Anda di halaman 1dari 14

PEMERINTAH KABUPATEN NGAWI

DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA


Jalan Teuku Umar No. 43 Kode Pos 63211 Telpon (0351)749050
E-mail:kominfo@ngawikab.go.id
Website http://www.kominfo.ngawikab.go.id

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)


JASA KONSULTANSI

PENGGUNA ANGGARAN : Ir. PRASETYO HARRI ADI


SATKER/SKPD : Dinas Komunikasi dan Informatika
NAMA PPK : Ir. SUTRISNO, M.Si
NAMA PEKERJAAN : Penyusunan Masterplan Smart City Kabupaten Ngawi

TAHUN ANGGARAN 2017


KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
JASA KONSULTANSI
PEKERJAAN PERENCANAAN PENYUSUNAN MASTER PLAN SMART CITY

1. LATAR : 1. Dasar Hukum


a. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 11
BELAKANG
Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi
Elektronik;
b. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 70
Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan
Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah
c. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun
2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi
Perangkat Daerah
d. KM 72 Tahun 2010 Pasal 2, Tentang Informasi Publik
secara bertingkat yang sesuai dengan tugas dan
fungsinya
e. Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 tentang E-
Government
f. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor
41 Tahun 2011 tentang Panduan Umum Tata Kelola
Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional;
g. Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 13 Tahun
2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan
Daerah;
h. White paper ICT Indonesia.

2. Gambaran Umum
Era reformasi saat ini menuntut terbentuknya
pemerintahan yang bersih, transparan, dan mampu
menjawab tuntutan perubahan secara efektif dimana
masyarakat menuntut pelayanan publik yang memenuhi
kepentingan masyarakat luas, dapat diandalkan dan
terpercaya, serta mudah dijangkau secara interaktif.
Keberadaan teknologi informasi yang dimanfaatkan
secara tepat akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi
organisasi dalam melaksanakan fungsinya, dalam bentuk
pengelolaan informasi. Penggunaan media telematika
akan meningkatkan kemampuan mengolah, mengelola,
menyalurkan dan mendistribusikan informasi secara
internal maupun untuk kepentingan eksternal, termasuk
dalam hal ini untuk masyarakat umum. Pemerintah
Kabupaten Ngawi mau tidak mau harus memanfaatkan
kemajuan teknologi informasi untuk meningkatkan
kemampuan mengolah, mengelola, menyalurkan, dan
mendistribusikan informasi dan pelayanan publik. Oleh
karena itu Pemerintah Kabupaten Ngawi sedang
melaksanakan proses transformasi perencanaan
teknologi informasi.
Melalui proses tersebut, diharapkan dapat
mengoptimasikan pemanfaatan kemajuan teknologi
informasi untuk mengeliminasi sekat-sekat organisasi
dan birokrasi, serta membentuk jaringan sistem
manajemen dan proses kerja yang memungkinkan
instansi-instansi di Pemerintah Kabupaten Ngawi
bekerja secara terpadu untuk menyederhanakan akses
ke semua informasi dan layanan publik yang harus
disediakan. Penerapan Teknologi Informasi yang baik
pada gilirannya akan mendukung proses penentuan arah
dan kebijakan organisasi. Pemerintah pusat
mengharapkan pembangunan teknologi informasi dan
komunikasi di daerah menjadi lebih terarah dan
terintegrasi. Oleh karenanya Pemerintah Kabupaten
Ngawi berencana menyusun masterplan smart city yang
dilakukan berdasarkan penilaian atau audit terhadapa
sistem informasi, infrastruktur dan jaringan, database
pelayanan di Pemerintah Kabupaten Ngawi. Masterplan
smart city yang akan diterapkan di Pemerintah
Kabupaten Ngawi ini sebelumnya harus melalui audit
atau penilaian terhadap sistem informasi, infrastruktur
dan jaringan serta database pelayanan. Sehingga
pembuatan masterplan smart city akan dapat lebih baik.
Kesenjangan yang dihasilkan perlu diisi secara bertahap
sesuai dengan anggaran dan kurun waktu yang
ditentukan. Adanya dokumen Perencanaan Teknologi
Informasi akan mengurangi resiko kegagalan proyek
akibat pencapaian sasaran yang kurang terarah,
memberikan kendali pengembangan sistem informasi
sehingga solusi parsial yang tidak sinergis dapat
dihindari, menghindari terciptanya. Pulau - Pulau
Teknologi Informasi yang tidak terhubung sehingga
duplikasi kerja, duplikasi data, dan ketidaktepatan data
dapat dihindari. Investasi SI dan TI dapat direncanakan
lebih matang sesuai dengan skala prioritas yang telah
ditentukan di dalam dokumen Masterplan Smart City
Kabupaten Ngawi. Selain itu, dokumen ini juga
merupakan panduan bagi penentuan prioritas
pengembangan sistem informasi dimasa yang akan
datang.

2. MAKSUD DAN : Dengan adanya kegiatan Masterplan Smart City Kabupaten


TUJUAN Ngawi tersebut maka maksud dan tujuannya adalah
sebagai berikut :
a. Maksud
1) Sinkronisasi sistem informasi pada 19 kecamatan
dan 26 OPD se-Kabupaten Ngawi yang berbasis
pada potensi wilayah, bidang unggulan dan
sektor kerja masing-masing;
2) Mengintegrasikan sistem informasi antar
kecamatan dan antar OPD; dan
3) Pendetailan sistem informasi pada internal tiap-
tiap kecamatan dan OPD.

b. Tujuan
1. Dapat meningkatkan ketersedian tingkat
pemanfaatan piranti lunak aplikasi yang mendukung
layanan teknologi informasi dalam menjalankan
tugas dan fungsi instansi.
2. Untuk menunjang kota di dalam dimensi sosial,
ekonomi /daya saing, teknologi dan lingkungan. Atau
lebih umum dikatakan bahwa untuk membentuk kota
yang Sustainable (ekonomi, sosial, lingkungan).
3. untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat
lewat pemanfaatan teknologi.
4. Pengembangan Strategi Implementasi Smart City
adalah untuk dapat membentuk dan menerapkan
suatu kota yang aman, nyaman, terkendali dan
mempermudah akses bagi warganya serta
memperkuat daya saing kota dalam hal
perekonomian , sosial dan teknologi. Sehingga dapat
dijelaskan bahwa tujuan dari strategi implementasi
Smart City adalah untuk menunjang kota di dalam
dimensi sosial (keamanan), ekonomi (daya saing),
teknologi dan lingkungan (kenyamanan). Atau lebih
umum lagi berdasarkan United Nation, dapat
dikatakan bahwa tujuan Smart Cityadalah untuk
membentuk kota yang Sustainable (ekonomi, sosial,
lingkungan)
5. Mewujudkan keselarasan dan keserasian dalam
konteks pengembangan teknologi informasi,
meningkatkan pelaksanaan fungsi pengendalian,
pengawasan dan pengelolaan;Meningkatkan
percepatan informasi;
6. Dapat mengukur seberapa jauh output pekerjaan
yang berhubungan dengan teknologi informasi;
Dapat meningkatkan ketersedian tingkat
pemanfaatan piranti lunak aplikasi yang
mendukung layanan teknologi informasi dalam
menjalankan tugas dan fungsi instansi.

3. TARGET/ : Target Sasaran dalam kegiatan ini adalah :


SASARAN 1. Pemerintah Kabupaten Ngawi yang dapat terbantu
dengan adanya kegiatan Penyusunan Masterplan Smart
City agar segala pekerjaan yang berhubungan dengan IT
dapat dilakukan perencanaan untuk pengadaan diwaktu
yang akan datang pada 26 OPD dan 19 Kecamatan.

2. Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngawi


sebagai pemohon melakukan perencanaan teknologi
informasi di Kabupaten Ngawi dapat dengan mudah
melakukan proses koordinasi atau diskusi serta evaluasi
pelaksanaan penelitian pengembangan secara terpusat.
Untuk dapat melakukan perencanaan teknologi informasi
dalam pekerjaan Penyusunan Masterplan Smart City
Kabupaten Ngawi harus mencakup penyusunan rencana
induk pengembangan e-government lembaga
sebagimana diatur dalam Inpres 3 tahun 2003 menjadi
satu bagian tersendiri dalam dokumen yang akan
dihasilkan, meliputi :
a. Penjabaran strategi dan rencana strategis e
government
b. Kondisi layanan saat ini.
c. Insfrastruktur saat ini
d. Masalah dan tantangan
e. Cetak biru Infrastruktur aplikasi
f. Cetak biru Sumberdaya manusia
g. Cetak biru Infrastruktur jaringan
h. Cetak biru Infrastruktur informasi
i. Cetak biru Integrasi Jaringan, Informasi dan aplikasi
j. Cetak biru Pendanaan
k. Cetak biru Struktur organisasi, system manajemen
dan proses kerja
l. Cetak biru Perawatan (maintenance)
m. Peta alur dan tahapan peraturan
n. Peta alur dan tahapan pengembangan infrastruktur
o. Peta alur dan tahapan penerapan e-governmet
p. Peta alur dan tahapan system pendukung
q. Manajemen perubahan.

3. Terwujudnya konsep Masterplan Smart City yang


diharapkan yaitu ;
Ekonomi pintar (inovasi dan persaingan), semakin
tinggi inovasi-inovasi baru yang ditingkatkan maka
akan menambah peluang usaha baru
dan meningkatkan persaingan pasarusaha / modal.

Mobilitas pintar (transportasi dan infrastruktur),


pengelolaan infrastruktur kota yang dikembangkan
di masa depan merupakan sebuah sistem
pengelolaan terpadu dan diorientasikan untuk
menjamin keberpihakan pada kepentingan publik.

Masyarakat pintar (kreativitas dan modal sosial),


pembangunan senantiasa membutuhkan modal,
baik modal ekonomi (economic capital ), modal usaha
(human capital ), maupun modal sosial (social
capital ). Kemudahan akses modal dan pelatihan-
pelatihan bagi UMKM dapat meningkatkan kemampuan
keterampilan mereka dalam mengembangkan usahanya.
Modal sosial termasuk elemen-elemen seperti
kepercayaan,gotong-royong, toleransi,
penghargaan, saling memberi dan saling
menerima serta kolaborasi sosial
memiliki pengaruh yang besar terhadap
pertumbuhan ekonomi melalui berbagai
mekanisme seperti meningkatnya rasa tanggung
jawab terhadap kepentingan publik, meluasnya
partisipasi dalam proses demokrasi, menguatnya
keserasian masyarakat dan menurunnya tingkat
kejahatan.

Lingkungan pintar (keberlanjutan dan sumber


daya), lingkungan pintar itu berarti lingkunganyang
bisa memberikan kenyamanan, keberlanjutan
sumber daya, keindahan fisik maupun non fisik,
visual maupun tidak, bagi masyarakat dan publik
lingkungan yang bersih tertata, RTH yang stabil
merupakan contoh dari penerapan lingkungan
pintar.

Cerdas hidup (kualitas hidup dan kebudayaan),


berbudaya berarti bahwa manusia memilikikualitas
hidup yang terukur (budaya). Kualitas hidup
tersebut bersifat dinamis, dalam artianselalu
berusaha memperbaiki dirinya sendiri. Pencapaian
budaya pada manusia, secara langsung maupun
tidak langsung merupakan hasil dari
pendidikan. Maka kualitas pendidikan yang baik
adalah jaminan atas kualitas budaya, dan atau
budaya yang berkualitas merupakan hasil dari
pendidikan yang berkualitas.

Pemerintahan yang cerdas (pemberdayaan dan


partisipasi), kunci utama keberhasilan penyelenggaraan
pemerintahan adalah Good Governance, yang
merupakan paradigma,sistem dan proses
penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang
mengindahkanprinsip-prinsip supremasi hukum,
kemanusiaan, keadilan, demokrasi,
partisipasi,transparansi, profesionalitas, dan
akuntabilitas ditambah dengan komitmen terhadap
tegaknya nilai dan prinsip desentralisasi, daya
guna, hasil guna, pemerintah yang berdaya saing
serta bersih dan bertanggung jawab.

4. NAMA : Nama organisasi yang menyelenggarakan/melaksanakan


ORGANISASI pengadaan konsultansi:
a. K/L/D/I : Pemerintah Kabupaten Ngawi
PENGADAAN
b. Satker/SKPD : Dinas Komunikasi dan Informatika
KONSULTANSI c. PPK : Ir. SUTRISNO, M.Si
5. SUMBER DANA : a. Sumber Dana :
DAN APBD Kabupaten Ngawi Tahun 2017
b. Total perkiraan biaya yang diperlukan :
PERKIRAAN
Rp. 727.000.000 (Tujuh Ratus Dua Puluh Tujuh Juta
BIAYA Rupiah)
6. RUANG : a. Ruang lingkup pekerjaan/pengadaan jasa konsultansi
LINGKUP, Pedoman pengembangan Smart City Kabupaten Ngawi,
dijadikan sebagai acuan dalam pemyusunan peningkatan
LOKASI
system kinerja dan pelayanan di seluruh Kabupaten Ngawi
PEKERJAAN, untuk 26 OPD dan 19 Kecamatan yang berbasis IT.
FASILITAS b. Lokasi pengadaan pekerjaan/pengadaan konsultansi
Kabupaten Ngawi;
PENUNJANG
c. Fasilitas penunjang yang disediakan oleh PPK : -. (apabila
diperlukan);

7. PRODUK YANG : Produk yang akan dihasilkan dari pengadaan barang/jasa


DIHASILKAN konsultansi meliputi antara lain :
a. Laporan Pendahuluan (Inception Report)
b. Laporan Data dan Analisa
c. Draft Laporan Akhir
d. Laporan Akhir (Laporan Masterplan Pengembangan
Smart City Kabupaten Ngawi)
e. Album Peta
f. Ringkasan Eksekutif
g. Softcopy Materi

8. WAKTU : Waktu yang diperlukan untuk pekerjaan/pengadaan jasa


PELAKSANAAN konsultansi adalah 150 (seratus lima puluh) hari kalender atau
5.00 (lima) bulan.
YANG
DIPERLUKAN
Bulan Ke-
No Uraian Kegiatan I II III IV V
A Tahap Persiapan
Desain & Pengadaan
1 Formulir Surve
2 Pengadaan Logistik Surve
3 Surve Awal
Penyusunan Laporan
4 Pendahuluan
B Tahap Pengumpulan Data
1 Data Sekunder
2 Data Primer
Tahap Input Data,
C Pengolahan,
Analisis Data & Penyajian
Data
1 Input Data ke Komputer
2 Pengolahan & Analisis Data
3 Penyusunan Laporan Antara
4 Penyusunan Buku Data
Penyusunan Draft Laporan
5 Akhir
6 Penyusunan Laporan Akhir
Bulan Ke-
No Uraian Kegiatan I II III IV V
Penyusunan Executive
Summary & Copy CD/DVD
7 Hasil Pekerjaan
Penyerahan Produk Akhir
8 Pekerjaan

9. TENAGA AHLI :
1. Team Leader (1 orang) dengan jumlah orang
YANG bulan adalah 5 OB. Tenaga ahli yang
DIBUTUHKAN disyaratkan minimal seorang Sarjana (S1)
Sistem Informasi / Teknik Elektro / Teknik
Informatika lulusan universitas / perguruan
tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta
yang telah diakreditasi dan berpengalaman
dalam pelaksanaan pekerjaan sistem
informasi. berpengalaman dalam pekerjaan
minimal 8 tahun.
Tugas dan tanggung jawabnya antara lain:
a. Mengkoordinasi dan mengarahkan
seluruh Tim dalam melaksanakan
tugasnya masing-masing dari tahap
persiapan sampai selesainya seluruh
pekerjaan..
b. Mendiskusikan penjadwalan,
pelaksanaan pekerjaan serta
penyelesaian masalah yang timbul
selama proses pelaksanaan pekerjaan.
c. Menguasai permasalahan tata kelola
teknologi informasi sesuai kaidah yang
ada
d. Mengkoordinir semua anggota tim dalam
penyelesaian pekerjaan serta
menghubungi satuan kerja lain yang
terkait dengan pekerjaan tersebut.
e. Mempunyai inisiatif, inovatif, tanggung
jawab dan profesionalisme dalam
menyelesaikan hasil rancangan tim.
f. Mempunyai tanggung jawab langsung
atas penyusunan dan terjaminnya
penyampaian seluruh laporan.
g. Memberikan petunjuk teknis kepada tim
terhadap hal-hal yang berkaitan dengan
pekerjaan
h. Bertanggung jawab terhadap
kerahasiaan data dan informasi yang
berada didalamnya
i. Bekerjasama dengan personil lainnya baik
dalam penentuan suatu hasil analisis
yang membutuhkan multidisiplin
j. Memberikan petunjuk teknis kepada team
terhadap hal-hal yang berkaitan dengan
pekerjaan serta bertanggung jawab
mengkoordinasikan penyelesaian pada
pekerjaan dan sebagainya.
2. Ahli Sistem Analis (1 orang) dengan jumlah
orang bulan adalah 5 OB. Tenaga ahli yang
disyaratkan minimal seorang Sarjana (S1)
Teknik Informatika / Komputer lulusan
universitas / perguruan tinggi negeri atau
perguruan tinggi swasta yang telah
diakreditasi dan berpengalaman dalam
pelaksanaan pekerjaan sistem analis.
berpengalaman dalam pekerjaan minimal 7
tahun.
Tugas dan tanggung jawabnya antara lain:
a. Menganalisis kebutuhan yang diperlukan
untuk pembuatan blue print serta
melakukan survey untuk mendapatkan
data eksisting
b. Memberi dukungan yang diperlukan agar
kegiatan pengembangan sistem dan
infrastruktur kedepan dapat berjalan
dengan lancar
c. Menganalisa workflow yang akan
dikembangkan
d. Memberikan analisa tersebut kepada
tenaga ahli lainnya agar mampu
mempercepat proses pekerjaan.

3. Ahli Sistem Informasi IT (2 orang) dengan


jumlah orang bulan adalah 10 OB. Tenaga ahli
yang disyaratkan minimal seorang Sarjana
(S1) Teknik Informatika / Komputer lulusan
universitas / perguruan tinggi negeri atau
perguruan tinggi swasta yang telah
diakreditasi dan berpengalaman dalam
pelaksanaan pekerjaan sistem informasi IT.
berpengalaman dalam pekerjaan minimal 7
tahun.
Tugas dan tanggung jawabnya antara lain:
a. Mengimplementasikan hasil yang sudah
didapat oleh sistem analis kedalam
sebuah sistem.
b. Membuat dan menyusun sistem aplikasi
yang akan dibangun pada masa
mendatang
c. Membuat integrasi antar sistem
4. Ahli Sistem Database IT (2 orang) dengan
jumlah orang bulan adalah 10 OB. Tenaga ahli
yang disyaratkan minimal seorang Sarjana
(S1) Teknik Informatika / Komputer lulusan
universitas / perguruan tinggi negeri atau
perguruan tinggi swasta yang telah
diakreditasi dan berpengalaman dalam
pelaksanaan pekerjaan sistem database IT.
berpengalaman dalam pekerjaan minimal 7
tahun.
Tugas dan tanggung jawabnya antara lain:
a. Berkoordinasi dengan ahli perangkat
lunak melakukan proses analisa terhadap
kondisi dari sistem yang akan dibuat,
b. Berkoordinasi dengan ahli perangkat
lunak untuk melakukan proses rancangan
database, mengaplikasikan rancangan
tersebut kedalam sebuah software
database.
c. Memastikan data yang digunakan
nantinya valid atau sesuai,
d. Memastikan data yang digunakan
nantinya ke dalam software penyimpanan
aman,
e. Mempersiapkan rencana proses back up
dan recovery database,
f. Mempersiapkan perencanaan instalasi
database pada server yang telah
disediakan,
g. Mempersiapkan dokumentasi rancangan
database.
5. Ahli Sistem Infrastruktur IT (1 orang) dengan
jumlah orang bulan adalah 5 OB. Tenaga ahli
yang disyaratkan minimal seorang Sarjana
(S1) Teknik Informatika / Komputer lulusan
universitas / perguruan tinggi negeri atau
perguruan tinggi swasta yang telah
diakreditasi dan berpengalaman dalam
pelaksanaan pekerjaan sistem infrastruktur IT.
berpengalaman dalam pekerjaan minimal 7
tahun.
Tugas dan tanggung jawabnya antara lain:
a. Melakukan proses identifikasi terhadap
kondisi eksisting jaringan,
b. Membuat desain infrastruktur jaringan,
c. Memastikan pengaturan terhadap
hardware sudah sesuai,
d. Memastikan bahwa jaringan yang
dikembangkan aman dari serangan
hacker, virus, dsb.
e. Perencanaan data center dan backup
6. Ahli Ekonomi (1 orang) dengan jumlah orang
bulan adalah 4 OB. Tenaga ahli yang
disyaratkan minimal seorang Sarjana (S1)
Ilmu Ekonomi lulusan universitas / perguruan
tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta
yang telah diakreditasi dan berpengalaman
dalam pelaksanaan pekerjaan di bidang
ekonomi. berpengalaman dalam pekerjaan
minimal 4 tahun.
Tugas dan tanggung jawabnya antara lain:
a. Mengidentifikasi sektor bisnis
b. Mengidentifikasi sektor pendidikan
c. Mengidentifikasi sektor industri
d. Mengidentifikasi sektor sumber daya
7. Ahli Hukum (1 orang) dengan jumlah orang
bulan adalah 3 OB. Tenaga ahli yang
disyaratkan minimal seorang Sarjana (S1)
Ilmu Hukum lulusan universitas / perguruan
tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta
yang telah diakreditasi dan berpengalaman
dalam pelaksanaan pekerjaan di bidang
hukum. berpengalaman dalam pekerjaan
minimal 4 tahun.
a. Menyusun kebijakan penyelenggaraan
pemerintahan, pembangunan dan
kemasyarakatan, melaksanakan analisa
permasalahan kebijakan penyelenggaraan
pembangunan, pemerintahan dan
pembangunan,
b. Melaksanakan identifikasi permasalahan
kebijakan penyelenggaraan
pembangunan, pemerintahan dan
pembangunan, melaporkan hasil telaah di
bidang hukum, melaksanakan serta
koordinasi dan konsultasi dengan
pembuat pekerjaan terkait dalam
penyiapan bahan,
c. Mengkaji sisi hukum baik peraturan
daerah, peraturan gubernur, serta
masterplan-masterplan yang berkaitan
dengan teknologi informasi.
8. Tenaga Pendukung
1. Tenaga Surveyor
2. Tenaga Administrasi dan Keuangan
3. Tenaga Operator Komputer
4. Tenaga Driver

10 PENDEKATAN : Pendekatan/penghampiran masalah terkait dengan


DAN kebutuhan jasa konsultansi dan metodologi untuk
menyelesaikan masalah terkait dengan pekerjaan Jasa
METODOLOGI
Konsultansi :
1. Metode Pelaksanaan
a. Pengadaan Masterplan Smart City dilakukan oleh
Pemerintah Kabupaten Ngawi dan pihak terkait.
b. Dalam implementasinya kegiatan Masterplan Smart City
dikelola oleh pemerintahan kabupaten Ngawi serta
dapat di berikan penilaian terhadap perencanaan yang
telah diberikan assessment.
2. Metode Pencapaian Pekerjaan
a. Menyediakan landasan materi terhadap rencana
pembangunan Kota Cerdas / smart city di Kabupaten
Ngawi
b. Mendapatkan indeks kematangan smart city
c. Mendapatkan arah kebijakan pembangunan smart city
d. Mendapatkan model implementasi smart city
e. Masterplan smart city penyusunan penanganan dan
pengembangan jangka pendek, menengah dan panjang
melalui analisis penyusunan program dan kegiatan
prioritas

11 PERALATAN Peralatan yang harus disediakan oleh konsultan penyedia


DAN MATERIAL jasa pada prinsipnya adalah segala sesuatu yang dapat
mendukung terselenggaranya pekerjaan penyusunan
DARI PENYEDIA
Masterplan Smart City Kab. Ngawi diantaranya ;
JASA 1. Komputer : 4 unit
2. Laptop : 2 unit
3. Printer A4 : 2 unit
4. Camera Digital : 2 unit
5. Viewer/ Proyektor : 1 unit
6. Kendaraan Roda 2 : 4 unit
7. Kendaraan Roda 4 : 1 unit

12 LAPORAN : Laporan yang harus dipenuhi dalam pengadaan barang/jasa


KEMAJUAN konsultansi, meliputi:

PEKERJAAN
a. Laporan Pendahuluan (Inception Report)
Dalam laporan pendahuluan berisi strategi pelaksanaan
pekerjaan, yang berupa persiapan kegiatan, gambaran
dari permasalahan yang dihadapi, metodologi yang
dipergunakan, metode pengumpulan data, rencana kerja
serta jadwal pelaksanaan pekerjaan. Laporan ini dibuat
dan di sajikan dalam kertas ukuran A4 dalam jumlah 10
(sepuluh) eksemplar dan sudah harus disampaikan
selambat lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender sejak
di keluarkan SPMK.
b. Laporan Data dan Analisa
Laporan ini menguraikan hasil pengumpulan data dan
informasi, analisis dan evaluasi pendahuluan yang
mencakup analisa kebijakan, analisa data spasial kota,
analisa sarana dan prasarana kota, analisa demografis,
analisa SDM, analisa hubungan kelembagaan antar
SKPD, analisa pelayanan publik serta analisa teknologi
informasi. Laporan ini dibuat dan di sajikan dalam kertas
ukuran A4 dalam jumlah 10 (sepuluh) eksemplar dan
sudah harus disampaikan selambat lambatnya 90
(sembilan puluh) hari kalender sejak di keluarkan SPMK.
c. Draft Laporan Akhir
Draft laporan akhir berisi analisa dan evaluasi serta
rekomendasi dari masterplan smart city yang merupakan
representatif dari laporan akhir perencanaan sebagai
bahan seminar FGD (Focus Group Discussion) dalam
penyempurnaan dokumen laporan akhir. Draft Laporan
ini dibuat dan di sajikan dalam kertas ukuran A4 dalam
jumlah 10 (sepuluh) eksemplar dan sudah harus
disampaikan selambat lambatnya 180 (seratus delapan
puluh) hari kalender sejak di keluarkan SPMK
d. Laporan Akhir
Dalam laporan ini berisi revisi terhadap analisa dan
evaluasi serta rekomendasi akhir yang mencakup
tentang penyediaan ;
1. Landasan materi terhadap rencana pembangunan
Kota Cerdas / smart city di Kabupaten Ngawi.
2. Indeks kematangan smart city
3. Arah kebijakan pembangunan smart city
4. Model implementasi smart city
5. Masterplan Smart City penyusunan penanganan dan
pengembangan jangka pendek, menengah dan panjang
melalui analisis penyusunan program dan kegiatan
prioritas
Laporan ini dibuat dan di sajikan dalam kertas ukuran A4
dalam jumlah 10 (sepuluh) eksemplar dan sudah harus
disampaikan selambat lambatnya 150 (dua ratus
sepuluh) hari kalender sejak di keluarkan SPMK.
e. Album Peta
Dalam produk ini berisikan peta-peta analisa maupun
peta rencana dari produk rencana induk (masterplan)
Smart City. Album Peta ini dibuat dan di sajikan dalam
kertas A3 Berwarna dalam jumlah 10 (sepuluh)
eksemplar dan sudah harus disampaikan selambat
lambatnya 210 (dua ratus sepuluh) hari kalender sejak di
keluarkan SPMK.
f. Ringkasan Eksekutif
Dalam laporan ini berisi ringkasan materi dari
penyusunan laporan rencana induk (masterplan) Smart
City. Laporan ini dibuat dan di sajikan dalam kertas
ukuran A4 dibuat dalam jumlah 10 (sepuluh) eksemplar
dan sudah harus disampaikan selambat lambatnya 210
(dua ratus sepuluh) hari kalender sejak di keluarkan
SPMK.
g. Softcopy Materi
Dalam produk ini berisikan soft file laporan dari laporan
awal hingga akhir dan file peta-peta rencana. Softcopy ini
dimuat dalam Compact Disc (CD) sebanyak 10 (sepuluh)
buah dan sudah harus disampaikan selambat
lambatnya 210 (dua ratus sepuluh) hari kalender sejak di
keluarkan SPMK.

Ngawi, 2017
Dinas Komunikasi dan Informatika
Kabupaten Ngawi
Pejabat Pembuat Komitmen

Ir. SUTRISNO M.Si


NIP. 19620212 199003 1 006