Anda di halaman 1dari 38

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan kerja praktek di PT.
Jaya Teknik Indonesia dengan tepat waktu. Selama satu bulan pelaksanaan Kerja
Praktek ini, penulis banyak mendapatkan manfaat, di samping menambah
pengetahuan dan wawasan yang telah di peroleh di perkuliahan, juga menambah
pengalaman kerja di industri sebagai wahana adaptasi terhadap kondisi dunia kerja
sebenarnya. Laporan ini berisi pengamatan selama berada di bandara Soekarno
Hatta mengenai Sistem Perawatan Carousel pada Konveyor di Terminal 3
Bandara Soekarno-Hatta

Keberhasilan pengamatan Kerja Praktek ini tidak lepas dari bantuan,


bimbingan dan dukungan semua pihak terkait. Untuk itu penulis mengucapkan
terima kasih kepada :

1. Allah SWT atas segala rahmat dan kemudahan yang di limpahkan sehingga kami
dapat melaksanakan Kerja Praktek ini dengan baik tanpa kekurangan suatu
apapun.
2. Bapak Ir. Asmawi , M.T sebagai Ketua Program Studi Teknik Mesin Fakultas
Teknik dan Sains Universitas Nasional.
3. Bapak Cahyono Heri Prasetyo, S.T., M.T. selaku dosen pembimbing Kerja
Praktek penulis.
4. Orang tua yang telah memberikan doa restu, motivasi serta dorongan dan
bimbingan untuk meraih cita-cita kami.
5. Bapak Fprata Gurning, General Manager Proyek Ultimate 3 bandara Soekarno-
Hatta, atas kesempatan melakukan kegiatan Kerja Praktek di Proyek Ultimate 3
bandara Soekarno-Hatta.

Fakultas Teknik dan Sains Page 1


6. Bapak Juni, S.T selaku pembimbing Kerja Praktek yang telah memberikan
arahan, saran serta masukan sehingga penulis dapat menjalankan Kerja Praktek
yang penuh kesan dan manfaat.
7. Seluruh staf-staf PT. Jaya Teknik Indonesia yang telah menerima penulis dengan
baik dan memberikan masukan yang sangat positif.
8. Teman-teman KP : Rizky Fauzi, Ahmad Satiri, Muhammad Faisal dan semua
yang mewarnai hari-hari penulis.
9. Dan tak lupa pula, buat seluruh teman-teman di Fakultas Teknik dan Sains
Universitas Nasional, dan semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu per
satu.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih banyak terdapat
kekurangan. Oleh Karena itu segala saran dan kritik yang membangun sangat
dibutuhkan oleh penulis untuk perbaikan ke depan. Penulis berharap semoga laporan
ini bermanfaat bagi para pembaca.

Jakarta, 7 Oktober 2015

Fakultas Teknik dan Sains Page 2


Hermawan Rahmat Saputra

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR1

DAFTAR ISI3

DAFTAR GAMBAR...

DAFTAR TABEL

BAB I PENDAHULUAN.

1.1 Latar Belakang...

1.2 Tujuan

1.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan

1.4 Batasan Masalah

1.5 Metode Pengumpulan Data..

1.6 Sistematika Penulisan

BAB II SEJARAH PT. JAYA TEKNIK INDONESIA

2.1 Sejarah Singkat Perusahaan..

2.2 Visi dan Misi

2.3 Grup Pembangun Jaya.

2.4 Struktur Organisasi..

2.5 Divisi divisi PT. Jaya Teknik Indonesia..

Fakultas Teknik dan Sains Page 3


BAB III LANDASAN TEORI.

3.1 Pengertian Carousel..

3.2 Cara Kerja Carousel.

3.3 Komponen Utama Carousel..

3.4 Pemeliharaan Carousel.

3.5 Tujuan Perawatan

BAB IV PEMBAHASAN.

4.1 Pengertian dan Pemeliharaan Maintenance

4.2 Tujuan Perawatan Maintenance..

4.3 Fungsi Maintenance

4.4 Metode Program Maintenance

4.5 Pemeliharaan dan Perawatan Carousel pada Bandara..

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

5.2 Saran......................................................

DAFTAR PUSTAKA

Fakultas Teknik dan Sains Page 4


DAFTAR GAMBAR

Fakultas Teknik dan Sains Page 5


DAFTAR TABEL

Fakultas Teknik dan Sains Page 6


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pengetahuan yang bersifat praktis menjadi suatu hal yang sangat penting bagi
seorang mahasiswa, terutama ketika terjun dalam dunia kerja yang sesungguhnya.
Berbeda dengan pengetahuan teoritis yang sebagian besar diperoleh melalui bangku
kuliah, pengetahuan yang bersifat praktis dan sesuai perkembangan zaman perlu
diupayakan pula dari luar lingkungan kampus. Salah satu sarana yang sangat baik
bagi mahasiswa adalah melalui kegiatan kerja praktek pada suatu instansi atau
perusahaan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mengetahui
kondisi nyata di lapangan dan berbekal pengetahuan dasar yang dimilikinya dapat
segera menguasai kemampuan aplikatif guna membantu penanganan masalah
tertentu pada instansi atau perusahaan tempat kegiatan kerja prakteknya. Mahasiswa

Fakultas Teknik dan Sains Page 7


juga diharapkan mendapat wawasan tentang etika dalam dunia kerja dan hal-hal
penting lainnya yang belum banyak diperoleh dari bangku kuliah.
Seiring dengan berkembangnya transportasi udara maka kebutuhan akan
pelayanan jasa pada industri transportasi udara juga semakin meningkat dari tahun ke
tahun. Hal ini terlihat dari semakin padatnya jumlah penumpang di bandara setiap
hari. Transportasi udara memiliki keunggulan dibandingkan dengan transportasi
lainnya dalam hal jangkauan jarak yang lebih luas maupun penghematan waktu
dalam perjalanannya. Sehingga pada saat ini transportasi udara sudah menjadi pilihan
utama.
Dalam dunia jasa penerbangan ketepatan dan kecepatan suatu pelayanan
menjadi suatu nilai wajib yang harus selalu dijalankan, khususnya dalam pelayanan
penumpang pada saat check-in dan pelayanan bagasi. Selain untuk memberikan
kepuasan kepada penumpang, pelayanan yang baik juga semakin memberi kontribusi
yang besar untuk bisnis pelayanan jasa penerbangan.
Sekarang ini kemajuan sistem informasi dan teknologi sudah sangat pesat,
begitu juga dalam dunia penerbangan. Penggunaan sistem informasi dan teknologi
sangat bermanfaat dalam menunjang kelancaran kegiatan operasional transportasi
udara. Banyaknya kasus tentang bagasi yang tertukar, hilang bahkan dibongkar sudah
menjadi cerita sehari-hari khususnya di negeri ini. Hal tersebut semakin meyakinkan
bahwa penggunaan sistem informasi dan teknologi yang tinggi semakin dibutuhkan.
Begitu juga dengan penanganan penumpang khususnya pada saat check-in,
keterbatasan kemampuan sumber daya manusia dan tingkat kebutuhan yang cukup
tinggi membuat level of service sering kali tidak terpenuhi.
Oleh sebab itu, sebagai pihak-pihak terkait atas kelancaran kegiatan di dunia
penerbangan yaitu airlines dan bandara ( penyedia layanan penerbangan ) harus
melakukan berbagai strategi khusus dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan
pemenuhan kebutuhan pelanggan dari dalam negeri maupun luar negeri yang
semakin tinggi dari waktu ke waktu. Sehingga menimbulkan pemikiran dan metode

Fakultas Teknik dan Sains Page 8


penyelesaian masalah ini terhadap penggunaan jasa yaitu dengan adanya ilmu
pengetahuan dan teknologi yang lebih canggih maka terciptalah ide yaitu suatu
sistem Baggage Handling Sistem (BHS) sebagai solusi untuk mengatasi masalah
penanganan pelayanan penumpang pada saat check-in maupun penanganan bagasi
dalam bentuk e-baggage.

1.2 Tujuan
1. Menciptakan keteraturan pada saat pengambilan bagasi.
2. Membuat teknologi baru agar mampu bersaing dalam dunia penerbangan.
3. Meminimalisir komplain penumpang terhadap bagasi yang hilang dan rusak.
4. Meningkatkan keamanan dan kenyamanan penumpang.

1.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Kerja praktek ini dilaksanakan di Proyek Ultimate 3 Bandara Soekarno-
Hatta, PT. Jaya Teknik Indonesia, pada tanggal 18 Agustus sampai 18 September
2015.
1.4 Batasan Masalah
Dalam penulisan laporan kerja praktek ini, permasalahan lebih dititik
beratkan pada Intallation Pemasangan Carousel atau konveyor.

1.5 Metode Pengumpulan Data


Dalam Kerja Praktek ini digunakan beberapa metode untuk mendapatkan
data-data yang diperlukan sebagai pedoman dalam penulisan laporan kerja
praktek ini.
1. Studi Literatur
Melakukan pencarian informasi melalui buku-buku bacaan, laporan-laporan,
data-data perusahaan ataupun produk manual yang diberikan oleh
pembimbing serta staff PT. Jaya Teknik Indonesia.

2. Wawancara
Wawancara dengan para staff karyawan Perancangan sistem BHS dalam
Konveyor dengan cara mengadakan tanya jawab secara langsung kepada
pembimbing maupun karyawan lain PT. Jaya Teknik Indonesia.

Fakultas Teknik dan Sains Page 9


1.6 Sistematika Penulisan
Adapun sistematika yang penulis gunakan dalam penulisan laporan kerja
praktek ini adalah sebagai berikut ;

BAB I PENDAHULUAN

Berisi tentang latar belakang kerja praktek, tujuan melakukan kerja


praktek, waktu pelaksanaan kerja praktek, batasan masalah, metode
pengumpulan data, dan sistematika penulisan.

BAB II SEJARAH PT. JAYA TEKNIK INDONESIA

Berisi tentang sejarah perkembangan PT. Jaya Teknik Indonesia dari


tahun ke tahun beserta berbagai group pembangun jaya, struktur
organisasi dan berbagai macam divisi yang ada di dalam PT. Jaya
Teknik Indonesia.

BAB III LANDASAN TEORI

Berisi tentang pengertian carousel, prinsip kerja dari carousel,


komponen-kompone utama dari carousel, pemeliharaan carousel, serta
tujuan perawatan carousel.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V PENUTUP

Fakultas Teknik dan Sains Page 10


BAB II

SEJARAH PT. JAYA TEKNIK INDONESIA

2.1 Tinjauan Umum Perusahaan


2.1.1 Sejarah Berdirinya Perusahaan
PT. Jaya Teknik Indonesia, didirikan dengan akte pendirian No. 73
tahun 1968, tanggal 20 Agustus 1968, selanjutnya diubah menjadi nomor 31
tanggal 27 Agustus 1970 dihadapan Notaris Hobropoerwanto, SH.
Tanggal 25 Januari 1972 akte tersebut disahkan oleh Departemen
Kehakiman dan Departemen Perdagangan dalam Lembar Negara: Mengkeh
Nomor J.A.5 /12/9. Selanjutnya guna menyesuaikan dengan UU Perseroan
Nomor 1 Tahun 1995, telah diubah dan diumumkan dalam Berita Negara

Fakultas Teknik dan Sains Page 11


Republik Indonesia tanggal 6 Juli 1999, N 4046 Tambahan Nomor 54 dengan
lingkup usaha berupa:
1. Kontrakting Listrik dan Mekanikal
2. Perdagangan Impor dan Eksport
3. Jasa Pemeliharaan dan Perbaikan
Perusahaan ini didirikan oleh PT. Pembangunan Ibukota Jakarta Raya (
PT. Pembangunan Jaya ), diwakili oleh Direktur Utamanya Bapak Ir.Ciputra.

2.2 Visi dan Misi


PT. Pembangunan Jaya selaku pemegang saham PT. Jaya Teknik
Indonesia ( PT. JT I) terbesar ( 34,85 % ) sangat mempengaruhi pertumbuhan
dan perkembangan PT. Jaya Teknik Indonesia selaku anak usaha yang
tergabung dalam Bidang Konstruksi, selain Bidang Properti, Bidang Industri,
Bidang Perdagangan, Bidang Pariwisata dan Bidang Keuangan.
Dalam proses pertumbuhannya, PT. Pembangunan Jaya menanamkan
motto STRIVE FOR THE BEST atau BERJUANG MENJADI YANG
TERBAIK dengan berpedoman pada nilai-nilai dasar sebagai berikut :
1. Nilai Kejujuran
2. Nilai Keadilan
3. Nilai Kerja keras
4. Nilai Pengabdian dan
5. Nilai Keberanian
Lima kunci sukses yang dijadikan pedoman :
1. Kepuasan pelanggan
2. Laba dan Pertumbuhan
3. Pengembangan SDM
4. Inovasi
5. Tangung jawab dan Sosial
Misi PT. Pembangunan Jaya:
1. Menjadi perusahan yang unggul dan tangguh dalam bidang Real Estate,
Konstruksi dan penunjangnya.
2. Bekerja keras menciptakan peluang dan pertumbuhan untuk menjadi
perusahaan yang terbaik dan mampu bersaing dalam pasar global.

Fakultas Teknik dan Sains Page 12


3. Mengutamakan mutu dan pelayanan demi kepuasan pelanggan, serta
menjadi mitra usaha yang handal dan terpercaya.
4. Menjadi tempat karyawan untuk berprestasi dan mengembangkan diri.
5. Menjadi asset nasional dan kebanggaan masyarakat.
Dalam perkembangannya, PT Jaya Teknik Indonesia bertujuan untuk :
1. Kepuasan Pelanggan
2. Efesiensi Kerja
3. Kesinambungan Kerja
Visi dan Misi Yang diwujudkan dengan motto Quality & Reliability.

2.3 Grup Pembangunan Jaya


2.3.1 Perusahaan perusahaan Grup Pembangunan Jaya
PT. Pembangunan Jaya merupakan perusahaan induk Grup
Pembangunan Jaya segaligus pemegang saham terbesar PT. Jaya Teknik
Indonesia. Grup Pembangunan Jaya terdiri dari berbagai perusahaan dan
instansi yang bergerak di berbagai bidang. Perusahaan dan instansi tersebut
adalah:
1. Induk
Yang berperan sebagai perusahaan induk dari Grup Pembangunan
Jaya adalah PT. Pembangunan Jaya.

2. Bidang Properti
Perusahaan-Perusahaan Grup Pembanggunan yang bergerak
dibidang properti adalah :
1. PT. Real Properti
2. PT. Jayaland
3. PT. Jaya Garden Polis
4. PT. Bumi Serpong Damai
5. PT. Bukit Semarang Jaya Metro

3. Bidang Konsultasi dan Konstruksi


Perusahaan-perusahaan Grup Pembangunan Jaya yang bergerak
dibidang Konsultasi dan Konstruksi adalah :

Fakultas Teknik dan Sains Page 13


1. PT. Real Properti
2. PT. Jayaland
3. PT. Jaya Garden Polis
4. PT. Bumi Serpong Damai
5. PT. Bukit Semarang Jaya Metro

4. Bidang Perdagangan dan Industri Bahan Bangunan


Perusahaan-perusahaan Grup Pembangunan Jaya yang bergerak
dibidang perdagangan dan industri bahan bangunan adalah :
1. PT. Jaya Trade Indonesia
2. PT. Jaya Gas Indonesia
3. PT. Jaya beton Indonesia
4. PT. Fibrindo Karsa Pratama
5. PT. Readymix
6. PT. Mitsubishi Jaya Elevator dan Escalator

5. Bidang Rekreasi dan Pariwisata


Perusahaan Grup Pembangunan Jaya yang bergerak dibidang
rekreasi dan parawisata adalah PT. Pembangunan Jaya Ancol.

6. Bidang Keuangan
Perusahaan Grup Pembangunan Jaya yang bergerak dibidang
Keuangan yaitu PT Dana Pensiun Jaya

2.4 Struktur Organisasi


Struktur organisasi merupakan salah satu aspek yang menentukan maju
mundurnya perusahaan, karena dalam struktur inilah penerapan dari manajemen
di lakukan.
Adapun struktur organisasi yang ada di PT. Jaya Teknik Indonesia sesuai
surat keputusan Direksi No:06/Kpts/Dir/II/04 seperti berikut ini :

Fakultas Teknik dan Sains Page 14


Gambar 2.1 Struktur organisasi PT. Jaya Teknik Indonesia berdasarkan surat keputusan Direksi

No:06/Kpts/Dir/II/04

2.5 Divisi-divisi PT. Jaya Teknik Indonesia


Dalam kegiatanya PT. Jaya Teknik Indonesia mempunyai divisi antara lain :
2.5.1 Divisi Data Centre and Network Power ( DCNP )
Divisi DCNP merupakan sebuah divisi yang secara khusus menangani
pengadaan, pemasangan dan pelayanan jasa perawatan (Service maintenance)
Precission Air Conditioning Merk Liebert.
Liebert adalah perintis sistem pendukung untuk ruang komputer. Sistem
pendukung ini membuat jaringan komputer untuk mengukur suhu dan
kelembaban dengan benar, hal ini sangat penting dalam teknologi tinggi.
Liebert menguasai pasar Amerika Serikat dan sudah melayani dari 100.000
pelanggan di seluruh dunia.

Fakultas Teknik dan Sains Page 15


Jenis Produk Liebert yang dipasarkan di PT. Jaya Teknik Indonesia adalah:
a. Precision Air conditioning, dengan kapasitas antara 1,5-30 ton refrijerasi.
b. Power Conditioner and Distribution
c. Uninteruptible Power Supply ( UPS )
d. Transien Voltage Surge Suppresion ( TVSS )
e. RAC 2-8 ( Remote Environmental Auto Changeover Controller )
f. LDS ( Leak Detect System )
g. RCM ( Remote Contact Module )
h. Monitoring Control Sistem untuk seluruh peralatan LIEBERT Computer
Support.
Secara khusus, divisi DCNP adalah satu-satunya divisi yang melayani
maintenance service selama 24 jam sepanjang tahun, oleh karena itu para
teknisi divisi ini harus selalu siap kapanpun dan dimanapun mereka berada
dalam melayani para pelanggannya.
Divisi DCNP mendapatkan penghargaan dari Emerson Network
Power, Singapura pada tahun 1991, 1993, 1996, 2000, 2002, 2003, 2004, dan
tahun 2006 Dalam pencapaian target penjualan, spare part Liebert,
environmental control system, dan UPS.

2.5.2 Divisi Air Conditioning & Refrigeration ( AC & R )


Divisi AC & R merupakan sebuah divisi yang secara khusus
menangani pengadaaan, pemasangan dan pelayanan jasa perawatan ( Service
maintenance ) Refrigeration and Air Conditioning Merk York.
PT. Jaya Teknik Indonesia telah ditunjuk sebagai distributor untuk
Indonesia oleh York Internasional, USA pada tanggal 1 September 1982.
Divisi ini merupakan Profit Center untuk melakukan selling dan Maintenance
service produk-produk York Air Conditioning dan Refrigeration USA.
Sebagai perusahaan Amerika pembuatan mesin-mesin AC dan Refrigeration
untuk keperluan Comfort Air Conditioning atau keperluan industri baik yang
berkapasitas kecil seperti untuk perumahan dan yang berskala besar seperti

Fakultas Teknik dan Sains Page 16


untuk gedung-gedung, kantor, hotel, apartemen, supermall dan keperluan
industri.

2.5.3 Divisi Fire Safety & Control ( FS & C )


PT. Jaya Teknik Indonesia ditunjuk oleh Nohmi Bosai Ltd. Jepang
sebagai distributor untuk Indonesia sejak 7 Oktober 1993. Sehingga sering
disebut juga dengan nama Divisi Nohmi.
Divisi Nohmi merupakan Profit Center dengan bidang usaha sales dan
service. Produk-produk Nohmi di Indonesia yaitu :
a. Fire Detection System ( Fire Alarm )
b. Fire Fighting System ( Springkler head, Control Valve )
c. Gas System ( CO2 System, FM 800,N2 dan sebagainya )

2.5.4 Divisi Mechanical and Electrical


Divisi ini terdiri dari beberapa bagian dan masing-masing terdiri dari
beberapa kepala proyek, bagian-bagian tersebut adalah :
a. Bagian Kontrakting Listrik
b. Bagian Kontrakting Mekanikal
c. Bagian Kontrakting AC

2.5.5 Divisi Information and Communication Technology ( I & CT )


Divisi I & CT memiliki reputasi yang baik dalam meningkatkan
kualitas dan kepuasan pelanggan sudah sangat dikenal dengan baik oleh para
konsumennya. Berkat laboratorium BEE, perusahaan ini mendapat hadiah
Nobel. Dengan reputasinya I & CT terus mempertahankan posisi dibagian
terdepan dalam bidang telekomunikasi.
Produk I & CT yang dipasarkan PT. Jaya Teknik Indonesia yang
termasuk sistem komunikasi bisnis baik besar maupun kecil adalah ISPN
PABX.
Adapun proyek Divisi AT & T adalah sebagai berikut :
a. Instalasi telepon di dalam bidang gedung
b. Instalasi telepon di dalam pabrik
c. Sistem PABX
d. Pelayanan, perbaikan dan pemeliharaan

Fakultas Teknik dan Sains Page 17


2.5.6 Bidang Usaha PT. Jaya Teknik Indonesia
PT. Jaya Teknik Indonesia bergerak dalam bidang :
a. Kontrakting Mekanikal dan Kontrakting Elektrikal
b. Perdagangan ( Trading )
c. Service dan Maintenance
Sebagai anak usaha dari PT. Pembangunan Jaya yang bergerak di
bidang Contracting dan Trading, PT. Jaya Teknik Indonesia berperan sebagai
kontraktor khusus Mekanikal dan Elektrikal, berkaitan dengan produk yang
didistribusikan antara lain merk :
a. York, dengan Produk Conditionig dan Refrigration System, USA.
b. Liebert, Produknya adalah Computer Support System Precission AC,
Power Conditioning UPS dan Site Scan, USA.
c. AVAYA (d/h LUCENT Technologies), dengan produk-produk seperti Fire
alarm System, Japan.
d. NOHMI, Dengan produk-produk seperti Fire Protection Equipment &
Fire Alarm System, Japan.
e. MOELLER STEAM SPECIALTY, dengan produk Valves, USA.

Untuk menjamin kepuasan pelanggan, PT. Jaya Teknik Indonesia


mempersiapkan layanan purna jual dengan suku cadang asli dari produk-
produk tersebut.
Untuk calon Costumer, PT. Jaya Teknik Indonesia menyediakan ruang
demo yang terletak di lantai II Gedung Jaya Teknik. Diruang ini Costumer
dapat langsung melakukan Live Presentation dari produk-produk yang
diageni PT. Jaya Teknik Indonesia sehingga mendekati apa yang diinginkan
dan mereka mereka merasa yakin bahwa PT. Jaya Teknik Indonesia
menawarkan Total Solution System atas kebutuhan pelanggan yang bukan
hanya menjual produk saja tetapi juga layanan purna jual berupa maintenance
& service.

Fakultas Teknik dan Sains Page 18


Khusus produk York mengingat produk York tersebut secara fisik
sangat besar dan tidak mungkin diletakan diruang demo, maka diruang demo
tersebut di sediakan brosur mengenai produk York dan pendingin khusus
untuk ruang demo yang disuplai oleh AC split merk York.

BAB III

Fakultas Teknik dan Sains Page 19


LANDASAN TEORI

3.1 Pengertian Carousel

Carousel adalah suatu rangkaian konveyor yang menggunakan sistem (BHS)


Baggage Handling Sistem yaitu sebuah sistem penanganan bagasi di bandara.
Mulai dari chek-in hingga tas tersebut atau barang bawaan penumpang di muat
ke dalam pesawat. Sistem BHS ini mempunyai fungsi untuk mendeteksi
kemacetan tas, mengatur volume yang masuk ke dalam konveyor, memastikan
bahwa tas sampai ke lokasi yang benar di bandara dan mengatur semua control
penanganan bagasi di bandara. Caraousel adalah sebagai proses terakhir dalam
sistem BHS ini sebagai pengumpulan tas atau barang bawaan penumpang.
Carousel ini dibagi dua bagian yaitu area make up dan area claim tag dimana area
make up adalah area pengumpulan tas yang akan di muat ke dalam pesawat
sedangkan area claim tag adalah area kedatangan dimana para penumpang
mengambil barang bawaannya setelah melakukan penerbangan.

3.2 Prinsip Kerja Carousel

Carousel merupakan area tempat pengambilan tas atau barang bawaan


penumpang baik di area keberangkatan atau kedatangan. Prinsip kerjanya yaitu
motor penggerak dimasukan ke dalam gearbox untuk menggerakan belt pully.
kemudian belt pully bergesekan dengan chain untuk menghasilkan gaya dorong
memutar carousel. Gear box ini berfungsi untuk mentranmisikan daya dan
putaran motor pada belt pully conveyor.

3.3 Komponen Utama Carousel

Fakultas Teknik dan Sains Page 20


Adapun komponen komponen utama dari Carousel sebagai berikut :

1. Tilted Triplanar (Triplanar Miring)


Triplanar miring adalah tipe triplanar yang penampangnya berbentuk miring.
Triplanar ini menambah kapasitas penyimpanan tambahan untuk carousel.

Gambar 2.1 Triplanar Miring

2. Foot bases and R3/R4 Floor Support (Dasar Kaki)


Foot base and R3/R4 adalah perakitan dasar kaki untuk mendukung dudukan
bawah pada carousel atau penyangga bawah. Ada dua jenis perakitan dasar
kaki : Tipe 1 (diluar) termasuk braket pelat tendangan akan diikat, untuk
digunakan di triplanar datar. Tipe 2 (di dalam) tidak memiliki plat tendangan
braket dan biasanya di pasang di bagian dalam unit, untuk digunakan pada
triplanar miring.

Fakultas Teknik dan Sains Page 21


Gambar 2.2 dasar kaki triplanar

Spesifikasi ketinggian pemasangan untuk triplanar datar dan triplanar miring

Gambar 2.1 Tabel spesifikasi ketinggian triplanar

Gambar 2.3 pemasangan dasar kaki pada triplanar

Lantai khusus dukungan dasar kaki :

Fakultas Teknik dan Sains Page 22


R4 adalah dukungan dasar kaki lantai jenis ini pada carousel lebih tinggi dari
pada yang digunakan pada R3. Dukungan ini biasanya digunakan pada
carousel area make-up.

Gambar 2.4 support R4 area make-up

3. Curve Base Frame (Kurva Bingkai Dasar)


Curve base frame adalah bingkai dasar carousel yang memberikan permukaan
datar dimana roda akan berputar. Standar kurva yang tersedia di 150, 300, 450,
600, 750, 900.

Gambar 2.5 kurva base frame

4. Straight Base Frame (Frame Dasar Lurus)

Fakultas Teknik dan Sains Page 23


Straight base frame adalah panjang lurus dasar frame berkisar antara 300 mm
3000 mm.

5. Top Frame (Frame Atas)


Top frame adalah bingkai lurus dan melengkung pada rangka carousel.
Berfungsi sebagai bagian Dalam jalur atas carrier untuk untuk berputar.

Gambar 2.6 Top Frame

6. Drive Sistem
Drive sistem adalah bagian konveyor yang meliputi poros, bantalan, gearbox
dan motor penggerak. Gearbox dalam dunia permesinan memegang peranan
penting, pertama fungsi Gearbox utamanya adalah memperlambat kecepatan
putaran yang dihasilkan dari perputaran dinamo motor dan yang kedua adalah
untuk memperkuat tenaga putaran yang dihasilkan oleh motor.

Fakultas Teknik dan Sains Page 24


Gambar 3.1 Drive sistem

Aplikasi umum penggunaan gearbox yang dapat kita lihat sehari-hari ada di
ruang tunggu pengambilan bagasi pada bandara, pada umumnya bagasi
penumpang akan secara berurutan melalui satu jalur conveyor berwana hitam
yang bergerak satu arah secara otomatis. Pergerakan dari jalur conveyor
biasanya berjalan cukup lambat sehingga memungkinkan kita memiliki cukup
waktu untuk mengecek koper serta mengeluarkannya dari jalur conveyor
tersebut.

7. Carrier
Carrier merupakan kereta pembawa beban atau barang pada Carousel, yang
berfungsi untuk menahan beban yang diangkut pada belt conveyor.

Fakultas Teknik dan Sains Page 25


Gambar 3.2 Carrier

8. Motor Penggerak
Motor penggerak mempunyai fungsi untuk menggerakan drive system agar
selalu berputar dengan kecepatan yang diinginkan operator. Motor penggerak
ini umumnya ditempatkan pada drive sistem di bagian dalam gearbox agar
bisa menjaga pully tetap tegang.

Gambar 3.3 Motor Penggerak

Beberapa penggerak dalam carousel dapat digunakan dengan daya motor


hanya 2,2 kW dan 3,0 kW. Serta kecepatan Carousel berputar adalah 26
sampai 30 m/menit.

9. Chain Carousel/Conveyor Rantai


Konveyor rantai adalah konveyor yang terdiri dari rantai sebagai komponen
utamanya, yang mana rantai ini sebagai lintasan untuk menggerakan Carousel
oleh drive sistem yang di hubungkan dengan motor penggerak untuk
memutar belt conveyor.

Fakultas Teknik dan Sains Page 26


Gambar 3.4 Chain

Rantai atau Chain ini dalam setiap link menunjukan arah atau posisi untuk
berputar atau bergerak. Hal ini disebut sebagai arah aliran dari bagasi.

Gambar 3.5 Komponen Chain

Komponen Chain atau rantai :


1. A adalah Cotter pin
2. B adalah Lock Bushing
3. Distance Bushing
4. Wheel and shaft

10. Kerangka Carousel

Fakultas Teknik dan Sains Page 27


Kerangka Carousel mempunyai fungsi sebagai penopang seperti bagian
dari carrier, chain, drive sistem dan motor penggerak agar tidak terjadi
getaran yang tidak diinginkan saat carousel berputar.

Gambar 3.6 Kerangka Carousel

Panjang kerangka dasar lurus adalah berkisar antara 300 mm 3000 mm dan
itu merupakan standar kerangka yang banyak di gunakan untuk bagasi di
bandara.

Types of base frames Length (L)


Standard Frame L = 300 mm to 1550 mm
Standard Frame L = 1600 mm to 3000 mm
Frame for Bumper L = 1500 mm
Heavy Frame L = 2000 mm to 3000 mm
Gambar 3.7 standar kerangka lurus

11. Belt Carousel


Belt Konveyor adalah pembawa material atau barang dari satu titik ke titik
lain dan meneruskan gaya putar. Belt ini diletakkan di atas carrier sehingga

Fakultas Teknik dan Sains Page 28


dapat bergerak secara teratur. Dipilih belt carousel system sebagai sarana
transportasi barang di bagasi bandara karena tuntutan untuk meningkatkan
pelayanan fasilitas, mempercepat penanganan bagasi dan juga lebih efisiensi
dalam kerja.

Gambar 3.8 belt carousel

3.4 Pemeliharaan Carousel


Pemeliharaan adalah suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang
dilakukan untuk menjaga suatu barang atau memperbaikinya sampai pada kondisi
yang stabil. Dalam usaha untuk dapat terus menggunakan fasilitas tersebut agar
kualitas produksi dapat terjamin mutunya, maka dibutuhkan kegiatan-kegiatan
pemeliharaan dan perawatan yang meliputi kegiatan pemeriksaan dan pelumasan,
serta penyesuaian atau penggantian Spare part atau komponen yang terdapat pada
fasilitas tersebut.

Maintenance pada fasilitas penanganan bagasi (Carousel) perlu dilakukan


didalam sebuah bandara, hal ini perlu dilakukan agar fasilitas atau peralatan tetap
dalam kondisi yang baik dan mampu bekerja secara optimal.

3.5 Tujuan Perawatan

Fakultas Teknik dan Sains Page 29


Tujuan utama dari pelaksanaan kegiatan pemeliharaan (maintenance)
sebagai berikut :
1. Untuk memperpanjang umur dari Carousel atau konveyor itu sendiri.
2. Untuk menjaga performa dari kinerja Carousel atau konveyor.
3. Menjamin ketersediaan, keandalan fasilitas (Carousel atau konveyor) secara
ekonomis maupun teknis.
4. Menjamin keselamatan kerja, keamanan dalam penggunaannya.
5. Menjamin kesiapan operasional seluruh fasilitas yang diperlukan dalam
keadaan darurat.
6. Mencegah pemborosan suku cadang dan material.
7. Dapat menjamin kelangsungan hidup perusahaan.

3.6

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Pengertian dan Tujuan Pemeliharaan (Maintenance)


Pemeliharaan suatu alat atau barang yang digunakan oleh pemiliknya
(perusahaan) hingga suatu saat barang tersebut dianggap tidak lagi berguna
adalah bukan suatu yang aneh. Hal ini sudah sejak lama dilakukan secara
alamiah tentunya barang yang dibuat manusia pasti akan rusak, namun
lamanya penggunaan atau umur dari suatu barang dapat diperpanjang dengan
melakukan perbaikan yang berkala yaitu yang disebut pemeliharaan.
Pemeliharaan adalah suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang
dilakukan untuk menjaga suatu barang dalam rangka mempertahankan atau
memperbaiki sampai suatu kondisi yang bisa diterima.

Fakultas Teknik dan Sains Page 30


Tetapi, menurut definisi istilah pemeliharaan pada kenyataanya
menunjukan kepada fungsi pemeliharaan secara keseluruhan yang bisa
dibayangkan, dan hasilnya. Kata tersebut digunakan dalam industry untuk
menunjukan setiap pekerjaan yang dikerjakan oleh pekerja bagian
pemeliharaan.

4.2 Tujuan Perawatan Maintenance


Tujuan utama dari pelaksanaan kegiatan pemeliharaan (maintenance)
adalah sebagai berikut :
1. Untuk memperpanjang umur penggunaan Carousel terhadap
kerusakan.
2. Untuk menjaga performa dari kinerja Carousel atau konveyor.
3. Menjamin ketersediaan, keandalan fasilitas (Carousel atau
konveyor) secara ekonomis maupun teknis.
4. Menjamin keselamatan kerja, keamanan dalam penggunaannya.

4.3 Fungsi Maintenance


Dalam setiap operasi menuntut sistim operasi bisa bekerja pada daya
produksi yang maksimum. Keberadaan sistim harus dijaga pada mutu
optimum sementara beban kerja yang actual berkurang ke kebutuhan
minimum untuk menjamin effisiensi dan keselamatan kerja.
Seberapa bagusnya conveyor dan sistim komponennya di rekayasa dan
di konstruksi, pada waktunya akan membutuhkan pemeliharaan untuk
menjaga daya guna pada level rekayasanya. Meskipun salah satu idler atau
roller macet yang nampaknya tidak penting, ini harus diketahui bahwa di
bawah ketegangan belt kecepatan tinggi yang mengangkut barang bagasi,
permukaan idler atau roller akan cepat menipis dan menjadi tajam seperti
mata pisau yang bisa menyobek belt.
Karyawan yang sudah terlatih dengan baik harus mampu mendeteksi
kerusakan yang akan terjadi dan menperbaikinya, kegagalan pemakaian

Fakultas Teknik dan Sains Page 31


sebelum terjadi kerusakan. Banyak kerusakan yang sama untuk komponen
yang lainnya, yang kelihatannya persoalan sekejap saja dibawah tegangan
atau tekanan yang terus-menerus dari pergerakan belt dapat dengan cepat
mengarah ke kerusakan yang merugikan.

4.4 Metode Program Maintenance


Setiap komponen dari suatu peralatan memerlukan pemeliharaan agar
peralatan tersebut dapat berfungsi dengan baik, efisien dan ekonomis sesuai
dengan spesifikasi yang ditetapkan. Secara garis besar pemeliharaan
terencana dan terjadwal dapat mengurangi kerusakan pada mesin serta dapat
mempertahankan umur mesin.
Pemeliharaan meliputi :
1. Inspection (pemeriksaan)
2. Service (perbaikan)
3. Repair (penggantian Spare Parts)
4. Running Maintenance (pemeliharaan berjangka)

Gambar 4.4.1 Scheduled Maintenance

Fakultas Teknik dan Sains Page 32


Ada 4 cara untuk melakukan pemeliharaan :

1. Preventive Maintenance
2. Predictive Maintenance
3. Corrective Maintenance
4. Breakdown Maintenance

4.4.1 Program pemeliharaan Preventive


Pemeliharaan preventive adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan
yang dilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan-kerusakan yang
tidak terduga dan menemukan kondisi atau keadaan yang dapat
menyebabkan fasilitas produksi mengalami kerusakan pada waktu
digunakan dalam proses produksi.
Ciri preventive maintenance adalah memiliki perancangan intensif
terhadap unit yang bersangkutan, agar fasilitas bisa digunakan untuk
produksi dan sesuai dengan target produksi yang diinginkan.

Preventive maintenance dibedakan menjadi dua yaitu :


1. Routine Maintenance adalah kegiatan perawatan atau perbaikan yang
dilakukan setiap hari.
2. Periodic Maintenance adalah kegiatan perawatan atau perbaikan yang
dilakukan dalam periode. Missalnya : dalam minggu, bulan dan
tahun.

4.4.2 Program Pemeliharaan Predictive


Program pemeliharaan predictive adalah metode monitoring secara
sistematik untuk kinerja peralatan berutar dilakukan pada jadwal regular
untuk menentukan informasi catatan kinerja yang lalu dan yang sedang
berjalan untuk memprediksi masalah mekanikal dengan objective.
Prediksi berdasarkan analisis dari formulir informasi untuk tindakan
perbaikan atau penggantian yang harus dilakukan.

Fakultas Teknik dan Sains Page 33


Untuk mengoperasikan industri modern dengan efisien, mesin
produksi harus dioperasikan mendekati kapasitas desain dengan minimum
down time. Tujuan utama suatu kualitas program prediksi maintenance
untuk mengurangi kerusakan mesin-mesin yang tidak terjadwalkan,
mengurangi biaya maintenance dan kehiangan produksi untuk mencapai
tujuan.
Tugas yang harus dilakukan terdiri dari : inspeksi, penyetelan,
pembersihan, pengerasan baut, pembacaan dan pengukuran.

4.4.3 Corrective Maintenance


Corrective maintenance adalah pemeliharaan yanag dilakukan
setelah terjadinya suatu kerusakan atau kelainan pada fasilitas atau
peralatan sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Perawatan ini
merupakan pemeliharaan tidak dijadwalkan dan bisa dijadwalkan.

4.4.4 Breakdown Maintenance


Breakdown Maintenance adalah perbaikan atau perawatan yang
sifatnya mendadak tanpa direncanakan sebelumnya dan harus segera
dikerjakan. Breakdown maintenance ini biasanya disertai dengan
terhentinya proses produksi yang akan berakibat terbuangya waktu dan
biaya. Breakdown maintenance ini tidak diperkenankan, targetnya zero
beeakdown. Oleh karena itu perlu ditingkatkan pelaksanaan predictive
dan preventive maintenance sebagai tindakan untuk mencegah terjadinya
breakdown karena apabila ada kerusakan telah terdeteksi sejak dini.
4.4.5
4.5 Pemeliharaan dan Perawatan Carousel pada bandara
Pengotoran motor penggerak carousel oleh lingkungan di sekitar yang
tidak dapat dihindarkan, serta beban yang harus diterima oleh motor saat
berputar dapat membahayakan kinerja dari motor tersebut. Untuk mencegah

Fakultas Teknik dan Sains Page 34


bahaya tersebut makan motor penggerak carousel serta komponen yang lain
perlu dilakukan perawatan dengan baik. Perawatan yang dilakukan penuh
tanggung jawab akan mempertinggi keandalan dari kinerja carousel dan
membuat carousel lebih tahan lama. Sehingga biaya-biaya pengoperasian atau
reparasi dapat ditekan serendah-rendahnya (minimum).
Oleh karena kinerja carousel di bandara yang beroperasi selama 24
jam sehari tanpa henti maka harus sering dilakukan pengecekan serta
membersihkan area penanganan bagasi tersebut.
Perawatan yang harus dilakukan pada carousel sebagai berikut :
1. Pengecekan Drive Sistem Carousel
Adalah meliputi pengecekan seperti (motor penggerak, gearbox, belt
pulley dan roda pendorong Carousel).
Yang pertama melakukan pengecekan oli motor penggerak apabila
berkurang dilakukan penambahan atau apabila kondisi oli tersebut tidak
baik maka dilakukan penggantian oli. Perawatan seperti ini untuk
memperpanjang umur pakai dan mengurangi keausan pada motor
maupun untuk menjaga fungsi kerja motor tersebut.
Yang kedua pengecekan pada gearbox yaitu periksa pada gear box apa
ada kebocoran oli pada oil seal apabila ada ganti seal tersebut, periksa
bantalan dari setiap shaft apakah sudah haus apa tidak, periksa apakah
paking masih baik apa tidak dan periksa keadaan dari baut pengikat gear
box.
Yang ketiga pengecekan pada belt pully yaitu periksa ketegangan belt
pully apabila mengalami mulur atur belt pully agar menjadi tegang
kembali, periksa kondisi belt terutama pada daerah yang kontak langsung
dengan pully, jika mengalami keretakan atau keluar serabut pada belt
sebaiknya diganti. Periksa kelurusan belt terhadap pully, ketidaklurusan
dapat berakibat putusnya belt.

Fakultas Teknik dan Sains Page 35


Yang keempat roda pendorong yaitu periksa bantalan roda apabila
mengalami kehausan dan menghasilkan bunyi sebaiknya di ganti.

2. Pengecekan Carrier
Adalah pengecekan yang dilakukan pada roda carrier apabila mengalami
keausan dengan melumasi pelumas. Jika roda carrier menghasilkan bunyi
maka sebaiknya ganti roda carrier tersebut. Periksa kekencangan antara
Carrier dengan alat Tensioner agar carrier berputar secara teratur.
Bersihkan area carrier dari kotoran agar carrier bekerja optimal.

3. Pengecekan Chain
Adalah pengecekan yang dilakukan pada rantai roda chain apabila
mengalami keausan dengan melumasi pelumas, chek pada sambungan
rantai/chain apabila sambungan links ada yang renggang maka
dikencangkan kembali.

4. Pengecekan Kerangka Carousel


Adalah pengecekan kondisi dari rangka carousel yang meliputi
(slat/cover, baut, side gurding, top frame, dan kick plate) semua bagian
rangka carousel ini di chek perbagian dimulai dari slat/cover yaitu
pemeriksaan apabila ada bagian slat/cover patah sebaiknya langsung di
ganti, pemeriksaan bagian baut yaitu apabila ada baut yang tidak kencang
akibat karena getaran maka di kencangkan kembali, pemeriksaan side
gurding yaitu periksa bagian ini apabila ada yang patah maka sebaiknya
dilakukan perbaikan dan apabila tidak memungkinkan sebaiknya di ganti
karena side gurding adalah bagian penahan ketika barang jatuh di
carousel, Pemeriksaan top frame apabila ada kerusakan lakukan perbaikan
dan begitu juga dengan kick plate lakukan perbaikan apabila ada
kerusakan.

Fakultas Teknik dan Sains Page 36


5.
4.6

BAB V

PENUTUP

Fakultas Teknik dan Sains Page 37


Fakultas Teknik dan Sains Page 38