Anda di halaman 1dari 7

TUGAS ILMU GIZI

ANALISIS JURNAL

BLOK KELUHAN KARDIOVASKULAR

DOSEN PENGAMPU :

Wahyu Hardi Prasetiyo SST. Gz,MPH, RD

ANGGOTA KELOMPOK :

1. Rizky Frida Monica. NIM. I1A015058. PSPD


2016
2. ROHANA. I1A015059. PSPD 2016
3. ROSELA ELMITA. I1A015060. PSPD 2016

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITASLAMBUNG MANGKURAT
2016
DATA JURNAL

Judul : Association of dietary factors with severity of coronary


artery disease
Kata Kunci : Dietary factors, Coronary artery disease, Severity

Pengarang : Namita Mahalle, M.K. Garg, S.S. Naik, M.V. Kulkarni

Volume dan Nomor :


Tahun Penerbitan : Tahun 2016
ASSOCIATION OF DIETARY FACTORS WITH
SEVERITY OF CORONARY ARTERY DISEASE

Latar belakang
Penyakit kardiovaskular merupakan penyakit nomor 1 sebagai penyebabnya
kematian. Jurnal ini ditujukan untuk menganalisis antara hubungan faktor makanan
dengan keparahan penyakit arteri koroner (CAD) pada pasien di india.

Tujuan
Untuk menganalisis hubungan faktor makanan dengan keparahan CAD pada
pasien indian.

Metode penelitian
Tiga ratus pasien dengan penyakit arteri koroner yang diketahui berusia di
atas 25 tahun yang termasuk dalam penelitian ini. Kriteria ekslusi adalah adanya
penyakit ginjal kronis, disfungsi hati, penyakit endokrinal rheumatological yang
diketahui atau infeksi kronis. Semua kasus diwawancarai dengan menggunakan
kuesioner, data yang termasuk yaitu merokok, aktivitas fisik, tinggi, berat, lingkar
pinggang, lingkar pinggul diukur, indeks massa tubuh (BMI) dan rasio pinggang
pinggul (WHR) dihitung. Data tentang riwayat klinis hipertensi, diabetes mellitus
adanya obat-obatan (antihipertensi dan hipoglikemi). Kuesioner dan penelitian diet
yang diberikan melalui wawancara oleh staf yang terlatih. Pasien dikelompokan
berdasarkan tingkat keparahan CAD (jumlah pembuluh darah yang terlibat dikanan,
left circumflex atau left anterior descending-singel (SVD), double (DVD), triple
(TVD) dan menganalisis hubungan dengan faktor makanan.
Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan versi SPSS 20.0 (SPSS in
chicago, USA). Data yang disajikan sebagai rata-rata SD, median (kisaran) atau
nomor (%). Semua data parametik dianalisis dengn satu arah dengan tes ANOVA.
Berarti evaluasi lebih lanjut setelah disesuaikan dengan usia, BMI, HOMA-IR dan hs-
CRP.

Hasil Penelitian
Tiga ratus pasien dengan CAD yang diketahui (M=216 F=84 usia=25-
92)dipelajari. Usia rata-rata pasie adalah 60,9 12,4 tahun. Tidak ada perbedaan usia
antara pria dan wanita ( M= 60,95 12,3 F= 60,03 12,9 p=0,10). Faktor resiko
sederhana terdeteksi antara pasien yang diabetes mellitus 41,6% hipertensi -68,3%,
dislipidemia -58,7% dan kelebihan berat badan/ obesitas -78,4%. Antara
makronutrient , pasien dengan memiliki asupan tinggi karbohidrat, dan asupan rendah
protein dan diet serat dibandingkan dengan SVD. Tidak ada perbedaan asupan yang
signifikan dari makronutrient antara DVD dan TVD. Ada susunan gambar dan warna
tetap ketika asupan makronutrien telah disesuaikan untuk BMI, HOMA-IR dan hs-
CRP kecuali untuk serat. Energi disesuaikan karbohidrat (p=0,019), lemak, asam
palmitik (p=0,002) dan protein (p<0.001) asupan tetap signifikan antara tiga
kelompok.
Asupan vitamin niacin, ribovlafin, thiamin, B6, dan vitamin C menurun
dengan peningkatan dalam tingkat keparahan dari CAD. Tidak ada perbedaan dalam
asupan asam folat, vitamin A dan B12 diantara semua kelompok. Dengan peningkatan
keparahan CAD, asupan mineral (kalium, kalsium magnesium dan zinc) juga
mengalami penurunan. Perbedaan asupan vitamin dan mineral yang lebih di tandai
antara TVD dan SVD dibandingkan dengan DVD dan TVD.

Diskusi

Dalam penelitian ini kita telah meneliti hubungan faktor makanan dengan
tingkat keparahan CAD. Dalam penelitian ini, karbohidrat dan lemak (asam palmitat)
asupan yang tinggi; dan protein dan asupan serat adalah rendah dengan pasien TVD
bila dibandingkan dengan SVD dan DVD. Hubungan positif antara asupan
karbohidrat dan perkembangan aterosklerosis koroner telah dilaporkan di kalangan
wanita pasca menopause. Sebuah studi dari yunani menunjukan bahwa pola diet yang
terdiri dari konsumsi tinggi daging mera, pemanis, pasta, kentang dikaitkan dengan
probabilitas yang tinggi memiliki CAD parah. Sebaliknya, rendah lemak telah
dikaitkan dengan perkembangan yang lambat dari CAD. Asama lemak tak jenuh
tunggal (MUFA) telah dilaporkan sebagai pelindung untuk CAD dan mengarah ke
perkembangan lebih lambat dari CAD. Asupan karbohidrat tinngi telah dikaitkan
dengan peningkatan sitokin inflamasi dan resistensi insulin. Pengamatan serupa telah
dilaporkan dengan dit tinggi lemak, kemungkinan bahwa faktor-faktor ini
menjelaskan hubungan karbohidrat dan lemak dengan keparahan CAD. Untuk
mengevaluasi itu, kami telah menyesuaikan asupan karbohidrat dan lemak (asam
palmitat) dengan HOMA-IR (penanda untuk resistensi insulin) dan hs-CRP (penanda
untuk peradangan). Meskipun signifikasi untuk kedua faktor makanan menurun,
namun masih tetap signifikann menunjukan bahwa resistensi insulin dan peradangan
kronis sebagian dapat menjelaskan hubungan kedua faktor makanan,tapi masih
tetapada hubungan langsung dengan tingkat keparahan CAD mealui mekanisme lain
yang masih tidak diketahui. Asupan protei telah menurunsecara substansi selama
beberapa dekade terakhir. Dalam penelitian ini asupan protein semakin menurun
antara pasien dengan SVD dan TVD dikaitkan dengan peningkatan dalam tingkat
keparahan dari CAD. Hal ini disebabkan perbedaan sumber protein, diamna protein
dari sumber hewani mengandung rwndah lemak.
Asupan tinggi protein telah dikaitkan dengan penurunan berat badan, dan
penurunan tekanan darah. Konsumsi makanan kaya arginin, seperti kacang-kacangan
dan ikan telah menerima banyak perhatian dalam beberapa tahun terakhir karena
hubungannya dengan menurunkan kejadian beberapa gangguan metabolisme
sepertihipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. Da beberapa penelitian yang
menunjukan korelasi negatif dari asupan buah dan sayur dengan resistensi insulin dan
penanda inflamasi. Diet mediterania terkenal untuk perlindungan pada CAD., kaya
sayuran buah-buahan, legumen, kacang-kacangan,sereal, dan minyak zaitun yang
mana berhubungan dengan asupan tinggi vitamin dan mineral. Efek IR dan hs-CRP,
yang menunjukan peran perlindungan tambahan ini mungkin berhubungan dengan
efek antioksidan atau mekanisme lainnya.
ANALISIS

A. Latar Belakang Penelitian

Pada Latar Belakang peneliti sudah menjelaskan alasan dan tujuan


dilakukannya penelitian tersebut. Jurnal ini dilatar belakangi dengan
diketahuinya bahwa penyakit kardiovaskular merupakan penyakit nomor 1
sebagai penyebabnya kematian. Jurnal ini ditujukan untuk menganalisis antara
hubungan faktor makanan dengan keparahan penyakit arteri koroner (CAD)
pada pasien di india.

B. Metode Penelitian

Pada Metode Penelitian, peneliti sudah menyebutkan jenis dan


mekanisme penelitian yang mana pada penelitian ini Analisis statistik yang
dilakukan dengan menggunakan versi SPSS 20.0 (SPSS in chicago, USA).
Data yang disajikan sebagai rata-rata SD, median (kisaran) atau nomor (%).
Semua data parametik dianalisis dengn satu arah dengan tes ANOVA. Berarti
evaluasi lebih lanjut setelah disesuaikan dengan usia, BMI, HOMA-IR dan hs-
CRP.
.

C. Hasil Penelitian
Hasil Penelitian sudah sangat jelas yaitu dalam bentuk penjelasan dan
disertai juga dalam bentuk tabel. Hasil penelitiannyayaitu Tiga ratus pasien
dengan CAD . didapatkan hasil Usia rata-rata pasien adalah 60,9 12,4
tahun. Serta dalam penelitian ini tidak ada perbedaan usia antara pria dan
wanita ( M= 60,95 12,3 F= 60,03 12,9 p=0,10). Faktor resiko sederhana
terdeteksi antara pasien yang diabetes mellitus 41,6% hipertensi -68,3%,
dislipidemia -58,7% dan kelebihan berat badan/ obesitas -78,4%. Dan di
dapatkan juga bahwa Antara makronutrient , pasien dengan memiliki asupan
tinggi karbohidrat, dan asupan rendah protein dan diet serat dibandingkan
dengan SVD. Tidak ada perbedaan asupan yang signifikan dari makronutrient
antara DVD dan TVD.

D. Diskusi
Didalam Diskusi Peneliti menjelaskan hubungan faktor makanan
dengan tingkat keparahan CAD. Dalam penelitian ini, karbohidrat dan lemak
(asam palmitat) asupan yang tinggi; dan protein dan asupan serat adalah
rendah dengan pasien TVD bila dibandingkan dengan SVD dan DVD.
Kelebihan dari jurnal ini adalah menjelaskan mengenai hubungan
faktor makanan dengan tingkat keparahan CAD namun tidak menjelaskan
mengenai takaran dan bentuk makanan yang baik yang dianjurkan untuk
pasien penderita CAD.