Anda di halaman 1dari 13

BISNIS INTERNASIONAL

TEORI-TEORI PERDAGANGAN DAN INVESTASI


INTERNASIONAL

Disusun oleh :

1. Melita Dina Silfia 7311415003


2. Ayunda Putri Larasati 7311415014
3. Faidatun Indriyani 7311415174

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
TAHUN 2016
TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Rumus pertama dari teori perdagangan dunia adalah motivasi politik.
Adam Smith, yang kecewa dengan campur tangan dan kontrol pemerintah atas
perdagangan domestik dan asing, akhirnya menerbitkan An Inquiry into the
Nature and Causes of the wealth of Nation (1776), sebuah buku yang
mentengahjan idenya untuk berusaha menumbangkan filosofi merkantilisme.

A. Merkantilisme
Filosofi yang dipopulerkan oleh Smith, berkembang di Eropa antara abad
ke-16 dan 18. Merkantilisme merupakan sebuah pengaturan ekonomi yang
kompleks, secara sederhana ditafsirkan sebagai akumulasi pandangan logam
mulia sebagai kegitan penting untuk kesejahteraan suatu negara. Sebuah filosofi
ekonomi yang berdasarkan keyakinan bahwa kekayaan negara bergantung pada
akumulasi harta karun, biasanya emas, dan untuk meningkatkan kekayaan,
kebijakan pemerintah harus meningkatkan ekspor dan membatasi impor.

B. Teori Keunggulan Absolut


Adam Smith membuktikan merkantilisme dengan mengklaim bahwa
kekuatan pasar bukan kontrol pemerintah, seharusnya menentukan arah, volume,
dan komposisi perdagangan internasional. Dia membantah bahwa perdagangan
bebas dan tidak teratur, setiap negara seharusnya mengkhususkan produksi barang
dan memproduksi dengan lebih efesien yang akan mendatangkan keunggulan
absolut, baik secara alami maupun yang diperoleh melalui usaha. Keunggulan
absolut merupakan teori yang menyatakan bahwa negara memiliki keunggulan
absolut ketika dapat memproduksi lebih banyak barang atau jasa untuk jumlah
input yang sama dapat dilakukan negara lain atau ketika negara tersebut dapat
memproduksi barang atau jasa dengan menggunakan lebih sedikit input dari pada
yang bisa dilakukan negara lain.

C. Teori Keunggulan Komparatif


David Ricardo (1817) mendemonstrasikan walaupun sebuah negara
memegang keunggulan absolut di atas negara lainnya dalam memproduksi
masing-masing dari dua produk berbeda, perdagangan internasional akan dapat
menciptajkan keuntungan untuk setiap negara (dengan demikian mewakili
positive-sum-game,yakni ketika kedua negara menang dalam keterlibatan
perdagangan). Satu-satunya batasan dalam menciptakan keuntungan perdagangan
adalah bahwa negara yang kurang efesien tidak dapat memiliki hal kurang efesien
yang sama dalam produksikedua barang. Teori ini menyatakan bahwa negara
memiliki kerugian absolut dalam memproduksi dua barang dengan respek
terhadap negara lain yang memiliki keunggulan komparatif atau relatif dalam
memproduksi barang yang kerugian absolutnya berkurang.

D. Teori Faktor Dukungan Heckscher-Ohlin


Teori faktor dukungan Heckscher-Ohlin menyatakan bahwa perbedaan
internasional dan interregional dalam biaya produksi terjadi karena pebedaan
pasokan dari faktor produksi. Barang-barang yang membutuhkan sejumlah besar
faktor kekayaan negara yang melimpah sehingga lebih murah akan memliki biaya
produksi yang lebih rendah, yang memungkinkan barang-barang tersebut dijual
dengan murah di pasar internasional.
Secara umum, pola perdagangan berhubungan cukup baik dengan teori
Heckscher-Ohlin. Negara-negara yang secara relatif memiliki sejumlah lahan
relatif besar (seperi Australia) memang mengekspor produk dengan lahan yang
sensitif (seperti biji-bijian dan ternak), sementara negara-negara populasi yang
relatif besar(seperti Indonesia dan Bangladesh) mengekspor barang-barang
dengan tenaga kerja yang intensif. Meskipun demikian ada pengecualian yang
disebabkan oleh sebagian dari asumsi Ohlin. Salah satu dari asumsi tersebut
adalah bahwa harga dari banyak faktor hanya tergantung pada faktor dukungan.
PARADOKS LEONTIEF, sebuah kajian yang dibuat pada tahun 1953 oleh
seorang ekoom Wassily Leontief membantah kegunaan dari teori Heckscher-Ohlin
sebagai orang yang memprediksi arah perdagangan. Kajian menemukan bahwa
Amerika Serikat, salah satu negara modal uang paling intensif di dunia, telah
mengekspor produk dengan tenaga kerja yang intensif secara relatif dalam
pertukaran untuk impor produk dengan modal yang insentif secara relatif.
PERBEDAAN RASA, Heckcher-Ohlin juga mengabaikan biaya
transportasi, tetapi ada barang-barang yang biasa angkutnya sangat tinggi yakni
biaya untuk sampai tujuan (harga jual ekspor di tambah biaya transportasi) yang
lebih besar dari biaya untuk produk yang dibuat secara lokal.

BAGAIMANA UANG DAPAT MENGUBAH ARAH PERDAGANGAN


Seandainya biaya total dai tanah, tenaga kerja, dan modal untuk
memproduksi hasil harian dari kedelai atau kain dalam contoh keunggulan absolut
adalah $10.000 di Amerika Serikat dan 80.000 yuan di Cina, biaya per unit
sebagai berikut.
Harga per Unit
Komoditas Amerika Serikat Cina
Kedelai (ton) $10.000/3 = $3.333/ton 80.000 yuan/1 = 80.000 yuan/ton
Kain $10.000/2 = 80.000 yuan/4 = 20.000 yuan/gulung
(gulung) $5.000/gulung
Untuk menentukan apakah lebih menguntungkan, membeli secara lokal
atau mengimpor, para pedagang harus mengetahui harga dalam mata uang mereka
sendiri. Untuk mengubah mata uang dari mata uang asing kemata uang domesti,
mereka mengunakan nilai kurs.
NILAI KURS, Harga satu mata uang yang dinyatakan dalam mata uang
yang lainnya. Jika nilai yang berlaku adalah $1 = 8 yuan, maka 1 yuan pasti
seharga 0,125 dolar. Menggunakan nilai kurs $1 = 8 yuan, harga di contoh
sebelumnya bagi pedagang Amerika Serikat sebagai berikut.
Harga per Unit
Komoditas Amerika Serikat Cina
Kedelai (ton) $3.333 $10.000
Kain (gulung) $5.000 $2.500

Produsen kedelai Amerika bisa mendapatkan $6.667 lebih per ton dengan
mengekspor kedelai ke Cina daripada yang bisa mereka dapatkan dengan menjual
secara lokal, tetapi apakah pembuat kain Cina bisa mendapatkan keuntungan
dengan mengekspor ke Amerika Serikat? Mereka harus mengubah harga Amerika
ke yuan Cina,
Harga per Unit
Komoditas Amerika Serikat Cina
Kedelai (ton) 26.664 yuan 80.000 yuan
Kain (gulung) 40.000 yuan 20.000 yuan

Ini nyata bahwa pembuat kain Cina akan mengekspor kain ke Amerika
Serikat karena mereka dapat menjual dengan harga yang lebih tinggi, yaitu 40.000
yuan per gulung. Meskipun demikian, pembuat kain Amerika memerlukan
beberapa argumen penjualan untk menjual di Amerika Serikat jika mereka mau
mengatasi perbedaan harga $2.500. Ricardo tidak mempertimbangkan
kemungkinan ini pada masanya, produk di anggap homogen dan karenanya dijual
hanya dengan harga dasar.

BEBERAPA PENJELASAN TERBARU MENGENAI ARAH


PERDAGANGAN
a. Teori Permintaan Tumpang Tindih Linder
Ekonom Swedia lainnya, Stefan Linder, mengenali bahwa teori Hecksher-
Ohlin yang berorientasi penawaran, berdasar pada faktor dukungan yang sudah
cukup menjelaskan perdagangan internasional untuk produk utama.
Teori Linder menyimpulan bahwa perdagangan internasional dalam
barang-barang manufaktur akan lebih besar antara negara-negara dengan tingkat
pendapatan yang bebeda. Kenyataanya, Linder menentukan bahwa sebuah barang
mungkin akan pergi ke arah-arah yang lain.

b. Siklus Hidup Produk Internasional (Internasional Product Life Cycle-


IPLC)
Sebuah teori yang menjelaskan mengapa produk yang berawal dari ekspor
sebuah negara akhirnya menjadi impor dari negara tersebut.
SIKLUS HIDUP TEKNOLOGI
Siklus ini sangatlah berguna memedakan antara produk baru dan teknologi
baru yang digunakan dalam menghasilka sebuah produk (seperti pemilihan proes
yang meningkat hasilnya dalam pembuatan besi atau alat pengecatan robotik
dalam manufatur mobil ). Konsep siklus hidup teknologi berasal dari
kecenderungan negara-negara industri untuk mendapatkan pendapatan tinggi dan
upah tinggi. Terdapat insentif untuk berinvestasi di teknologi pengurangan tenaga
kerja baru untuk mengurangi niaya yang berhubungan dengan tingginya upah
tenaga kerja. Oleh karena itu, negara negara industri cenderung menjadi invator
dalam mengembangkan teknologi produksi yang meningkatkan produktivitas
tenaga kerja. Meningkatkan produktivitas cederung untuk memproduksi kenaikan
upah selanjutnya, berkontribusi untuk meneruskan usaha guna mengembangkan
teknologi baru.
Sementara konsep IPLC yang tadi dibahas hanya fokus pada akhir barang
untuk konsumsi, disebut siklus hidup teknologi internasional. Hasil dari
pengembangan siklus teknologi ini menyerupai IPLC. Tahap awal melibatkan
pengembangan teknologi baru (seperti, sebuah mesin untuk mengelas panel secara
otomatis dalam pembuatan mobil) di negara-negara industri. Teknologi ini
digunakan di negara-negara inovatif dan selanjutnya diekspor ke negara-negara
berkembang dengan upah tenaga kerja tinggi lainnya.
Negara-negara industri memiliki insentif untuk terus mengembangkan
teknologi maju guna mempertahankan pendapatan itnggi dan prospek ekonomi.
Proses ini berlangsung dengan baik di negara-negara seperti Korea, Taiwan, dan
Singapura, sementara negara-negara seperti Cina, Thailand ,dan India dalam tahap
yang terlalu dini untuk kemajuan tetapi memiliki aspirasi untuk juga bergerak
denga cepatmenuju kompetesi teknologi dalam skala iternasional.

a. Skala Ekonomi dan Kurva Pengalaman


Skala ekonomi dan kurva pengalaman memengaruhi perdagangan
internasional karena mereka dapat mengizinkan indistri-industri sebuah negara
untuk menjadi produsen berbiaya rendah tanpa meminta negara tersebut memiliki
sumber daya yang melimpah dari faktor produksi tertentu. Perdagangan
internasional dipromosikan karena perusahaan-perusahaan suatu negara mungkin
tidak dapat mencapai secara penuh skala ekonomi potensial hanya melalui pasar
domestik, bahkan untuk negara sebesar Amerika Serikat. Contohnya termasuk
semikonduktor, komputer, dan pesawat komersial.

b. Persaingan Tidak Sempurna


Dengan menggabungkan konsep skala ekonomi denga adanya produk-
produk yang dibedakan, Paul Krugman mengembangkan sebuah model yang akan
membantu menjeaskan tingkatan perdagangan antarnegara yang diamati
intraindustri. Paul juga beralasan bahawa faktor-faktor yang berhubungan dengan
keterbatasan sumber daya dan persaingan tidak sempurna menyebabkan
perusahaan-perusahaan yang ada di negara-negara tesebut secara identik membuat
bermacam produk yang unik untuk menghindari persaingan langsung.

c. Teori Penggerak Pertama (First-Mover Theory)


Terdapat beberapa negara yang secara khusus bespesialisasi ketika terjadi
peningkatan tingkat pengembalian pada skala dan pengalaman. Namun, pola
perdagangan barang yang diamati bergantung pada skala ekonomi yang mungkin
ditentukan oleh faktor-faktor historis seperti negara mana yang memasuki industri
untuk pertama kali. Terdapat pendapat bahwa perusahaan-perusahaan yang
memasuki industri pertama kali (penggerak pertama) akan dapat memperoleh
pangsa pasar yang besar, mengizinkan mereka untuk memperoleh keuntungan
seperti penurunan biaya dan peningkatan keahlian teknis awal. Salah satu
penelitian di berbagai industri menunjukkan bahwa penggerak pertama memegang
30 persen pangsa pasar dibandingkan hanya 13 persen untuk pendatang
selanjutnya. Data lainnya menemukan bahwa 70 persen pemimpin di pasar saat ini
adalah penggerak pertama.

Keunggulan Kompetitif Nasional dari Kelomok Regional


Daya saing nasional melibatkan kemampuan sebuah negara untuk merancang,
memproduksi, mendistribusikan atau memberikan pelayanan produk dalam
konteks perdagangan internasional seraya mendapatkan kenaikan tingkat
pengembalian pada sumber dayanya. Kemampuan negara untuk meraih
kebehasilan internsioanl secara terus menerus dalam industri tertentu mungkin
dijelaskan oleh variabel-variabel lain dari faktor-faktor produksi.
1. Kondisi permintaan
Sifat dasar, lebih dari hanya sekedar ukuran permintaa domestik. Jika
konsumen dari sebuah perusahaan tersebut berpengalaman dan memiliki
banyak pemintaan, ia akan berjuang untuk menghasilkan produk inovatif
dan berkualitas tinggi. Dalam melakukannya, ia akan mendapatkan
keunggulan kompetitif secara global atas perusahaan-perusahaan yang
berlokasi di tempat-tempat yang kurang memiliki tekanan domestik. Ini
mungkin telah menjadi kasus di masa lalu, ketika perusahaan internasional
mengenalkan produk-produk baru mereka di pasar dalam negeri terlebih
dahulu.
2. Faktor Kondisi
Tingkat dan komposisi dari faktor produksi. Porter membedakan anata
faktor dasar dan faktor lanjutan. Dia juga membedakan antara faktor yang
diciptakan (seperti dari investasi yang dibuat oleh perorangan, perusahaan,
atau pemerintah) dan faktor yang diturunkan (seperti sumber daya alam dan
lokasi).
3. Industri-industri pendukung dan terkait
Pemasok dan jasa pendukung industri. Industri-industri pendukung yang
terkait berfungsi sebagai pondasi penting untuk kesuksesan kompetitifoleh
penyediaan jaringan pemasok, subkontraktor, dan infrastruktr komersial.
4. Strategi perushaan, struktur, dan persaingan
Luasnya persaingan domestik, adanya hambatan-hambatan untuk masuk,
serta gaya dan organisasi manajemen perusahaan.
Variabel yang memengaruhi keunggulan kompetitif

Kesempata
Persaingan,
nmn
Struktur, dan
Strategi Perusahaan

Kondisi Faktor Kondisi


Permintaan

Industri-industri
RINGKASAN TEORI PERDAGANGAN yang TerkaitINTERNASIONAL
dan
Pemerinta
Perdagangan internasional terjadi terutama
mendukung karena perbedaan harga yang
h
relatif di antara negara-negara. Perbedaan ini timbul akibat perbedaan biaya
produksi yang merupakan hasil dari :
1. Perbedaan dukungan dalam faktor produksi.
2. Perbedaan tingkat teknologi yang menentukan intensitas faktor yang
digunakan.
3. Perbedaan dalam efisiensi dengan intensitas faktor yang dimanfaatkan
4. Kurs valuta asing.

Teori perdagangan internasional menunjukan bahwa negara-negara akan mencapai


tingkatan keberlangsungan yang lebih tinggi dengan melakukan spesialisasi
barang-barang yang memiliki keunggulan komparatif dan mengimpor produk
yang tidak memiliki keunggulan komparatif. Umumnya, hambatan perdagangan
menghentikan arus bebas barang-barang akan membahayakan kesejahteraan
sebuah negara
TEORI INVESTASI INTERNASIONAL
Teori investasi internasional kontemporer telah dipelruas jauh dari teori
klasik yang menyebutkan bahwa perbedaan dalam suku bunga untuk invesatsi dari
besarnya resiko adalah alasan modal internasional bergerak dari satu negara ke
negara lain. Biasaya diasumsikan bahwa motif strategik akan menjadi kekuatan
penggerak untuk keputusan berinvestasi di luar negeri yang didorong oleh
keinginan untuk menemukan pasar baru, akses bahan mentah, mencapai efisiensi
produksi, memperoleh akses ke teknologi baru atau keahlian manajerial,
meningkatkan keamanan politik kegiatan operasional perusahaan, atau merespons
persaingan dan tekanan lainnya di lingkungan eksternal.

TEORI KEUNGGULAN MONOPOLI


Teori keunggula monopoli berasal dari disertasi Stephen Hymer pada
tahun 1960. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa investasi asing langsung
terjadi besar-besaran di industri-industri oligopolistik daripada di industri yang
beroperasi di bawah persaingan yang hampir sempurna. Ini berarti perusahaan-
perusahaan di industri-industri ini harus memiliki keunggulan yang tidak di miliki
bagi perusahaan lokal untuk mengatasi liabilitas yang dikaitkan dengan badan
asing, seperti kurangnya pengetahuan tentang kondisi pasar lokal, peningkatan
biaya operasional pada jarak jauh, atau perbedaan kultur, bahasa, hukum , dan
peraturan, atau lemaga yang menyebabkan sebuah perusahaan asing berada pada
posisi kurang menguntungkan dibandingkan dengan perusahaan lokal.

KETIDAKSEMPURNAAN PASAR
Seorang ekonom menunjukkan bahwa pengetahuan yang luas
memungkinkan perusahaan untuk memproduksi produk-produk yang berbeda
yang lebih disukai konsumen daripada barang yang sama yang dibuat secara lokal.
Hal ini akan memberi perusahaan beberapa kontrol atas gharga penjualan dan
keunungan diatas perusahaan pribumi. Dia juga menambahkan bahwa perusahaan
yang berinvestasi di luar negeri berada dalam industri yang biasanya terlibat
dalam penelitian produk yang berat dan usaha pemasaran.

FAKTOR-FAKTOR FINANSIAL
Aliber menunjukkan bahwa ketidaksempurnaan dalam pasar valuta asing
mungkin bertanggung jawab pada investasi asing. Perusahaan-perusahaan di
negara-negara dengan mata uang yang dinilai telalu tinggi ditarik untuk
berinvestasi di negara-negara dengan mata uang dinilai terlalu rendah.

SIKLUS HIDUP PRODUK INTERNASIONAL


Dalam siklus hidup produk internasional terdapat hubungan dekat antara
perdagangan internasional dan investasi internasional. Seperti konsep IPLC yang
menjelaskan investasi asing langsung adalah tahap dasar dalam siklus kehidupan
sebuah produk. Untuk menghindari hilangnya pasar yang dipakai untuk ekspor,
sebuah peusahaan sering terpaksa berinvestasi dalam fasilitas produksi di luar
negeri ketika perusahaan lain mulai menaarkan produk yang sama.

MENGIKUTI PEMIMPIN (FOLLOW THE LEADER)


Teori lain dikembangkan oleh Knickerbocker yang mencatat bahwa
sebuah perusahaan, khususnya pemipin dalam industri oligopolistik, memasuki
sebuah pasar, perusahaan-perusahaan lain di industri akan mengikuti. Teori ini
dianggap defensif karena para pesaing berinvestasi untuk menghindari hilangnya
pasar yang disediakan ekspor ketika investor awal memulai industri lokal.

INVESTASI SILANG
Graham mencatat sebuah kecenderungan untuk investasi silang oleh
perusahaan-perusahaan Eropa da Amerika di industri-industri oligopolistik
tertentu : yaitu perusahaan-perusahaan Eropa cenderung untuk berinvestasi di
Amerika Serikat ketika perusahaan-perusahaan Amerika telah datang ke Eropa.
Dia menyebutkan bahwa investasi seperti itu akan mengizinkan kantor-kantor
cabang Amerika dari perusahaan-perusahaan Eropa untuk melakukan hal yang
sama di pasar dalam negeri perusahaan Amerika jika kantor-kantor cabang
perusahaan Eropa memulai beberapa takik agresif, seperti pemotongan harga di
pasar Eropa.

TEORI INTERNASIONALISASI
Teori internasionalisasi adalah pengembangan dari teori pasar tak
sempurna. Konsepnya untuk memperoleh tingkat pengembalian yang lebih tinggi
dari investasinya, sebuh perusahaan akan mentransfer pengetahuan yang luas ke
kantor cabang asing daripada menjualnya ke pasar terbuka.dijual ke konsumen.

KAPABILITAS DINAMIS
Teori agar sebuah perusahaan berhasil berinvestasi di luar negeri,
perusahaan harus memiliki tidak hanya kepemilikan pengetahuan untik atau
sumber daya tetapi kemampuan untuk menciptakan secara dinamis dan
memanfaatkan kapabilitas ini sepanjang waktu.

TEORI EKLEKTIK PRODUKSI INTERNASIONAL DUNNING


Teori eklektik produksi internasional berusaha menyediakan kerangka
keseluruhan untuk menjelaskan mengapa perusahaan-perusahaan memilih untuk
ikut serta dalam FDI daripada melayani pasar asing melalui alternatif seperti
ekspor, lisensi, kontrak manajemen, usaha bersama, atau aliansi strategis. Teori ini
menegaskan bahwa jika sebuah perusahaan ingin berinvestasi dalam fasilitas
produksi di luar negeri, ia harus memiliki tiga maca keunggulan :
1. Kepemilikan spesifik. Ini adalah perluasan kemana perusahaan harus atau
dapat mengembangkan keunggulan spesifik perusahaan melalui kepemilikan
berwujud aset-aset yang tidak tersedia di perusahaan-perusahaan lain dan
dapat dipindah ke luar negeri. Tiga tipe dasar keunggulan kepemilikan
spesifik yang berwujud dan tidak berwujud termasuk pengetahuan atau
teknologi, skala atau cakupan ekonomi, dan keuntungan monopoli yang
berhubungan dengan akses unik ke krisis iput atau output.
2. Lokasi spesifik. Pasar asing harus memiliki ciri-ciri spesifik,dari bidang
ekonomi,sosial, atau politik (seperti ukuran pasar, tarif pembatas atau
nontarif, atau biaya transportasi), yang akan mengizinkan perusahaan untuk
memanfaatkan keunggulan spesifik perusahaannya yang menguntungkan
dengan menempatkandi pasar itu daripada melayani pasar melalui ekspor.
3. Internalisasi. Pasar perusahaan-perusahaan emiliki berbagai macam alternatif
untuk memasuki pasar asing, mulai dari transaksi panjang ketentuan pasar
yang wajar sampai penggunaan hierarki melalui anak perusahaan yang
sepenuhnya dimiliki.

Berkenaan denga tiga tipe keunggulan yang harus dimiliki perusahaan ini,
teori eklektik produksi internasional kadang-kadang mengacu pada model OLI.
Teori ini menyediakan penjelasan pilihan perusahaan internasional untuk fasilitas
produksinya di luar negeri.