Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH

ANALISIS KEAKURATAN MODEL ESTIMASI RETRIBUSI DAERAH


KABUPATEN PADANG SIDEMPUAN

TUGAS MATA KULIAH

MANAJEMEN KEUANGAN DAERAH


SEMESTER GENAP 2015/2016

Oleh : WIDYIAWATI (14043099)

PROGRAM AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2016

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr Wb
Puji syukur penulis sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesehatan
yang diberikan kapada penulis sehingga dapat menyusun makalah ini sesuai yang
diharapkan.
Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Halkhadri, SE. selaku
Dosen Mata Kuliah Manajemen Keuangan Daerah yang telah memberi bimbingan
dalam perkuliahan Manajemen Keuangan Daerah sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah ini. yang berjudul ANALISIS KEAKURATAN
MODEL ESTIMASI RETRIBUSI DAERAH KAB PADANG
SIDEMPUAN.
Penulis berharap makalah ini dapat berguna untuk menambah wawasan serta
pengetahuan kita mengenai cara menghitung estimasi PAD dengan menggunakan
metode SMA, Exponential, TMA, dan Regresi serta mengetahui bagaimana
mengukur keakuratan estimasi PAD tersebut dengan jumlah realisasi PAD.
Penulis menyadari bahwa makalah ini belum sempurna. Untuk itu penulis
sangat terbuka terhadap kritik dan saran demi perbaikan dimasa mendatang.
Wassalamualaikum Wr Wb.

Padang, 1 April 2016

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................... 2


DAFTAR ISI ................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ........................................................................... 4
1.2. Rumusan Masalah ...................................................................... 5
1.3. Tujuan Penulisan......................................................................... 5
BAB II TELAAH LITERATUR
1. Pengertian Pendapatan Daerah....................................................... 6
2. Pengertian Pendapatan Asli Daerah................................................ 6
3. Prakiraan dan Penganggaran........................................................... 7
4. Teknik Prakiraan Pendapatan.......................................................... 7
5. Kerangka Pemikiran....................................................................... 10
BAB III METODE PENELITIAN
1. Pendekatan Penelitian ................................................................... 11
2. Objek dan Subjek Penelitian .......................................................... 11
3. Jenis Data ...................................................................................... 11
4. Teknik Pengumpulan Data ............................................................. 11
5. Teknik Analisis Data ..................................................................... 12
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
1. Hasil Penelitian ............................................................................. 13
2. Pembahasan Penelitian .................................................................. 13
BAB V SIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN
1. Simpulan Penelitian ...................................................................... 17
2. Keterbatasan Penelitian ................................................................. 18
3. Saran ............................................................................................. 18
REFERENSI .................................................................................................. 19

3
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah


Setiap tahun pemerintah pusat menyusun Rencana Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). Merencanakan anggaran
pendapatan merupakan hal penting yang pertama kali harus dilakukan oleh
pemerintah sebelum menentukan anggaran belanja, sebab ketentuan
perundangan bahwa setiap pengeluaran yang dianggarkan harus didukung
dengan adanya kepastian akan tersedianya penerimaan dalam jumlah yang
cukup. Perencanaan anggaran pendapatan sangat penting untuk menentukan
tingkat kemampuan keuangan pemerintah dalam menyediakan pelayanan
publik, melaksanakan kebijakan alokasi dan distribusi anggaran, menentukan
kebijakan surplus atau defisit anggaran, serta menentukan arah kebijakan
pembiayaan anggaran.
Ketepatan dalam perencanaan anggaran pendapatan sangat diperlukan
karena anggaran pendapatan tersebut memiliki banyak implikasi antara lain
berimplikasi pada kebijakan anggaran belanja. pembiayaan dan evaluasi
kinerja. Untuk menetapkan rencana anggran pendapatan terlebih dahulu perlu
dilakukan prakiraan atau estimasi pendapatan. estimasi pendapatan adalah
prakiraan pendapatan yang akan diperoleh dari aktivitas normal organisasi
selama sutu periode tertentu. Estimasi pendapatan yang akurat dan dapat
diandalkan nantinya dapat dijadikan dasar bagi manajemen (eksekutif) dalam
mengajukan usulan anggran pendapatan.

4
1.2. Perumusan Masalah
Dari latar belakang masalah diatas, maka penulis merumuskan masalah yang
sangat penting untuk diteliti yaitu sebagai berikut :
1. Berapa estimasi retribusi daerah Kota Padang Sidempuan tahun 2012
dengan masing-masing metode estimasi pendapatan.
2. Bagaimana keakuratan masing-masing metode estimasi pendapatan
tersebut terhadap realisasi retribusi daerah Kab. Padang Sidempuan tahun
2012.

1.3. Tujuan Penelitian


Tujuan yang ingin dicapai adalah penulis dapat mengetahui cara
mengestimasikan retribusi daerah Kab. Padng sidempuan tahun 2012 dengan
menggunakan berbagai metode estimasi dan penulis dapat mengukur
keakuratan metode-metode estimasi pendapatan tersebut terhadap realisasi
retribusi daerah Kab. Padng sidempuan tahun 2012.

5
BAB II

TELAAH LITERATUR

2.1. PENGERTIAN PENDAPATAN DAERAH

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 105 tahun


2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah
yang dikutip dari buku Himpunan Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang
Otonomi Daerah yang dimaksud dengan Pendapatan Daerah adalah :
Semua penerimaan kas daerah dalam periode tahun anggaran tertentu yang
menjadi hak daerah.
Sedangkan menurut Abdul Halim, dalam bukunya Akuntansi Sektor Publik
Akuntansi Keuangan Daerah menyatakan bahwa Pendapatan Daerah
adalah : Semua penerimaan daerah dalam bentuk aktiva atau penurunan
utang dalam berbagai sumber dalam periode tahun anggaran bersangkutan.
Dan definisi pendapatn daerah menurut IASC Frame Work dalam bukunya
uang berjudul Akuntansi Keuangan Daerah karangan Abdul Halim adalah
sebagai berikut : Penambahan dalam manfaat ekonomi selama periode
akuntansi dalam bentuk arus masuk atau peningkatan asset/aktiva, atau
pengurangan utang/kewajiban yang mengakibatkan penambahan ekuitas dana
selain penambahan ekuitas dana yang berasal dari kontribusi beserta ekuitas
dana.
2.2. PENGERTIAN PENDAPATAN ASLI DAERAH
Pendapatan asli daerah merupakan pendapatan yang diperoleh dari
sumber-sumber pendapatan daerah dan dikelola sendiri oleh pemerintah
daerah. Pendapatan daerah juga merupakan pendapatan yang diperoleh oleh
pemerintah daerah dan digali dari potensi pendapatan yang ada di daerah.
Jadi pendapatan asli daerah merupakan pendapatan yang diterima oleh

6
pemerintah daerah atas segala sumber-sumber atau potensi yang ada pada
daerah yang harus diolah pemerintah daerah didalam memperoleh
pendapatan daerah.

2.3. PRAKIRAAN DAN PENGANGGARAN


Penganggaran (budgeting) pada prinsipnya berbeda dengan prakiraan
(forecasting). Penganggaran merupakan rencana manajemen yang
mengandung implikasi perlunya komitmen dan tanggung jawab untuk
mencapai angka yang ditetapakan dalam anggaran, sedangkan prakiraan
tidak lebih hanyalah prediksi atau estimasi tentang apa yang akan terjadi dan
tidak berimplikasi pada perlunya komitmen dan tanggung jawab untuk
merealisasikan prediksi tersebut. Jika anggaran perlu mendapat persetujuan
pimpinan dan ratifikasi dewan, maka prakiraan tidak perlu persetujuan
dewan. Prakiraan bisa berubah setiap saat begitu terdapatr informasi baru
yang diterima, tetapi anggaran tidak bisa diubah setiap saat, perubahan
anggaran hanya bisa dilakukan jika terdapat perubahan asumsi anggran atau
karena terdapat kejadian yang luar biasa. Perubahan anggaran pun dibatasi
dalam setahun hanya dapat dilakukan satu kali perubahan anggaran.

2.4. TEKNIK PRAKIRAAN PENDAPATAN


1. Teknik Kualitatif
Teknik prakiraan yang bersifat kualitatif antara lain adalah teknik
Delphi dan teknik judgment. Teknik Delphi dilakukan dengan cara
mengumpulkan para ahli (experts), kemudian mereka secara kelompok
maupun individu dimintai pendapat atau pandangan mereka tentang
prediksi masa depan yang akan mempengaruhi arus pendapatan. Masing-
masing ahli menyampaikan prediksi mereka dan memberikan penjelasan
rasionalnya, kemudian proses selanjutnya berbagai pandangan tersebut
dirangkum dan kembali diajukan pertanyaan berikutnya kepada para ahli
sehingga akhirnya menghasilkan suatu prediksi pendapatan yang
disepakati.
Metode kualitatif selain teknik Delphi adalah dengan pendekatan
judgment, yaitu prakiraan berdasarkan pengalaman masa lalu dan

7
pertimbangan berbagai faktor yang mempengaruhi pendapatandi masa
mendatang. Meskipun pendekatan judgment ini bersifat kualitatif, tetapi
dalam pertimbangan tersebut juga banyak digunakan data kuantitatif
terutama data masa lalu, hanya saja dalam metode judgment analisisnya
tidak dilakukan secara sistematis dan metodologi ilmiah yang rumit
sebagaimana teknik kuatitatif. Namun tidak berarti metode kuantitatif
selalu lebih baik dari pada metode judgemen atau metode kualitatif yang
lain. Oleh karena itu, untuk memperoleh hasil prediksi yang lebih
memuaskan sebaiknya digunakan teknik kualitatif dan kuantitatif secara
bersama-sama.
2. Teknik Kuantitatif

Beberapa teknik kuantitatif prakiraan yang cukup mudah digunakan,


murah biayanya, serta cukup tinggi keakuratannya adalah:

1. Simple Moving Average


Simple moving average (SMA) merupakan teknik prakiraan yang cukup
sederhana dan mudah digunakan. Dengan teknik SMA kita memprediksi
pendapatan tahun depan berdasarkan perhitungan rata-rata pendapatan
periode yang lalu, atau disebut juga periode ramalan (forecost periods).
Sebelum rata-rata pendapatan periode ramalan, misalnya tujuh tahun,
lima tahun, atau tiga tahun sebelumnya.
2. Exponential Smooting
Teknik exponential smooting (EXS) dinilai lebih baik dibandingkan teknik
Simple moving average, sebab EXS memberikan bobot yang berbeda untuk
periode yang berbeda, sedangakan SMA memberikan bobot yang sama untuk
semua data yang ada. Dengan teknik EXS, kita dapat memberikan bobot yang
lebih besar terhadap data terakhir.

Exponential Smooting dapat dinyatakan dalam persamaan matematis sebagai


berikut:

P t + 1 = R t + ( 1 ) Rata-rata pendapatan
Keterangan :

8
P t + 1 = Prakiraan pendapatan tahun depan
R = Realisasi pendapatan tahun sekarang
P t = Rata-rata pendapatan periode sebelumnya
= Konstanta Perata ( Smooting constant )

3. Transformation Moving Average


Transformation moving average (TMA) merupakan teknik prakiraan
dengan melihat kecendrungan (trend) dari data masa lalu. Jika kecendrungan
pendapatan selama beberapa tahun menunjukkan kenaikan, maka pendapatan
tahun mendatang akan naik dibandingkan tahun sebelumnya, sebaliknya jika
trendnya turun maka pendapatan tahun mendatang akan turun dari tahun
sebelumnya. Prakiraan pendapatan dengan teknik TMA dilakukan dengan cara
menghitung perubahan pendapatan tahun dikurangi pendapatan tahun t 1 (
pendapatan), selanjutnya dihitung rata-rata penambahan pendapatan selama
periode tertentu (P). Prediksi pendapatan tahun depan dihitung dari
pendapatan tahun sekarang. Ditambah rata-rata penambahan pendapatan.
Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut:

EP t + 1 = P t + rata-rata perubahan pendapatan

Keterangan:
EP t + 1 = Estimasi Pendapatan Tahun Depan ( t + 1 )
Pt = Pendapatan Tahun Sekarang (t)
4. Regresi
Regresi pada dasarnya juga mirip dengan Transformation Moving
Average, yaitu sama-sama merupakan teknik trend. Untuk membuat prediksi
dengan menggunakan teknik regresi, pertama kali yang harus dilakukan
adalah menentukan persamaan regresinya. Persamaan regresi sederhana untuk
memprediksi pendapatan dapat dinyatakan sebagai berikut :

n x2 ( x ) 2

a = y b x

9
Y = + Bx

Keterangan :
Y = Estimasi pendapatan
X = Tahun
= Pendapatan Dasar (Baseline Revenue)
b = Perubahan pendapatan sebagai akibat dari perubahan periode ramalan

2.5. KERANGAKA PEMIKIRAN

Estimasi
Pendapatan Retribusi
Asli Daerah Daerah Kota
(PAD) Padang
Realisasi
Retribusi Sidempuan
Daerah Kota
Padang
Sidempuan
Metode Estimasi :
1. Simple moving
Bandingkan Realisasi Retribusi average
Daerah Kota Padang Sidempuan
dengan Estimasi masing-masing 2. Teknik
metode untuk menentukan model exponential smooting
estimasi yang paling tepat 3. Transformation
moving average
4. Regresi

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Pendekatan Penelitian

10
Dalam proses pembuatan makalah ini digunakan metode kualitatif dan
kuantitatif dengan pendekatan deskriptif ( studi literatur) yaitu mengumpulkan
data anggaran dan realisasi retribusi Daerah kab. Padang Sidempuan. juga
membaca dan mempelajari teori-teori dan literatur-literatur yang berkaitan
dengan analisis estimasi pendapatan.
3.2 Objek dan Subjek Penelitian
Objek penelitian ini berfokus pada realisasi Retribusi daerah kab. Padang
Sidempuan.
3.3 Jenis Data
Jenis data yang penulis gunakan yaitu data yang cara pemerolehannya
secara tidak langsung, tetapi melalui dokomentasi data, dan buku-buku yang
berhubungan dengan masalah penelitian ini.

3.4 Teknik Pengumpulan Data


Teknik Pengumpulan Data digunakan untuk memperoleh data yang
diperlukan. dalam penelitian ini terdapat beberapa teknik pengumpulan data yang
dipergunakan oleh penulis guna mendukung penelitian ini.
Adapun teknik-tekniknya adalah sebagai berikut:
a) Observasi
Dalam penelitian ini peneliti mengadakan pengamatan dan pencatatan dengan
sistematik mengenai hal-hal yang diselidiki.
b) Studi Keperpustakaan dilakukan dengan cara mengumpulkan data dan
membaca buku yang ada hubungannya dengan materi penulisan yang
berkaitan dengan pajak hiburan.

3.5. Teknik Analisis Data


Penelitian ini menggunakan teknik analisi data yang digunakan adalah
interaktif.

Adapun teknik tersebut terdiri dari :

11
1) Metode Penelitian Kuantitatif adalah metode yang lebih menekankan pada
aspek pengukuran secara obyektif, untuk dapat melakukan pengukuran, dan
dijabarkan kedalam beberapa komponen masalah, variabel dan indikator.
Setiap variabel yang ditentukan diukur dengan memberikan symbol angka
yang berbeda sesuai dengan kategori informasi yang berkaitan dengan
variabel tersebut. Dengan menggunakan symbol-symbol angka tersebut,
teknik perhitungan secara kuantitatif metematik dapat dilakukan sehingga
dapat.
2) Metode Penelitian kualitatif adalah metode yang lebih menekankan pada
aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah daripada melihat
permasalahan untuk penelitian generalisasi. Metode panelitian ini lenih suka
mengunakan teknik analisi mendalam, yakni mengkaji masalah seara kasus
perkasus karena metodologi kualitatif yankin bahwa sifat suatu masalah satu
akan berbeda dengan sifat dari masalah lainnya. Tujuan dari metodologi ini
bukan suatu generalisasi tetapi pemahaman secara mendalam terhadap suatu
masalah, penelitian kualitatif berfungsi memberikan kategori substantif dan
hipotesis penelitian kualitatif.
3) Penarikan kesimpulan
Kesimpulan tidak akan terjadi sampai pengumpulan data berakhir.
Kesimpulan tersebut pada awalnya kurang jelas kemudian semakin meningkat
secara eksklusif dan memiliki landasan yang kuat.

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1. HASIL PENELITIAN


DATA RETRIBUSI DAERAH KAB PADANG SIDEMPUAN
PROVINSI SUMATERA UTARA

12
PERIODE 2007 s.d 2011
(Dalam Rupiah)

No Tahun Realisasi Retribusi Daerah


1 2007 3.176.718.331,00
2 2008 3.982.462.106,88
3 2009
4.672.149.572,43
4 2010 4.873.000.000,00
5 2011 7.016.000.000,00
TOTAL 23.720.330.010,31

4.2. PEMBAHASAN PENELITIAN


Estimasi pendapatan untuk tahun 2012 Kab. Padang Sidempuan dapat
dihitung sebagai berikut :
a. Metode Simple Moving Average (SMA)

Tahun Realisasi Retribusi Daerah


2007 3.176.718.331,00
2008 3.982.462.106,88
2009 4.672.149.572,43
2010 4.873.000.000,00
2011 7.016.000.000,00
Total 23.720.330.010,31

Rata-Rata retribusi daerah tahun = 23.720.330.010,31


5
= 4.744.066.002,06

Jadi, estimasi retribusi Kab. Padang Sidempuan tahun 2012 dengan


mengguanakan Metode Simple Moving Average (SMA)
adalah sebesar Rp4.744.066.002,06

b. Metode Exsponential (Exs)

Tahun Realisasi Retribusi Daerah


2007 3.176.718.331,00
2008 3.982.462.106,88

13
2009 4.672.149.572,43
2010 4.873.000.000,00
Total 16.704.330.010,31

Rata-Rata retribusi daerah tahun 2007-2009


= 3.176.718.331,00 + 3.982.462.106,88 + 4.672.149.572,43
4
= 44.553.076.240,00

Estimasi retribusi tahun 2012


= P t + 1 = R t + ( 1 )rata-rata P
= (0,4 x 44.553.076.240) + (0,6 x 4.873.000.000,00)

= 17.821.230.496 + 2.923.800.000

=20.745.030.496
Jadi, estimasi retribusi Kab. Padang Sidempuan tahun 2012 dengan
menggunakan Teknik exponential smooting (EXS) adalah sebesar
Rp20.745.030.496

c. Teknik Transformation Moving Average (TMA)


Perubahan
Tahun Realisasi Retribusi Daerah
Pendapatan Retribusi
2007 3.176.718.331,00 -
2008 3.982.462.106,88 805.743.775,88
2009 4.672.149.572,43 689.687.465,55
2010 4.873.000.000,00 200.850.427,57
2011 7.016.000.000,00 2.143.000.000
Total 23.720.330.010,31 3.839.281.669

Rata-rata perubahan pendapatan = 3.839.281.669


4
= 959.820.417,25
Estimasi retribusi tahun 2012 = EP t + 1 = P t + rata-rata P

14
= 7.016.000.000,00 + 959.820.417,25
= 7.975.820.417,25
Jadi, estimasi retribusi Kab.Padang Sidempuan tahun 2012 dengan
menggunakan Transformation moving average (TMA) adalah sebesar
Rp7.975.820.417,25

d. Teknik Regresi
Tahun X Nilai (Y) X2 XY
sss200 1 3.176.718.331,00 1 3.176.718.331
7
2008 2 3.982.462.106,88 4 7.964.924.213,76
2009 3 4.672.149.572,43 9 14.016.448.717,29
2010 4 4.873.000.000,00 16 19.492.000.000
2011 5 7.016.000.000,00 25 35.080.000.000
Total 15 23.720.330.010,31 55 79.730.091.262,05

b = n xy - x y
n x2 ( x ) 2

=
(5 x 79.730.091.262,05) - (15 x 23.720.330.010,31 )

(5 x 55) - (15)2

= 398.650.456.310,25 355.804.950.154,65

50

= 856.910.123,11

a = y b x

= 23.720.330.010,31 856.910.123,11 (15)

15
= 64.146.076.240 + 12.853.651.846,65

= 2.173.335.632,73

Y= a+bx

= 2.173.335.632,73 + 856.910.123,11 (6)

= 2.173.335.632,73 + 5.141.460.738,66

= 7.314.796.371,39

Jadi, estimasi retribusi Kab. Padang Sidempuan pada tahun 2012dengan


menggunakan metode regresi adalah sebesar Rp7.314.796.371,39

16
BAB V

SIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN

1. Simpulan Penelitian
Dari hasil pembahasan diatas, keakuratan estimasi retribusi masing-masing metode
dapat disimpulkan sebagai berikut :
Estimasi Retribusi Realisasi %
No Metode kab. Padang retribusi daerah Keakurata
sidempuan tahun 2012 n
1 Simple Moving
Rp4.744.066.002,06 7.217.000.000,00 65,73
Average
2 Metode Rp20.745.030.496,0
7.217.000.000,00 287,45
Exsponential 0
3 Transformation
Rp7.975.820.417,25 7.217.000.000,00 110,51
Moving Average
4 Regresi Rp7.314.796.371,39 7.217.000.000,00 101,36

Dari table keakuratan data diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa metode yang
paling tepat digunakan untuk mengestimasikan retribusi daerah Kota Padang
Sidempuan tahun-tahun mendatang adalah metode regresi, karena hasil estimasinya
paling mendekati 100% atau hasil estimasi dengan metode regresi ini paling
mendekati jumlah realisasi retribusi daerah Kota Padang Sidempuan tahun 2012.
Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan kepada Pemerintah Kota Padang
Sidempuan untuk menggunakan metode regresi ini dalam mengestimasikan PAD di
tahun mendatang.

2. Keterbatasan Penelitian

17
Penelitian ini membahas perhitungan estimasi retribusi dengan
berbagai model dan tingkat keakuratan estimasi retribusi tahun
2012 dari realisasi retribusi daerah Kota Padang Sidempuan tahun
2012.
Dari keseluruhan perhitungan dibuatlah table untuk
mempermudah menganalisis keakuratan masing-masing model
estimasi tersebut.

3. Saran
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pedoman bagi
pemerintah dalam menetapkan kebijakan estimasi yang paling
akurat terkait PAD. Dari hasil penelitian ini, peneliti menyarankan
kepada Pemda Kota Padang SIdempuan untuk menggunakan
metode regresi dalam mengestimasi PAD nya. Karena metode
regresi ini menghasilkan data yang lebih akurat dari metode-
metode estimasi lainnya. Dengan menggunakan metode regresi
ini, diharapkan Pemda Kota Padang SIdempuan dapat lebih mudah
mengestimasikan PAD tahun-tahun mendatang.

18
REFERENSI

Abdul Halim.(2004). Manajemen Keuangan Daerah. Yogyakarta:UPP AMP


YKPN

Mahmudi.(2010). Manajemen Keuangan Daerah.Yogyakarta: Erlangga

Adiguna, Permana.2012.ProsedurAdministrasi Untuk Memberi Kemudahan Bagi


Wajib Pajak,Sehingga diharapkan dengan adanya hal tersebut meningkatkan
kepatuhan membayar pajak.Depok:

www.djpk.depkeu.go.id

19
LAMPIRAN

Data Realisasi APBD tahun 2007

Data Realisasi APBD tahun 2008

20
Data Realisasi APBD tahun 2009

Data Realisasi APBD tahun 2010

21
Data Realisasi APBD tahun 2011

Data Realisasi APBD tahun 2012

22