Anda di halaman 1dari 24

I.

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Suara atau bunyi merupakan suatu perjalanan energi dari gelombang mekanik
yang melalui suatu medium. Selain merupakan gelombang mekanik, bunyi juga
termasuk dalam kelompok gelombang longitudinal. Artinya, bunyi (suara)
merambat sejajar dengan arah getarnya dan hanya dapat merambat bila melalui
suatu medium tertentu. Proses merambatnya bunyi pada saat benda yang bergetar
akan menggetarkan molekul zat perantara atau medium di sekitarnya, lalu molekul
yang bergetar akan merambatkan ke molekul-molekul yang lainnya, dan begitu
seterusnya hingga getaran itu terdengar di telinga kita.
Saat kita berada di kolam atau di dalam laut, maka kita tetap dapat mendengar
adanya suara atau bumi. Air merupakan salah satu medium yang dapat dilalui oleh
rambatan gelombang bunyi. Semua bunyi merupakan hasil vibrasi (contohnya
vibrasi bunyi hewan laut dalam). Pada laut, suara dirambatkan melalui medium
air. Kecepatan rambat suara di laut berbeda dengan kecepatan rambat udara
ataupun daratan. Jika dibandingkan dengan cepat rambat udara, di laut kecepatan
rambatnya empat kali lebih cepat dibandingkan dengan cepat rambat bunyi di
udara. Hal tersebut diakibatkan partikel laut lebih rapat dibandingkan dengan di
udarayang lebih renggang. Sedangkan di darat (zat padat) lebih cepat di
bandingkan di laut karena benda padat memiliki kerapatan yang paling tinggi
dibandingkan dengan medium gas dan cair.
Kecepatan suara di dalam air meningkat secara tetap seiring dengan
peningkatan tekanan hidrostatis, yang berarti peningkatan kedalaman. Lebih jauh
lagi, pada range tertentu, kecepatan suara naik seiring dengan kenaikan
temperature. Pada air dangkal denga kedalaman sampai 100 meter, terdapat cukup
banyak aktivitas dikarenakan temperature air yang konstan, oleh karena itu
kelajuan suara dapat dianggap konstan. Hal yang cukup berbeda terjadi pada air
yang dalam yang biasanya temperature air sangat bervariasi sesuai kedalaman
yang juga tergantung pada kondisi iklim, musim, dan harinya, juga pada keadaan
lautan. Sebagian besar akan lebih dingin di dekat permukaan. Maka, keadaa
kelajuan suara ditentukan dua hal yang berlawanan yaitu tekanan hidrostatis dan
temperatur.
I.2 Tujuan
Mahasiswa dapat menghitung kecepatan suara dalam laut berdasarkan
parameter temperatur, salinitaas, dan kedalaman

I.3 Manfaat
Agar mahasiswa dapat menghitung kecepatan suara dalam laut berdasarkan
temperatur, salinitas, dan kedalaman
II. TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Perambatan gelombang suara dalam air


Getaran akustik yang merambat pada medium air dapat membawa informasi
dari satu tempat ke tempat lain. Ketika getaran akustik pembawa informasi
tersebut merambat dalam medium menuju sensor, terjadi pelemahan yang
diakibatkan oleh sebaran dan sifat serap gelombang pada air. Materi penyusun
medium ikut berpengaruh terhadap nilai pelemahan tersebut sehingga pelemahan
pada air tawar dan air laut berbeda (Niken et al., 2012).
Menurut Niken et al. (2012), redaman transmisi akustik secara kuantitatif
menyatakan pelemahan intensitas gelombang setelah berpropagasi dari suatu titik
yang diukur pada titik acuan ke titik lain dengan jarak tertentu. Jika intensitas
pada titik acuan adalah Io, dan Ix adalah intensitas pada titik tertentu, maka
redaman transmisi adalah
T = 10 log ..............................................2-1
Menurut Niken et al. (2012), redaman atau loss disebabkan oleh penyebaran
atau spreading dan pelemahan atau attenuation gelombang. Redaman karena
penyebaran adalah dampak geometrik yang menggambarkan pelemahan normal
sinyal akustik akibat penyebaran gelombang keluar dari sumber. Daya akustik
yang dibangkitkan oleh sumber diradiasikan sama ke segala arah, sehingga semua
daya terdistribusi ke seluruh permukaan sperik di sekeliling sumber. Untuk
medium homogen dan tanpa atenuasi, persamaan intensitas kali luas permukaan P
= 4 R1 2I1 = 4 R2 2I2 = ....... dan seterusnya, sehingga redaman transmisi medium
dari titik 1 ke titik 2 adalah

T12 = 10 log = 10 log R2 2 , maka redaman dari titik 1 ke titik 2 adalah


T12 = 20 log R2...........................................2-2

Menurut Niken et al. (2012), penyerapan gelombang akustik di lautan jauh


lebih besar dibandingkan dengan air tawar, dan tidak ada sangkut pautnya dengan
penghamburan, atau scattering, efek tekanan, refraksi dan penyimpangan lain.
Liebermann mempertalikan penyerapan yang berlebihan dengan semacam
reaksi kimia yang terjadi dibawah pengaruh gelombang akustik dan melibatkan
salah satunya garam minor yang terlarut di lautan, penyebab penyerapan ada
beberapa hal, diantaranya shear viscosity, kerapatan molekul air, frekuensi kerja
dan sebagainya. Rayleigh persamaan untuk penyerapan oleh medium seperti
berikut

Dengan
: koefisien intensitas penyerapan
s : shear viscosity, [poises]
: kerapatan molekul medium, [g/Cm3]
c : kecepatan suara, [1500 m/s]
f : frekuensi kerja, [Hz]

II.2 Kecepatan suara dalam air


Pada lapisan permukaan (surface layer), kecepatan bunyi cenderung
meningkat karena suhu dan salinitas relative konstan dan kecepatan suara hanya
dipengaruhi oleh tekanan yang meningkat. Pada lapisan termoklin (Thermocline),
di mana terjadi perubahan suhu dan salinitas yang lebih dominan daripada
perubahan tekanan, maka kecepatan bunyi mengalami penurunan. Pada lapisan
dalam (Depp-Layer), suhu dan salinitas kembali konstan dan terjadi perubahan
tekanan terhadap kedalaman sehingga kecepatan bunyi relative meningkat
(Anonim, 2012).

II.3 Metode pengukuran kecepatan suara dalam air


Cara mengukur cepat rambat bunyi yaitu dengan cara mengukur waktu yang
diperlukan bunyi sejak keluar dari sumber bunyi sampai kembali ke tempat
semula. kemudian kita mengukur jarak sumber bunyi ke tempat pemantul. Hal
tersebut diaplikasikan pada alat pengukur kedalaman yaitu Echo-Sounder.
Karena bunyi termasuk gelombang, cepat rambat bunyi juga memenuhi
persamaan cepat rambat gelombang. Jika bunyi menempuh jarak (s) selama selang
waktu (t) maka akan memenuhi hubungan
V=s/t
dengan ,
s = jarak tempuh (m) ,
t = waktu (s) , dan
v = cepat rambat bunyi (m/s).
Satu periode gelombang menempuh jarak sejauh satu panjang gelombang.
Maka , jika t = T , maka s = . Maka bentuk lain ungkapan cepat rambat
gelombang adalah
v=T.
oleh karena f = 1/T , maka
v=.f
dengan
= panjang gelombang bunyi (m)
T = periode gelombang bunyi (s)
F = ferkuensi gelombang bunyi (Hz)
(Anonim, 2012).

II.4 Faktor kecepatan suara dalam air


Yang dapat mempengaruhi cepat rambat bunyi di laut antara lain:
1. Suhu
Pada prinsipnya, semakin tinggi suhu suatu medium, maka semakin cepat
perambatan bunyi dalam medium tersebut. Dikarenakan makin tinggi suhu,
maka semakin cepat getaran partikel-partikel dalam medium tersebut.
Akibatnya, proses perpindahan getaran makin cepat. Di laut sendiri, pada
lapisan Mix-Layer, pengaruh suhu sangat besar karena pada lapisan ini
pengaruh dari sinar matahari terhadap suhu permukaan sangat besar sehingga
mengakibatkan suhu pada lapisan Mix-Layer tinggi. Pada lapisan termoklin
pun suhu masih sangat berpengaruh, hal tersebut dikarenakan adanya
perubahan suhu yang sangat mencolok. Akan tetapi pada lapisan Deep-Layer,
suhu tidak begitu mempengaruhi karena perubahan suhu yang tidak
mencolok.
2. Tekanan dan Kedalaman
Setiap penambahan kedalaman maka tekanan akan semakin tinggi.
Semakin tinggi tekanan, akan semakin tinggi cepat rambat bunyinya. Hal
tersebut karena partikel-partikel zat yang bertekanan tinggi terkompresi
sehingga cepat rambat yang dihasilkan lebih besar. Pengaruh tekanan akan
lebih besar dari suhu dan salinitas pada lapisan Deep-Layer.
3. Salinitas
Kenaikan salinitas meningkatkan modulus axial, sehingga tiap kenaikan
salinitas akan meningkatkan cepat rambat bunyi
4. Densitas
Makin rapat medium umumnya semakin besar cepat rambat bunyi dalam
medium tersebut. Penyebabnya adalah makin rapat medium maka makin kuat
gaya kohesi antar-partikel, akibatnya pengaruh suatu bagian medium kepada
bagian yang lain akan mengikuti getaran tersebut dengan segera sehingga
perpindahan getaran terjadi sangat cepat. (Anonim, 2012)

II.5 Persamaan kecepatan suara dalam air


Kecepatan suara di bawah air laut menentukan banyak perilaku tranmisi suara
dilaut. Kecepatan suara dari permukaan sampai dasar laut sangat bermacam-
macam. Secara empiris kecepatan suara c merupakan fungsi dan temperatur T,
salinitas S dan kedalaman z (Anonim, 2007).
Kecepatan suara bermacam-macam tergantung dengan lokasi geografisnya.
Variasi kecepatan suara terhadapkedalaman dinamakan Sound Velocity Profile
(SVP). SVP dapat diperoleh dengan observasi hidrografi berupa pengukuran
temperatur, salinitas, dan kedalaman (Anonim, 2007).
Tabel 1. Persamaan Empiris Kecepatan Suara

II.6
III. MATERI METODE

III.1 Waktu dan Tempat


Hari, tanggal : Jumat, 28 Oktober 2016
Waktu : 15.00 WIB Selesai
Tempat : Ruang E.304 gedung E, FPIK UNDIP

III.2 Alat dan Bahan

1) Alat tulis
2) Lembar kerja

III.3 Cara Kerja


1. Data salinitas, temperatur, dan kedalaman dicatat.
2. Data yang didapat kemudian diinput ke MsExcel.
3. Data diolah dan dicari nilai c dengan rumus :
Rumus 1 (Leroy, 1969)
c = 1492,9 + 3(T-10) - 6x10-5(T-10)2 4x10-2(T-18)2 + 1.2(S-35)
10-2 (T-18)(S-35) + D/61
Rumus 2 (Medwin,1975)
c = 1449,2 + 4,6T 5,5x10-2T2 + 2,9x10-4T3 + (1,34-10-2T)(S-35) +
1,6x10-2D
Rumus 3 (MacKenzie,1981)
c = 1448,96 + 4,591T 5,304x10-2T2 + 2,374x10-4T3+ 1,340(S-35)
+ 1,630x10-2D+1,675x10-7D21,025x10-2T(S-35) 7,139x10-13T.D3
4. Nilai c dibuatkan grafik kecepatan suara.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1 Hasil
IV.1.1 Nilai kecepatan suara dalam air
IV.1.1.1 Tabel nilai kecepatan suara dalam air
MacKenzi
Kedalaman Suhu Salinitas Leroy Medwin e
(m) (C) (ppm) (C) (C) (C)
9,42 29,165 33,684 1544,109 1542,541 1542,414
110,52 21,649 34,809 1528,896 1527,504 1527,491
230,22 12,202 34,686 1501,54 1500,968 1500,893
320,22 9,420 34,670 1493,041 1492,606 1492,525
440,22 7,920 34,767 1489,509 1489,076 1489,026
515,10 7,400 34,762 1488,739 1488,286 1488,264
600,00 6,880 34,774 1488,133 1487,652 1487,665
725,22 5,923 34,796 1486,453 1485,919 1485,988
845,40 5,164 34,815 1485,413 1484,816 1484,946
949,62 4,538 34,833 1484,608 1484,608 1484,135

IV.1.1.2 Grafik nilai kecepatan suara dalam air


a. Grafik Kecepatan Suara Terhadap Kedalaman (Leroy)

Grafik Kecepatan Suara Terhadap Kedalaman (Leroy)


b. Grafik Kecepatan Suara Terhadap Kedalaman (Medwin)

Grafik Kecepatan Suara Terhadap Kedalaman (Medwin)

c. Grafik Kecepatan Suara Terhadap Kedalaman (MacKenzie)

Grafik Kecepatan Suara Terhadap Kedalaman (MacKenzie)

d. Grafik Kecepatan Suara Terhadap Kedalaman

Grafik Kecepatan Terhadap Kedalaman

Leroy
Medwin
Mackenzie

e. Grafik Kecepatan Suara Terhadap Salinitas (Leroy)


Grafik Kecepatan Suara Terhadap Salinitas (Leroy)

f. Grafik Kecepatan Suara Terhadap Salinitas (Medwin)

Grafik Kecepatan Suara Terhadap Salinitas (Medwin)

g. Grafik Kecepatan Suara Terhadap Salinitas (MacKenzie)

Grafik Kecepatan Suara Terhadap Salinitas (MacKenzie)

h. Grafik Kecepatan Suara Terhadap Salinitas


Grafik Kecepatan Suara Terhadap Salinitas

Leroy
Medwin
Mackenzie

i. Grafik Kecepatan Suara Terhadap Suhu (Leroy)

Grafik Kecepatan Suara Terhadap Suhu (Leroy)

j. Grafik Kecepatan Suara Terhadap Suhu (Medwin)

Grafik Kecepatan Suara Terhadap Suhu (Medwin)

k. Grafik Kecepatan Suara Terhadap Suhu (MacKenzie)


Grafik Kecepatan Suara Terhadap Suhu (MacKenzie)

l. Grafik Kecepatan Suara Terhadap Suhu

Grafik Kecepatan Suara Terhadap Suhu

Leroy
Medwin
Mackenzie

IV.1.2 Perhitungan nilai kecepatan suara dalam air


Leroy
C= 1492,9 + 3(T-10) 6x10-5(T-10)2 4x10-2 (T-18)2 +1,2(S-35) -10-2 (T-
18) (S-35) + (D/61)

Perhitungan kedalaman 1
C= 1492,9 + 3 (29,165-10) 6x10-5 (29,165-10)2 4x10-2 (29,165-18)2
+1,2 (33,684-35) -10-2 (29,165-18) (33,684-35) + (9,42/61)
C= 1544,109 m/s

Perhitungan kedalaman 2
C= 1492,9 + 3 (21,649-10) 6x10-5 (21,649-10)2 4x10-2 (21,649-18)2
+1,2 (34,809-35) -10-2 (21,649-18) (34,809-35) + (110,52/61)
C= 1528,896 m/s

Perhitungan kedalaman 3
C= 1492,9 + 3 (12,202-10) 6x10-5 (12,202-10)2 4x10-2 (12,202-18)2
+1,2 (34,686-35) -10-2 (12,202-18) (34,686-35) + (230,22/61)
C= 1501,54 m/s

Perhitungan kedalaman 4
C= 1492,9 + 3 (9,420-10) 6x10-5 (9,420-10)2 4x10-2 (9,420-18)2 +1,2
(34,670-35) -10-2 (9,420-18) (34,670-35) + (320,22/61)
C= 1493,041 m/s

Perhitungan kedalaman 5
C= 1492,9 + 3 (7,920-10) 6x10-5 (7,920-10)2 4x10-2 (7,920-18)2 +1,2
(34,767-35) -10-2 (7,920-18) (34,767-35) + (440,22/61)
C= 1489,509 m/s

Perhitungan kedalaman 6
C= 1492,9 + 3 (7,400-10) 6x10-5 (7,400-10)2 4x10-2 (7,400-18)2 +1,2
(34,762-35) -10-2 (7,400-18) (34,762-35) + (515,10/61)
C= 1488,739 m/s

Perhitungan kedalaman 7
C= 1492,9 + 3 (6,880-10) 6x10-5 (6,880-10)2 4x10-2 (6,880-18)2 +1,2
(34,774-35) -10-2 (6,880-18) (34,774-35) + (600,00/61)
C= 1488,133 m/s
Perhitungan kedalaman 8
C= 1492,9 + 3 (5,923-10) 6x10-5 (5,923-10)2 4x10-2 (5,923-18)2 +1,2
(34,796-35) -10-2 (5,923-18) (34,796-35) + (725,22/61)
C= 1486,453 m/s

Perhitungan kedalaman 9
C= 1492,9 + 3 (5,164-10) 6x10-5 (5,164-10)2 4x10-2 (5,164-18)2 +1,2
(34.815-35) -10-2 (5,164-18) (34.815-35) + (845,40/61)
C= 1485,413 m/s

Perhitungan kedalaman 10
C= 1492,9 + 3(4,538-10) 6x10-5 (4,538-10)2 4x10-2 (4,538-18)2 +1,2
(34,833-35) -10-2 (4,538-18) (34,833-35) + (949,62/61)
C= 1484,608 m/s

Medwin
C= 1449,2 + 4,6T 5,5x10-2 T2 + 2,9x10-4 T3 + (1,34 10-2T) (S-35)+
1,6x10-2 D

Perhitungan kedalaman 1
C= 1449,2 + 4,6 (29,165) 5,5x10-2 (29,165)2 + 2,9x10-4 (29,165)3 + (1,34
10-2 (29,165)) (33,684-35) + 1,6x10-29,42
C= 1542,541 m/s

Perhitungan kedalaman 2
C= 1449,2 + 4,6 (21,649) 5,5x10-2 (21,649)2 + 2,9x10-4 (21,649)3 + (1,34
10-2 (21,649)) (34,809-35) + 1,6x10-2 110,52
C= 1527,504 m/s

Perhitungan kedalaman 3
C= 1449,2 + 4,6 (12,202) 5,5x10-2 (12,202)2 + 2,9x10-4 (12,202)3 + (1,34
10-2 (12,202)) (34,686-35) + 1,6x10-2 230,22
C= 1500,968 m/s

Perhitungan kedalaman 4
C= 1449,2 + 4,6 (9,420) 5,5x10-2 (9,420)2 + 2,9x10-4 (9,420)3 + (1,34
10-2 (9,420)) (34,670-35) + 1,6x10-2 320,22
C= 1492,606 m/s

Perhitungan kedalaman 5
C= 1449,2 + 4,6 (7,920) 5,5x10-2 (7,920)2 + 2,9x10-4 (7,920)3 + (1,34
10-2 (7,920)) (34,767-35) + 1,6x10-2 440,22
C= 1489,076 m/s
Perhitungan kedalaman 6
C= 1449,2 + 4,6 (7,400) 5,5x10-2 (7,400)2 + 2,9x10-4 (7,400)3 + (1,34
10-2 (7,400)) (34,762-35)+ 1,6x10-2 515,10
C= 1488,286 m/s

Perhitungan kedalaman 7
C= 1449,2 + 4,6(6,880) 5,5x10-2 (6,880)2 + 2,9x10-4 (6,880)3 + (1,34 10-
2
(6,880)) (34,774-35)+ 1,6x10-2 600,00
C= 1487,652 m/s

Perhitungan kedalaman 8
C= 1449,2 + 4,6 (5,923) 5,5x10-2 (5,923)2 + 2,9x10-4 (5,923)3 + (1,34
10-2 (5,923)) (34,796-35)+ 1,6x10-2 725,22
C= 1485,919 m/s

Perhitungan kedalaman 9
C= 1449,2 + 4,6(5,164) 5,5x10-2(5,164)2 + 2,9x10-4(5,164)3 + (1,34 10-2
(5,164)) (34.815-35) + 1,6x10-2 845,40
C= 1484,816 m/s

Perhitungan kedalaman 10
C= 1449,2 + 4,6(4,538) 5,5x10-2(4,538)2 + 2,9x10-4(4,538)3 + (1,34 10-2
(4,538)) (34,833-35) + 1,6x10-2 949,62
C= 1483,947 m/s

MacKenzie
C=1448,6 + 4,591T 5,304x10-2T2 + 2,374x10-4T3 + 1,340 (S-35) +
1,630x10-2D + 1,675x10-7D2 + 1,675x10-7D2 -1,0255 x10-2T(S-35)
-7,319x10-13TD3

Perhitungan kedalaman 1
C=1448,6 + 4,591(29,165) 5,304x10-2 (29,165)2 + 2,374x10-4 (29,165)3 +
1,340 (33,684-35) + 1,630x10-2 9,42 + 1,675x10-7 (9,42)2 + 1,675x10-7
(9,42)2 -1,0255 x10-2 29,165(33,684-35) -7,319x10-13 (29,165) (9,42)3
C= 1542,414 m/s

Perhitungan kedalaman 2
C=1448,6 + 4,591(21,649) 5,304x10-2(21,649)2 + 2,374x10-4(21,649)3 +
1,340 (34,809-35) + 1,630x10-2110,52 + 1,675x10-7110,522 + 1,675x10-
7
110,522 -1,0255 x10-221,649(34,809-35) -7,319x10-13 (21,649) (110,52)3
C= 1527,491 m/s

Perhitungan kedalaman 3
C=1448,6 + 4,591(12,202) 5,304x10-212,2022 + 2,374x10-412,2023 +
1,340 (34,686-35) + 1,630x10-2230,22+ 1,675x10-7230,222 + 1,675x10-
7
230,222 -1,0255 x10-212,202 (34,686-35) -7,319x10-13 (12,202) (230,22)3
C= 1500,893 m/s

Perhitungan kedalaman 4
C=1448,6 + 4,591(9,420) 5,304x10-2(9,420)2 + 2,374x10-4(9,420)3 +
1,340 (34,670-35) + 1,630x10-2320,22 + 1,675x10-7320,222 + 1,675x10-
7
320,222 -1,0255 x10-29,420(34,670-35) -7,319x10-13(9,420)(320,22)3
C= 1492,525 m/s

Perhitungan kedalaman 5
C=1448,6 + 4,591(7,920) 5,304x10-27,9202 + 2,374x10-47,9203 + 1,340
(34,767-35) + 1,630x10-2440,22 + 1,675x10-7440,222 + 1,675x10-7440,222
-1,0255 x10-27,920(34,767-35) -7,319x10-13(7,920)(440,22)3
C= 1489,026 m/s
Perhitungan kedalaman 6
C=1448,6 + 4,591(7,400) 5,304x10-27,4002 + 2,374x10-47,4003 + 1,340
(34,762-35) + 1,630x10-2515,10 + 1,675x10-7515,102 + 1,675x10-7515,102
-1,0255 x10-27,400(34,762-35) -7,319x10-13(7,400)(515,10)3
C= 1488,264 m/s

Perhitungan kedalaman 7
C=1448,6 + 4,591(6,880) 5,304x10-26,8802 + 2,374x10-46,8803 + 1,340
(34,774-35) + 1,630x10-2600,00 + 1,675x10-7600,002 + 1,675x10-7600,002
-1,0255 x10-26,880(34,774-35) -7,319x10-13(6,880)(600,00)3
C= 1487,665 m/s

Perhitungan kedalaman 8
C=1448,6 + 4,591(5,923) 5,304x10-25,9232 + 2,374x10-45,9233 + 1,340
(34,796-35) + 1,630x10-2725,22 + 1,675x10-7725,222 + 1,675x10-7725,222
-1,0255 x10-25,923(34,796-35) -7,319x10-13(5,923)(725,22)3
C= 1485,988 m/s

Perhitungan kedalaman 9
C=1448,6 + 4,591(5,164) 5,304x10-25,1642 + 2,374x10-45,1643 + 1,340
(34.815-35) + 1,630x10-2845,40 + 1,675x10-7845,402 + 1,675x10-7845,402
-1,0255 x10-25,164(34.815-35) -7,319x10-13(5,164)(845,40)3
C= 1484,946 m/s
Perhitungan kedalaman 10
C=1448,6 + 4,591(4,538) 5,304x10-24,5382 + 2,374x10-44,5383 + 1,340
(34,833-35) + 1,630x10-2949,62 + 1,675x10-7949,622 + 1,675x10-7949,622
-1,0255 x10-24,538(34,833-35) -7,319x10-13(4,538)(949,62)3
C= 1484,135 m/s

IV.2 Pembahasan
Pada praktikum kali ini, dilakukan penghitungan kecepatan suara di dalam
air, dan digunakan 3 persamaan yang berbeda untuk melakukan perhitungan
tersebut, yaitu persamaan dari Leroy, Medwin, dan MacKenzie. Berikut adalah
ketiga persamaan yang digunakan pada praktikum kali ini:
1. Persamaan Leroy
C= 1492,9 + 3(T-10) 6x10-5 (T-10)2 4x10-2 (T-18)2 +1,2(S-35) -10-2 (T-
18) (S-35) + (D/61)
2. Persamaan Medwin
C= 1449,2 + 4,6T 5,5x10-2 T2 + 2,9x10-4 T3 + (1,34 10-2T)(S-35)+
1,6x10-2 D
3. Persamaan MacKenzie
C=1448,6 + 4,591T 5,304x10-2T2 + 2,374x10-4T3 + 1,340 (S-35) +
1,630x10-2D + 1,675x10-7D2 + 1,675x10-7D2 -1,0255 x10-2T(S-35)
-7,319x10-13TD3
Berdasarkan praktikum modul 3 yang telah dilakukan, telah dilakukan
pengolahan data dengan menggunakan 10 data yang merupakan data dengan
masing-masing kedalaman, salinitas, dan temperatur yang dihitung menggunakan
3 persamaan diatas. Berdasarkan hasil perhitungan dan grafik yang telah dibuat
didapat suatu perubahan kecepatan yang menurun seiring dengan bertambahnya
kedalaman. Perubahan yang terlihat signifikan yaitu pada perubahan kecepatan
pada kedalaman lebih dari 300 meter, faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan
suara didalam air itu sendiri dapat ditentukan oleh faktor temperatur, salinitas, dan
tekanan. Selain itu kecepatan suara tergantung pada medium yang dilewati oleh
gelombang suara.
Ketiga persamaan yang digunakan untuk perhitungan memiliki hasil yang
dapat dikatakan hampir sama untuk pengaruh kedalaman terhadap perubahan
kecepatan suara, dimana penurunan yang terlihat signifikan terjadi pada
kedalaman lebih dari 300 meter. Ketiga persamaan tersebut juga digunakan untuk
mengetahui pengaruh salinitas terhadap kecepatan suara dan pengaruh suhu
terhadap kecepatan suara, dimana semakin tinggi suhu suatu medium maka
semakin cepat perambatan bunyi/suara karena semakin tinggi suhu maka semakin
cepat getaran partikel dalam medium hal ini, pada lapisan mix-layer pengaruh
suhu sangat besar karena pada lapisan ini pengaruh sinar matahari sangat besar
sehingga suhu pada lapisan mix-layer tinggi sedangkan pada lapisan deep-layer
suhu cenderung memiliki perubahan yang konstan. Salinitas juga mempengaruhi
perubahan kecepatan suara didalam air karena cepat rambat bunyi terhadap
salinitas harusnya berkurang seiring kenaikan salinitas karena meningkatnya
densitas.
V. PENUTUP

V.1 Kesimpulan
Kecepatan suara yang dilambangkan dengan C, dapat di cari dengan
menggunakan 3 persamaan yaitu persamaan Leroy, persamaan Medwin, dan
persamaan Mackenzie.
1. Persamaan Leroy adalah 1544,109 ; 1528,896 ; 1501,54 ; 1493,041;
1489,509 ; 1488,739 ; 1488,133 ; 1486,453 ; 1485,413 ; 1484,608
2. Persamaan Medwin adalah 1542,541 ; 1527,504 ; 1500,968 ; 1492,606 ;
1489,076 ; 1488,286 ; 1487,652 ; 1485,919 ; 1484,816 ; 1484,608
3. Persamaan McKenzie didapatkan 1542,414 ; 1527,491 ; 1500,893 ;
1492,525 ; 1489,026 ; 1488,264 ; 1487,665 ; 1485,988 ; 1484,946 ;
1484,135
Kecepatan cenderung berkurang seiring bertambahnya kedalaman yang juga
dipengaruhi oleh suhu dan salinitas.

V.2 Saran
1. Praktikan lebih memperhatikan asisten pada saat materi berlangsung
2. Praktikan datang tepat waktu
3. Praktikan lebih teliti dalam menghitung
DAFTAR PUSTAKA

http://zafiraafriza.blogspot.com/2012/10/perambatan-gelombang-bunyi.html.
diakses pada tanggal 30 Oktober 2016 pukul 23.15 WIB
http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/555/jbptitbpp-gdl-amiamaliaa-27712-3-2007ta-
2.pdf. diakses pada tanggal 30 Oktober 2016 pukul 23.33 WIB.

http://www.crayonpedia.org/mw/GLOMBANG_DAN_BUNYI_8.2_RINIE_PRATIWI
diakses pada tanggal 31 Oktober 2016 pukul 00.17 WIB

Yuwono, Niken dkk. 2012. Analisa Perambatan Suara Di Bawah Air sebagai
Fungsi Kadar Garam dan Suhu Pada Akuarium Anechoic. Teknik POMITS
Vol.1, No. , (2012 1-3. Surabaya.
LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM AKUSTIK KELAUTAN
MODUL 3 : KECEPATAN SUARA DALAM AIR

Disusun oleh:
Ihya Ulumuddin
26020114140102
Ilmu Kelautan B

Asisten :
Agus Pramono
26020113140107

DEPARTEMEN ILMU KELAUTAN


FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2016
LEMBAR PENGESAHAN
MODUL 3 : KECEPATAN SUARA DALAM AIR

Nama: Ihya Ulumuddin NIM: 26020114140102 Ttd:

No. Keterangan Nilai


1. Pendahuluan
2. Tinjauan Pustaka
3 Materi dan Metode
4. Hasil dan Pembahasan
5. Penutup
6. Daftar Pustaka
Total

Semarang, 4 November
2016

Mengetahui,
Asisten
Koordinator Praktikum

Pulung Puji Wicaksono Agus Pramono


26020211140088 26020113140107