Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Unsur hara merupakan suatu komponen yang dibutuhkan oleh


tanaman dalam jumlah yang tidak sedikit untuk membantu mendukung
pertumbuhan tanaman yang optimal. Tumbuhan memerlukan asupan unsur
hara baik yang tersedia dialam (tanah) maupun yang diaplikasikan atau
diberikan oleh manusia untuk hidup, tumbuh dan menyelesaikan siklus
hidupnya, sama dengan manusia yang memerlukan makan untuk hidup.
Unsur hara harus diberikan secara seimbang untuk mendapatkan suatu hasil
produksi tanaman yang optimal. Pemupukan seimbang yaitu pupuk yang
diberikan harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan pada tanaman itu sendiri.
Jumlah kebutuhan akan unsur hara untuk jenis tanaman memiliki perbedaan.
Unsur hara esensial merupakan suatu kebutuhan tanaman yang sangat penting
dan yang tidak bisa digantikan oleh apapun dari semua jenis unsur hara.
Unsur hara esensial terdiri dari dua unsur yaitu unsur hara mikro (Mo, Cu,
Zn, Mn, Fe, Bo, dan Cl) dan unsur hara makro (N, P, K, Ca, Mg, S).
Kelebihan dan kekuranagan unsur hara bagi tanaman dapat
menyebabkan terhalangnya pertumbuhan sehingga tidak optimal. Gejala
kelebihan unsur hara pada tanaman dapat dilihat dari gejala fisik pada bagian-
bagian tanaman seperti gejala yang terdapat pada daun, batang, bunga dan
buah, selain itu tanaman juga akan menunjukkan gejala seperti daun yag
terhambat sehingga pertumbuhan tanaman menjadi kerdil dan perubahan
warna pada daun yang sering disebut sebagai klorosi. Defisiensi unsur hara
pada tanaman umumnya dapat terlihat pada daun-daun. Salah satu contoh
kekurangan unsur hara misalnya yaitu kekurangan unsur hara S, tanaman
yang kekurangan unsur S menunjukkan suatu defisiensi seperti terlihat gejala
pada daun tanaman mengunig, dan terkadang disertai dengan berubahnya
warna daun mejadi kemerahan. Sedangkan untuk gejala jika kelebihan unsur
hara mikro yaitu dimana tanaman dapat terjadi keracunan sehingga

1
menyebabkan tanaman tidak tumbuh dengan baik. Pentingnya pengetahuan
dalam defisiensi tanaman akibat kekurangan unsur hara dapat dijadikan suatu
pedoman maupun petunjuk yang dapat digunakan oleh peani yang sedang
berbudidaya tanaman untuk menentukan pemupukan yang tepat, optimal,
dan jenis pupuk yang harus digunakan.
Pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu tanaman ditentukan
oleh dua faktor utama yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Salah satu
faktor lingkungan yang sangat menentukan lajunya pertumbuhan,
perkembangan dan produksi suatu tanaman adalah tersedianya unsur-unsur
hara yang cukup di dalam tanah. Diantaranya 105 unsur yang ada di atas
permukaan bumi, ternyata baru 16 unsur yang mutlak diperlukan oleh suatu
tanaman untuk dapat menyelesaikan siklus hidupnya dengan sempurna.
Layaknya manusia, tumbuhan juga membutuhkan makanan untuk
pertumbuhan dan perkembangannya. Unsur makro dan unsur mikro
merupakan makanan bagi tanaman. Bedanya hanya pada takaran yang dipakai
oleh tanaman tersebut. Jika tanaman kekurangan satu unsur hara saja
(makro/mikro), walaupun unsur hara yang lain cukup banyak, maka
produktivitas pertumbuhan tanaman akan terganggu. Kuncinya adalah,
pengelompokan kandungan unsur hara makro dan mikro dalam tanah dapat
kita gunakan untuk memperkirakan kebutuhan unsur hara tanaman. Dengan
itu kita dapat memberikan unsur hara (pupuk) dalam jumlah yang lengkap
dan seimbang sehingga kebutuhan sumber hara pada tanah akan optimal dan
terjaga.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari makalah ini yaitu :
1. Apa sajakah unsur-unsur hara makro tumbuhan?
2. Apa saja fungsi unsur-unsur hara makro pada tumbuhan?
3. Apa yang terjadi jika tumbuhan kekurangan dan kelebihan unsure makro
tersebut?

2
C. Tujuan
Tujuan dari makalah ini yaitu :
1. Dapat mengetahui unsur-unsur hara makro tumbuhan
2. Dapat mengetahui fungsi unsur-unsur hara makro pada tumbuhan
3. Dapat mengetahui keadaan tumbuhan jika kekurangan dan kelebihan
unsure makro.

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Unsur Hara Secara Umum


Unsur hara merupakan zat esensial bagi tanaman yang mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan fisiologi tanaman. Unsure hara juga disebut
unsur esensial karena setiap unsure hara tersebut harus ada dalam jumlah
tertentu bagi tanaman. Unsur hara tediri atas dua macam yaitu unsur hara
makro dan unsur hara mikro (Yusuf , 2009).
Unsur hara makro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam
jumlah banyak yaitu besar dari 500 ppm. Unsur hara makro terdiri dari
Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium
(K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Belerang (S). sedangkan unsure hara
mikro mikro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang
sedikit atau kurang dari 100 ppm. Unsur hara mikro terdiri dari Besi (Fe),
Mangan (Mn), Boron (B), Mo, Tembaga (Cu), Seng (Zn) dan Klor (Cl) (Ardi,
2007).
Ketersediaan unsur hara di dalam tanah secara umum dibagi kepada
dua, yaitu:
1. Bentuk senyawa kompleks yang sukar larut
2. Bentuk sederhana dan mudah tersedia bagi tanaman.
Bentuk kimia unsur hara dibagi kepada dua bentuk, yaitu :

1. Bentuk Organik, yaitu unsur hara yang terdapat dalam persenyawaan

organik. Unsur C, H, O, N, P, S kebanyakan terdapat dalam bentuk ini.

2. Bentuk Anorganik. Bentuk ini umumnya terdiri atas tiga status, yaitu :

a) Bentuk mineral

b) Bentuk teradsorpsi, dan

c) Bentuk tertukarkan atau bentuk larut (ion).

4
Setiap unsure tersebut memiliki fungsi tesendiri pada pertumbuhan

dan perkembangan fisiologis tanaman. Kekurangan atau ketidaksediaan salah

satu unsure hara maka akan terjadi gangguan pada pertumbuhan dan

perkembangan fisiologis tanaman tersebut. Hal ini disebabkan kerena setiap

unsure memiliki fungsi tersendiri dalam proses metabolism tanaman, maka

apabila salah satu fungsi tidak terpenuhi maka semua proses metabolism

tanaman akan terganggu. (Wahono, 2011).

B. Unsur Hara Makro


Tanaman memerlukan unsure hara makro dan mikro yang seimbang,

karena jika kekurangan unsure hara (baik makro maupun mikro) atau

kelebihan unsure hara, maka tanaman tidak akan tumbuh dengan baik. Unsure

hara makro terdiri dari Nitrogen (N), Pospor (P), Kalium (K), Calsium (Ca),

Magnesium (Mg), dan Belerang/Sulfur (S).

1. Nitrogen (N)

Unsur Nitrogen dengan lambang unsur N, sangat berperan dalam


pembentukan sel tanaman, jaringan, dan organ tanaman. Nitrogen
memiliki fungsi utama sebagai bahan sintetis klorofil, protein, dan asam
amino. Oleh karena itu unsur Nitrogen dibutuhkan dalam jumlah yang
cukup besar, terutama pada saat pertumbuhan memasuki fase vegetatif.
Bersama dengan unsur Fosfor (P), Nitrogen ini digunakan dalam
mengatur pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.
Terdapat 2 bentuk Nitrogen, yaitu Ammonium (NH4) dan Nitrat
(NO3). Berdasarkan sejumlah penelitian para ahli, membuktikan
Ammonium sebaiknya tidak lebih dari 25% dari total konsentrasi
Nitrogen. Jika berlebihan, sosok tanaman menjadi besar tetapi rentan
terhadap serangan penyakit. Nitrogen yang berasal dari amonium akan
memperlambat pertumbuhan karena mengikat karbohidrat sehingga

5
pasokan sedikit. Dengan demikian cadangan makanan sebagai modal
untuk berbunga juga akan minimal. Akibatnya tanaman tidak mampu
berbunga. Seandainya yang dominan adalah Nitrogen bentuk Nitrat ,
maka sel-sel tanaman akan kompak dan kuat sehingga lebih tahan
penyakit. Untuk mengetahui kandungan N dan bentuk Nitrogen dari
pupuk bisa dilihat dari kemasan.
Adapun fungsi Nitrogen secara umum yaitu :
1. Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.
2. Merupakan bagian dari sel ( organ ) tanaman itu sendiri.
3. Berfungsi untuk sintesa asam amino dan protein dalam tanaman.
4. Merangsang pertumbuhan vegetatif ( warna hijau ) seperti daun.
Ciri-ciri tanaman yang kekurangan Nitrogen dapat dikenali dari
daun bagian bawah. Daun pada bagian tersebut menguning karena
kekurangan klorofil. Pada proses lebih lanjut, daun akan mengering dan
rontok. Tulang-tulang di bawah permukaan daun muda akan tampak
pucat. Pertumbuhan tanaman melambat, kerdil dan lemah. Akibatnya
produksi bunga dan biji pun akan rendah. Tanaman yang kekurangan
unsur N gejalanya : pertumbuhan lambat/kerdil, daun hijau kekuningan,
daun sempit, pendek dan tegak, daun-daun tua cepat menguning dan
mati.

Kelebihan jumlah Nitrogen pun perlu diwaspadai. Ciri-ciri


tanaman apabila unsur N-nya berlebih adalah warna daun yang terlalu
hijau, tanaman rimbun dengan daun. Proses pembuangan menjadi lama.

6
Adenium bakal bersifat sekulen karena mengandung banyak air. Hal itu
menyebabkan tanaman rentan terhadap serangan jamur dan penyakit,
serta mudah roboh. Produksi bunga pun akan menurun.

2. Phospat (P)
Unsur Fosfor (P) merupakan komponen penyusun dari beberapa
enzim, protein, ATP, RNA, dan DNA. ATP penting untuk proses
transfer energi, sedangkan RNA dan DNA menentukan sifat genetik dari
tanaman. Unsur P juga berperan pada pertumbuhan benih, akar, bunga,
dan buah. Pengaruh terhadap akar adalah dengan membaiknya struktur
perakaran sehingga daya serap tanaman terhadap nutrisi pun menjadi
lebih baik. Bersama dengan unsur Kalium, Fosfor dipakai untuk
merangsang proses pembungaan. Hal itu wajar sebab kebutuhan tanaman
terhadap fosfor meningkat tinggi ketika tanaman akan berbunga.
Adapun fungsi umum dari fosfor yaitu :
1. Berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam
tanaman
2. Merangsang pembungaan dan pembuahan.
3. Merangsang pertumbuhan akar.
4. Merangsang pembentukan biji.
5. Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel.
Kekurangan Pospor ciri-cirinya dimulai dari daun tua menjadi
keunguan dan cenderung kelabu. Tepi daun menjadi cokelat, tulang daun
muda berwarna hijau gelap. Hangus, pertumbuhan daun kecil, kerdil, dan
akhirnya rontok. Fase pertumbuhan lambat dan tanaman kerdil. Tanaman
yang kekurangan unsur P gejalanya : pembentukan buah/dan biji
berkurang, kerdil, daun berwarna keunguan atau kemerahan ( kurang
sehat ).

7
Kelebihan P menyebabkan penyerapan unsur lain terutama unsur
mikro seperti besi (Fe) , tembaga (Cu) , dan seng (Zn) terganggu. Namun
gejalanya tidak terlihat secara fisik pada tanaman.
Tersedianya fosfat sangat dipengaruhi oleh pH tanah, pada pH
rendah ion fosfat membentuk senyawa yang tidak larut dengan
Aluminium dan besi. Sedangkan, pada pH tinggi fosfat terikat sebagai
senyawa kalsium. pH optimum untuk fosfat yaitu 6,5. Pemberian pupuk
fosfat, tidak seluruhnya tersedia untuk tanaman, karena terikat pada
partikel tanah. Agar tanaman dapat memperoleh fosfat sesuai kebutuhan,
maka pemberian fosfat harus melampaui daya fiksasi tanah.

3. Kalium (K)
Unsur Kalium berperan sebagai pengatur proses fisiologi tanaman
seperti fotosintetis, akumulasi, translokasi, transportasi karbohidrat,
membuka menutupnya stomata, atau mengatur distribusi air dalam
jaringan dan sel. Kekurangan unsur ini menyebabkan daun seperti
terbakar dan akhirnya gugur.
Unsur kalium berhubungan erat dengan kalsium dan magnesium.
Ada sifat antagonisme antara kalium dan kalsium dan juga antara kalium
dan magnesium. Sifat antagonisme ini menyebabkan kekalahan salah
satu unsur untuk diserap tanaman jika komposisinya tidak seimbang.
Unsur kalium diserap lebih cepat oleh tanaman dibandingkan kalsium

8
dan magnesium. Jika unsur kalium berlebih gejalanya sama dengan
kekurangan magnesium. Sebab, sifat antagonisme antara kalium dan
magnesium lebih besar daripada sifat antagonisme antara kalium dan
kalsium. Kendati demkian, pada beberapa kasus, kelebihan kalium
gejalanya mirip tanaman kekurangan kalsium.
Fungsi umum unsure kalium yaitu :
1. Berfungsi dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil asimilasi,
enzim dan mineral termasuk air.
2. Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit.
3. Membantu pembentukan protein dan karbohidrat
4. Berperan memperkuat tubuh tanaman, mengeraskan jerami dan
bagian kayu tanaman agar daun, bunga dan buah tidak mudah gugur.
5. Meningkatkan mutu dari buah/biji.
Kekurangan unsur K terlihat dari daun paling bawah yang kering
atau ada bercak hangus. Kekurangan unsur ini menyebabkan daun seperti
terbakar dan akhirnya gugur. Bunga mudah rontok dan gugur. Tepi daun
hangus, daun menggulung ke bawah, dan rentan terhadap serangan
penyakit. Tanaman yang kekurangan unsur K gejalanya : batang dan
daun menjadi lemas/rebah, daun berwarna hijau gelap kebiruan tidak
hijau segar dan sehat, ujung daun menguning dan kering, timbul bercak
coklat pada pucuk daun.

9
Kelebihan K menyebabkan penyerapan Ca dan Mg terganggu.
Pertumbuhan tanaman terhambat. sehingga tanaman mengalami
defisiensi.

4. Kalsium (Ca)
Kalsium berperan sebagai pembentuk didinding sel tanaman.
Kalsium juga berfungsi untuk mengeraskan bagian kayu tanaman,
merangsang pertumbuhan akar halus, mempertebal dinding sel buah, dan
merangsang pertumbuhan biji. Unsur hara ini dapat diperoleh dari pupuk
kandang, juga dari penambahan kapur, baik kapur dolomit
(CaCOMgCO), kalsit (CaCO), maupun kalsium khlorida (CacCI).
Kekurangan kalsium pada tanaman menyebabkan penyakit fisiologis.
Biasanya ditandai dengan gejala mirip serangan blossom and root. Gejala
mudah dikenali lewat tanda-tanda khas yang tampak dari daun hingga
buahnya.
Unsur kalsium merupakan komponen yang menguatkan dan
mengatur daya tembus serta merawat dinding sel. Perannya sangat
penting pada titik tumbuh akar. Bahkan bila terjadi defiensi unsure Ca,
pembentukan dan pertumbuhan akar terganggu, dan berakibat
penyerapan hara terhambat. Unsure Ca berperan dalam proses
pembelahan dan perpanjangan sel , dan mengatur distribusi hasil
fotosintesis.
Gejala kekurangan kalsium yaitu titik tumbuh lemah , terjadi
perubahan bentuk daun , mengeriting , kecil , dan akhirnya rontok.
Kalsium menyebabkan tanaman tinggi tetapi tidak kekar. Karena berefek
langsung pada titik tumbuh maka kekurangan unsur ini menyebabkan
produksi bunga terhambat. Bunga gugur juga efek kekurangan kalsium.
Sedangkan, kelebihan kalsium tidak berefek banyak, hanya
mempengaruhi pH tanah.

10
5. Magnesium (Mg)
Magnesium adalah aktivator yang berperan dalam transportasi
energi beberapa enzim di dalam tanaman. Unsur ini sangat dominan
keberadaannya di daun, terutama untuk ketersediaan klorofil. Jadi
kecukupan magnesium sangat diperlukan untuk memperlancar proses
fotosintesis. Unsur ini juga merupakan komponen inti pembentukan
klorofil dan enzim diberbagai proses sintesis protein.
Magnesium bermanfaat dalam penyusunan klorofil, mengaktifkan
enzim yang berhubungan dengan metabolisme karbohidrat, dan
menambah kadar minyak pada tanaman. Unsur hara ini diperoleh dari
pupuk kandang, kapur dolomit, kieserite (MgSO.HO), dan pupuk daun
yang mengandung Mg.
Adapun fungsi unsur magnesium secara umum yaitu :
1. Merupakan penyusun utama khlorofil yang menentukan laju
fotosintesa / pembentukan karbohidrat.
2. Berfungsi untuk transportasi fosfat.
3. menciptakan warna hijau pada daun.
Kekurangan magnesium menyebabkan sejumlah unsur tidak
terangkut karena energi yang tersedia sedikit. Yang terbawa hanyalah
unsur berbobot ringan seperti nitrogen. Akibatnya terbentuk sel-sel
berukuran besar tetapi encer. Jaringan menjadi lemah dan jarak antar ruas
panjang. Ciri-ciri ini persis seperti gejala etiolasi-kekurangan cahaya
pada tanaman. Kekurangan unsur magnesium pada tanaman juga
menyebabkan klorosis (menguning) pada tulang-tulang daun yang sudah

11
tua. Selain itu, warna daun akan berubah menjadi kuning dan muncul
bercak-bercak coklat di permukaanya. Muncul bercak-bercak kuning di
permukaan daun tua. Hal ini terjadi karena Mg diangkut ke daun muda.
Daun tua menjadi lemah dan akhirnya mudah terserang penyakit
terutama embun tepung (powdery mildew).

6. Sulfur (S)
Sulfur diperlukan tanaman untuk membantu pembentukan zat hijau
daun, penyusunan perotein, dan vitaman. Selain diperoleh dari pupuk
kandang, unsur hara ini juga bisa diperoleh dari penambahan pupuk
buatan ZA, pupuk daun, dan pupuk multi-micro yang mengandung 5,3%
sulfur. Jika tanaman kekurangan sulfur, pada daun-daunya akan muncul
gejala klorosis (menguning).
Pada umumnya belerang dibutuhkan tanaman dalam pembentukan
asam amino sistin, sistein dan metionin. Disamping itu, unsur S juga
merupakan bagian dari biotin, tiamin, ko-enzim A dan glutationin.
Diperkirakan 90% S dalam tanaman ditemukan dalam bentuk asam
amino, yang salah satu fungsi utamanya adalah penyusun protein yaitu
dalam pembentukan ikatan disulfida antara rantai-rantai peptida.
Belerang (S) merupakan bagian (constituent) dari hasil metabolisme
senyawa-senyawa kompleks. Belerang juga berfungsi sebagai aktivator,
kofaktor atau regulator enzim dan berperan dalam proses fisiologi
tanaman.

12
Jumlah unsure S yang dibutuhkan oleh tanaman sama dengan
jumlah fosfor (P). Kekurangan unsur S menghambat sintesis protein dan
hal inilah yang dapat menyebabkan terjadinya klorosis seperti tanaman
kekurangan nitrogen. Unsure S lebih menekan pertumbuhan tunas dari
pada pertumbuhan akar. Gejala unsur S lebih nampak pada daun muda
dengan warna daun yang menguning sebagai mobilitasnya sangat rendah
di dalam tanaman (Haneklaus dan Penurunan kandungan klorofil secara
drastis pada daun merupakan gejala khas pada tanaman yang mengalami
kahat S . Kahat S menyebabkan terhambatnya sintesis protein yang
berkorelasi dengan akumulasi N dan nitrat organik terlarut). Kekurangan
S pada tanaman pada umumnya mirip kekurangan unsur nitrogen.
misalnya daun berwarna hijau mudah pucat hingga berwarna kuning,
tanaman kurus dan kerdil, perkembangannya lambat.

Secara umum, fungsi unsure S bagi tanaman yaitu :


1. Membantu pembentukan asam amino dan pertumbuhan tunas serta
membantu pembentukan bintil akar tanaman
2. Membantu pertumbuhan anakan pada tanaman
3. Berperan dalam pembentukan klorofil serta meningkatkan ketahanan
terhadap jamur
4. Pada beberapa jenis tanaman antara lain berfungsi membentuk
senyawa minyak yang menghasilkan aroma dan juga aktifator enzim
membentuk papain.

13
7. Hidrogen (H)

Tanaman bersamaan dengan air dengan bantuan cahaya biru dari

cahaya matahari maka unsure H akan lepas dari H2O, melalui sitem yang

disebut hidrolisis. Hydrogen ini juga berfungsi sebagai salah satu bahan

untuk membuat karbohidrat (C6H12O6), dimana karbohidrat merupakan

sumber energi berikutnya bagi tanaman, yaitu penghasil ATP melalui

sistem glikolisis.

Keberadaan unsure hidrogen bagi tanaman tergantung jumlah air

yang ada di dalam tanah. Air sangat penting bagi tanaman selain

penghasil hidrogen, air juga berperan sebagai pelarut zat hara di dalam

tanah sehingga tanaman bisa menyerap zat hara tersebut. Kekurangan air

maka akan menyebabkan kelayuan bagi tanaman bahkan kematian bagi

tanaman. Hal ini disebabkan fotosintesis terganggu karena sumber

energinya tidak ada dan zat hara tidak bisa diserap tanaman karena zat

hara tidak dalam bentuk terlarut atau berbentuk ion-ion.

8. Carbon (C)

Fungsi unsure hara carbon:

a. Sebagai bahan pembangun bahan organic

b. Diabsorpsi oleh tanaman dalam bentuk CO2

c. Di atas permukaan tanah terdapat 0,053 0,28%

d. Di atas daun sekitar 0,04 0,067%

e. Satu meter diatas tanah sekitar 0,07%

14
9. Oksigen (O2)

a. Terdapat dalam bahan organic sebagai atom dan sebagai bahan

pembangun.

b. Diambil tanaman dalam bentuk CO2

c. Sumber tidak terbatas dan diperlukan dalam proses pernafasan.

15
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini yaitu :
1. Unsur hara makro terdiri dari Nitrogen (N), Pospor (P), Kalium (K),
Calsium (Ca), Magnesium (Mg), dan Belerang/Sulfur (S) dengan unsure
tambahan Hidrogen (H), Carbon (C), dan Oksigen (O).
2. Pada dasarnya, unsur-unsur makro yang dibutuhkan oleh tumbuhan
memiliki fungsi masing-masing dalam membantu pertumbuhan
tumbuhan. Secara umum, unsure-unsur makro tersebut berfungsi dalam
membantu pertumbuhan tumbuhan agar lebih optimal dan dapat tumbuh
dengan baik.
3. Secara umum, kekurangan ataupun kelebihan unsur-unsur makro
tumbuhan seperti unsur Nitrogen, Pospor, Kalium, Calsium, Magnesium,
Sulfur, Hidrogen, Carbon dan Oksigen dapat menyebabkan terganggunya
proses pertumbuhan tumbuhan yang menyebabkan tumbuhan tidak dapat
tumbuh secara optimal.

B. Saran
Saran yang dapat diajukan dari makalah ini sebaiknya untuk
mengetahui lebih jauh mengenai unsure-unsur hara makro pada tumbuhan
perlu dilakukan pengkajian yang lebih mendalam lagi.

16
Daftar Pustaka

Anonim, 2011, Unsur Makro dan Mikro Pada Tumbuhan.

https://anieensama.wordpress.com/2011/07/26/unsur-makro-dan-mikro-

pada-tumbuhan/ diposkan pada tanggal 26 July 2011.

Ardi, R., 2007, Unsure Hara Makro dan Mikro Dalam Tanah.

http://rioardi.wordpress.com/2007/09/03/unsur-hara-dalam-tanah-makro-

dan-mikro/ diposkan pada tangga 27 September 2013.

Mitra, 2013, Mengenal Unsur Hara Makro dan Mikro.

http://stockist-hcs.com/unsur-hara-makro-mikro/ diposkan pada tanggal

08 Agustus 2013.

Nasa, Slamet, 2015, Mengenal Jenis Unsur Hara Makro dan Mikro.

http://mitranasa.com/mengenal-jenis-unsur-hara-makro-mikro/ diposkan

pada tanggal 7 Desember 2015.

Nurdiyah, 2013, Unsur Makro dan Mikro yang Dibutuhkan Tanaman.

http://diyahchianklugu.blogspot.co.id/2013/07/unsur-makro-dan-mikro-

yang-dibutuhkan.html diposkan pada tanggal 23 July 2013.

Prayogo, 2012, Unsur Hara Makro dan Mikro.

http://yagipray.blogspot.co.id/2012/05/normal-0-false-false-false-en-us-

x-none.html diposkan pada Mei 2012 pukul 05.11 WIB.

Rahman , D. T., 2014, Unsur Makro dan Mikro yang Dibutuhkan Tanaman.

http://organichcs.com/2014/05/03/unsur-makro-dan-mikro-yang-

dibutuhkan-oleh-tanaman/ diposkan pada tanggal 3 Mei 2014.

Siburian, H., 2014, Jenis-Jenis Unsur Hara Makro dan Mikro.

17
http://www.tipsberkebun.com/unsur-hara-makro.html diposkan pada

Senin, 28 September 2014.

Wahono, H., 2011, Identifikasi Gejala Defisiensi dan Kelebihan Unsur Hara

Mikro Pada Tanaman.

http://haikalblog.blogspot.com/2011/05/11/identifikasi_gejalah_defisiens

i_dan kelebihan_unsur_hara_mikro_pada_tanaman.html. diposkan pada

tanggal 11 Mei 2011.

Yusuf, T., 2009, Unsur Hara dan Fungsinya.

http://tohariyusuf.wordpress.com/2009/04/04/unsur-hara-dan-fungsinya/

diposkan pada tangga 04 April 2009.

18