjanjian Lama,


Batu : STT I-3, 1980.

Kelley, Page H., Biblical Hebrew, Michigan : William B. Eerdmans Publishing


Company, 1992.

Novak, AL., Hebrew Honey, Texas : J. Countryman Publishers, 1987.

Owens, John Joseph, Analytical Key To The Old Testament, Volume 3 Ezra -
Song of Solomon, Michigan : Baker Book House, April 1995 ( Third Printing ).

88
Appendix A
Noun, Adjective, and Pronoun Paradigms
1a. Noun Inflection (6.1)
Singular Plural Dual

Masculine
Absolute

Construct

Feminine
Absolute

Construct

1b. Adjective Inflection (6.1)


Singular Plural Dual

Masculine
Absolute
Construct

Feminine
Absolute
Construct

2. Frequent Irregular Nouns (6.2)


Singular Absolute Singular Construct Plural Absolute Plural Construct
father M ,
brother M
sister F
man M
woman F
house M
son M
daughter F
day M
city F
head M

Appendix A 192

3. Personal Pronouns (10.1)


3MS he 3MP they
3FS she 3FP / they
2MS you 2MP you
2FS you 2FP you
1CS / I 1CP we

4. Demonstrative Pronouns (9.2)


this
} these
M M
Near
F this F

M that M those
Far
F that F those
Appendix A 193
5a. Suffixed Pronouns on Nouns
Added to Masculine Singular Added to Feminine Singular Added to Masculine Plural Added to Feminine Plural

3MS his word his law 3MS his words his laws

3FS her word her law 3FS


her words her laws

2MS your word your law 2MS your words your laws

2FS your word your law 2FS your words your laws

1CS my word my law 1CS my words my laws

3MP their word their law 3MP


their words their laws

3FP their word their law 3FP



their words
their laws

2MP your word your law 2MP


your words your laws

2F your word
your law 2FP
your words
your laws

1CP our word our law 1CP our words our laws

5b. Suffixed Pronouns on Prepositions , / / and and the Direct Object Marker -/
.
3MS for him like him from him him
3FS for her like her from her her

2MS for you like you from you you

2FS for you like you from you you

1CS for me like me from me


me

3MP / for them like them from them them

3FP for them like them from them them


2MP for you like you from you you
2FP for you like you from you you
1CP for us like us from us us
Appendix B
Strong Verb Paradigms
) attend to (4.3, 5.2, 8.1-2, 10.2, 11.1-2, 12.1-3, 13.1, 14.1-2, 15.2-6 1.
QAL NIFAL PIEL PUAL HITPAEL HIFIL HOFAL
PERF 3MS
3FS
2MS
2FS
1CS
3CP
2MP
2FP
1CP

IMPF 3MS
3FS/2MS
2FS
1CS
3MP
3FP
2MP
2FP
1CP
Appendix B: Strong Verb Paradigms 195

QAL NIFAL PIEL PUAL HITPAEL HIFIL HOFAL


PAST 3MS
JUSS 3MS




1CS
IMV MS
FS
MP
FP
INF CST
INF ABS

PTCP MSA

FSA


MPA

FPA

Appendix B: Strong Verb Paradigms 196

2. Object Pronouns Suffixed to Verbs (18.2)


FOLLOWING CONSONANT
FOLLOWING SUFFIX VERB PREFIX VERB WITH
VOWEL ENERGIC NUN
3MS - / -
3FS - *
2MS - *
2FS - /
1CS - *
3MP -
3FP -
2MP -
2FP -
1CP - *
Note: Suffix Pattern (Perfect) verbs have an a-class linking vowel (i.e., the vowel
between the verb form and the suffixed pronoun). Prefix Pattern
(Imperfect, Past Narrative, and Imperative) have an i-class linking vowel.
Appendix B: Strong Verb Paradigms 197
Appendix C
Weak Verb (and Guttural Verb) Paradigms

) stand (17.2 1. I-Guttural Verb:


I-Guttural )QAL (DYNAMIC )QAL (STATIVE NIFAL PI/PU/HIT HIFIL HOFAL
PERF 3MS

3FS
2MS
2FS R
1CS
3CP E
2MP
2FP G
1CP
U
IMPF 3MS
3FS/2MS L
2FS
1CS A
3MP
3FP R
2MP
2FP
1CP
Appendix C: Weak Verb (and Guttural Verb) Paradigms 199

I-Guttural )QAL (DYNAMIC QAL (STATIVE NIFAL PI/PU/HIT HIFIL HOFAL


PAST 3MS
R
JUSS 3MS
1CS E
IMV MS

FS
G
MP

FP
U
INF CST

INF ABS

L

PTCP MSA

FSA
A

MPA
R
FPA

Appendix C: Weak Verb (and Guttural Verb) Paradigms 200

) bless (17.3 slaughter and 2. II-Guttural Verb:


II- QAL NIFAL PIEL PUAL HITPAEL HIFIL HOFAL
Guttural
PERF 3MS

3FS

2MS

2FS R R
1CS
3CP E E
2MP
2FP G G
1CP
U U
IMPF 3MS
3FS/2MS L L
2FS
1CS A A
3MP
3FP R R
2MP

2FP

1CP

Appendix C: Weak Verb (and Guttural Verb) Paradigms 201

II- QAL NIFAL PIEL PUAL HITPAEL HIFIL HOFAL


Guttural
PAST 3MS
R R
JUSS 3MS
1CS E E
IMV MS

FS
G G
MP

FP
U U
INF CST

INF ABS
, L L
PTCP MSA

FSA
A A

MPA
R R
FPA

Appendix C: Weak Verb (and Guttural Verb) Paradigms 202

) send (17.4 3. III-Guttural Verb:


III- QAL NIFAL PIEL PUAL HITPAEL HIFIL HOFAL
Guttural
PERF 3MS

3FS
2MS
2FS
1CS
3CP
2MP
2FP
1CP

IMPF 3MS
3FS/2MS
2FS
1CS
,
3MP
3FP
2MP
2FP
1CP
Appendix C: Weak Verb (and Guttural Verb) Paradigms 203

III- QAL NIFAL PIEL PUAL HITPAEL HIFIL HOFAL


Guttural
PAST 3MS

JUSS 3MS
1CS

IMV MS

FS


MP

FP

INF CST



INF ABS


PTCP MSA


FSA


MPA

FPA

Appendix C: Weak Verb (and Guttural Verb) Paradigms 204

) bake) (19.1 eat, and be willing, perish say (also 4a. I-Alef Verb:
I-Alef IMPF 3MS IMPF 1CS PAST *These five roots behave differently only in the Qal Imperfect and
QAL

Past Narrative; all other conjugations are as I-Guttural verbs.

) find (19.2 4b. III-Alef Verb:


III-Alef QAL NIFAL PIEL PUAL HITPAEL HIFIL HOFAL
PERF 3MS

3FS
2MS







2FS
1CS
3CP
2MP
2FP
1CP

IMPF 3MS
3FS/2MS
2FS
1CS
3MP
3FP/2FP
2MP
1CP
Appendix C: Weak Verb (and Guttural Verb) Paradigms 205

III-ALEF QAL NIFAL PIEL PUAL HITPAEL HIFIL HOFAL


PAST 3MS

JUSS 3MS

1CS

IMV MS

FS


MP

FP

INF CST

INF ABS

PTCP MSA

FSA



MPA


FPA

Appendix C: Weak Verb (and Guttural Verb) Paradigms 206

) draw near (20.1 fall, 5. I-Nun Verb:


I-NUN QAL NIFAL PI/PU/HIT HIFIL HOFAL
PERF 3MS
3FS
2MS
2FS R
1CS
3CP E
2MP
2FP G
1CP
U
IMPF 3MS
3FS/2MS L
2FS
1CS A
3MP
3FP R
2MP
2FP
1CP
Appendix C: Weak Verb (and Guttural Verb) Paradigms 207

I-NUN QAL NIFAL PI/PU/HIT HIFIL HOFAL


PAST 3MS
R
JUSS 3MS
1CS E

IMV MS

FS
G

MP

FP
U
INF CST

INF ABS
L
PTCP MSA

FSA
A


MPA
R

FPA


Appendix C: Weak Verb (and Guttural Verb) Paradigms 208

) be good (21.1 ; possess sit, 6. I-Vav/Yod Verb:


I-VAV/YOD QAL NIFAL PI/PU/HIT HIFIL HOFAL QAL HIFIL
PERF 3MS



3FS
2MS
2FS R
1CS
3CP E
2MP

2FP G
1CP
U
IMPF 3MS
3FS/2MS L

2FS
1CS A
3MP
3FP R

2MP
2FP


1CP
Appendix C: Weak Verb (and Guttural Verb) Paradigms 209

I-VAV/YOD QAL NIFAL PI/PU/HIT HIFIL HOFAL QAL HIFIL


PAST 3MS
R


JUSS 3MS


1CS E





IMV MS



FS
G




MP



FP
U


INF CST

INF ABS
L
PTCP MSA




FSA

A




MPA

R



FPA




Appendix C: Weak Verb (and Guttural Verb) Paradigms 210

) reveal (22.1 7. III-He Verb:


III-He QAL NIFAL PIEL PUAL HITPAEL HIFIL HOFAL
PERF 3MS
3FS
2MS






2FS
1CS
3CP
2MP
2FP
1CP

IMPF 3MS
3FS/2MS
2FS
1CS
3MP
3FP
2MP
2FP
1CP
Appendix C: Weak Verb (and Guttural Verb) Paradigms 211

III-HE QAL NIFAL PIEL PUAL HITPAEL HIFIL HOFAL


PAST 3MS

JUSS 3MS
1CS NO DISTINCT 1CS JUSSIVE FORM IDENTICAL WITH 1CS IMPERFECT
IMV MS

FS

MP

FP

INF CST

INF ABS

PTCP MSA

FSA

MPA

FPA

Appendix C: Weak Verb (and Guttural Verb) Paradigms 212

) set (23.1 die, arise, 8. II-Vav/Yod Verb:


II-Vav/Yod QAL II-VAV QAL STATIVE QAL II-YOD NIFAL POLEL HIFIL HOFAL
PERF 3MS


3FS
2MS

2FS
1CS
3CP

2MP


2FP

1CP

IMPF 3MS
3FS/2MS
2FS






1CS

3MP
3FP








2MP


2FP








1CP


Appendix C: Weak Verb (and Guttural Verb) Paradigms 213

II-VAV/YOD QAL II-VAV QAL STATIVE QAL II-YOD NIFAL POLEL HIFIL HOFAL
PAST 3MS



3MS
JUSS


1CS







IMV MS


FS







MP


FP


INF CST


INF ABS

PTCP MSA

FSA




MPA


FPA

Appendix C: Weak Verb (and Guttural Verb) Paradigms 214

) be slight (24.1 surround, 9. II-III Verb:


II-III QAL DYNAMIC QAL STATIVE NIFAL POEL HIFIL HOFAL
3MS
PERF
/

3FS /
2MS






2FS
1CS

3CP /
2MP
2FP

1CP

IMPF 3MS / /
3FS/2MS /
2FS /
1CS /
3MP /
3FP /


2MP /
2FP /
1CP /
Appendix C: Weak Verb (and Guttural Verb) Paradigms 215

II-III QAL DYNAMIC QAL STATIVE NIFAL POEL HIFIL HOFAL


PAST 3MS

JUSS 3MS

1CS

IMV MS


FS


MP


FP


INF CST

INF ABS

PTCP MSA

FSA

MPA


FPA

216

Appendix D
Numerals

Cardinals Ordinals
Masculine Feminine
Absolute Construct Absolute Construct Masculine Feminine
1 1st
2 2nd
3
3rd
4
4th
5 5th
6 6th
7 7th
8 8th
9 9th
10 10th

1 is an adjective, and agrees in gender and number with the noun it modifies.
2-10 are nouns which can be in apposition (any order) or construct with a noun.
~ ~
two men

3-10 (unlike 1 and 2) take the opposite gender form to the noun they modify.
three sons and three daughters

(contrast one son and one daughter)

11-19 are constructed of the numerals 1-9 followed by 10 (M ; They agree in gender
F ) .
with the noun they modify (like 1 and 2).

Note: there are alternate forms for 11 and 12


~ 11
~ 12

20-90 are the plural forms of 2-9; single integers are conjoined with vav.
20
31

45

100s are based on 100 (FSA ; FSC ;


P )

( DU) 200

300, etc.

Certain nouns appear in the singular even with numerically plural modifiers:
11 year(s)
11 day(s)
11 man (men)
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
217
www.foxitsoftware.com/shopping

Appendix E
Masoretic Accents


,
or accents, were added to the Bible by the Masoretes (ca. 500-1000 C.E.), a group of
scholars responsible for the preservation of the Hebrew Bible as well as the addition of accents
and vowels.

The accents serve to break up the text into sense units so that when the text is read or chanted,
a pause (or breath) is taken in a logical place. Knowing the accents, therefore, informs the reader
both where to place word stress and how to phrase groups of words.

In addition, accents can also be of consequence for interpretation, as illustrated by Isaiah 40:3. If
the division of the verse by the accents are observed, the prepositional phrase is part of the criers
statement, but the Septuagint, followed by the New Testament, treats the prepositional phrase as
indicating the location of the crier.









A voice cries out: In the wilderness prepare the way of the LORD, make straight in the desert a
highway for our God. (Isa 40:3, NRSV)

Compare:
This is the one of whom the prophet Isaiah spoke when he said, The voice of one crying out in
the wilderness: Prepare the way of the Lord, make his paths straight. (Matt 3:3, NRSV)

There are 27 accents used by twenty-one books of the Hebrew Bible as well as a variant 21
accents used exclusively in Psalms, Job, and Proverbs. The accents are categorized as disjunctive
those which make a sense break with what followsand conjunctivethose that make a
sense connection with what follows. In addition, the disjunctive accents are of different levels
depending on the strength of their disjunction. Level 1 accents make the greatest disjunction.

Listed below are the accents of the first three disjunctive levels as well as the two most common
conjunctive accents which function as servi (servants), immediately preceding certain
disjunctive accents.

LEVEL ONE
Silluq (always with sof pasuq )

Atnah

LEVEL TWO
Segolta ( postpositive)


Zaqef Qatan
Zaqef Gadol ( variant of zaqef qatan)
Tifha

LEVEL THREE
Revia

Pashta (postpositive)

Tevir
Appendix E: Masoretic Accents 218

Note: If two of the same disjunctive accents appear within one clause, most often the first of the
two will mark the more disjunctive sense break.

MAJOR CONJUNCTIVE
Munah (servi for atnah, segolta, zaqef, revia, and pashta)

Merka ( servi for silluq, tifha, and tevir)

Verse divisions by the accents can be understood as operating on a continuous dichotomy: the
strongest disjunctive divides the verse in half, the next strongest divides each half in half again,
etc.

In the following verses the strength of each disjunction is represented by vertical lines between
the words: one vertical line (|) represents a level one disjunction, two vertical lines (||) a level two
disjunction, and three vertical lines (|||) a level three disjunction.

Genesis 1:1-2
| ||

||
1:1
|
||| || || ||| 1:2

|| ||