Anda di halaman 1dari 15

BAB 5 TRANSLASI MATA UANG ASING

A. KETENTUAN AKUNTANSI UNTUK BISNIS INTERNASIONAL


Standar akuntnsi bisnis luar negeri serta transaksi pertukaran dalam mata uang asing dimulai
pada tahun 1939 telah dikeluarkannya Accounting Research Buletin (ARB). Kemudian
diperbarui dengan ARB no 43 tahun 1943. diIndonesia , ketentuan akuntansi untuk bisnis
internasional diawali dengan dikeluarkannya PSAK no 10 dan 11 tahun 1994 yang menjelaskan
standar yang digunakan oleh perusahaan dalam mencatat transaksi mata uang asing dan
menjabarkan laporan keuangan mata uang asing.
1. Pernyataan Standart Akuntansi Keuangan Dalam PSAK no 10 dinyatakan bahwa : Perusahaan
dapat melakukan aktifitas yang menyangkut valuta asing ( Foreign Activities) dalam dua cara,
melakukan transaksi dalam mata uang asing atau memiliki kegiatan usaha luar negeri ( Foreign
Ooperation ). Dalam PSAK no 10 diberikan beberapa definisi yang terkait dengan kegiatan
bisnis internasional antara lain:

kegiatan usaha luar negeri ( foreign operation ) adalah perusahaan anak (subsidiary),
perusahaan assosiasi, usaha patungan ,atau cabang perusahaan pelapor, yang aktifitasnya
dilaksanakan disuatu Negara diluar Negara perusahaan pelapor.

Entitas asing adalah suatu kegiatan usaha luar negeri, yang aktifitasnya bukan merupakan
suatu bagian integral dari perusahaan pelapor.

pos moneter adalah kas dan setara kas, aktiva dan kewajiban yang akan diterima atagu
dibayar yang jumlahnya pasti atau deapat kditentukan.

nilai wajar adalah suatu jumlah yang dapat digunakan sebagai dasar pertukaran aktiva
atau penyelaesaian kewajiban antara pihak yang paham dan berkeinginan untuk
melakukan transaksi yang wajar.

2. Pendekatan Penjabaran Laporan Keuangan Beberapa pendekatan penjabaran laporan


keuangan dalam mata uang asing ke dalam mata uang domestik, meliputi ;

Metode Lancar-Tak lancer, yang menjabarkan akun-akun lancar pada kurs sekarang serta
akun-akun tidak lancar pada kurs histories.

Metode Moneter-Non moneter, yang mengubah aktiva dan kewajiban moneter pada kurs
sekarang serta aktiva dan kewajiban non moneter pada kurs histories.

Metode Temporal, yang mengubah aktiva dan kewajiban yang dinilai dengan prinsip
akuntansi yang sama.

Metode Kurs Sekarang, yang menjabarkan seluruh aktliva dan kewajiban pada kurs
sekarang.
B. TUJUAN PENJABARAN DAN KONSEP MATA UANG FUNGSIONAL
1. Tujuan penjabaran laporan keuangan adalah sebagai berikut:

Menyajikan informasi secara umum sejalan dengan efek ekonomis yang diharapkan dari
perubahan kurs pada ekuitas dan arus kas perusahaan.

Menggambarkan dalam laporan konsolidasi aktivitas financial serta hubungan dari


masing-masing entitas terkonsolidasi sebagaimana dinilai dalam mata uang fungsional
agar bias sejalan dengan prinsip akntansi yang berlaku umum.

2. Konsep mata uang fungsional Mata uang fungsional adalah mata uang yang digunakan dalam
wilayah operasi utama perusahaan, mata uang dimana perusahaan tersebut menghasilkan serta
membelanjakan uang kas mereka. Syarat suatu mata uang dapat menjadi mata uang fungsional
adalah sebagai berikut:

Harga jual Jika harga jual produk dari suatu entitas luar negeri lebih banyak ditentukan
oleh persauingan ditingkat local atau regulasi pemerintah local, maka mata uang local
dari entita luar negeri tersebut dapat dipakai mata uang fungsional.

Pasar penjualan Jika pasar penjualan berada seluruhnya dinegara perusahaan induk maka
mata uang Negara perusahaan induk tersebut dapat digunakan sebagai mata uang
fungsional.

Pengeluaran Pengeluaran perusahaan seperti upah pekerja serta biaya material yang
merupakan biaya local dapat membenarkan dijadikannya mata uang local dari entitas luar
negeri sebagai mata uang fungsional.

Pendanaan Ditentukan oleh mata uang local dari entitas luar negeri, serta jika dana yang
dihasilkan dalam operasi perusahaan cukup untuk melunasi hutang, baik hutang saat ini
maupun untuk masa yang akan datang. Maka mata uang local dari entitas luar negeri
dapat dijadikan mata uang fungfsional.

Perjanjian serta transaksi antar perusahaan dalam volume yang besar.

C. DEFINISI DAN KONSEP PERTUKARAN DALAM MATA UANG ASING


Kurs adalah nisbha/ rasio antara satu unit mata uang dengan jumlah mata uang lain yang
setara degan mata uang tersebut pada suatu waktu. Kurs yang digunakan dalam akuntansi untuk
transaksi luar negeri selain kontrak berjangka adalah sebagai berikut:

Kurs spot (spot Rate) yaitu kurs tunai yang berlaku pada saat transaksi.
Kurs sekarang (current Rate) adalah kurs dimana satu unit mata uang dapat dipertukarkan
dengan mata uang lain pada tanggal neraca atau pada tanggal transaksi.

Kurs Historis adalah kurs yang berlaku pada tanggal tertentu terjadinya transaksi.

Kurs penutup (closing Rate) adalah nilai tukar spot pada tanggal neraca. Kurs spot
merupakan cerminan nilai pasar, sementara kurs sekarang dan kurs historis merupakan
terminasi akuntansi. Kurs sekarang untuk transaksi mata uang asing adalah kurs spot
sebagai akibat penyesuaian langsung atas jumlah yang dinyatakan dalam mata uang asing
pada tanggal transaksi. Kurs historis adalah kurs spot yang mengacu pada tanggal
kejadian atau trasaksi tertentu. Kurs spot, kurs sekarang maupun kurs historis dapat
merupakan kurs tetap atau mengambang, tergantung pada mata uang tertentu yang
dilibatkan.

1. Kurs mengambang, tetap dan berganda Kurs mengambang atau kurs bebas adalah nilai
mata uang yang dipengaruhi oleh daya beli dipasar dunia (permintaan dan penawaran
serta factor-faktor lain dalam pasar uang dunia). Kurs tetap atau kurs resmi adalah nilai
mata uang yang ditetapkan oleh pemerintah dan tidak dipengaruhi perubahan dipasar
dunia. Kurs berganda terjadi jika pemerintah untuk tujuan tertentu menetapkan kurs yang
berbeda untuk transaksi yang berbeda.

2. Perhitungan kurs Tujuan dari suatu mata uang adalah menyediakan suatu standar nilai,
alat pertukaran serta unit pengukuran. Pertukaran matta uang asing dapat dilakukan
dalam dua cara:

Perhitungan langsung yaitu menbandingkan mata uang domestic dengan mata uang asing
( dinyatakan dalam rupiah).

Perhitungan tidak langsung yaitu membandingkan mata uang asing dengan mata uang
domestic (dinyatakan dalam mata uang asing).

D. TRANSAKSI MATA UANG ASING SELAIN KONTRAK BERJANGKA


Transaksi yang terjadi dalam sautu Negara merupakan transaksi lokal yang dinilai dan dicatat
dalam mata uang Negara tersebut. Transaksi luar negeri adalah trasaksi yang terjadi antar luar
Negara atau antar perusahaan dari Negara yang berbeda. Transaksi mata uang asing adalah
trasaksi dimana nilai tukarnya dinyatakan dalam mata uang selain dari mata uang fungsional
suatu entitas. Jadi, sebuah transaksi luar negeri tidak otomatis merupakan transaksi mata uang
asing.
1. Ketentuan dalam PSAK Ketentuan yang tercantum dalam PSAK no 10 hanya diterapkan
dalam trasaksi mata uang asing dan untuk laporan keuangan mata uang luar negeri untuk trasaksi
mata uang asing selain kontrak berjangka, maka:

Pada tanggal transaksi diakui, setiap aktiva, kewajiban, penerimaan, pengeluaran ,


keuntungan dan kerugian yang timbul dari transaksi tersebut harus dinilai dan dicatat
dalam mata uang fungsional dari entitas yang melakukan pencatatan dengan
menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut.

Pada setiap tanggal neraca, sdaldo yang tercatat dalam mata uang selain mata uang
fungsional dari entitas yang melakukan pencatatan harus disesuaikan untuk
mencerminkan kurs sekarang.

pos aktiva dan kewajiban moneter dalam matya uang asing dilaporkan kedalam mata
uang rupiah dengan menggunakan kurs tanggal neraca. Apabila terdapat kesulitan dalam
menentukan kurs tanggal neraca, maka dapat digunakan kurs tengah Bank Indonesia.

Pos non moneter tidak boleh dilaporkan dengan menggunakan kurs tanggal neraca tetapi
tetap harus dilaporkan dengan kurs tanggal transaksi.

Pos non moneter yang dinilai dengan nilai wajar dalam mata uang asing harus dilaporkan
dengan menggunakan kurs yang berlaku pada saat nilai tersebut ditentukan.

2. Penjabaran pada Kurs Spot Syarat utama bagi transaksi mata uang asing adalah membuat
transaksi tersebut adalah bahwa transaksi tersebut dijabarkan dalam mata uang domestik pada
kurs spot yang terjadi pada tanggal tersebut. Unit pengukuran berubah dari mata uang asing ke
mata uang fungsional. PSAK no 10 menyatakan:keuntungan dan kerugian akibat translasi harus
dinyatakan dalam perhitungan laba rugi periode dimana kurs mengalami perubahan. Bila
timbulnya dan penyelesaian transdaksi berada dalam suatu priode transaksi yang sama maka
sluruh selisih kurs diakui pada priode kurs. Namun jika timbulnya dan diselesaikannya suatu
transaksi berada dalam beberapa priode akuntansi, maka selisih kurs harus diakui untuk setiap
periode dengan memperhitungkan kurs untuk masing-masing priode. Kerugian akibat
pertukaran mata uang asing hanya terjadi jika tagihan dalam mata uang asing dan kerugian
terjadi pada saat pencatatan pembayaran bukan pada pencatatan transaksi pertama..

E. KONTRAK FORWARD MATA UANG DAN PERJANJIAN LAINNYA


Operasi hedging adalah kontrak penjualan atau pembelian mata uang asing untuk menghindari
resiko memegang hutang dan piutang dalam mata uang asing. Untuk menghindari resiko
fluktuasi nilai mata uang asing, ada satu cara yang sering digunakan adalah kontrak berjangka.
Dalam FASB no 52 disebutkan bahwa kontrak berjangka adalah perjanjian untuk melakukan
pertukaran mata uang yang berbeda pada satu waktu tertentu dimasa yang akan datang dan pada
kurs tertentu yang disepakati (forwad rate). PSAK no 10 menyatakan bahwa transaksi valuta
berjangka adalah transaksi pertukaran dua valut asing melalui pembelian tunai dengan penjualan
kembali secara berjangka. Empat situasi dimana kontrak berjangka ini digunakan adalah sebagai
berikut:
a. Spekulasi
Bertujuan untuk berspekulasi dalam perubahan kurs, Keuntungan dan kerugian pertukaran
diakui langsung setiap terjadi perubahan kurs forward ( kurs tertentu yang disepakati padca masa
yang akan datang oleh perusahaan yang melakukan hedging dengan pialang ), Efek pendapatan
sama dengan kerugian dan keuntungan pertukarfan yhang diakui
b. Hedging atas posisi aktiva atau kewajiban bersih. Bertujuan untuk mengimbangi eksposur
posisi aktiva atau kewajiban berfsih yang ada. Keuntungabn dan kerugian pertukaran diakui
langsung namun diimbangi oleh keuntungan serta kerugian yang bersesuaian pada posisi aktiva
dcan kewajiban bersih. Premium dan diskon atas kontrak berjangka diamortisasi sebagai
pendapatan sepanjang masa kontrak berjangka. Efek pendapatan sama dengan amortisasi dari
premium atau diskon ( saling ofset keuntungan dan kerugian )
c. Hedging atas komitmen yang dapat didentufikasi.
Hedging dicapat diidentifikasi jika dianggap efektif dan mata uang tersebut tetap/tidak berubah.
Bertujuan untuk mengimbangi exposure pembelian atau penjujalan yang akan direalisasikan
pada masa yang akan datang,dacn mengunci harga dari kontrak yang ada dalam mata uang
domestic. Keuntungan dan kerugian pertukaran ditangguhkan sampai komitmen direalisasikan
menjadi transaksi selanjutnya keuntungan dcan kerugian yang ditangguhkan tadi diperlakukan
sebagai penyesuaian terhadcap harga transaksi. Pilihan premium dan diskon dapat langsung
diamortisasi sebagai pendapatan atau ditangguhkan dan diperlakukan sebagai penyesuaian
terhadap hargab transaksi.
d. Hedging atas investasi bersih dalam entitas luar negeri.
Bertujuan untuk mengimbangi exposure investasi bersih yang ada dalam sebuah entitas luar
negeri Keuntungan dan kerugian pertukarfan diakui sebagai penyesujaian ekuitas dcan akan
mengimbangi pennyesuaian ekuitas yang dicatat dalam investasi bersih.

KONTRAK FORWARD MATA UANG DAN PERJANJIAN-PERJANJIAN LAINNYA

Operasi hedging : kontrak penjualan atau pembelian mata uang asing untuk mengindari resiko
memegang hutang atau piutang dalam mata uang asing.
Kontrak berjangka (forward rate ): perjanjian untuk melakukan pertukaran mata uang yang
berbeda pada satu waktu tertentu di masa yang akan datang dan pada kurs tertentu yang
disepakati
4 situasi dimana kontrak berjangka digunakan, yaitu:
1. Untuk berspekulasi dalam pergerakan harga nilai tukar
2. Untuk melakukan hedging komitmen mata uang asing
3. Untuk melakukan hedging investasi bersih di entitas luar negeri

Ad 1 Untuk berspekulasi dalam pergerakan harga nilai tukar


Tanggal 2 Nop. 2007 Astra Internasional menyetujui kontrak berjangka 90 hari untuk membeli
10.000 Ringgit Malaysia pada saat kurs forward 90 hari untuk Ringgit Rp 615. Kurs spot untuk
Ringgit pada tanggal 2 Nop. 2007 adalah Rp 619. Kurs pada tanggal 31 Des 2007 dan 30 Jan.
2008 sbb:
31 Des. 2007 30 Jan. 2008

Forward 30 hari Rp 620 Rp 623


Kurs spot Rp 625 Rp 628
Jurnal pembukuan Astra Internasional sbb:

2 Nop. 2007
Piutang kontrak (ma) Rp 6.150.000
Hutang kontrak Rp 6.150.000

31 Des.2007
Piutang kontrak (ma) Rp 50.000
Keuntungan pertukaran mata uang Rp 50.000
30 Jan. 2008
Kas (ma) Rp 6.280.000
Keuntungan pertukaran mata uang Rp 80.000
Piutang kontrak (ma) Rp 6.200.000

Hutang kontrak Rp 6.150.000


Kas Rp 6.150.000

Ad 2 hedging atas posisi aktiva bersih dan kewajiban bersih


Pertamina menjual minyak ke Monato Company- Selandia Baru seharga 150.000 Nf pada
tanggal 1 Des. 2007. Pembayaran jatuh tempo dalam 60 hari, yaitu 30 Jan. 2008. Bersamaan
dengan penjualan itu pertamina melakukan kontrak berjangka dengan nilai 150.000 Nf tersebut
dengan pialang valuta asing dalam jangka waktu 60 hari juga. Kurs Nf adalah sbb:
1 Des. 2007 31 Des. 2007 30 Jan. 2008
Kurs spot Rp 1.015 Rp 1.014,8 Rp 1.014,7
Kurs forward 30 hari Rp 1.014 Rp1.013,9 Rp 1.013,8
Kurs forward60 hari Rp 1.014 Rp1.013,8 Rp 1.013,6

Kurs yang digarisbawahi adalah kurs yang relevan untuk tujuan akuntansi.

1 Des.2007
Piutang dagang (ma) Rp 152.250.000
Penjualan Rp 152.250.000
(Mencatat penjualan ke Monato 150.000 x Rp 1.015)

Piutang Kontrak Rp 152.250.000


Diskon atas kontrak berjangka Rp 150.000
Hutang Kontrak (ma) Rp 152.250.000
(Mencatat kontrak berjangka untuk 150.000Nf dalam 60 hari, piutang 150.000Nf X Rp1.014;
hutang 150.000Nf x Rp 1.015)

31 Des. 2007
Kerugian pertukaran mata uang Rp. 30.000
Piutang dagang ml Rp 30.000
(untuk menyesuaikan piutang dagang dengan kurs sekarang 150.000Nf x(Rp1.015 Rp1.014,8)
= Rp 30.000)

Hutang kontrak (ma) Rp 30.000


Keuntungan pertukaran mata uang Rp 30.000
(Untuk menyesuaiakan hutang kontrak kpd pialang valuta aung dengan kurs sekarang. Hutang
150.000Nf x Rp 1.014,8 = Rp 125.220.000)
Amortisasi Diskon kontrak berjangka Rp 75.000
Diskon atas kontrak berjangka Rp 75.000
(mencatat amortisasi diskon Rp150.000 x 30/60 hari)

30 Jan.2008
Kas (ma) Rp 125.205.000
Kerugian pertukaran mata uangRp. 15.000
Piutang dagang (ma) Rp 125.220.000
(Mencatat penerimaan pembayaran dari Monato Company 150.000Nf xRp 1.014,7)

Hutang kontrak (ma) Rp 125.220.000


Keuntungan pertukaran mata uang Rp 15.000
Kas (ma) Rp 125.205.000
(Mencatat delivery 150.000Nf dari Monato kepada pialang valuta asing dalam pengakuan atas
kewajiban )

Kas Rp 125.100.000
Piutang kontrak Rp 125.100.000
(mencatat penerimaan kas dari pialang valuta asing)

Amortisasi dari Diskon atas kontrak berjangka Rp 75.000


Diskon atas kontrak berjangka Rp 75.000
(mencatat amortisasi diskon Rp150.000 x 30/60 hari)

Hedging atas Posisi Kewajiban Bersih yang Diekspos


Kontrak berjangka untuk menerima 10.000Dollar Australia pada 60 hari setelahnya memiliki
forward Rp 1.575 pada saat kurs spot adalah Rp 1.560. Maka kontrak berjangkanya dicatat:

Piutang Kontrak (ma) Rp 15.600.000


Premium atas Kontrak Berjangka Rp 150.000
Hutang Kontrak Rp 15.750.000

Contoh perhitungan kurs spot


Sebuah perusahaan Indonesia mengimpor persediaan dari perusahaan Jerman ketika kurs spot
yang terjadi Rp 630 per euro. Dalam transaksi ditentukan pembayaran 10.000 Ringgit dalam 30
hari.
Importir Indonesia mencatat:
Persediaan Rp 6.300.000
Hutang dagang (ma) Rp 6.300.000

Jika hutang dibayar saat kurs spot Rp 640, maka pembayaran transaksi tersebut dicatat:
Hutang dagang (ma) Rp 6.300.000
Kerugian pertukaran Mata Uang Rp 100.000
Kas Rp 6.400.000

KumpulBlogger.com

Pengertian Pasar Valas

Kuncoro (1996:105) menjelaskan bahwa semua kegiatan bisnis internasional memerlukan


transfer uang dari satu negara ke negara lain sebagai contoh, suatu perusahaan multinasional AS
yang mendirikan pabrik di Inggris, pada akhir tahun buku selalu ingin mentransfer laba yang
diperoleh dari usahanya di Inggris (dalam bentuk Poundsterling) ke kantor pusatnya di AS
(dalam bentuk USD) maka untuk mengkonversikan mata uang Poundsterling Inggris ke dalam
US Dolar diperlukan adanya pasar valas.
Menurut Madura (2000:58) pasar valas adalah pasar yang memfasilitasi pertukaran valuta untuk
mempermudah transaksi-transaksi perdagangan dan keuangan internasional.
Kuncoro (1996:106) transaksi valas (foreign exchange transaction) adalah pertukaran suatu mata
uang dengan mata uang lain.

Mekanisme Pasar Valuta Asing


Kuncoro (1996:107) seandainya ada mata uang tunggal internasional, barangkali pasar valas
tidak diperlukan. Kenyataan menunjukkan, dalam setiap transaksi internasional selalu digunakan
valas. Dengan kata lain ada kebutuhan untuk mengkonversi mata uang yang satu menjadi mata
uang lain. Inilah yang menimbulkan adanya permintaan akan transaksi valas. Pasar valas dunia
menawarkan mekanisme yang dapat menyelesaikan trnsaksi yang kompleks dan beragam secara
efisien Perantara utama dalam pasar valas adalah bank-bank utama yang beroperasi diseluruh
dunia terutama yang berdagang valas. Bank-bank ini dihubungkan dengan jaringan
telekomunikasi yang sangat maju dan canggih, dimana dapat menghubungkan bank-bank
tersebut dengan klien utamanya dan bank-bank lain diseluruh dunia. Tidak seperti di bursa saham
yang memiliki lantai perdagangan (trading floor), pialang-pialang berbagai bank dalam pasar
valas tidak pernah bertemu dan berhadapan secara langsung. Hanya telepon, modem, mesin faks,
terminal computer, atau telex yang menghubungkan permintaan dan penawaran valas. Ada dua
tingkatan dalam pasar valas. Pertama, pasar konsumen/eceran (consumer/retail market), dimana
individu atau institusi membeli dan menjual valas kepada bank.
Sebagai contoh, bila IBM bermaksud merepatriasi keuntungan dari cabangnya di Jerman ke AS,
maka IBM dapat mendatangi sebuah bank di Frankfurt dengan tawaran menjual DM yang
dimilikinya untuk ditukarkan US$.
Kedua, apabila bank tersebut tidak memiliki jumlah US$ yang diinginkan, maka bank tadi akan
mendatangi bank lain untuk memperoleh Dolar sebagai ganti DM atau valas lain. Penjualan dan
pembelian semacam ini disebut pasar antar bank.

Pelaku Pasar Valas


Madura (2000:648) menjelaskan para pelaku dari pasar valuta asing adalah:
Market composed primarily of banks, serving firms and consumers who wish to buy or sell
various currencies.
Definisi tersebut diartikan sebagai pasar yang pelakunya terdiri dari bank-bank, perusahaan-
perusahaan, dan masyarakat yang ingin membeli atau menjual mata uang berbagai negara.
Kuncoro (1996:108-113) menjelaskan pelaku utama dalam pasar valas amat beragam, tidak
hanya dalam skala operasi namun juga tujuan dan metode memanfaatkan pasar ini. Pelaku
ekonomi yang utama dalam pasar valas dapat digolongkan menjadi:
1) Individu
Individu-individu yang bermain di pasar valas terdorong oleh kebutuhan bisnis dan pribadinya.
kebutuhan pribadi misalnya seseorang ingin mengirim sejumlah uang kepada familinya di luar
negeri. kebutuhan bisnis muncul apabila seseorang terlibat dalam bisnis internasional, contohnya
importir individu.
2) Institusi
Institusi yang dimaksud disini adalah institusi-institusi keuangan yang mempunyai investasi
internasional, meliputi dana pensiun, perusahaan asuransi, mutual fund, dan bank investasi.
3) Perbankan
Perbankan adalah pelaku pasar valas yang terbesar dan paling aktif. Perbankan beroperasi dalam
pasar valas lewat para pedagangnya. Istilah teknis untuk menyebut para pedagang ini adalah
exchange dealer atau exchange trader.
4) Bank Sentral
Bank Sentral memasuki pasar valas dengan tujuan utama bukan untuk memperoleh laba atau
menghindari resiko dari operasi valas yang dilakukannya. Tujuan utamaBank Sentral adalah
mempengaruhi nilai mata uangnya dan nilai mata uang penting lain agar bergerak sesuai dengan
nilai yang menurut Bank Sentral tersebut sesuai dengan
kepentingan ekonomi negaranya.
5) Spekulan dan Arbitraser
Arbitraser adalah orang yang mengeksploitasi perbedaan kurs antar valas. Peran serta Spekulan
dan arbitraser dalam pasar valas semata-mata didorong oleh motif mengejar keuntungan. Mereka
justru menuai laba dari fluktuasi drastis yang terjadi di pasar valas. Dengan kata lain, mereka
tidak mempunyai transaksi bisnis atau komersial yang perlu dilindungi di pasar valas.
6) Pialang Pasar Valas
Pialang pasar valas adalah perantara yang menghubungkan antara pihak yang membutuhkan dan
menawarkan valas di pasar valas. Untuk jasa perantara, pialang mengenakan biaya yang telah
disepakati, yang disebut brokerage. Salah satu modal dasar dasar pialang adalah penguasaannya
atas informasi pasar. Informasi sempurna karena dapat mempertemukan berbagai pelaku pasar
valas inilah yang membuat pasar valas menjadi
pasar yang efisien.

Fungsi pokok Pasar Valas


Nopirin (1987:165-166) menyebutkan beberapa fungsi pokok pasar valuta asing dalam
membantu lalu-lintas pembayaran internasional yaitu:
1) Mempermudah pertukaran valuta asing serta pemindahan dana dari satu negara ke negara lain.
Proses penukaran atau pemindahan dana ini dapat dilakukan dengan sistem clearing seperti
halnya yang dilakukan olehbank-bank serta pedagang.
2) Karena sering terdapat transaksi internasional yang tidak perlu segera diselesaikan
pembayaran atau penyerahan barangnya, maka pasar valuta asing memberikan kemudahan untuk
dilaksanakannya perjanjian atau kontrak jual beli dengan kredit.
3) Memungkinkan dilakukannya hedging. Seorang pedagang melakukan hedging apabila dia
pada saat yang sama melakukan transaksi jual beli valuta asing yang berbeda, untuk
menghilangkan/mengurangi resiko kerugian akibat perubahankurs.

Jenis-jenis Pasar Valas


Pasar valas dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:
1. Pasar Spot (Pasar Tunai)
Menurut Madura (2000:58-66) kurs spot adalah nilai tukar berjalan suatu valuta. Kemudian yang
dimaksud pasar spot adalah pasar yang memfasilitasi transaksi-transaksi nilai tukar berjalan
suatu valuta. Dimana komoditi atau valas dijual secara tunai dengan penyerahan segera. Disebut
juga actualmarket atau physical market.
Menurut Kuncoro (1996:106-107) transaksi spot terdiri dari transaksi valas yang biasanya selesai
dalam maksimal dua hari kerja. Dalam pasar spot, dibedakan atas tiga jenis transaksi:
a) Cash, dimana pembayaran satu mata uang dan pengiriman mata uang lain diselesaikan dalam
hari yang sama
b) Tom (kependekan dari tomorrow/besok), dimana pengiriman dilakukan pada hari berikutnya
c) Spot, dimana pengiriman diselesaikan dalam tempo 48 jam setelah perjanjian.
Menurut Hamdi (2000:20) contoh transaksi spot yaitu pada tanggal 22 Desember 1996 seorang
ayah membutuhkan US$ 10.000 untuk uang saku anaknya yang akan sekolah diluar negeri. maka
seorang ayah tersebut dapat menghubungibank-bank devisa atau money changer untuk dapat
mengetahui dan membuat kesepakatan selling price pada tanggal
tersebut. Apabila telah tercapai kesepakatan selling price pada tanggal 22 Desember 1996 adalah
US$1 = Rp 5.500 maka perhitungannya:
Jumlah Rupiah yang dibutuhkan = US$ yang dibutuhkan x selling price
= US$ 10.000 x Rp 5.5000
= Rp 55.000.000,-
maka untuk mendapatkan US$ 10.000 diperlukan Rp 55.000.000,- yang harus diserahkan paling
lambat tanggal 24 Desember 2004 (2 x 24 jam atau t +2).

2. Pasar Forward
Menurut Madura (2000:58-66) Kurs forward adalah nilai tukar suatu valuta dengan valuta lain
pada suatu waktu di masa depan yang dikuotasikan oleh bank-bank. Kemudian yang dimaksud
Pasar Forward adalah pasar yang memfasilitasi perdagangan kontrak forward mata uang.
Menurut Kuncoro (1996:106-107) transaksi forward merupakan transaksi valas dimana
pengiriman mata uang dilakukan pada suatu tanggal tertentu di masa datang.Kurs dimana
transaksi forward akan diselesaikan telah ditentukan pada saat kedua belah pihak menyetujui
kontrak untuk membeli dan menjual. Waktu antara ditetapkannya kontrak dan pertukaran mata
uang yang sebenarnya terjadi dapat bervariasi dari
dua minggu hingga satu tahun. Jatuh tempo kontrak forward biasanya satu, dua, tiga atau enam
bulan. Transaksi forward biasanya terjadi bila eksportir, importir, atau pelaku ekonomi lain yang
terlibat dalam pasar valas harus membayar atau menerima sejumlah mata uang asing pada suatu
tanggal tertentu di masa mendatang.
Menurut Madura (2000:63) contoh transaksi forward yaitu apabila suatu perusahaan akan
membutuhkan 1 juta Mark Jerman, 90 hari dari sekarang untuk mengimpor barang dari Jerman.
Asumsikan bahwa perusahaan tersebut dapat langsung membeli Mark Jerman untuk pengiriman
langsung (yaitu, dari pasar spot) dengan kurs spot $0,50 per Mark. Berdasarkan kurs spot ini
maka perusahaan membutuhkan $500.000 ($0,50 per Mark x 1.000.000). namun perusahaan
belum memiliki dana saat ini juga untuk membeli Mark. Perusahaan dapat menunggu 90 hari dan
kemudian menukarkan US Dolar dengan Mark menurut kurs yang berlaku saat itu. Tetapi
perusahaan tidak mengetahui berapa kurs spot 90 hari dari sekarang. Jika naik menjadi $0,60 per
Mark, perusahaan akan membutuhkan $600.000 ($0,60 per Mark x 1.000.000 Mark). Dengan
danya ini maka perusahaan akan merugi sebesar $100.000. akan lebih baik perusahaan mengunci
kurs untuk 90 hari dari sekarang. Dimana kurs forward 90 hari sekarang adalah $0,51 per mark,
maka perusahaan dapat melakukan perjanjian kontrak forward dengan menggunakan kurs
forward 90 hari dari sekarang. Sehingga dana yang dibutuhkan perusahaan sebesar
$510.000 ($0,51 per Mark x 1.000.000 Mark). Maka dengan mengunci kurs, perusahaan tidak
perlu khawatir dengan adanya perubahan kurs spot 90 hari ke depan.

3. Pasar Currency Futures


Menurut Madura (2000:67-68) pasar Currency Futures merupakan pasar yang memfasilitasi
perdagangan kontrak Currency Futures. Suatu kontrak Currency Futures menetapkan suatu
volume standar dari suatu valuta tertentu yang akan dipertukarkan pada tanggal penyelesaian
(settlement date) tertentu di masa depan. Sebuah MNC (multi national
corporation) yang ingin meng-hedge hutangnya akan membeli kontrak Currency Futures untuk
mengunci harga suatu valuta di masa depan Menurut Kuncoro (2000:123) contoh transaksi
futures yaitu sebuah korporasi AS, yang pada tanggal 2 Januari menyadari kebutuhan akan
450.000 mark untuk tanggal 11 Februari (40 hari kemudian). Jika
korporasi tersebut berupaya untuk mengunci harga pembelian mark di masa depan dengan
kontrak futures, tanggal penyelesaian kontrak adalah hari Rabu ketiga bulan Maret. Selain itu,
jumlah Mark yang dibutuhkan (450.000) lebih tinggi dari jumlah standarnya (125.000). Hal yang
terbaik yang bisa dilakukan korporasi adalah membeli 3 kontrak futures-mark (dengan total
375.000 Mark) atau 4 kontrak futures-mark (500.000).
asumsikan bahwa pada tanggal 11 Januari, harga futures-mark untuk bulan Maret adalah
$0,5900. dengan membeli kontrak futures ini pada tanggal 2 Januari, perusahaan wajib membeli
Mark seharga $0,5900 per Mark pada hari Rabu ketiga bulan Maret. Di lain pihak, siapa pun yng
menjual kontrak futures ini pada tanggal 11 Januari wajib mengirimkan (menjual)Mark dengan
harga $0.5900 per Mark pada hari Rabu ketiga bulan Maret. Karena satu unit kontrak futures-
mark bernilai $125.000 Mark, maka perusahaan harus membeli 3 atau 4 unit kontrak futures-
mark. Maka jumlah Dolar yang dibutuhkan adalah $221.500 (3 unit kontrak futures-mark x
$125.000 x $0,5900) atau 295.000 (4 unit kontrak futures-mark x $125.000 x $0,5900).

4. Pasar Currency Options


Menurut Madura (2000:67-68) menjelaskan pasar Currency Options merupakan pasar yang
memfasilitasi perdagangan kontrak currency options. Kontrak currency options dapat
diklasifikasikan sebagai call atau put. Suatu currency call Options menyediakan hak untuk
membeli suatu valuta tertentu dengan harga tertentu (yang dinamakan dengan strike price atau
exercise price) dalam suatu periode waktu tertentu. currency call
options digunakan untuk meng-hedge hutang-hutang valas yang harus dibayarkan di masa depan.
currency put options memberikan hak untuk menjual suatu valuta asing dengan harga tertentu
dalam suatu periode waktu tertentu. Currency put options digunakan untuk meng-hedge piutang-
piutang valas yang akan diterima di masa depan.
Menurut Madura (2000:131) contoh dari transaksi currency call options yaitu ada kemungkinan
perusahaan sebuah perusahaan akan membutuhkan valuta asing di masa depan, tetapi perusahaan
tidak begitu yakin. Sebagai contoh, anggaplah sebuah perusahaan AS terlibat dalam tender
sebuah poyek di Jerman. Jika proyek tersebut jatuh kepada perusahaan tersebut maka perusahaan
akan membutuhkan kira-kira DM625.00 untuk membeli bahan baku dan jasa di Jerman, namun
perusahaan tidak tahu apakah tawaran akan diterima atau tidak sampai tiga bulan ke depan.
Asumsikan bahwa exercise price bagi Mark adalah $0,50 dan premium call option-nya adalah $
0,02 per unit. Perusahaan akan
membayar $1250 per opsi (62.500 x $0.02) atau $12.500 untuk 10 kontrak. Dengan adanya opsi
tersebut, jumlah maksimum pengeluaran US Dolar untuk membeli Mark adalah $312.500
(62.500 x $0,5).
Labels: Valas
Kontrak Forward Bisa Dinegosiasikan?
Oleh : Asep Risman, Divisi Pengembangan Usaha PT Bursa Berjangka Jakarta
Sumber : Bisnis Indonesia, Kamis 8 Maret 2007
Harga Emas Kamis 8 Maret 2007 Rp. 189.121/Gr atau US$ 646.40/To

Volatilitas harga komoditas, nilai kurs, dan kondisi lainnya yang terus berubah merupakan risiko
dalam kegiatan investasi yang membutuhkan perencanaan dan kepastian.
Perencanaan dan perhitungan akan semakin tepat, bila kepastian itu semakin ada.
Dunia usaha akan selalu menghadapi risiko perubahan itu, sehingga seringkali membuatnya
merugi, baik dalam membuat perencanaan, berkurangnya keuntungan, hilangnya kesempatan,
hingga membuat usaha terhenti.
Sebelumnya saya sudah membahas komoditas emas sebagai instumen lindung nilai
konvensional, namun logam mulia itu hanya mengakomodasi kebutuhan lindung nilai sebagai
aset dan tidak demikian dengan kebutuhan bisnis.
Perkembangan zaman telah membuat kemajuan pada pemenuhan kebutuhan lindung nilai.

Produk setelah emas


Setelah emas, kini di beberapa negara telah hadir produk kontrak forward sebagai suatu sarana
lindung nilai yang lebih mengakomodasi kebutuhan bisnis pelaku usaha.
Beberapa risiko perubahan akan dapat diminimalisir dengan suatu kontrak forward.
Kontrak forward yaitu perjanjian jual beli antar-dua pihak untuk suatu penyerahan komoditas
kemudian hari. Dalam kontrak tersebut ditetapkan beberapa hal seperti harga, jumlah, kualitas,
tempat penyerahan, dan lainnya.
Demikian juga dengan kurs nilai tukar yang cenderung berubah setiap saat, dunia usaha biasanya
melakukan lindung nilai dengan transaksi kurs forward.
Namun, kontrak forward itu hanya dilakukan dua pihak dan kurang sehingga fleksibel karena
timbul satu keterikatan. Pihak yang membutuhkan transaksi forward tidak mudah mencari lawan
transaksi apabila volatilitas harga produk sangat tinggi.
Kendati ada penawaran, posisi tawar pihak yang membutuhkan kontrak forward sangat lemah,
sehingga harus menanggung beban spread atau diskon yang besar.
Pada kondisi normal, di mana harga atau kurs hanya bergerak dalam kisaran yang sempit, spread
jual-beli valas diperbankan sudah sangat besar (lebar), dan selisih tersebut semakin melebar pada
transaksi kurs forward ketika volititas nilai tukar kian besar. Bahkan, dalam satu kejadian
perbankan tidak memberikan penawaran (harga jual).
Demikian ketika jatuh tempo, kedua pihak terikat akan masa penyerahan barang. Dengan kata
lain, pihak yang membeli forward terpaksa menunggu dan sulit mengalihkan hak dan
kewajibannya kepada pihak lain.
Padahal selama jangka waktu hingga jatuh tempo, volatilitas harga bisa berubah arah (perubahan
trend/reversal), ini berarti menghilangkan kesempatan (opportunity cost) bagi pemegang kontrak
produk itu.
Kurang fleksibelnya kontrak forward sebagai suatu instrumen lindung nilai telah mendorong
hadirnya kontrak forward negotiable atau produk yang dapat dinegosiasikan dan
dipindahtangankan.
Kontrak forward negotiable definisinya hampir sama dengan kontrak forward biasa, namun
perbedaannya tanpa warkat, bisa dipindahtangankan, dialihkan ke pihak lain tanpa mendapat izin
dari pihak penjual atau penerbitnya.
Produk itu berpindah tangan hanya dibatasi dalam suatu sistem perdagangan yang terorganisasi
dan harus dicatatkan atau diregistrasi lembaga kliring.

Bukan kontrak berjangka


Kontrak forward negotiable bukan merupakan kontrak berjangka, sebab dibuat di luar bursa oleh
dua pihak yang saling mengenal dan nilai penjualan sudah diterima penuh oleh pihak penjual dan
tidak ada margin dalam hal ini.
Instrumen investasi ini harus pasti diselesaikan dengan serah-terima fisik. Kontrak produk ini
juga bukan resi gudang, sebab saat terjadi jual-beli belum ada barang yang akan diserahkan.
Produk ini tidaklah menyerupai surat utang, karena pembeli tidak menerima kembali uangnya
dari penjual, melainkan berupa barang sebagaimana yang tercantum dalam kontrak forward itu.
Bukan juga sebagai string contract di Rotterdam, sebab bisa dipindahtangankan tanpa
persetujuan kedua belah pihak.

Kontrak forward negotiable di Indonesia sebetulnya baru direncanakan hadir dengan bentuk
kontrak forward emas yang dapat dinegosiasikan (gold forward negotiable).
Namun, hingga kini belum dapat diterbitkan karena satu dan lain hal. Padahal hadirnya produk
ini diharapkan dapat membantu meningkatkan likuiditas pada transaksi kontrak berjangka emas
(KBE) di Tanah Air.