Anda di halaman 1dari 3

Ganesa andesit

Andesit adalah nama salah satu batuan beku ekstrusif yang tersusun atas butiran
mineral yang halus (fine-grained). Batuan beku ekstrusif ini biasanya ringan dan berwrna abu-
abu gelap. Pada kondisi cuaca tertentu, Andesit sering terlihat berwarna coklat sehingga untuk
mengidentifikasinya perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih detail. Andesit kaya akan mineral
plagioklas feldspar dan biasanya mengandung biotit, piroksen, atau amphibole.
. Genesa Belerang
Deskripsi Mineral Belerang :
Nama Mineral : Belerang
Rumus kimia :S
Berat Jenis (BD) : 2,1
Sistim Kristal : Ortorombik
Belahan : Tidak sempurna
Warna : Kuning belerang sampai coklat kekuningan
Goresan : Putih
Kekerasan : 1,5-2,5 Skala Mosh
Di Indonesia semua endapan belerang mempunyai hubungan erat dengan kegiatan gunung
berapi. Endapan tersebut dapat merupakan endapan sedimen, kerak belerang, atau endapan
hidrothermal-metasomatik. Mengenai asal mula belerang ada beberapa pendapat yang
membahasnya diantaranya adalah :
1. Menurut Bischof, belerang berasal dari H2S yang merupakan hasil reduksi CaSO4 oleh
karbon dan methan. Reaksinya adalah sebagai berikut :
CaSO4 + 2C -----------> CaS + 2CO2
CaSO4 + CH4 -----------> CaS + CO2 + 2H2O
CaS + CO2 + H2O -----------> CaCO3 + H2S
2H2S + O2 -----------> 2H2O + 2S
Terbentuknya H2S menjadi belerang bisa dengan 2 cara yaitu oksidasi oleh air, tanah dan reaksi
antara H2S dengan CaSO4.
2H2S + O2 -----------> 2H2O + 2S (O2 dan air tanah)
3H2S + CaSO4 -----------> 4S + Ca(OH)2 + 2H2O
2. Pendapat yang mengatakan bahwa belerang berasal dari dome. Belerang disini dibentuk
oleh bakteri de sulpho vibrio desulfuricans umpamanya sulfat oleh bakteri diubah menjadi sulfit.
Selanjutnya sulfid diubah lagi menjadi belerang contohnya seperti yang terdapat di Gulf-Coast di
Amerika Serikat.
3. Pendapat yang menerangkan bagaimana terdapatnya belerang pada gipsum, dikatakan
bahwa belerang pada gipsum diendapkan langsung dari poly sulfit (suatu solut yang mengandung
sangat banyak belerang ).
Endapan belerang ini terbentuk oleh kegiatan solfatara, fumarola atau sebagaiakibat dari
gas dan larutan yang mengandung belerang keluar dari dalam bumi melalui rekahan-rekahan,
serta selalu berkaitan dengan rangkaian gunung api aktif. Dengan demikian belerang alam dapat
dikelompokkan menjadi:
1 Tipe sublimasi, yang di dapatkan dari hasil sublimasi uap solfatara dengan kadar belerang
(S) adalah sekitar 70 99,9 %
2 Tipe lumpur, terdapat di dekat danau kawah dengan kadar belerang (S) adalah sekitar 40
60 %
3 Tipe kerak, terdapat di sekitar kawah dengan kadar belerang (S) antara 20 - 50 %