Anda di halaman 1dari 6

Artikel Penelitian

HUBUNGAN DISLIPIDEMIA, JKMA


HIPERTENSI DAN DIABETES Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
diterbitkan oleh:
MELITUS DENGAN KEJADIAN Program Studi S-1 Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas
INFARK MIOKARD AKUT p-ISSN 1978-3833
e-ISSN 2442-6725
Diterima 16 Agustus 2015 10(1)32-37
Disetujui 16 September 2015 @2015 JKMA
Dipublikasikan 1 Oktober 2015 http://jurnal.fkm.unand.ac.id/index.php/jkma/
Budiman1 , Rosmariana Sihombing1, Paramita Pradina1
STIKES Jenderal Achmad Yani, Cimahi
1

Abstrak
Kasus kematian akibat penyakit tidak menular terbanyak disebabkan oleh penyakit jantung (American
Heart Association, 2010). Menurut data rekam medik RSUD 45 Kuningan pada tahun 2014 menun-
jukan bahwa kasus penyakit jantung dengan CFR tertinggi terjadi pada penyakit Infark miokardakut se-
banyak 15 %,gagal jantung 13 % dan gangguan hantaran dan aritmia 11%.Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan dislipidemia, hipertensi dan diabetes melitus dengan kejadian infark miokard
akut pada pasien rawat inap di RSUD 45 Kuningan. Rancangan penelitian menggunakan case control.
Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling diambil dari data rekam medik pasien rawat
inap penyakit infark miokard akut dan penyakit dalam secara berpasangan dengan teknik purposive sam-
pling pada kontrol.Pengumpulan data dilakukan melalui telaah rekam medik status pasien di RSUD 45
Kuningan dengan menggunakan data sekunder. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat
dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan yang bermakna antara
dislipidemia (p value = 0.0001), hipertensi (p value = 0.003) dan diabetes melitus (p value = 0.0001) de
ngan kejadian infark miokard akut. Diharapkan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai cara
cara yang tepat untuk mengurangi penyebaran penyakit tidak menular khususnya penyakit jantung ini.
Kata Kunci: Infark miokrad akut, dislipidemia, hipertensi, diabetes mellitus

CORRELATION BETWEEN DYSLIPIDEMIA, HYPERTENSION AND DIABETES


MELLITUS WITH ACUTE MYOCARDIAL INFARCTION ON WARD INPATIENT
Abstract
Deaths from non-communicable diseases most caused by heart disease (American Heart Association,
2010).Based on medical record data in RSUD 45 Kuningan in 2014 shows that, heart disease cases with
highest CFR is acute myocardial infarction with CFR 15%. Heart failure 13% and Arrhythmia 11%.This
study aims to learn the correlation between dyslipidemia, hypertension and diabetes mellitus with acute
myocardial infarction on ward inpatient in RSUD 45 Kuningan. This study is a case control study. Sam-
pling method is total sampling taken from acute myocardial infarction ward inpatients medical record
data matching with internal disease with purposive sampling methods for control.Data are collected from
patients medical record status in RSUD 45 Kuningan throughout 2014 and copied from sec under date.
Data analysis consists of two stages: univariate analysis and bivariate Chi Squareanalysis. Results shows
that there is a significant correlation between dyslipidemia (p value=0.0001), hypertension (p value=0.003)
and diabetes mellitus (p value=0.0001) with acute myocardial infarction. It is suggested that a further study
is done to learn the right way to reduce the spread of non-communicable disease, particularly this heart
disease.
Keywords: acute myocardial infarction, hypertension, diabetes mellitus

Korespondensi Penulis:
STIKES Jenderal Achmad Yani, Cimahi
Telepon/HP: - Email : budiman_1974@yahoo.com

32
Budiman, Sihombing, Pradina | Hubungan Dislipidemia, Hipertensi dan DM dengan Infark Miokad

Pendahuluan gagal jantung (13,42%) dan penyakit jantung


Berkembangnya pola makan dan gaya lainnya (13,37%). Berdasarkan data pada ta-
hidup masyarakat seiring perkembangan du hun 2007 Dinas Kesehatan Kabupaten Ku
nia menyebabkan transisi epidemiologi penya- ningan, penyakit tidak menular di Jawa Barat,
kit. Menurut WHO sejak tahun 2008, penya- diantaranya:penyakit jantung dan pembuluh
kit tidak menular (PTM) 3,4 kali meningkat darah (47,2%), penyakit sendi (30,3%), asma
lebih pesat dari sebelumnya. Dilaporkan terja- (3,5%), diabetes melitus (5,7%), tumor (4,3
di kasus kematian sebanyak 57 juta jiwa, (36 %), dan cedera lalu lintas darat (4%) .
%) diantaranya disebabkan karena penyakit Kasus penyakit jantung di RSUD 45
tidak menular. Diprediksi kasus kematian Kuningan pada tahun 2014 dengan CFR ter-
karena penyakit tidak menular ini meningkat tinggi terjadi pada penyakit Infark Miokard
15% secara global antara tahun 2010 sampai Akut dengan presentasi CFR sebanyak (15 %)
dengan 2020. Kasus kematian akibat penyakit dari 132 kasus, terdapat 20 kasus kematian.(3)
tidak menular terbanyak disebabkan oleh pe Gagal jantung 308 kasus, terdapat 41 kematian
nyakit jantung. Menurut data American Heart (13 %) dan gangguan hantaran dan aritmia 45
Association ada 81.100.000 kasus penyakit jan- kasus, terdapat 5 kematian (11%). Melihat
tung diseluruh dunia, diantaranya sebanyak tingginya kasus kematian pada infark miokard
17.600.000 kasus penyakit jantung koroner akut, faktor risiko yang menjadi penyebab
dimana jantung koroner adalah manifestasi penyakit jantung ini, diantaranya faktor risiko
infark miokard akut. biologis yang tidak dapat dirubah seperti usia,
Infark miokard akut adalah suatu jenis kelamin, ras/etnis dan riwayat keluarga.
keadaan lanjutan mekanisme iskemia miokar- Faktor risiko yang dapat dirubah seperti mer-
dium, yang umumnya disebabkan oleh ada okok, alkohol, obesitas, profil lipid (terjadi
nya sumbatan total pembuluh darah koroner pada kasus dislipidemia), hipertensi dan dia-
yang telah mengalami insufisiensi sebelumnya betes mellitus.(4)
dan sistem kolateral nya tidak bekerja dengan Di India menyatakan bahwa terdapat
baik serta mengakibatkan rusaknya sebagian hubungan yang bermakna antara profil lipid
miokardium yang bersangkutan.(1) Penyakit ini yang mengalami dislipidemia dengan keja
adalah penyebab utama kematian pada orang dian infark miokard akut. Dalam penelitian,
dewasa. Laporan American Heart Association dari 163 kasus infark miokard akut di Rumah
tahun 2010 kasus infark miokard akut ter- Sakit Baroda, India terdapat 33,2 % pasien in-
catat terjadi 8.500.000.(2) Terhitung sebanyak fark miokard akut mempunyai riwayat dislipi
7.200.000 (12,2%) kematian terjadi akibat demia. Kasus dislipidemia ini secara sederha-
penyakit ini di seluruh dunia. na dapat menjadi faktor risiko infark miokard
Infark miokard akut adalah penyebab ke- akut karena pada proses terganggunya profil
matian nomor dua pada negara berpenghasilan lipid dalam darah terjadi penimbunan lemak
rendah, dengan angka mortalitas 2.470.000 pada lapisan pembuluh darah yang akhirnya
(9,4%). Di Indonesia pada tahun 2002, penya- mengurangi diameter lumen pembuluh darah
kit Infark Miokard Akut merupakan penyebab akibatnya terjadi iskemia dengan manisfestasi
kematian pertama, dengan angka mortalitas lanjutannya adalah terjadi infark.(5)
220.000 (14%). Direktorat Jenderal Pelayanan Pasien infark miokard akut lebih banyak
Medik Indonesia meneliti, bahwa pada tahun pada pasien dengan riwayat penyakit hiper-
2007, jumlah pasien penyakit jantung yang tensi.(6) Penelitian yang dilakukan pada 622
menjalani rawat inap dan rawat jalan di Ru- pasien infark miokard akut di Tripoli Medikal
mah Sakit di Indonesia adalah 239.548 jiwa. Center Libia. Sebanyak 35,7 % pasien dengan
Kasus terbanyak adalah penyakit jantung iske- riwayat penyakit hipertensi mengalami infark
mik, yaitu sekitar 110.183 kasus. Case Fatality miokard akut. Hipertensi dapat meningkatkan
Rate (CFR) tertinggi terjadi pada infark mio- beban kerja jantung, tekanan darah yang tinggi
kard akut (13,49%) dan kemudian diikuti oleh secara terus menerus menyebabkan kerusakan

33
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas |Oktober 2015 - Maret 2016 | Vol. 10, No. 1, Hal. 32-37

pembuluh darah arteri dengan perlahan-lahan yang terjadi (CFR 15%) sedangkan kasus pe
arteri tersebut mengalami pengerasan serta nyakit jantung lainnya seperti gagal jantung
dapat terjadi oklusi koroner. CFR nya sebanyak 13 % di ikuti gangguan
Laporan tahunan di RSUD 45 Kuni hantaran dengan CFR sebanyak 11 %. Infark
ngan tahun 2014 menunjukkan bahwa pe miokard akut ini merupakan salah satu pe
nyakit hipertensi sebagai kasus dengan urutan nyakit dengan tingkat kematian paling ting-
ke-2 terbanyak kategori penyakit dalam,disusul gi di antara jenis penyakit jantung lainnya di
penyakit diabetes melitus yang berada pada RSUD 45 Kuningan.
urutan ke-3 terbanyak, dimana diabetes mel- Subjek penelitian sebanyak 71 kasus
litus ini juga merupakan salah satu penyakit infark miokard akut yang memenuhi kriteria
yang lebih banyak diderita oleh pasien dengan inklusi dan jumlah kontrol sebanyak 71 sub-
riwayat dislipidemia, hal ini menunjukkan jek. Dilakukan matching variabel usia dan jenis
bahwa tingginya faktor-faktor risiko penyakit kelamin. Sebanyak 56 (78.9%) penderita dis-
infark miokard akut sehingga dapat mening- lipidemia yang terjadi pada kasus sedangkan
katkan jumlah kasus infark miokard akut itu penderita dislipidemia pada kontrol sebanyak
sendiri khususnya di RSUD 45 Kuningan. 22 (31%) seperti tertera pada Tabel 1.
Sampel dengan kelompok hipertensi di
Metode Penelitian dapatkan kasus hipertensi terjadi pada kasus
Penelitian ini menggunakan desain case sebanyak 41 (57.7%) sedangkan yang terja-
control. Variabel independen dalam penelitian di pada kontrol lebih banyak yaitu sebanyak
ini adalah dislipidemia, hipertensi dan diabe- 58 (81.7%) seperti tertera pada Tabel 1. Se-
tes mellitus sedangkan variabel dependen da- bagian besar menunjukan bahwa kelompok
lam penelitian ini adalah infark miokard akut. kontrol banyak yang mempunyai tekanan da-
Data yang dikumpulkan adalah data sekunder rah melebihi standar. Faktor risiko diabetes
pasien infark miokard akut untuk kasus dan menunjukan jumlah penderita diabetes pada
data pasien penyakit dalam untuk kontrol kasus yaitu sebanyak 63 (88.7%) sedangkan
pada saat masuk ruang perawatan yang dipe pada kontrol hanya sebanyak 14 (19.7 %) saja.
roleh dari catatan atau laporan yang tercatat Jumlah kelompok kasus yang menderita diabe-
dalam rekam medik RSUD 45 Kuningan ta- tes meilitus lebih sedikit insiden dibandingkan
hun 2014. Sampel yang digunakan pada pene- kelompok kontrol seperti tertera pada Tabel 1.
litian ini menggunakan total sampling dengan Kasus dislipidemia banyak menyebabkan
matching umur dan jenis kelamin namun dari kejadian infark miokard akut yaitu diperoleh
132 pasien infark miokard akut tahun 2014 ha- 56 (78.8%) sedangkan kasus dislipidemia yang
nya 71 yang masuk sebagai sampel penelitian terjadi pada kelompok kontrol 22 (30.9%).
dikarenakan hanya 71 yang memenuhi kriteria Hasil uji statistik Chi Square diperoleh p value=
inklusi yaitu terdapat data riwayat penyakit 0,0001 (OR = 8.315) yang artinya dislipidemia
hipertensi atau riwayat diabetes melitus yang berperan terhadap kejadian infark miokard
tercatat dalam status rekam medik pasien, data akut di RSUD 45 Kuningan dan dislipidemia
pengukuran tekanan darah, data hasil labora- 8.3 kali lebih berisiko terjadi infark miokard
torium gula darah dan data hasil laboratorium akut seperti tertera pada Tabel 2.
profil lipid. Analisis data menggunakan uji kai Penyakit hipertensi lebih banyak pada
kuadrat dan untuk menentukan besar risiko kelompok kontrol yaitu 58 orang (81.7%) dan
menggunakan odd ratio.(7) sebanyak 41 (57.7%) kasus hipertensi terjadi
pada kelompok kasus (yang mengalami infark
Hasil Penelitian miokard akut), namun dalam hasil uji statistik
Kasus infark miokard akut di RSUD 45 diperoleh p value = 0.003 yang artinya terdapat
Kuningan ada sebanyak 132 penderita infark hubungan yang bermakna antara hipertensi
miokard akut selama tahun 2014 dari jumlah dengan kejadian infark miokard akut di RSUD
kasus penderita terdapat 20 kasus kematian 45 Kuningan seperti tertera pada Tabel 2.

34
Budiman, Sihombing, Pradina | Hubungan Dislipidemia, Hipertensi dan DM dengan Infark Miokad

Tabel 1 Distribusi frekuensi kasus dan kontrol berdasar penyebab terbanyak pada kasus infark miokard
kan variabel akut yaitu hampir 90%.(9)
Variabel Kasus Kontrol Jumlah Kasus hipertensi dengan jumlah yang
n % n % banyak pada kontrol diakibatkan peneliti kesu
Dislipidemia
litan mengambil subjek penelitian pada po
pulasi kontrol yang data laboratoriumnya sama
Dislipidemia 56 78.9 22 31 78
seperti kasus yaitu terdapat hasil profil lipid
Normal 15 21.1 49 69 64 dan gula darah karena tidak semua kelompok
Hipertensi kontrol yang pemeriksaan laboratorium nya
Hipertensi 41 57.7 58 81.6 99 meliputi profil lipid dan gula darah. Pembuluh
Normal 30 42.3 13 18.4 43 darah, hipertensi menimbulkan suatu proses
sklerosis pada dinding arteri.(1) Proses Ini akan
Diabetes
mempermudah pembentukan bekuan darah
Diabetes 63 88.7 14 19.7 77
dan melemahkan pembuluh darah penderita,
Normal 8 11.3 57 80.3 65 sehingga mudah pecah dan terbentuk trom-
Kasus diabetes lebih banyak terjadi pada bus. Efek yang terjadi pada pembuluh darah
kasus infark miokard akut yaitu diperoleh 63 jantung secara terus menerus menyebabkan
(88.7%) sedangkan kasus diabetes yang terjadi kerusakan sistem pembuluh darah arteri se-
pada kelompok kontrol sebanyak 14 (19.7%). hingga mengalami suatu proses pengerasan
Hasil uji statistik Chi Square diperoleh p value pembuluh darah.
= 0,0001 (OR = 32.063) yang artinya diabetes Diabetes jangka panjang memberi
berperan terhadap kejadian infark miokard dampak yang parah pada sistem kardiovasku-
akut di RSUD45 Kuningan dan 32 kali lebih lar. Komplikasi mikrovaskular terjadi akibat
berisiko terjadi infark miokard akut diban penebalan membran basal pembuluh ke-
dingkan pada penderita non diabetes seperti cil. Penyebab penebalan tersebut berkaitan
tertera pada Tabel 6. langsung dengan tingginya kadar glukosa da-
lam darah. Penebalan mikrovaskular menye-
Pembahasan babkan iskemia dan penurunan penyaluran
Rata- rata tekanan darah pada penderita oksigen dan zat gizi ke jaringan. Hipoksia kro-
infark miokard akut pada penelitian ini yaitu nis secara langsung merusak dan menghancur-
140/80 mmHg jika merujuk pada kriteria yang kan sel. Pada sistem makrovaskular di lapisan
telah dibuat JNC VII 2007 yang menyatakan endotel arteri akibat hiperglikemia permeabil-
bahwa bila salah satu dari sistolik maupun itas sel endotel meningkat sehingga molekul
diastolik melebihi batas normal yang telah di yang mengandung lemak masuk ke arteri.
tetapkan maka dikategorikan hipertensi. Ra- Kerusakan sel-sel endotel akan mencetuskan
ta-rata kolesterol total pada penelitian ini yaitu reaksi inflamasi sehingga akhirnya terjadi pe
132, trigliserida 200, HDL 40 dan LDL 160 ngendapan trombosit, makrofag dan jaringan
sesuai dengan The National Cholesterol Educa fibrosa. Penebalan dinding arteri menyebab-
tion Program (NCEP) ATP III (mg/dl) sehingga kan hipertensi yang akan semakin merusak
rata-rata penderita dikategorikan dislipidemia. lapisan endotel arteri karena menimbulkan
Sedangkan rata-rata gula darah penderita lebih gaya merobek sel endotel.(8)
banyak yang menderita diabetes melitus GDS/ Hal ini menunjukan bahwa kejadian
GDP 200/126 sesuai dengan kategori PERKE- infark miokard akut lebih banyak terjadi pada
NI 2011. penderita dislipidemia, Kasus dislipidemia ini
Hal ini menunjukan bahwa dislipidemia secara sederhana dapat menjadi faktor risiko
lebih banyak terjadi pada kasus di bandingkan infark miokard akut karena pada proses ter-
pada kontrol. Kolesterol serum dan trigliserida ganggunya profil lipid dalam darah terjadi
yang tinggi dapat menyebabkan pembentukan penimbunan lemak pada lapisan pembuluh
aterosklerosis.(8) Aterosklerosis ini merupakan darah yang akhirnya mengurangi diameter

35
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas |Oktober 2015 - Maret 2016 | Vol. 10, No. 1, Hal. 32-37

Tabel 2 Hubungan Dislipidemia, Hipertensi dan diabetes melitus dengan kejadian infark miokard akut pada pa-
sien rawat inap di RSUD 45 Kuningan
Variabel Miokard Infak Jumlah
Kasus Kontrol OR P Value
95% CI
n % n % n %
Dislipidemia
Ya 56 78.8 22 30.9 78 54.9 8.315 0.001
Tidak 15 21.2 49 69.1 64 45.1 (3.888-17.781)

Hipertensi
Ya 41 57.7 58 81.7 99 69.7 0.306 0.003
Tidak 30 42.3 13 18.3 43 30.3 (0.143-0.658)

Diabetes
Ya 63 88.7 14 19.7 77 54.2 32.063 0.0001
Tidak 8 11.3 57 80.3 65 45.8 (12. -82)

lumen pembuluh darah akibatnya terjadi iske- kurang seimbang dapat menyebabkan ber
mia dengan manisfestasi lanjutannya adalah bagai masalah kesehatan terutama kesehatan
terjadi infark.(5) organ-organ penting dalam tubuh.
Dislipidemia merupakan faktor risiko Penelitian faktor risiko ini sangat riskan
terjadinya infark miokard akut, dimana dari untuk menyimpulkan berapa besar risiko yang
27.098 subjek penelitian yang dibedakan di timbulkan dikarenakan yang terjadi dalam
menurut jenis kelamin, menggunakan case penelitian ini jumlah penderita hipertensi
control study terdapat 24.3% pada laki-laki dan pada kelompok kontrol lebih banyak terja-
36.2% pada wanita yang mengalami abnorma di sebagai akibat dari penyakit yang di derita
litas lipid mengalamiinfark miokard akut.(10) kelompok kontrol, bukan sebagai faktor risiko
Terdapat hubungan yang bermakna antara dari penyakit yang di derita pada kelompok
dislipidemia dengan penyakit jantung koroner tersebut. Secara substansi hipertensi merupa-
dimana penyakit jantung koroner merupakan kan salah satu faktor risiko yang menyebabkan
manifestasi terjadinya infark miokard akut.(11) infark miokard akut.
Kelainan pada profil lipid merupakan faktor Mekanisme terjadinya infark miokard
terjadinya aterosklerosis. Aterosklerosis ada- akut yang di sebabkan hipertensi adalah
lah perubahan dinding arteri yang ditandai dikarenakan hipertensi dapat meningkatkan
adanya akumulasi lipid ekstra sel, menimbul- beban kerja jantung, tekanan darah yang tinggi
kan penebalan dan kekakuan arteri. Peneba secara terus menerus menyebabkan kerusakan
lan arteri yang di sebabkan timbunan lemak pembuluh darah arteri dengan perlahan-lahan
akibat ektra sel ini menyebabkan iskemia pada arteri tersebut mengalami pengerasan serta
jaringan hingga terjadinya infark. Tinggi kadar dapat terjadi oklusi koroner.(5) Tekanan darah
lemak dalam darah akan mempengaruhi siklus sistolik diduga mempunyai pengaruh lebih
metabolisme lemak, sehingga hal ini menye- besar. Kejadian penyakit jantung pada pen-
babkan terjadinya dislipidemia. Terjadinya dis- derita hipertensi sering dan secara langsung
lipidemia pada tubuh mengakibatkan atrerok- berhubungan dengan tingginya tekanan darah
slerosis dalam arteri proses ini menyebabkan sistolik. Penelitian Framingham dalam Djohan
arteri tersumbat. selama 18 tahun terhadap penderita berusia
Masalah dislipidemia ini disebabkan 45-75 tahun yang menderita hipertensi sistolik
karena pola hidup dan kurang sadarnya ma merupakan faktor pencetus terjadinya infark
syarkat tentang pentingnya pola konsumsi miokard, penelitian tersebut didapatkan pada
nutrisi yang seimbang. Pola konsumsi yang penderita hipertensi yang mengalami infark

36
Budiman, Sihombing, Pradina | Hubungan Dislipidemia, Hipertensi dan DM dengan Infark Miokad

miokard mortalitasnya 3 kali lebih besar dari 2. Garas & Frayusi. Pengaruh pemberian
pada yang tidak menderita hipertensi. terapi wewangian bunga lavender (Lavan-
Hasil penelitian Framingham juga dulaangustifolia) Secara oles terhadap ska-
mendapatkan hubungan penyakit jantung la nyeri pada klien infark miokardium di
dengan darah diastolik, kejadian infark mio- cvcu rsup dr.m.djamil padang tahun 2011.
kard 2 kali lebih besar pada kelompok dengan Padang: UNAND. 2010;
tekanan diastolik 90-104 mmHg dibanding- 3. Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kabupa
kan dengan kelompok tekanan diastolik 85 ten Kuningan. Rekap Laporan Tahunan
mmHg, sedangkan pada tekanan darah dia- Penyakit. Kuningan.2014;
stolik 105 mmHg risiko kematian 4 kali lebih 4. Huma, S., et al. Modifiable and Non-modi-
banyak. fiable predisposing Risk Factors of Myocar-
Pada kasus diabetes melitus sebagai fak- dial Infarction -A Review.Journal. Pakistan:
tor risiko infark miokard akut terjadi karena Department of Pharmacy, Lahore College
glukosa berlebih dalam darah (hiperglikemia) for Women University, Lahore. 2012;
dapat merusak endotel dalam pembuluh da- 5. Soeharto. I. Pencegan dan penyembuhan
rah sehingga plak aterosklerosis terbentuk.(1) penyakit jantung koroner. Jakarta: PT
Diabetes melitus telah diketahui merupakan Gramedia pustaka utama. 2001;
faktor risiko yang penting untuk penyakit jan- 6. Abduelkarem, A. at al. Evaluation of Risk
tung koroner.(9) Diperkirakan hampir 200 juta Factor in acute Myocardial Infarction pa-
orang di seluruh dunia mengidap diabetes, tients admitted to the Coronary Care
baik tipe 1 maupun tipe 2, tetapi sebagian be- Unit. Tripoli Med Cent. 2012;
sar mengidap diabetes tipe 2. Angka tersebut 7. Budiman. Penelitian Kesehatan. Bandung:
diperkirakan melonjak menjadi 2 kali lipat Aditama Refika. 2011;
pada tahun 2005. 8. Corwin. E. J. Buku saku patofisiologi
Di Indonesia diperkirakan ada 4,5 (Handbook of pathophysiology). Terjema-
juta pengidap diabates pada tahun 1995 dan han Braham Pendit. Jakarta: EGC. 2000;
menempati urutan ke 7, kemudian diperkira- 9. Zafari, M.,A. Myocardial Infarction. Availa
kan ada 12,4 juta penderita diabetes pada ta- ble from: http://emedicine.medscape.
hun 2025 serta pada urutan ke 4 negara yang com/article/759321-overview[Accessed 1
banyak penderitanya. Selain telah dipastikan April, 2015]. 2015;
bahwa mereka yang mengidap diabaetes le 10. Anand., et al. Risk factors for myocardial
bih banyak yang menderita penyakit jantung infarction in women and men: insights
koroner, mereka juga mempunyai prognosis from the INTERHEART study. European
lebih buruk bila mendapat serangan infark Heart Journal. 2008;
miokard akut. Diabetes merupakan salah satu 11. Anwar, T.B. Dislipidemia Sebagai Faktor
penyebab terjadinya infark miokard akut.(12) Resiko Penyakit Jantung Koroner. Medan:
Universitas Sumatra Utara. 2004;
Kesimpulan 12. Fortun, P. et al. Jurnal Diabetalogia Vol 47:
Infak miokard akut dapat terjadi karena 395-379. Australia: Fremantle Hospital.
dislipidemia, hipertensi dan diabetes melitus 2004;
secara bersama. Maka penyuluhan secara rutin
bagi penderita yang mempunyai faktor risiko
yang belum menjadi penderita infark miokard
akut agar dapat mengubah gaya hidup dan
pola konsumsi nutrisi yang tidak baik.

Daftar Pustaka
1. Masud. I. Dasar-dasar Fisiologi Kardiovas
kular. Jakarta: EGC. 1989;

37