Anda di halaman 1dari 9

KISI-KISI SOAL AK3 UMUM

ESSAY SOAL QUIZ TEST

1. Jelaskan Apa yang dimaksud dengan:


a. Kecelakaan Kerja adalah adalah kejadian yang tak terduga dan tidak diharapkan dan
tidak terencana yang mengakibatkan luka, sakit, kerugian baik pada manusia,
barang maupun lingkungan.
b. Penyakit Akibat Kerja adalah semua kelainan / penyakit yang disebabkan oleh
lingkungan kerja atau pekerjaan
2. Sebutkan dengan jelas factor factor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja!
Faktor Non Teknis (Manusia) : Latar Belakang Pendidikan, Psikologis, Ketrampilan, dan
factor Fisik
Faktor Teknis: Kondisi Tempat Kerja, Kondisi Peralatan, Bahan-bahan dan peralatan
yang bergerak, Alat Kerja,

Dan jelaskan juga istilah piramida kecelakaan menurut teori Heinrich

3. Siapa yang melakukan pengawasan K3 berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970 dan


sebutkan peraturan menterinya
Direktur (Kepmen No. 79/Men/1977)
Pegawai Pengawas (Permen No. 03/Men/1978 dan Permen No. 03/Men/1984)
Ahli K3 (Permen No.03/Men/1978 dan Permen No. 04/Men/1982)
4. Mengapa Tenaga Kerja yang akan di pekerjakan di perusahaan tempat saudara harus
dilakukan pemeriksaan awal dan berkala baik fisik maupun mental
Tujuan Pemeriksaan Awal

1. Pemeriksaan Kesehatan sebelum kerja


Definisi : pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh dokter sebelum seorang tenaga kerja
diterima untuk melakukan pekerjaan. > Pasal 1
Tujuan : agar tenaga keria yang diterima berada dalam kondisi kesehatan yang setinggi-
tingginya, tidak mempunyai penyakit menular yang akan mengenai tenaga kerja lainnya,
dan cocok untuk pekerjaan yang akan dilakukannya sehingga keselamatan dan kesehatan
tenaga kerja yang bersangkutan dan tenaga kerja lain-lainnya juga dapat dijamin. >
Pasal 2
Periode : Semua perusahaan sebagaimana tersebut dalam pasal 2 ayat (2) Undang-undang
No. 1 Tahun 1970 harus mengadakan Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Kerja. > Pasal 2
2. Pemeriksaan kesehatan Berkala
Definisi : pemeriksaan kesehatan pada waktu-waktu tertentu terhadap tenaga kerja yang
dilakukan oleh dokter. > Pasal 1
Tujuan : untuk mempertahankan derajat kesehatan tenaga keria sesudah berada dalam
pekerjaannya serta menilai kemungkinan adanya pengaruh pengaruh dari pekerjaan
seawal mungkin yang perlu dikendalikan dengan usaha-usaha pencegahan. > Pasal 3
Periode : Semua perusahaan sebagaimana dimaksud pasal 2 ayat (2) tersebut di atas
harus melakukan pemeriksaan kesehatan berkala bagi tenaga kerja sekurang-kurangnya
1 tahun sekali kecuali ditentukan lain oleh Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan
Perburuhan dan Perlindungan Tenaga Kerja. > Pasal 3
3. Pemeriksaan Kesehatan Khusus
Definisi : pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh dokter secara khusus terhadap
tenaga kerja tertentu. > Pasal 1
Tujuan : untuk menilai adanya pengaruh-pengaruh dari pekerjaan tertentu terhadap tenaga
kerja atau golongan-golongan tenaga kerja tertentu. > Pasal 5
Periode : apabila terdapat keluhan- keluhan di antara tenaga kerja, atau atas pengamatan
pegawai pengawas keselamatan dan kesehatan kerja, atau atas penilaian Pusat Bina
Hyperkes dan Keselamatan dan Balai- balainya atau atas pendapat umum di masyarakat.
> Pasal 5
Pemeriksaan Kesehatan Khusus dilakukan pula terhadap:

1. tenaga kerja yang telah mengalami kecelakaan atau penyakit yang memerlukan
perawatan yang lebih dari 2 (dua) minggu.
2. tenaga kerja yang berusia di atas 40 (empat puluh) tahun atau tenaga kerja wanita
dan tenaga kerja cacat serta tenaga kerja muda yang melakukan pekerjaan tertentu.
3. tenaga kerja yang terdapat dugaan-dugaan tertentu mengenai gangguan-gangguan
kesehatannya perlu dilakukan pemeriksaan khusus sesuai dengan kebutuhan.

5. Jelaskan Tugas dan Fungsi P2K3 ? Sebutkan dasar hukum yang melandasi P2K3

a. Pengertian P2K3 (Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja) menurut


Permenaker RI Nomor PER.04/MEN/1987 ialah badan pembantu di tempat kerja
yang merupakan wadah kerjasama antara pengusaha dan pekerja untuk
mengembangkan kerjasama saling pengertian dan partisipasi efektif dalam
penerapan K3.

Tugas P2K3 (Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja) ialah memberikan saran dan
pertimbangan baik diminta maupun tidak kepada pengusaha mengenai masalah K3
(berdasarkan pasal 4 (empat) Permenaker RI Nomor PER 04/MEN/1987). Fungsi
P2K3 (Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja) antara lain :

1. Menghimpun dan mengolah data mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di
tempat kerja.

2. Membantu menunjukkan dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja mengenai :

o Berbagai faktor bahaya di tempat kerja yang dapat menimbulkan gangguan K3


termasuk bahaya kebakaran dan peledakan serta cara menanggulanginya.

o Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja.

o Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kerja yang bersangkutan.

o Cara dan sikap yang benar dan aman dalam melaksanakan pekerjaannya.

3. Membantu Pengusaha/Pengurus dalam :

o Menentukan tindakan koreksi dengan alternatif terbaik.

o Mengembangkan sistem pengendalian bahaya terhadap Keselamatan dan


Kesehatan Kerja.

o Mengevaluasi penyebab timbulnya kecelakaan, penyakit akibat kerja (PAK) serta


mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

o Mengembangkan penyuluhan dan penelitian di bidang keselamatan kerja,


higiene perusahaan, kesehatan kerja dan ergonomi.

o Melaksanakan pemantauan terhadap gizi kerja dan menyelenggarakan makanan


di perusahaan.
o Memeriksa kelengkapan peralatan keselamatan kerja.

o Mengembangkan pelayanan kesehatan tenaga kerja.

o Mengembangkan laboratorium Keselamatan dan Kesehatan Kerja, melakukan


pemeriksaan laboratorium dan melaksanakan interpretasi hasil pemeriksaan.

o Menyelenggarakan administrasi keselamatan kerja, higiene perusahaan dan


kesehatan kerja.

o Membantu pimpinan perusahaan menyusun kebijaksanaan manajemen dan


pedoman kerja dalam rangka upaya meningkatkan keselamatan kerja, higiene
perusahaan, kesehatan kerja, ergonomi dan gizi kerja. (berdasarkan pasal 4
(empat) Permenaker RI Nomor PER.04/MEN/1987).

b. Dasar hukum pembentukan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja


(P2K3) ialahPermenaker RI Nomor PER.04/MEN/1987tentang Panitia Pembina
Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Tata Cara Penunjukan Ahli Keselamatan
Kerja..
6. Sebutkan dan jelaskan tujuan dan manfaat penerapan SMK3 di perusahaan dan
sebutkan dasar hukumnya yang mewajibkan setiap perusahaan menerapkan SMK3
a. Meningkatkan efektivitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang
terencana, terukur, terstruktur dan terintegrasi;
b. Mencegah dan mengurangi kecelakan kerja dan penyakit akibat kerja dengan
melibatkan unsur manajemen, pekerja/buruh, dan/atau serikat pekerja/serikat
buruh;
c. Menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman dan efisien untuk mendorong
produktivitas.
d. Kebijakan Nasional tentang SMK3 tertuang dalam Lampiran I, Lampiran II dan
Lampiran III sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari PP No. 50 Tahun 2012
7. Jelaskan mengapa seorang Operator suatu peralatan/pesawat yang membahayakan
dalam mengoperasikan harus mendapat lisensi dari Kemenkaertrans
a. Menjamin keselamatan kerja operator & orang lain
b. Menjamin penggunaan perlatan mekanik aman dioperasikan
c. Menjamin proses produksi aman dan lancar
d. Permenakertrans No. 09/Men/VII/2010 tentang Operator dan Petugas Pesawat
Angkat dan Angkut
e. Permen No. 01/Men/1988 Tentang Klasifikasi dan Syarat Syarat Operator Pesawat
Uap

8. Sebutkan potensi bahaya sambaran petir dan jelaskan pengendaliannya!


a. BAHAYA AKIBAT SAMBARAN PETIR
b. 1. Sambaran Petir Langsung Melalui Bangunan
c. Sambaran petir yang langsung mengenai struktur bangunan rumah, kantor dan gedung, tentu saja
hal ini sangat membahayakan bangunan tersebut beserta seluruh isinya karena dapat menimbulkan
kebakaran, kerusakan perangkat elektrik/elektronik atau bahkan korban jiwa. Maka dari itu setiap
bangunan di wajibkan memasang instalasi penangkal petir. Cara penanganannya adalah dengan
cara memasang terminal penerima sambaranpetir serta instalasi pendukung lainnya yang sesuai
dengan standart yang telah di tentukan. Terlebih lagi jika sambaran petir langsung mengenai
manusia, maka dapat berakibat luka atau cacat bahkan dapat menimbulkan kematian. Banyak
sekali peristiwa sambaran petir langsung yang mengenai manusia dan biasanya terjadi di areal
terbuka.
d.
e. 2. Sambaran Petir Melalui Jaringan Listrik
f. Bahaya sambaran ini sering terjadi, petir menyambar dan mengenai sesuatu di luar area bangunan
tetapi berdampak pada jaringan listrik di dalam bangunan tersebut, hal ini karena sistem jaringan
distribusi listrik/PLN memakai kabel udara terbuka dan letaknya sangat tinggi, bilamana
ada petir yang menyambar pada kabel terbuka ini maka arus petirakan tersalurkan ke pemakai
langsung. Cara penanganannya adalah dengan cara memasang perangkat arrester sebagai
pengaman tegangan lebih (over voltage). Instalasisurge arrester listrik ini dipasang harus dilengkapi
dengan grounding system
g.
h. 3. Sambaran Petir Melalui Jaringan Telekomunikasi
i. Bahaya sambaran petir jenis ini hampir serupa dengan yang ke-2 akan tetapi berdampak pada
perangkat telekomunikasi, misalnya telepon dan PABX. Penanganannya dengan carapemasangan
arrester khusus untuk jaringan PABX yang di hubungkan dengan grounding. Bila bangunan yang
akan di lindungi mempunyai jaringan internet yang koneksinya melalui jaringan telepon maka alat
ini juga dapat melindungi jaringan internet

9. Sebutkan ruang lingkup pengawasan K3 Mekanik beserta dasar hukumnya


Pesawat Tenaga dan Produksi
Penggerak mula
Mesin perkakas kerja
Mesin produksi
Dapur
Pesawat Angkat dan Angkut
Peralatan angkat
Pita transport
Pesawat angkutan di atas permukaan dan di atas landasan
Alat angkutan jalan rel

Dasar Hukum

Undang-undang No. 1 Tahun 1970


Permen No. 05/Men/1985 Tentang Pesawat Angkat dan Angkut
Permenakertrans No. 09/Men/VII/2010 tentang Operator dan Petugas
Pesawat Angkat dan Angkut
Permenakertrans No. 38 Tahun 2016 tentang Keselamatan Kerja Pesawat
Tenaga dan Produksi
10. Jelaskan kewajiban Petugas K3 Kimia berdasarkan Kepmenaketrans No. Kep.
187/Men/1999
a. Melakukan Identifikasi Bahaya
b. Melaksanakan Prosedur Kerja Aman
c. Melaksanakan Prosedur Penanggulangan Keadaan Darurat
d. Mengembangkan K3 Bidang Kimia

RANGKUMAN LATIHAN SOAL & JAWABAN AK3U


RANGKUMAN LATIHAN SOAL AK3U

1. Tugas kewajiban dan kewengan ahli k3 Umum (sesuai PERMEN 02/1992)

- kewajiban: membantu menngawasi pelaksanaan peraturan perundangan K3 sesuai dengan bidang yg


ditentukan dalam keputusan penunjukannya, memberikan laporan kepada mentri tenaga kerja mengenai
hasil pelaksanaan tugas

- kewenangan: memasuki area tempat kerja sesuai dengan kep penunjukan, meminta ket dan informasi
mengenai pelaksanaan syarat k3 di tempat kerja, memonitor memeriksa menguji menganalisa evaluasi
dan memberikan persyaratan serta pembinaan K3 yg meliputi: keadaan dan fasilitas tenaga kerja,
keadaan mesin / pesawat, alat kerja, instalasi dll, penanganan bahan-bahan, proses produksi, sifat
pekerjaan, lingkungan kerja

2. Hak dan kewajiban tenaga kerja sesuai UU no.1 thn 1970

- Pasal 12: memberikan keterangan yg benar bila diminta oleh pengawas atau ahli k3

- memakai APD yg diwajibkan

- memenuhi syarat K3 yg diwajibkan

- menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat K3 serta APD diragukan olehnya, kecuali
dalam hal khusus ditentukan oleh pengawas dalam batas yg masih bs di pertanggung jawabkan

3. Cara penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja sesuai permenaker no.3 1982

- Pasal 4 : diselenggarakan sendiri oleh pengurus/pengawas


- diselenggarakan oleh pengurus dgn mengadakan ikatan dgn dokter atau pelayanan kesehatan lain
- pengurus dari beberapa perusahaan scr bersama-sama menyelenggarakan suatu pelayanan kesehatan
kerja
- pasal 5: dipimpin dan dijalankan oleh seorang dokter yg di setujui oleh direktur

4. Apa yg di maksud PAK dan Kecelakaan kerja?

- penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja (Permennaker No. Per. 01/Men/1981)
yang akan berakibat cacat sebagian maupun cacat total
- UU no 1/1970 kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yg tidak diduga semula dan tidak di kehendaki,
yg mengacaukan proses yg telah di atur dari suatu aktifitas dan dapat menimbulkan kerugian baik korban
manusia atau harta benda
- Menurut Per 03/Men/1994 mengenai Program JAMSOSTEK, pengertian kecelakaan kerja adalah
kecelakaan berhubung dengan hubungan kerja , termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja
demikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja dan
pulang ke rumah melalui jalan biasa atau wajar dilalui.( Bab I pasal 1 butir 7 )

5. 5 prinsip dasar SMK3 dan sebutkan peraturan perundangan sbg landasan hukum perusahaan
menerapkan SMK3
- pembangunan + pemeliharaan komitmen (penetapan kebijakan k3)
- strategi pendokumentasian (perencanaan k3)
- peninjauan ulang desain dan kontrol (penerapan k3)
- pengendalian dokumen (pengukuran, pemantauan, evaluasi k3)
- pengembangan keterampilan dan kemampuan (meningkatkan kinerja k3 berkelanjutan)
= sesuai dasar hukum UU no.13 thn 2003 psl 87 Jo. PP50/2012

6. Kewajiban pengurus/pengusaha di tempat kerja dalam rangka mencegah dan megurangi /


memadamkan kebakaran berdasarkan kepmenaker 186/1999
- pengendalian setiap bentuk energi
- penyediaan sarana deteksi, alarm, pemadam kebakaran dan sarana evakuasi
- pengendalian penyebaran asap, panas dan gas
- pembentukan unit penanggulangan kebakaran di tempat kerja
- penyelenggaraan latihan dan gladi penanggulangan kebakaran secara berkala
- memiliki buku rencana penanggulangan keadaan darudat kebakaran

7. Ruang lingkup pengawasan K3 di bidang instalasi listrik dan penanggulangan kebakaran dan sebutkan
peraturan perundangan yg terkait?
- penanggulangan kebakaran: identifikasi bahaya, analisa resiko, sarana proteksi kebakaran aktif dan
pasif (KEPMEN 186/1999)
- instalasi listrik: perencanaan, pemasangan, penggunaan, pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik di
tempat kerja (kepmen 75/2002 - PUIL 2000)

8. Ruang lingkup pengawasan k3 di bidang konstruksi bangunan dan sebutkan peraturannya?


- mencakup: pekerjaan struktur, sipil, mekanikal, electrical dan tata lingkungan
- perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan k3 konstruksi
- kecelakaan, kebakaran, peledakan, PAK, P3K, usaha usaha penyelamatan (PERMEN 01/1980)

9. Kewajiban operator pesawat uap pada saat ketel uap sedang beroperasi sesuai dengan permenaker
01/1988
- dilarang meninggalkan area kerja pesawat uap yg sedang beroperasi
- melakukan pengecekan dan pengamatan, perawatan pesawat uap, alat pengaman yg terkait dengan
bekerjanya pesawat uap
- mengisi atau membuat laporan harian operasi pesawat uap
- apabila pesawat uap tdk berfungsi, operator segera menghentikan mesin dan melapor kepada atasan
- membuat laporan bulanan pemakaian pesawat uap kepada p2k3 di perusahaan yg bersangkutan
- mematuhi peraturan dan tindakan pengamanan yg telah di tetapkan

10. Jelaskan kewajiban pengusaha dalam mengendalikan bahan kimia berbahaya di tempat kerja
berdasarkan kepmenaker 187/1999
- mengendalikan bahaya kimia yg menyebabkan terjadinya kec kerja dan PAK
- penyediaan MSDS / LDKB
- penunjukan petugas k3 kimia dan ahli k3 kimia

11. Sebutkan tugas & fungsi P2K3? dan sebutkan landasan hukum pembentukannya
- tugas : sbg badan pembantu di tempat kerja ialah memberikan saran2 dan pertimbangan, baik diminta
maupun tidak, kpd pengusaha / pengurus tempat kerja yg bersangkutan mengenai masalah k3
- fungsi: menghimpun dan mengolah data/permasalahan k3 yg bersangkutan, serta mambantu
pengusaha mengadakan penyuluhan, pengawasan, pelatihan dan penelitian K3 yg bersangkutan
- PERMEN no.4/1987

12. Tujuan penerapan SMK3 (PP 50/2012)


- menciptakan tempat kerja yg aman, nyaman dan efisien
- mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja
- meningkatkan efektifitas perlindungan k3 yg terencana, terukur dan ter struktur

13. Latar belakang dikeluarkan UU no 1 1970?


- sudah tdk berlakunya VR 1910
- perlindungan tenaga kerja tdk hanya di industri/pabrik
- perkembangan teknologi dan situasi tdk sesuai lagi
- upaya preventif mulai dari perencanaan

14. Sumber-sumber bahaya dalam dunia K3 (OHSAS 18001)


- fisik: kebisingan, radiasi
- kimia: limbah b3, bahan kimia
- ergonomi: sistem kerja, angkat manual barang
- psikologi: stress kerja, shift
- Biologi: serangga, bakteri, virus

15. Definisi
- Kecelakaan kerja: suatu peristiwa yg terjadi yg tidak terduga dan tdk di rencanakan yg dapat merugikan
harta benda maupun jiwa (pasal 1 permen 03/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan
kecelakaan)
- PAK: penyakit yg diakibatkan karena faktor pekerjaan dan lingkungan kerja (kep pri no 22 tahun 1993
tentang penyakit akibat hubungan kerja pasal 1)

16. Langkah langkah AK3U dalam investigasi kecelakaan (permen 03/1998 tentang tata cara pelaporan
dan pemeriksaan kecelakaan)
- mengamankan area dan situasi kejadian agar terkendali
- mengumpulkan seluruh fakta dan data yg menjelaskan kejadian
- melakukan reka ulang
- menentukan penyebab kecelakaan (langsung atau tdk langsung)
- memberikan rekomendasi utk tindakan pencegahan atau koreksi dan perbaikan

17. Kewajiban pengurus menurut UU no.1 1970


- secara tertulis menempatkan syarat K3 yg diwajibkan dalam tempat kerja yg di pimpinnya
- memasang gambar safety poster yg diwajibkan dan semua bahan pembinaan k3 di area kerja yg mudah
terlihat
- menyediakan APD secara cuma-cuma

18. Dasar-dasar hukum pesawat UAP


- Peraturan UAP 1930, UU UAP 1930, UU no 1 1970, PP no 19/1973, Permenaker 02/1982, permenaker
1988

19. Ruang lingkup kesehatan kerja


- pelayanan kesehatan, SDM Kes kerja, k3, ergonomi, P3k, Pemeriksaan kes, PAK, gizi kerja, higiene
industri, psikologi, erp
- dasar hukum uu no 1 1970, PERMEN 02/1980

20. Ruang lingkup K3 mekanik


- perencanaan, pembuatan, pamasangan atau perakitan, penggunaan atau pengoperasian dan
pemeliharaan pesawat tenaga produksi, angkat angkut
- operator
- PERMEN 04/1985, PERMEN 05/1985, PERMEN 09/2010

21. Cara mendeteksi PAK - PERMEN 01 /1991 tentang kewajiban melapor PAK
- pemeriksaan dan monitoring kesehatan (dokter)
- beban kerja, kapasitas kerja, lingkungan kerja

22. Peran ahli K3 dalam penanggulangan HIV di tempat kerja?


- KEPMEN 68/2004 tentang Pencegahan dan penanggulangan HIV di tempat kerja
- mengembangkan kebijakan tentang upaya pencegahan dan penanggulangan HIV di tempat kerja
- mengkomunikasikan dan mensosialisasikan, pelatihan kebijakan tersebut
- memberikan perlindungan dan tdk diskriminiatif
- menerapkan prosedur k3 dengan perpu dan standar yg berlaku