Anda di halaman 1dari 13

TUGAS BAHASA INDONESIA

Hubungan Bahasa Indonesia sebagai Ilmu Pengetahuan,


Teknologi, dan Seni.

Oleh:
Kelompok 4
1. Ni Luh Putu Manik Juni Astri Dewi (P07120216009)
2. I Putu Wawan Narendra Putra (P07120216012)
3. Made Ayu Ryas Prihatini (P07120216014)
4. Annisa Pratiwi (P07120216031)
DIV KEPERAWATAN 1A
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN AJARAN 2016/2017
Kata Pengantar
Puji syukur penulis panjatkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha
Esa, karena berkat rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik
dan tepat waktu. Selain itu penulis juga mengucapkan banyak terimakasih kepada dosen
pembimbing sekaligus penanggung jawab mata kuliah Bahasa Indonesia, I Gede Widjanegara,
SKM,M.Fis. yang telah memberikan tugas dan membimbing kami. Penulis membuat makalah
ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia, yang berjudul Hubungan Bahasa
Indonesia Sebagai Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni.
Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Maka penulis berharap
kritik dan sarannya. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan
bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Denpasar, 12 September 2016

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Sampai saat ini, sudah 78 tahun usia bahasa Indonesia sejak pertama kali disebut
secara resmi pada Soempah Pemoeda 28 Oktober 1928. Kurun waktu yang tidak dapat
dikatakan sebentar, tetapi tidak juga terlalu tua. Dalam rentang waktu tersebut, berbagai
peristiwa berkaitan dengan bahasa Indonesia terjadi. Kongres bahasa Indonesia, berbagai
ejaan yang muncul sejak Ejaan van Ophuysen sampai Pedoman Umum Ejaan Bahasa
Indonesia yang Disempurnakan, seminar-seminar, penelitian-penelitian, dan secara legal
formal adalah ditetapkannya bahasa Indonesia secara resmi sebagai bahasa nasional dan
bahasa negara dalam bab XV pasal 36 Undang-undang Dasar 1945.
Sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia mempunyai berbagai fungsi, yaitu sebagai
bahasa resmi negara, bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan, alat perhubungan
pada tingkat nasional bagi kepentingan menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan,
dan alat pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, seni, serta
teknologi modern. Fungsi-fungsi ini tentu saja harus dijalankan secara tepat dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara.
Fungsi bahasa Indonesia dalam kaitannya dengan lembaga-lembaga pendidikan
seperti telah disebutkan di atas adalah sebagai bahasa pengantar. Jadi, dalam
kegiatan/proses belajar-mengajar bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa
Indonesia. Berkaitan dengan hal ini, saat ini muncul fenomena menarik dengan adanya
Sekolah Nasional Berstandar Internasional (SNBI). Kekhawatiran sebagaian orang
terhadap keberadaan bahasa Indonesia dalam SNBI muncul karena bahasa pengantar yang
digunakan dalam beberapa mata pelajaran adalah bahasa asing. Padahal kalau kembali ke
fungsi bahasa Indonesia, salah satunya adalah bahasa pengantar di lembaga-lembaga
pendidikan.
Fenomena paling menonjol yang tengah terjadi pada kurun waktu ini adalah
terjadinya proses globalisasi. Proses perubahan inilah yang disebut Alvin Toffler sebagai
gelombang ketiga, setelah berlangsung gelombang pertama (agrikultiur) dan gelombang
kedua (industri). Perubahan yang demikian menyebabkan terjadinya pula pergeseran
kekuasaan dari pusat kekuasaan yang bersumber pada wilayah, kemudian kepada kapital
atau modal, selanjutnya (dalam gelombang ketiga) kepada penguasaan terhadap informasi
(ilmu pengetahuan dan tekhnologi).
Proses globalisasi ini lebih banyak ditakuti daripada dipahami untuk kemudian
diantisipasi dengan arif dan cermat. Oleh rasa takut dan cemas yang berlebihan itu,
antisipasi yang dilakukan cenderung bersifat defensif membangun benteng-benteng
pertahanan dan merasa diri sebagai objek daripada subjek di dalam proses perubahan.
Bahasa Indonesia telah di akui sebagai bahasa persatuan sejak zaman dulu.
Tepatnya ketika di cetuskan sumpah pemuda pada tanggal 28 oktober 1928. Bahasa
Indonesia telah melewati masa-masa dimana banyak sekali peristiwa sejarah yang
merupakan fase perjuangan bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan,
memerangi pemberontak-pemberontak, jaman orde baru hingga sekarang. Seiring dengan
adanya perubahan-perubahan kosdisi tersebut, bahasa bahasa Indonesia pun mengalami
beberapa, baik dalam cara penulisan, pengucapan, penambahan dan pengurangan kosa
kata., perbaikan ejaan dan lain-lain. Semua ini bertujuan untuk memperbaiki dan
mengembangkan penggunaan bahasa Indonesia agar lebih baik sampai sekarang bahasa
Indonesia tetap indah untuk di ucapkan, tetap indah untuk di dengar, tapi indah di baca.
Tentu hal tersebut akan menjadi kenyataan kalau bahasa Indonesia di ucapkan dan di tulis
dengan baik dan beretika.
Sastra Indonesia, merupakan karya hasil unggkapan perasaan, emosi, pikiran, yang
di tuangkan dengan bahasa baik lisan maupun tulisan juga mengalami banyak
perkembangan, kita harus bangga karna hasil karya sastra bangsa Indonesia memiliki
kualitas yang baik. Sastra Indonesia menjadi tempat curahan hati, dimana bahasa yang di
tumpahkan merupkan hasil penerjemahan dari expreesi hati dan jiwa, pemikiran, kehendak
dan lain-lain. Karena hal tersebut berhubungan erat dengan seni., budaya dan keidahan,
maka kartya sastra memiliki arti tersendiri. Sastra Indonesia Indonesia harus di
pertahankan kualitasnya hingga akhir hayat, karena dalam suatu sastra Indonesia tedapat
nilai-nilai positif yang dapata memberikan makna petuah, nasehat, contoh, amanat, yang
dapat memberikan pengaruh yang bermakna.
Untuk itu, bahasa dan sastra harus tetap harus digunakan pada rel yang benar, agar perilaku
generasi bangsa tidak memburuk di masa depan. Hal ini penting, sebab bahasa merupakan
sesuatu yang di gunakan sehari-hari, apabila bahasa yang di gunakan buruk, maka dapat di
katakana bahwa hal ini merupakan perilaku buruk yang akan mempengaruhi pada
psikologi pribadi dan tata nilai di masyarakat.
Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu berhubungan dengan sesamanya.
Bahasa menjadi alat utama dalam menjaga dan membina hubungan dengan sesama. Bahasa
merupakan alat komunikasi yang paling penting. Membina hubungan dengan relasi bisnis
di butuhkan ketrampilan berbahasa yang baik makna dasarnya adalah harus selalu
menggunakan bahasa yang baik dan benar, tidak berkonotasi .Dengan itu saja dapat
diyakini rekan bisnis akan semakin mempercepat hubungan bisnis dengan kita , tentu saja
hal tersebut akan menguntungkan kedua belah pihak. intinya adalah gunakan lah bahasa
Indonesia dengan baik beretika karena bahasa merupakan moral dan etika .
Dalam karya sastra Indonesia memang memiliki peran sebagai ujung tombak.
Karya sastra yang tidak beretika dipastikan akan dikritik negatif oleh rakyat dan dilarang
pemerintah. Perkembangan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi ( iptek) telah mendorong
bermunculnya banyak istilah baru yang digunakan untuk memberikan aneka konsep yang
diciptakan atau ditemukan manusia. Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang relative baru
juga tidak luput dari tuntutan modrenisasi kosakata. Sebagi bahasa yang cukup terencana ,
kegiatan pembentukan istilah dalam bahasa Indonesia sebenarnya telah di lakukan dengan
cukup terkoordinasi di bawah pusat bahasa.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Bagaimana hubungan bahasa Indonesia sebagai ilmu pengetahuan, teknologi, dan
seni?
1.3 BATASAN MASALAH
Pembahaasan makalah ini hanya terbatas pada hubungan bahasa Indonesia
sebagai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (ipteks), dan dampak bahasa Indonesia
dalam bidang ipteks.

1.4 TUJUAN PENULISAN


1. Menambah pemahaman mahasiswa tentang hubungan dan dampak bahasa ndonesisa
sebagai ilmi pengetahuan,tekhnologi dan seni(ipteks).
2. Untuk pemenuhan tugas mata kuliah bahasa Indonesia.
3.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian bahasa Indonesia


Bahasa tidah dapat terpisahkan dari manusia dan mengikuti dalam setiap pekerjaannya.
Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling
berkomunikasi atau berhubungan, baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan(bahasa isyarat)
dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang
lain. Melalui bahasa, manusia dapar menyeuaikan diri dengan adat istiadat, tingkah laku, tata
karma masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala entuk
masyarakat.
Adapun Definisi bahasa adalah sebagai berikut:
1. Suatu sistem untuk mewakili benda, tindakan, gagasan dan keadaan.
2. Suatu peralatan yang digunakan untuk menyampaikan konsep riil mereka ke dalam
pikiran orang lain.
3. Suatu kesatuan sistem makna.
4. Suatu kode yang yang digunakan oleh pakar linguistik untuk membedakan antara
bentuk dan makna.
5. Suatu ucapan yang menepati tata bahasa yang telah ditetapkan (contoh: Perkataan,
kalimat, dan lain-lain).
6. Suatu sistem tuturan yang akan dapat dipahami oleh masyarakat linguistik.

Sedangkan menurut gorys keraf(1997 :1) bahasa adalah alat komunikasi antar anggota
masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Mungkin ada yang
keberatan dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan
komunikasi. Mereka menunjukkan bahwa dua orang atau pihak yang mengadakan komunikasi
dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah di sepakati bersama.
Bahasa memberikan kemungkinan yang jauh leebih luas dan kompleks dari pada yang dapat
di peroleh dengan menggunakan media tadi. Bahasa haruslah merupakan bunyi yang di
hasilkan oleh alat ucap manusia, bukannya sembarang bunyi.

2.2 Bahasa Indonesia Dalam Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi


Ilmu dan bahasa merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Bahasa berperan penting
dalam upaya pengembangan dan penyebar luasan ilmu. Setiap penelitian ilmiah tidak dapat di
laksanakan tanpa menggunaka bahasa.
Upaya-upaya pengenyebar luasan ilmu juga tidak mungkin dilaksanakan tanpa bahasa
sebagai media komunikasi. Setiap forum ilmiah pasti menggunakan bahasa sebagai sarana
utama. Aktifitas yang di arahkan untuk memahami, mengeksplorasi, mendiskusikan konsep-
konsep ilmu tidak dapat di selenggaraan tanpa melibatkan bahasa sebagai sarana.
Dengan menggunakan wujud bahasa manusia saling berkomunikasi satu sama lain,
sehingga dapat saling berbagi pengalaman dan saling belajar untuk meningkatkan intelektual.
Dengan bahasa, segala ilmu pengetahuan yang di ciptakan atau di temukan manusia data di
sebarluaskan kepada orang lain, ke daerah lain untuk kepentingan kesejahteraan manusia
secara umum. Kehidupan pun semakin hari semakin baik berkat penemuan-penemuan baru
oleh para ilmuan.
Ilmu pengetahuan juga harus di sampaikan menggunakan bahasa yang mudah di pahami.
Oleh karena itu apabila sebuah ilmu pengetahuan yang di temukan oleh seorang ilmuan, dan
di tulis menggunakan bahasa yang hanya di kuasai oleh ilmuan. Salah satu cara yang di
tempuh adalah dengan menerjemahkan buku kedalam berbagai bahasa, khususnya kedalam
bahasa yang di pahami oleh orang yang memerlukan ilmu pengetahuan tesebut, sehingga
pemahaman terhadap ilmu pengetahuan dalam buku tersebut menjadi maksimal.
Selain penyampaian informasi atau ilmu pengetahuan menggunakan bahasa yang di
pahami oleh pemakai informasi atau pemakai ilmu pengetahuan, maka di dalam
penyampaiannya harus memperhatikan struktur bahasa.
Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa pendukung ilmu pengetahuan dan teknologi
(iptek) untuk kepentingan pembangunan nasional. Peranan lain yang telah dibuktian oleh
bahasa Indonesia adalah dalam kedudukannya sebagai wahana transformasi ilmu pengetahuan
dan teknologi. Penyarapan ilmu pengetahuan dan teknologi berbagai sumber melalui proses
belajar mengajar, dari jenjang sekolah dasar sampai pendidikan tinggi, dapat terlaksana
dengan baik dan lancar. Bahasa Indonesia mampu menyesuaikan diri dengan berbagai
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi di dunia luar.

Dampak Positif dan Negatif Teknologi

Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari
kemajuan dapat kita rasakan dampak positifnya antara lain:

1. Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi
bagian manapun melalui internet
2. Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan
melalui handphone
3. Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah, dll.

Disamping keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan kemajuan teknologi


tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain:
1. Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas). Penggunaan informasi
tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan fihak
tertentu untuk tujuan tertentu
2. Kerahasiaan alat tes semakin terancam melalui internet kita dapat memperoleh informasi
tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara
langsung dari internet.
3. Kecemasan teknologi, selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer.
Kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam
komputer inilah beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi. Rusaknya modem
internet karena disambar petir.

2.3 Bahasa Indonesia sebagai Sarana Pengembangan IPTEK


Ditinjau dari segi usia, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang masih muda. Bahasa
Indonesia sebagai bahasa nasional baru pada tahun 1928 yang ditandai dengan lahirnya
Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. sejak itu pula nama Indonesia dipakai
sebagai nama tersebut, yang sebelumnya dikenal dengan bahasa Melayu. Setelah Indonesia
merdeka, bahasa Indonesia itu dijadikan bahasa negara, seperti dapat dibaca pada Undang-
Undang Dasar 1945, pasal 36. ini berarti bahwa, sebagai bahasa negara bahasa Indonesia
baru lahir pada tahun 1945, bersamaan dengan disahkannya Undang-Undang Dasar 1945.
Suatu kenyataan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi di negara kita ini, sedang
mengalami perkembangan yang sangat pesat. Kepesatan perkembangannya, perlu diimbangi
oleh bahasa yang mampu mewadahinya serta yang mampu meneruskan ilmu pengetahuan
dan teknologi ini, baik secara horisontal (kepada generasi yang sama), maupun secara
vertikal (kepada generasi yang akan datang).
Untuk itu, pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk bahan
pembahasan seyogyanya ditulis dengan gaya karya ilmiah, atau ilmiah populer. Penyajian
karya ilmiah populer tidak memerlukan skema atau pengetahuan yang rumit tentang segala
sesuatu yang dibahas. Ilmu pengetahuan dan teknologi dapat disajikan dengan bahasa yang
jelas, dengan mempergunakan istilah yang lazim digunakan dalam masyarakat umum.
Nadanya informatif, diselingin banyak humor agar menarik bagi pembaca.
Orang awam biasanya tidak tertarik kepada istilah yang terlalu khusus dan terdengar
aneh. Mareka ingin sesuatu yang biasa-biasa saja, yang sudah ada di dalam masyarakat.
Apabila di dalam masyarakat ada istilah yang dapat dipergunakan untuk merujuk pada suatu
konsep tentang pengetahuan dan teknologi, maka hendaklah istilah itu dipakai. Apabila tidak
ada istilah yang sesuai dengan konsep itu, maka hendaklah mengambil istilah yang sudah
ada, yang maknanya hampir sama atau mendekati istilah yang dimaksud.
Penggunaan istilah baru sebagai pengganti istilah asing, memang seyogyanya
mendapatkan perhatian khusus dari para penulis karangan ilmiah. Namun pengembangan
penggunaan selanjutnya sangat bergantung kepada keberanian istilah baru itu dalam
masyarakat. Kata canggih misalnya, kini sudah memasyarakat dengan baik. Salah satu
alasannya mungkin karena kata sophisticated yang semula dipergunakan sebelum kata
canggih dilakukan, belum begitu banyak dipergunakan oleh penulis ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Kata-kata politik, sukses, dan stop, misalnya sudah merupakan kata serapan yang
sangat mapan. Namun kata baru yang berasal dari kata-kata tersebut tidak semuanya
mendapat penerimaan yang sama di kalangan masyarakat. Kata menyetop sudah lazim
digunakan secara umum, demikian juga kata memolitikkan. Namun kata menyukseskan
masih bersaing dengan kata mensukseskan tanpa ada tanda-tanda yang mana yang akan
tersingkir, seperti hanya dengan kata mempolitikkan.
Begitu pula dengan kecendrungan sementara orang untuk menggunakan istilah-istilah
yang kurang cocok untuk karangan ilmiah, seperti penggunaan akhiran an, untuk kata apa,
dan cepat juga dapat dihilangkan.
Dalam bahasan Indonesia, untuk bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, telah
tumbuh peristilahan, ungkapan dan semantik. Menciptakan istilah mengharuskan
penghayatan ilmu yang bersangkutan dan pemahaman bahasa yang secukupnya. Di sini kita
temukan perpaduan antara cara cipta dan cita rasa. Ada banyak istilah yang kita ciptakan
hanya dengan membubuhkan awalan dan akhiran. Kata larut misalnya, dapat kita turunkan
menjadi melarut, larutan, pelarut, pelarutan, dan kelarutan. Kita pun dapat menggali dari
khasanah bahasa Indonesia. Sebagai contoh, kita sudah lama tidak mempunyai istilah untuk
padanan kata steady flow, tetapi kita sekarang dapat mengindonesiakannya menjadi aliran
lunak. Penggunaan dari bahasa Inggris to sense kini banyak yang dihubungkan dengan
teknologi mutakhir, yaitu cara merekam permukaan bumi dari setelit. Untuk itu, kini kita
gunakan mengindera dan selain itu dapat pula kita turunkan seperangkat kata, seperti
pengeinderaan, penginderaan jauh, teknik pengeinderaan dan pengindera.
Bentuk lain, penuturan bahasan Indonesia sebagai bahasa IPTEK, yang merupakan
padanan dari bahasa asing, misalnya kata engineering dapat dipadankan dengan kata
rekayasa. Dari kata rekayasa dapat diciptakan kata perekayasaan, merekayasa, teknik
merekayasa, rekayasa genetika, dan sebagainya.
Belakangan ini ada anggapan dari kebanyakan orang, bahwa bahasa Indonesia tidak
dapat diringkas. berdasarkan penelitian dan pengamatan yang dilakukan oleh Purwo
Hadijojo, yang difokuskan pada perbandingan judul karya ilmiah dalam bahasa Inggris
Ground Water for Irrigation dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan dengan jumlah
kata yang relatif sama, yaitu air tanah untuk irigasi, ada juga judul karya ilmiah dari bahasa
Inggris yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang lebih pendek, yaitu The
Economic Value of Ground Water dalam bahasa Indonesia Nilai Ekonomi Air Tanah. Namun
demikian, ada juga yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang lebih panjang
Modern well Design dalam bahasa Indonesia Perencanaan sumur Bor Masa Kini.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa bahasa Indonesia memiliki
kemampuan yang sama dengan bahasa lainnya dalam memasyarakatkan IPTEK. (Eyang
Ageng Sastranegara)
2.4 Bahasa indonesia sebagai seni
Bahasa, seni dan religi adalah tiga hal yang tidak tepisahkan. Dalam bahasa ada
kesenian dan religi. Sebaliknya dalam seni dan agama terdapat bahasa. Ketiganya
merupakan unsur kebudayaan yang universa. Bahasa di tempatkan pada urutan pertama
karena manusia sebagai mahluk biologis harus berinteraksi dan berkomunikasi dalam
kelompok sosial.
Bahasa merupakan kebudayaan pertama yang di miliki setiap manusia dan bahasa itu
dapat berkembang karena akal atau sistem pengetahuan manusia. Dalam proses
kehidupannya, manusia baru menyadari dirinya sebagai mahluk yang lemah dalam
memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya, maka lahirlah keyakinan di dalam diri manusia
bahwa ada kekuatan lain yang lemah dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya, maka
lahirlah keyakinan di dalam diri manusia bahwa ada kekuatan lain ang maha dasyat di luar
dirinya. Timbul dan berkembanglah religi. Untuk mengiringi kepercayaan atau sistem religi
itu supaya lebih bersemangat dan lebih semarak maka di ciptakanlah seni.
Berdasarkan uraian di atas, hubungan bahasa, seni dan agama atau kepercayaan adalah
kesenian menyempurnakan dan menyemarakkan sistem agama dengan menggunakan media
bahasa. Bahasa, seni dan agama merupakan unsur-unsur universal. Bahasa adalah induk dari
segala kebudayaan. Atas dasar tersebut hubungan bahasa, seni,dan agama juga di peroleh
dengan memahami hubungan bahasa dan kebudayaan.
Bahasa sebagai sarana pengembangan kebudayaan mengandung makna bahwa bahasa
berperan sebagai alat atau sarana kebudayaan untuk mengembangkan kebudayaan itu
sendiri. Kebudayaan Indonesia dikembangkan melalui bahasa Indonesia. Sarana untuk
memahami kebudayaan adalah bahasa. Atas dasar itu hubungan bahasa dan kesenian dan
agama adalah bahasa sebagai sarana pengembang kesenian dan agama. Keindahan (estetika)
merupakan salah satu nilai dari kesenian yang berasal dari ekspresi dan kekreatifan manusia.
Agama di Indonesia di kembangkan melalui kesenian dengan bahasa Indonesia.
contohnya: dalam penyebaran agama islam di Indonesia oleh para kiai, wali dan ulama yang
menyebarkan islam di pulau jawa menggunakan seni sebagai sarana pendakwahannya dalam
menyebarkan agama islam. Dalam dakwahnya para wali menggunakan bahasa yang mudah
di mengerti dan di pahami yaitu bahasa Indonesia. bahasa sebagai jalur penerus kebudayaan
atau seni mengandung makna bahwa bahasa berperan sebagai sarana pewarisan kebudayaan
dari generasi ke generasi. setiap unsur kesenian dan keagamaan dari unit yang terkecil
sampai yang terbesardi beri nama atau istilah. dalam proses pembelajaran dan pengajaran
kesenian dan agama. hubungan agama dan kesenian arus di hubungkan tetapi juga harus di
bedakan dari agama. garis pemisah di antara keduanya tidak tegas. kesenian dan agama
sangat berhubungan erat untuk melahirkan kesenian dan agama yang bias di gunakan untuk
mengiringi upacara keagamaan dengan di iringi berbagai jenis sastra, nyanyian dan music.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan.

Jika dilihat dari segi Ilmu pengetahuan dan teknologi, upaya-upaya pengenyebar
luasan ilmu juga tidak mungkin dilaksanakan tanpa bahasa sebagai media komunikasi. Setiap
forum ilmiah pasti menggunakan bahasa sebagai sarana utama. Aktifitas yang di arahkan
untuk memahami, mengeksplorasi, mendiskusikan konsep-konsep ilmu tidak dapat di
selenggaraan tanpa melibatkan bahasa sebagai sarana. Sebagai contoh dalam penerapan
teknologi informasi Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa sehari-hari untuk
memudahkan penyebaran informasi, seperti dalam penyampaian berita, informasi di internet
dan bahasa Indonesia sudah dijadikan salah satu bahasa yang perkembangannya sudah bisa
diakui dunia dengan contoh bahasa Indonesia sudah bisa diterjemahkan kedalam seluruh
bahasa dalam internet (contohnya: google translate) dengan demikian Bahasa Indonesia
memiliki kedudukan yang sama dengan bahasa lainnya dalam perkembangan Iptek di dunia.
Jika dilihat dari segi seni, Bahasa merupakan kebudayaan pertama sebelum agama dan
tradisi yang di miliki setiap manusia dan bahasa itu dapat berkembang karena akal atau sistem
pengetahuan manusia. Seperti contoh, penggunaan bahasa Indonesia dalam penyebaran agama
islam lewat wali songo melalui kebudayaan seperti pementasan wayang yang menggunakan
bahasa Indonesia untuk menyampaikan pengetahuan agama islam kepada masyarakat
Indonesia.

B. Saran.

Peningkatan fungsi bahasa Indonesia sebagai sarana keilmuan perlu terus dilakukan
sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seirama dengan ini, peningkatan
mutu pengajaran bahasa Indonesia di sekolah perlu terus dilakukan.
Daftar Pustaka

Esten, Mursai. 2010. Bahasa dan Sastra Sebagai Identitas Bangsa Dalam Proses
Globalisasi.http://www.susandi.wordpress.com diakses 12 September 2016.
Muslich, Masnur. 2006. Bahasa Indonesia dan Era Globalisasi.
http://www.researchengines.com diakses 12 September 2016
http://saifurublog.blogspot.com/2011/10/peranana-dan-fungsi-bahasa-Indonesia.html
http://rahmat-aufklarung.blogspot.com/2011/04/eksistensi-bahasa-indonesia-di-era.html
http://simpleon7.wordpress.com/2011/06/11/bahasa-indonesia-tantangan-dan-peluang-pada-era-
globalisasi/
http://santri-ppsd.blogspot.com/2011/06/makalah-bahasa-dan-sastra-indonesia.htmlSamsuri.
1994 , analisis bahasa . Jakarta ; Erlangga
http : // www . indocina ,net / viewtopic.php
http : // id . wikisource .org/wiki