Anda di halaman 1dari 18

Modul Pelatihan ExtendSim 2016

Decision Support System Laboratory

BAGIAN 1
PENDAHULUAN

Pengantar Simulasi dan Software Extend v4


Sistem merupakan sekumpulan obyek yang tergabung dalam suatu interaksi dan inter-
dependensi yang teratur. Sistem dibedakan menjadi dua tipe yaitu sistem diskret dan sistem
kontinu. Sistem dapat dipelajari dengan pengamatan langsung atau pengamatan pada model
dari sistem tersebut. Model dapat diklasifikasikan menjadi model fisik dan model matematik.
Model matematik ada yang dapat diselesaikan dengan solusi analitis, ada yang tidak. Bila
solusi analitis sulit didapatkan maka digunakan simulasi.
Gambar dibawah ini menunjukkan berbagai cara untuk mempelajari sistem. Bila
memungkinkan dilakukan, maka perlakuan terhadap sistem pada suatu kondisi tertentu dapat
dilakukan secara langsung. Namun, seringkali tidak membungkinkan perlakuan langsung
terhadap sistem nyata. Sehingga perlu dibangun sebuah model yang merepresentasikan
sistem yang dikaji.

SISTEM

Eksperimen dengan Eksperimen dengan


Sistem sebenarnya Model

Model
Model Fisik
Matematik

Solusi Analitis Simulasi

Gambar Cara Cara Untuk Mempelajari Sistem

Simulasi adalah suatu prosedur kuantitatif, yang menggambarkan sebuah sistem,


dengan mengembangkan sebuah model dari sistem tersebut dan melakukan sederetan uji
coba untuk memperkirakan perilaku sistem pada kurun waktu tertentu. Simulasi kejadian
diskret adalah model yang merepresentasikan sistem dan beroperasi dalam suatu rentang

1
Modul Pelatihan ExtendSim 2016
Decision Support System Laboratory

waktu dengan perubahan variabel status terjadi pada titik titik waktu terpisah. Simulasi
digunakan untuk beberapa alasan, diantaranya :
1. Simulasi adalah sebuah cara yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah, jika
sistem nyata sulit diamati secara langsung
Contoh : Jalur penerbangan pesawat ruang angkasa atau satelit.
2. Solusi Analitik tidak bisa dikembangkan, karena sistem sangat kompleks.
3. Pengamatan sistem secara langsung tidak dimungkinkan, karena sangat mahal,
memakan waktu yang terlalu lama dan dikhawtirkan akan merusak sistem yang
sedang berjalan.

Dalam simulasi berbasis komputer, konseptual model yang kemudian diterjemahkan


keadalam bentuk bahasa komputer untuk kemudian dilakukan verifikasi dan validasi suatu
sistem simulasi. Pada modul ini dipergunakan software simulasi Extend V.4. Extend
merupakan merupakan produk dari Imagine That Inc. Dengan beberapa library yang dimiliki
extend, mampu membantu dalam melakukan simulasi pada berbagai bidang. Extend
merupakan alat simulasi yang dapat berjalan di dua sistem operasi yaitu Macintosh dan
Windows.
Untuk membuat sebuah model simulasi, diperlukan blok yang merepresentasikan objek
dan aktivitas pada dunia nyata, seperti antrian, sumber daya, pemilihan, penggabungan, dan
lain sebagainya. Untuk itu, Software Extend memiliki banyak blok yang dikelompokkan
kedalam beberapa kategori menurut fungsi dan penggunaanya. Kelompok kelompok blok
inilah yang selanjutnya disebut sebagai library. Penjelasan yang lebih detail mengenai library
akan dibahas lebih lanjut pada bagian selanjutnya. Untuk lebih memahami komponen -
komponen dalam pembuatan model simulasi, dibawah ini adalah contoh dari bagian dalam
model simulasi dari kasus pencucian mobil yang dibuat melalui software extend.

2
Modul Pelatihan ExtendSim 2016
Decision Support System Laboratory

Kebanyakan blok dalam Extend memiliki konektor input dan output, berupa kotak
kecil pada tiap sisi dari blok. Informasi masuk ke blok dari konektor input dan keluar melalui
konektor output. Sebuah blok mungkin memiliki banyak konektor, baik input maupun
output, namun terdapat pula blok yang tidak memiliki konektor. Garis Koneksi (Connection
Lines) dipergunakan untuk menghubungkan blok pada model, dan menunjukkan aliran
informasi baik berupa item maupun value.

Penjelasan Library dan Blok dalam Extend V 1.4


Dalam merancang simulasi, dipergunakan blok blok berupa modul yang telah tersedia
sesuai dengan program simulasi. Blok Blok tersebut terdapat didalam library. Library dapat
dibuka sesuai dengan kebutuhan model simulasi. Library dapat dibuka melalui :
tab library
open library
browse ke C:/Extend4/Libs

atau dapat dengan hotkey CTRL + L >, hingga muncul pilihan library seperti pada gambar
dibawah :

Gambar Dialog Library


Dalam tiap library terdapat sub library, dan didalam sub-library, terdapat blok blok
yang kemudian dapat dipergunakan dalam model simulasi. Tiap blok merupakan objek
penyusun suatu model yang memiliki fungsi tersendiri yang dapat diatur melalui dialog
dalam blok tersebut. Pada modul tutorial ini akan dijelaskan beberapa blok yang penting dan

3
Modul Pelatihan ExtendSim 2016
Decision Support System Laboratory

sering dipergunakan dalam pembuatan model simulasi terutama pada simulasi kejadian
diskret, yaitu:

Library DE (de.lix)
Discrete Event (DE) Library dipergunakan untuk membuat model berdasarkan even
kejadian ketika model tersebut diperlukan. Model DE yang sering dipakai diantaranya pada
sistem antrian yang melibatkan satu atau lebih waiting line, seperti yang sering dijumpai pada
supermarket dan pabrik. Kunci dari pemodelan DE adalah konstruksi dari diagram alir
dengan menggunakan blok yang tersedia untuk merepresentasikan operasi dan sumber daya
pada permasalahan yang dihadapi. Dibawah ini adalah blok yang sering dipergunakan dalam
pembuatan model simulasi :
1. Executive

Blok ini berfungsi untuk menentukan persiapan (setup) simulasi secara


keseluruhan,yaitu pengaturan eksekusi simulasi (berdasarkan waktu atau jumlah
event). Blok ini merupakan inti dari model simulasi kejadian diskret dan harus
diletakkan pada sisi kiri atas dari model.

2. Generator

Blok ini berfungsi untuk menghasilkan input berupa distribusi waktu antar
kedatangan yang masuk kedalam sistem.
3. Queue, FIFO

Blok ini berfungsi untuk menampung antrian yang terjadi dan melakukan pencatatan
terhadap panjang antrian dan waktu tunggu entitas yang memasuki sistem dengan
aturan First In First Out.

4
Modul Pelatihan ExtendSim 2016
Decision Support System Laboratory

4. Activity, Delay

Blok ini merupakan server, dimana terjadi aktivitas pelayanan yang menyebabkan
penundaan sepanjang waktu layanan, biasanya dipergunakan untuk mencari utilisasi
dari server.
5. Set Attribute

Blok ini dipergunakan untuk mengatur atau menciptakan atribut sebuah entitas pada
suatu sistem.
6. Get Attribute

Blok ini dipergunakan untuk mengambil dan/atau menghapus atribut sebuah entitas
untuk melakukan suatu aktivitas (pemilihan, percabangan) pada suatu sistem.
7. Batch

Blok ini dipergunakan untuk menggabungkan beberapa entitas menjadi sebuah entitas
tunggal, seperti pada proses perakitan.
8. Unbatch

Blok ini dipergunakan untuk membangkitkan beberapa entitas dari entitas tunggal
(kebalikan batch) seperti yang telah ditentukan pada dialog.

5
Modul Pelatihan ExtendSim 2016
Decision Support System Laboratory

9. Information

Blok ini dipergunakan untuk menampilkan informasi dari entitas yang melaluinya.
10. Queue, Priority

Blok ini dipergunakan untuk menampung entitas dan melepasnya berdasarkan


prioritas tertinggi.
11. Select DE Input

Blok ini dipergunakan untuk memilih input berdasarkan suatu keputusan.

12. Select DE Output

Blok ini dipergunakan untuk memilih output berdasarkan keputusan.


13. Combine

Blok ini dipergunakan untuk menggabungkan dua entitas dari dua sumber yang
berbeda menjadi sebuah aliran.
14. Throw

Blok ini melempar item ke blok catch tanpa menggunakan konektor output atau
koneksi item.

6
Modul Pelatihan ExtendSim 2016
Decision Support System Laboratory

15. Catch

Blok ini menangkap item yang dikirim dari blok throw tanpa menggunakan konektor
output atau koneksi item. Blok ini lebih baik dipergunakan daripada menggunakan
beberapa blok combine.
16. Gate

Blok ini digunakan untuk menjalankan item baru ke bagian model hanya ketika item
tersebut melewati bagian ini.
17. Exit

Blok ini dipergunakan untuk mengeluarkan entitas dari sistem dan mencatatnya.
18. Exit (4)

Blok ini dipergunakan untuk mengeluarkan entitas dari beberapa aliran keluar dari
sistem dan mencatatnya.

Library Generic (generic.lix)


Blok pada library generic berfungsi untuk membuat model kontinu dengan cepat dan
untuk menampilkan task khusus ketika dikoneksikan pada konektor value pada model
discrete event. Dialog pada library ini, memungkinkan pemodel untuk memasukkan value
sebagai input, baik pemilihan maupun bangkitan data. Dibawah ini adalah blok yang sering
dipergunakan pada library generic :
1. Decision

7
Modul Pelatihan ExtendSim 2016
Decision Support System Laboratory

Blok ini berfungsi untuk membuat keputusan berdasarkan input dan logika yang
didefinisikan pada dialog.
2. Input Random Number

Blok ini berfungsi untuk membangkitkan bilangan random menurut distribusi


tertentu.

Library Plotter (plotter.lix)


Library Plotter merupakan library yang dipergunakan untuk menampilkan output
sistem dalam bentuk gambar/plot seperti histogram, scatter diagram, dll. Dibawah ini adalah
plotter yang sering dipergunakan dalam pembuatan simulasi kejadian diskret :
1. Histogram

Blok ini berfungsi untuk membuat histogram dari nilai yang diterima. Tiap batang
menghitung jumlah nilai data yang termasuk range nya. Jumlah batang dan range
maksimum dan minimum keseluruhan dapat ditentukan pada dialog plotter.
2. Plotter, Discrete Event

Blok ini berfungsi untuk memberikan plot dan tabel dari data untuk empat atau lebih
nilai input pada model kejadian diskret.

8
Modul Pelatihan ExtendSim 2016
Decision Support System Laboratory

BAGIAN 2
STUDI KASUS

KASUS 1 : PENCUCIAN MOBIL 1 SERVER


Kasus pencucian mobil ini melibatkan 1 buah server. Durasi dalam model ini adalah
selama 480 satuan waktu. Model ini menggunakan aturan antrian FIFO dengan waktu antar
kedatangan mengikuti distribusi eksponensial dengan rataan sebesar 4 satuan waktu. Dan
lama waktu pencucian adalah 6 satuan waktu.
Langkah langkah dalam membuat model simulasi ini adalah sebagai berikut :
1. Buka model baru ( file > new model atau gunakan hotkey CTRL+N).
2. Buka library DE (de.lix) dan plotter (plotter.lix).
3. Ambil blok eksekutif pada library DE dan letakkan pada sisi kiri atas
workspace.
4. Klik 2 kali pada blok eksekutif, dan pada tab simulation dalam dialog eksekutif,
pilih end time, hal ini menandakan bahwa model berjalan menurut aturan durasi
waktu.
5. Selanjutnya, kita akan melakukan pengaturan lama durasi simulasi dapat diatur
melalui langkah sbb : run > simulation setup atau dengan menekan CTRL+Y
dan pada dialog simulation setup isi 480 pada end simulation at time dan pada
global time units isikan 480. Untuk mengatur satuan waktu dan aturan durasi
simulasi dapat diatur pada tab lain dalam dialog ini. Namun untuk model ini
biarkan semua pada kondisi default.
6. Ambil blok generator untuk membangkitkan waktu kedatangan pada library
DE, kemudian klik dua kali dan pada dialog, pada pilihan distribusi, pilih
distribusi eksponensial, kemudian isikan 4 pada isian mean.
7. Ambil Blok Queue, FIFO pada library DE>Queues, biarkan dalam kondisi
default.
8. Hubungkan blok generator dengan blok queue.
9. Ambil blok activity delay sebagai server pencucian pada library DE>activities,
pada dialog isikan 6 pada delay.
10. Hubungkan antara blok queue dengan blok activity, delay.

9
Modul Pelatihan ExtendSim 2016
Decision Support System Laboratory

11. Ambil blok exit pada library DE>Routing untuk mencatat jumlah mobil yang
keluar.
12. Hubungkan antara blok activity delay dengan blok exit.
13. Ambil Blok DE, Plotter pada library plotter untuk membuat plot perbandingan
antara jumlah antrian dan jumlah mobil yang selesai dilayani.
14. Hubungkan DE, Plotter dengan blok
15. Jalankan program simulasi dengan menekan simbol panah hijau atau tekan
CTRL+R, dan dapat dilihat hasil simulasi berupa plot perbandigan antara
panjang antrian dengan jumlah mobil yang keluar.
Hasil perancangan model dalam simulasi pencucian mobil ini dapat dilihat pada gambar
dibawah :

KASUS 2 : PENCUCIAN MOBIL 2 SERVER


Model ini pada prinsipnya hampir sama dengan model 1, namun kita akan
menambahkan 1 server tambahan. Aturan antrian tetap FIFO, dan antrian mobil akan
memilih server yang idle. Sehingga, dari model 1 terdapat beberapa blok yang disesuaikan
untuk model 2 ini, yaitu :

Blok Library Tab Isian Interpretasi


Penambahan 1 server dengan
Activity, DE
Activity Delay : 6 karakteristik yang sama dengan server
Delay >Activities
sebelumnya
Mencatat mobil yang keluar dari
Exit (4) DE > Routing - Default
kedua server.

Hasil perancangan model simulasi dapat dilihat pada gambar dibawah :

10
Modul Pelatihan ExtendSim 2016
Decision Support System Laboratory

Selanjutnya, hubungkan blok blok tersebut seperti pada contoh model diatas. dan
jalankan model simulasi, bandingkan dengan plot model ini dengan model 1, kesimpulan apa
yang dapat anda ambil?

KASUS 3 : PENCUCIAN MOBIL PLUS POLES


Pada model ini, terdapat penambahan fasilitas pada proses pencucian mobil, yaitu
pemolesan. Sebelumnya, pelanggan akan memilih untuk mencuci mobil dengan poles (kilap)
atau hanya mencuci mobil saja (biasa) dengan probabilitas cuci biasa adalah 0,75. Server 1
difungsikan untuk server biasa, sedangkan server 2 difungsikan untuk server kilap.
Model simulasi untuk kasus ini sebenarnya tidak begitu berbeda dengan model
sebelumnya, namun dalam model ini terdapat mekanisme pemilihan untuk cuci biasa atau
cuci poles dengan nilai probabilitas yang telah ditentukan. Untuk itu, terdapat blok yang
ditambahkan dalam model ini diantaranya :

Blok Library Tab Isian Interpretasi


Attribute
Set DE > Mengeset nilai atribut wax
Name > Wax > 1
Attribute Attribute dengan nilai 1
Value
Input Generic > Lihat Membangkitkan nilai random
Distribution
Random Input/Outp gambar dengan probabilitas 0,75 untuk
s
Number ut dibawah no wax dan 0,25 untuk wax
Get DE > Attribute
Wax Mengambil atribut wax
Attribute Attribute Name
Select DE DE > Invalid Chooses
Memilih atribut wax
Output Routing Select Value Top

11
Modul Pelatihan ExtendSim 2016
Decision Support System Laboratory

Output

Activity, DE Delay : Penambahan 1 server untuk


Activity
Delay >Activities 8 fasilitas wash + wax

Gambar Input Random Number

Hasil perancangan model simulasi dapat dilihat pada gambar dibawah :

Selanjutnya, hubungkan blok blok tersebut seperti pada contoh model diatas. dan
jalankan model simulasi, bandingkan dengan plot model ini dengan model 1 dan 2,
kesimpulan apa yang dapat anda ambil? Apakah pengaruh kebijakan penggunaan server
wash+wax terhadap panjang antrian?

12
Modul Pelatihan ExtendSim 2016
Decision Support System Laboratory

KASUS 4 : PRIORITAS
Pada model ini, terdapat pemberian prioritas bagi pelanggan yang memberikan tip.
Terdapat tiga kelas prioritas, yaitu kelas 1, 2, dan 3. Kelas tertinggi adalah kelas 1, masing
masing kelas memiliki nilai probabilitas tersendiri. Adapun blok tambahan pada model ini
adalah sebagai berikut :
Blok Library Tab Isian Interpretasi
Set DE > Mengambil nilai prioritas dari bangkitan
- Default
Priority Attribute random dengan prioritas tertinggi bernilai 1
Input Generic > Lihat Membangkitkan nilai random dengan
Distribu
Random Input/Outpu gambar probabilitas 0,1 untuk kelas 1, dan 0,2
tions
Number t dibawah untuk kelas 2, dan 0,7 untuk kelas 3
Queue, DE >
- Default Antrian menggunakan aturan prioritas
Priority Queues

Gambar Input Random Number

Hasil perancangan model simulasi dapat dilihat pada gambar dibawah :

13
Modul Pelatihan ExtendSim 2016
Decision Support System Laboratory

Selanjutnya, hubungkan blok blok tersebut seperti pada contoh model diatas. dan
jalankan model simulasi, bandingkan dengan plot model ini dengan model lain, mengapa
pada model ini panjang antrian relatif pendek?

KASUS 5 : ANTRIAN BANK


Model ini berbeda dengan keempat model diatas. Model ini membahas kasus antrian
pada sebuah bank. Waktu antar kedatangan nasabah berdistribusi konstan sebesar 39 detik.
Pelayanan nasabah dilakukan pada Teller yang berjumlah 3 buah dengan waktu pelayanan
yang konstan selama 2 menit. Apabila seluruh teller penuh, pelanggan akan menunggu di
area tunggu. Urutan pelayanan dilakukan sesuai dengan urutan kedatangan pelanggan (aturan
FIFO). Apabila proses pelayanan telah selesai maka pelanggan akan segera meninggalkan
bank. Dibawah ini adalah blok yang dipergunakan dalam model antrian bank.

Blok Library Tab Isian Interpretasi


Executi Model berjalan menurut aturan
DE Simulation End Time
ve durasi waktu
Distribution :
Waktu antar kedatangan
Generat DE > Constant (4) ;
Items berdistribusi konstan sebesar 4
or Generator Time Units :
detik
Second;
Queue, DE > Antrian nasabah mengikuti aturan
- Default
FIFO Queues FIFO

14
Modul Pelatihan ExtendSim 2016
Decision Support System Laboratory

Activity, DE Waktu yang diperlukan untuk


Activity Delay : 2
Delay >Activities melayani nasabah adalah 2 menit
DE > Mencatat nasabah yang selesai
Exit (4) - Default
Routing dilayani
Membuat plot data antrian dengan
DE
Plotter - Default jumlah nasabah yang selesai
Plotter
dilayani

Hasil perancangan model simulasi dapat dilihat pada gambar dibawah :

Selanjutnya, hubungkan blok blok tersebut seperti pada contoh model diatas.
Sebelumnya, atur dahulu global time units pada simulation set up menjadi menit selama 60
menit. Kemudian jalankan model, dan dapat dilihat hasil simulasi berupa plot perbandingan
antara panjang antrian dengan jumlah nasabah yang selesai dilayani.

KASUS 6: KANBAN
Model ini merupakan simulasi dari mekanisme kanban. Kanban merupakan tools pada
Sistem Produksi Toyota yang berbasis pada sistem tarik. Konsep sistem tarik mensyaratkan
bahwa produksi dijalankan berdasarkan permintaan konsumen, sehingga dapat meminimasi
waste berupa inventori. Pada model ini, permintaan konsumen akan dibangkitkan dengan
mengikuti distribusi eksponensial dengan nilai rataan sebesar 3 satuan waktu. Kemudian
permintaan akan menunggu untuk dipenuhi.
Setelah permintaan datang, maka selanjutnya akan dilakukan proses produksi melalui
dua mechine center. Pada tahap pertama, proses permesinan memakan waktu 1 satuan waktu,
sedangkan tahap kedua memakan waktu 1,5 satuan waktu. Tiap machine center memiliki

15
Modul Pelatihan ExtendSim 2016
Decision Support System Laboratory

buffer, dimana kapasitas maksimal tiap buffer adalah 2. Bila kapasitas buffer penuh maka
proses produksi akan berhenti. Blok yang dipergunakan pada model ini antara lain :

Blok Library Tab Isian Interpretasi

Execut Simulati
DE End Time Model berjalan menurut aturan durasi
ive on
waktu
Blok Library Tab Isian Interpretasi
Distribution :
Gener DE > Waktu antar permintaan berdistribusi
Items Exponential; Mean
ator Generator eksponensial dengan rataan 3
:3
Queue DE > Antrian permintaan mengikuti aturan
- Default
, FIFO Queues FIFO
Mfg > Initial Number of Kapasitas produksi yang dimiliki adalah
Bin Bin
Resource Item : 1000 1000 item
Machine Center 1 memiliki waktu
Machi Mfg > Machin Processing Time :
proses 1 sedangkan MC 2 memiliki
ne Activities e 1 dan 1,5
waktu proses 2 satuan waktu
Mfg > Maximum Buffer Kapasitas maksimal buffer adalah 2
Buffer Buffer
Queues Length : 2 item
DE > Lihat Gambar Menggabungkan antara produk dengan
Batch Batch
Batching Dibawah permintaan
DE > Mencatat permintaan yang telah
Exit - Default
Routing dipenuhi

16
Modul Pelatihan ExtendSim 2016
Decision Support System Laboratory

Gambar Input Batch

Hasil perancangan model simulasi dapat dilihat pada gambar dibawah :

Selanjutnya, hubungkan blok blok tersebut seperti pada contoh model diatas.
Sebelumnya, atur dahulu global time units pada simulation set up menjadi generik selama
100 satuan waktu. Kemudian jalankan model, dan lihat apakah model simulasi ini sudah
cukup merepresentasikan sistem kanban?

KASUS 7 : CAFETARIA
Student cafeteria di Teknik Industri Undip berusaha untuk meningkatkan
pelayanannya pada jam makan siang dari pukul 11:30 sampai dengan 13:00.
Pelanggan datang secara berkelompok dengan jumlah pelanggan 1, 2, 3, dan 4 orang
dengan probabilitas kedatangan Random masing-masing 0,5; 0,3; 0,1; dan 0,1. Waktu
antar kedatangan berdistribusi eksponensial dengan rataan 30 detik. Kondisi awal
sistem masih kosong dan menganggur, kemudian simulasi berjalan selama 90 menit.
Setiap kedatangan pelanggan sendirian maupun bagian darikelompok memilih satu
dari tiga rute pemesanan menu. Tiga rute pemesanan terdiri dari:

17
Modul Pelatihan ExtendSim 2016
Decision Support System Laboratory

1. Pemesanan Nasi Rames, Es Teh, lalu ke kasir, dengan probabilitas kedatangan 0,8
2. Pemesanan Nasi Kucing, Es Teh, lalu ke kasir, dengan probabilitas kedatangan
0,15
3. Pemesanan Es Teh saja, lalu ke kasir, dengan probabilitas kedatangan 0,05
Di counter Nasi Rames dan nasi Kucing, pelanggan dilayani satu per satu oleh
satu pelayan dalam satu waktu. Sedangkan di counter Es Teh pelanggan langsung
mengambil minuman sendiri tanpa pelayan, sehingga diasumsikan tidak terdapat
antrian pelanggan di counter es teh. Jumlah kasir yang tersedia ada 2 kasir dengan
antriannya masing-masing. Pelanggan akan memilih antrian terpendek dari kedua
kasir yang ada. Semua antrian dalam model FIFO.
Dalam setiap counter, terdapat waktu pelayanan, dan prakira waktu pembayaran
di kasir dengan distribusi Uniform sebagai berikut:
Counter Waktu Pelayanan Prakira Waktu Pembayaran
Nasi Rames U(50,120) U(20,40)
Nasi Kucing U(60,180) U(5,15)
Es Teh U(5,20) U(5,10)

Sebagai contoh, audy memesan menu pada rute 1. Audy akan memesan Nasi
Rames dengan waktu pelayanan antara 50 hingga 120 detik, dan prakira waktu
pembayatan 20 hingga 40 detik. Kemudian menuju counter es teh dengan waktu
pelayanan Uniform antara 5 hingga 20 detik dan prakira waktu pembayaran 5 hingga
10 detik. Sehingga waktu pelayanan Audy di kasir merupakan penjumlahan prakira
waktu pembayaran nasi rames U(20,40) dan es teh U(5,10).

18