Anda di halaman 1dari 17

HAKIKAT BAHASA

LAPORAN BACAAN

DISUSUN DAN DIAJUKAN KEPADA FAKULTAS


KEDOKTERAN
UNIVERSITAS RIAU UNTUK MEMENUHI SALAH SATU
KOMPONEN PENILAIAN PEMBELAJARAN MATA
KULIAH BAHASA INDONESIA

DISUSUN OLEH : FITRI RAHMANIANI

NIM : 1508121772

PEMBIMBING :

1. Dr. Elmustian, M.A


2. Adriansyah, S.Pd.

JURUSAN PENDIDIKAN DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2017

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kepada Allah SWT, karena akhirnya penulis dapat
menyelesaikan penyusunan laporan bacaan tentang Hakikat Bahasa.

Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu komponen


penilaian pembelajaran mata kuliah bahasa Indonesia pada Program Studi
Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Riau.

Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa hormat dan terimakasih


atas segala bimbingan dan bantuan yang telah diberikan dalam penyusunan
laporan bacaan ini kepada Bapak Dr. Elmustian, M.A dan Bapak Adriansyah,
S.Pd. selaku dosen pembimbing yang telah memberikan waktu, tenaga dan pikiran
dalam mengarahkan penulis.

Disadari dalam penyusunan laporan bacaan ini banyak kekurangan,


semoga amal baik dari semua pihak yang membantu senantiasa mendapat balasan
dari Allah SWT. Semoga laporan bacaan ini bermanfaat.

Pekanbaru, 17 Maret 2017

Fitri Rahmaniani

2
DAFTAR ISI

Halaman Judul......................................................................................... i

Kata Pengantar........................................................................................ ii

Daftar Isi.................................................................................................. iii

BAB I : PENDAHULUAN

A. Latar Belakang............................................................................ 1
B. Tujuan.......................................................................................... 1
C. Manfaat........................................................................................ 1

BAB II : IDENTITAS BUKU................................................................ 2

BAB III : HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Pentingnya Bahasa...................................................................... 3
B. Fungsi dan Kedudukan Bahasa................................................... 3
C. Perkembangan Bahasa Indonesia................................................ 5
D. Sejarah Kemunculan Bahasa....................................................... 7
E. Perkembangan Bahasa Indonesia Saat Ini................................... 10
F. Singkatan dan Akronim............................................................... 11
G. Angka dan Bilangan.................................................................... 15
H. Pemakaian Tanda Baca................................................................ 19

BAB III : PENUTUP

A. Kesimpulan.................................................................................. 12
B. Saran ........................................................................................... 12

Daftar Pustaka......................................................................................... 13

3
1
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manusia ketika lahir tidak langsung lalu mampu berbicara. anak


yang tidak mempunyai kontak dengan orang lain yang berbahasa seperti
dirinya sendiri akan mengembangkan bahasanya sendiri untuk memenuhi
hasrat komunikasinya. Namun bahasa tidaklah ada artinya bila hanya untuk
diri sendiri. Paling tidak haruslah ada dua orang, supaya ada proses
komunikasi. Betul bahwa seseorang bisa berkomunikasi pada dirinya,
namun untuk komunikasi seperti ini tidak perlu kata-kata.

Berbahasa Indonesia yang baik adalah berbahasa Indonesia yang


sesuai dengan tempat tempat terjadinya kontak berbahasa, sesuai dengan
siapa lawan bicara, dan sesuai dengan topic pembicaraan. Bahasa Indonesia
yang baik tidak selalu perlu beragam baku. Yang perlu diperhatikan dalam
berbahasa Indonesia yang baik adalah pemanfaatan ragam yang tepat dan
serasi menurut golongan penutur dan jenis pemakaian bahasa.
Dengan demikian, perlu untuk kita memahami hakikat bahasa
dimulai dari sejarah, perkembangan, dan seperti apa aplikasi fungsinya di
era kini.

B. Tujuan
1. Mendeskripsikan pentingnya bahasa
2. Mendeskripsikan fungsi dan kedudukan bahasa
3. Mendeskripsikan sejarah dan perkembangan bahasa

C. Manfaat
1. Mempengaruhi pembaca untuk lebih mencintai negara Indonesia
dengan menanamkan nilai tersebut melalui sejarah bahasa Indonesia
2. Mendayagunakan bahasa secara optimal dengan mengetahui fungsi
dan kedudukannya

BAB II

IDENTITAS BUKU

2
A. Pembelajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi
a) Pengarang : Nurul Hidayah, M.Pd
b) Penerbit : Garudhawaca
c) Tahun Terbit : 2016
d) Kota Terbit : Yogyakarta
e) Cetakan :1
f) Jumlah Halaman : 268 Halaman
g) Nomor ISBN : 978-602-7949-91-1
B. Bahasa dan Sastra Indonesia di SD
a) Pengarang : HJ. Yusi Rosdiana, dkk
b) Penerbit : Universitas Terbuka
c) Tahun Terbit : 2009
d) Kota Terbit : Jakarta
e) Cetakan :5
f) Jumlah Halaman : 388 Halaman
g) Nomor ISBN : 979-011-166-5

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Pentingnya Bahasa

Jika kita tidak melestarikan tata cara berbicara bahasa Indonesia


yang baik dan benar, maka bangsa kita ini akan terjajah oleh bangsa asing,
karena apa yang dibicarakan dalam kehidupan sehari-haripun kita sudah

3
tidak memakai bahasa Indonesia. Semua itu sama saja kita sudah terjajah
oleh bahasa asing. Dampak lain yang tadi dikatakan bahasa Indonesia
sudah tidak akan dipakai lagi mungkin akan hilang, dan bisa-bisa
dampaknya akan berpengaruh kepada kebudayaan bangsa kita.

B. Fungsi dan Kedudukan Bahasa


a) Kedudukan Bahasa Indoensia

Bahasa Indonesia mempunyai dua kedudukan yang sangat


penting yaitu :
1. Sebagai Bahasa Nasional
Seperti yang tercantum dalam ikrar ketiga Sumpah Pemuda
1928 yang berbunyi Kami putra dan putri Indonesia menjunjung
bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ini berarti bahasa Indonesia
berkedudukan sebagai bahasa Nasional yang kedudukannya berada
diatas bahasa-bahasa daerah.

2. Sebagai Bahasa Negara

Tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 (Bab XV Pasal


36) mengenasi kedudukan bahasa Indonesia yang menyatakan bahawa
bahasa negara ialah bahasa Indonesia.

b) Fungsi Bahasa Indonesia

Di dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa


Indonesia berfungsi sebagai :

1. Lambang kebangsaan

2. Lambang identitas nasional

3. Alat penghubung antarwarga, antardaerah dan antarbudaya

4. Alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan


latar belakang sosial budaya dan bahasa yang berbeda-beda ke
dalam satu kesatuan kebangsaan yang bulat.

4
Di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa
indonesia berfungsi sebagai :

1. Bahasa resmi kenegaraan

2. Bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan

3. Alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan


perencanaan dan pelaksanaan pembangunan

4. Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi

Fungsi bahasa :

a) Fungsi informasi, yaitu untuk menyampaikan informasi timbal-


balik antar anggota keluarga ataupun anggota-anggota masyarakat.

b) Fungsi ekspresi diri, yaitu untuk menyalurkan perasaan, sikap,


gagasan,emosi atau tekanan-tekanan perasaan pembaca.

c) Fungsi adaptasi dan integrasi, yaitu untuk menyesuaikan dan


membaurkan diri dengan anggota masyarakat, melalui bahasa
seorang anggota masyarakat sedikit demi sedikit belajar adat
istiadat, kebudayaan, pola hidup, perilaku, dan etika
masyarakatnya.

d) Fungsi kontrol sosial. Bahasa berfungsi untuk mempengaruhi sikap


dan pendapat orang lain.

e) Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.

f) Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.

g) Alat mengidentifikasi diri.

Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi :

5
a) Fungsi instrumental, yakni bahasa digunakan untuk memperoleh
sesuatu

b) Fungsi regulatoris, yaitu bahasa digunakan untuk mengendalikan


prilaku orang lain

c) Fungsi intraksional, bahasa digunakan untuk berinteraksi dengan


orang lain

d) Fungsi personal, yaitu bahasa dapat digunakan untuk berinteraksi


dengan orang lain

e) Fungsi heuristik, yakni bahasa dapat digunakan untuk belajar dan


menemukan sesuatu

f) Fungsi imajinatif, yakni bahasa dapat difungsikan untuk


menciptakan dunia imajinasi

g) Fungsi representasional, bahasa difungsikan untuk menyampaikan


informasi

Fungsi bahasa Indonesia :

a) Bahasa resmi kenegaraan

b) Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan

c) Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan


pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah

d) Alat pengembangan kebudayaan

Fungsi bahasa indonesia sebagai bahasa baku :

a) Fungsi Pemersatu, artinya bahasa Indonesia mempersatukan suku


bangsa yang berlatar budaya dan bahasa yang berbeda-beda

6
b) Fungsi pemberi kekhasan, artinya bahasa baku memperbedakan
bahasa itu dengan bahasa yang lain

c) Fungsi penambah kewibawaan, penggunaan bahasa baku akan


menambah kewibawaan atau prestise.

d) Fungsi sebagai kerangka acuan, mengandung maksud bahwa


bahasa baku merupakan kerangka acuan pemakaian bahasa

C. Perkembangan Bahasa Indonesia

Ketika bahasa Indonesia diterima dan diresmikan sebagai bahasa


persatuan dan bahasa negara Republik Indonesia tidak ada yang
meramalkan bahwa akan tumbuh keanekaragaman dalam bahasa itu.
Demikian juga tidak ada yang memikirkan bahwa bangsa Indonesia akan
mempunyai dialek dan ragam bahasa. Tidak ada yang menyangka kecuali
beberapa pakar yang memiliki wawasan sosiolinguistik bahwa bahasa
Indonesia seragam hanyalah merupakan semboyan kosong. Suatu
kenyataan yang wajar bahwa dalam pertumbuhan bahasa Indonesia
mempunyai variasi-variasi bahasa seperti halnya bahasa manusia lainnya
di dunia ini. Variasi-variasi bahasa yang ada dalam bahasa Indonesia
terjadi karena kehidupan pemakainya semakin lama semakin kompleks.

Jika semula bahasa Indonesia mempunyai bahasa tulis seperti yang


dipakai dalam buku, majalah, dan surat kabar, maka kemudian bahasa
Indonesia juga mempunyai ragam lisan, yang dipakai orang Indonesia
untuk berkomunikasi secara langsung. Bila semua bahasa Indonesia hanya
dipakai untuk keperluan resmi seperti dalam perundang-undangan, dunia
pendidikan, upacara resmi, maka kemudian bahasa Indonesia juga dipakai
untuk keperluan tidak resmi seperti yang dipakai dalam surat menyurat
antara orang yang akrab, sapa-menyapa antara orang tua dan anak-
anaknya, tawar menawar di toko, dan di pasar. Bila pada mulanya bahasa
Indonesia hanya dipergunakan sebagai bahasa pertama, khususnya oleh
generasi muda yang tidak lagi fasih berbahasa daerah.

7
Keanekaragaman bahasa Indonesia itu tumbuh secara wajar sebab
telah terjadi diversifikasi fungsi. Bila semula bahasa Indonesia hanya
berfungsi terbatas, maka kemudian fungsi itu semakin banyak dan semakin
ruwet. Tetapi, karena bahasa Indonesia harus tetap menjadi alat
komunikasi yang efisien, timbullah proses lain yang disebut proses
sentripetan berupa penataan secara alamiah pelbagai dialek atau ragam
bahasa itu sesuai dengan fungsinya yang baru. Pembagian tugas diantara
semua dialek bahasa Indonesia. Dengan adanya pembagian tugas itu
diversifikasi fungsi bukanlah menyebabkan kekacauan, melainkan
menumbuhkan patokan atau standar yang jelas bagi pemakai bahasa.
Tumbuhnya standar ini disebut standarisasi bahasa atau pembekuan
bahasa.

D. Sejarah Kemunculan Bahasa


a) Perkembangan Bahasa Indonesia Sebelum Merdeka
Pada dasarnya bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.
Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa
perhubung antar suku di nusantara dan sebagai bahasa yang digunakan
dalam perdagangan antara pedagang dari dalam nusantara dan dari luar
nusantara.
Perkembangan dan pertumbuhan bahasa Melayu tampak lebih
jelas dari berbagai peninggalan peninggalan, misalnya :
1. Tulisan yang terdapat pada batu nisan di Minye Tujoh, Aceh pada
tahun 1380 M.
2. Prasasti Kedukan Bukit, di Palembang, pada tahun 683.
3. Prasasti Talang Tuo, di Palembang, pada tahun 684.
4. Prasasti Kota Kapur, di Bangka Barat, pada tahun 686.
5. Prasasti Karang Brahi Bangko, Merangi, Jambi, pada tahun 688.

Dan pada saat itu Bahasa Melayu telah Berfungsi Sebagai :


1. Bahasa Kebudayaan yaitu bahasa buku-buku yang berisi aturan-
aturan hidup dan satra

2. Bahasa Perhubungan (Lingua Franca) antar suku di Indonesia

8
3. Bahasa Perdagangan baik bagi suku yang ada di indonesia
mapupun pedagang yang berasal dari luar indonesia.

4. Bahasa resmi kerajaan.

Bahasa Melayu menyebar ke pelosok nusantara bersamaan


dengan menyebarnya agama Islam di wilayah nusantara, serta makin
berkembang dan bertambah kokoh keberadaannya karena bahasa
Melayu mudah diterima oleh masyarakat nusantara sebagai bahasa
perhubungan antar pulau, antar suku, antar pedagang, antar bangsa dan
antar kerajaan.
Jadi jelashlah bahwa bahasa indonesia sumbernya adalah
bahasa melayu.
b) Perkembangan Bahasa Indonesia Sesudah Merdeka
Bahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928. Pada
saat itu, para pemuda dari berbagai pelosok nusantara berkumpul
dalam rapat, para pemuda berikrar:
1. Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang
satu, tanah air Indonesia.
2. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu,
bangsa Indonesia.
3. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan,
bahasa Indonesia.
Ikrar para pemuda ini dikenal dengan nama Sumpah
Pemuda.
Unsur yang ketiga dari Sumpah Pemuda merupakan pernyataan
tekad bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa
Indonesia. Pada tahun 1928 bahasa Indonesia dikokohkan
kedudukannya sebagai bahasa nasional.
Bahasa Indonesia dinyatakan kedudukannya sebagai bahasa
negara pada tanggal 18 Agustus 1945, karena pada saat itu Undang
Undang Dasar 1945 disahkan sebagai Undang Undang Dasar Negara
Republik Indonesia. Di dalam UUD 1945 disebutkan bahwa Bahasa

9
Negara Adalah Bahasa Indonesia (Bab XV, Pasal 36) Prolamasi
kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945, telah
mengkukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia secara
konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa Indonesia dipakai
oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia.
c) Bahasa Indonesia Kedepan
Mungkin gaya bicara warga Indonesia ke depan diprediksi
sudah tidak sama sekali menggunakan bahasa Indonesia dalam
percakapanya sehari-hari, nanti mungkin akan berbicara dengan bahasa
negara lain, hal ini dapat kita lihat dari sekolah-sekolah menengah ke
atas yang hampir rata-rata mengedepankan pelajaran-pelajaran bahasa
Inggris dan bahasa Jepang, bahkan sekarang ini sudah banyak sekolah
menengah ke atas yang mempelajari bahasa Jerman dan Arab. Itu
semua dimasukan ke dalam pembelajaran yang pokok, sedangkan
bahasa Indonesia sendiri sudah jarang dipelajari karena beranggapan
bahasa kita sendiri, jadinya dianggap sepele padahal justru bahasa kita
sendirilah yang harus kita lestarikan. Kita juga dapat melihat dari
perguruan-perguruan tinggi yang tes masuknnya itu harus dengan
menguasai bahasa inggris, ini sangat ironi sekali justru seharusnya tes
itu memakai bahasa Indonesia karena itu sama saja kita dari dini sudah
tidak tertanam berbahasa Indonesia yang baku lagi, tapi sudah
tertanam oleh bahasa luar. Hal-hal itulah yang menjadi penyebab
bahasa Indonesia kedepannya nanti akan tidak dipakai lagi bahkan
mungkin juga akan hilang.
d) Peresmian Nama Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai bahasa nasional


pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Penggunaan
bahasa Melayu sebagai bahasa nasional merupakan usulan dari
Muhammad Yamin, seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah.
Dalam pidatonya pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, Yamin
mengatakan bahwa : Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa
yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua bahasa yang

10
bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan
Melayu. Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun
akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan.

Secara Sosiologis kita bisa mengatakan bahwa Bahasa


Indonesia resmi di akui pada Sumpah Pemuda tanggal 28 Onktober
1928. Hal ini juga sesuai dengan butir ketiga ikrar sumpah pemuda
yaitu Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan,
bahasa Indonesia. Namun secara Yuridis Bahasa Indonesia diakui
pada tanggal 18 Agustus 1945 atau setelah Kemerdekaan Indonesia.

e) Bahasa Melayu Di Angkat Sebagai Bahasa Indonesia

Ada empat faktor yang menyebabkan bahasa Melayu diangkat


menjadi bahasa Indonesia yaitu :

1. Bahasa melayu sudah merupakan lingua franca di Indonesia,


bahasa perhubungan dan bahasa perdangangan.

2. Sistem bahasa Melayu sederhana, mudah dielajari karena dalam


bahasa melayu tidak dikenal tingkatan bahasa (bahasa kasar dan
bahasa halus).

3. Suku jawa, suku sunda dan suku suku yang lainnya dengan
sukarela menerima bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia
sebagai bahasa nasional

4. Bahasa melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai sebagai


bahasa kebudayaan dalam arti yang luas.

E. Perkembangan Bahasa Indonesia Saat Ini

Arus globalisasi itu telah menimbulkan pengaruh sosial yang


dalam waktu-waktu yang akan datang akan terjelma dalam perilaku sosial,
baik perilaku sosial bermasalah maupun perilaku sosial yang positif.
Kenyataan menunjukkan di mana-mana selalu digebyarkan kata atau
urutan kata persaingan, harga bersaing, kalah bersaing, dan memasuki

11
persaingan global. Arus globalisasi tentu saja akan mempengaruhi seluruh
aspek kehidupan dan penghidupan manusia sejagat. Pengaruh itu, antara
lain akan terlihat dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Salah satu
pokok yang dihadapi dunia pendidikan adalah masalah identitas bangsa.

Kalau berbicara identitas bangsa, mau tidak mau kita akan


membahas kebudayaan. Jika kita berbicara tentang kebudayaan, mau tidak
mau kita akan mempersoalkan bahasa. Perlunya kesadaran tentang
identitas budaya, bahkan upaya mempertahankan identitas merupakan
prioritas yang harus diperjuangkan sampai titik darah penghabisan dengan
ciri utama keseimbangan antara aspek material dan spiritual. Pengaruh
arus globalisasi dalam identitas bangsa itu tercermin, antara lain dari sikap
lebih mengutamakan penggunaan bahasa asing daripada bahasa Indonesia.

Fenomena paling menonjol yang tengah terjadi pada kurun waktu


sekarang ini adalah pengaruh arus globalisasi. Proses perubahan inilah
yang disebut Alvin Toffler sebagai gelombang ketiga, setelah berlangsung
gelombang pertama (agrikultur) dan gelombang kedua (industri).
Perubahan yang demikian menyebabkan terjadinya pula pergeseran
kekuasaan dari pusat kekuasaan yang bersumber pada tanah, kemudian
kepada kapital atau modal, selanjutnya (dalam gelombang ketiga) kepada
penguasaan terhadap informasi (ilmu pengetahuan dan teknologi).

12
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Bahasa sangat penting bagi bangsa Indonesia. Karena bahasa


merupakan salah satu komponen yang mempunyai nilai sejarah di negeri
ini dengan berbagai proses untuk penyempurnaannya. Bahasa terus
berkembang, dimasa yang lalu, masa kini, dan masa depan. Bahasa
memiliki berbagai peran vital yang sepantasnya diberdayagunakan sebaik
mungkin agar fungsi bahasa bisa terealisasi maksimal.

Karena keterkaitan dan keterikatan bahasa itu dengan manusia,


sedangkan dalam kehidupannya dalam manusia nya kegiatan manusia
tidak tetap dan tidak berubah, maka bahasa itu juga menjadi ikut berubah,
menjadi tidak tetap, menjadi tidak statis.

13
B. Saran
1. Hendaknya melalui makalah ini pembaca dapat meningkatkan
kapasitas diri dalam melakukan suatu penulisan laporan bacaan.
2. Dalam meningkatkan kecintaan kepada bahasa Indonesia, perlu adanya
upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas
seperti melalui penyebarluasan informasi tentang hakikat bahasa.

DAFTAR PUSTAKA

Agustus, Pius et al. 2015. Ejaan Yang Disempurnakan. Jakarta. Web :


https://www.scribd.com )

Naki, Ibrahim. 2013. Ruang Lingkup EYD. Gorontalo. Web :


https://www.slideshare/mobile/ibrahimnaki/ruang-lingkup-ejaan-yang-
disempurna )

14