Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRATIKUM

MIKROSIRKULASI
untuk memenuhi tugas mata kuliah Fisiologi Hewan dan Tumbuhan
yang dibimbing oleh Ibu Nuning Wulandari, S.Si. M.Si dan Ibu Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si

Kelompok 5, Oferring I:
Elvi Nuraini (150342607435)
Etis Prasila Utami (150342605416)
Farhana Halimah Rusyda (150342607533)
Lely Rindianti F. T. P (150342607238)
Made Dewi Saraningsih (150342607055)
M. Kresnha Pangabdi (150342606538)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
November 2016
LAPORAN PRATIKUM
KOMPOSISI DARAH
untuk memenuhi tugas mata kuliah Fisiologi Hewan dan Tumbuhan
yang dibimbing oleh Ibu Nuning Wulandari, S.Si. M.Si dan Ibu Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si

Kelompok 5, Oferring I:
Elvi Nuraini (150342607435)
Etis Prasila Utami (150342605416)
Farhana Halimah Rusyda (150342607533)
Lely Rindianti F. T. P (150342607238)
Made Dewi Saraningsih (150342607055)
M. Kresnha Pangabdi (150342606538)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
November 2016
TUJUAN
Mengetahui secara kualitatif keberadaan protein dan glukosa didalam darah, serta unsure kalsium
dan klorida.

DASAR TEORI
Darah adalah cairan yang tersusun atas plasma cair (55 %), yang komponen
utamanyaadalah air, dan sel-sel yang mengambang di dalamnya (45%). Plasma kaya akan
protein-proteinterlarut lipid, dan karbohidrat. Limfe sangat mirip dengan plasma, hanya saja
kosentrasinyasedikit lebih rendah total tubuh darah sendiri merupakan satu per dua belas berat
tubuh, dan padamanusia umumnya volume darah adalah kurang dari lima liter (George, 1999).
Darah adalah suatu jaringan yang bersifat cair, terdiri dari sel-sel darah merah, darah
putih,keping darah serta plasma darah. Sel-sel darah merah berjumlah 4-5 juta sel/mm darah,
seldarah putih berjumlah antara 5.000-8.000 sel/mm darah dan keping darah berjumlah 150.000-
400.000 keping/mm darah. Plasma darah mempunyai komposisi 90% air, 7%protein, 1%
garamanorganik, dan 2% kandungan lainnya (Susilowati, 2010).
Menurut Kimball (1994), fungsi darah yaitu :
1. Mengangkut bahan-bahan (dan panas) ke dari semua jaringan-jaringan badan.
2. Mempertahankan badan terhadap penyakit menular.
3. Plasma membagi pritein yang diperlukan untuk membentuk jarinagan.
4. Hormon, enzim diantarkan dari organ ke organ dengan perantara darah.
5. Sel darah merah mengantarkan oksigen ke jaringan dan menyingkirkan sebagian dari
karbondioksida.
Plasma darah merupakan bagian cair darah. Cairan ini didapat dengan membuat darahtidak
beku dan sel darah tersentrifugasi. Plasma terdiri dari 90% air, 7-8% protein, dan di dalam
plasma terkandung pula beberapa komponen lain seperti garam-garam, karbohidrat, lipid,
danasam amino. Karena dinding kapiler permiabel bagi air dan elektrolit maka plasma darah
selalu ada dalam pertukaran zat dengan cairan interstisial. Dalam waktu 1 menit sekitar 70%
cairan plasma bertukaran dengan cairan interstisial. Serum darah adalah cairan bening yang
memisahsetelah darah dibekukan. Plasma darah berbeda dengan serum darah terutama pada
serum tidak terdapat faktor pembentukan fibrinogen. Darah cair atau plasma darah adalah cairan
darah berbentuk butiran-butiran darah. Di dalamnya terkandung benang-benang fibrin /
fibrinogenyang berguna untuk menutup luka yang terbuka. Plasma darah yang berwarna
kekuning-kuningan volumenya 55%. Sedangkan komponen seluler terdiri dari sel-sel darah
yang volumenya 45%.
Isi Kandungan Plasma Darah Manusia :
1. Gas oksigen, nitrogen dan karbondioksida.
2. Protein seperti fibrinogen, albumin dan globulin.
3. Enzin.
4. Antibodi.
5. Hormon.
6. Urea.
7. Asam urat.
8. Sari makanan dan mineral seperti glukosa, gliserin, asam lemak, asam amino, kolesterol,
dsb.
Zat lain dalam plasma darah adalah asam piruvat dan asam laktat yang merupakan
intermediate metabolit, dan elektrolit yang sangat penting yaitu ion-ion natrium, klorida dan
bikarbonat. Ion-ion lainnya kalium, magnesium, dan fosfat jumlahnya sangat sedikit.
Disbandingdengan zat-zat lainnya protein memiliki prosentase paling tinggi karena protein di
dalam darahini memiliki fungsi yang lebih kompleks disbanding dengan zat-zat lainnya.

ALAT DAN BAHAN

Alat: Bahan:
Sentrifus Na Oksalat
Tabung Reaksi Asam asetat
Gelas Beaker Reagen Milon
Pipet Benedict
Bunsen Perak nitrat
Korek api Asam klorida
Kertas hisap Aquades
Serbet Darah lembu

CARA KERJA
1. Persiapan pengmbilan darah (darah beroksalat)

1 gram Na Oksalat dilarutkan dalam 20 ml NaCl 0,9 % kemudian dimasukkan 500


ml darah sapi didalam campuran tersebut
2. Pembuatan Plasma Oksalat

25 ml darah dimasukkan dalam tabung sentrifuge, selanjutnya dilakukan pemusingan


2500 rpm selama satu jam. Setelah pemusingan pada dasar tabung terlihat sedikit
endapan berwarna putih. Endapan akan dipakai untuk uji kalsium

Diatas endapan putih terlihat supernatant dan residu yang berupa sel-sel darah merah.
Dengan menggunakan pipet tetes dipisahkan supernatant (plasma oksalat) dan
dimasukkan dalam tabung reaksi

3. Pembuatan filtrate

Diambil 100 ml plasma oksalat, masukkan kedalam gelas piala, ditambahkan 100 ml
aquades kemudian dipanaskan sampai mendidih. Pada saat mendidih ditambahkan 2-
3 tetes asam asetat encer.

Setelah mendidih gelas piala diangkat dan didinginkan . setelah dingi disaring
menggunakan corong dan kertas saring. Koagulan yang tertinggal pada kertas saring
akan digunakan untuk uji protein, sedangkan filtratenya untuk uji karbohidrat dan uji
klorida

4. Uji Protein, Glukosa, Klorida (Cl) , dan Kalsium (Ca)


-Uji Protein

Koagulan dari kertas saring diambil dan diletakkan pada gelas arloji, ditambahkan
aquades beberapa tetes, kemudian ditambahkan beberapa tetes ( 10 tetes)
Millon. Diamati perubahan yang terjadi pada warnanya.

-Uji Glukosa

Dimasukkan 5 ml filtrat kedalam tabung reaksi. Ditambahkan beberapa tetes


larutan benedict, kemudian dipanaskan. Diamati perubahan yang terjadi

-Uji Klorida (Cl)


Dimasukkan 5 ml filtrat kedalam tabung reaksi. Ditambahkan
beberapa tetes perak nitrat. Diamati perubahan warna yang terjadi

-Uji Kalsium (Ca)

Endapan putih diletakkan digelas arloji. Diteteskan 1-2 tetes HCl pada
endapan. Untuk diendapkan kembali ditambah larutan Na Oksalat.

DATA PENGAMATAN
Uji unsure Zat yang ditambahkan Perubahan yang terjadi
Saat ditambahkan dengan aquades tidak
Uji Protein Koagulan + aquades + 10 terjadi perubahan warna, kemudian
tetes Reagen Millon pada saat ditetesi Reagen MIllon warna
menjadi pudar
Setelah ditambahkan Benedict warna
Uji Glukosa 5 ml filtrate + 5 tetes berubah menjadi coklat kebiruan dan
(Karbohidrat ) Benedict ketika dipanaskan terdapat endapan dan
warna berubah menjadi orange
kemerah-merahan
Setelah filtrat diberi tetesan larutan
Uji Klorida (CI) 5 ml filtrate + 3 tetes Perak perak nitrat mengalami perbuhan warna
Nitrat sedikit pudar (coklat susu)
Setelah endapan berwarna putih diberi
Uji Kalsium (Ca) Endapan putih + 2 tetes Hcl HCl 1-2 tetes, endapan berubah
+ larutan Na menjadi encer setelah ditambahkan
larutan Na, endapan putih yang encer
menjadi mengendap lagi
ANALISIS DATA
Pada praktikum kali ini digunakan darah sapi sebagai sampel untuk
mengetahui komposisi darah yang ada di dalamnya terutama plasma darah.
Hal yang pertama dilakukan adalah pembuatan plasma oksalat dengan cara
melarutkan 1 gram Na Oksalat dalam 20 cc NaCl 0.9% yang selanjutnya
memasukkan 500 cc darah sapi tersebut ke dalam campuran tersebut.
Dalam kegiatan ini dilakukan empat kali perlakuan yang berbeda-beda,
dimana masing-masing perlakuan tersebut dilakukan untuk mengetahui
kandungan protein, glukosa, klorida (Cl), dan kalsium (Ca) dalam plasma
darah. Sebelum memberi perlakuan, terlebih dahulu membuat plasma
oksalat dengan cara mensentrifus yang mana berfungsi untuk memisahkan
sel darah dari plasmanya.
Untuk pembuatan filtrate, menggunakan supernatant (plasma oksalat)
hasil sentrifus sebelumnya. Supernatant yang masih berada di dalam tabung
sentrifus diambil sebanyak 5 cc dengan menggunakan pipet tetes
kemudaian memasukkannya ke dalam gelas piala dan diberi 50 cc aquades.
Setelah aquades dan supernatant tercampur selanjutnya menyiapkan
pemanas untuk memansakannya. Lalu memanaskan campuran tersebut
hingga mendidih, ketika dipanaskan campuarnnya berwarna kuning bening.
Namun ketika mendidih menjadi sebuah endapan. Hal ini disebabkan karena
ketika mendidih campuran supernatan diberi 3 tetes asam asetat encer
sehingga menimbulkan sebuah endapan putih.
Endapan putih tadi disaring dengan mengguanakn kertas saring serta
corong, tepat dibawah corong terdapat gelas piala. Ketika endapan putih tadi
disaring, pada kertas saringnya akan meningglakan ampas putih yang mana
itu merupakan koagulan sedangkan hasil saringan tersebut berupa filtrate
yang berwarna bening, nantinya koagulan dan filtarnya akan digunakan
untuk melakukan kegiatan selanjutnya. Berdasarkan hasil pengamatan yang
dilakukan pada saat uji protein koagulan dicairkan dengan aquades. Warna
awal koagulan adalah bening. Pada saat di beri aquades tidak terjadi
perubahan warna. selanjutnya ditetesi dengan 5 tetes larutan millon dan
mengalami perubahan warna sedikit pudar.
Pada uji glukosa dilakukan dengan menggunakan 30cc larutan filtrat
kemudian ditambahkan 5 tetes benedict dan dipanaskan.Warna awal dari
filtrate ini adalah adalah bening.Setelah dipanaskan mengahsilkan gumpalan
bewarna orange yang berarti menunujukan adanya glukosa dalam darah.
Pada uji klorida digunakan 30cc larutan filtrat kemudian ditambahkan 3
tetes larutan perak nitrat. Warna perak nitrat adalah bening. Setelah di tetesi
larutan perak nitrat mengalami perubahan warna menjadi sedikit pudar.
Pada uji kalsium dilakukan dengan mengambil endapan putih yang berada
didasar tabung sentrifuga, setelah itu endapan bewarna putih diberikan 2
tetes HCl dan endapan berubah menjadi encer. Kemudian setelah itu
diberikan larutan Na sebanyak 2 tetes dan terjadi perubahan yang
sebelumnya encer menjadi menggumpal kembali.

PEMBAHASAN
Darah tersusun atas plasma darah dan sel sel darah. Plasma darah tersusun atas air ( 92
%) sebagai komponen utama, protein (7%), dan sisanya 1% berupa molekul organic (asam
amino, glukosa, lemak, ion dan vitamin.
Praktikum pengamatan yang pertama yaitu dilakukan untuk menguji adanya protein pada
darah sapi. Koagulan hasil dari pembuatan filtrate dari kertas saring diletakkan di gelas arloji
dan ditambahkan aquades 4 tetes tidak terjadi perubahan warna yaitu warna tetap coklat, dan
pada saat ditambahkan 10 tetes larutan Millon terjadi perubahan warna yaitu menjadi semakin
pudar. Hasil pengamatan tidak sesuai dengan literatur yang dijelaskan oleh Poedjiadi (1994),
prinsip dari uji Millon adalah ternitrasinya tirosin membentuk garam merkuri yang berwarna
merah. Pereaksi Millon berisi merkuri dan ion merkuro dalam asam nitrat dan asam nitrit. Fungsi
uji Millon adalah untuk membuktikan adanya tirosin yang terkandung dalam suatu protein.
Pada hasil pengamatan protein ini tidak sesuai literature dikarenakan pada saat praktikum, darah
yang digunakan tidak segar, kurangnya waktu sentrifuge.
Pengamatan kedua yaitu uji glukosa pada darah sapi menggunakan uji benedict. Ketika 5
ml filtrate dimasukkan dalam tabung reaksi dan ditambahkan 4 tetes larutan benedict warna
coklat kebiruan, kemudian ketika dipanaskan terdapat endapan dan warna berubah menjadi
orange kemerah-merahan. Hasil yang diamati sesuai dengan literatur dari Lehninger (1997)
yaitu,uji karbohidrat positif ditandai dengan terbentuknya larutan hijau, merah, orange atau
merah bata serta adanya endapan. (Lehninger, 1997). Uji benedict yang dilakukan yaitu untuk
mengetahui kandungan gula (karbohidrat) pereduksi yang memiliki gugus aldehid atau keton
bebas, seperti yang terdapat pada laktosa dan maltosa. Glukosa dapat ditemukan pada darah,
karena aliran darah dapat mendistribusikan glukosa ke seluruh jaringan tubuh untuk sumber
energi.
Pengamatan ketiga yaitu uji klorida (Cl) pada darah sapi menggunakan perak Nitrat.
Ketika 5 ml filtrat dimasukkan dalam tabung reaksi dan ditetesi Perak Nitrat warna mengalami
perubahan warna menjadi sedikit pudar (coklat susu) hal ini menunjukkan adanya plasma darah.
Plasma darah terdapat elektrolit dan ion ion yang terlarut di dalamnya. Menurut Wildan Adi
(2000), plasma darah tersusun atas zat padat yang larut yang meliputi salah satunya adalah
elektrolit, dan jumlah klorida dalam plasma darah lebih banyak daripada di dalam sel darah.
Klorida merupakan elektrolit bermuatan negatif, banyak terdapat pada cairan ekstraseluler dan
berperan penting dalam keseimbangan cairan tubuh, keseimbangan asam-basa dalam tubuh.
Klorida di angkut di dalam darah dan limfe akibat kerja jantung dan otot rangka. (Sari, 2011).

Berdasarkan reaksi tersebut, maka dapat diketahui bahwa larutan bening yang kembali terbentuk
tersebut merupakan larutan kalsium oksalat. Hasil reaksi antara kation kalsium dengan
anionoksalat. Pernyataan trsebut diperkuat oleh Schumm (1978) dalam Antony (2010) yang
menyatakan bahwa Kalsium oksalat adalah persenyawaan garam antara ion kalsium dan
ionoksalat. Senyawa ini terdapat dalam bentuk kristal padat non volatil, bersifat tidak larut dalam
air namun larut dalam asam kuat. Pernyataan kelarutan kalsium oksalat hanya terjadi pada asam
kuat tersebut sesuai dengan hasil yang diperoleh dalam pengamatan mengingat
sebelumditambahkan larutan natrium oksalat, endapan putih terlebih dahulu ditambahkan larutan
HCl.HCl merupakan salah satu jenis asam kuat. Sehingga pantaslah apabila larutan yang
terbentuk tesebut dikatakan sebagai larutan natrium oksalat. Sementara itu, endapan yang
terbentuk merupakan butir-butir garam yang terbentuk melalui reaksi antara kation Na + dengan
anion Cl-

KESIMPULAN
Di dalam darah khusunya di dalam plasma darah terdapat berbagai macam zat yaitu diantaranya
adalah protein dan karbohidrat yang setelah diuji menggunakan reagen mendapatkan hasil
positif, sedangkan unsur-unsur ion yang diuji dan menunjukkan keberadaanya dalam darah
adalah unsur Natrium dan Klorida.
DAFTAR PUSTAKA
Antony, Pradana Dwi. 2010.Pemanfaatan Talas sebagai Salah Satu Sumber Pangan Alternatif.
(Online),http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/47353/F11ema_BAB
%20II%20Tinjauan%20Pustaka.pdf?sequence=6, diakses tanggal 15 November 2016.
Biokimia, Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia.
George, Fried. 1999.Schaum's Outline of Theory and Problems og Biology. Jakarta: Airlangga
Kimball, John. 1983. Biology, Fifth Edition, jilid 5 .Terjemahan Prof. DR. Ir. H. Siti Soetarmi
T.dkk. Bogor: IPB Penerbitan Erlangga.
Lehninger, A.L. (1997). Dasar-dasar Biokimia(edisi ke-Jilid 1, diterjemahkan oleh M.
Thenawidjaja). Jakarta: Erlangga
Poedjadi, Anna dan F.M. Titin Supriyanti., 2005, Dasar-Dasar Biokimia, Jakarta : Penerbit
Universitas Indonesia
Poedjadi,Anna dan F.M. Titin Supriyanti., 2005. Dasar-dasar Bbiokimia, Jakarta : Penerbit UI
Poedjiadi Anna. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta (ID): UI Press.
Sari, 2011. Klorida. (Online) http://id.scribd.com/doc/55994831/KLORIDA diakses tanggal 15
November 2016.
Susilowati, Retno. 2010. Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan. Malang: UIN Malang.
Wildan Adi.2000.Pengertian Plasma Darah. (Online) http://id.scribd.com /12/pengertian fungsi
dan kandungan plasma darah diakses tanggal 15 November 2016.