Anda di halaman 1dari 5

TAKE HOME UJIAN AKHIR

SEMESTER KOMUNITAS 1

NAMA : CLARA VALEN THENU

KELAS : E

NPM : 12114201130040

UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA MALUKU

FAKULTAS KESEHATAN

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN

2015
SOAL UJIAN AKHIR SEMSETER GANJIL 2014/2015

KEPERAWATAN KOMUNITAS

1. Berikan sedikit penjelasan diskriptif tentang keperawatan komunitas yang


anda pahami.
2. Apa manfaat keperawatan komunitas yang anda pahami.
3. Apa tujuan dari keperawatan komunitas.
4. Berikanlah suatu contoh kasus/masalah kesehatan, dan buatlah rencana
asuhan keperawatan yang akan anda lakukan untuk mengatasi masalah
dimaksud.
JAWABAN !!!

1. Keperawatan komunitas adalah pelayanan keperawatan professional yang di


tunjukan pada masyarakat dengan penekanan kelompok resiko tinggi dalam
upaya pencapaian derajat kesehatan yang optimal melalui peningkatan
kesehatan, pencegahan penyakit, pemeliharaan rehabilitasi dengan
menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan
melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanaan, pelaksanaan, dan
evaluasi pelayanan keperawatan.

2. a. Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

b. Mengurangi resiko penyakit pada masyarakat

c. Memecahkan masalah berupa penyakit, atau pelayanan kesehatan pada


masyarakat

d. Menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan

3. Untuk pencegahan dan peningkatan kesehatan masyarakat melalui :


a. Pelayanan keperawatan langsung terhadap individu, keluarga, dan
kelompok dalam konteks komunitas.
b. Perhatian langsung terhadap kesehatan seluruh masyarakat yang
mempengaruhi individu, keluarga dan masyarakat.

4. TnS berumur 35 tahun mempunyai anggota keluarga 4 orang terdiri dari 3


orang anak dan seorang istri myang merupakan keluarga inti yang tinggal
serumah dilingkungan heterogen.
Jenis bangunan rumah Tn S adalah semi permanen dengan luas bangunan
3 m x 4 m. Lantai rumah terbuat dari semen, status pemilikan rumah
kontrakan, atap rumah seng, dapur nampak kotor, ventilasi rumah tidak ada,
penerangan rumah menggunakan listrik.
Keadaan lingkungan rumah kurang memenuhi syarat dimana halaman
nampak kotor, selokan nampak kotor, dan SPAL terbuka. klien menampung
sampahnya di kantong plastik dan kemudian di buang di tanah kosong
disamping rumah dan jika sudah bertumpuk kemudian dibakar.
Pengkajian fisik pada anggota keluarga yang bermasalah yaitu An.Z dengan
Infeksi Saluran Pernafasan Atas dengan TTV : TD : 90/60 mmHg, N : 100 x/I, S
: 38,5C, Ibu klien mengatakan anaknya demam, batuk-batuk, ingusan, dan
suka menangis.
Rendahnya tingkat pendidikan dan kurangnya pengetahuan sehingga
keluarga tidak mampu mengenal masalah kesehatan yang terjadi sehingga
tidak mampu mencegah dan mengatasi masalah yang ada.
Adapun diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, serta evaluasi yang
dilakukan yaitu :

1. Hipertimia b/d ketidak mampuan mengenal masalah penyakit ISPA.


Intervensi :
A. Beri penjelasan tentang ISPA
b. Anjurkan kepada orang tua klien untuk memberikan kompres air hangat..
c. Anjurkan minum air hangat bila ada sekret.
d. Ajarkan posisi yang nyaman (semi fowler) apabila timbul sesak.
e. Anjurkan untuk istirahat yang cukup.

Implementasi yang dilakukan :


a. Memberi penjelasan kepada keluarga tentang penyakit ISPA
b. Menganjurkan ibu klien untuk memberi minum air hangat bila masih ada sekret.
c. Mengajarkan posisi yang nyaman (semi fowler) apabila timbul sesak.
d. Menganjurkan untuk beristirahat yang cukup.

Evaluasi :
Setelah melakukan implementasi keluarga mengatakan sudah mengerti tentang
manfaat memberikan kompres air hangat.
Resiko terjadinya penyakit menular (DHF, Diare, Thypoid pada keluarga TnS b/d
ketidakmampuan keluarga mengenal sanitasi lingkungan syarat kesehatan

Intervensi:
a. Beri penjelasan (HE) tentang kesehatan lingkungan, syarat rumah sehat, dan
penyakit yang ditimbulkan jika sanitasi lingkungan tidak memenuhi syarat
kesehatan
b. Jelaskan kepada keluarga tentang penyakit yang ada hubungannya dengan
lingkungan yang kurang bersih,terutama penyakit menular.
c.Motivasi dan anjurkan keluarga untuk memelihara dan membersihkan rumah
setiap hari.
d. Anjurkan dan motivasi untuk memelihara dan menciptakan lingkungan rumah
yang sehat.

Implementasi yang dilakukan :


a. Memberikan penjelasan tentang kesehatan lingkungan, syarat rumah sehat, dan
penyakit yang ditimbulkan jika sanitasi lingkungan tidak memenuhi syarat
kesehatan.
b. Memotivasi keluarga untuk memelihara dan membersihkan rumah setiap hari.
c. Menganjurkan dan memotivasi keluarga untuk memelihara dan menciptakan
lingkungan rumah yang sehat.
Evaluasi :
Setelah melakukan implementasi keluarga mengatakan sudah mengerti tentang
sanitasi lingkungan yang memenuhi syarat kesehatan, dan mengatakan akan
membersihkan rumahnya setiap hari.