Anda di halaman 1dari 7

APLIKASI TRANSISTOR DALAM RANGKAIAN

SEDERHANA

Rijalul Tsany Wibowo1, Evelina,S.T.,M.Kom.2


1,2
Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang
Jl. Srijaya Negara Bukit Besar, Palembang, 30139
1
kfanatin06@gmail.com@yahoo.com
2
evelina_ginting13@yahoo.com

Abstract -- in this experiment is to determine the work function of the sensor in the form of LDR, Thermistor
and switches are connected to the transistor which is also to determine the VBE and VCE voltage on each
circuit.

Keywords: Transistor, Transduser, LDR, NTC, Resistansi

I. PENDAHULUAN
Seiring dengan perkembangan zaman,
teknologi dan komunikasi menjadi Gambar simbol dan bentuk LDR
kemudahan bagi manusia. Terutama dengan
adanya barang-barang elektronik yang Cara kerja LDR adalah dengan menjadikan
dimana memiliki fungsi masing-masing. Pada perubahan intensitas cahaya menjadi
pembagiannya terdapat 2 bagian pada perubahan nilai hambatannya. Artinya semakin
elektronika yaitu elektronika analog dan tinggi intensitas cahaya yang diterima oleh
elektronika digital. Pada penerapannya LDR, maka semakin kecil hambatannya.
elektronika analog merupakan bahan-bahan Sederhananya, semkain terang cahaya yang
yang paling penting dalam penyusunan diterima LDR maka semakin mudah dilalui
menjadi barang yang berguna. Pada jurnal ini oleh arus listrik (karena semakin kecil
akan dibahas mengenai bahan-bahan yang hambatannya).
berbasis analog yaitu antara lain LDR ,
Transistor, dan Tyristor (NTC) dan Oleh karena sifatnya ini LDR banyak
penerapannya dalam kehidupan sehari, digunakan pada rangkaian-rangkaian sensitif
cahaya. Misalnya pada lampu taman otomatis
II. LANDASAN TEORI yang akan hidup saat cahaya matahari mulai
redup atau saat matahari tenggelam. [1]
A. LDR ( Light Depending Resistor )
B. Transistor
LDR atau singkatan dari light
depending resistor, yaitu resistor yang Transistor adalah komponen
hambatannya berubah-ubah sesuai dengan elektronika multitermal, biasanya memiliki 3
intensitas cahaya yang diterimanya. LDR terminal yaitu basis (dasar), kolektor
sering dimanfaatkan sebagai sensor cahaya (pengumpul) dan emitor (pemancar). Secara
pada rangkaian-rangkaian elektronika yang harfiah, transistor berasal dari kata transfer
bekerja dengan sensor cahaya, misalnya resistor. Dalam rangkaian analog, transistor
rangkaian lampu taman otomatis, rangkaian digunakan dalam amplifier (penguat).
alarm anti pencuri dan lain sebagainya.
Gambar Simbol dan bentuk resistor

Gambar Simbol dan Polaritas Transistor D. NTC ( Negatif Temperature Coefisien)


Rangkaian analog melingkupi
pengeras suara, sumber listrik stabil, dan Termistor (thermistor) adalah komponen
penguat sinyal radio. Dalam rangkaian- semikonduktor yang memiliki tahanan
rangkaian digital, transistor digunakan (resistansi) yang dapat berubah dengan
sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa suhu/temperature. Thermistor merupakan
transistor juga dapat dirangkai sedemikian singkatan dari thermally sensitive resistor,
rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, yang berarti resistor yang peka atau sensitif
memori, dan komponen-komponen lainnya. terhadap suhu. Ada dua jenis termistor, yaitu:
Oleh karena itu transistor adalah suatu PTC (Positive Temperature Coefficient) dan
komponen yang memiliki nilai resistansi NTC (Negative Temperature Coefficient ).
dimana antara terminalnya dapat diatur. [2] Termistor PTC adalah jenis termistor yang
nilai resistansinya meningkat dengan
meningkatnya suhu. Sedangkan, termistor
C. Resistor NTC adalah jenis termistor yang tahanannya
Resistor adalah salah satu komponen atau resistansinya menurun ketika suhu
elektronika yang pasif dan memiliki dua meningkat. berikut ini gambar simbol
saluran yang didesain untuk menahan arus termistor. [3]
listrik dengan memproduksi penurunan
tegangan listrik diantara kedua salurannya
sesuai dengan arus yang mengalirinya,
berdasarkan hokum OHM. Resistor di
lambangkan dengan R, fungsi utama pada
Reistor adalah untuk menahan arus listrik.
Satuan dari Resistor dinyatakan dalam
(OHM) yang lambangnya OMEGA ().
Gambar dan simbol NTC
Pada Resistor biasanya terdapat empat
gelang warna, gelang pertama dan kedua
menujukan angka, gelang ketiga adalah faktor
kelipatan, sedangkan gelang yang keempat
menunjukan toleransi hambatan. Berdasarkan E. Kapasitor
nilai tahanan/hambatan/resitansinya, secara Kapasitor merupakan komponen elektronika
umum ada dua jenis Resistor, yaitu: Resistor yang dapat menyimpan dan melepaskan
tetap (Resistor yang nilai resistansinya tetap) muatan listrik. Struktur sebuah kapasitor
dan Resistor yang resistansinya bisa diatur, terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan
baik manual dengan tangan maupun yang oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan
diatur otomatis oleh cahaya dan suhu. dielektrik yang umum dikenal misalnya udara
Resistor berfungsi sebagai sebagai pembagi vakum, keramik, gelas, elektrolit dan lain-lain.
Arus/Tegangan, Penurun Tegangan dan Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan
sebagai Penghambat Aliran Arus Listrik. [3] listrik, maka muatan-muatan positif akan
mengumpul pada salah satu kaki (elektroda)
metalnya dan pada saat yang sama muatan-
muatan negatif terkumpul pada ujung metal 2. Siapkan DC catu daya dengan tegangan
yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat 9V, hubungkan ke rangkaian.
mengalir menuju ujung kutup negatif dan 3. Ukurlah tegangan base dan tegangan
sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju kolektor pada saat lampu
ke ujung kutup positif, karena terpisah oleh
bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan VBE =
elektrik ini tersimpan selama tidak ada VCE =
konduksi pada ujung-ujung kakinya. 4. Siapkan lampu pijar hubungkan dengan
Kemampuan untuk menyimpan muatan listrik sumber daya, sehingga menyala.
pada kapasitor disebuat dengan kapasitansi 5. Dekatkan lampu tersebut pada LDR
atau kapasitas. [4] sehingga lampu menyala.
6. Ukur kembali tegangan base dan
tegangan kolektor
VBE =
VCE =
7. Amati kerja dari rangkaian diatas,
setelah itu matikan sumber tegangan.

b. Pemantauan Temperatur
Simbol dan bentuk Kapasitor 1. Rakitlah rangkaian seperti gambar 2.2
2. Siapkan DC catu daya dengan tegangan
9V, hubungkan ke rangkaian.
III. METODOLOGI
3. Siapkan solder daya rendah 20W / 25W.
PENELITIAN
4. Panaskan NTC, perhatikan apa yang
terjadi pada lampu.
A. Peralatan
5. Lakukan pengukuran tegangan base dan
1. Power Supply +5VDC
saat lampu mati dan lampu hidup.
Berfungsi sebagai sumber tegangan DC
Saat lampu mati dan saat lampu hidup
2. Multimeter
Berfungsiuntukmengukurteganganlistri VBE =
k, aruslistrik, dantahanan (resistansi) VCE =
3. Kabel Penghubung 6. Matikan semua peralatan.
Berfungsi sebagai penghubung
komponen dengan komponen pada
rangkaian c. Saklar waktu (time switch)
4. Papan Percobaan 1. Rakitlah rangkaian seperti
gambar
B. Komponen 2. Siapkan DC catu daya dengan
1. Transistor BD130, BCY 56 tegangan 9V, hubungkan
2. Resistor 47, 10, 470,100 kerangkaian
3. Siapkan stopwatch.
Berfungsi sebagai hambatan dalam rangkaian
4. Untuk R 47K dan C 100 f ukurlah
3. Kapasitor 100F, 470F
waktu antara tombol ditekan dan lampu
4. Lampu pijar 9 V (4 buah)
menyala.
Berfungsi sebagai indikator cahaya
5. Ulangi langkah diatas dengan :
a. R 47K, C 470 f
b. R 100K, C 100 f
C. Prosedur percobaan c. R 100K, C 470 f
a. Alarm Peka Cahaya 6. Isikan dalam tabel
1. Rakitlah rangkaian seperti pada
gambar 2.1
D. Gambar Rangkaian
B. Pemantauan Temperatur
1. Saat Lampu Hidup (H)
NTC 80 70 60 50
VBE 892,24 840,99 793,53 734,98
mV mV mV mV
VCE 42,42 33,38 28,08 10,78
mV mV mV mV

2. Saat Lampu Mati

NT 40 30 20 10 0 -10 -20
C
Skematik Rangakaian Alarm Peka Cahaya VB 536 359, 232, 144, 87, 50, 27.
E ,15 23 44 99 01 09 55
mV mV mV mV mV mV mV
VC
Waktu t/s 8,2 8,46 8,59 8,50 8,5 8,5 8,5
C/F E 8v v v v 0v 0v 0v
R47K R100K
100 1,27 s 1,88 s C. Saklar Waktu

470 2,18 s 4,15 s

Skematik

Rangkaian Pemantauan Temperatur

V. ANALISA
Skematik Rangkaian Saklar Waktu

Pada percobaan kali ini mengenai


IV. Aplikasi Transistor dalam Rangkaian
Sederhana berdasarkan data yang didapat dari
HASIL pengukuran tersebut dapat dianalisa bahwa:

- Pada rangkaian 2.1


PERCOBAAN
DAN ANALISA Pada rangkaian ini menggunakan lampu
DATA LED sebagai outputnya. Sistem kerja
rangkaiannya apabila LDR dihalang oleh suatu
objek yang menghasilkan gelap maka LDR akan
A. Al
memberikan logika High (ON) dan ketika LDR
didapati sinar yang memancar padanya, maka
arm Peka
LDR akan berlogika Low (OFF). Pada
Cahaya
percobaan ini yaitu untuk melihat tegangan
yang mengalir pada Basis-Emitor dan pada
Saat lampu Saat lampu
Colektor-emitor pada rangkaian yang
mati hidup
dihubungkan dengan transistor.
VBE 45,04 mV 749,19 mV
VCE 8,50 V 56,25 mV
Pada keadaan lampu menyala
tegangan pada basis emitor adalah 749,19 untuk menghidupkan lampu adalah
mV, sedangkan pada tegangan kolektor 01,27 sekon
emiternya adalah 56,25 mV. Dan pada 2. Ketika dipasang kapasitor 100F dan
keadaan lampu padam, tegangan pada basis resistor 100K, maka waktu yang
emitor menunjukkan 45,04 mV, sedangkan ditempuh untuk menghidupkan lampu
pada tegangan kolektor emiternya adalah 1,88 sekon
menunjukkan 8,450V. Hal ini berbabding 3. Ketika dipasang kapasitor 470F dan
terbalik ketika LDR dalam keadaan ON resistor 47K, maka waktu yang
maka VBE akan lebih besar daripada VCE ditempuh untuk menghidupkan lampu
dan ketika LDR dalam keadaan OFF maka adalah 2,18 sekon
VBE akan lebih kecil daripada VCE. 4. Ketika dipasang kapasitor 470F dan
resistor 100K, maka waktu yang
- Pada rangkaian 2.2 ditempuh untuk menghidupkan lampu
Pada percobaan ini, NTC digunakan adalah 4,15 sekon
sebagai sensor (saklar), yang dimana
suhunya akan diturunkan sebesar 100 dari Dengan demikian dapat disimpulkan
nilai maksimalnya yaitu 80o . pada tabel
pengukuran rangkaian 2.2, dapat dilihat bahwa dengan penggunaan kapasitor yang
bahwa ketika dari suhu minimal yatu 50 o lebih besar maka waktu untuk LED untuk
maka LED akan mulai menyala redup menyala lebih lama dan ketika dengan
sampai pada nilai maksimalnya 80o dan kapasitor sebesar 47 uF maka waktu untuk led
tegangan VBE membesar yaitu sekitar menyala lebih cepat. Resistor hanya
734,98 mV hingga 892,24 mV, namun
pada VCE tegangan akan mengecil yaitu digunakan sebagai pembagi tegangan serta
dari 42,42 mV sampai 10,78 mV. untuk menjaga agar LED indikator tidak
putus ketika diberi input sebesar 9v.
Dan ketika suhu dibawah 50o maka
LED indikator akan mati dan dapat
diamati bahwa tegangan pada VBE
VI. KESIMPULAN
mengecil yaitu 536,15 mV hingga 27,55
mV namun pada tegangan VCE didapati
tegangannya besar yaitu dari 8,28 V Dalam percobaan ini dapat diambil
hingga 8.50 V. Hal ini dapat dikatakan kesimpulan sebagai berikut :
bahwa tegangan pada VBE dan VCE 1. Transistor akan dipergunakan untuk
ketika LED keadaan hidup dan keadaan mengemudikan lampu atau alat lain yang
mati berbanding terbalik. memerlukan arus cukup besar.
2. Inputnya adalah transduser yang berubah
resistansinya apabila terdapat perubahan
- Pada rangkaian 2.3 besaran.
Pada percobaan ini bertujuan untuk 3. Transduser untuk LDR berubah resistansi
mengukur waktu ketika switch ditekan jika cahaya yang mengenainya berubah.
dan menyebabkan LED menyala dan 4. NTC berubah nilai resistansinya jika
ketika Switch dilepas menyebabkan panas yang mengenainya berubah.
5. Semakin besar nilai kapasistansi pada
LED mati. percobaan 2.3 lampu indikator akan
Pada rangkaian ini menggunakan semakin lama untuk menyala..
saklar sebagai ON / OFF suatu
rangkaian, saat saklar dikondisikan ON
maka:

1. Ketika dipasang 100F dan resistor


47K, maka waktu yang ditempuh VII. DAFTAR PUSTAKA
[1]
(2017)http://abangelektronika.blogs [4]
pot.co.id/2013/12/mengenal-ldr- (2017)http://elektronikadasar.web.id/d
atau-sensor-cahaya-dan.html efinisi-kapasitor/
[2] [5]
(2017)http://rangkaianelektronika.in (2017)http://elektronikadasar.web.id/d
fo/pengertian-transistor/ efinisi-kapasitor/
[3] [6](2017)http://zonaelektro.net/resistor-
(2017)https://romimyseruyan.wordp karakteristik-nilai-dan-fungsinya
ress.com/tag/resistor-adalah/