Anda di halaman 1dari 8

ASUHAN KEPERAWATAN TENTANG

LUKA INSISI PASCA OPERASI BPH

TINJAUAN KASUS

I. Pengkajian
Pengkajian dilakukan pada tanggal 28 November 2013 pukul 10.00 WIB dengan metode
alloanamnesa dan autoanamnesa.
a. Identitas Pasien
Nama : Tn.N
Umur : 45 tahun
Kelamin : Laki-laki
Alamat : Bogorejo 1/1 Blora
Status Perkawinan : Kawin
Agama : Islam
Suku : Jawa
Pekerjaan : Petani
Lama Bekerja : 20 tahun
Tanggal Masuk : 26 November 2013
Diagnosa Medis : Pos op BPH
Sumber Informasi : Pasien
b. Penanggung Jawab
Nama : Tn.K
Alamat : Sambungrejo 2/4 Blora
Pekerjaan : Swasta
Hubungan dengan Keluarga : Adik
II. Riwayat Penyakit
a. Keluhan Utama : Pasien mengatakan nyeri pada luka bekas insisi di perut bawah
umbilikus nyeri seperti ditusuk-tusuk, nyeri hilang timbul, nyeri saat digunakan bergerak,
skala nyeri 6.
b. Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien mengatakan tidak bisa menahan kencing dan
merembes, sakit jika digunakan BAK, kemudian pasien dibawa ke RSUD Dr. R. Soetijono
dan diperikasa di polidengan diagnosa sementara BPH dan disarankan untuk opname di ruang
Wijaya Kusuma untuk menjalankan program operasi BPH (prostotectomi)terapi RL 20
kali/menit. Pada tanggal 27 November 2013 pasien menjalani operasi.
c. Riwayat penyakit dahulu : pasien mengatakan belum pernah dirawat di rumah sakit
sebelumnya
d. Riwayat penyakit keluarga : pasien mengatakan keluarganya tidak ada yang mempunyai
penyakit menurun dan menular seperti HT , DM , TBC Kanker dan lain lain .
III. Pengkajian pola fungsional
1. Pengetahuan tentang penyakit / perawatan
Pasien mengatakan hanya tahu penyakitnya dari luar saja , setelah dilakukan tindakan operasi
atau pembedahan pasien tidak tahu cara merawatnya .
2. Pola nutrisi
Intake cairan dan makanan
Sebelum sakit : pasien mengatakan makan 3x sehari dengan porsi 1 lauk nasi ,dan sayur dan
minum sekitar 3000 ml/hari .
Selama sakit : pasien mengatakan makan 3x sehari dengan menu diit RS habis setengah porsi
dan minum sekitar 5000 ml/ hari .
3. Pola eliminasi
Sebelum sakit : pasien bab 1xsehari dengan konsistensi lembek warna coklat
Pasien bak 3-4x/hari dengan warna kekuningan .
Selama sakkiit : pasien bab 1x/hari dengan konsistensi lembek , warna coklat .
Pasien bak 250 ml/hari lewat selang kateter warna kuning kemerahan

4. Pola aktifitas
Kemaampuan 0 1 2 3 4
Makan/minum

Mandi

Tolleting

Berpakaian

Mobilitas di
tempat
Tidur
Berpindah

ROM

Keterangan :
0 : mandiri
1 : alat bantu
2 : di bantu orang lain
3 : di bantu orang lain dan alat
4 : tergantung total
5.Pola tidur dan istirahat
Sebelum sakit : pasien mengatakan selalu tidur malam 6-7 jam/haH , tanpa gangguan .
Selama sakit : pasien mengatakan tidur tidak tentu , rata-rata tidur selama 5-4 jam ,
terbangun
Saat merasakan sakit pada luka insisi .

6. Pada perceptual
Sebelum sakit : pasien mengatakan tidak ada gangguan pada indra penglihatan ,
pendengaran , pengecapan , perabaan dan semuanya berfungsi dengan baik .
Selama sakit : pasien mengatakan ada gangguan pendengaran agar tidak mendengar .

7. Pola persepsi diri


Pasien mengatakan cemas tentang penyakitnya , pasien tidak tahu merawat penyakit dan post
op , pasien akan bertanya jika merasa bingung atau tidak tahu , pasien dapat berkomunikasi
dengan baik .
8. Pada sseksual dan reproduksi
Pasien adalah laki-laki mempunyai 3 orang anak dan mempunyai 1 istri .

9. Pola pean hubungan


Pasien selalu bertanya jika tidak tahu kepada perawat ataupun petugas medis lain yang
menanganinya pasien dapat di ajak komunikas dengan baik .

10. Pola manajemen kopingien stres


Pasien mengatakan sedih da cemas karena merasakan sakit pada luka post op , tetapi pasien
merasakan lebih tenang dan baik saat di beritahu .

11. Sistem nilai dan keyakinan


Pasien beragama islam dan selalu berdoa untuk kesembuhannya .

IV. Pemeriksaan Fisik


A. Penampilan
Keadaan umum : lemah
Kesadaran : composmentis
TTV : TD : 120/80
S : 36,8C
N : 84x/mnt
R : 22x/mnt
B. Kepal
Bentuk kepala : mesochepal
Rambut : berubah kulit bersih , rambut kering
Mata : skelera tidak ikterik , konjungtiva tidak anemis
Hidung : bersih tidak ada skret
Telinag: bersih , tidak ada serumen
Mulut : mukosa bibir lembab , tidak ada stomatis , tidak ada canes
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid

C. Dada
Paru-paru I : ictus cordis tampak
Pal :tidak ada nyeri tekan
Per :sonor
A :Ronchi (-) wheezing (-)
Jantung I : ictus cordis tampak
Pal : ictus cordis teraba pada intercosta 4 dan 5
Per :I
A : bunga jantung S3 dan S4

D. Abdomen I :ada luka bedah dibawah umbilikus


A :peristaltik usus 13x/mnt
Per :tympani
Pal :ada nyeri tekan pada luka insisi
E. Ekstremitas Atas :terdapat infus pada tangan kiri
Bawah :kaki kanan tidak ada oedem

F. Genetalia :Bersih,terpasang DC

Data Penunjang

Therapy obat 28 november 2013


Cetoperazon 2x1 IV
Ketordak 3x1 amp IV
Ranitiain 3x1 amp IV
Infus Nacl 20 tpm

Laboratorium 26 november 2013


Leukosit 11,9 4,0-11,0 x103 I
Hemaglobin 11,8 12,0-18,0 g/d
Hematorik 36 35,0-47,0 %
Trombosit 2,1 150-450 x103L

II. Diagnosa keperawatan dan focus intervensi

1. Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan adanya luka insisi pembedahan post operasi
penyakit BPH prostat.
Tujuan : Setelah di lakukan tindakan keperawatan 3x24 jam pasien tidak nyeri
Kriteria hasil : - tanda-tanda vital dalam batas normal
- nyeri pada luka bekas insisi diperut bawah umbilicus berkurang.
Intervensi :1. Kajian tingkat nyeri
2. Anjurkan pasien tidak aktif bergerak
3. Motivasi pasien untuk memakan nutrisi TKTP
Rasional : - Untuk mencapai kriteria TTV normal pada pasien
- Untuk mengetahui skala nyeri yang terjadi pada pasien
2. Gangguan gatal dengan adanya bakteri berhubungan dengan rasa nyaman
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1 x 24 jam di harapkan tidak terjadi
luka pada kulit bekas luka insisi karena gatal
Kriteria hasil : - Tidak terjadi lecet pada bagian kulit disekitar luka bekas insisi
- Pasien berkurang gatalnya
Intervensi : 1. Beritahu pasien untuk tidak menggaruk saat gatal
2. Berikan bagian kulit bekas luka insisi pasien dengan NaCl
3. Oleskan bekas luka insisi pasien dengan minyak dan salep setelah
pakai NaCl
4. Jaga kebersihan kulit pasien
5. Kolaborasi dengan dokter pemberian obat pengurang rasa gatal
Rasional : Untuk mengurangi rasa gatal dengan pemberian obat
3. Resdi infeksi berhubungan dengan hiporoteinemia
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan tidak terjadi infeksi
Kriteria hasil : - Tidak ada tanda-tanda infeksi (rubor, kalor, dulor, fungsiolaeta)
- Tidak timbul luka baru
Intervensi : 1. Kaji tanda-tanda infeksi
2. Jaga kebersihan luka
3. Kolaborasi pemberian antibiotic
4. Motivasi pasien untuk meningkatkan nutrisi TKTP
Rasional : Mengurangi nyeri dan mencegah terjadinya infeksi pada daerah insisi

III.Implementasi
Tanggal / jam Implementasi Respon
29 11 2013 Mengobservasi keadaan umum S = pasiean bersedia
10.15 O = pasien menjawab
pertanyakan yang di ajukan
10.30 Mengkaji skala nyeri S = pasien kooperatif
O = skala nyeri 6 post operasi
luka insisi
11.30 Mengobservasi tanda-tanda vital S = pasien mengatakan iya
O = TD = 120/80 mmHg
S = 36,8C
RR = 22x/menit
N = 84x/menit
12.00 Kolaborasi dengan tim medis S = pasien bersedia
pemberian obat sesuai indikasi O = tidak terjadi alergi, obat
masuk
13.00 Berikan lingkungan yang tenang S = pasien bersedia
untuk istirahat O = pasien tampak tertidur
dengan nyenyak
30 10 2014 Memantau pemasukan dan S = pasien kooperatif
09.00 pengeluaran O = pasien tampak memakan
makanan yang disediakan oleh
rumah sakit
09.30 Kaji membran mukosa dan S = pasien mengatakan iya
turgor kulit O = membran mukosa tampak
kering
10.00 Kolaborasi dengan tim medis S = makanan habis
pemeberian makanan sesuai O = porsi makan habis
indikasi
11.00 Mengkaji ulang proses S = pasien kooperatif
terjadinya penyakit O = pasien tampak memahami
dan sudah tidak banyak bertanya
11.30 Mendiskusikan program terapi S = pasien kooperatif
dan obat-obatan yang di O = pasien tampak mengikuti
gunakan serta perubahan pola program yang di lakukan
hidup

IV.EVALUASI

Tanggal/Jam No Dx Evaluasi
1 Des 2013 I S : Pasien dapat tidur tenang
21.00 O : Pasien tampak cerah dan
tidak pucat
A:Masalah sebagian teratasi
P : Lanjutkan ntervensi
1 Des 2013 II S : Sudah tidak terasa gatal
21.00 pada luka
O : Rasa gatal berkurang
A:Masalah teratasi sebagian
pada luka
P : Lanjutkan intervensi
1 Des 2013 III S : Tidak terdapat nyeri dan
21.00 inveksi
O : Skala nyeri berkurang
A : Masalah teratasi
P : Intervensi dihentikan

TUGAS ASUHAN KEPERAWATAN


LUKA INSISI PASCA OPERASI BPH
KONSEP DASAR KEPERAWATAN
Dosen Pengampu : Cipto,S.Kep , M.H.Kes
Disusun Oleh :
1. Agustina Ika Wulandari
2. Dania Wulandari
3. Diana Rosita Santi
4. Imam Ghozali Muslim
5. Lift Anis Mashumah
6. Puspa Ayu A
7. Sariatun Anil Khusnia
8. Siti Nur Arnisah
9. Vina Hardiyanti

POLTEKKES KEMENKES SEMARANG


DIII Keperawatan Blora
2015/2016