Anda di halaman 1dari 24

ANALISA DISAIN BREASTING DOLPHIN PADA PELABUHAN CPO & CPKO

KALIMANTAN TIMUR

1. BACKGROUND

Untuk menunjang operasi loading unloading CPO dan CPKO, maka akan dibangun sebuah
dermaga baru di salah satu muara sungai di Kalimantan Timur, untuk suatu saat
menggantikan dermaga existing yang terbuat dari kayu, yang kapasitasnya sudah tidak
mencukupi kebutuhan. Pembangunan dermaga baru ini akan dilaksanakan dalam 2 tahap,
dimana setelah tahap-1 selesai, maka dermaga existing akan tetap beroperasi bersama-sama
dengan dermaga baru tahap-1. Dermaga baru tahap-2 akan dibangun kemudian, dimana
dermaga existing akan berhenti beroperasi dan dibongkar setelah dermaga baru tahap-2
selesai. Rencana operasi keseluruhan dermaga ini menentukan pembagian tahap-1 dan tahap-
2 dari dermaga baru, serta posisi jetty head.Jadi selain geotechnical engineers, yang berperan
penting didalam pekerjaan ini adalah seseorang yang menguasai dengan detail operasi suatu
dermaga, termasuk peralatan-peralatan pada dermaga. Uraian berikut menjelaskan mengenai
perencanaan fondasi untuk Breasting dolphin, Jetty Head dan Trestle.

2. JETTY LAYOUT

Ukuran kapal yang akan bersandar pada dermaga ini sangat bervariasi, dari kapal yang
terkecil dengan panjang 34 m s/d kapal terbesar dengan panjang 92 m. Sesuai permintaan
owner bahwa baik kapal kecil maupun kapal besar harus dapat bersandar pada sembarang
tempat sepanjang dermaga, maka jarak antara breasting dolphin ditentukan berdasarkan
panjang kapal yang terkecil, sehingga jarak antara breasting dolphin yang digunakan adalah 9
m ~ 12 m, akan tetapi gaya tumbukan kapal terbesar yang digunakan untuk mendesain
fondasi breasting dolphin. Simulasi berbagai kemungkinan bersandarnya kapal dari berbagai
ukuran perlu dilakukan untuk menentukan posisi eksak beberapa tipe breasting dolphin yang
digunakan, seperti diilustrasikan pada Gbr.-1.
Gbr.-1: Jetty Layout
Rencana jetty terdiri dari
a. 16 Breasting Dolphin (B1 ~ B16),
b. 2 Mooring Dolphin (MD1 dan MD2),
c. Jetty Head dan Trestle.

Breasting dolphin didesain untuk kapal tipe Barge 300ft dengan kapasitas 5000 DWT. Kapal
tipe Barge 300ft ini sebenarnya berkapasitas 7500 DWT dengan draft = 4.8 m, tetapi karena
elevasi river bed di -4.2 m LWS maka draft available hanya 3.2m. Jadi kapasitas kapal
dibatasi 5000 DWT saja. Khusus untuk breasting dolphin B13 dan B14, kedua sisinya akan
digunakan untuk bersandar kapal; pada sisi sungai untuk bersandar kapal 5000 DWT dan
pada sisi darat untuk bersandar tugboat (lihat Gbr-1). Tidak ada data untuk tugboat sehingga
dengan persetujuan owner, data yang digunakan dalam analisa adalah data kapal terkecil (750
DWT).

Pada Jetty Head terdapat 3 buah breasting dolphin, tetapi sistem struktur Jetty Head dan
breasting dolphin terpisah, dengan jarak tertentu untuk mengantisipasi defleksi breasting
dolphin akibat tumbukan kapal. Jadi Jetty head tidak perlu didesain untuk menahan beban
tumbukan kapal.

3. DATA YANG DIGUNAKAN DALAM DESAIN

3.1 Data Pasang Surut

Elevasi pasang surut yang digunakan dalam desain adalah sebagai berikut :
a. HWS = + 2.5 m
b. LWS = + 0.0 m

Elevasi Dolphin dan Jetty Deck


Elevasi deck dari dolphin dan jetty tergantung pada water depth dan tidal range
a. Water depth 4.2 m < 4.5 m
b. Tidal range 2.5 m < 3m

Elevasi deck menurut standard Jepang = HWS + (0.5 ~ 1.5 m)


= +2.5 + (0.5 ~ 1.5)
= +3.0 m ~ + 4.0 m
Elevasi deck diambil pada +4.0m

3.2 Data Tanah

Profil tanah serta plot NSPT vs Kedalaman disajikan pada Gbr. 2. Parameter tanah yang
digunakan dalam desain juga disajikan pada Gbr.-2. River bed (permukaan tanah) terletak
pada -4.2 m LWS.
Gbr.2: Profil Tanah dan Parameter Tanah
3.3 Data Kapal

Disetiap tempat dari dermaga baru harus dapat digunakan untuk bersandarnya semua
ukuran kapal yang biasa bersandar. Oleh karena itu setiap dolphin harus didesain untuk
bersandarnya kapal terbesar, yaitu kapal 5000 DWT, kecuali sisi dalam dolphin B13 dan
B14, yang hanya didesain untuk bersandarnya kapal terkecil, yaitu kapal 750 DWT.
Data-data dari kapal 5000 DWT dan 750 DWT adalah seperti Tabel-1 berikut :

4. DESAIN FONDASI BREASTING DOLPHIN

4.1 Sistem Fondasi Breasting Dolphin

Sistem fondasi breasting dolphin terdiri dari kelompok tiang-tiang baja (group of steel
pipe pile) yang diikat dengan pile cap beton pada bagian atas. Steel pipe pile yang
digunakan terdiri dari tiang tegak dan tiang miring. Dimensi serta mutu steel pipe pile
yang digunakan adalah :
1. Outer Diameter (OD) = 812 mm
2. Thickness (t) = 16 mm
3. Mutu baja : BJ 37, fy = 2400 kg/cm2

4.2 Tipe Breasting Dolphin

Berdasarkan tipe kapal yang akan bersandar dan peralatan yang akan ada pada deck
dolphin maka ke enam belas breasting dolphin dikelompokkan kedalam 4 tipe tergantung
dari luas deck yang dibutuhkan, seperti dirangkumkan pada table berikut ini :

Tabel Tipe Breasting Dolphin

Sumber :
Perlu dicatat bahwa kebutuhan luas pile cap untuk kebutuhan fondasi dari keseluruhan
dolphin, kecuali dolphin B13 dan B14, sebenarnya hanya 4m x 4m, oleh karena itu untuk
memenuhi kebutuhan deck area untuk peralatan, dipenuhi dengan menambahkan
cantilever beam + concrete deck dengan panjang 1 m untuk Tipe-2 dan 2.5 m untuk Tipe-
3. Sketsa denah fondasi serta potongan untuk masing-masing tipe breasting dolphin
disajikan pada Gbr.-3.1 dan 3.2.

Gbr.3.1.: Denah dan Potongan Breasting Dolphin, (A) Tipe-1 dan (B) Tipe-2
Gbr.3.2.: Denah dan Potongan Breasting Dolphin, (C) Tipe-3 dan (D) Tipe-4
4.3 Beban-Beban Yang Bekerja Pada Konstruksi Breasting Dolphin

1. Pembebanan arah vertikal Pada Konstruksi Breasting Dolphin


Beban Vertikal (DL dan LL)
DL terdiri dari : berat sendiri breasting dolphin, berat fender, berat bolard, berat
pipe rack, berat pompa, berat catwalk.

2. Pembebanan Arah Horizontal Pada Konstruksi Breasting Dolphin

a) BEBAN SANDAR AKIBAT BENTURAN KAPAL (BERTHING LOAD)


UNTUK MENDAPATAKAN GAYA FENDER

Berthing energy dihitung dengan menggunaka formula sbb :

dimana :
E = Berthing load ( ton-m )
w1 = Displacement tonnage ( ton )
v = Berthing speed ( m/s ) = 0.15 m/s
g = Gravity acceleration = 9.8 m/ s2
Ce = Eccentricity factor
Cm= Virtual mass factor
Cs = Softness factor
Cc = Berth Configuration coefficient

Menghitung Koefisien Massa Semu (Cm)


Koefisien massa tergantung pada gerakan air disekeliling kapal yang dapat
dihitung dengan persamaan berikut
d
Cm 1 .
2.Cb B
=
W
Cb
Lpp.B.d .wo
dengan harga Cb, yaitu dimana Lpp = 0,846, Loa 1,0193
Dimana :
Cb = Koefisien blok kapal
d = Draft kapal (m)
B = Lebar kapal (m)
Wa = Additional weight
W = Displacement tonnage atau Volume air yang dipindahkan kapal
wo = Berat jenis air laut = 1025 kg/m3
Loa= (length over all, Loa) : Total Panjang kapal dari muka air atau Panjang Total
adalah panjang kapal dihitung dari ujung depan (haluan) sampai ujung
belakang (buritan).
Lpp= (Length Between Perpendicular, Lpp),panjang kapal atau Panjang
garis air adalah panjang antara kedua ujung design load water line.

Menghitung W :
Diktat Pelabuhan, Bambang Triatmodjo, hal 170, 1997
W = 1,687 x DWT0,969 (ton) = 1,687 x 5000 Ton = 8435 Ton

Menghitung Lpp :
Panjang garis air dapat dihitung dengan rumus Kapal barang :
Lpp = 0,846 Loa1,0193
Dengan harga Loa = 98 m
Kapal barang : Lpp = 0,846 Loa1,0193

W
Cb
Lpp.B.d .wo
Menghitung Cb : =
W = Ton
Loa = m
Lpp = m
Lebar (B) = m
Draft (d) = m
wo = Berat jenis air laut = 1025 kg/m3 = 1,025 Ton/m3.

Sehingga Harga Koefisien Massa Semu (Cm)


d
Cm 1 .
2.Cb B
=

Menghitung Koefisien Eksentrisitas (Ce)


Koefisien eksentrisitas adalah perbandingan antara energi sisa dengan energi
kinetik kapal yang merapat. Dapat dihitung dengan rumus berikut :
1
Ce
r
1 l
2

Menghitung harga l
l = jarak sepanjang permukaan air dermaga dari pusat berat kapal sampai titik
sandar kapal
untuk Struktur Dolphin : harga l = 1/6 Loa =

Menghitung harga r
r = jari-jari putaran disekeliling pusat berat kapal pada permukaan air yang
didapat dari grafik antara nilai r dan L terhadap koefisien blok (Cb)
Cb = koefisien blok kapal = 1,020
Loa= m

r Jari. jari.Girasi

L Panjang.kapal

Cb = Koef
Blok
Gambar Grafik perbandingan antara nilai r dan L terhadap koefisien blok (Cb)

r Jari. jari.Girasi

L Panjang.kapal
maka didapat =
Sehingga r = m
1
Ce
1 l r 2

Sehingga harga Koefisien Eksentrisitas =


Menentukan Koefisien Softness (Cs)
Nilai koefisien softness diambil sebesar =1 (OCDI) dengan asumsi tidak terjadi
deformasi.
Sehingga Cs = 1

Menentukan Koefisien Konfigurasi Penambatan (Cc)


Untuk jenis struktur struktur Dolphin dengan pondasi tiang, nilai Cc = 1

Sehingga didapat :

Koefisien Eksentrisitas (Ce) =

Koefisien Massa Semu (Cm) =


Koefisien Softness (Cs) =
Koefisien Konfigurasi Penambatan (Cc) =
W = Displacement tonnage = Ton
V = Kecepatan Merapat = m/det
g = Percepatan gravitasi = m/det2

Gaya Benturan Kapal (Berthing Load) menjadi seperti berikut:

W .V 2
Ef .Ce.Cm.Cs.Cc
2.g
= Tonm

Ef
E. fender
2
Energi yang diserap fender =

Dari besarnya berthing load, ditentukan fender yang dipakai, dan masing-
masing tipe fender memberikan gaya lateral pada dolphin seperti dibawah
ini.

a) Untuk kapal 5000 DWT,


maka Berthing load= 9.77 ton-m
Dipakai Fender Bridgestone Tipe FV005-4-2 dengan kemampuan
menyerap energy sebesar 10 ton-m. Reaction force/Gaya lateral = 75 ton
b) Untuk kapal 750 DWT
Berthing load = 2.51 ton-m,
Dipakai Fender Bridgestone Tipe FV005-4-4 dengan kemampuan
menyerap energy sebesar 5 ton-m. Reaction force/Gaya lateral = 38 ton

b) BEBAN AKIBAT TAMBAT KAPAL (MOORING LOAD) UNTUK


MENDAPATAKAN DISAIN BOLARD

Akibat Gaya Angin

a) Gaya Angin Transversal


Gaya angin transversal terjadi apabila angin datang dari arah lebar (= 90 0)
Rumus 1 (Quinn, 1972): FTW = 1,1.Qw.Aw
di mana: Qw = tekanan angin (kg/m2)
Aw = luas bagian yang tertiup angin (m2)

b) Gaya Angin Longitudinal


Rumus 2 (Quinn, 1972): Gaya akibat angin maksimum terjadi saat berhembus
Vw 2
Fw Cw * w * Aw *
2g
angin dari arah lebar:
dimana :
Fw = Gaya akibat angin arah tegak lurus kapal (Kgf) atau kg
w = Berat jenis udara = 1,225 Kg/m3
g = Percepatan gravitasi = 9,81 m/dt2
Aw = Proyeksi bidang yang tertiup angin (m2)
Vw = Kecepatan angin di pelabuhan (m/dt )
Cw = Koefisien angin = 1,1

Berdasarkan persamaan dari buku Pelabuhan, Bambang Triatmojo, hal 172 173,
1997), Gaya Angin Longitudinal dibedakan atas :
a. Gaya longitudinal apabila angin datang dari arah haluan ( = 0),
Fw = 0,42 Qw Aw
b. Gaya longitudinal bila angin datang dari arah buritan ( = 180),
Fw = 0,5 Qw Aw
c. Gaya longitudinal bila angin datang dari arah lebar ( = 90),
Fw = 1,1 Qw Aw
Dimana : Fw = Gaya akibat angin (Kg)
Qw = Tekanan angin (Kg/m2) = 0,063 V2
Vw = Kecepatan angin (m/det)
Aw = Proyeksi bidang yang tertiup angin (m2)
= lebar kapal x (tinggi kapal draft) = B * (D d)

Berdasarkan persamaan dari buku Pelabuhan OCDI, 1999


Fw = 0,5 V2 (As.Cos2 + Af.Sin2 )
Dimana : Fw = Gaya akibat angin (ton)
= Berat Jenis Udara = 0,123 kgf s2/m4.
C = Koefisien Tekanan angin = 1,2
Af = luasan tampak depan kapal (m2)
As = luasan tampak samping kapal (m2)
V = Kecepatan angin
=0

Akibat Gaya Arus

Seperti halnya angin, arus yang bekerja pada bagian kapal yang terendam air juga
akan menyebabkan terjadinya gaya pada kapal yang kemudian diteruskan pada
dermaga dan alat penambat, besar gaya yang ditimbulkan oleh arus diberikan oleh
persamaan :
a. Gaya tekanan karena arus yang bekerja dari arah haluan, Rf = 0,14 S V2
b. Gaya tekanan karena arus yang bekerja dari arah sisi kapal, Rf = C V2 B1

Dimana :
Rf = Gaya akibat arus (Kgf)
S = Luas tampang kapal yang terendam air (m2) = L.Kapal x Freeboard
= Rapat massa air laut, = 104,5 (Kgf.det /m4)
C = Koefisien tekanan arus
V = Kecepatan arus (m/det)
B1 = Luas sisi kapal dibawah muka air (m2)


E .V 2
2g
Besar Energi akibat Arus adalah sebagai berikut :

Dimana : = Berat Jenis Air Laut

g = percepatan gravitasi = 9,81 m/dt2


V = Kecepatan Arus atau Angin (m/det)
3
d
FTC 0,22.QC .Loa.d 1
35
a) Gaya Arus Transversal
di mana: Qc = tekanan arus (kg/m2)
Loa = panjang kapal (m)
d = draft kapal (m)
3
d
FLC 0,07.QC .B..d 1
35
b) Gaya Arus Longitudinal
di mana: Qc = tekanan arus (kg/m2)
B = lebar kapal (m)
d = draft kapal (m)
Dari besarnya Mooring load, ditentukan Gaya Bolard yang dipakai, dan
masing-masing memberikan gaya lateral pada dolphin seperti dibawah ini.
Untuk kapal 5000 DWT Gaya bollard = 350 kN (horizontal)
Untuk kapal 750 DWT Gaya bollard = 150 kN (horizontal)
Untuk desain, perlu dimasukkan gaya bollard arah vertical sebesar 50%
gaya bollard horizontal.

Beban Arus (Current Load) pada Kapal


Beban Arus (Current Load) pada Pile
dimana kecepatan arus = 1.5 m/sec.
Current load baik pada kapal maupun pada tiang dihitung dengan rumus berikut:

dimana:
R = Gaya horizontal akibat arus:
Utk kapal, pada luas basah kapal arah tegak lurus arus;
Utk pile, pada penampang basah tiang dalam arah tegak lurus arus.
p = Water mass density
C = Constant:

Utk kapal Coefficient of Fluid Pressure, tergantung perbandingan water depth


dan draft kapal
Utk pile Drag Force Coefficient, tergantung pada bentuk pile:
circular tergantung Reynold Number dan surface roughness,
non circular tergantung angle of incident.
.
V = Kecepatan arus.
As = Luas basah penampang kapal atau tiang yang tegak lurus arah arus.
c) Beban Akibat Tarikan Kapal

Gaya akibat arus dan angin menyebabkan gaya benturan pada dermaga atau gaya
tarik akibat pada alat penambat pada dermaga. Gaya tarikan dapat dihitung dengan
cara:
a) gaya tarikan kapal pada bollard dapat dilihat pada tabel Untuk berbagai ukuran
kapal dalam GRT selain gaya tersebut yang bekerja secara horizontal maupun
yang bekerja secara vertikal sebesar 1/2 dari nilai yang tercantum pada tabel
b) Sedangkan Gaya Tarikan kapal pada Bitt, bekerja untuk berbagai ukuran kapal
dalam GRT yang bekerja dalam semua arah.
c) Gaya Tarikan kapal dengan ukuran yang tidak tercantum dalam tabel (kapal
dengan bobot kurang dari 200 ton atau lebih dari 100.000 ton) dan fasilitas
tambatan pada cuaca buruk harus ditentukan dengan memperhatikan cuaca
dan kondisi laut, konstruksi alat penambat dan data pengukuran gaya tarikan.

Tabel Gaya Tarikan Kapal

Bobot Kapal (GRT) Gaya Tarik Pada Bolard (Ton) Gaya Tarik Pada Bitt (ton)
200 500 15 15

500 1 000 25 25

1 000 2 000 35 25

2 000 3 000 35 35

3 000 5 000 50 35

5 000 10 000 70 50 (25)

10 000 15 000 100 70 (25)

15 000 20 000 100 70 (35)

20 000 50 000 150 100 (35)

50 000 100 000 200 100 (50)

Sumber : Triatmojo, 1996.

Nilai dalam kurung adalah untuk gaya pada tambatan yang dipasang disekitar
tengah kapal yang mempunyai tidak lebih dari 2 tali pengikat

d) Beban Akibat Gempa

Bangunan pelabuhan termasuk bangunan khusus (Dolphin), maka besaran koef


gempa harus dihitung 2 kali dari koef gempa dasar, dan arah gaya gempa harus
diperkirakan pada ke segala arah. Adapun besaran gaya gempa untuk bangunan
dermaga adalah :

F=k.W

= (kj.L.B).W

= f . ko . L . B

Dimana : F = Gaya Gempa

W = Beban vertical muatan hidup

k = Koef Gempa

kj = Koef Gempa pada tingkat bersangkutan

f = Koef Gempa pada tingkat pengguna bangunan

ko = koef gempa dasar

L = Faktor Laju Gempa

B = Faktor Tanah yang mendukung bangunan

Adapun besar koefisien gempa, faktor keutamaan dan faktor jenis struktur dapat
lihat pada tabel berikut ini :

Tabel Faktor-Faktor Akibat Gaya Gempa

Koef Gempa Faktor Faktor


Struktur Cd
=C Keutamaan = I Jenis Struktur =K

0,07
Dermaga 0,05 1,5 1,0
5
Banguna 0,07
0,05 1,5 1,0
n 5

Sumber : Peraturan Perencanaan Tahan Gempa Indonesia Untuk Gedung 1983

& SNI-03-1726 2003

Gaya Geser Horisontal Total akibat gempa dapat dihitung dengan persamaan :

Vx = Vy = C . I . K . Wt

Dimana : C = Koefisien Gempa dasar

I = Faktor Keutamaan

K = Faktor Jenis Struktur

Wt = Berat Total Struktur

Atau menggunakan rumus :

Gempa statik ekivalen dihitung dengan rumus sbb:

Dimana: Vi = Gaya gempa static ekivalen


C1 = koefisien gempa tergantung wilayah gempa
I = Faktor keutamaan
R = Faktor reduksi
Wt = Total DL.

Rangkuman data beban pada breasting dolphin disajikan pada Tabel-3.


Kombinasi beban yang digunakan dalam analisa breasting dolphin adalah sebagai berikut :
Untuk Breasting Dolphin Tipe-1, Tipe-2, dan Tipe-3
Load combination 1 = DL + LL + B + CP
Load combination 2 = DL + LL + M + C + CP
Load combination 3 = DL + LL + M + C + CP Ex 0.3 Ey
Load combination 4 = DL + LL + M + C + CP 0.3 Ex Ey
Load combination 5 = DL + LL + CP Ex 0.3 Ey
Load combination 6 = DL + LL + CP 0.3 Ex Ey

Untuk Breasting Dolphin Tipe-4


Load combination 1a = DL + LL + B(5000DWT) + CP
Load combination 1b = DL + LL + B(750DWT) + CP
Load combination 1c = DL + LL + B(5000DWT) + CP + M(750DWT) + C(750DWT)
Load combination 1d = DL + LL + B(750DWT) + CP + M (5000DWT) + C(5000DWT)
Load combination 2a = DL + LL + M(5000DWT) + C(5000DWT) + CP
Load combination 2b = DL + LL + M(750DWT) + C(750DWT) + CP
Load combination 3 = DL + LL + M(5000DWT) + C(5000DWT) + CP Ex 0.3Ey
Load combination 4 = DL + LL + M(5000DWT) + C(5000DWT) + CP 0.3 Ex 1.0 Ey
Load combination 5 = DL + LL + CP Ex 0.3 Ey
Load combination 6 = DL + LL + CP 0.3 Ex Ey

dimana :
DL = Dead Load
LL = Live Load
B = Beban Tumbukan Kapal (Berthing Load)
M = Beban Mooring
C = Beban Arus (Current Load) pada Kapal
CP = Beban Arus (Current Load) pada Pile
Ex, Ey = Beban Gempa arah X dan Y
4.4 Analisa Perhitungan Daya Dukung Tiang Konstruksi Breasting Dolphin

Untuk mengecheck reaksi tiang hasil analisa GROUP, perlu diketahui daya dukung tarik
dan tekan dari fondasi tiang. Hasil perhitungan daya dukung tiang disajikan pada Tabel-
4.

5. ANALISA BREASTING DOLPHIN

5.1 Metoda Analisa

Analisa breasting dolphin yang dibebani gaya-gaya seperti diuraikan diatas, dilakukan
menggunakan program GROUP 3D dari Ensoft, USA. Penggunaan program ini
dipercaya akan memberikan analisa dengan lebih akurat, dibandingkan jika
menggunakan program SAP yang biasa digunakan perencana dermaga dengan
background structural engineering. Alasannya adalah karena GROUP 3D mempunyai
kemampuan yang lebih baik untuk memodel tahanan tanah. Gaya-gaya yang bekerja
pada suatu dolphin, meliputi gaya aksial, gaya lateral, dan momen dipindahkan dulu
ketitik beratnya, baru dilakukan analisa.

Pemodelan konfigurasi tiang yang digunakan dalam analisa dengan program GROUP
3D disajikan pada Gbr.-4.1 untuk breasting dolphin Tipe-1, Tipe-2, and Tipe-3; dan
pada Gbr.-4.2 untuk breasting dolphin Tipe-4.
(a) Birds View (b) Side View

Gbr-4.1: Pemodelan Konfigurasi Tiang pada Analisa dengan Program GROUP 3D Untuk
Breasting Dolphin Tipe-1, Tipe-2, and Tipe-3

(a) Birds View (b) Side View

Figure-4.2 : Pemodelan Konfigurasi Tiang pada Analisa dengan Program GROUP 3D Untuk
Breasting Dolphin Tipe-4
5.2 Hasil Analisa

Rangkuman reaksi tiang maksimum dan stress tiang maksimum disajikan pada Tabel-
5.1 s/d 5.4. Dari hasil analisa pada semua tipe Breasting Dolphin pada Tabel 5.1 s/d
5.4 dapat disimpulkan sbb:
1. Reaksi tiang maksimum tekan = 1080 kN Qa tekan = 2900 kN ok
2. Reaksi tiang maksimum tarik = 639 kN Qa tarik = 1300 kN ok
3. Check Stress Pada Tiang
Mutu Baja BJ37 Yield stress (fy) = 2400 kg/cm2, dan Allowable stress =
1600 kg/cm2. Dari hasil analisa, maksimum stress pada tiang = 1480 kg/cm2
Allowable stress = 1600 kg/cm2 ok. Contoh pile stress contour disajikan
pada Gbr.- 5. Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa stress maksimum
terjadi pada kepala tiang.

Note : Unit Stress in kPa


Gbr-5 : Pile Stress Contour Breasting Dolphin Tipe-3 Load Comb. 3
6. DESAIN FONDASI JETTY HEAD DAN TRESTLE

6.1 Sistem Fondasi Jetty Head Dan Trestle

Sistem fondasi Jetty Head dan Trestle menggunakan steel pipe pile, dan terdiri dari
tiang tegak dan tiang miring. Pada awalnya fondasi yang digunakan tegak semua,
tetapi defleksi yang terjadi akibat kombinasi beban gempa relatif besar sehingga
digunakan kombinasi tiang tegak dan tiang miring . Trial and error dilakukan untuk
menentukan posisi tiang-tiang miring sehingga tidak saling bertabrakan dan efektif
menahan gaya lateral arah x dan y yang kurang lebih sama besar.Dimensi serta mutu
steel pipe pile yang digunakan adalah :
a. Outer diameter (OD) = 609 mm
b. Thickness (t) = 16 mm
c. Steel Grade: BJ 37 fy = 2400 kg/cm2

Denah fondasi Jetty Head danTrestle disajikan pada Gbr. 6

Gbr-6: Denah Fondasi Jetty Head dan Trestle


6.2 Beban-Beban Yang Bekerja Pada Jetty Head Dan Trestle

Beban-beban yang bekerja pada Jetty Head dan Trestle terdiri dari ;
a. Beban DL dan LL
b. Berat Pipa dan Minyak
c. Beban Mobile Crane dan Truck
d. Beban Gempa

6.3 Daya Dukung Tiang

Rangkuman daya dukung tiang untuk Jetty Head dan Trestle disajikan pada Tabel-6.

6.4 Hasil Analisa Jetty Head Dan Trestle

Analisa breasting dolphin dilakukan menggunakan program GROUP 3D dari Ensoft,


USA. Rangkuman hasil analisa adalah sbb :

Jetty Head :
Reaksi tiang maksimum tekan = 1330 kN Qa tekan = 1900 kN ok
Pile Stress maksimum = 716 kg/cm2 Allowable stress = 1600 kg/cm2 ok

Trestle :
Reaksi tiang maksimum tekan = 1600 kN Qa tekan = 1900 kN ok
Pile Stress maksimum = 1580 kg/cm2 Allowable stress = 1600 kg/cm2 ok

7. PENUTUP

Dari desain seperti pekerjaan desain ini beberapa hal dapat dilakukan untuk
penghematan:

a) Pembagian dermaga atas zona-zona yang membatasi ukuran kapal yang


diperbolehkan bersandar pada suatu zona memungkinkan dilakukannya desain
breasting dolphin yang lebih efisient. Untuk kapal besar, fondasi dolphin lebih kuat,
tetapi jarak dolphin bisa lebih jauh. Sebaliknya untuk kapal kecil, sekalipun
diperlukan jarak dolphin yang lebih dekat, tetapi tidak diperlukan fondasi yang kuat
karena berthing load yang kecil. Sekalipun demikian, pembagian dermaga atas zona2
ini akan merepotkan pada waktu operasi dermaga.
b) Hasil analisa menunjukkan bahwa tegangan yang tinggi hanya terjadi pada daerah
sekitar kepala tiang (pada proyek ini sekitar 2m teratas dari panjang tiang), sebagai
akibat bekerjanya gaya lateral dan momen pada tiang dengan free cantilever yang
relatif besar (free cantilever ini bertambah besar karena tanah lapisan atas yang
lunak). Pada sebagian besar panjang tiang, tegangan yang timbul relatif rendah.
Dengan demikian dimensi tiang dapat diperkecil mengikuti kebutuhan sebagian besar
panjang tiang dan memperkuat bagian atas tiang. Diantaranya dengan memakai
double steel pipe yang konsentrik pada bagian atas tiang.
c) Terakhir, analisa akan lebih akurat bila memakai program komputer yang dapat
memodel tahanan tanah dengan lebih akurat dibandingkan program struktur. Program
struktur umumnya memodel tahanan lateral tanah dengan spring satu arah, tidak bisa
bolak balik. Selain itu perlu asumsi lokasi perletakan jepit pada suatu kedalaman
tiang.

Anda mungkin juga menyukai