Anda di halaman 1dari 2

1.

Hubungan air bersih dengan air buangan

Air bersih adalah salah satu jenis sumber daya berbasis air yang bermutu
baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi. Untuk konsumsi
air minum menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum adalah
tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung logam
berat. Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, terdapat
risiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli)
atau zat-zat berbahaya. Walaupun bakteri dapat dibunuh dengan memasak
air hingga 100 C, banyak zat berbahaya, terutama logam, tidak dapat
dihilangkan dengan cara ini.

Sumber air bersih terdapat pada sungai,curah hujan,air permukaan dan air
tanah. Sumber-sumber air bersih ini biasanya terganggu akibat penggunaan
dan penyalahgunaan sumber air seperti:

Industri. Walaupun industri menggunakan air jauh lebih sedikit dibandingkan


dengan irigasi pertanian, namun penggunaan air oleh bidang industri
mungkin membawa dampaknya yang lebih parah. Pertama, penggunaan air
bagi industri sering tidak diatur dalam kebijakan sumber daya air nasional,
maka cenderung berlebihan.

Kedua, pembuangan limbah industri yang tidak diolah dapat menyebabkan


pencemaran bagi air permukaan atau air bawah tanah, sehingga menjadi
terlalu berbahaya untuk dikonsumsi. Air buangan industri sering dibuang
langsung ke sungai dan saluran-saluran, mencemarinya, dan pada akhirnya
juga mencemari lingkungan laut, atau kadang-kadang buangan tersebut
dibiarkan saja meresap ke dalam sumber air tanah tanpa melalui proses
pengolahan apapun. Kerusakan yang diakibatkan oleh buangan ini sudah
melewati proporsi volumenya. Banyak bahan kimia modern begitu kuat
sehingga sedikit kontaminasi saja sudah cukup membuat air dalam volume
yang sangat besar tidak dapat digunakan untuk minum tanpa proses
pengolahan khusus.

2. Peletakkan jalur pipa dijalan lebar.


Penempatan pipa tergantung dari:
jaringan jalan yang ada- jenis, kondisi, dan topografi tanah yang dilalui-
sistem perpipaan yang lain (air minum, listrik, gas)- kapasitas dan lokasi
bangunan yang dilayaniUmumnya pipa dipasang di pertengahan jalan
karena:- tidak perlu membebaskan tanah penduduk - pemeriksaan saluran
lebih mudahPipa dipasang di pinggir jalan jika:- bangunan pada satu sisi
jalan lebih banyak daripada sisi lainnya- perbedaan ketinggian anatar
kedua sisi jalan terlalu besar

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam perletakan


saluran,diantaranya adalah sebagai berikut:-
kedalaman saluran minimum adalah 1.00 meter pada awal
penanamannya(untuk pipa servis) dan paling dalam 7.0 meter pada akhir
saluran-

apabila kedalaman ujung saluran telah mencapai 7.00 m, maka aliran air
buangan dalam saluran harus dinaikkan dengan menggunakan
pompa,sehingga aliran secara gravitasi dapat berlangsung lagi-

apabila kedalaman ujung saluran kurang dari 1.00 m (akibat kemiringan


muka tanah lebih besar dari kemiringan saluran) perlu diperbesar, yaitu
dengan bangunan drop manhole-

penempatan saluran dapat di tengah jalan jika badan jalan tidak terlalu
lebar dan lalu lintas kendaraan tidak terlalu ramai-

peletakkan pipa dijalan raya 5m

bila beban penerimaan air limbah dari kanan dan kiri jalan tidak
sama,saluran ditempatkan di tepi jalan di bagian yang bayak memberikan
airbuangan-

bila beban penerimaan air limbah dari kanan dan kiri jalan sama dan
badan jalan cukup lebar, arus lau lintas cukup padat, maka saluran
ditempatkandi kanan dan kiri jalan-

di daerah pemukiman, bila terdapat Brandgang, maka saluran


ditempatkan di brandgang belakang rumah