Anda di halaman 1dari 3

7 Fungsi Stomata pada Daun

Advertisement

Stomata merupakan salah satu bagian yang terdapat dalam bagian bagian bunga di bagian daun,
batang, dan bagian lain pada tumbuhan untuk mengatur pertukaran gas. Pori-pori dibatasi oleh
sepasan sel parenchyma yang dikena sebagai pelindung sel yang dapat bertanggung jawab
mengatur ukuran saat membuka. Bagian-bagian dari daun yang berhubungan dengan stomata
yaitu sel pelindung, vakulo, dan sel epidermal.

Stomata ini berperan penting dalam menyediakan bahan untuk diolah dalam fotosintesis. Pada
tanaman dikotil biasanya terdapat lebih banyak stomata di epidermis bawah daripada di
epidermis atas. Pada tanaman monokotil berbeda, biasanya ada jumlah stomata yang sama di ke
dua epidermis. Pada tanaman dengan daun mengapung, stomata mungkin hanya ditemukan pada
bagian atas epidermis. (baca : struktur batang dikotil dan monokotil)

Sedangkan beberapa fungsi stomata yaitu :

1. Mendapatkan karbondioksida dan melepaskan air

Berbeda dengan manusia yang melepaskan karbondioksida, tanaman membutuhkan karbon


dioksida untuk fotosintesis. Karbondioksida sendiri sudah terdapat di atmosfer. Manusia,
kendaraan bermotor, dan industri juga mengeluarkan gas karbondioksida yang bisa juga
menyebabkan dampak pencemaran udara. Hampir kebanyakan tanaman membutuhkan stomata
untuk terbuka selama siang hari. Bagian udara di daun akan dipenuhi dengan uap air yang keluar
dari daun melalui stomata. Ini dikenal dengan proses transpirasi. Tanaman tidak dapat
mendapatkan karbon dioksida tanpa mengeluarkan uap air tersebut.

2. Pendekatan alternatif

Biasanya, karbondioksida diolah menjadi ribulose-1,5-bisphosphate (RuBP) oleh enzim


RuBisCO di mesophyll diarahkan secara langsung menuju bagian udara di dalam daun.
RuBisCO membutuhkan konsentrasi karbondioksida yang tinggi yang berarti membutuhkan
stomata yang lebar dan konsekuensinya kehilangan banyak uap air.

Lobang stomata dapat digunakan dalam konjungsi dengan molekul dengan turunan
karbondioksida yang tinggi, PEPcase (Phosphoenolpyruvate carboxylase). Ini bisa menghasilkan
olahan karbondioksida dalam proses penghasilan energi yang efektif. Sebagai hasilnya PEPCase
menjadi pilihan alternatif saat air yang dimiliki sedikit tapi cahaya yang ada banyak, atau saat
temperatur tinggi meningkatkan daya larut oksigen dari karbondioksida yang dapat memperbesar
masalah oksigenisasi RuBisCo. (baca : fungsi cahaya matahari bagi tumbuhan)

3. Tanaman CAM
Kelompok tanaman gurun disebut dengan tanaman CAM atau Crassulacean Acid Metabolism.
Mereka membuka stomata pada malam hari saat air berevaporasi lebih lambat dari daun untuk
memberikan tingkatan pembukaan stomata. Mereka menggunakan PEPcarboxylase untuk
mengolah karbondioksida dan menepatkan hasilnya di vacuoles besar. Pada hari berikutnya,
mereka menutup stomata dan melepaskan karbondioksida yang diolah dari malam sebelumnya
sehingga menghasilkan RuBisCO. RuBisCO dengan karbon dioksida membuat photorespiration
yang minimal. Melalui pendekatan ini, ada kapasitas terbatas untuk menempatkan karbon olahan
dalam vakuola jadi ini lebih dipilih saat air yang ada terbatas.

4. Membuka dan menutup

Hampir semua tanaman tidak memiliki fasilitas untuk membuka dan menutup stomata mereka
selama siang hari untuk merespon kondisi yang berubah seperti cahaya, kelembaban dan
konsentrasi karbondioksida. Mekanisme dasar berupa regulasi tekanan osmotic. Saat kondisinya
menyuruh stomata membuka (saat cahaya tinggi, kelembaban tinggi), maka sebuah proton
memompa proton H+ dari sel pelindung. Ini berarti sel dengan potensial elektrik akan meningkat
negatif. Potensi negatif tersebut membuka jalan potassium dan membawa ion potassium. Untuk
mengatur voltase negatif tersebut jadi ion potassium yang masuk tidak berneti, ion negatif
menyeimbangkan potassium. Di beberapa kasus, ion klorida akan masuk sementara di tanaman
lain ion malate memproduksi sel pelindung. Peningkatan tersebut menurunkan potensi air di
dalam sel sehingga menghasilkan difusi air ke dalam sel melalui osmosis.

Saat akan mulai merasakan air kekurangan air di tanah maka abscisic acid atau ABA akan
dikeluarkan. ABA mengikat protein pada sel pelindung yang meningkatkan pH dari cytosol sel
dan menyebabkan konsentrasi bebas Ca2+ untuk meningkat di cytosol karena gelombang dari luar
sel dan melepasnya dari dalam . ini menyebabkan klorida dan ion inorganic keluar dari sel.

sponsored links

5. Merespon perubahan lingkungan

Fungsi stomata yang utama berperan penting dalam fotosintesis, transportasi air tanaman dan
pertukaran udara. Kepadatan stomata dan lubang stomata akan terpengaruh karena faktor
lingkungan seperti konsentrasi karbon dioksida, tingkat cahaya, temperature udara, dan durasi
siang hari. Penurunan jumlah stomata merupakan cara tanaman merespon meningkatkan karbon
dioksida dalam atmosfer. Jadi kita bisa mendeteksi tentang perubahan lingkungan melalui
perilaku stomata pada tumbuhan. Saat kualitas udara tidak baik maka stomata akan menurun.

6. Stomata sebagai jalur pathogen

Stomata juga sebagai jalur dari pathogen. Stomata secara jelas merupakan lubang di daun yang
dapat dimasuki oleh pathogen. Pathogen yang masuk melalui stomata dapat mengeluarkan cairan
kimia coronatine yang memaksa stoma untuk membuka kembali selama beberapa jam.

7. Mendeteksi produktivitas tanaman secara alami


Perubahan lingkungan seperti meningkatnya temperature, perubahan pola hujan, perubahan
iklim, dan sebagainya dapat berdampak pada pengurangan produksi makanan dan dapat
memberikan efek negatif dalam produksi pertanian. Meningkatnya kadar CO 2 di atmosfer
meningkatkan fotosintesis, mengurangi tranpirasi dan mengurangi efisiensi penggunaan air.
Memprediksi bagaimana stomata beraksi selama adaptasi dapat membantu untuk memahami
sistem produktivitas tanaman baik secara alami maupun sistem pertanian. Petani tanaman mulai
bekerja bersama untuk menemukan spesies yang dapat dikembangkan dengan baik untuk
menghadapi perubahan lingkungan.

Itulah beberapa fungsi dari stomata yang terdapat pada daun sebagai mulut daun yang dapat
menangkap karbondioksida dan melepaskan uap air. Manusia seharusnya bersyukur telah hidup
berdampingan dengan tumbuh-tumbuhan. Tumbuh-tumbuhan tersebut dapat sangat bermanfaat
bagi manusia jika dirawat dengan sebaik-baiknya. Dijelaskan juga secara umum tentang
bagaimana perubahan lingkungan dapat berpengaruh dalam aktivitas stomata. Seperti yang kita
ketahui bahwa tumbuh-tumbuhan memang sangat berfungsi besar dalam menjaga kualitas udara
yang baik.

Manusia sebenarnya cukup menanam tanaman dan menjaganya untuk mendapatkan oksigen dari
tanaman tersebut. Sayangnya manusia kadang tidak berpikir seperti itu, manusia malah sibuk
dengan memenuhi kebutuhannya sendiri dengan merusak lingkungan yang menyebabkan
pencemaran tanah. Padahal rusaknya lingkungan juga berdampak pada kehidupan manusia juga.
Udara yang kotor dapat membuat manusia menderita berbagai penyakit berbahaya.