Anda di halaman 1dari 6

PUSKESMAS PUGER No.

Dokumen PROTAP-UPU-12
No. Revisi. 00
PROTAP PENATALAKSANAAN
Tanggal 01 September 2007
ISPA PADA ANAK
Halaman 1 / 6
UNIT KERJA : Unit Pelayanan Umum PETUGAS : DOKTER/PERAWAT

1. Tujuan
Sebagai acuan dalam penatalaksanakan ISPA dan mencegah terjadinya komplikasi.

2. Ruang Lingkup
Semua pasien anak ( 0 60 bulan ) yang berkunjung ke Unit Pelayanan Umum Pus
kesmas Kecamatan Puger yang menderita ISPA ( IRA ).

3. Uraian Umum
ISPA atau IRA adalah infeksi yang mengenai saluran pernafasan bagian atas ( IRAA )
dan saluran pernafasan bagian bawah ( IRBA ) beserta adneksanya.
Infeksi Respiratorik Atas Akut ( IRAA ) terdiri dari Common Cold, Rinitis, Faringitis,
Tonsilitis, Sinusitis dan Otitis Media.
Infeksi Respiratorik Bawah Akut ( IRBA ) terdiri atas Croup ( Epiglotitis dan Laringo
Trakeo Bronkitis ), Bronkitis, Bronkiolitis dan Pneumonia.

1.1. Infeksi Respiratorik Atas Akut


3.1.1. Common Cold
Adalah Infeksi akut yang penyebab utamanya adalah virus ( > 100 jenis virus )
dan sangat menular.
Sebagian kecil dapat terjadi komplikasi otitis media dan atau sinusitis.

Gejala :
Pilek, bersin dan hidung tersumbat, kadang kadang disertai oleh demam
dan mialgia.

Penatalaksanaan :
Bersifat self limiting disease sehingga tidak memerlukan antibiotika.

3.1.2. Faringitis Nasofaringitis Tonsilofaringitis Akut.


Faringitis akut adalah infeksi akut faring dan struktur lain disekitarnya.
Pengertian Faringitis secara luas mencakup tonsilitis, nasofaringitis
dan tonsilofaringitis.Sebagian besar penyebab faringitis disebabkan oleh virus
( Adenovirus Influenza dan Virus Parainfluenza ) namun ada yang disebabkan
oleh bakteri Streptococcus pyogenes atau streptococcus B hemolyticus grup A.
Rekomendasi AAP terhadap pemberian antibiotic pada faringitis akut.
Antibiotik
Gejala :
Nyeri tenggorok, demam > 38 `C, mual, muntah, biasanya gejala batuk tidak ada.
Pemeriksaan fisik:
Eritema tonsilofaringitis, eksudat, petekie di palatum, pembesaran KGB
serfikal anterior.

Tanpa antibiotik
Gejala infeksi virus :
Konjungtivitis, batuk, diare.

3.1.3. Otitis Media


Otitis media akut adalah terdapatnya cairan dalam telinga tengah dengan gejala
radang lokal maupun sistemik.
Otitis media dengan efusi adalah berkumpulnya cairan dalam telinga tengah tanpa
disertai gejala / tanda infeksi akut.
PUSKESMAS PUGER No.Dokumen PROTAP-UPU-12
No. Revisi. 00
PROTAP PENATALAKSANAAN
Tanggal 01 September 2007
ISPA PADA ANAK
Halaman 2 / 6
UNIT KERJA : Unit Pelayanan Umum PETUGAS : DOKTER/PERAWAT

Rekomendasi AAP terhadap pemberian antibiotik pada Otitis Media


Antibiotik
Terdapat nyeri telinga, demam
Dengan otoskop terlihat bulging berwarna kuning atau kemerahan.

Tanpa Antibiotika
Tidak terdapat gejala otitis media akut
Dengan otoskop hanya terlihat kesuraman, reflek cahaya yang menurun dan
kadang terlihat air fluid level.

3.1.4. Sinusitis akut


Adalah inflamasi mukosa sinus paranasal, dapat disebabkan oleh proses infeksi
maupun noninfeksi. Kelainan di sinus umumnya akan berheti jika infeksi nasalnya
telah sembuh.

Rekomendasi AAP terhadap pemberian antibiotik pada sinusitis akut


Antibiotika
Post nasal drip menetap 10 30 hari, batuk sepanjang hari tanpa perbaikan, de
mam 39` c, purulent nasal discharge,nyeri wajah, bengkak daerah periorbital,
keadaan umum kurang baik.

Tanpa Antibiotik
Gejala gejala rinitis alergi : bersin, konjungtivitis.

3.1.5. Penatalaksanaan IRAA


Terapi Simptomatis
Diberikan puyer standar panas batuk pilek atau puyer batuk pilek :
Puyer PBP I atau BP I untuk usia > 3 bulan atau dengan berat badan > 5 kg
Puyer PBP II atau BP II untuk usia 1 3 tahun atau dengan bb > 10 kg
Puyer PBP III atau BP III untuk usia 2 4 tahun atau dengan bb > 12 kg
Puyer PBP IV atau BP IV untuk usia 4 5 tahun atau dengan bb > 15 kg

Antibiotik
Amoxcillin 50 mg / kgbb / hari dibagi dalam 3 dosis
Amphicillin 25 50 mg / kgbb / hari dibagi dalam 3 dosis
Erytrhomicin 30 50 mg / kgbb / hari dibagi dalam 3 4 dosis
Clhoramfenicol 50 mg / kgbb / hari dibagi dalam 3 - 4 dosis
Cotrimoxazole : 2 4 bulan ( 4 - < 6 kg ) 120 mg / x
4 12 bulan ( 6 - < 10 kg ) 240 mg / x
1 5 tahun ( 10 - < 19 kg ) 360 mg / x

2.1. Infeksi Respiratorik Bawah Akut


3.1.1. Croup
Infeksi virus akut pada laring ( laringitis ), laringotrakeitis dan laringotrakeo
bronkitis.
Gejala :
Stridor inspirasi, batuk dan suara serak.
Tatalaksana :
Steroid, baik deksametason oral maupun nebulisasi budesonid.
Antibiotik apabila pasien terlihat toksik dengan demam yang tinggi dan tidak
segera membaik setelah pemasangan pipa nasotrakeal.
PUSKESMAS PUGER No.Dokumen PROTAP-UPU-12
No. Revisi. 00
PROTAP PENATALAKSANAAN
Tanggal 01 September 2007
ISPA PADA ANAK
Halaman 3 / 6
UNIT KERJA : Unit Pelayanan Umum PETUGAS : DOKTER/PERAWAT

3.1.2. piglotitis
Adalah infeksi bakteri yang sangat serius dari epiglotis dan struktur supraglotis
dan hampir selalu disebabkan oleh Hemophilus Influenza tipe B.

Gejala :
Sesak hebat disertai stridor dan penampilan yang toksik.

3.1.3. Bronkitis
Adalah proses inflamasi yang mengenai mukosa bronkus utama dan men
engah dan biasanya disebabkan oleh virus.

Gejala :
Batuk produktif, biasanya dahak jernih, sakit tenggorokan, nyeri dada,
demam tidak terlalu tinggi.

Penatalaksanaan :
Istirahat, asupan cairan dan nutrisi yang cukup serta pemberian obat simptomatik.
Antibiotik diberikan bila batuk tidak sembuh selama lebih dari 10 hari.

3.1.4. Bronkiolitis
Adalah penyakit obstruktif akibat inflamasi akut pada bronkiolus,terjadi pada
anak berusia kurang dari 2 tahun dengan insidens tertinggi sekitar usia 6
bulan.
Gejala :
Biasanya didahului batuk pilek tanpa demam atau subfebris, sesak napas
yang makin hebat, napas cepat dan dangkal, dispneu dengan expiratory
effort, retraksi
dinding dada, napas cuping hidung, sianosis disekitar mulut dan hidung,
gelisah, mengi.
Pemeriksaan Fisik :
Auskultasi paru ronki basah halus nyaring
Perkusi paru hipersonor.

Penatalaksanaan :
Pada kasus berat rujuk pasien ke Rumah Sakit, dan berikan :
Oksigen 1 2 L/menit
IVFD :
Neonatus :dekstrose 10 % : NaCl 0.9 % = 4 : 1
Bayi > 1 bulan : dekstrose 10 % : NaCl 0.9 % = 3 : 1
Pada kasus ringan
Antibiotik ditambah dengan steroid.

3.1.5. Pneumonia
Adalah infeksi akut yang mengenai parenkim paru.

Manifestasi klinis pneumonia :


Gejala Tanda Pemeriksaan fisik
Demam Demam Ronki
Napas cepat Takipnu Mengi
Batuk Dispnu Suara napas melemah
Muntah Retraksi dinding dada Pekak pada perkusi
PUSKESMAS PUGER No.Dokumen PROTAP-UPU-12
No. Revisi. 00
PROTAP PENATALAKSANAAN
Tanggal 01 September 2007
ISPA PADA ANAK
Halaman 4 / 6
UNIT KERJA : Unit Pelayanan Umum PETUGAS : DOKTER/PERAWAT

Tidak mau minum Napas cuping hidung Fremitus melemah


Iritabel Merintih Meningismus
Letargi Sianosis Pleural friction rub
Nyeri dada
Nyeri perut
Nyeri bahu

Kriteria takipneu berdasarkan usia menurut WHO :


> 2 bulan 60 kali permenit
2 bulan 1 tahun 50 kali permenit
1 5 tahun 40 kali permenit

Pemeriksaan penunjang :
Rontgen toraks : infiltrat ringan sampai bercak bercak konsolidasi merata pada kedua
paru atau perpadatan pada satu lobus.
Pemeriksaan darah : lekositosis, sel polimorfonuklear (PMN) meninggi
Pedoman klinis membedakan penyebab pneumonia
Pemeriksaan Bakteri Virus Mikoplasma
Anamnesis
Umur Berapapun, bayi Berapapun Usia sekolah
Awitan Mendadak Pelahan Tidak nyata
Sakit serumah Tidak ada Ya, bersamaan Ya, berselang
Batuk Produktif Nonproduktif Kering
Gejala penyerta Toksik Mialgia, ruam organ
Nyeri kepala, otot, tenggorok
bermukosa
Fisik
Keadaan umum Klinis < temuan Klinis < temuan Klinis < temuan
Demam 39`c , 39`c , 39`c
Auskultasi Ronki , suara napas Ronki bilateral, difus,
Ronki unilateral, mengi
lemah mengi

Klasifikasi Pneumonia berdasarkan umur menurut WHO


Usia < 2 bulan
Pneumonia berat Napas cepat
Chest indrawing berat
Pneumonia sangat berat Tidak bisa minum, kejang, kesadaran menurun,
hipertermi/hipotermi
Usia 2 bulan sampai 5 tahun
Pneumonia Napas cepat
Pneumonia berat Chest indrawing
Pneumonia sangat berat Tidak dapat minum, kejang, kesadaran menurun, malnutrisi

Tatalaksana
1.Pasien anak dengan gejala sesak yang nyata dan pasien pneumonia dibawah umur 3 bulan
harus dirawat di rumah sakit.
2.Sebelum dan selama dalam perjalanan dirujuk beri oksigen 2 4 l/ menit dan beri cairan
rumat dekstrose 5% : Nacl 0.9 % 3 :1.
3.Karena kesulitan dalam membedakan etiologinya maka pasien pneumonia diberikan antibiotik.

Kriteria Rujukan Pasien ISPA


PUSKESMAS PUGER No.Dokumen PROTAP-UPU-12
No. Revisi. 00
PROTAP PENATALAKSANAAN
Tanggal 01 September 2007
ISPA PADA ANAK
Halaman 5 / 6
UNIT KERJA : Unit Pelayanan Umum PETUGAS : DOKTER/PERAWAT

1. Croup
2. Epiglositis
3. Bronkiolitis
4. Pneumonia berat
5. Pneumonia dengan gejala sesak napas yang berat
6. Pnemonia dengan usia penderita < 3 bulan
Sumber :
1. Kapita Selekta Kedokteran edisi ketiga jilid 2, thn 2000
2. Standar Pelayanan Medik edisi 3, IDI
3. Asma dan Penyakit Respiratorik Lain Pada Anak,
Yayasan Penyantun Anak asma Indonesia, Suddhaprana

4. Prosedur
Perawat
4.1. Menanyakan identitas pasien, umur dan keluhan utama pasien dan catat dalam formulir
MTBS.
4.2. Melakukan pengukuran berat badan pasien, suhu tubuh dan menghitung frekuensi
napas dengan menggunakan respiratory rate serta mencatatnya dalam formulir MTBS.
4.3. Membuat klasifikasi pada formulir MTBS.
Dokter
4.4. Membaca formulir MTBS pasien
4.5. Melakukan anamnesa ulang :
Menanyakan apakah ada demam? Sudah berapa lama demam? Apakah ada pilek atau
batuk? Sudah berapa lama menderita pilek atau batuk ? Batuk berdahak atau kering ?
Apakah ada sesak napas? Apakah ada nyeri tenggorokan ?
4.6. Melakukan pemeriksaan fisik. Antara lain:
4.6.1. Melihat apakah ada sianosis
4.6.2. Melihat apakah ada pernapasan cuping hidung
4.6.3. Melihat keadan faring dan tonsil pasien
4.6.4. Memeriksa telinga pasien
4.6.5. Melihat apakah ada tarikan dinding dada.
4.6.6. Melakukan pemeriksaan auskultasi paru adakah wheezing atau ronki.
4.6.7. Catat hasil pemeriksaan yang mendukung diagnosa didalam buku status pasien.
4.7. Menganjurkan pemeriksaan penunjang bila diperlukan.
4.8. Menegakkan diagnosa berdasarkan hasil anamnesa, pemeriksaan fisik dan peme
riksaan penunjang bila ada.
4.9. Melakukan terapi.
4.9.1. Pasien dianjurkan untuk istirahat dan banyak minum.
4.9.2. Pengobatan simtomatis dengan menggunakan puyer standar
4.9.3. Antibiotik diberikan sesuai indikasi
Amoxcillin 50 mg / kgbb / hari dibagi dalam 3 dosis
Amphicillin 25 50 mg / kgbb / hari dibagi dalam 3 dosis
Erytrhomicin 30 50 mg / kgbb / hari dibagi dalam 3 4 dosis
Clhoramfenicol 50 mg / kgbb / hari dibagi dalam 3 - 4 dosis
Cotrimoxazole : 2 4 bulan ( 4 - < 6 kg ) 120 mg / x
4 12 bulan ( 6 - < 10 kg ) 240 mg / x
1 5 tahun ( 10 - < 19 kg ) 360 mg / x
4.10 Merujuk pasien ke unit pelayanan lain yang terdapat didalam Puskesmas kecamatan
atau ke Rumah Sakit, bila menemukan penyulit atau pasien memerlukan perawatan
dan peralatan khusus.

5. Catatan Mutu
PUSKESMAS PUGER No.Dokumen PROTAP-UPU-12
No. Revisi. 00
PROTAP PENATALAKSANAAN
Tanggal 01 September 2007
ISPA PADA ANAK
Halaman 6 / 6
UNIT KERJA : Unit Pelayanan Umum PETUGAS : DOKTER/PERAWAT

5.1. Status pasien Unit Pelayanan Umum


5.2. Buku register harian unit pelayanan umum
5.3. Lembaran resep
5.4. Form resep umum luar
5.5. Form rujukan pasien umum
5.6. Form rujukan pasien (ASKES, ASKESKIN dan Umum)
5.7. Buku Register rujukan pasien
5.8. Form MTBS
5.9. Buku Register MTBS

Disahkan Oleh Dibuat Oleh

Dr. Santoso Gunawan Dr. Yukhi


Kepala Puskesmas Pengendali UPU