Anda di halaman 1dari 2

PENATALAKSANAAN

A. Non Endoskopi
- Stabilisasi hemodinamik, berikan infus cairan kristaloid. Pertimbangkan
pemberian transfusi darah. Lakukan pemeriksaan darah rutin.
- Pemasangan NGT, prosedur ini diharapkan mengurangi distensi lambung dan
memperbaiki proses hemostatik, namun demekian manfaatnya dalam
menghentikan perdarah tidak terbukti. Pemasangan NGT ini sangat diperlukan
untuk persiapan endoskopi dan dapat dipakai untu membuat perkiraan kasar
jumlah perdarahan.
- Vasopresin dapat menghentikan perdarahan lewat efek vasokontriksi pembuluh
darah splanknik menyebabkan aliran darah dan tekanan vena porta menurun.
Dosis 50 unit dalam 100 ml dektrose 5% diberikan 0.5 -1 mg/menit/iv selama 20-
60 menit dan dapat diulang 3-6 jam.
- somastotatin khasiatnya lebih efektif dibanding vasopresin, dapat menghentikan
perdarahan akut varises esophagus dan non esophagus. Dosis pemberian
somastostatin diawali dengan bolus 250 mcg/iv selama 12-24 jam atau sampai
perdarahan berhenti.
- Obat-obat golongan anti sekresi asam yang dilaporkan bermanfaat untuk
mencegah perdarahan ulang SCBA karena tukak peptic ialah inhibitor pompa
proton dosis tinggi . diawali bolus omeprazole 80 mg/iv kemudian dilanjutkan
perinfus 8 mg/kgBB/jam selama 72 jam. Pada perdarahan SCBA ini antasida,
sukralfat, dan antagonis reseptor H2 masih boleh diberikan untuk tujuan
penyembuhan lesi mukosa penyebab pedarahan.

B. ENDOSKOPI
- Hemostatis endoskopi merupakan terapi pilihan pada perdarahn karena varises
esophagus. Ligase varises merupakan pilihan pertama untuk mengatasi perdarahn
karena varises esophagus. Dengan ligasi varises dapat dihindari efek samping
akibat pemakaian sklerosan, lebih sedikit frekuensi terjadinya ulserasi dan striktur.
Ligase dilakukan mulai distal mendekati cardia bergerak spiral 1-2 cm. dilakukan
pada varises yang sedang berdarah atau bila ditemukan tanda baru mengalami
perdarahn seperti bekuan darah yang melekat.

C. TERAPI RADIOLOGI
Terapi angiografi perlu dipertimbangkan bila perdarahn tetap berlangsung an belum
bisa ditentukan asal perdarahan, atau bila terapi endoskopi dinilai gagal dan
pembedahan sangat berisiko. Tindakan hemostatis yang bisa dilakukan dengan
penyuntikan vasopressin atau embolisasi arterial. Bila dinilai tidak ada kontraindikasi
dan dan fasilitas dimungkinkan, pada perdarahn varises dapat dipertimbangkan TIPS (
Transjugular Intrahepatic Portosystemic Shunt).

D. PEMBEDAHAN
Pembedahan pada dasarnya dilakukan bila terapi medic endoskopi dan radiologi
dinilai gagal. Ahli bedah seyogyanya dilibatkan sejak awal dalam bentuk tim
multidispiliner pada pengelolaan kasus SCBA untuk menentukan waktu yang tepat
kapan tindakan bedah sebaiknya dilakukan.