Anda di halaman 1dari 2

IMUNISASI DI INDONESIA

Imunisasi Dasar
Imunisasi dasar merupakan imunisasi yang diberikan pada bayi usia 0-11 bulan.
Berikut jadwal pemberian dan jenis imunisasi dasar (Kemenkes RI, 2013):
Umur Jenis
0 bulan Hepatitis B0
1 bulan BCG, Polio 1
2 bulan DPT-HB-Hib 1, Polio 2
3 bulan DPT-HB-Hib 2, Polio 3
4 bulan DPT-HB-Hib 3, Polio 4
9 bulan Campak

Catatan:
Perlu adanya imunisasi lajutan sebagai booster pada anak usia batita
- Batita berusia 18 bulan (1,5 tahun) diberikan imunisasi DPT-HB-Hib (minimum
berjarak 12 bulan dari DPT-HB-Hib dosis terakhir)
- Batita berusia 24 bulan (2 tahun) dan 5 tahun diberikan imunisasi campak
booster (minimum berjarak 6 bulan dari campak dosis pertama)

Imunisasi Lanjutan
Imunisasi lanjutan bertujuan untuk melengkapi imunisasi dasar pada bayi. Pemberian
imunisasi lanjutan adalah pada anak batita (bayi di bawah 3 tahun), anak usia sekolah,
dan wanita usia subut termasuk ibu hamil (Kemenkes RI, 2013).
Berikut merupakan tabel pemberian jadwal imunisasi untuk batita (Kemenkes RI,
2013):
Umur Jenis
18 bulan DPT-HB-HiB
24 bulan Campak

Berikut ini merupakan tabel pemberian jadwal imunisasi untuk anak usia sekolah
dasar (Kemenkes RI, 2013):

Umur Jenis Imunisasi


Kelas 1 SD Campak
Dt
Kelas 2 SD Td
Kelas 3 SD Td

Catatan:
- Batita yang telah mendapatkan imunisasi lanjutan DPT-HB-Hib dinyatakan
mempunyai status imunisasi T3
- Anak usia sekolah dasar yang telah mendapatkan imunisasi DT dan Td
dinyatakan mempunyai status imunisasi T4 dan T5

Berikut ini merupakan vaksin untuk wanita usia subut (Kemenkes, 2013)
Status Interval Minimal Pemberian Masa Perlindungan
Imunisasi
T1 - -
T2 4 minggu setelah T1 3 tahun
T3 6 minggu setelah T2 5 tahun
T4 1 tahun setelah T3 10 tahun
T5 1 tahun setelah T4 Lebih dari 25 tahun

Catatan:
- Sebelum imunisasi dilakukan penentuan status imunisasi T (screening) terlebih
dahulu, terutama pada saat pelayanan antenatal
- Pemberian imunisasi TT tidak perlu diberikan apabila pemberian imunisasi TT
sudah lengkap (status T5) yang harus dibuktikan dengan buku Kesehatan Ibu
dan Anak, rekam medis, dan/atau kohort.

Cara pemberian vaksin imunisasi (Kemenkes, 2013):


Jenis Vaksin Dosis Cara Tempat
Pemberian
Hepatitis B 0,5 ml Intra Muskuler Paha Kanan
BCG 0,05 ml Intra Kutan Lengan kanan
atas
Polio 2 tetes Oral Mulut
DPT-HB-Hib 0,5 ml Intra Muskuler Paha untuk
bayi
Lengan kanan
untuk batita
Campak 0,5 ml Sub Kutan Lengan kiri
atas

5. Cara kerja imunisasi melawan penyakit


Imunisasi bekerja dengan cara merangsang pembentukan antibodi terhadap
mikroorganisme tertentu tanpa menyebabkan seseorang sakit terlebih dahulu. Vaksinasi,
zat yang digunakan untuk membentuk imunitas tubuh, terbuat dari mikroorganisme ataupun
bagian dari mikroorganisme penyebab infeksi yang telah dimatikan atau dilemahkan,
sehingga tidak akan membuat penderita jatuh sakit. Vaksin kemudian dimasukan kedalam
tubuh yang biasanya melalui suntikan. Sistem pertahanan tubuh kemudian akan bereaksi
terhadap vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh tersebut sama seperti apabila
mikroorganisme menyerang tubuh dengan cara membentuk antibodi. Antibodi kemudian
akan membunuh vaksin tersebut layaknya membunuh mikroorganisme yang menyerang