Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN ILMU KEBUMIAN

Arus Air

Oleh :

Nama : Ari Setyaningsih

NIM : 14312241027

JURUSAN PENDIDIKAN IPA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2015
A. JUDUL : Arus air

B. TUJUAN
Mendemontrasikan bagaimana pengaruh suhu dan kadar garam pada air dapat
menyebabkan arus

C. HIPOTESIS
1. Jika larutan garam dituang kedalam air dingin maka akan terjadi
pergerakan secara vertical.
2. Jika air dingin dituang kedalam air panas maka akan terjadi arus.
3. Jika air dingin dituang kedalam air panas dengan posisi salah satu
sisi tinggi maka akan terjadi arus.

D. DASAR TEORI

Air
Air merupakan bagian yang esensial dari protoplasma dan dapat dikatakan bahwa
semua jenis kehidupan bersifat aquatic. Dalam prakteknya suatu habitat aquatic apabila
mediumnya baik external maupun internal adalah air. Aquatic merujuk perairan yang meliputi
laut, sungai, danau, gua basah, air tanah, rawa baik asin maupun tawar dan sejenisnya.
(Muchtar, 2006).
Air adalah fasa cair dari persenyawaan kimia yang dibentuk oleh dua bagian berat
hydrogen dan 16 bagian berat oksigen. Didalam air itu dikandung pula sejumlah kecil air
berat, gas, dan zat padat, terutama berbentuk garam dalam larutan. Benda cair seperti yang
biasa terdapat didanau, sungai, rawa, sumur dan sebagainya. (Kurnia, 2005).
Kualitas air yang bagus di tentukan oleh pH air tersebut. Bila pH air berkisar 7
maka kualitas air tersebut bagus dan air itu belum terkontaminasi senyawa-senyawa
yang mengandung logam berat yang dapat menyebabkan air tidak layak lagi untuk di
pakai atau di pergunakan oleh manusia atau organisme lain karena menyebabkan
kematian (Sihotang, 2009).
Massa Jenis
Zat didefinisikan sebagai sesuatu yang mempunyai massa dan memerlukan
ruang. Berdasarkan wujudnya, zat dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu zat
padat, zat cair dan gas. Setiap zat padat mempunyai massa jenis tertentu. Demekian
juga dengan zat cair dan gas. Oleh karena itu kita dapat mengetahui jenis zat
berdasarkan massa jenisnya (Hidayat, 1979).
Massa jenis merupakan nilai yang menunjukkan besarnya perbandingan antara
massa benda dengan volume benda tersebut, massa jenis suatu benda bersifat tetap
artinya jika ukuran benda diubah massa jenis jenis benda tidak berubah, misalnya
ukurannya diperbesar sehingga baik massa benda maupoun volume benda makin
besar. Walaupun kedua besaran yang menunjukan ukuran benda tersebut makin besar
tetapi massa jenisnya tetap, hal ini disebabkan oleh kenaikan massa benda atau
sebaliknya kenaikan volume benda diikuti secara linier dengan kenaikan volume
benda atau massa benda. Untuk menentukan massa benda dapat dilakukan dengan
menimbang benda tersebut dengan timbangan yang sesuai, sperti neraca ohaus atau
yang lainnya (Halliday, 1991).
Massa jenis atau kerapatan merupakan karakteristik mendasar yang dimiliki
zat. Rapatan (densitas) adalah sifat fisik dari materi. Rapatan digunakan untuk
membandingkan dua zat yang memiliki volume yang sama (menempati besaran ruang
yang sama, tetapi memiliki massa yang berbeda). Sebuah objek dengan massa per
volume yang lebih besar lebih rapat daripada objek dengan massa per volume yang
lebih kecil. Zat yang kurang rapat mengapung di atas zat yang lebih rapat (Mariana,
Z.T, 2012).
Zat atau materi adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang.
Ada beragam jenis zat, salah satu yang membedakannya adalah massa jenisnya.
Massa jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi
massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Massa
jenis rata-rata setiap benda merupakan total massa dibagi dengan total volumenya.
Sebuah benda yang memiliki massa jenis lebih tinggi akan memiliki volume yang
lebih rendah dari pada benda bermassa sama yang memiliki massa jenis lebih rendah
(Mariana, Z.T, 2012).
Parameter Fisika
1. Suhu
Suhu di laut adalah salah satu faktor yang amat penting bagi kehidupan organisme
di lautan, karena suhu mempengaruhi baik aktifitas metabolisme maupun
perkembangbiakan dari organisme-organime tersebut. Oleh karena itu tidaklah
mengherankan jika banyak dijumpai bermacam-macam jenis hewan yang terdapat
di berbagai tempat di dunia. Sebagai contoh, binatang karang dimana
penyebarannya sangat dibatasi oleh perairan yang hangat yang terdapat di daerah
tropik dan sub tropik (Hutabarat ,1985).
Suhu adalah ukuran energi gerakan molekul. Disamudra, suhu bervariasi
secara horizontal sesuai dengan garis lintang, dan juga secara vertikal sesuai
dengan kedalaman. Suhu menunjukkan derajat panas benda. Mudahnya, semakin
tinggi suhu suatu benda, semakin panas benda tersebut. Secara mikroskopis, suhu
menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu benda. Setiap atom dalam suatu
benda masing-masing bergerak, baik itu dalam bentuk perpindahan maupun
gerakan di tempat berupa getaran. Makin tingginya energi atom penyusun benda,
makin tinggi suhu benda tersebut. Suhu juga disebut temperatur yang diukur
dengan alat termometer. Empat macam termometer yang dikenal adalah Celsius,
Reumur, Fahrenheit dan Kelvin (Nybakken,1992).
Untuk mengukur suhu air dengan cermat pada berbagai kedalaman sering
digunakan termometer khusus yang disebut termometer bolak-balik(reversing
thermometer) yang dipasang pada dinding tabung nansen. Dinamai demikian
karena pada saat diturunkan dengan kabel sampai pada kedalaman yang di
inginkan, posisinya terbalik (Nontji,2007).
2. Kecepatan Arus
Arus merupakan gerakan mengalir suatu masa air yang dapat disebabkan oleh
tiupan angin, atau karena perbedaan densitas air laut atau dapat pula disebabkan
olah gerakan bergelombang panjang. Secara umum yang dimaksud dengan arus
laut adalah gerakan masa air laut ke arah horizontal dalam skala besar. Walaupun
ada arus vertikal, namn ulasan ini hanya membahas arus horizontal saja. Tidak
seperti pada arus sungai yang searah dengan aliran sungai menuju ke arah hilir,
dimana kecepatan arus sungai bisa diukur secara sederhana. Arus di laut di
pengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang mempengaruhi timbulnya
arus yakni tiupan angin musim. Selain itu juga faktor suhupermukaan laut yang
selalu berubah-ubah (Nontji,2007).
Arus merupakan gerakan air yang sangat luas yang terjadi pada seluruh lautan
di dunia. Arus arus ini mempunyai arti yang sangat penting dalam menentukan
arah pelayaran bagi kapal-kapal. Kecepatan arus ini, akan berkurang cepat sesuai
dengan makin bertambahnya kedalaman perairan dan akhirnya angin menjadi tidak
berpengaruh sama sekali terhadap kecepatan arus pada kedalaman di bawah 200
meter. Pada saat kecepatan arus berkurang, maka tingkat perubahan arah arus yang
disebabkan oleh gaya coriolis akan meningkat. Hasilya adalah bahwa hanya terjadi
sedikit pembelokan dari arah arus yang relatif cepat di lapisan permukaan dan arah
pembelokannya akan semakin besar pada aliran arus yang kecepatannya menjadi
makin lambat di lapisan perairan yang mempunyai kedalaman makin bertambah
besar. Akibatnya akan timbul suatu aliran arus dimana makin dalam suatu perairan
maka arus yang terjadi pada lapisan-lapisan perairan makin di belokkan arahnya.
Hubungan ini dikenal sebagai Spiral Ekman (Hutabarat , 1985).
3. Kecerahan dan Sifat Optis Air
Penyinaran cahaya matahari akan berkurang secara cepat sesuai dengan makin
tingginya kedalaman laut. Kecerahan adalah ukuran transparansi perairan atau
sebagian cahaya yang diteruskan. Kecerahan air tergantung pada warna dan
kekeruhan yang diungkapkan dengan satuan meter sangat dipengaruhi oleh
keadaan cuaca, waktupengukuran, dan padatan tersuspensi. Selain itu kecerahan
sangat dipengaruhi oleh kedalaman perairan karena semakin dalam perairan maka
daerah yang dalam tidak mampu lagi dijangkau oleh cahaya (Hutabarat, 1985).
Kecerahan air laut ditentukan oleh kekeruhan air laut itu sendiri dari kandungan
sedimen yang dibawa oleh aliran sungai. Pada laut yang keruh, radiasi sinar
matahari yang dibutuhkan untuk proses fotosintesis tumbuhan laut akan kurang
dibandingkan dengan air laut jernih. Pada perairan laut yang dalam dan jernih,
fotosintesis tumbuhan itu mencapai 200 meter, jika keruh hanya mencapai 15 40
meter. Laut yang jernih merupakan lingkungan yang baik untuk tumbuhnya
terumbu karang dari cangkang binatang koral. Air laut juga menampakan warna
yang berbeda-beda tergantung pada zatzat organik maupun anorganik yang ada
(Suhendar, 2010).
Parameter Kimia
1. PH
Suatuskalaatauukuranuntukmengukurkeasamanataukebasahanlarutan
dinamakanPH,nilainyabervariasiantara014denganbatasnormaladapadanilai
7.AirlautumiumnyamemilikinilaiPHdiatas7yangberartibersifatbasa,namun
dalam kondisi tertentu nilainya dapat menjadi lebih rendah sehingga menjadi
bersifatasam.PerubahannilaiPHyangdemikianberpengaruhterhadapkualitas
perairanyangpadaakhirnyaberdampakterhadapkehidupanbiotadidalamnya
(Ruyitnoetal.,2003).
Derajatkeasamanmenunjukanaktifitasionhidrogendalamlarutantersebut
dandinyatakansebagaikonsentrasiionhidrogen(mol/l)padasuhutertentuatau
pH=log(H+).KonsentrasipHmempengaruhitingkatkesuburanperairankarena
mempengaruhi kehidupan jazad renik. Perairan yang asam cenderung
menyebabkankematianpadaikan.Halinidisebabkankonsentrasioksigenakan
rendahsehinggaaktifitaspernapasantinggidanseleramakanberkurang(Ghufron
danKordi,2005).
pHairlautumunyaberkisarantara7.68.3danberpengaruhterhadap
ikan.NilaipHbiasanyadipengaruhiolehlajufotosintesa,buanganindustriserta
limbahrumahtangga.KisaranpHdalamperairanalami,sangatdipengaruhioleh
konsentrasi karbondioksida yang merupakan substansi asam. Fitoplankton dan
vegetasi perairan lainya menyerap karbondioksida dari perairan selama proses
fotosintesaberlangsungsehinggapHcenderungmeningkatpadasiangharidan
menurunpadamalamhari.TetapimenurunyapHolehkarbondioksidatidaklebih
dari4.5(Boyd,1982).
2. Salinitas
Salinitasadalahkadargaramterlarutdalamair.Satuansalinitasadalahper
mil(),yaitujumlahberattotal(gr)materialpadatsepertiNaClyangterkandung
dalam1000gramairlaut(Wibisono,2004).Salinitasmerupakanbagiandarisifat
fisikkimia suatu perairan, selain suhu, pH, substrat dan lainlain. Salinitas
dipengaruhiolehpasangsurut,curahhujan,penguapan,presipitasidantopografi
suatuperairan.Akibatnya,salinitassuatuperairandapatsamaatauberbedadengan
perairanlainnya,misalnyaperairandarat,lautdanpayau.Kisaransalinitasairlaut
adalah3035,estuari535danairtawar0,55(Nybakken,1992).
Salinitas 30 ppt adalah tingkat kadar garam normal pada air laut, pada
salinitasiniindukikanbandengdipeliharadandipijahkan.Salinitas23pptadalah
kisaran salinitasi media air laut payau, di mana nener (stadium akhir larva
bandeng) dipelihara dibakbak hatcherybandeng. Sementarasalinitas 16ppt
mewakili air payau, di alam kondisi ini dijumpai pada tambaktambak dimana
benih bandeng dipelihara atau dibesarkan mencapai ukuran konsumsi
(Murtidjo,2002).
Toleransiterhadapsalinitastergantungpadaumurstadiumikan.Salinitas
berpengaruhterhadapreproduksi,distribusi,lamahidup sertaorientasimigrasi.
Variasi salinitas pada perairan yang jauh dari pantai akan relatif kecil
dibandingkandenganvariasisalinitasdidekatpantai,terutamajikapemasukanair
airsungai.Perubahansalinitastidaklangsungberpengaruhterhadapperilakuikan
ataudistribusiikantetapipadaperubahansifatkimiaairlaut(Brotowidjoyoetal,
1995).
3. OksigenTerlarut(DO)
DOmerupakanzatpengoksidasiyangkuatdanberperanpentingdalam
pernapasantumbuhandanhewan,secaraalamikelarutannyadalamairlautcukup
untukmembuatikandanbiotahidupdidalamnya.Akantimbulmasalahbilamana
konsentrasinyaberubahsehinggamencapaiangkadiluarbatasangkakenormalan
dalamsuatuperairan.Penurunankonsentrasioksigeninibiasanyadisebabkanoleh
terjadinyaperubahankualitasperairansebagaiakibatbanyaknyabahanpencemar
yangmengalirkedalamperairan(Ruyitnoetal.,2003).
Penurunan kadar oksigen terlarut dalam air dapat menghambat aktivitas
ikan. Oksigen diperlukan untuk pembakaran dalam tubuh. Kebutuhan akan
oksigendiantaratiapspesiestidaksama.Halinidisebabkanadanyaperbedaan
strukturmolekulseldarahikanyangmempunyaihubunganantaratekananpartial
oksigen dalam air dengan keseluruhan oksigen dalam sel darah (Brown and
Gratzek,1980).
Menurut Kordi (2007) konsentrasi oksigen terlarut berubahubah dalam
siklusharian.Padawaktufajar,konsentrasioksigenterlarutrendahdansemakin
tinggipadasianghariyangdisebabkanolehfotosintesis,sampaimencapaititik
maksimal lewat tengah hari. Pada malam hari saat tidak terjadi fotosintesis,
pernapasan organisme di dalam tambak memerlukan oksigen sehingga
menyebabkan penurunankonsentrasi oksigen terlarut.Suhusangat berpengaruh
terhadapkadaroksigen.Oksigenberbandingterbalikdengansuhu.Artinyabila
suhutinggimakakelarutanoksigenberkurang.

E. METODE PERCOBAAN
1. Tempat dan waktu
Tempat : Laboratorium IPA 2 FMIPA UNY
Hari, tanggal : Kamis, 15 Oktober 2015
Waktu : 07.30 09.10 WIB

2. Alat dan Bahan


Bejana
Pipet tetes
Kotak plastik (bejana plastik)
Balok kayu (benda lain untuk memiringkan kotak)
Garam dapur (10 g untuk setiap 100 mL)

F. PROSEDUR KERJA
Kegiatan 1

Mengisi kotak plastik dengan air dingin sedalam 10 cm

Membuat larutan air garam dengan air dingin ( 10 g untuk setiap 100 mL )
pada bejana

Menambahkan pewarna makanan dengan pipet pada larutan garam dingin ini

Menuangkan dengan perlahan-lahan larutan air garam dingin pada air dingin
kotak plastik

Mengamati apa yang terjadi

Kegiatan 2

Mengosongkan dan membilas sampai bersih kotak plastik

Mengisi kotak plastik dengan air hangat sedalam 10 cm

Menambahkan pewarna makanan dengan pipet pada bejana yang


berisi air dingin

Menuangkan dengan perlahan-lahan air dingin berwarna kedalam air hangat


pada kotak plastik
Mengamati apa yang terjadi

Kegiatan 3

Mengosongkan dan membilas sampai kotak bersih

Menempatkan balok kayu atau benda lain pada salah satu bagian
kotak untuk memiringkan kotak tersebut

Mengisi kotak plastik dengan air hangat sedalam 3 cm pada bagian


yang ditinggikan

Menambahkan pewarna makanan dengan pipet pada bejana yang


berisi air dingin

Menuangkan air dingin berwarna perlahan-lahan kedalam air hangat


pada kotak plastik dari bagian yang lebih tinggi

Membuat sketsa bagaimana air dingin mengalir melalui air hangat

G. DATA HASIL PERCOBAAN

No. Kegiatan ke Pengamatan


1. 1 a. Penyebaran warna paling cepat dan langsung
mengendap
b. Gradasi : terbentuk 2 lapisan. Lapisan atas bening
dan lapisan bawah cenderung lebih pekat oleh zat
warna (lebih mudah untuk membedakan lapisannya)
2. 2 a. Penyebaran zat warna lebih lambat daripada kegiatan
1
b. Gradasi warna tidak sejelas kegiatan 1. Pada bagian
bawah terdapat endapan/larutan warna lebih pekat tetapi
keseluruhan zat warna cenderung menyebar.
3. 3 a. Penyebaran zat warna mengalir ke tempat yang lebih
rendah kemudian menyebar
b. Gradasi : larutan pada bagian yang lebih tinggi
cenderung lebih bening sedangkan yang bagian lebih
rendah cenderung lebih pekat walaupun zat warna
sudah menyebar

H. PEMBAHASAN

Percobaan dengan judul Arus Air yang dilaksanakan di Laboratorium IPA 2


FMIPA UNY pada hari Kamis tanggal 15 Oktober 2015 ini bertujuan untuk
mendemontrasikan bagaimana pengaruh suhu dan kadar garam pada air dapat
menyebabkan arus. Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini antara lain :
bejana, pipet tetes, kotak plastik (bejana plastik), balok kayu (benda lain untuk
memiringkan kotak) dan garam dapur (10 g untuk setiap 100 mL). Pada kegiatan ini
praktikan melakukan 3 percobaan, dan berikut adalah penjelasannya :

1. Kegiatan 1
Pada percobaan pertama ini, langkah pertama yang dilakukan praktikan
ialah Mengisi kotak plastik dengan air dingin sedalam 10 cm. Kemudian
Membuat larutan air garam dengan air dingin ( 10 g untuk setiap 100 mL ) pada
bejana. Lalu praktikan Menambahkan pewarna makanan dengan pipet pada
larutan garam dingin ini. Selanjutnya Menuangkan dengan perlahan-lahan
larutan air garam dingin pada air dingin kotak plastik. Terakhir praktikan
Mengamati apa yang terjadi.
Berdasarkan hasil pengamatan pada percobaan ini didapatkan hasil bahwa
Penyebaran warna paling cepat dan langsung mengendap. Persebaran terjadi
dengan cepat sehingga terlihat bahwa air garam bercampur dengan air dingin.
Hal ini dapat terjadi karena terdapat pergerakan larutan garam yang terjadi
begitu cepat dan faktor yang menyebabkan persebaran larutan garam begitu
cepat adalah densitas air. Densitas air dingin dan larutan garam berbeda, densitas
garam lebih berat dibandingkan densitas air dingin.
Semakin tinggi massa jenis larutan garam, maka semakin besar pula massa
setiap volumenya. Larutan garam yang memiliki massa jenis lebih tinggi akan
memiliki volume yang lebih rendah daripada benda bermassa sama yang
memiliki massa jenis lebih rendah air dingin. Sehingga gerakan larutan garam
akan cepat tersebar didalam air dingin. Arus terjadi disebabkan oleh tiga hal
yaitu tiupan angin, perbedaan densitas air dengan arena terjadinya pasang surut
(Kurniawan, 2006).
Setelah mengamati pergerakan larutan garam dalam air
dingin, praktikan mendiamkan campuran beberapa saat hingga
terbentuk gradasi. Gradasi yang terbentuk terdiri 2 lapisan. Lapisan atas
bening dan lapisan bawah cenderung lebih pekat oleh zat warna. Pada kegiatan
ini praktikan lebih mudah untuk membedakan lapisannya. Lapisan yang
berwarna merah merupakan larutan garam sedangkan yang berwarna bening
merupakan air dingin. Larutan garam memiliki massa jenis yang
lebih besar dibandingkan dengan massa jenis air yang kecil.
Massa jenis larutan yang besar mengakibatkan larutan garam
berada dibawah dan air segar yang memiliki massa jenis kecil
naik berada diatas larutan garam. Hal ini juga sesuai dengan
teori bahwa perbedaan kadar garam akan menyebabkan
gradasi, yang menyebabkan kadar air garam tinggi akan berada
dibawah. Arus ini disebabkan oleh air yang berdensitas lebih
berat akan mengalir ke tempat air yang berdensitas kecil atau
lebih ringan. Arus jenis ini biasanya memindahkan sejumlah
besar massa air ke tempat lain. Akibatnya terjadi gerakan atau
arus secara vertical yang disebut konveksi air.
Berikut ini adalah gambar hasil gradasi yang terbentuk
pada larutan garam dan air dingin :
(gambar : gradasi pada larutan garam dan air dingin)
Sumber : dokumen pribadi

2. Kegiatan 2
Pada percobaan kedua ini, langkah pertama yang dilakukan praktikan ialah
mengosongkan dan membilas sampai bersih kotak plastik. Selanjutnya praktikan
mengisi kotak plastik dengan air hangat sedalam 10 cm. Lalu menambahkan
pewarna makanan dengan pipet pada bejana yang berisi air dingin. Kemudian
menuangkan dengan perlahan-lahan air dingin berwarna kedalam air hangat
pada kotak plastik. Setelah itu praktikan mengamati apa yang terjadi.
Berdasarkan hasil pengamatan pada percobaan ini didapatkan hasil bahwa
Penyebaran zat warna lebih lambat daripada kegiatan 1. Adanya pergerakan air
pada campuran air dingin dan air hangat ini karena perbedaan suhu atau
salinitas air laut menyebabkan perbedaan kerapatan massa air laut (densitas),
sehingga menimbulkan pergerakan air laut. Selain itu juga terbentuk gradasi
namun gradasi yang terbentuk tidak sejelas kegiatan 1 serta pada bagian bawah
terdapat endapan/larutan warna lebih pekat tetapi keseluruhan zat warna
cenderung menyebar. Air yang panas memiliki massa jenis yang lebih ringan
dibandingkan dengan air dingin. Ketika air dingin dan air panas disatukan maka
air panas akan memilih posisi di bagian atas.

Berikut ini adalah gambar hasil gradasi yang terbentuk pada


air hangat dan air dingin :
(gambar : hasil gradasi yang terbentuk pada air hangat dan
air dingin)
Sumber : dokumen pribadi

3. Kegiatan 3
Pada percobaan ketiga ini, langkah pertama yang dilakukan praktikan ialah
mengosongkan dan membilas sampai bersih kotak plastik. Setelah itu praktikan
menempatkan balok kayu atau benda lain pada salah satu bagian kotak untuk
memiringkan kotak tersebut. Kemudian mengisi kotak plastik dengan air hangat
sedalam 3 cm pada bagian yang ditinggikan. Lalu menambahkan pewarna
makanan dengan pipet pada bejana yang berisi air dingin. Selanjutnya
menuangkan air dingin berwarna perlahan-lahan kedalam air hangat pada kotak
plastik dari bagian yang lebih tinggi. Terakhir praktikan membuat sketsa
bagaimana air dingin mengalir melalui air hangat.
Berdasarkan hasil pengamatan pada percobaan ini didapatkan hasil bahwa
Penyebaran zat warna mengalir ke tempat yang lebih rendah kemudian
menyebar. Hal ini terjadi karena posisi air mempengaruhi arus yang terjadi.
Sebagaimana Tillery (2002) mengatakan bahwa jauh ke dalam permukaan,
terdapat arus-arus yang menggerakkan air ke atas menuju beberapa tempat dan
bergerak ke bawah menuju tempat lain. Akhirnya terdapat arus dalam Samudra
yang menggerakkan sejumlah volume massa air laut.
Selain itu dari hasil pengamatan juga terbentuk gradasi yaitu larutan pada
bagian yang lebih tinggi cenderung lebih bening sedangkan yang bagian lebih
rendah cenderung lebih pekat walaupun zat warna sudah menyebar. Air laut
yang dingin memiliki massa jenis yang lebih besar dari pada air laut yang panas.
Air laut di daerah kutub bersuhu dingin, sehingga memiliki massa jenis lebih
besar. Oleh karena itu, air laut tersebut akan tenggelam dan bergerak menuju ke
daerah yang massa jenisnya lebih kecil, melalui dasar laut yang dalam.
Berikut ini adalah gradasi yang terbentuk pada kegiatan ketiga :

(gambar : gradasi air hangat dan air dingin pada posisi miring)

Sumber : dokumen pribadi

Arus yang terjadi dalam percobaan ini adalah arus dingin, karena air yang
dingin melewati air panas sehingga air tersebut dapat bercampur menjadi satu
kemudian untuk beberapa saat campuran tersebut terpisah menjadi dua bagian
yang berbeda yaitu bagian air dingin berada dibawah dan air panas berada atas,
hal ini sesuai dengan teori tentang massa jenis air.

I. KESIMPULAN
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan praktikan dapat
menyimpulkan bahwa:
1. Perbedaan kadar garam menyebabkan terjadinya perbedaan
massa jenis air. Perbedaan massa jenis menyebabkan air yang
bermassa jenis besar turun sedangkan yang bermassa jenis kecil
naik sehingga terjadi gerakan atau arus secara vertical yang
disebut konveksi air.
2. Perbedaan suhu atau salinitas air laut menyebabkan perbedaan kerapatan massa
air laut (densitas), sehingga menimbulkan pergerakan air laut.
J. JAWABAN PERTANYAAN

1. Manakah yang kerapatannya lebih besar, air segar atau larutan garam? Mengapa
demikian? Jawaban : Larutan garam memiliki kerapatan yang lebih besar dari air
segar. Hal ini karena pada larutan garam terkandung zat terlarut yaitu garam.
Berdasarkan teori massa zat terlarut berpengaruh terhadap massa jenis larutan.
Semakin besar massa zat terlarut maka semakin besar pula massa jenis larutan yang
dihasilkan dengan ketentuan volume yang digunakan tetap.
2. Manakah yang kerapatannya lebih besar, air dingin atau air hangat? Mengapa
demikian? Jawaban : Air dingin memiliki kerapatan lebih besar daripada air hangat.
Hal ini karena semakin besar suatu benda maka massa jenisnya semakin kecil karena
volumenya menjadi lebih kecil akibat pemanasan dan sebaliknya.
3. Apa yang terjadi apabila air yang memiliki kerapatan yang berbeda bercampur?
Bagaimana konsep ini diterapkan dalam arus laut dalam?
Jawaban : Apabila air yang memiliki kerapatan yang berbeda bercampur maka
akan menyebabkan gradasi. Konsep ini diterapkan dalam arus laut dalam maka
menyebabkan air yang bermassa jenis besar turun sedangkan
yang bermassa jenis kecil naik sehingga terjadi gerakan atau
arus secara vertical yang disebut konveksi air.

K. DAFTAR PUSTAKA
Halliday, Resnick. 1991. Fisika dasar 2. Jakarta : erlangga
Hutabarat, sahala, 1985. Pengantar Oceanografi. Jakarta : UI-PRESS
Mariana, Z.T. 2012. Penuntun praktikum Fisika Pertanian. Bandung : Fakultas
Pertanian.
Nontji, anugrah, 2007. Laut Nusantara. Jakarta : DJAMBATAN
Nybakken, james W, 1992. Bilogi Laut. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama
Suhendar, 2010. 5_LAUT_DAN_PESISIR. http://pustaka.ictsleman.net/geografi/pdf.
Diakses pada tanggal 19 Oktober 2015, pukul 19.00 WIB
Wibisono, M.S, 2005. Pengantar Ilmu Kelautan. Jakarta : PT. Gramedia Widiasarana
Indonesia
Brotowidjoyo, et al. 1999. Pengatur Lingkungan Perairan dan Budidaya Air .
Yogyakarta : Liberty.

LAMPIRAN
1. kegiatan

(gambar : proses penuangan larutan garam (gambar :


campuran air dingin dan

dan pewarna) larutan


garam)
2. Kegiatan 2

(gambar : proses penuangan larutan pewarna) (gambar : hasil


campuran air hangat dan

air dingin)

3. Kegiatan 3
(gambar : proses penuangan larutan pewarna) (gambar : hasil

campuran air hangat


dan larutan)

Anda mungkin juga menyukai