Anda di halaman 1dari 46

PROSES PENGELASAN

MIG - MAG
(METAL INERT GAS)
(METAL ACTIVE GAS)

SUTRIMO - WTC POLBAN

1
Bagan Gas-Shielded
Gas Shielded Welding
Gas-shielded welding

Gas tungsten-arc welding Gas metal-arc welding


GTAW/TIG GMAW

Metal Inert gas welding Metal active gas welding


MIG MAG

SUTRIMO - WTC POLBAN 2


DEFINISI PROSES PENGELASAN
MIG -MAG
Pengelasan
P l MIG MAG adalah
MIG-MAG d l h
penyambungan dua logam
atau lebih menjadi satu dengan
menggunakan kawat elektroda
dengan logam dasarnya (base
metal)) dan dilindungi
g oleh ggas
pelindung untuk mencegah
terjadinya oksidasi.

SUTRIMO - WTC POLBAN 3


SEJARAH LAS MIG
Las MIGG telah dikembangkan selama masa perang dunia II
sebagai perkembangan dari las TIG (Tungsten Inert Gas).
Proses las MIG telah sukses di kembangkan oleh Battele
Memorial Institute pada tahun 1948 dengan Sponsor Air
Reduction Company. Las MIG pertama kali dipatenkan pada
t h 1949 di Amerika
tahun A ik Serikat
S ik t untuk
t k pengelasan
l alumunium.
l i
Pada tahun 1953, Lyubavskii dan Novoshilov mengumumkan
penggunaan proses las MIG menggunakan gas CO2 sebagai
gas pelindung. Mereka juga menggunakan gas CO2 untuk
mengelas besi karbon. Gas CO2 dan campuran gas argon-
CO2 dikenal
dik l juga
j sebagai
b i Metal
M t l Active
A ti G
Gas (MAG) yang
(MAG),
kemudian akan berkembang menjadi proses las MAG.

SUTRIMO - WTC POLBAN 4


APLIKASI LAS MIG
Pada
P d saat ini
i i proses pengelasan
l
MIG telah banyak digunakan
diberbagai sektor industri,
tetapi secara luas lebih
banyak digunakan di industri
otomotif. Proses pengelasan
p g
MIG tergolong lebih aman
dan mudah untuk
menggunakannya Selain itu
menggunakannya.
proses pengelasan MIG ini
mampu menyambung part
secara cepat dan aman tanpa
menyebabkan distorsi.

SUTRIMO - WTC POLBAN 5


KELEBIHAN PROSES
PENGELASAN MIG
Mesin las MIG memiliki performa dan hasil yang baikbaik. Tetapi
untuk material tertentu, hasil yang lebih baik lagi dibutuhkan
kemampuan yang lebih untuk meng-operasikannya.

Proses pengelasan MIG memiliki beberapa kelebihan, yaitu :


Sangat
g efisien dan p
pengerjaan
g j yyangg cepat
p
Kemampuan mengelas pada semua posisi
Hanya menghasilkan sedikit bahkan tidak adanya slag
Memiliki angka deposisi (deposition rates) yang lebih tinggi
dibandingkan SMAW
Kurang membutuhkan kemampuan operator yang tinggi
Proses
P pengelasan
l yang panjang
j bi
bisa dil
dilakukan
k k ttanpa
berhenti
Hanya membutuhkan sedikit pembersihan post-weld
SUTRIMO - WTC POLBAN 6
KELEMAHAN PROSES
PENGELASAN MIG
Proses pengelasan
P l MIG memiliki
iliki beberapa
b b
permasalahan, yaitu :
Ok id i weld-deposit
Oksidasi ld d it yang b
beratt
Wire-feed yang tidak biasa
Burnback
Porositi
Busur yang tidak stabil
Permulaan pengelasan yang sulit

SUTRIMO - WTC POLBAN 7


MEKANISME PROSES
PENGELASAN MIG
Pada proses pengelasan MIGMIG, panas dari proses pengelasan ini
dihasilkan oleh busur las yang terbentuk diantara elektroda kawat
(wire electrode) dengan benda kerja. Selama pengelasan elektroda
akan meleleh kemudian cair menjadi deposit logam dan membentuk
butiran las (weld beads).

SUTRIMO - WTC POLBAN 8


MEKANISME PROSES
PENGELASAN MIG
Gas pelindung yang disebut juga inert gas
digunakan untuk mencegah kontaminasi
atmosfer dan melindungi hasil las selama masa
pembekuan (solidification). Gas pelindung akan
membentuk plasma atau lapisan busur, berguna
untuk menstabilkan busur las selama logam
sedang dilas, untuk melindungi busur las dan
kolam las cair (molten weld pool), dan
menghasilkan transfer logam yang halus dari
elektrode kawat ke kolam las cair.
SUTRIMO - WTC POLBAN 9
TRANSFER LOGAM
Proses
P pengelasan
l MIG
beroperasi menggunakan arus
searah (DC),
menggunakan elektroda kawat
biasanya +
ELEKTRODA
positif. Ini dikenal sebagai polaritas
terbalik ((reverse polarity).
p y)
Polaritas searah sangat jarang
digunakan karena transfer logam
yang kurang baik dari elektroda + -
kawat ke benda kerja. Proses + -
pengelasan MIG menggunakan + -
arus sekitar 50 A hingga mencapai BASE METAL
600 A, biasanya menggunakan -
tegangan las 15 volt hingga 32
volt
volt.
SUTRIMO - WTC POLBAN 10
JENIS TRANSFER LOGAM
JJenis
i atau
t modeld l ttransfer
f llogam d
darii elektroda
l kt d kke kkolam
l
las cair (molten weld pool) menentukan hasil operasi
dari p
proses ppengelasan.
g
Secara umum ada tiga jenis transfer logam, yaitu :
Short-circuiting
g
Globular
Spray

SUTRIMO - WTC POLBAN 11


TRANSFER LOGAM
SHORT-CIRCUIT
Transfer logam short-cicuiting
short cicuiting biasanya menggunakan
elktroda yang berdiameter antara 0,030 inchi (0,76 mm)
hingga 0,45 inchi (1,1 mm) dan beroperasi pada tegangan
rendah sekitar 17 volt (100 A) hingga 22 volt (200 A).
rendah, A)
Teknik pengelasan ini biasanya digunakan untuk
menyambung meterial yang tipis pada semua posisi, serta
untuk menyambung logam yang tebal pada posisi vertikal dan
horizontal.
Proses pengelasan menggunakan transfer logam short-
circuiting harus digunakan jika membutuhkan distorsi yang
minimum. Logam di salurkan dari kawat ke kolam las cair
(molten weld pool) hanya ketika keduanya melakukan kontak
atau saat terjadi short-circuit.
short-circuit
Short-cicuit terjadi di benda kerja sebanyak 20 hingga 200 kali
per detik.

SUTRIMO - WTC POLBAN 12


SHORT ARC CYCLE

Animasi short-arc welding

SUTRIMO - WTC POLBAN 13


ARUS LAS OPTIMUM UNTUK
SHORT-ARC WELDING
Untuk menjamin kestabilan yang baik pada busur
las, arus las yang relatif harus digunakan sesuai
dengan diameter elektroda yang digunakan.

Di
Diameter
t elektroda
l kt d A
Arus L
Las (A)
Inchi mm Minimum Maximum
0 30
0,30 0 76
0,76 50 150
0,35 0,89 75 175
0,45 1,10 100 225
Tabel arus las optimum terhadap diameter elektroda untuk transfer logam short-circuiting

SUTRIMO - WTC POLBAN 14


TRANSFER LOGAM GLOBULAR
Saat tegangan dan arus las
meningkat hingga diatas batas
maksimum yang
direkomndasikan untuk transfer
logam short-circuiting, transfer
logam akan mulai berubah
bentuk Proses pengelasan ini
bentuk.
biasanya dikenal dengan transfer
logam globular. Biasanya tetesan
dari lelehan logamg memiliki
diameter yang lebih besar dari
pada diameter kawat elktroda itu
sendiri. Model transfer logam ini
bi
biasanya d
dapat
t menjadi
j di tidak
tid k
menentu, dengan percikan dan
arus pendek beberapa kali
menjadi biasa.
biasa
SUTRIMO - WTC POLBAN 15
TRANSFER LOGAM SPRAY
Dengan terus menaikan tegangan dan arus las, transfer logam
akan menjadi persikan busur las (spray arc) sebenarnya,
untuk elektroda berukuran 1,2 mm, maka kita dapat
menggunakan tegangan berkisar mendekati antara 27 volt
(250 A) hingga 35 volt (400A).
(400A) Arus las minimum yang dapat
menyebabkan hal ini terjadi disebut arus transisi. Lelehan
yang jatuh dari kawat elektroda sangat kecil, menghasilkan
busur las dengan kestabilan yang baik.
baik Arus pendek sangat
jarang terjadi.
Transfer logam spray dapat menghasilkan deposit logam yang
tinggi. Teknik pengelasan ini secara umum digunakan untuk
menyambung logam dengan ketebalan 3/32 inchi (2,4 mm)
atau lebih. Kecuali saat menyambung
y g alumunium dan
tembaga, busur las spray biasanya terbatas hanya dengan
posisi flat (f).

SUTRIMO - WTC POLBAN 16


SKEMA TRANSFER LOGAM SPRAY

SUTRIMO - WTC POLBAN 17


ARUS LAS MINIMUM TERHADAP DIAMETER ELEKTRODA DAN
JENIS GAS PELINDUNG SPRAY WELDING
Diameter elektroda
Arus las
Jenis elektroda inchi mm Gas pelindung minimum

Mild steel 0 030


0.030 0 76
0.76 98% Ar
Ar-2%
2% O2 150

Mild steel 0.035 0.89 98% Ar-2% O3 165

Mild steel 0.045 1.14 98% Ar-2% O4 220

Mild steel 0.052 1.32 98% Ar-2%


Ar 2% O5 240

Mild steel 0.062 1.57 98% Ar-2% O6 275

Stailess steel 0.035 0.89 99% Ar-1% O2 170

Stailess steel 0.045 1.14 99% Ar-1% O3 225

Stailess steel 0.062 1.57 99% Ar-1% O4 285

Alumunium 0.030 0.76 Ar 95

Alumunium 0.045 1.14 Ar 135

Alumunium 0.062 1.57 Ar 180

Tembaga 0.035 0.89 Ar 180

Tembaga 0.045 1.14 Ar 210

T b
Tembaga 0 062
0.062 1 57
1.57 A
Ar 310

perunggu 0.035 0.89 Ar 165

perunggu 0.045 1.14 Ar 205

perunggu 0 062
0.062 1 57
1.57 Ar 270

SUTRIMO - WTC POLBAN 18


PERALATAN DAN PERLENGKAPAN LAS MIG

Secara umum peralatan yang dibutuhkan untuk


proses pengelasan MIG, adalah :
Mesin
M i las
l
Wirefeeder
Welding gun/torch
Tabung gas pelindung
Gulungan elektroda

SUTRIMO - WTC POLBAN 19


SKEMA PERALATAN DAN
PERLENGKAPAN LAS MIG
1.
1 POWER CABLE (NEGATIVE)
2. WATER FROM TORCH -
POWER CABLE
3. SHIELDING GAS
4 TORCH SWITCH
4.
5. WATER TO TORCH
6. WIRE CONDUIT
7. SHIELDING GAS FROM
CYLINDER
8. COOLING WATER OUT
9. COOLING WATER IN
10. 115 VAC IN - WELDING
CONTACTOR CONTROL
11. POWER CABLE (POSITIVF)
12. TO PRIMARY POWER
230/460/575 V

SUTRIMO - WTC POLBAN 20


DIAGRAM KONEKSI PENGELASAN MIG

SUTRIMO - WTC POLBAN 21


MESIN LAS MIG

Proses pengelasan MIG menggunakan


arus searah (DC/Direct Current) dan
menggunakan polaritas terbalik
dimana kutub positif pada elektroda
dan kutub
k t b negatif pada benda kerja.
kerja
Mesin las MIG menggunakan jenis
mesin yang memiliki karakteristik
tegangan
g g konstan. Tegangan g g konstan
ini akan menentukan panjang busur
las. Ketika terjadi perubahan
perubahan mendadak kecepatan
wirefeed,
e eed, atau te terjadi
jad peperubahan
uba a
sementara dari panjang busur las;
maka mesin las secara tiba-tiba akan
merubah arus listrik. Sehingga
perubahan panjang busur dapat diatur
dengan mengatur perubahan tegangan
pada mesin las.

SUTRIMO - WTC POLBAN 22


KARAKTERISTIK TEGANGAN LAS

Tegangan busur las adalah tegangan diantara ujung elektroda dan


benda kerja. Tegangan listrik pada pengelasan memegang peranan
penting pada jenis transfer logam yang diinginkan. Transfer logam short-
circuiting membutuhkan tegangan yang rendah, sementara transfer
l
logam spray membutuhkan
b t hk t
tegangan yang lebih
l bih tinggi
ti i lagi.
l i Jika
Jik arus
listrik dinaikkan, maka tegangan las juga harus dinaikkan untuk
menghasilkan kestabilan.

Tabel hubungan tegan dan arus las

SUTRIMO - WTC POLBAN 23


KARAKTERISTIK SLOPE
Di dalam sistem pengelasan MIG terjadi penurunan
tegangan. Slope adalah perbandingan antara besarnya
penurunan teganan (besar tegangan yang telah di
t t k
tetapkan pada
d mesin
i las
l dik
dikurangi
i dengan
d t
tegangan
yang terjadi sebenarnya di antara ujung elektroda dan
benda kerja)j ) dengan
g besarnya
y arus yyangg telah
ditetapkan pada mesin las.

Pada sistem pengelasan MIG, slope digunakan pada


saat menggunakan jenis pengelasan dengan transfr
logam arus pendek,
pendek untuk membatasi besarnya arus
sehingga spatter dapat dikurangi ketika arus pendek
antara elektroda dan benda kerja telah bebas.

SUTRIMO - WTC POLBAN 24


PERHITUNGAN SLOPE

CARA MNGHITUNG SLOPE

EFEK TERLALU BANYAK SLOPE

SUTRIMO - WTC POLBAN 25


KARAKTERISTIK INDUKTANSI
Sumber tenaga mesin las tidak dapat merespon
perubahan beban secara cepat. Tegangan
membutuhkan beberapa waktu untuk menempati level
yang baru. Induktasi pada sirkuit bertanggung jawab
untuk lamanya waktu tenggang ini. Induktansi mengatur
kecepatan kenaikan dari arus sirkuit.sirkuit Kecepatannya
dapat di perlambat sehingga bebas arus pendek dengan
sparter yang minimum. Induktansi juga menyimpan
energi. i Kemudian
K di energii ini
i i disalurkan
di l k k busur
ke b l
las
stelah arus pendek bebas dan menyebabkan busurlas
yyangg lebih p
panjang.
j g

SUTRIMO - WTC POLBAN 26


EFEK INDUKTANSI

SUTRIMO - WTC POLBAN 27


WIREFEEDER
Pada dasarnya terdapat tiga jenis wirefeeder; yaitu jenis
dorong, jenis tarik, jenik dorong
dorong-tarik.
tarik. Perbedaannya adalah
dari cara menggerakan elektroda dari spool ke tourch.
Kecepatan dari wirefeeder dapat diatur mulai dari 1 hingga 22
m/menit (p (pada msin las MIG p performa tinggi,
gg , kecepatannya
p y
dapat mncapai 30 m/menit).
Wirefeeder jenis dorong biasanya digunakan untuk elektroda
besi,, biasanya
y disebut jjuga
g hard wire. Wirefeeder jjenis tarik
biasanya digunakan untuk jenis elektroda yang terbuat dari
alumunium, biasanya disebut juga soft wire. Elektroda
dengan diameter yang sangat kecil juga dapat menggunakan
wirefeeder
f jenis tarik. Untuk elektroda tmbaga dengan
diameter besar dapat menggunakan jenis tarik ataupun jenis
dorong. Tetapi untuk jarak yang jauh, lebih dari 30 meter,
d
dapat t menggunakan
k j i dorong-tarik.
jenis d t ik Wirefeeder
Wi f d tersebut
t b t
bkerja dengan sistm utama jenis dorong dan dibantu oleh
jenis tarik.

SUTRIMO - WTC POLBAN 28


Rol Wire Feeder
Menurut jumlah rolnya,
rolnya wirefeeder
dapat dibagia atas dua jenis, yaitu:
Sistem 2 rol
Sistem 4 rol
Menurut bidang kontaknya, rol dari
wirefeeder dapat dibagi atas:
Jenis trapesium, halus
Jenis setengah-lingkaran,
g g , halus
Jenis setengah-lingkaran, kasar
Jenis trapesium (halus) digunakan untuk
elektroda besi (Fe), CrNi. Jenis
setengah lingkaran (halus)
digunakan untuk elektroda
alumunium, CuSi3, kuningan. Jenis
setengah lingkaran (kasar)
digunakan untuk elektroda paduan
l
logam d flux-
dan fl cored.
d

SUTRIMO - WTC POLBAN 29


TORCH
Torch membimbing elektroda dan gas pelindung ke dalam
daerah las. Berbagai jenis torch telah dirancang untuk
menghasilkan hasil yang memuaskan pada setiap jenis
aplikasi. Terdapat torch untuk kerja yang berat hingga
torch ringan
g yyang
g digunakan
g untuk p
pengelasan
g dengan
g
posisi bebas.

SUTRIMO - WTC POLBAN 30


JENIS TORCH
Karena didalam torch terdapat gesekan dan arus listrik
maka akan terdapat panas, panas karena itu torch
membutuhkan pendingin. Menurut jenis pendinginnya,
torch dibagi atas dua jenis, yaitu
Torch dengan pendingin udara
dara
Torch dengan pendingin air
Torch dengan pendingin udara digunakan untuk aplikasi
pengelasan yang menggunakan arus listrik hingga 600 A
dan menggunakan CO2 sebagai gas pelindungnya.
Untuk gas pelindung Helium,
Helium arus listrik hingga 200 A.
A
Torch dengan pendingin air digunakan untuk aplikasi
pengelasan yang membutuhkan arus listrik hingga 200
hingga 750 A. A Biasanya digunakan dalam proses
pengelasan MIG dengan pulsed-arc

SUTRIMO - WTC POLBAN 31


BAGIAN -BAGIAN
BAGIAN TORCH

Beberapa bentuk torch


dan bagian-bagiannya

SUTRIMO - WTC POLBAN 32


PIPA KONTAK TORCH
Pipa pengarah elektroda biasa juga disebut pipa kontak.
Pipa kontak terbuat dari tembaga,
tembaga dan berfungsi untuk
membawa arus listrik ke elektroda yang bergerak dan
mengarahkan elektroda tersebut ke daerah kerja
pengelasan.
pengelasan
Torch dihubungkan dengan sumber listrik pada mesin las
dengan menggunakan kabel. Karena elektroda harus
d
dapat t bergerak
b k dengan
d b b
bebas d
dan melakukan
l k k k t k
kontak
listrik dengan baik, maka besarnya diameter lubang dari
pipa kontak sangat berpengaruh.
Selalu jaga kebersihan dari pipa kontak. Jika kita
menggunakan elektroda yang kualitasnya kurang baik,
biasanya dapat menyebabkan pipa kontak berminyak
atau kotor. Pada umumnya pipa kontak dapat diganti.

SUTRIMO - WTC POLBAN 33


NOZZLE GAS PELINDUNG
Nozzle gas pelindung akan mengarahkan jaket gas
pelindung kepada daerah las. Nozzle yang besar
digunakan untuk proses pengelasan dengan arus listrik
yang tinggi. Nozzle yang lebih kecil digunakan untuk
pengelasan
p g dengan
g arus listrik yyang
g lebih kecil.
Pipa kontak

Nozzle gas pelindung

SUTRIMO - WTC POLBAN 34


ELEKTRODA
Salah
S l h satu ffaktor
k terpenting
i d dalam
l proses pengelasan
l MIG adalah
d l h
pemilihan jenis elektroda yang benar. Elektroda tersebut
berkombinasi dengan gas pelindung akan menghasilkan deposit
ki i yang menentukan
kimia t k h hasil
il properti
ti mekanik
k ik ddan fi
fisik
ik d
darii
pengelasan.

Pada dasarnya terdapat lima faktor utama yang mempengaruhi


pemilihan jenis elektroda pasa porses pengelasan MIG, yaitu :
Komposisi
p kimia benda kerja
j
Properti mekanik benda kerja
Jenis gas pelindung
Jenis servis/layanan atau aplikasi yang dibutuhkan
Jenis penyambungan las

SUTRIMO - WTC POLBAN 35


ELEKTRODA LOGAM FERROUS
Terdapat
T d t persamaan yang mendasar d pada
d
elektroda logam fero, setiap elektroda memiliki
unsur paduan. Untuk mengelas besi karbon
menggunakan proses pengelasan MIG, fungsi
utama penambahan unsur paduan pada
elektrodanya adalah untuk mengatur deoksidasi
genangan las (weld puddle) dan untuk
membantu menentukan properti mekaniknya.
Deoksidasi adalah kombinasi elemen dengan
oksigen dari genangan las menghasilkan slag
atau formasi kaca (glass formation) pada
permukaan.

SUTRIMO - WTC POLBAN 36


PADUAN SILIKON (Si)
Silikon adalah elemen deoksidasi yang paling
sering digunakan untuk paduan elektroda las
MIG. Umumnya, elektroda mngandung 0,40 %
hingga 1,00 % silikon. Dalam jangkauan
persentase, silikon menunjukan kemampuan
doksidasi yang baik. Memperbesar banyaknya
silikon akan menaikan kekuatan las dengan
sedikit penurunan ketangguhan. Tetapi jika
diatas 1 hingga 1,2 % silikon, logam las akan
sangat sensitif terhadap retak (crack)
SUTRIMO - WTC POLBAN 37
PADUAN Alumunium (Al),
Titanium (Ti) dan Zirconium (Zr)
Ketiga elemen ini merupakan elemen
deoksidasi yyang
g sangat
g kuat. Dengan
g
penambahan yang sedikit dari ketiga
elemen ini akan sedikit meningkatkan
kekuatan. Komposisi jumlah keseluruhan
dari ketiga elemen ini tidak lebih dari
0,2%.

SUTRIMO - WTC POLBAN 38


PADUAN KARBON (C)

Karbon
K b mempengaruhi hi struktur
t kt dan
d propertiti
mekanik logam las lebih besar
dibandingkan dengan elemen paduan
lainnya. Untuk kegunaan pengelasan baja
karbon, elektroda mengandung 0,05
hingga 0,12 % karbon. Persentase ini
cukup untuk menghasilkan kekuatan
g
logam las y yang
g diinginkan
g tanpa
p
mempengaruhi ketangguhan dan porosity.

SUTRIMO - WTC POLBAN 39


ELEMEN PADUAN LAINNYA

Nikel, krom dan molybdenum terkada


g
ditambahkan untuk mningkatkan properti
p p
mekanik dan ketahanan korosi. Dalam
jumlah kecil,
kecil mereka dapat digunakan
dalam elektroda baja karbon untuk
mningkatkan kekuatan dan ketangguhan
dari logam deposit.

SUTRIMO - WTC POLBAN 40


PENOMORAN ELEKTRODA
FERROUS
Sesuai dengan klasifikasi elektroda carbon steel
menurut AWS A5.18-93, elektroda carbon steel
diberi penomoran sebagai berikut :

ELEKTRODA ATAU WELDING ROD


SOLID ATAU ROD

ERXXS-X
KOMPOSISI KIMIA
KEKUATAN TARIK (X 1000 psi)

SUTRIMO - WTC POLBAN 41


PERBEDAAN JENIS
GAS PELINDUNG
inert gas active gas
gas pelindung Argon (Ar) Carbon dioxide (CO2)
campuran gas Argon (Ar) +Helium (He) Argon + CO2
Argon + O2
Argon
g + CO2+ O2
material non-fero steels
proses p
p pengelasa
g MIG welding
g MAG

SUTRIMO - WTC POLBAN 42


CACAT LAS
Dengan kondisi pengelasan yang benar, benar teknik dan
meterial sesuai standar, akan menghasilkan weld
deposit yang sangat berkualitas. Tetapi seperti proses
pengelasan
l l i
lainnya, cacatt las
l dapat
d t terjadi.
t j di
Cacat yang dapat terjadi pada proses pengelasan MIG
antara lain :
Penetrasi yang kurang sempurna
Fusi yang kurang sempurna
Undercutting
U d i
Porositi
Longitudinal crack

SUTRIMO - WTC POLBAN 43


CACAT LAS AKIBAT PENETRASI
YANG KURANG SEMPURNA
Jenis cacat las ini dapat terjadi karena :
Ketika weld bead tidak melakukan penetrasi ke seluruh ketebalan
dari logam dasar (base metal)
Ketika dua weld bead yang berhadapan tidak melalukan inter- inter
penetrasi
Ketika weld bead tidak melakukan pnetrasi ke ujung dari fillet weld
tetapi hanya menyebranginya.
Arus las memiliki peranan yang sangat penting dalam penetrasi.
Penetrasi yang kurang smpurna biasanya disbabkan oleh arus las
yang
y g rendah, dan dapatp dihilangkan
g dengan
g cara menaikkan arus
las. Selain itu cacat ini dapat disebabkan oleh kecepatan
pengelasan yang terlalu lambat dan penggunaan torch yang salah.
Keduanya dapat mengakibatkan logam cair untuk berputar (rol) di
depan busur las.
las Sebagai pencegahannya busur las harus tetap
dijaga pada sudut terdepan dari weld puddle.

SUTRIMO - WTC POLBAN 44


CONTOH PENETRASI YANG
KURANG SEMPURNA

SUTRIMO - WTC POLBAN 45


CACAT LAS KARENA
KURANG FUSI
Cacat las ini terjadi karena kurang atau
j
tidak terjadi fusi diantara logam
g las dan
permukaan dari base metal. Biasanya
diakibatkan oleh kecepatan pengelasan
terlalu lambat.

SUTRIMO - WTC POLBAN 46