Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN

MENGENAL GANGGUAN JIWA DI MASYARAKAT

Pokok bahasan : Perawatan Kesehatan Maternitas


Sub pokok bahasan : Amenore Sekunder
Sasaran : Ibu/Pasien
Hari / Tanggal : Kamis, 23 Februari 2017
Waktu : 08:00 Wita (30 menit)
Tempat : Poli Genekology

A. Tujuan

1. Tujuan Umum :

Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan tentang amenore sekunder


diharapkan ibu/pasien dapat mengerti dan memahami cara penanganan
pada pasien amenore sekunder.

2. Tujuan Khusus:

Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan selama 30 menit diharapkan


ibu/pasien mampu:

a. Menyebutkan pengertian amenore sekunder

b. Menyebutkan penyebab amenore sekunder

c. Menyebutkan tanda dan gejala amenorea sekunder

d. Mengetahui pengobatan atau penanganan pada pasien amenore


sekunder

B. Langkah- Langkah Kegiatan


1. Persiapan
a. Media
- Lefleat
- Baner/Spanduk
b. Metode

1
- Ceramah
- Diskusi
c. Setting Tempat
1) Peserta duduk di dalam ruangan
2) Penyaji didepannya

d. Penugasan
- Moderator : Ihsan, S.Kep
- Penyaji Materi : Wahyuningsih, S.Kep
- Notulen : Asmidar, S.Kep
- Anggota :
Emi Wahyuni, S.Kep
Erny rionita bontong S, Kep
Darmawati, S.Kep
Mirnawati Dewi, S.Kep
D. Pelaksanaan Kegiatan
N KEGIATAN PENYULUHAN PESERTA WAKTU
O
1 Pembukaan Menyampaikan salam Menjawab salam 3 menit
dan salam Menjelaskan tujuan Mendengarkan
Memberi respon

2 Penyampaia Menyampaikan materi: Mendengarkan 20 menit


n materi - Pengertian amenore dan
sekunder memperhatikan
- Penyebab
terjadinya amenore
sekunder
- Tanda dan gejala

2
amenore sekunder
- Penanganan/pengob
atan pada pasien
amenore sekunder

Tanya jawab

3 Penutup dan Menyimpulkan hasil Menjawab 12 menit


salam materi
Menyampaikan salam Mendengarkan

Menjawab salam
E. Evaluasi
1. Kegiatan : Jadwal, alat bantu atau media, pengorganisasian, proses
penyuluhan
2. Hasil penyuluhan : memberi pertanyaan pada masyarakat yang
mengikuti penyuluhan di Ruangan Cempaka
- Apa pengertian Amenore Sekunder
- Menyebutkan penyebab Amenore Sekunder
- Mengetahui tanda dan gejala Amenore Sekunder
- Mengetahui penanganan dan pengobatan pada pasien Amenore
Sekunder
F. Susunan Acara
NO WAKTU ACARA
1. 08.00 - 08.05 WITA 1. Pembukaan
2. 08.05 - 08.20 WITA 2. Acara inti
3. 08.20 - 09.30 WITA 3. Diskusi tanya jawab
4. 09.30 - 09.35 WITA 4. Penutup

3
AMENORE SEKUNDER

A. Pengertian Amenore Sekunder


Amenore sekunder adalah berhenti haid setelah menarche atau
pernah mengalami haid tetapi berhenti berturut-turut selama 3 bulan
(Mansjoer, 2002).
Amenore sekunder adalah berhenti haid selama 6 bulan atau lebih
pada wanita yang sudah pernah mengalami haid dan bukan pada wanita
yang tidak hamil, menyusui atau menopause (Sarwono, 2010)
B. Penyebab Amenore Sekunder
1) Obesitas.
2) Penurunan berat badan yang drastis.
3) Kecemasan dan stres emosional.
4) Olahraga yang berlebihan.
5) Kehamilan.
6) Menopause.
7) Disfungsi tiroid.
8) Kegagalan dilatasi dan kuretase.
9) Konsumsi hormon tambahan.
10) Konsumsi obat-obatan (bisulfan, klorambusil, siklofosfamid,
fenotiazin, pil kontrasepsi, hormon terapi).
11) Kelainan pada rahim seperti mola hidatidosa dan sindrom
Asherman (pembentukan jaringan parut pada lapisan rahim akibat
infeksi atau pembedahan).
12) Kelainan endokrin (peningkatan aktivitas kelenjar adrenal yang
menyebabkan sindrom cushing).
C. Tanda dan Gejala Amenore Sekunder
1) Pernah mengalami haid.
2) Tidak mengalami haid selama 6 bulan atau lebih.

4
3) Sakit kepala.
4) Galaktore.
5) Peningkatan atau penurunan berat badan.
6) Vagina kering.
7) Hirsutisme.
8) Penglihatan kabur atau kehilangan penglihatan (disebabkan oleh
tumor pituitari).
D. Penanganan atau Pengobatan Pada Pasien Amenore Sekunder
Pengobatan yang dilakukan sesuai dengan penyebab dari amenorea yang
dialami :
1) apabila penyebabnya adalah obesitas, maka diet dan olahraga
adalah terapinya.
2) Belajar untuk mengatasi stress dan menurunkan aktivitas fisik yang
berlebih juga dapat membantu.
3) Penanganan amenore sekunder tergantung dari penyebabnya.
Sebagai contoh: jika penyebab amenore sekunder adalah hipotiroid
(hypothyroidisme), maka pengobatannya adalah suplemen tiroid.

5
DAFTAR PUSTAKA

Mansjoer, A. 2002. Asuhan Keperawatn Maternitas. Jakarta : Salemba Medika

Manuaba, Ida Bagus Gede. 2002. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan
Keluarga Berencana, Jakarta : EGC