Anda di halaman 1dari 1

Kasus 1

Seorang anak laki-laki bernama S usia 5 tahun dibawa ke RS Bina Sehat oleh
ibunya karena selama 1 minggu anaknya tidak mau makan dan terlihat lemah.
Anak mengeluh nyeri pada seluruh tubuh. Ibu mengatakan bahwa kurang lebih 2
hari yang lalu anak mengalami demam, sudah diberikan obat penurun panas
namun tidak kunjung sembuh. Ibu juga bercerita bahwa anaknya lemas dan tidak
mau bermain seperti biasanya, keadaan ini secara tiba-tiba tidak ad penyebab
sebelumya.

Hasil pemeriksaan fisik didapatkan data sebagai berikut: N = 110x/menit, RR =


26x/menit, S = 38,3o C, mata cowong, konjungtiva anemis, mukosa bibir kering.
Hasil pemeriksaan lab : Hb = 9,1 gr/dL, leukosit = 20.000/UL, eritrosit = 3,1 x 10 6
, trombosit = 80.000/UL. Klien direncanakan untuk pemeriksan sum-sum tulang.
ibu klien tampak sangat kebingungan melihat kondisi anaknya.

Kasus 2

Seorang anak laki-laki bernama Y usia 6 tahun dibawa ke RS Sehat Sejahtera


oleh ibunya karena sejak 1 minggu yang lalu klien mengeluh nyeri di seluruh
tubuh terutama di bagian perut. Klien juga kehilangan nafsu makan sejak
kurang lebih 2 minggu terakhir. Ibu klien menyatakan bahwa anak banyak
berdiam diri karena lemah dan tidak mau bermain seperti biasanya dengn
teman-teman.

Hasil pemeriksaan fisik ditemukan data N = 110x/menit, RR = 26x/menit, S =


37,9o C, klien tampak lemah, mukosa bibir kering, mata cowong, gusi berdarah,
ptechiae (+). Hasil pemeriksaan laboratorium Hb = 8,9 gr/dL, leukosit =
6.000/UL, eritrosit = 3 x 106 , trombosit = 60.000/UL. Klien mendapatkan
kemoterapi. Ibu klien bertanya-tanya terus tentang kondisi anaknya.