Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

I.I LATAR BELAKANG

Bakteri membentuk hubungan simbiosis dengan banyak organisme, termasuk manusia .


salah satu contoh adalah bakteri yang hidup di dalam sistem pencernaan manusia . Mikroba
ini memecah makanan dan menghasilkan vitamin yang perlu manusia . Sebagai imbalannya,
bakteri manfaat dari lingkungan yang stabil di dalam usus . Bakteri juga menjelajah kulit
manusia . Bakteri mendapatkan nutrisi dari permukaan kulit, sementara menyediakan orang
dengan perlindungan terhadap mikroba lebih berbahaya .

Bakteri simbiotik juga tinggal di nodul pada akar tanaman kacang . Bakteri ini mengubah gas
nitrogen menjadi bentuk yang tanaman dapat digunakan . Sebagai imbalannya, tanaman
memberikan bakteri dengan tempat yang aman untuk hidup . Dalam beberapa kasus,
hubungan simbiosis lebih kuat . Salah satu cacing gelang tertentu memiliki bakteri yang
hidup di dalamnya . Cacing gelang yang menginfeksi dan membunuh serangga,
menggunakan racun yang dihasilkan oleh bakteri . Ini adalah contoh dari mutualisme, karena
cacing gelang dan bakteri saling membutuhkan untuk bertahan hidup .

I.2 Tujuan
Mampu menjelaskan simbiosis beserta keuntungan dan kekurangannya dari sisi
positif dan negatifnya .

1.3 Waktu Dan Tempat Percobaan


Praktikum dilaksanakan pada tanggal 20 November 2015 , pukul 19.05-20.20, di
ruangan perikanan tingkat II Universitas Dharmawangsa Medan .
BAB II

2.1 TINJAUAN PUSTAKA

Di dalam alam bebas kita dapati banyak bekteri dari berbagai genus maupun dari
berbagai spesies hidup berkumpul di dalam suatu medium yang sama, missal di dalam tanah,
di dalam kotoran hewan, didalam sampah-sampah, dan sebaginya.

Tidak mudah untuk menyelidiki pengaruh atau hubungan hidup antar spesies itu, tapi
hubungan timabal nalik itu niscaya ada, sebab suatu spesies yang mencernakan suatu zat
makanan itu menimbulkan perubahan kimia dalam komposisi substrat, missal mengurangi
persedian oksigen, mengubah pH, dan lian-lain. Hubungan antar spesies itu dapat dibeda-
bedakan sebagai berikut:

2.1.1 TIDAK SALING MENGGANGGU (NETRALISME)

Sangat boleh jika di dalam tanah atau didalam kotoran hewan terdapat banyak spesies
yang dapat hidup bersama dengan tidak saling merugikan, tetapi juga tidak saling
menguntungkan. Meskipun di dalam suatu medium yang sama, namun masing-masing
spesies memerlukan zat-zat yang tertentu bagi diri masing-masing sehingga tidak perlu ada
perebutan zat makanan. Baik terpisah, maupun terkumpul, mereka dapat hidup sendiri-
sendiri. Hubungan yang demikian itu kita sebut netralisme.

2.1.2 PERSAINGAN ATAU KOMPETISI

Kebutuhan akan zat makanan yang sama dapat menyebabakan terjadinya persaingan
anatar spesies. Spesies yang dapat menyesuaikan diri paling baik, itulah spesies yang akan
mengalami pertumbuhan subur. Sebagai missal, bila persediaan oksigen pada suatu medium
berkurang, maka bakteri aerob akan dikalahkan oleh bakteri fakultatif anaerob. Jika persedian
oksigen habis sama sekali, maka pertumbuhan bakteri fakultatif anaerob tadi akan berhenti,
sedang bakteri aerob akan tumbuh dengan suburnya. Pada umumnya dapatlah kita katakana,
bahwa dua spesies yang hidup bersaingan itu akan saling merugikan, jika ditumbuhkan di
dalam suatu tempat yang sama, dan akhirnya yang menanglah yang dapat bertahan dan yang
kalah akan punah.
2.1.3. HIDUP BERLAWANAN (ANTAGONISME)

Antagonisme menyatakan suatu hubungan yang asial. Spesies yang satu mengasilkan
sesuatu yang meracuni spesies yang lian, sehingga pertumbuhan spesies yang terkhir itu
sangat terganggu karenanya. Zat yang dihasilkan oleh spesies yang pertama mungkin berupa
suatu akskret, mungkin juga zat itu berupa suatu sisa makanan. Yang jelas ialah, zat itu
menentang kehidupan mikroorganisme yang lain. Olahkarena itu, maka zat penentang
tersebut dinamakan antibiotic. Kejadian inilah yang menyebabkan Alexander Fleming dalam
tahun 1929 menemukan penisilin.

Beberapa bentuk antagonisme telah dapat kita ketahui, missal anatara Streptococcus
lactis dan Bacillus subtilis atau Proteus vugaris. Jika ketiga spesies ini ditumbuhkan
bersama-sama di dalam suatu medium, maka pertumbuhan Bacillus dan Proteus akan segera
tercekik karena adanya asam-susu yang dihasilkan oleh Streptococcus lactis.

Antagonisme juga bias disebut antibiosis, sedang Odum (1957) menggunakan istilah
amensalisme untuk itu. Spesies yang terhambat pertumbuhannya disebut amensal, sedang
spesies yang menghambat pertumbuhan disebut antagonis. Dengan lain perkataan, amensal
dapat hidup jika terpisah dari antagonos, tetapi terganggu jika hidup bersama dengan
antagonis.

2.1.4. KOMENSALISME ATAU METABIOSIS

Jika dua spesies hidup bersama, kemudian spesies yang satu mendapatkan
keuntungan, sedangkan spesies yang lain tidak dirugikan olehnya, maka hubungan hidup
anatar kedua spesies itu disebut komensalisme. Spesies yang beruntung disebut komensal
sedang spesies yang memberikan keuntungan disebut inang (hospes). Komensal tidak dapat
hidup tanpa hospes.

Hubungan hidup yang terdapat antara Saccharomyces dan Acetobacter merupakan


suatu contoh komensalisme atau metabiosis. Yang pertama menghasilkan alcohol yang tidak
siperlukannya lagi, sedangkan alcohol ini merupakan zat makanan yang mutlak bagi
Acetobacter.
2.1.5. MUTUALISME

Mutualisme adalah suatu bentuk simbiosis antara dua spesies, di mana masing-masing
yang bersekutu mendapatkan keuntungan. Jika terpisah, masing-masing tidak atau kurang
dapat bertahan diri. Lichenes itu suatu contoh simbuiosis antara jamur dan ganggang. Hidup
bersama ini membawa keuntungan bagi kedua fihak.

Simbiosis anatara genus Rhizobium dan Leguminosae juga meruapakn suatu


mutualisme. Rhizobium mendapatkan tempat hidup di dalam akar Leguminosae, sedang
Leguminosae mendapatkan persenyawaan-N yang diberikan oleh Rhizobium.

Istilah simbiosis itu oleh beberapa penulis diartikan sama dengan mutualisme, sedang
menurut arti kata yang asli, simbiosis itu hanya berarti hidup bersama saja. Anggota
kehidupan bersama ini disebut simbion.

2.1.6. SINERGISME

Jika dua spesies hidup bersama dan mengadakan kegiatan yang btidak saling
menggangu, akan tetapi kegiatan masing-masing itu justru berupa suatu urutan yang salinag
menguntungkan, maka hubungan hidup anatara kedua spesies itu disebut sinergisme. Ragi
(adonan) untuk membuat tape terdiri atas kumpulan spesies-spesies aspergillus,
Saccharomyces, Candida, Hansenula, dan mungkin juga Acetobacter. Masing-masing spesies
mempunyai kegiatan-kegiatan sendiri, sehingga zat tepung (amilum) dapat berubah menjadi
gula, dan gula menjadi bermacam-macam asam organic, alcohol, dan lain-lain lagi.

2.1.7. PARASITISME

Hubungan yang ada anatara virus atau bakteriofage dengan bakteri itu suatu hubungan
yang hanya menguntungkan satu pihak saja. Virus tidak dapat hidup diluar bakteri atau sel
hidup lainnya. Sebaliknya bakteri atau sel lainnya yang menjadi hospes akan mati karenanya.
Kehidupan parasit berarti kematian hospes.
2.1.8. PREDATORISME

Hubungan yanga ada antara ameba dan bakteri disebut predatorisme. Ameba
merupakan pemangsa (predator), sedang bakteri merupakan mangsa. Kematian mangsa
berarti kehidupan pemangsa. Bedanya dengan parasitisme ialah dalam ukuran besar kecil
saja. Parasit lebih kecil daripada hospes, sedang predator lebih besar daripada organisme
yang dimangsa. Sebagaimana parasit tidak dapat hidup tanpa hospes, maka predator pun tidak
dapat hidup tanpa mangsa.

Maka timbul pertanyaan, apakah mungkin hewan atau tanaman itu dapat hidup bebas
dari bakteri? Apakah yang akan terjadi, jika tidak ada mikroorganisme yang menghuni usus
tebal kita?

Usaha untuk memelihara hewan di dalam keadaan bebas bakteri ada lebih sukar,
namun orang berhasil mendesinfeksikan kulit telur ayam, kemudian telur itu diteteskan di
dalam suatu kotak yang steril pula. Selanjutnya makanan yang diberikan kepada anak ayam
itu juga selalu steril. Sarjana Reyniers dalam tahun 1930 berhasil membuat tangki besar yang
bebas bakteri. Anak-anak ayam dapat dipiara di dalam tangki tersebut sampai berhasil
mempunyai keturunan sekali. Maksud percobaan ini ialah untuk mengetahui kejadian-
kejadian apakah yang timbul, jika hewan-hewan tersebut sengaja ditulari dengan suatu
spesies bakteri tertentu.

Di bawah ini diihtisarkan macam-macam hubungan yang mungkin ada antara spesies
mikroorganisme yang satu dengan spesies mikroorganisme yang lain.

Perhatikan persamaan dan perbedaan efek dalam hidup bersama yang disebut komensalisme
dan sinergisme serta parasitisme dan predatorisme.
Keterangan : O berarti tidak ada akibat apa-apa, - merugikan, + menguntungkan.

Akibat bagi masing-masing jika

Nama hubungan Tak ada aksi Ada aksi Keterangan


antara A antara A
dan B dan B

1. Netralisme O O
O O

2. Kompetisi B yang kalah akan


O O melenyap
O -

B yang menghasilkan
3. Antagonisme antibiotic tercekik
(antibiosis,
amensalisme) O O
O -

4. Komensalisme Jika A hospes, B


(metabiosis) komensal

5. Mutualisme O O Kedua pihak beruntung


- + jika ada antar aksi

6. Sinergisme
- + Efeknya sama dengan
- + komensalisme

7. Parasitisme Jika A hospes, B parasit

O O
8. Predatorisme - +
Jika A mangsa, B
pemangsa

O -
- +
O -
- +

BAB V

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Hubungan simbiosis melibatkan interaksi dari dua spesies, simbion dan inang .
Endosimbion hidup didalam sel inang mereka, sementara ektosimbion tinggal diluar sel inang
mereka . Ada 6 jenis jenis potensi hubungan simbiosis . Dalam parasitisme, tuan rumah
terkena dampak negatif serta simbion dipengaruhi positif . Dalam mutualisme, kedua spesies
menerima manfaat . Kedua parasitisme serta mutualisme sangat umum ditemukan di alam .

Komensalisme adalah ketika manfaat satu spesies sementara tidak memiliki efek pada spesies
lain . Kadang-kadang bisa sulit untuk mengkonfirmasi di alam . Manusia sering berperan
dalam amensalisme dengan merugikan spesies lain . Sinekrosis berbahaya bagi kedua spesies
yang terlibat . Netralisme adalah ketika dua spesies berinterkasi tidak berpengaruh pada yang
lain . Kedua synecrosis serta netralisme sangat jarang atau bahkan tidak ada .

Beri Nilai