Anda di halaman 1dari 35

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Didalam industri seperti sekarang ini, bidang teknologi sangatlah penting
peranannya dalam berbagai hal. Mesin bubut merupakan mesin perkakas yang
digunakan untuk memotong benda yang diputar. Mesin bubut sendiri merupakan suatu
proses pemakanan benda kerja yang syatan nya dilakukan dengan cara memutar benda
kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan dengan sumber gerakan dari
motor.
Oleh karena itu, pemilihan komponen yang tepat dan akurat merupakan suatu
yang harus dipenuhi untuk menghasilkan peralatan yang mendukung. Terutama pada
komponen transmisi daya. Untuk menciptakan mesin bubut yang baik, maka komponen
yang ada pada mesin harus memiliki standar yang ada sehingga tidak mudah terjadi
kerusakan pada mesin. Standar dari komponen tersebut meliputi ketahanan komponen,
gaya yang dihasilkan dan lainnya.
Oleh sebab itu, dibutuhkan perhitungan pada komponen mesin bubut tersebut.
Perhitungan ini didasarkan pada ilmu elemen mesin. Dengan menguasai pengetahuan
tentang komponen elemen mesin dan cara perhitungan serta desain maka akan
memberikan peningkatan produktifitas hasil kerja di bidang keterampilan teknik dan
pengabdian.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah dalam laporan ini, yaitu :
1. Bagaimana cara mendesain dan membuat transmisi mesin bubut dengan suatu
perencanaan yang efektif dan efisien?
2. Bagaimana cara pemilihan transmisi pada mesin bubut sesuai dengan kebutuhan?
3. Komponen komponen apa yang digunakan dalam perencanaan transmisi pada
mesin bubut?

1.3 Batasan Masalah


Dalam merencanakan pembuatan mesin bubut ini perlu ada sesuatu batasan,
antara lain :
1. Alat yang digunakan untuk memproses material tidak diperhitungkan
2. Transmisi yang digunakan adalah
3. Dimensi mesin bubut tidak diperhitungkan
4. RPM daya

1.4 Tujuan Perancangan


Manfaat dari penulisan laporan ini adalah :
1. Mengetahui sistem kerja dari mesin bubut

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
2

2. Mendapatkan rancangan perhitungan transmisi pada mesin bubut.


3. Mendapatkan desain transmisi mesin bubut yang sesuai dengan perhitungan.
4. Mengetahui parameter yang digunakan dalam perancangan mesin bubut
5. Dapat merancang mesin bubut dengan efisiensi dan efektifitas kerja yang tepat

1.5 Manfaat Perancangan


Manfaat dari penulisan laporan ini adalah :
1. Memberikan gambaran secara umum mengenai mekanisme perencanaan
pembuatan mesin bubut.
2. Memberikan inovasi baru agar mempermudah dalam menggunakan mesin bubut
kepada penggunanya.

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
3

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Gear (Roda Gigi)


Gear adalah sebutan untuk roda gigi yang bekerja pada suatu mesin untuk
mentransmisikan daya. Gear merupakan elemen mesin yang bentuk sederhananya
bergerigi, dapat berputar dan biasanya terhubung dengan gear lain untuk mengirimkan
torsi. Dua buah gear atau lebih yang bekerja bersama-sama akan menghasilkan tenaga
mekanis melalui perputarannya merupakan definisi sederhana dari mesin.

2.1.1 Macam Macam Roda Gigi


1. Roda Gigi dengan Poros Sejajar
Roda gigi dengan poros sejajar adalah roda gigi dimana giginya berjajar pada
bidang silinder/poros yang kedua bidang silinder tersebut bersinggungan dan yang
satu menggelinding pada yang lain dengan sumbu sejajar/lurus. Roda gigi dengan
poros sejajar dibedakan menjadi:
a) Roda Gigi Lurus (Spurs Gear)
Merupakan roda gigi paling dasar dengan jalur roda gigi sejajar poros.
Menurut buku A Textbook of Machine Design oleh R.S. Khurmi & J.K.Gupta,
roda gigi lurus (spurs gear) memiliki kelebihan dan kekurangan, antara lain :
Kelebihan : - Pembuatan mudah
- Memiliki perbandingan kecepatan yang konstan
Kekurangan : - Memiliki tingkat kebisingan yang tinggi ketika dijalankan
pada kecepatan tinggi
- Memerlukan pelumas yang cocok pada pengoperasiannya

Gambar 2.1 Roda gigi lurus


Sumber : Khurmi, R.S (2005,p.1026)

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
4

b) Roda Gigi Miring (Helical Gear)


Roda gigi miring mempunyai jalur gigi yang membentuk ulir pada silinder
jarak bagi. Pada roda gigi miring ini, jumlah pasangan gigi yang saling membuat
kontak serentak (disebut perbandingan kontak) adalah lebih besar dari pada roda
gigi lurus, sehinggga perpindahan momen atau putaran melalui gigi gigi tersebut
dapat berlangsung dengan halus. Sifat ini sangat baik untuk mentransmisikan
putaran tinggi dan beban besar. Namun, roda gigi miring memerlukan bantalan
aksial dan kotak roda gigi yang besar dan kokoh, karena jalur gigi yang terbentuk
ulir tersebut menimbulkan gaya reaksi yang sejajar dengan poros. Menurut buku
A Textbook of Machine Design oleh R.S. Khurmi & J.K.Gupta, roda gigi miring
(helical gear) memiliki kelebihan dan kekurangan, antara lain
Kelebihan : - Kemungkinan selip kecil
- Dapat mentransmisikan beban berat -
Kekurangan : - Memerlukan bantalan aksial kokoh
- Pengerjaan rumit

Gambar 2.2 Roda gigi miring


Sumber : Khurmi, R.S (2005, p.1074)

c) Roda Gigi Miring Ganda


Gaya aksial yang ditimbulkan pada gigi membentuk alur berbentuk V
tersebut akan saling meniadakan. Dengan roda gigi ini, perbandingan reduksi,
kecepatan keliling dan daya yang diteruskan dapat diperbesar tetapi
pembuatannya sukar. Menurut buku A Textbook of Machine Design oleh R.S.
Khurmi & J.K.Gupta, roda gigi miring ganda (double helical gear) memiliki
kelebihan dan kekurangan, antara lain
Kelebihan : - Kemungkinan selip kecil
- Dapat mentransmisikan daya yang besar
Kekurangan : - Pembuatannya sukar
- Memerlukan bantalan yang kokoh

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
5

Gambar 2.3 Roda gigi miring ganda


Sumber : Khurmi, R.S (2005, p.1071)

d) Roda Gigi Dalam dan Pinion


Roda gigi ini dipakai jika diingini alat transmisi dengan ukuran kecil
dengan perbandingan reduksi besar karena pinion terletak di dalam roda gigi.
Menurut buku A Textbook of Machine Design oleh R.S. Khurmi & J.K.Gupta,
roda gigi dalam dan pinion memiliki kelebihan dan kekurangan, antara lain
Kelebihan : - Kemungkinan selip kecil
- Tidak sebising roda gigi lurus
Kekurangan : - Kecepatan rendah
- Pembuatannya sukar

Gambar 2.4 Roda gigi dalam dan pinion


Sumber : L Mott, Robert (2004, p.327)

e) Roda Gigi dan Pinion


Merupakan dasar profil pahat pembuat gigi. Pasangan antara batang gigi
dan pinion digunakan untuk mengubah gerakan putar menjadi lurus atau
sebaliknya. Menurut buku A Textbook of Machine Design oleh R.S. Khurmi &
J.K.Gupta, roda gigi dan pinion memiliki kelebihan dan kekurangan, antara lain
Kelebihan : - Mengubah gerakan putar menjadi lurus

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
6

- Pembuatan sederhana
Kekurangan : - Kemungkinan Selip

Gambar 2.5 Roda gigi dan pinion


Sumber : L Mott, Robert (2004, p.328)

2. Roda Gigi dengan Poros Berpotongan


Pada roda gigi ini, poros roda gigi satu sama lain saling tegak lurus.
Misalnya poros roda gigi 1 porosnya vertikal sedangkan poros roda gigi 2 porosnya
horizontal. Ciri-ciri roda gigi miring adalah :
Arah gigi membentuk sudut terhadap sumbu poros.
Distribusi beban sepanjang garis kontak tidak uniform.
Kemampuan pembebanan lebih besar dari pada roda gigi lurus.
Gaya aksial lebih besar sehingga memerlukan bantalan aksial dan roda gigi yang
kokoh.
a. Roda Gigi Kerucut Lurus
Dengan gigi lurus adalah yang paling mudah dibuat dan paling sering
dipakai. Tetapi roda gigi ini sangat berisik karena perbandingan kontaknya yang
kecil juga konstruksinya tidak memungkinkan pemasangan bantalan pada kedua
ujung porosnya. Menurut buku A Textbook of Machine Design oleh R.S.
Khurmi & J.K.Gupta, roda gigi kerucut lurus memiliki kelebihan dan kekurangan,
antara lain
Kelebihan : - Pembuatannya mudah
- Memiliki kemampuan pembebanan yang lebih baik
Kekurangan : - Berisik
- Tidak dapat digunakan bantalan pada dua poros

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
7

Gambar 2.6 Roda gigi kerucut lurus


Sumber : L Mott, Robert (2004, p.334)

b. Roda Gigi Kerucut Spiral


Karena mempunyai perbandingan kontak yang besar, maka roda gigi ini
dapat meneruskan putaran tinggi dan beban besar. Sudut poros kedua roda gigi ini
biasanya dibuat 90o. Menurut buku A Textbook of Machine Design oleh R.S.
Khurmi & J.K.Gupta, roda gigi kerucut spiral memiliki kelebihan dan
kekurangan, antara lain
Kelebihan : - Dapat mentransmisikan putaran tinggi
- Meneruskan beban besar
Kekurangan : - Pembuatan rumit

Gambar 2.7 Roda gigi kerucut spiral


Sumber : L Mott, Robert (2004, p.334)

c. Roda Gigi Permukaan


Roda gigi ini sama halnya dengan roda gigi lurus yakni berisik karena
perbandingan kontak yang kecil. Roda gigi ini tidak cocok dipakai pada putaran
dan daya yang tinggi. Menurut buku A Textbook of Machine Design oleh R.S.
Khurmi & J.K.Gupta, roda gigi permukaan memiliki kelebihan dan kekurangan,
antara lain, yaitu :
Kelebihan : - Pembuatan Mudah
Kekurangan : - Pengoperasian berisik
- Daya dan putaran rendah

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
8

Gambar 2.8 Roda Gigi Permukaan


Sumber : L Mott, Robert (2004, p.339)

3. Roda Gigi dengan Poros Silang


Roda gigi dengan poros silang adalah roda gigi yang porosnya saling
bersilangan antara roda gigi satu dengan yang lain. Kedua sumbu saling bersilang
dengan jarak sebesar , biasanya sudut yang dibentuk sebesar 90o.
a. Roda Gigi Cacing Silindris
Roda gigi ini mempunyai gigi cacing berbentuk silinder. Kerjanya halus
dan hampir tanpa bunyi. Menurut buku A Textbook of Machine Design oleh R.S.
Khurmi & J.K.Gupta, roda gigi cacing silindris memiliki kelebihan dan
kekurangan, yaitu :
Kelebihan : - Reduksi besar
- Pengoperasian mesin lebih halus
Kekurangan : - Pembuatan sulit

Gambar 2.9 Roda gigi cacing silindris


Sumber : L Mott, Robert (2004, p.339)

b. Roda Gigi Gobloid (Cacing Gobloid)


Digunakan untuk gaya yang lebih besar karena perbandingan kontak yang
lebih besar. Menurut buku A Textbook of Machine Design oleh R.S. Khurmi &
J.K.Gupta, roda gigi gobloid memiliki kelebihan dan kekurangan, yaitu :

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
9

Kelebihan : - Perbandingan lebih besar dari roda gigi cacing silindris


Kekurangan : - Pembuatan sulit

Gambar 2.10 Roda gigi cacing gobloid


Sumber : L Mott, Robert (2004, p.339)

c. Roda Gigi Hipoid


Roda gigi ini mempunyai jalur berbentuk spiral pada bidang kerucut yang
sumbunya bersilang. Pemindahan gaya pada permukaan gigi berlangsung secara
meluncur dan menggilinding. Menurut buku A Textbook of Machine Design
oleh R.S. Khurmi & J.K.Gupta, roda gigi hipoid memiliki kelebihan dan
kekurangan, yaitu :
Kelebihan : - Daya besar
- Kemungkinan selip kecil
Kekurangan : - Pembuatan sulit

Gambar 2.11 Roda Gigi Hipoid


Sumber : L Mott, Robert (2004, p.305)

2.1.2 Bagian- Bagian Roda Gigi

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
10

Gambar 2.12 Bagian-bagian dari roda gigi kerucut lurus


Sumber : L Mott, Robert (2004, p.309)

1. Lebar gigi (face width)


Kedalaman gigi diukur sejajar sumbunya.
2. Jarak bagi lingkar (circular pitch)
Jarak sepanjang lingkaran pitch antara profil dua gigi yang berdekatan
atau keliling lingkaran pitch dibagi dengan jumlah gigi.
3. Addendum
Jarak antara lingkaran kepala dengan lingkaran pitch dengan lingkaran
pitch diukur dalam arah radial.
4. Dedendum
Jarak antara lingkaran pitch dengan lingkaran kaki yang diukur dalam
arah radial.
5. Tebal gigi (tooth thickness)
Lebar gigi diukur sepanjang lingkaran pitch.
6. Kelonggaran (clearance)
Jarak radial dari ujung puncak sebuah gigi roda gigi yang satu ke
bagian dasar dari gigi roda gigi yang lain untuk suatu pasangan roda gigi.
7. Dedendum circle
Lingkaran kaki gigi yaitu lingkaran yang membatasi kaki gigi.

8. Clearance circle
Lingkaran yang bersinggungan dengan linkaran addendum dari gigi
yang berpasangan.
9. Bottom land
Permukaan bagian bawah gigi.
10. Sisi kaki (flank of tooth)
Permukaan gigi dibawah lingkaran pitch.
11. Sisi kepala (face of tooth)
Permukaan gigi diatas lingkaran pitch.
12. Lingkaran pitch (pitch circle)

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
11

Lingkaran khayal yang menggelinding tanpa terjadinya slip. Lingkaran ini


merupakan dasar untuk memberikan ukuran-ukuran gigi seperti tebal gigi,
jarak antara gigi, dan lain-lain.
13. Width of space
Tebal ruang antara roda gigi diukur sepanjang lingkaran pitch.
14. Outside circle
Lingkaran kepala gigi yaitu lingkaran yang membatasi gigi.
15. Puncak kepala (top land)
Permukaan dipuncak gigi.

2.1.3 Profil Roda Gigi


Untuk mendapatkan keadaan transmisi gerak dan daya yang baik, maka profil
gigi harus mempunyai bentuk yang teratur sehingga kontak gigi berlangsung dengan
mulus. Oleh karena itu profil gigi dibuat dengan bentuk geometris tertentu, agar
perbandingan kecepatan sudut antara pasangan roda gigi harus selalu sama. Agar
memenuhi hat tersebut dikenal 3 jenis konstruksi profil gigi, yaitu:
1. Konstruksi Kurva Evolvent
Adalah kurva yang dibentuk oleh sebuah titik yang terletak pada sebuah garis
lurus yang bergulir pada suatu silinder atau kurva yang dibentuk oleh satu titik pada
sebuah tali yang direntangkan dari suatu gulungan pada silinder.

Gambar 2.13 Konstruksi kurva evolvent


Sumber : Khurmi, R.S (2005, p.1031)

Keuntungan kurva evolvent :


Pembuatan profil gigi mudah dan tepat, karena menggunakan sisi cutter
(pisau potong) yang lurus.
Ketepatan jarak sumbu roda gigi berpasangan tidak perlu presisi sekali.
Jika ada perubahan kepala gigi atau konstruksi gigi pada suatu
pengkonstruksian perubahan dapat dilakukan dengan cutter (pisau pemotong).
Dengan modul yang sama, walaupun jumlah giginya berbeda, maka
pasangan dapat dipertukarkan.
Arah dan tekanan profil gigi adalah sama.

2. Konstruksi Kurva Sikloida

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
12

Profil sikloida digunakan karena cara kerja sepasang roda gigi sikloida sama
seperti dua lingkaran yang saling menggelinding antara yang satu dengan-
pasangannya.

Gambar 2.14 Konstruksi kurva sikloida


Sumber : Khurmi, R.S (2005, p.1029)

Kurva sikloida adalah kurva yang dibentuk oleh sebuah titik pada sebuah
lingkaran yang menggelinding pada sebuah jalur gelinding. Dari keadaan konstruksi
pasangan roda gigi, maka kurva sikloida dapat berupa:
a. Orthosikloida, lingkaran menggelinding pada jalur gelinding berupa garis
lurus.
b. Episikloida, lingkaran menggelinding pada jalur gelinding berupa sisi
luar lingkaran.
c. Hiposikloida, lingkaran menggelinding pada jalur gelinding berupa sisi
dalam lingkaran.
Profil sikloida bekerja berpasangan dan dengan jarak sumbu yang
presisi, sehingga tidak dapat dipertukarkan dengan mudah, kecuali yang dibuat
berpasangan yang sama. Keuntungan penggunaan profil sikloida :
Mampu menerima beban yang lebih besar.
Keausan dan tekan yang terjadi lebih kecil.
Cocok digunakan untuk penggunaan presisi.
Jumlah gigi dapat dibuat lebih sedikit.

2.2 Pulley
2.2.1 Definisi Pulley
Suatu alat yang digunakan untuk mentransmisikan daya dari satu poros ke
poros yang lainnya melalui perantara belt (sabuk) atau tali. Pulley dapat terbuat
dari besi cor, baja cor, baja tekan, kayu, dan kertas. Bahan material yang digunakan
harus memiliki koefsien gesek yang tinggi dan kemampupakaian yang baik (nilai
keausan rendah). Pulley yang dibuat dari baja press lebih ringan dibandingkan degan
pulley cor, tetapi dalam banyak kasus memiliki nilai koefisien gesek yang rendah dan
dapat dengan mudah aus. Macam-macam pulley:

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
13

1. Sheaves/V-Pulley
Sheaves/V-Pulley adalah paling sering digunakan untuk transmisi,produk ini
digerakkan oleh V-Belt.karena kemudahannya dan dapat diandalkan. Produk ini telah
dipakai selama satu dekade.
2. Variable Speed Pulley
Variable Speed Pulley adalah perangkat yang digunakan untuk mengontrol
kecepatan mesin. Berbagai proses industri seperti jalur perakitan harus bekerja pada
kecepatan yang berbeda untuk produk yang berbeda. Dimana kondisi memproses
kebutuhan penyetelan aliran dari pompa atau kipas, memvariasikan kecepatan dari drive
mungkin menghemat energi dibandingkan dengan teknik lain untuk kontrol aliran.
3. MiLock Pulleys
MiLock Pulleys digunakan pada pegas rem jenis ini menawarkan keamanan
operasional yang tinggi untuk semua aplikasi, melindungi personil, mesin dan peralatan,
dapat diandalkan untuk pengereman yang mendadak atau fungsinya menahan pada
mesin yang tiba-tiba mati atau karena kegagalan daya.
4. Timing Pulley
Ini adalah jenis lainnya dari katrol dimana ketepatan sangat dibutuhkan untuk
aplikasi. Material khusus yang tersedia untuk aplikasi yang mempunyai kebutuhan yang
lebih spesifik.

2.3 Belt (Sabuk)


2.3.1 Definisi sabuk atau belt
Belt (sabuk) atau rope (tali) digunakan untuk mentransmisikan daya dari
poros yang satu ke poros yang lain dengan memakai pulley yang berputar
pada kecepatan yang sama atau pada kecepatan yang berbeda. Besarnya daya yang
ditransmisikan tergantung pada faktor berikut :
1. Kecepatan belt.
2. Tarikan belt yang ditempatkan pada pulley.
3. Luas kontak antara belt dan pulley terkecil.
4. Kondisi belt yang digunakan.
Pemilihan belt yang akan dipasang pada pulley tergantung pada
faktor sebagai berikut :
1. Kecepatan poros penggerak dan poros yang digerakkan
2. Rasio kecepatan reduksi
3. Daya yang ditransmisikan
4. Jarak antara pusat poros
5. Layout poros
6. Ketersedian tempat
7. Kondisi pelayanan

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
14

2.3.2 Klasifikasi Jenis Belt


Jenis belt biasanya diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok sebagai berikut :
1. Light drives (penggerak ringan). Ini digunakan untuk mentransmisikan daya yang
lebih kecil pada kecepatan belt sampai 10 m/s seperti pada mesin pertanian
dan mesin perkakas ukuran kecil.
2. Medium drives (penggerak sedang). Ini digunakan untuk mentransmisikan daya
yang berukuran sedang pada kecepatan belt 10 m/s sampai 22 m/s seperti pada
mesin perkakas.
3. Heavy drives (penggerak besar). Ini digunakan untuk mentransmisikan daya yang
berukuran besar pada kecepatan belt di atas 22 m/s seperti pada mesin kompresor
dan generator.
Ada tiga jenis belt ditinjau dari segi bentuknya adalah sebagai berikut :
1. Flat belt (belt datar). Seperti ditunjukkan pada Gambar 2.16 (a) banyak digunakan
pada pabrik atau bengkel, dimana daya yang ditransmisikan berukuran sedang dari
pulley yang satu ke pulley yang lain ketika jarak dua pulley adalah tidak melebihi 8
meter.

Gambar 2.18 Flat Belt


Sumber : Khurmi, R.S (2005,p.719)

2. V-Belt (belt bentuk V). Seperti ditunjukkan pada Gambar 2.16 (b), adalah banyak
digunakan dalam pabrik dan bengkel dimana besarnya daya yang ditransmisikan
berukuran besar dari pulley yang satu ke pulley yang lain ketika jarak dua pulley
adalah sangat dekat.

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
15

Gambar 2.19 Flat Belt


Sumber : Khurmi, R.S (2005, p.719)

3. Circular belt atau rope (belt bulat atau tali). Seperti ditunjukkan pada Gambar 2.16
(c), adalah banyak digunakan dalam pabrik dan bengkel dimana besarnya daya
yang ditransmisikan berukuran besar dari pulley yang satu ke pulley yang lain
ketika jarak dua pulley adalah lebih dari 8 meter.

Gambar 2.20 Flat Belt


Sumber : Khurmi, R.S (2005, p.719)

2.3.3 Dasar pemilihan material untuk sabuk


Material yang digunakan untuk belt dan tali harus kuat, fleksibel dan tahan
lama. Harus juga mempunyai koefisien gesek yang tinggi. Menurut material yang
digunakan belt dapat diklasifikasikan sesuai dengan yang terlihat pada Tabel 2.2.

Tabel 2.2
Material belt dan density

Sumber: Khurmi, R.S . (2005, p.28)


Tabel 2.3 menunjukkan nilai koefisien gesek untuk material belt dan
material pulley.

Tabel 2.3
Koefisien gesek antara belt dan pulley

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
16

Sumber : Khurmi, R.S . (2005:728)

Gaya-gaya yang bekerja pada sabuk :


Belt PQ dalam kesetimbangan di bawah gaya berikut
1. Tarikan T dalam belt pada P
2. Tarikan (T + T) dalam belt pada Q
3. Reaksi normal RN
4. Gaya gesek F = x RN , di mana = koefisien gesek antara belt dan pulley.

Gambar 2.21 Diagram bebas belt dan pulley


Sumber : Khurmi, R.S (2005, p.733)

2.3.4 Tipe belt drives


1. Open belt drive (penggerak belt terbuka). Seperti ditunjukkan pada Gambar 2.4
belt jenis ini digunakan dengan poros sejajar dan perputaran dalam arah yang
sama. Dalam kasus ini, penggerak A menarik belt dari satu sisi (yakni sisi RQ
bawah) dan meneruskan ke sisi lain (yakni sisi LM atas). Jadi tarikan pada sisi
bawah akan lebih besar dari pada sisi belt yang atas (karena tarikan kecil). Belt sisi
bawah (karena tarikan lebih) dinamakan tight side sedangkan belt sisi atas
(karena tarikan kecil) dinamakan slack side.

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
17

Gambar 2.22 Open belt drive


Sumber : Khurmi, R.S (2005, p.739)

2. Crossed atau twist belt drive (penggerak belt silang) seperti ditunjukkan pada
gambar dibawah, belt jenis ini digunakan dengan poros sejajar dari perputaran
dalam arah yang berlawanan. Dalam kasus ini, penggerak menarik belt dari sisi
satu (yakni sisi RQ) dan meneruskan ke sisi lain (yakni sisi LM) jadi tarikan pada
belt RQ akan lebih besar daripada belt LM. Belt RQ (karena tarikan lebih)
dinamakan tight side sedangkan belt LM (karena tarikan kecil) dinamakan slack
side

Gambar 2.23 Crossed atau Twist Belt Drive


Sumber : Khurmi, R.S (2005, p.683)

3. Quarter turn belt drive (penggerak belt belok sebagian) mekanisme transmisi dapat
dilihat dari gambar berikut. Untuk mencegah belt agar tidak keluar/lepas dari puli,
maka lebar permukaan puli harus lebih besar atau sama.

Gambar 2.24 Quarter Turn Belt Drive


Sumber : Khurmi, R.S (2005, p.684)

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
18

4. Belt with idler pulley (penggerak dengan puli penekan) dinamakan juga jockey
pulley drive, digunakan dengan poros parallel dan ketika open belt drive tidak
dapat digunakan akibat sudut kontak yang kecil pada pulley terkecil. Jenis ini
diberikan untuk mendapatkan rasio kecepatan yang tinggi dan ketika tarikan
belt yang diperlukan tidak dapat diperoleh dengan cara lain.

Gambar 2.25 Belt Drive with idler pulley


Sumber : Khurmi, R.S (2005, p.684)

5. Compound belt drive (penggerak belt gabungan) digunakan ketika


daya ditransmisikan dari poros yang satu dengan lainnya melalui sejumlah pulley.

Gambar 2.26 Compound Belt Drive


Sumber : Khurmi, R.S (2005, p.685)
6. Stepped or cone pulley drive (penggerak puli kerucut atau bertingkat)
digunakan untuk mengubah kecepatan poros yang digerakkan ketika poros utama
(poros penggerak) berputar dengan kecepatan yang konstan.

Gambar 2.27 Stepped or cone pulley drive


Sumber : Khurmi, R.S (2005, p.685)

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
19

7. Fast and loose pulley drive (penggerak puli longgar atau bertingkat)
digunakan ketika poros mesin (poros yang digerakkan) dimiliki atau diakhiri kapan
saja diinginkan tanpa mengganggu poros penggerak. Pulley yang dikunci ke poros
mesin dinamakan fast pulley dan berputar pada kecepatan yang sama seperti poros
mesin. Loose pullley berputar secara bebas pada poros mesin dan tidak mampu
mentransmisikan daya sedikitpun. Ketika poros mesin dihentikan, belt ditekan
ke loose pulley oleh perlengkapan batang luncur (sliding bar)

Gambar 2.28 Fast and loose pulley Drive


Sumber : Khurmi, R.S (2005, p.685)

2.4 Sprocket
2.4.1 Definisi
Dalam bab sebelumnya bahwa penggerak belt dapat terjadi slip dengan
pulley. Untuk menghindari slip, maka rantai baja yang digunakan. Rantai dibuat dari
sejumlah mata rantai yang disambung bersama-sama dengan sambungan engsel
sehingga memberikan fleksibilitas untuk membelit lingkaran roda (sprocket). Sprocket
di sini mempunyai gigi dengan bentuk khusus dan terpasang pas ke dalam sambungan
rantai seperti ditunjukkan pada Gambar 2.29. Sprocket dan rantai dipaksa untuk
bergerak bersama-sama tanpa slip dan rasio kecepatan dijamin sempurna.

Gambar 2.29 Sprocket dan rantai


Sumber : Khurmi, R.S. (2005, p.760)

Rantai lebih banyak digunakan untuk mentransmisikan daya dari poros


satu ke poros lain ketika jarak pusat antara poros adalah pendek seperti pada sepeda,

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
20

sepeda motor, mesin pertanian (traktor), konveyor, rolling mills, dan lain-lain. Rantai
bisa juga digunakan untuk jarak pusat yang panjang hingga 8 meter. Rantai digunakan
untuk kecepatan hingga 25 m/s dan untuk daya sampai 110 kW. Dalam beberapa
kasus, transmisi daya yang lebih tinggi juga memungkinkan menggunakan rantai.
Keuntungan:
1. Tidak slip selama rantai bergerak, di sini rasio kecepatan yang sempurna
dapat dicapai.
2. Karena rantai dibuat dari logam, maka rantai menempati ruang yang kecil
dalam lebar dari pada belt.
3. Dapat digunakan untuk jarak pusat yang pendek dan panjang.
4. Memberikan efisiensi transmisi yang tinggi (sampai 98%).
5. Memberikan beban yang kecil pada poros.
6. Mempunyai kemampuan untuk mentransmisikan gerak ke beberapa poros
hanya dengan satu rantai.
7. Mentransmisikan daya yang lebih besar dibanding belt.
8. Rasio kecepatan yang tinggi dari 8 sampai 10 dalam satu tahap.
9. Dapat dioperasikan pada kondisi atmosfir dan temperatur yang lebih besar.
Kerugian :
1. Biaya produksi rantai relatif lebih tinggi (harga lebih mahal).
2. Rantai membutuhkan pemasangan yang akurat dan perawatan yang hati-
hati, pelumasan yang istimewa dan memperhatikan kelonggaran.
3. Rantai mempunyai fluktuasi kecepatan terutama ketika terlalu longgar.

2.4.2 Macam macam Rantai


Jenis rantai yang digunakan untuk mentransmisikan daya ada tiga tipe, yaitu:
1. Block atau bush chain (rantai ring).
Seperti pada Gambar 2.30, tipe ini menghasilkan suara berisik
ketika bergesekan dengan gigi sprocket. Tipe ini digunakan sedemikian luas
seperti rantai konveyor pada kecepatan rendah.

Gambar 2.30 Block atau Bush Chain


Sumber : Khurmi, R.S. (2005, p.764)

2. Bush roller chain (rantai roll ring)


Seperti pada Gambar 2.31, terdiri dari plat luar, plat dalam, pin, bush
(ring) dan rol. Pin, bush dan rol dibuat dari paduan baja. Suara berisik yang
ditimbulkan sangat kecil akibat impak antara rol dengan gigi sprocket. Rantai
ini hanya memerlukan pelumasan yang sedikit.

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
21

Gambar 2.31 Bush Roller Chain


Sumber : Khurmi, R.S. (2005, p.764)

Gambar 2.32 Bush Roller Chain pada Sepeda Motor


Sumber : Khurmi, R.S. (2005, p.765)

Rantai rol distandarisasi dan diproduksi berdasarkan pitch. Rantai ini


tersedia dalam bermacam-macam deret (baris), ada simplex chain, duplex chain,
dan triplex chain.

Gambar 2.33 Tipe Rol Chain


Sumber : Khurmi, R.S. (2005, p.764)

3. Silent chain (rantai sunyi)


Seperti pada Gambar 2.34, rantai ini dirancang untuk menghilangkan
pengaruh buruk akibat kelonggaran dan untuk menghasilkan suara yang lembut
(tak bersuara).

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
22

Gambar 2.34 Silent chain


Sumber : Khurmi, R.S. (2005, p.764)

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
23

2.5 Shaft (Poros)


2.5.1 Definisi Poros
Poros merupakan salah satu bagian yang terpenting dari setiap mesin. Hampir
semua mesin meneruskan tenaga bersama-sama dengan putaran. Peranan utama dalam
transmisi seperti itu dipegang oleh poros.

2.5.2 Macam-macam Poros


Poros untuk meneruskan daya dikasifikasikan menurut cara
pembebanannya sebagai berikut :
1. Poros Transmisi
Poros macam ini mendapat beban puntir murni atau puntir dan lentur. Daya
ditransmisikan kepada poros ini melalui kopling, roda gigi, puli sabuk atau sprocket
rantai, dll.
2. Spindle
Poros transmisi yang relatif pendek, seperti poros utama mesin perkakas,
dimana beban utamanya berupa puntiran, disebut spindel. Syarat yang harus dipenuhi
poros ini adalah deformasinya harus kecil dan bentuk serta ukurannya harus teliti
3. Gandar
Poros seperti yang dipasang di antara roda-roda kereta barang, dimana tidak
mendapat beban puntir, bahkan kadang-kadang tidak boleh berputar, disebut gandar.
Gandar ini hanya mendapat beban lentur, kecuali jika digerakkan oleh penggerak
mula dimana akan mengalami beban puntir juga.
Menurut bentuknya, poros dapat digolongkan atas poros lurus umum, poros
engkol sebagai poros utama dari mesin torak, dll, poros luwes untuk transmisi daya
kecil agar terdapat kebebasan bagi perubahan arah, dan lain-lain.

2.5.3 Gaya yang Bekerja pada Poros


1. Gaya aksial : Arah beban atau gaya mengarah sepanjang garis sumbu poros.
2. Gaya radial : Arah gaya reaksi atau arah beban mengarah tegak lurus
pada garis sumbu poros.
3. Gaya tangensial : Arah gaya yang bekerja tegak lurus terhadap jari jari poros.

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
24

2.5.4 Perencanaan pada Poros


Untuk merencanakan sebuah poros, hal yang harus diperhatikan antara lain:
1. Kekuatan poros
Suatu poros transmisi dapat mengalami beban puntir atau lentur atau gabungan
antara puntir dan lentur seperti telah diutarakan di atas. Juga ada poros yang
mendapat beban tarik atau tekan seperti poros baling-baling kapal atau turbin.
Kelelahan, tumbukan atau pengaruh konsentrasi tegangan bila diameter
poros diperkecil (poros bertangga) atau bila poros mempunyai alur pasak, harus
diperhatikan. Sebuah poros harus direncanakan hingga cukup kuat untuk menahan
beban-beban di atas.
2. Kekakuan poros
Meskipun sebuah poros mempunyai kekuatan yang cukup tetapi jika
lenturan atau defleksi puntirnya terlalu besar akan mengakibatkan ketidak-telitian
(pada mesin perkakas) atau getaran dan suara (misalnya pada turbin dan kotak roda
gigi).
3. Putaran kritis
Bila putaran suatu mesin dinaikkan maka pada suatu harga putaran tertentu
dapat terjadi getaran yang luar biasa besarnya. Putaran ini disebut putaran kritis. Jika
mungkin, poros harus direncanakan sedemikian rupa hingga putaran kerjanya lebih
rendah dari putaran kritisnya.
4. Korosi
Bahan-bahan tahan korosi (termasuk plastik) harus dipilih untuk poros
propeller dan pompa bila terjadi kontak dengan fluida yang korosif.
5. Bahan poros
Poros-poros yang dipakai untuk meneruskan putaran tinggi dan beban berat
umunnya dibuat dari baja paduan dengan pengerasan kulit yang sangat tahan
terhadap keausan. Beberapa di antaranya adalah baja khrom nikel, baja khrom nikel
molibden, baja khrom, dll. (G4102, G4103, G4104, G4105). Sekalipun demikian
pemakaian baja paduan khusus tidak selalu dianjurkan jika alasannya hanya karena
putaran tinggi dan beban berat. Dalam hal demikian perlu dipertimbangkan
penggurangan baja karbon yang diberi perlakuan panas secara tepat untuk
memperoleh kekuatan yang diperlukan.

2.5.5 Menentukan faktor konsentrasi tegangan (Kt)


Analisis perancangan poros harus mempertimbangkan konsentrasi tegangan.
Tetapi satu masalah muncul karena nilai perancangan sebenarnya dari faktor
konsentrasi tegangan, Kt, tidak diketahui pada saat awal proses perancangan .

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
25

Sebagian besar nilai ini bergantung pada diameter poros dan pada geometri filet dan
alur, dan inilah tujuan dari perancangan poros.
Masalah ini dapat anda atasi dengan membuat sekumpulan nilai
rancangan awal untuk faktor konsentrasi tegangan umum, yang dapat digunakan
untuk menghasilkan perkiraan awal diameter minimum poros. Setelah memilih
ukuran, anda dapat menganalisis geometri akhir dengan nilai awal yang
memungkinkan dengan menilai tingkat kelayakan dari perancangan tersebut.
Nilai rancangan awal Kt ditinjau dari jenis-jenis diskontinuitas geometri yang
paling sering ditemukan dalam poros yang mentransmisikan daya, yaitu: alur pasak,
filet bahu poros, dan alur cincin penahan.
a. Alur Pasak
Alur pasak adalah irisan alur memanjang pada poros untuk menempatkan
pasak, yang memungkinkan pemindahan torsi dari poros ke elemen yang
mentransmisikan daya, atau sebaliknya. Dua jenis alur pasak yang paling sering
digunakan adalah jenis profil dan jenis luncuran. Kt = 2.0 (Profil) ; Kt = 1.6
(luncuran).

Gambar 2.36 (a) Alur Pasak Profil (b) Alur Pasak Luncuran
Sumber : L.Mott (2004, p.506)

b. Filet Bahu
Bila akan ada perubahan diameter pada poros untuk membuat bahu sebagai
pembatas dudukan sebuah elemen mesin, maka konsentrasi tegangan yang
diberikan bergantung pada rasio dari kedua diameter tersebut dan jari filet yang
dibuat. Disarankan agar jari-jari filet sebesar mungkin, tujuannya untuk
memperkecil konsentrasi tegangan, tetapi kadang-kadang rancangan roda gigi,
bantalan, atau elemen lain memengaruhi jari-jari yang dapat digunakan.

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
26

Untuk tujuan perancangan, kita mengelompokkan filet kedalam


dua kategori: tajam (Kt = 2,5) dan bulat halus (Kt = 1,5).

Gambar 2.37 (a) Contoh Filet Tajam (b) Contoh Filet Bulat Halus
Sumber : L.Mott (2004, p.507)

c. Alur Cincin Penahan


Cincin penahan digunakan dalam berbagai jenis usaha penempatan
dalam aplikasi poros. Cincin dipasang dalam alur poros setelah elemen mapan
pada tempatnya. Geometri alur ditentukan oleh pabrikan cincin. Biasanya
konfigurasinya adalah alur dangkal dengan sisi-sisi dinding dan dasar yang
lurus dan jari-jari filet yang kecil pada dasar dipasang berdekatan. Jadi,
faktor konsentrasi tegangan pada alur adalah cukup tinggi. Sebagai perancangan
awal, kita akan menggunakan Kt= 3,0 untuk tegangan lengkung pada alur cincin
penahan dengan menganggap jari-jari filet agak tajam.

2.6 Bearing (Bantalan)


2.6.1 Definisi Bearing

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
27

Bantalan (Bearing) merupakan salah satu bagian dari elemen mesin yang
memegang peranan penting kerena fungsi dari bantalan yaitu menumpu sebuah poros
agar poros dapat berputar tanpa mengalami gesekan yang berlebihan. Bantalan harus
cukup kuat untuk memungkinkan poros dan elemen mesin yang lainnya
berfungsi dengan baik.

2.6.2 Macam-macam Bearing


1. Jenis-jenis bantalan luncur
i. Bantalan luncur aksial
Bantalan ini menghantarkan poros engkol menerima gaya akasial yaitu
terutama pada saat terjadi melepas / menghubungkan pelat saat mobil berjalan
konstruksi bearing ini juga terbagi menjadi dua dan dipasang pada poros jurnal
bagian tengah pullet.

Gambar 2.38 Bantalan luncur aksial


Sumber : Suga Kiyukatsu (1983, p.129)

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
28

ii. Bantalan khusus


Yaitu kombinasi antara bantalan luncur radial dan aksial.

Gambar 2.39 Bantalan khusus


Sumber : Suga Kiyukatsu (1983, p.129)

iii. Bantalan gelinding (Roller Bearing)


Pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar
dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti bola roll
Jenis-Jenis Bantalan Gelinding
a. Bantalan bola radial alur dalam baris tunggal
Berdasarkan konstruksinya, jenis ini ideal untuk beban radial.
Bearing ini biasanya dipasangkan dengan bearing lain, baik itu dipasang
secara pararel maupun bertolak belakang, sehingga mampu juga untuk
menahan beban aksial.

Gambar 2.40 Bantalan bola radial alur dalam baris tunggal


Sumber : Suga Kiyukatsu (1983,p.129)

b. Bantalan alur dalam baris ganda


Jenis ini mempunyai dua baris bola, masing-masing baris mempunyai
alur sendiri-sendiri pada cincin bagian dalamnya. Pada umumnya
terdapat alur bola pada cincin luarnya. Cincin bagian dalamnya mampu
bergerak sendiri untuk menyesuaikan posisinya. Inilah kelebihan dari
jenis ini, yaitu dapat mengatasi masalah poros yang kurang sebaris.

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
29

Gambar 2.41 Bantalan alur dalam baris ganda


Sumber : Suga Kiyukatsu (1983, p.129)

c. Bantalan rol silinder ganda


Bearing ini mempunyai dua baris elemen roller yang pada umumnya
mempunyai alur berbentuk silinder. Jenis ini memiliki kapasitas beban radial
yang besar sehingga ideal untuk menahan beban kejut.

Gambar 2.42 Bantalan rol silinder ganda


Sumber : Suga Kiyukatsu (1983,p.129)

d. Bantalan rol silinder baris tunggal


Jenis ini mempunyai dua alur pada satu cincin yang biasanya terpisah.

Gambar 2.43 Bantalan rol sillinder baris tunggal


Sumber : Suga Kiyukatsu (1983, p.129)

e. Bantalan bola aksial satu arah


Bearing jenis ini hanya cocok untuk menahan beban aksila dalam satu
arah saja. Elemenya dapat dipisahkan sehingga mudah melakukan
pemasangan. Beban aksial minimum yang dapat ditahan tergantung dari
kecepatannya. Jenis ini sangat sensitif terhadap ketidaksebarisan
(misalignment) poros terhadap rumahnya.

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
30

Gambar 2.44 Bantalan bola aksial satu arah


Sumber : Suga Kiyukatsu (1983,p.129)

f. Bantalan bola aksial ganda


Bearing jenis ini hanya cocok untuk menahan beban aksila dalam
satu arah saja. Elemenya dapat dipisahkan sehingga mudah melakukan
pemasangan. Beban aksial minimum yang dapat ditahan tergantung dari
kecepatannya. Jenis ini sangat sensitif terhadap ketidaksebarisan
(misalignment) poros terhadap rumahnya.

Gambar 2.45 Bantalan bola aksial ganda


Sumber : Suga Kiyukatsu (1983, p.129)

2. Berdasarkan arah beban terhadap poros


a. Bantalan radial
Arah beban yang ditumpu oleh bantalan adalan tegak lurus
dengan sumbu poros.

Gambar 2.46 Bantalan radial


Sumber : Khurmi, R.S (2005, p.984)

b. Bantalan aksial
Arah beban yang ditumpu oleh bantalan ini adalah sejajar dengan
sumbu poros.

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
31

Gambar 2.47 Bantalan aksial


Sumber : Khurmi, R.S (2005, p. 984)

2.7 Key (Pasak)


2.7.1 Definisi Pasak
Pasak adalah bagian dari mesin yang berfungsi untuk penahan/pengikat
benda yang berputar. Pasak digunakan untuk menyambung poros dan roda gigi,
roda pulley, sprocket, cam, lever, impeller dan sebagainya. Dengan pasak inilah
akan diperoleh sambungan yang kuat dan fleksibel sehingga mudah untuk disapang
dan dilepas. Karena distribusi tegangan secara aktual untuk sambungan pasak
ini tidak dapat diketahui secara lengkap maka dalam perhitungan tegangan
disarankan menggunakan faktor keamanan sebagai berikut :
1. Untuk beban torsi yang konstan (torque steady) >> N = 1.5
2. Untuk beban yang mengalami kejut rendah >> N = 2.5
3. Untuk beban kejut besar terutama beban bolak-balik >> N = 4.5

2.7.2 Macam macam pasak


1. Pasak datar segi empat (Standart square key)
Tipe pasak ini adalah suatu tipe yang umumnya mempunyai dimensi
lebar dan tinggi yang sama, yang kira-kira sama dengan 0,25 dari diameter poros.

Gambar 2.45 Pasak datar segi empat


Sumber : Spott, M. F. (1991, p.161)

2. Pasak datar standar (Standart flat key)


Pasak ini adalah jenis pasak yang sama dengan pasak datar segi
empat, hanya disini tinggi pasak tidak sama dengan lebar pasak, tetapi tingginya
mempunyai dimensi yang tersendiri.

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
32

Gambar 2.46 Pasak datar standar


Sumber : Spott, M. F. (1991, p.161)

3. Pasak tirus (Tepered key)


Pasak jenis ini pemakainya tergantung dari kontak gesekan antara hub
dengan porosnya untuk mentransmisikan torsi. Artinya torsi yang medium level
dan pasak ini terkunci pada tempatnya secara radial dan aksial diantara hub dan
porosnya oleh gaya dari luar yang harus menekan pasak tersebut kearah aksial
dari poros.

Gambar 2.47 Pasak tirus


Sumber : Spott, M. F. (1991, p.161)

4. Pasak bidang lingkaran (Wood ruff key)


Pasak ini adalah salah satu pasak yang dibatasi oleh satu bidang datar
pada bagian atas dan bidang bawah merupakan busur lingkaran hampir berupa
setengah lingkaran.

Gambar 2.48 Pasak Bidang Lingkaran


Sumber : Spott, M. F. (1991, p.161)

5. Pasak bintang (Splines)


Pasak yang dibuat menyatu dengan poros yang cocok dalam keyways
menyinggung di hub. Poros tersebut dikenal sebagai poros splined. Poros ini

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
33

biasanya memiliki empat, enam, sepuluh atau enam belas splines. Poros
splined relatif lebih kuat dari poros memiliki alur pasak tunggal. Pasak
splines juga dibedakan menjadi pasak bintang lurus dan pasak bintang involute.

Gambar 2.49 Pasak bintang


Sumber : Spott, M. F. (1991, p.161)

Adapun berbagai macam pasak, namun yang dibahas adalah pasak standar
(Standart flat key). Pemasangan pasak pada poros maupun roda yang
disambungkan dan dibuat alur pasak yang disesuaikan dengan ukuran pasak.

2.8 Lubricant (Pelumas)


2.8.1 Definisi Lubricant
Lubricant atau pelumas digunakan dalam bantalan untuk mengurangi gesekan
antara dua permukaan yang diberi gaya untuk membawa pergi panas yang dihasilkan
oleh gesekan. Hal ini juga melindungi bantalan terhadap korosi.

2.8.2 Klasifikasi Lubricant


Semua pelumas diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok berikut:
1. Liquid
Cairan pelumas yang biasa digunakan dalam bantalan adalah minyak
mineral dan minyak sintetis. Minyak mineral paling sering digunakan karena
murah dan stabilitas mereka. Pelumas cair biasanya paling banyak digunakan di
mana mereka dapat bertahan lama.
2. Semi-liquid
Grease adalah pelumas semi-cair yang memiliki kekentalan yang
lebih tinggi daripada minyak. Pada pelumas jenis ini digunakan pada
komponen yang meiliki karakteristik kecepatan lambat dan memiliki tekanan
berat di mana tetes minyak dari bantalan tidak merembet keluar.
3. Solid
Pelumas jenis solid berguna dalam mengurangi gesekan di mana minyak
tidak dapat dipertahankan karena tekanan atau suhu. Pada pelumas jenis ini
harus lebih lembutdari bahan yang dilumasi. Sebuah grafit adalah yang
paling umum dari pelumas padat baik sendiri atau dicampur dengan minyak
atau lemak.

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
34

2.8.3 Fungsi dan Tujuan Pelumasan


Fungsi pelumasan di unit bantalan adalah sebagai berikut:
1. Untuk merendahkan gesekan antara unsur-unsur bergulir dan ras dari bantalan
dan pada titik kontak, permukaan , dan sebagainya.
2. Untuk melindungi komponen bantalan dari korosi.
3. Untuk membantu mengusir panas dari unit bantalan.
4. Untuk membawa panas dari unit bantalan.
5. Untuk membantu menghilangkan kotoran dan kelembaban dari bantalan.

2.8.4 Istilah yang Berhubungan dengan Pelumasan


1. Viskositas
Viskositas adalah ukuran tingkat fluiditas cairan. Viskositas adalah
properti fisik berdasarkan kemeampuan minyak membentuk, mempertahankan
dan menawarkan ketahanan geser di bawah panas dan tekanan. Semakin besar
panas dan tekanan, viskositas yang lebih diperlukan semakin besar.
2. Indeks viskositas
Indeks viskositas (VI) adalah ukuran yang mrnunjukkan perubahan
viskositas dengan variasi suhu. Hal ini digunakan untuk
mengkarakterisasi perubahan viskositas dengan kaitannya dengan suhu di
dalam minyak pelumas.

di mana V menunjukkan indeks viskositas, viskositas kinematik U pada 40 C


(104 F), dan L & H berbagai nilai-nilai berdasarkan viskositas kinematik pada
100 C (212 F) tersedia dalam ASTM D2270.
3. Flash Point
Flash Point adalah suhu terendah di mana minyak menguapuap yang
cukup untuk mendukung putaran flash sesaat tanpa benar-benar membakar
minyak ketika api dibawa dalam jarak 6 mm pada permukaan minyak.
4. Fire Point
Fire Point adalah suhu di mana minyak menguap yang cukup untuk
membakar terus menerus saat dinyalakan.
5. Pour Point
Pour Point adalah suhu di mana minyak akan berhenti mengalir bila
didinginkan.
6. Cloud Point
Cloud Point adalah suhu di mana padatan terlarut tidak larut lagi,
mempercepat dalam tahap kedua memberikan cairan. Istilah ini relevan dengan
beberapa aplikasi dengan konsekuensi yang berbeda.
7. Aniline Point
Titik anilin dari minyak didefinisikan sebagai suhu minimum di mana
volume yang sama dari anilin (C6H5NH2) dan minyak yang larut, yaitu

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017
35

membentuk satu fasa pada saat pencampuran. Nilai ini memberikan perkiraan
atas isi dari senyawa aromatik dalam minyak, karena kelarutan anilin, yang
juga merupakan senyawa aromatik menunjukkan adanya sejenis (aromatik)
senyawa dalam minyak.
8. Neutralization Number
Dalam kimia, nilai asam (atau "nomor netralisasi" atau "angka asam" atau
"keasaman") adalah massa kalium hidroksida (KOH) dalam miligram
yang diperlukan untuk menetralkan satu gram zat kimia. Jumlah asam adalah
ukuran dari jumlah gugus asam karboksilat dalam senyawa kimia, seperti asam
lemak, atau campuran senyawa.
9. Ash (Abu)
Residu yang sulit terbakar dari minyak pelumas (juga bahan bakar) yang
ditentukan dengan ASTM D582 - D874 juga (sulfat ash). Beberapa adalah
turunan dari garam-garam logam atau senyawa, persentase abu telah dianggap
memiliki hubungan dengan deferensi.

TUGAS BESAR ELEMEN MESIN


SEMESTER GANJIL 2016/2017