Anda di halaman 1dari 14

2015

SKEMA SERTIFIKASI
KOMPETENSI KUALIFIKASI
NASIONAL
SERTIFIKAT II BIDANG GAMBAR
BANGUNAN

( Skema sertifikasi kompetensi Kualifikasi Nasional Sertifikat II bidang Gambar Bangunan adalah skema
sertifikasi kualifikasi yang disusun mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor
Konstruksi Bidang Konstruksi Gedung dan Bangunan Sipil Sub Bidang Transportasi Jabatan Kerja Juru Gambar
Pekerjaan Jalan dan Jembatan. Skema sertifikasi bidang Gambar Bangunan dikembangkan oleh komite skema
sertifikasi untuk menjawab permintaan/kebutuhan SDM Industri di bidang Gambar Bangunan yang digunakan
dalam memastikan dan memelihara kompetensi tenaga kerja di bidang Gambar Bangunan dan sebagai acuan
bagi LSP-P1 SMK dan asesor kompetensi dalam melakukan sertifikasi kompetensi bidang Gambar Bangunan )
SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI KUALIFIKASI
NASIONAL
SERTIFIKAT II BIDANG GAMBAR BANGUNAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI


KUALIFIKASI NASIONAL
SERTIFIKAT II BIDANG GAMBAR BANGUNAN

Disahkan di Jakarta

Pada tanggal 9 Februari 2016

Yusid Toyib Sumarna F. Abdurrahman


Direktur Jenderal Bina Konstruksi Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi
Kementerian PU dan PR ( BNSP )

Hamid Muhammad
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI KUALIFIKASI
NASIONAL
SERTIFIKAT II BIDANG GAMBAR BANGUNAN

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas disahkannya dokumen Skema Sertifikasi
Kompetensi Sertifikat II Bidang Gambar Bangunan yang dapat digunakan sebagai acuan atau
rujukan dalam mengembangkan skema sertifikasi LSP-P1 SMK Paket Keahlian Teknik
Gambar Bangunan.
Skema ini dikembangkan berdasarkan kemasan Sertifikat II Bidang Gambar Bangunan yang
telah disahkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor tentang
penetapan Sertifikat II Bidang Gambar Bangunan.
Skema Sertifikasi ini menjadi pedoman bagi LSP-P1 SMK Paket Keahlian Teknik Gambar
Bangunan dalam rangka pelaksanaan sertifikasi bagi peserta didik SMK.
Dengan sertifikasi ini diharapkan lulusan SMK Paket Keahlian Teknik Gambar Bangunan
diakui kompetensinya secara nasional maupun internasional.
SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI KUALIFIKASI
NASIONAL
SERTIFIKAT II BIDANG GAMBAR BANGUNAN

DAFTAR ISI

1. Latar belakang
2. Ruang lingkup skema sertifikasi
3. Tujuan sertifikasi
4. Acuan normatif
5. Kemasan /Paket Kompetensi Level II
5.1 Jenis kemasan
5.2 Jenis skema
5.3 Rincian unit kompetensi

6. Persyaratan dasar pemohon sertifikasi


7. Hak pemohon sertifikasi dan kewajiban pemegang sertifikat
7.1 Hak pemohon
7.2 Kewajiban pemegang sertifikat
8. Biaya sertifikasi
9. Proses sertifikasi
9.1 Persyaratan pendaftaran
9.2 Proses assessment
9.3 Proses uji kompetensi
9.4 Focus methode assessment
9.5 Keputusan sertifikasi
9.6 Pernyataan pemegang sertifikat profesi
9.7 Pemeliharaan sertifikat (Surveilen)
9.8 Pembekuan dan pencabutan sertifikat
10. Banding
SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI KUALIFIKASI
NASIONAL
SERTIFIKAT II BIDANG GAMBAR BANGUNAN

1. LATAR BELAKANG
1.1. Untuk menjamin pelayanan kebutuhan dasar manusia yang aman dan
berkualitas bagi masyarakat, maka perlu ditetapkan skema Sertifikasi
Kompetensi Kompetensi Kualifikasi Nasional Sertifikat II Bidang Gambar
Bangunan.
1.2. Tujuan ditetapkannya skema sertifikasi ini sebagai berikut :
1.2.1. Dapat digunakan sebagai acuan dalam uji kompetensi lulusan
pendidikan SMK Paket Keahlian Gambar Bangunan untuk pekerjaan
bidang Gambar Bangunan.
1.2.2. Untuk memenuhi tuntutan peraturan perundang-undangan yang
menyatakan bahwa asesi berhak memiliki 2 sertifikat yaitu ijazah dan
sertifikat kompetensi; Undang-undang Sisdiknas, Undang-undang
konstruksi.
1.2.3. Untuk menyelaraskan dan mengintegrasikan antara hasil pembelajaran
dengan kebutuhan industri
1.2.4. Untuk harmonisasi rekognisi kompetensi secara nasional dan
internasional.

2. RUANG LINGKUP SKEMA SERTIFIKASI


Skema Sertifikasi Kompetensi Kualifikasi Nasional Sertifikat II Bidang Gambar
Bangunan , ruang lingkupnya sebagai berikut :
2.1.Bidang : Gambar Bangunan
2.2.Lingkup Penggunaan :

a) Gambar Arsitektur
b) Gambar Struktur
c) Gambar Jalan dan Jembatan

3. TUJUAN SERTIFIKASI
3.1. Memastikan dan memelihara kompetensi lulusan SMK Paket Keahlian Teknik
Gambar Bangunan sesuai dengan tuntutan industri, profesi, konsumen/pasar;
3.2. Sebagai acuan bagi LSP dan Asesor dalam rangka pelaksanaan sertifikasi
kompetensi;
3.3. Untuk memastikan bahwa proses sertifikasi dilakukan dengan menggunakan
standar yang ditetapkan.
SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI KUALIFIKASI
NASIONAL
SERTIFIKAT II BIDANG GAMBAR BANGUNAN

4. ACUAN NORMATIF

4.1. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan


4.2. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
4.3. Undang-undang Nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga Konstruksi Bangunan
Gedung
4.4. Undang undang Nomor 38 tahun 2004 tentang Badan Standar Nasional
Pendidikan
4.5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang
Badan Nasional Sertifikasi Profesi
4.6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2006 tentang
Sistem Pelatihan Kerja Nasional
4.7. Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga Konstruksi
Bangunan Gedung
4.8. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor
KEP.327/MEN/IX/2009 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional
Indonesia Sektor Konstruksi Bidang Konstruksi Gedung dan Bangunan Sipil
Sub Bidang Transportasi Jabatan Kerja Juru Gambar Pekerjaan Jalan dan
Jembatan
4.9. Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 8 tahun 2012 tentang Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia

4.10. Standar Khusus SKN Gambar Bangunan Tahun 2003


4.11. Peraturan BNSP No.1 dan 5 Tahun 2014
SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI KUALIFIKASI
NASIONAL
SERTIFIKAT II BIDANG GAMBAR BANGUNAN

5. KEMASAN/ PAKET KOMPETENSI LEVEL II

Didalam pemaketan yang ditetapkan untuk level II Bidang Gambar Bangunan dengan
kualifikasi Level II adalah sebagai berikut :

5.1. Jenis Kemasan: KUALIFIKASI


5.2. Jenis Skema : Sertifikat II Bidang Gambar Bangunan
5.3. Rincian Unit Kompetensi

NO. KODE UNIT JUDUL UNIT KOMPETENSI


1. SPL.KS21.231.00 Menggambar/plot Peta, Diagram Dan Profil
2. SPL.KS21.232.00 Membuat Draft Gambar Rinci Bangunan, Instalasi
Dan Proyek Konstruksi
3. SPL.KS21.233.00 Mengaplikasikan Sketsa Kasar Gambar, Spesifikasi
Dan Data Teknik
4. SPL.KS21.237.00 Menyelesaikan, Menduplikasikan Dan
Mendokumentasikan Gambar, Sesuai Dengan Alat
Bantu Dan Spesifikasi Yang Dibutuhkan
5. BGN.GPG.001 A Menggambar Proyeksi Bangunan
6. BGN.GPG.002 A Menggambar Rencana Tapak
7. BGN.GPG.003 A Menggambar Denah
8. BGN.GPG.004 A Menggambar Tampak
9. BGN.GPG.005 A Menggambar Potongan
10. BGN.GAR.004 A Menggambar Rencana Kusen dan Daun Pintu/
Jendela dari Kayu
11. BGN.GAR.008 A Menggambar Konstruksi Tangga dan Railing dari
Besi/ Baja
12. BGN.GAR.009 A Menggambar Konstruksi Langit-Langit
Konvensional
13. BGN.GAR.011 A Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC
14. BGN.GST.002 A Menggambar Konstruksi Pondasi Dangkal Telapak
dari Beton Bertulang
15. BGN.GST.005 A Menggambar Rencana Pelat Lantai
16. BGN.GST.007 A Menggambar Rencana Balok dan Kolom dari Beton
Bertulang
17. BGN.GST.009 A Menggambar Konstruksi Rangka Atap Sistem Kuda-
Kuda dari Baja Pelat Siku
18. BGN.GAK.002 A Menggambar Lanjut dengan Perangkat Lunak untuk
Menggambar Teknik
19. BGN.GAK.005 A Mencetak Gambar dengan Perangkat Lunak untuk
Menggambar Teknik

Kompetensi Inti
SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI KUALIFIKASI
NASIONAL
SERTIFIKAT II BIDANG GAMBAR BANGUNAN

NO. KODE UNIT JUDUL UNIT KOMPETENSI


1. SPL.KS21.237.00 Menyelesaikan, Menduplikasikan Dan
Mendokumentasikan Gambar, Sesuai Dengan Alat
Bantu Dan Spesifikasi Yang Dibutuhkan
2. BGN.GAK.002 A Menggambar Lanjut dengan Perangkat Lunak untuk
Menggambar Teknik
3. BGN.GAK.005 A Mencetak Gambar dengan Perangkat Lunak untuk
Menggambar Teknik

Menggambar Arsitektur

Klaster A : Menggambar Arsitektur terdiri dari 9 unit kompetensi yang akan diujikan
di akhir semester 3

NO. KODE UNIT JUDUL UNIT KOMPETENSI


1. BGN.GPG.001 A Menggambar Proyeksi Bangunan

2. BGN.GPG.002 A Menggambar Rencana Tapak

3. BGN.GPG.003 A Menggambar Denah

4. BGN.GPG.004 A Menggambar Tampak

5. BGN.GPG.005 A Menggambar Potongan

6. BGN.GAR.004 A Menggambar Rencana Kusen dan Daun Pintu/


Jendela dari Kayu
7. BGN.GAR.008 A Menggambar Konstruksi Tangga dan Railing dari
Besi/ Baja
8. BGN.GAR.009 A Menggambar Konstruksi Langit-Langit
Konvensional
9. BGN.GAR.011 A Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC

Menggambar Struktur

Klaster B : Menggambar Struktur terdiri dari 4 unit kompetensi yang akan diujikan di
akhir semester 4

NO. KODE UNIT JUDUL UNIT KOMPETENSI


1. BGN.GST.002 A Menggambar Konstruksi Pondasi Dangkal Telapak
dari Beton Bertulang
2. BGN.GST.005 A Menggambar Rencana Pelat Lantai

3. BGN.GST.007 A Menggambar Rencana Balok dan Kolom dari Beton


SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI KUALIFIKASI
NASIONAL
SERTIFIKAT II BIDANG GAMBAR BANGUNAN

Bertulang
4. BGN.GST.009 A Menggambar Konstruksi Rangka Atap Sistem Kuda-
Kuda dari Baja Pelat Siku
SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI KUALIFIKASI
NASIONAL
SERTIFIKAT II BIDANG GAMBAR BANGUNAN

Menggambar Jalan dan Jembatan

Klaster C : Menggambar Jalan dan Jembatan terdiri dari 3 unit kompetensi yang akan
diujikan pada semester 6

NO. KODE UNIT JUDUL UNIT KOMPETENSI


1. SPL.KS21.231.00 Menggambar/plot Peta, Diagram Dan Profil

2. SPL.KS21.232.00 Membuat Draft Gambar Rinci Bangunan, Instalasi


Dan Proyek Konstruksi
3. SPL.KS21.233.00 Mengaplikasikan Sketsa Kasar Gambar, Spesifikasi
Dan Data Teknik

6. PERSYARATAN DASAR PEMOHON SERTIFIKASI

6.1. Terdaftar sebagai peserta didik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)


yang mengembangkan paket keahlian Teknik Gambar Bangunan
6.2. Telah mengikuti mata pelajaran sesuai unit yang tercantum dalam
skema
6.3. Setiap unit kompetensi harus mencapai nilai KKM (Kriteria
Ketuntasan Minimum)

6.4. Mendapatkan surat rekomendasi dari Ketua Uji Kompetensi dan


diketahui oleh Kepala Sekolah

7. HAK PEMOHON SERTIFIKASI DAN KEWAJIBAN PEMEGANG


SERTIFIKAT
7.1. Hak Pemohon
7.1.1. Mendapatkan informasi yang berkaitan dengan sertifikasi
7.1.2. Pemohon atau peserta didik yang dinyatakan kompeten dalam uji
sertifikasi akan diberikan sertifikat
7.1.3. Pemohon berhak menyatakan banding dan kerahasiaan
7.1.4. Menggunakan sertifikat untuk promosi diri sebagai juru
gambar/operator bidang Gambar Bangunan dan Konstruksi Bangunan
7.2. Kewajiban Pemegang Sertifikat
7.2.1. Membayar biaya sertifikasi
7.2.2. Melaksanakan keprofesian di bidang Gambar Bangunan dengan tetap
menjaga kode etik

7.2.3. Menjaga nama baik LSP-P1 SMK


SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI KUALIFIKASI
NASIONAL
SERTIFIKAT II BIDANG GAMBAR BANGUNAN

8. BIAYA SERTIFIKASI
8.1.Struktur biaya pemohon sertifikasi mencakup biaya assessment, dan
administrasi

8.2.Biaya sertifikasi dapat bersumber dari pemerintah atau sumber lain yang tidak
mengikat

9. PROSES SERTIFIKASI
9.1. Persyaratan Pendaftaran
9.1.1. Pemohon telah memahami proses assessment atau uji kompetensi
sesuai dengan skema yang telah ditetapkan oleh LSP-P1 SMK
9.1.2. Pemohon mengisi formulir permohonan sertifikasi (APL 01) dan
mengisi formulir assessment mandiri (APL 02) dan dilengkapi dengan
bukti-bukti pendukung antara lain :
a. Pas foto 4x6 sebanyak 2 lembar
b. Laporan hasil belajar (rapor) dan atau sertifikat/surat keterangan
lainnya yang sah
c. Rekomendasi dari Ketua Program Studi diketahui oleh Kepala
Sekolah
9.2. Proses Assessment
9.2.1. LSP menugaskan kepada Asesor untuk melaksanakan assessment;
9.2.2. Asesor menyampaikan penjelasan kepada pemohon tentang proses
pelaksanaan assessment
9.2.3. Pemohon menyepakati proses yang dijelaskan oleh Asesor;
9.2.4. Asesor melakukan pengkajian APL 01, APL 02 dan kelengkapan bukti
yang disampaikan oleh pemohon Kompetensi;
9.2.5. Asesor merekomendasikan proses assessment selanjutnya/ tidak
merekomendasikan;
9.2.6. Asesor merekomendasikan hasil uji kompetensi bahwa pemohon
kompetensi telah memenuhi syarat atau belum memenuhi syarat;
9.2.7. Asesor merekomendasikan pemohon kompetensi untuk mengikuti
proses lanjut ke proses selanjutnya;
9.2.8. Bagi pemohon yang sudah kompeten tidak melanjutkan ke proses uji
kompetensi, tetapi bagi pemohon yang belum kompeten melanjutkan
ke proses uji kompetensi;
9.2.9. Untuk mata uji yang dinyatakan lulus uji kompetensi dalam periode 2
tahun (kelas X yang tertulis dalam logbook) pada kelas XII akan
dilakukan assessment dengan metode profisiensi (wawancara dan/atau
tertulis)
SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI KUALIFIKASI
NASIONAL
SERTIFIKAT II BIDANG GAMBAR BANGUNAN

9.3. Proses Uji Kompetensi


9.3.1. Uji kompetensi dirancang untuk menilai kompetensi secara praktek,
tertulis, lisan, pengamatan atau cara lain yang handal dan objektif, serta
berdasarkan dan konsisten dengan skema sertifikasi;
9.3.2. Uji kompetensi dilaksanakan di tempat uji kompetensi yang ditetapkan;
9.3.3. Peralatan teknis yang digunakan dalam proses pengujian Juru Gambar
Konstruksi Bangunan diverifikasi atau dikalibrasi secara tepat dan
sesuai standar;
9.3.4. Proses uji kompetensi dilaksanakan sesuai dengan yang telah
ditetapkan;
9.3.5. Asesor merekomendasikan kompeten bagi pemohon yang dinyatakan
memenuhi syarat, bagi pemohon yang belum kompeten, asesor dapat
merekomendasikan untuk melakukan uji ulang dengan jadwal yang
disepakati.

9.4. Focus Methode Assessment


Metode assessment dilakukan dengan cara antara lain :
9.4.1. Rekaman kegiatan kerja/pokja (bukti-bukti fisik);
9.4.2. Konfirmasi keberlangsungan pekerjaan memuaskan dan rekaman
pengalaman kerja;
9.4.3. Uji Tulis;
9.4.4. Praktek (sesuai kriteria dan efisien);
9.4.5. Observasi

9.5. Keputusan Sertifikasi


9.5.1. LSP menjamin bahwa informasi yang dikumpulkan oleh asesor selama
proses sertifikasi mencukupi untuk :
a. Mengambil keputusan sertifikasi;
b. Melakukan penelusuran apabila terjadi banding
9.5.2. Keputusan sertifikasi terhadap peserta hanya dilakukan oleh komite
teknis yang ditetapkan oleh ketua LSP-P1 berdasarkan rekomendasi
dan informasi yang dikumpulkan oleh asesor kompetensi melalui
proses sertifikasi;

9.5.3. Personil yang terlibat dalam membuat keputusan sertifikasi memiliki


kompetensi gambar bangunan dan berpengalaman dalam proses
sertifikasi untuk Gambar Bangunan
SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI KUALIFIKASI
NASIONAL
SERTIFIKAT II BIDANG GAMBAR BANGUNAN

9.6.Pernyataan Pemegang Sertifikat Profesi


Pemegang sertifikat profesi harus menandatangani persetujuan untuk :
9.6.1. Memenuhi kebutuhan skema sertifikasi;
9.6.2. Menyatakan bahwa sertifikasinya hanya berlaku untuk ruang lingkup
sertifikasi yang diberikan;
9.6.3. Tidak menyalahgunakan sertifikasi yang dapat merugikan LSP dan
tidak memberikan persyaratan yang berkaitan dengan sertifikasi yang
menurut LSP dianggap dapat menyesatkan atau tidak sah;
9.6.4. Menghentikan penggunaan semua pernyataan yang berhubungan
dengan sertifikasi yang memuat acuan LSP setelah dibekukan oleh
dicabut sertifikasinya serta mengembalikan sertifikat kepada LSP yang
menerbitkannya dan tidak menyalahgunakan sertifikat kompetensi
9.7. Pemeliharaan Sertifikat (Surveilen)
Untuk memelihara kompetensi pemegang sertifikat kompetensi, LSP
melakukan surveilen yang mencakup :
9.7.1. Patuh dan taat terhadap kode etik profesi
9.7.2. Memperpanjang masa berlaku sertifikat
9.8. Pembekuan dan Pencabutan Sertifikat
9.8.1. Pelanggaran terhadap kode etik profesi

9.8.2. Telah habis masa berlaku sertifikat


SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI KUALIFIKASI
NASIONAL
SERTIFIKAT II BIDANG GAMBAR BANGUNAN

10. BANDING
10.1. Peserta dapat melakukan banding jika tidak puas atas keputusan yang
diambil oleh LSP-P1, dengan mengisi formulir banding;
10.2. LSP menetapkan prosedur untuk menerima banding, melakukan kajian
dan membuat keputusan terhadap penyelesaian proses banding;
10.3. Materi yang dapat diajukan untuk proses banding mencakup :
pengetahuan, ketrampilan dan sikap.
10.4. LSP akan bertanggung jawab terhadap semua keputusan yang
diakibatkan oleh banding;
10.5. Seluruh proses pengambilan keputusan dilakukan dengan tidak
diskriminatif terhadap pemohon banding;
10.6. LSP menerima banding, dan memberikan laporan kemajuan serta hasil
penanganannya kepada pemohon banding;
10.7. LSP memberitahukan secara resmi hasil keputusan kajian materi
banding kepada pemohon banding.