Anda di halaman 1dari 35

INISIASI DITERBITKANNYA UU

SISTEM PEREKONOMIAN NASIONAL


YANG MENGAKOMODASI SYSTEM
SYARIAH
IBNU KHALDUN MENGATAKAN : SUATU MASYARAKAT
(ATAU SUATU BANGSA,PEN.) HANYA AKAN UTUH
KALAU ADA APA YANG DISEBUT DENGAN SOLIDARITAS,
SETIA KAWAN, DAN GOTONG ROYONG.
JADI MAFHUM MUKHALAFAHNYA, SUATU
MASYARAKAT ATAU SUATU BANGSA AKAN HANCUR
KALAU MASYARAKAT DAN ATAU BANGSA ITU TIDAK
LAGI DIREKAT OLEH SOLIDARITAS, KESETIAKAWANAN
DAN SEMANGAT GOTONG ROYONG YANG BAIK
DIANTARA MEREKA.
BAGAIMANA HALNYA BILA TEORI IBNU KHALDUN
TERSEBUT DIKAITKAN DENGAN KEHIDUPAN
BERBANGSA DAN BERNEGARA YANG SEDANG KITA
ALAMI SAAT INI ?
INILAH SALAH SATU MASALAH DI NEGERI KITA SAAT INI
YANG HARUS KITA HADAPI DAN CARIKAN SOLUSINYA.
DIMANA SOLIDARITAS, KESETIAKAWANAN DAN
SEMANGAT GOTONG ROYONG DIANTARA WARGA
BANGSA KITA MULAI TERANCAM.
APA SAJA HAL-HAL YANG DIPERKIRAKAN AKAN BISA
MERUSAK PERSATUAN DAN KESATUAN KITA SEBAGAI
SATU MASYARAKAT DAN SUATU BANGSA ?
YANG PALING MENDASAR YAITU MASALAH KETIDAK
ADILAN EKONOMI DAN TERANCAMNYA RASA
KEBERSAMAAN DIANTARA WARGA BANGSA, YANG
BENTUKNYA BERMACAM-MACAM SEPERTI :
PERTAMA, ADANYA KENYATAAN PENGUASAAN EKONOMI
YANG TIDAK SESUAI DENGAN PROPORSIONALITASNYA.
DIMANA SEPERTI DIKETAHUI UMAT ISLAM YANG
JUMLAHNYA MAYORITAS DINEGERI INI (87,3%) TETAPI
MENGUASAI EKONOMI YANG SANGAT JAUH DARI
PROPORSINYA. ADA YANG MENGATAKAN NILAI EKONOMI
YANG ADA DI TANGAN UMAT HANYA SEKITAR 5%, 10 %, 20
% SEMENTARA UMAT AGAMA LAIN YANG MINORITAS
YANG JUMLAHNYA HANYA 12,7%, MENGUASAI 95%, ATAU
90% ATAU 80% DARI EKONOMI YANG ADA DINEGERI INI.
DALAM DERETAN ORANG-ORANG TERKAYA,
DARI 10 ORANG TERKAYA DI NEGERI INI
HANYA ADA 2 ORANG YANG BERAGAMA
ISLAM, DAN DARI 30 ORANG ORANG TERKAYA
DI NEGEI INI HANYA 3 ATAU 4 ORANG YANG
BERAGAMA ISLAM. PADAHAL JUMLAH
MEREKA YANG BERAGAMA ISLAM DINEGERI
INI ADALAH MAYORITAS
KEMUDIAN YANG CUKUP MENGERIKAN JUGA
ADALAH BAHWA DARI SEKIAN BANYAK SUKU
BANGSA DI NEGERI INI, SUKU BANGSA
TIONGHOA YANG JUMLAHNYA HANYA SEKITAR
4 % DARI JUMLAH PENDUDUK TAMPAK
TERLALU MENDOMINASI KEHIDUPAN
PEREKONOMIAN DI NEGERI INI DIBANDING
SUKU JAWA YANG JUMLAH POPULASINYA
SEBESAR 40,2%, DAN SUNDA 15,5% DARI
JUMLAH PENDUDUK.
KEDUA, ADANYA KONSENTRASI EKONOMI
PADA SEGELINTIR ORANG SEHINGGA
MENCIPTAKAN KESENJANGAN EKONOMI
YANG SEMAKIN MELEBAR. INI TERLIHAT DARI
INDEKS GINI EKONOMI KITA DIMANA GINI
RATIO KITA PER MARET 2016 ADALAH 0,397
DAN GINI RATIO EKONOMI KITA DI DAERAH
PERKOTAAN MARET 2016 ADALAH 0,410.
YANG LEBIH MERISAUKAN LAGI TENTUNYA
ADALAH GINI RATIO DALAM MASALAH
PERTANAHAN YANG SUDAH MENCAPAI 0,59
YANG JUGA CUKUP MENGEJUTKAN KITA , BARU
BARU INI OXFAM DAN INFID MENYATAKAN
BAHWA HARTA DARI 4 ORANG TERKAYA
INDONESIA SETARA DENGAN GABUNGAN DARI
100 JUTA ORANG MISKIN DI INDONESIA. JADI
BETAPA SENJANGNYA KEHIDUPAN EKONOMI DI
NEGERI INI SEKARANG INI.
KETIGA, MASALAH PENGANGURAN. TINGKAT
PENGANGGURAN TAHUN 2016 ADALAH 5,5%
ATAU SEKITAR 7,02 JUTA ORANG. MEMANG
ADA PENURUNAN BILA DIBANDINGKAN
TAHUN 2015, DIMANA TINGKAT
PENGANGGURANNYA ADALAH 5,81 % ATAU
7,45 JUTA ORANG. TETAPI KALAU KITA
MELIHAT ANGKANYA YANG MASIH TINGGI,
TENTU SAJA HAL INI PERLU DIWASPADAI.
KEEMPAT, MASIH TINGGINYA ANGKA
PENDUDUK MISKIN. DATA BULAN MARET
2016 MENUNJUKKAN BAHWA JUMLAH
PENDUDUK MISKIN ADALAH 10,86% ATAU
28,01 JUTA ORANG, MEMANG SUDAH ADA
PENURUNAN BILA DIBANDINGKAN DATA
BULAN SEPTEMBER 2015, DIMANA ANGKA
PENGANGGURANNYA ADALAH SEBESAR
11,13% ATAU 28,51 JUTA ORANG (BPS). TAPI
ANGKA INI JELAS MASIH SANGAT BESAR.
KELIMA, ADANYA KETIDAK SEIMBANGAN
PEMBANGUNAN DI JAWA DENGAN LUAR
JAWA SEHINGGA TELAH MENYEBABKAN
TERJADINYA KESENJANGAN EKONOMI ANTAR
WILAYAH YANG CUKUP TAJAM. BAHKAN
KESENJANGAN INI TELAH MENDORONG
LAHIRNYA GERAKAN SEPARATISME YANG
KALAU TIDAK DITANGGULANGI DAN
TERTANGGULANGI DENGAN BAIK MAKA DIA
TENTU AKAN MEMECAH BELAH NEGERI INI.
KEENAM ADANYA CAPITAL FLIGHT YANG CUKUP
BESAR YANG DILAKUKAN OLEH PARA
PENGUSAHA KAYA YANG TELAH MEMBAWA DAN
MENEMPATKAN UANG DAN DANANYA KE DAN DI
LUAR NEGERI YANG JUMLAHNYA SECARA
POTENSIAL MENURUT BAMBANG
BRODJONEGORO CUKUP BESAR YAITU SEKITAR
RP. 11.400 TRILLIUN YANG SUDAH MULAI
DIPARKIR SEJAK TAHUN 1970. HAL INI TENTU
SAJA AKAN SANGAT MERUGIKAN BANGSA DAN
NEGARA.
KETUJUH, ADANYA PRAKTEK MONOPOLI YANG SANGAT
MENGGANGGU STABILITAS HARGA SEHINGGA SANGAT
SERING MENIMBULKAN KERESAHAN DI TENGAH-
TENGAH MASYARAKAT.
KEDELAPAN, DALAM DUNIA PERBANKAN SEPERTI
TERMUAT DALAM UU NO 10 TAHUN 1998 TAMPAK
SEKALI DUNIA PERBANKAN KITA SANGAT LIBERAL
KARENA MEMBERI PELUANG KEPADA ASING UNTUK
MEMILIKI SAHAM MENCAPAI 99% , PADAHAL NEGARA
TETANGGA KITA SEPERTI THAILAND HANYA MAKSIMAL
25 % DAN SINGAPURA 40%.
TIDAK HANYA MENYANGKUT PEMILIKAN SAHAM,
NEGERI INI JUGA SANGAT MEMBUKA PINTUNYA
LEBAR-LEBAR TERHADAP KEHADIRAN BANK ASING.
SEBAGAI CONTOH JUMLAH KANTOR YANG DIMILIKI
BANK MALAYSIA DI INDONESIA MENCAPAI 1.456
CABANG DENGAN 4.317 ATM,SEMENTARA BANK DARI
INDONESIA YANG BEROPERASI DI MALAYSIA HANYA
SATU CABANG DAN SATU ATM .
JUMLAH BANK ASAL SINGAPURA, YANG BEROPERASI
DI INDONESIA ADA SEKITAR 2.167 KANTOR CABANG
SEDANGKAN BANK DARI INDONESIA YANG BEROPERASI
DI SINGAPURA HANYA SATU KANTOR CABANG. ( AGUS
MARTOWARDOYO , JAN 2016)
KESEMBILAN UU MIGAS, UU MINERAL DAN BATUBARA
UU INI BENAR-BENAR TIDAK SESUAI DENGAN KONSTITUSI,
KARENA SANGAT MERUGIKAN BANGSA DAN NEGARA
SERTA RAKYAT BANYAK, SEHINGGA SRI EDI SWASONO
SAMPAI-SAMPAI MENGIBARATKAN UU TERSEBUT SEBAGAI
UU YANG DAPAT DIGOLONGKAN SEBAGAI UNDANG-
UNDANG YANG MENDORONG INDONESIA IS FOR SALE
KARENA MIGAS TIDAK LAGI DIPANDANG SEBAGAI
KOMODITI ULTRA STRATEGIS BAGI KETAHANAN NASIONAL
BANGSA DAN NEGARA, TETAPI SEBAGAI KOMODITI
DAGANG BELAKA.
BELUM LAGI UU YANG LAIN YANG TERKAIT DENGAN UU
TENTANG PASAR MODAL, UU TENTANG LISTRIK DLL YANG
SANGAT LIBERAL DAN KAPITALISTIK.
MENGAPA INI SEMUA BISA TERJADI ?
SALAH SATU SEBABNYA ADALAH KARENA KITA BELUM PUNYA UU
TENTANG SYSTEM PEREKONOMIAN NASIONAL YANG AKAN
DIJADIKAN DASAR OLEH SEMUA PIHAK ATAU PARA PELAKU
EKONOMI DAN PEMBUAT KEBIJAKAN DALAM MENGATUR DAN
MELAKSANAKAN KEHIDUPAN EKONOMI DI NEGERI INI SEHINGGA
AKIBATNYA KITA LIHAT MASING-MASING PIHAK BERBUAT SENDIRI-
SENDIRI TAMPA ADA KEJELASAN DAN KETEGASAN DALAM HAL
DASAR FILOSOFIS DAN IDIOLOGIS DARI TINDAKAN EKONOMI YANG
MEREKA LAKUKAN SERTA TIDAK JELASNYA VISI, MISI , TUJUAN DAN
NILAI-NILAI SERTA NORMA-NORMA DAN PERATURAN YANG
HARUS MEREKA IKUTI DAN PATUHI UNTUK KEBAIKAN DAN
KEMAJUAN SERTA KESEJAHTERAAN BANGSA DAN NEGARA,
AKIBATNYA KEHIDUPAN EKONOMI NASIONAL
KITA DALAM PELAKSANAANNYA LEBIH BANYAK
TERSERET DAN DIWARNAI OLEH PANDANGAN
EKONOMI LIBERALISME KAPITALISME YANG
SANGAT BERTUMPU PADA FAHAM
INDIVIDUALISME, MEKANISME PASAR BEBAS,
INVESTASI ASING, UTANG LUAR NEGERI DAN
KONGLOMERASI SERTA TAMPAK LEBIH
MENEKANKAN KEPADA ASPEK PERTUMBUHAN
SERTA KURANG MEMPERHATIKAN MASALAH
PEMERATAAN DAN STABILITAS.
OLEH KARENA ITU AGAR HAL-HAL YANG TIDAK KITA
INGINKAN INI TIDAK TERJADI DAN TIDAK TERULANG
LAGI MAKA SUDAH SEPATUTNYA INDONESIA
MENGEMBALIKAN PELAKSANAAN DAN PENGELOLAAN
PEREKONOMIAN NASIONAL KITA SAAT INI KEPADA
FALSAFAH DAN IDIOLOGI BANGSA YANG ADA YAITU
PANCASILA DAN UUD 1945 YANG SUDAH TERBUKTI
TELAH MAMPU MENJADI PEREKAT DAN PEMERSATU
KITA SELAMA INI SEBAGAI SATU BANGSA SEHINGGA
SOLIDARITAS, SEMANGAT GOTONG ROYONG DAN
KESETIAKAWANAN DIANTARA KITA MASIH CUKUP
TINGGI DAN BISA DIBANGGAKAN.
APAKAH SEBAGAI UMAT ISLAM KITA AKAN MENGALAMI DILEMA
TEOLOGIS UNTUK MENERIMA KEHADIRAN SYSTEM EKONOMI YANG
SEPERTI INI ?
BAGI KITA UMAT ISLAM KEHADIRAN SISTIM EKONOMI KHAS
INDONESIA, YANG KITA SEBUT DENGAN SISTEM EKONOMI
PANCASILA INI, TIDAKLAH MENJADI MASALAH KARENA SISTEM
EKONOMI PANCASILA INI, MERUPAKAN SEBUAH SYSTEM DAN
PARADIGMA EKONOMI YANG SECARA ESENSIAL ADALAH SESUAI
DAN SELARAS DENGAN AJARAN AGAMA ISLAM KARENA SETIAP
SILANYA SELARAS DENGAN NILAI-NILAI YANG ADA DALAM AGAMA
ISLAM DIMANA IA MENEMPATKAN TUHAN ALLAH SWT DI ATAS
SILA-SILA LAINNYA YANG INI BERMAKNA BAHWA SISTEM EKONOMI
KITA HARUSLAH DIDASARKAN DAN BERORIENTASI KETUHANAN,
KEMANUSIAAN, PERSATUAN, KERAKYATAN (PEOPLE CENTERED)
DAN KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA.
OLEH KARENA ITU DALAM KEHIDUPAN
EKONOMI YANG BERDASARKAN PANCASILA
DAN UUD 1945 TERSEBUT, SETIAP KEBIJAKAN
DAN KEGIATAN EKONOMI YANG KITA BUAT
DAN LAKSANAKAN TIDAK DAPAT TIDAK
HARUSLAH SEJALAN DAN SELARAS DENGAN
BUTIR-BUTIR NILAI YANG ADA DALAM SETIAP
SILA DARI PANCASILA ITU SENDIRI.
UNTUK ITU DALAM KAITANNYA DENGAN SILA
PERTAMA, Ketuhanan Yang Maha Esa
kehidupan dan kegiatan perekonomian kita harus
merupakan refleksi dari keyakinan dan
kepercayaan kita . Oleh karena itu perilaku
berekonomi kita haruslah mencerminkan sikap
seorang hamba yang bertaqwa kepada Tuhannya.
Jadi dengan kata lain kegiatan ekonomi kita
haruslah menjunjung tinggi akhlak , MORAL dan
etika dan mendukung bagi terciptanya
kerukunan antara umat beragama.
oleh karena itu jangan sampai terjadi karena
perbedaan agama dan atau keyakinan maka ada
pihak-pihak yang melakukan diskriminasi dan
pemaksaan keyakinan terhadap lainnya misalnya
oleh si pemilik usaha terhadap karyawannya, dan
juga para pihak dituntut - terutama si pemilik
usaha - AGAR bisa menjamin terciptanya
kebebasan bagi para karyawannya untuk bebas
menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran agama
dan keyakinannya.
DALAM KAITANNYA DENGAN SILA Kemanusiaan Yang Adil dan
Beradab
Kehidupan dan kegiatan ekonomi dan bisnis yang kita lakukan
haruslah bisa mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan
kewajiban asasi dari manusia serta harus bisa memperlakukannya
sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang
Maha Esa.
Kehidupan dan kegiatan bisnis kita harus bisa mengembangkan
sikap saling mencintai, saling bertenggang rasa, tidak berlaku
semena-mena, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, gemar
melakukan kegiatan kemanusiaan, berani membela kebenaran dan
keadilan, dan bisa mengembangkan sikap hormat menghormati
dan bekerjasama dengan bangsa lain SERTA MENOLAK SSEGALA
BENTUK DAN PRAKTEK PENGHISAPAN ATAU RIBA.
DALAM KAITANNYA DENGAN SILA Persatuan Indonesia
Kehidupan dan perilaku ekonomi dan bisnis yang kita lakukan
haruslah BERPAHAM KEBERSAMAAN DAN BERASAS
KEKELUARGAAN. KITA HARUS mampu menempatkan persatuan,
kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara
sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan
golongan. Para pelaku usaha dan buruh atau karyawan harus
memiliki rasa cinta dan kebanggaan kepada tanah air dan bangsa.
Di samping itu Usaha-usaha bisnis yang kita lakukan haruslah
mampu memperkuat rasa persatuan dan kesatuan kita atas dasar
bhinneka tunggal ika dan tidak melakukan hal-hal yang akan
mengganggu ketertiban dunia karena kita sebagai bangsa sangat
mencintai dan menghormati kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan social.
DALAM KAITANNYA DENGAN SILA kerakyatan yang
Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan
Kegiatan ekonomi dan bisnis yang kita lakukan harus
MENGUTAMAKAN HAJAT HIDUP ORANG BANYAK,
mencerminkan kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
Tidak boleh ada dalam kehidupan ekonomi dan bisnis yang
dilakukan dimana satu pihak memaksakan kehendaknya
kepada orang lain. tindak tanduk dan perilaku ekonomi kita
harus mengedepankan musyawarah bagi terpeliharanya
kepentingan bersama karena ekonomi yang hendak kita
bangun adalah ekonomi yang mengedepankan semangat
kebersamaan yang lebih mengedepankan kepentingan
orang banyak dari pada kepentingan orang seorang.
Oleh karena itu tindak tanduk dan perilaku ekonomi kita harus
tunduk dan patuh kepada uu dan peraturan yang adil dan
mensejahterakan yang dilakukan dengan akal sehat dan sesuai
dengan hati nurani yang luhur. Dimana keputusan-keputusan yang
dibuat dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan
Yang Maha Esa, karena ia menjunjung tinggi harkat dan martabat
manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan serta mengutamakan
dan mengedepankan persatuan dan kesatuan demi kepentingan
bersama
Untuk itu dalam kegiatan memajukan ekonomi kita harus
mengedepankan musyawarah. Agar permusyaaratan itu bisa
berjalan efekitif maka kita harus bisa memberikan kepercayaan
kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan
pemusyawaratan tersebut.
DALAM KAITANNYA DENGAN SILA Keadilan
Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Kegiatan ekonomi yang kita lakukan haruslah bisa
mencerminkan perbuatan dan sikap yang luhur,
adil terhadap sesame, menghormati orang lain,
serta mendorong bagi terciptanya suasana
kekeluargaan dan kegotongroyongan agar
kegiatan ekonomi yang kita lakukan tersebut
menghormati hak orang lain sehingga mampu
menjaga keseimbangan antara hak dan
kewajiban.
Kegiatan ekonomi yang kita lakukan tidak boleh
dibangun di atas dasar dan faham individualism yang
tidak peduli terhadap lainnya, tetapi dia haruslah bisa
memiliki empathy terhadap lainnya sehingga siapa saja
dalam kehidupan ekonomi tersebut tergerak hatinya
untuk memberi pertolongan kepada orang lain agar
dapat berdiri sendiri. Dan mereka tidak akan
menggunakan hak miliknya untuk usaha-usaha yang
bersifat pemerasan terhadap orang lain atau untuk
pemborosan, dan gaya hidup mewah, Tidak
menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan
atau merugikan kepentingan umum.
JADI DARI PENJELASAN DI ATAS TERLIHAT
DENGAN JELAS BAHWA SISTEM EKONOMI YANG
HENDAK KITA BANGUN TIDAKLAH SAMA DENGAN
SYSTEM EKONOMI LIBERALISME KAPITALISME
YANG BERTUMPU PADA FAHAM INDIVIDUALISME
DAN MEKANISME PASAR BEBAS, DIMANA YANG
BISA HIDUP DAN SURVIVE ADALAH HANYA YANG
KUAT DAN PRIMA, SEMENTARA YANG LEMAH
AKAN TERMARGINALISASIKAN DAN TIDAK
TERPERHATIKAN.
JUGA TIDAK SAMA DENGAN SYSTEM
EKONOMI SOSIALISME BARAT YANG TIDAK
BERKETUHANAN DAN TIDAK MENGAKUI HAK-
HAK INDIVIDU DALAM KEPEMILIKAN
TERHADAP ALAT-ALAT PRODUKSI KARENA
ALAT-ALAT PRODUKSI HARUS DIKUASAI OLEH
NEGARA SEHINGGA HAK MILIK SWASTA ATAU
PERORANGAN TIDAK ATAU KURANG
MENDAPATKAN TEMPAT.
SYSTEM EKONOMI PANCASILA YANG KITA
KEMBANGKAN ADALAH SEBUAH SYSTEM
EKONOMI YANG KHAS INDONESIA YANG
BERKETUHANAN, BERPERIKEMANUSIAAN,
MENJUNJUNG TINGGI PERSATUAN, KESATUAN
DAN KEBERSAMAAN, TIDAK EKSPLOITATIF TETAPI
LEBIH MEMENTINGKAN MUSYAWARAH UNTUK
MENDAPATKAN HASIL YANG TERBAIK DAN
SELALU BERORIENTASI BAGI TERCIPTANYA
KEMAKMURAN BAGI SELURUH RAKYAT DAN
WARGA BANGSA BUKAN HANYA UNTUK ORANG
SEORANG ATAU KELOMPOK.
UNTUK ITU BAGI TERWUJUDNYA CITA-CITA
DIMAKSUD MAKA KEBIJAKAN POLITIK DAN
EKONOMI YANG ADA HARUSLAH BERSIFAT :
PRO-AJARAN AGAMA, DAN KONSTITUSI,
PRO-KEMANUSIAAN DAN KEADILAN,
PRO-PERSATUAN DAN KEBERSAMAAN,
PRO-DEMOKRASI EKONOMI, PRO-RAKYAT DAN
KEDAULATAN RAKYAT,
PRO-POOR DAN PRO-ORANG YANG TERTINDAS
DAN TERMARGINALISASIKAN
OLEH KARENA ITU UNTUK TERCIPTANYA KEADILAN, SOLIDARITAS,
GOTONG ROYONG, KESETIAKAWANAN DAN KEBERSAMAAN DALAM
KEHIDUPAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI YANG KITA JALANKAN
DI SAMPING KITA HARUS MENGEJAR PERTUMBUHAN, KITA JUGA
HARUS MEMPERHATIKAN MASALAH PEMERATAAN.
DAN MENURUT SAYA 8 JALUR PEMERATAAN YANG DIUSUNG OLEH
PEMERINTAH ORDE BARU MASIH TERASA RELEVAN UNTUK KITA
LAKSANAKAN SAAT INI, YAITU
1. PEMERATAAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT BANYAK KHUSUSNYA
PANGAN, SANDANG DAN PERUMAHAN;
2. PEMERATAAN KESEMPATAN MEMPEROLEH PENDIDIKAN DAN
PELAYANAN KESEHATAN;
3. PEMERATAAN PEMBAGIAN PENDAPATAN;
4. PEMERATAAN KESEMPATAN KERJA
5. PEMERATAAN KESEMPATAN BERUSAHA
6. PEMERATAAN KESEMPATAN BERPARTISIPASI
DALAM PEMBANGUNAN KHUSUSNYA BAGI
GENERASI MUDA DAN KAUM WANITA;
7. PEMERATAAN PENYEBARAN
PEMBANGUNAN DISELURUH TANAH AIR
8. PEMERATAAN KESEMPATAN MEMPEROLEH
KEADILAN.
SEKIAN
TERIMA KASIH
WASSALAMU ALAIKUM WR.WB.