Anda di halaman 1dari 14

Lampiran 1

PERMINTAAN MENJADI RESPONDEN PENELITIAN

KEPADA
Yth: Saudara / Saudari
Di
Tempat..
Nama saya Misba, Program Studi Ilmu Keperawatan Stikes Nani Hasanuddin

Makassar angkatan 2005. Sehubungan dengan penyelesaian tugas akhir pada Program

Studi S1 Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nani Hasanuddin Makassar,

jurusan Keperawatan (Ners A), maka Saya akan melakukan penelitian tentang

Penerapan Bed side Teaching Terhadap keterampilan Mahasiswa Perawat dalam

Pemasangan Infus diruang perawatan Penyakit Dalam RSUP Wahidin Sudirohusodo.

Hasil penelitian ini akan sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas Pelayanan

kesehatan terutama peningkatan pengetahuan dan ketrampilan bagi perawat pemula

dalam memasang infuse nantinya.

Untuk itu saya mohon partisipasi Saudara. Semua data yang dikumpulkan

akan dirahasiakan dan tanpa nama. Datanya disajikan untuk kepentingan

perkembangan Pelayanan Keperawatan.Partisipasi Saudara adalah secara sukarela,

tanpa adanya paksaan. Bila saudara berkenan menjadi responden, silakan

menandatangani pada tempat yang disediakan.

Atas partisipasi dan dukungannya, Saya Ucapkan Banyak terima kasih.


Lampiran 2

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI PESERTA RESPONDEN

Oleh : Misba

Saya yang bertandatangan dibawah ini bersedia untuk ikut berpartisipasi

sebagai responden pada penelitian yang dilakukan oleh Misba Mahasiswa Program

Studi Ilmu Keperawatan Stikes Nani Hasanuddin Makassar yang berjudul :

Penerapan Bed side Teaching Terhadap Keterampilan Pemasangan Infus Pada

Mahasiswa Keperawatan diruang Perawatan Penyakit Dalam RSUP Wahidin

Sudirohusodo Makassar Tanda tangan saya dibawah ini, sebagai bukti kesediaan

saya menjadi responden penelitian.

Tanggal :..

No. Responden :..

Makassar- - -2009

Peneliti Responden

( MISBA ) ( . )
Lampiran 3

LEMBAR OBSERVASI

Pengaruh Bed side Teaching Terhadap Ketrampilan dalam Pemasangan Infus pada

Mahasiswa Perawat diruang Perawatan Penyakit Dalam RSUP Wahidin

Sudirohusodo Makassar tahun 2009

Nomor Responden :................................................................................

Tanggal Pengisian :.

I Indentitas Responden

Pendidikan sementara :..

Semester :..

Jenis Kelamin :..

II Ketrampilan Perawat Praktek Tentang Pemasangan Infus


LEMBAR OBSEVASI

I. Kemampuan Psikomotor / Ketrampilan Perawat Praktek dalam Pemasangan Infus

No Pertanyaan Mampu Kurang Tidak Kode


A Unsur penting dalam persiapan pemasangan

infus :

1 Menyiapkan alat alat pemasangan infus

dengan benar.

2 Memberi penjelasan sebelum pemasangan

infus

3 Menjelaskan tujuan pemasangan infus

4 Mencuci tangan sebelum tindakan

pemasangan infus

5 Memungkinkan pakaian pasien pada daerah

yang akan dipasang infus dibuka

B Tekhnik tindakan pemasangan jarum infus

6 Memilih vena yang paling baik

7 Membersihkan kulit dengan gerakan

memutar dari pusat ke luar dengan kapas +

alkohol 70% dan membiarkan mongering.

8 Memasang turniket yang rata dan lunak 4

sampai 6 inchi diatas tempat pemasangan


Memakai sarung tangan.

9 Fiksasi vena dengan meletakkan ibu jari

diatas vena untuk mencegah pergerakan dan

untuk meregangkan guna melawan arah

pemasukan

10 Memasang plester diatas kateter tidak

secara langsung diatas tempat pemasangan

kateter

11 Penggunaan plester seminimal mungkin

Fiksasi pusat kanula untuk mencegah

pergerakan kateter di vena

12 Memberi label di tempat pemasangan

dengan lengkap (inisial dan waktu

pemasangan)

13 Merapikan alat-alat yang dipakai setelah

pemasangan

14 Megatur tetesan cairan infus sesuai

intruksi / kebutuhan

15 Mendokumentasikan tindakan keperawatan

Lampiran 4
SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

Topik : Penerapan Bed side Teaching Dalam Pemasangan Infus

Sasaran : Mahasiswa Keperawatan

Waktu / Pukul : Dua (2) kali pertemuan (60 menit)

Tempat : RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar 2009

1. Tujuan Umum :

Setelah pembelajaran tentang penerapan Bed side Teaching dalam

pemasangan infus, kelompok yang diteliti menunjukkan perubahan

Keterampilan dalam pemasangan infus.

2. Tujuan Khusus :

Setelah pembelajaran tentang penerapan Bed Side Teaching dalam

pemasangan infus kelompok yang diteliti dapat :

a) Melakukan persiapan unsur penting pemasangan infuse

1) Seperangkat infus set steril

2) Cairan yang diperlukan

3) Spuit, jarum dan kain kasa steril dalam tempatnya

4) Kapas Alkohol dalam tempatnya

5) Plester
6) Gunting verban

7) Pembalut atau verban

8) Bengkok (neirbekken)

9) Standar infus lengkap dengan gantungan botol (kolf)

10) Perlak kecil dan pengalasnya

11) Spalk dalam keadaan siap pakai bila, perlu

b) Melakuan teknik pemasangan infus dengan tepat

1. Mencuci tangan
2. Menjelaskan prosedur dan tujuannya (pada klien dan keluarga)
3. Memberikan posisi semi fowler atau terlentang
4. Menggulung lengan baju klien
5. Meletakkan manset 5 cm di atas siku
6. Menghubungkan cairan infus dengan set infus dan gantungkan

(periksa label infus sesuai dengan program terapi cairan yang

akan diberikan)
7. Mengalirkan cairan dengan selang menghadap ke atas sehingga

udara didalamnya keluar


8. Mengencangkan klem sampai infus tidak menetes dan

pertahankan kesterilan sampai pemasangan pada tangan

disiapkan
9. Mengencangkan manset atau jika menggunakan

sfigmomanometer, tekanan ditempatkan dibawah tekanan

sistolik
10. Menganjurkan klien untuk mengepal dan membukanya

beberapa kali, palpasi dan pastikan vena yang akan ditusuk.


11. Membersihkan kulit dengan cermat menggunakan kapas

alkohol, lalu diulangi dengan menggunakan kasa betadine dan

arahnya melingkar dari dalam keluar lokasi tusukan.


12. Menggunakan ibu jari untuk menekan jaringan dan vena 5 cm

diatas tusukan.
13. Memegang jarum dalam posisi 30 derajat sejajar vena yang

akan ditusuk, lalu tusuk perlahan dan pasti.


14. Merendahkan posisi jarum sejajar kulit dan teruskan tusukan

jarum ke dalam vena sampai terlihat darah mengalir keluar dari

pembuluh darah.
15. Melepaskan tekanan manset
16. Sambungkan slang infus dengan kateter infus (abbocath, wing

needle/butterfly) dan buka klem infus sampai cairan mengalir

lancar.
17. Memfiksasi posisi jarum dengan plester, letakkan kasa steril

diatasnya. Atur kasa steril pada lokasi jarum supaya berjendela

agar mudah dievaluasi terhadap tanda-tanda inflamasi. Bila ada

gunakan plester steril yang transparan.


18. Mengatur tetesan infus sesuai ketentuan; pasang stiker yang

sudah diberi tanggal pada lokasi yang mudah terlihat.


19. Mendokumentasikan waktu pemberian, jenis cairan dan

tetesan, jumlah cairan yang masuk, waktu pemeriksaan kateter

(terhadap adanya embolus), serta reaksi klien (terhadap cairan

yang telah masuk ( Erfandi , 2008 )

c) Merapikan alat setelah pemasangan infus.


3. Materi Pembelajaran

a. Konsep pemasangan infus

4. Metode Pembelajaran

a. Cerama / diskusi

b. Praktek

5. Alat / Media Bantu

a. Seperangkat alat dalam pemasngan infus

b. SOP

Lampiran 6
Tabel Distribusi Frekuensi

Pendidikan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid Ners 11 27.5 27.5 27.5

Akper 29 72.5 72.5 100.0

Total 40 100.0 100.0

Jenis_Kelamin

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid Laki-Laki 14 35.0 35.0 35.0

Perempuan 26 65.0 65.0 100.0

Total 40 100.0 100.0


Semester

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid IX (Sembilan) 11 27.5 27.5 27.5

VI (Enam) 29 72.5 72.5 100.0

Total 40 100.0 100.0

Bed_Side_Teaching

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid 0 20 50.0 50.0 50.0

Eksperimen 20 50.0 50.0 100.0

Total 40 100.0 100.0


Keterampilan_Pemasangan_Infus

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Baik 13 32.5 32.5 32.5

Cukup 16 40.0 40.0 72.5

Kurang 11 27.5 27.5 100.0

Total 40 100.0 100.0

Nilai t Tabel

No df Nilai t-5 Nilai t-2,5 Nilai t-10


1 1 6.313 12.71 3.077
2 2 2.919 4.302 1.885
3 3 2.353 3.180 1.637
4 4 2.131 2.776 1.533
5 5 2.015 2.570 1.475
6 6 1.943 2.446 1.439
7 7 1.894 2.364 1.414

8 8 1.859 2.306 1.396


9 9 1.833 2.262 1.383
10 10 1.812 2.228 1.372
11 11 1.795 2.200 1.363
12 12 1.782 2.178 1.356
13 13 1.770 2.160 1.350
14 14 1.761 2.144 1.345
15 15 1.753 2.131 1.340
16 16 1.745 2.119 1.336
17 17 1.739 2.109 1.333
18 18 1.734 2.093 1.330
19 19 1.729 2.100 1.327
20 20 1.724 2.085 1.325
21 21 1.720 2.079 1.323
22 22 1.717 2.073 1.321
23 23 1.713 2.068 1.319
24 24 1.710 2.063 1.317
25 25 1.708 2.059 1.316
26 26 1.705 2.055 1.314
27 27 1.703 2.051 1.313
28 28 1.701 2.048 1.312
29 29 1.699 2.045 1.311
30 30 1.697 2.042 1.310
31 31 1.695 2.039 1.309
32 32 1.693 2.036 1.308

33 33 1.692 2.034 1.307


34 34 1.690 2.032 1.306
35 35 1.689 2.030 1.306
36 36 1.688 2.028 1.305
37 37 1.687 2.026 1.304
38 38 1.685 2.024 1.304
39 39 1.684 2.022 1.303
40 40 1.683 2.019 1.303
41 41 1.682 2.021 1.302
42 42 1.681 2.018 1.302
43 43 1.681 2.016 1.301
44 44 1.680 2.015 1.301
45 45 1.679 2.014 1.300
46 46 1.678 2.012 1.300
47 47 1.677 2.011 1.299
48 48 1.677 2.010 1.299
49 49 1.676 2.009 1.299

50 50 1.675 2.008 1.298

Lampiran 12

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

A. IDENTITAS
Nama : Misba
Jenis kelamin : Perempuan
TTL : Riso, 8 Juni 1987
Agama : Islam
Suku bangsa : Bugis / Indonesia
Program Studi : S1 Keperawatan
Alamat : Jl. Wijaya Kusuma Rappocini Makassar
B. PENDIDIKAN
1. ALUMNI SD NEGERI 044 INPRES RISO KEC. TAPANGO
KABUPATEN POLMAS PADA TAHUN 1999
2. ALUMNI SLTP NEGERI 2 POLEWALI KABUPATEN POLMAS PADA
TAHUN 2002
3. ALUMNI SMA NEGERI 1 WONOMULYO KABUPATEN POLMAS
PADA TAHUN 2005
4. SEMENTARA MENGIKUTI PENDIDIKAN SI KEPERAWATAN DI
STIKES NANI HASANUDDIN MAKASSAR MULAI TAHUN 2005 -
SELESAI