Anda di halaman 1dari 23

BAB VI

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

6.1. Strategi Pembangunan

Strategi merupakan serangkaian kebijakan yang ditempuh untuk


melaksanakan agenda dan prioritas-prioritas pembangunan. Strategi
pembangunan tahun 2011-2016 pemerintah Kabupaten Blitar adalah
sebagai berikut :

1. Strategi yang dilaksanakan dalam rangka membentuk sumber daya


manusia yang berkualitas dalam kesehatan, pendidikan dan kompetensi
kerja sehingga mampu berpartisipasi dalam pembangunan adalah
sebagai berikut :
a. Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan
b. Peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak
c. Peningkatan akses dan mutu pendidikan baik formal maupun non
formal.
d. Peningkatan kualitas, profesionalisme pendidik, tenaga kependidikan
dan lembaga pendidikan yang berwawasan luas dan terbuka
e. Peningkatan peran dan fungsi Komite Pendidikan disetiap jenjang
dan wilayah pendidikan
f. Peningkatan sistem pembinaan dan informasi ketenaga kerjaan,
kesejahteraan serta perlindungan tenaga kerja.
g. Perluasan dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.
h. Peningkatan kualitas pembinaan pemuda dan olah raga baik melalui
jalur pendidikan maupun diluar jalur pendidikan.
2. Strategi dalam rangka penyediaan infrastruktur wilayah yang mampu
mendukung aktivitas ekonomi, sosial dan budaya ditempuh melalui ;
a. Peningkatan jumlah dan mutu infrastruktur jalan, jembatan,
transportasi dan teknologi informasi (TIK) yang handal dan terintegrasi.
b. Peningkatan perbaikan dan pembangunan infrastruktur pertanian,
peternakan, perikanan dan kelautan.

RPJMD 2011-2016 | Kabupaten Blitar VI - 1


c. Peningkatan perbaikan dan pembangunan sarana dan prasarana
Puskesmas dan Puskesmas Pembantu.
d. Peningkatan perbaikan dan pembangunan gedung sekolah dan
perpustakaan.
e. Peningkatan penyediaan infrastruktur sumberdaya air
f. Peningkatan pembangunan perumahan, penyediaan sarana air
bersih, persampahan dan pengolahan limbah.
g. Peningkatan pengelolaan potensi wisata baik wisata alam, sejarah,
budaya melalui pola kemitraan maupun investasi oleh pihak swasta.
h. Revitalisasi pasar tradisional.

i. Melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur


Pemerintahan Kabupaten Blitar, diwilayah kecamatan dan
desa/kelurahan secara bertahap dan simultan.
3. Dalam rangka mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan
berkelanjutan, dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat, strategi
diarahkan terutama melalui pengembangan agroindustri yang berdaya
saing dan ekonomi pedesaan serta penerapan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Strategi yang dilaksanakan guna mencapai tujuan ini adalah ;
a. Peningkatan program penanggulangan kemiskinan dan optimalisasi
peran Tim Koordinasi Pemberantasan Kemiskinan Daerah (TKPKD)
b. Pengembangan kawasan dan tata ruang pertanian untuk
meningkatkan ketersediaan pangan.
c. Mendorong pemerataan pembangunan dengan percepatan
pembangunan dan pertumbuhan wilayah-wilayah tertinggal,
strategis dan cepat tumbuh yang mempunyai potensi Sumber Daya
Alam dan lokasi yang strategis dalam suatu sistem wilayah
pengembangan ekonomi yang sinergis serta mendorong terwujudnya
koordinasi, sinkronisasi, keterpaduan dan kerjasama antar sektor,
dunia usaha, dan masyarakat guna mendukung peluang berusaha
dan investasi di daerah;
d. Pengembangan Koperasi dan UMKM berbasis klaster
e. Peningkatan daya tarik dan daya saing daerah

RPJMD 2011-2016 | Kabupaten Blitar VI - 2


4. Untuk membentuk masyarakat yang berakhlak mulia dan berkesholehan
sosial, mematuhi aturan hukum, menerapkan nilai-nilai budaya luhur
dalam rangka memantapkan landasan spiritual, dan etika
pembangunan, dicapai melalui strategi sebagai berikut ;
a. Menciptakan suasana yang makin kondusif bagi umat beragama
untuk beribadah dan menjalankan kewajiban agamanya.
b. Meningkatkan komunikasi yang harmonis antar tokoh-tokoh
keagamaan dan meningkatkan kerjasama lintas agama
c. Peningkatan apresiasi terhadap budaya daerah
5. Tujuan untuk menciptakan iklim kondusif bagi pelaksanaan pemerintahan
dan pembangunan serta memenuhi hak-hak asasi manusia, akan
dicapai melalui strategi pembangunan sebagai berikut ;
a. Peningkatan penyuluhan peraturan/hukum kepada masyarakat
b. Peningkatan kesadaran masyarakat untuk memelihara ketertiban
umum dan ketenteraman
c. Peningkatan kesadaran masyarakat untuk patuh dan disiplin
terhadap hukum
d. Peningkatan kepedulian masyarakat untuk mencegah penggunaan
narkoba
e. Pengarusutamaan Gender
f. Peningkatan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap
kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup
6. Untuk mewujudkan keseimbangan pengelolaan dan pemanfaatan
sumber daya alam dengan pemeliharaan kualitas dan fungsi lingkungan
hidup ditempuh strategi peningkatan pengetahuan dan kepedulian
masyarakat terhadap kelestarian sumber daya alam dan lingkungan
hidup.
7. Untuk membentuk birokrasi yang profesional dalam melayani masyarakat
sehingga terwujud birokrasi yang efisien dan efektif, bebas KKN
dilaksanakan melalui strategi sebagai berikut ;

RPJMD 2011-2016 | Kabupaten Blitar VI - 3


a. Melaksanakan peraturan perundang-undangan terkait reformasi
birokrasi, kepegawaian, pelayanan publik dan pengelolaan
keuangan secara konsisten
b. Pemberdayaan dan penguatan kelembagaan masyarakat dalam
perencanaan pembangunan daerah

6.2. Arah Kebijakan

Dalam rangka melaksanakan strategi pembangunan


sebagaimana tersebut diatas, maka dirumuskan arah kebijakan
pembangunan daerah yang bertumpu pada analisis masalah-masalah
yang sedang terjadi maupun yang diprediksi muncul dalam
pelaksanaan pembangunan lima tahun kedepan.

1. Untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dalam


kesehatan, pendidikan dan kompetensi kerja sehingga mampu
berpartisipasi dalam pembangunan diarahkan melalui serangkaian
kebijakan sebagai berikut :
a. Sebagai upaya untuk meningkatkan usia harapan hidup dan
menurunkan prevalensi balita kurang gizi maka kebijakan
diarahkan melalui;
1) Peningkatan kualitas pelayanan pada setiap strata pelayanan;
2) Pengembangan jaminan kesehatan bagi penduduk terutama
keluarga miskin;
3) Peningkatan kualitas, kuantitas dan pendayagunaan tenaga
kesehatan;
4) Peningkatan kualitas lingkungan sehat dan peningkatan
perilaku hidup bersih dan sehat serta mendorong
pemberdayaan masyarakat;
5) Peningkatan pembinaan dan pengawasan obat dan
perbekalan kesehatan;
6) Pemerataan dan peningkatan kualitas fasilitas atau sarana dan
prasarana kesehatan;
RPJMD 2011-2016 | Kabupaten Blitar VI - 4
7) Pengembangan manajemen dan regulasi bidang kesehatan;
b. Upaya untuk meningkatkan angka melek huruf, membentuk
kepribadian insan pendidikan yang mencerminkan nilai-nilai luhur
bangsa, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, budaya dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta untuk
meningkatkan peran masyarakat dalam pembangunan
pendidikan maka kebijakan diarahkan melalui ;
1) Meningkatkan kualitas lulusan melalui peningkatan kualitas
pendidikan yang bermuara pada peningkatan kualitas sumber
daya manusia;
2) Meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik dan
peningkatan sarana dan prasarana pendidikan;
3) Memberdayakan orang tua siswa dan masyarakat sebagai
stakeholder sekolah dalam mewujudkan peningkatan mutu
pendidikan yang berbasis sekolah;
4) Meningkatkan layanan pendidikan ketrampilan bagi anak luar
biasa agar dapat hidup mandiri;
5) Mengoptimalkan peran komite sekolah;
6) Meningkatkan penyelenggaraan Pendidikan Yang Berorientasi
Kecakapan Hidup (PBKH) atau life skill berdasarkan paradigma
Broad Based Education (BBE);
7) Meningkatkan kompetensi pendidikan kejuruan untuk
meningkatkan kualitas lulusan dalam rangka memasuki dunia
kerja;
8) Memanfaatkan sistem pendidikan jarak jauh/terbuka dengan
mendayagunakan teknologi komunikasi dan informasi
pendidikan;
9) Mendorong terwujudnya upaya-upaya kearah pemberdayaan
budaya lokal dan tradisional untuk meningkatkan fungsinya
sebagai asset pendidikan, maupun ilmu pengetahuan;
10) Memperbanyak penyelenggaraan pendidikan kejuruan;

RPJMD 2011-2016 | Kabupaten Blitar VI - 5


11) Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan
memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh
masyarakat;
12) Meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan kecakapan
hidup secara terarah, terpadu dan menyeluruh melalui
berbagai upaya proaktif dan reaktif oleh seluruh komponen
bangsa agar generasi muda dapat berkembang secara
optimal disertai dengan hak dukungan dan lindungan sesuai
dengan potensinya;
13) Meningkatnya efisiensi penyelenggaraan pendidikan dengan
memberdayakan dan meningkatkan kualitas lembaga
pendidikan baik sekolah maupun luar sekolah sebagai pusat
pembudayaan nilai, sikap, dan kemampuan, serta
meningkatkan partisipasi keluarga dan masyarakat, didukung
oleh sarana dan prasarana untuk menciptakan sistem
pendidikan yang efektif dan efisien;
14) Mengembangkan program pendidikan kecakapan hidup yang
berorientasi pasar, fokus pada permintaan pasar kerja;
15) Mengembangkan program pendidikan kecakapan hidup yang
difokuskan pada menyiapkan warga belajar untuk usaha
mandiri;
16) Mengembangkan program pendidikan kecakapan hidup yang
diorientasikan dan diintegrasikan dengan pengembangan
industri dan ekonomi masyarakat tingkat lokal, dengan
memanfaatkan potensi dan keunggulan lokal;
17) Mempertajam prioritas penelitian, pengembangan dan
rekayasa iptek yang berorientasi pada permintaan dan
kebutuhan masyarakat dan dunia usaha serta berbagai
masukan dalam pembuatan kebijakan Pemerintah Daerah;
18) Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas IPTEK dengan
memperkuat kelembagaan, sumberdaya dan jaringan;

RPJMD 2011-2016 | Kabupaten Blitar VI - 6


c. Untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja serta
menurunkan angka pengangguran maka arah kebijakan
pembangunan adalah sebagai berikut
1) Menciptakan fleksibilitas pasar kerja dengan memperbaiki
aturan main ketenagakerjaan yang berkaitan dengan
rekrutmen, outsourcing, pengupahan, PHK, serta memperbaiki
aturan main yang mengakibatkan perlindungan yang
berlebihan;
2) Menciptakan kesempatan kerja melalui investasi. Dalam hal ini
Pemerintah akan menciptakan iklim usaha yang kondusif
dengan peningkatan investasi;
3) Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang dilakukan
antara lain dengan memperbaiki pelayanan pendidikan,
pelatihan serta memperbaiki pelayanan kesehatan;
4) Memperbarui program-program perluasan kesempatan kerja
yang dilakukan oleh pemerintah, antara lain adalah program
pekerjaan umum, kredit mikro, pengembangan UKM, serta
program-program pengentasan kemiskinan;
5) Memperbaiki berbagai kebijakan yang berkaitan dengan
dengan migrasi tenaga kerja, baik itu migrasi tenaga kerja
internal maupun eksternal;
6) Menyempurnakan kebijakan program pendukung program

penempatan dan pengembangan kesempatan kerja dengan


mendorong terbentuknya jejaring informasi ketenagakerjaan
dan informasi pasar kerja serta Perencanaan Tenaga Kerja
Daerah;
d. Untuk meningkatkan peran pemuda dan prestasi olah raga, kebijakan
yang ditempuh adalah sebagai berikut;
1) Memperluas kesempatan para pemuda untuk memperoleh
pendidikan dan keterampilan.
2) Meningkatkan peran serta pemuda dalam pembangunan
sosial, politik, ekonomi, budaya dan agama.

RPJMD 2011-2016 | Kabupaten Blitar VI - 7


3) Meningkatkan potensi pemuda dalam kewirausahaan,
kepeloporan, dan kepemimpinan dalam pembangunan.
4) Melindungi segenap generasi muda dari bahaya
penyalahgunaan Napza, minuman keras, penyebaran
HIV/AIDS, dan penyakit menular seksual.
5) Mengembangkan kebijakan dan manajemen olahraga
sebagai upaya mewujudkan penataan sistem pembinaan dan
pengembangan olahraga secara terpadu dan berkelanjutan.
6) Meningkatkan sarana dan prasarana olahraga yang sudah
tersedia untuk mendukung pembinaan olahraga.
7) Meningkatkan upaya pembibitan dan pengembangan prestasi

olahraga secara sistematik, berjenjang dan berkelanjutan.


2. Dalam upaya untuk menyediakan infrastruktur wilayah yang mampu
mendukung aktivitas ekonomi, sosial dan budaya maka kebijakan-
kebijakan pembangunan yang akan dilaksanakan adalah sebagai
berikut;
a. Untuk menyediakan infrastruktur transportasi, teknologi informasi
dan komunikasi (TIK) serta jalan dan jembatan ditempuh kebijakan
sebagai berikut ;
1) Penyediaan jalan dan jembatan dangan mengutamakan
pemeliharaan rutin dan berkala;
2) Meningkatkan daya dukung dan kapasitas jalan dan jembatan
untuk mengantisipasi pertumbuhan lalu lintas;
3) Membangun Sistim Jaringan Jalan yang mendukung kawasan
strategis potensial;
4) Menumbuhkan sikap profesionalisme dan kemandirian institusi
dan SDM bidang penyelenggaraan prasarana jalan;
5) Mendorong peran serta aktif masyarakat dan swasta untuk
pembiayaan pembangunan prasarana jalan;
6) Peningkatan Koordinasi; dan konsultasi kepada pemerintah
propinsi dan pemerintah pusat untuk membantu pendanaan
untuk pembangunan; pemeliharaan jalan dan jembatan;

RPJMD 2011-2016 | Kabupaten Blitar VI - 8


7) Membangunan sistem jaringan transportasi dan sarana
transportasi yang memadai dan terpadu sebagai penghubung
antar wilayah;
8) Mengembangkan jaringan komunikasi berbasis internet (TIK)
sebagai sarana komunikasi dan informasi dalam kerangka e-
government.
b. Untuk menyediakan infrastruktur pertanian, peternakan, perikanan
dan kelautan yang memadai dalam rangka peningkatan produksi
dan pemasaran produk, kebijakan yang dilaksanakan adalah
sebagai berikut;
1) Pembangunan dan perbaikan balai-balai penyuluhan
pertanian.
2) Peningkatan jalan usaha tani, dan irigasi untuk pengairan
sawah teknis
3) Pengembangan infrastruktur pendukung di sentra-sentra
pertanian: sentra tembakau di Selopuro, sentra blimbing di
Kanigoro, Srengat, sentra cabe di Panggungrejo, Wonotirto,
dan daerah selatan, sentra jagung di daerah Blitar selatan.
4) Pengembangan usaha peternakan (sapi perah, sapi potong,
kambing, dan ayam/perunggasan)
5) Pembangunan dan pengembangan Pasar Hewan secara
terpadu
6) Pembangunan Pelabuhan pendaratan ikan (PPI) dan Tempat
Pelelangan Ikan (TPI)
7) Kerjasama dengan investor untuk pengembangan kawasan
integrasi anatar peternakan dan perkebunan. Peternakan sapi
perah (di Perkebunan Piji Ombo dan Nyunyur) dengan Sistem
Plasma-Inti.
8) Kerjasama dengan investor untuk pengembangan pengolahan
kelapa sawit dan agroindustri lainnya.
c. Untuk menyediakan infrastruktur kesehatan yang makin luas
jangkauannya, maka kebijakan diarahkan pada peningkatan

RPJMD 2011-2016 | Kabupaten Blitar VI - 9


jumlah dan kualitas sarana prasarana Rumah Sakit, Puskesmas dan
Puskesmas Pembantu.
d. Untuk menyediakan infrastruktur pendidikan yang layak dan
memenuhi standar, dilaksanakan kebijakan meningkatkan jumlah
dan kualitas gedung-gedung sekolah dan perpustakaan sekolah.
e. Untuk menyediakan infrastruktur sumber daya air untuk mendukung
upaya konservasi dan pendayagunaan sumber daya air maka
kebijakan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut ;
1) Pengelolaan sumber daya air dilaksanakan dengan
memperhatikan keserasian antara konservasi dan
pendayagunaan, antara hulu dan hilir, antara pemanfaatan air
permukaan dan air tanah, antara pengelolaan demand dan
pengelolaan supply, serta antara pemenuhan kepentingan
jangka pendek dan kepentingan jangka panjang;
2) Pendayagunaan sumber daya air untuk pemenuhan
kebutuhan air irigasi pada lima tahun ke depan difokuskan
pada upaya peningkatan fungsi jaringan irigasi yang sudah
dibangun tapi belum berfungsi, rehabilitasi pada areal irigasi
berfungsi yang mengalami kerusakan, dan peningkatan kinerja
operasi dan pemeliharaan;
3) Pendayagunaan sumber daya air untuk pemenuhan
kebutuhan air baku diprioritaskan pada pemenuhan kebutuhan
pokok rumah tangga terutama di wilayah rawan defisit air,
wilayah tertinggal, dan wilayah strategis;
4) Pengembangan dan pengelolaan sumber daya air
memerlukan penataan kelembagaan melalui pengaturan
kembali kewenangan dan tanggung jawab masing-masing
pemangku kepentingan;
5) Penataan dan penguatan sistem pengolahan data dan
informasi sumber daya air dilakukan secara terencana dan
dikelola secara berkesinambungan sehingga tercipta basis

RPJMD 2011-2016 | Kabupaten Blitar VI - 10


data yang dapat dijadikan dasar acuan perencanaan
pengembangan dan pengelolaan sumber daya air;
f. Dalam upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap sarana
prasarana dasar pemukinan, kebijakan yang dilaksanakan adalah
sebagai berikut;
1) Mengembangkan teknologi pembangunan bidang
perumahan;
2) Melaksanakan percepatan pembangunan sanitasi pemukiman
(PPSP).
3) Meningkatkan peran serta seluruh stakeholder dalam upaya
mencapai sasaran target cakupan pelayanan air minum di
perkotaan dan pedesaan;
4) Menunjang pelaksanaan pengendalian kebocoran air minum;
5) Meningkatkan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah di
perkotaan dan pedesaan;
6) Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat dalam
pelestarian sumber air serta dalam pemeliharaan dan
pengelolaan sarana air minum dan air limbah;
7) Mendorong upaya realisasi pembangunan dan pengelolaan
sarana air minum dan air limbah dengan mitra usaha swasta;
8) Meningkatkan cakupan pelayanan prasarana sanitasi di
pedesaan;
9) Meningkatkan upaya realisasi pembangunan dan pengelolaan
sampah dengan mitra usaha swasta;
10) Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat dalam

pengelolaan dan pemeliharaan sarana persampahan dan


drainase serta peningkatan kesadaran berperilaku hidup dan
sehat (PHBS).

g. Untuk meningkatkan kualitas sarana prasarana pasar tradisional


ditempuh kebijakan melakukan pembenahan tata kelola dan
infrastruktur pasar tradisional dalam rangka mendukung

RPJMD 2011-2016 | Kabupaten Blitar VI - 11


peningkatan aktivitas perdagangan skala mikro, kecil dan
menengah.
h. Sebagai tindak lanjut Peraturan Pemerintah Nomor 3 tahun 2010
tentang Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Blitar dari Wilayah Kota
Blitar ke Wilayah Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar, maka
kebijakan pembangunan infrastruktur dibidang pemerintahan
adalah ;
1) Peningkatan Peningkatan Koordinasi dan konsultasi kepada
pemerintah propinsi dan pemerintah pusat untuk membantu
pendanaan untuk pembangunan gedung pemerintahan di
Kanigoro;
2) Peningkatan perbaikan infrastruktur pemerintahan diwilayah
kecamatan dan desa/kelurahan.
3. Dalam rangka mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas

dan berkelanjutan agar dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat,


terutama melalui pengembangan agroindustri yang berdaya saing
dan ekonomi pedesaan serta penerapan Iptek dilaksanakan melalui ;
a. Menurunkan persentase penduduk yang berada dibawah garis
kemiskinan dengan kebijakan sebagai berikut ;
1) Penyempurnaan berbagai kebijakan yang lebih berpihak
kepada rakyat miskin serta konsisten dalam pelaksanaannya;
2) Mendorong partisipasi masyarakat dan dunia usaha melalui
kebijakan yang mampu mengentaskan kemiskinan;
3) Penajaman program pembangunan lintas sektor dan lintas
pelaku yang diarahkan pada desa-desa dan kantong-kantong
komunitas miskin;
4) Peningkatan pemenuhan dan aksesibilitas masyarakat miskin
terhadap ketersediaan pangan yang memadai dan bermutu;
5) Penataan dan pengembangan sektor informal perkotaan
melalui penyediaan fasilitas tempat usaha yang strategis, sehat
dan tidak mengganggu sektor dan penyedia/pengguna jasa
lainnya;

RPJMD 2011-2016 | Kabupaten Blitar VI - 12


6) Peningkatan akses dan layanan permodalan dan
pengembangan usaha bagi masyarakat miskin dengan
memberikan skim khusus (bunga rendah) tetapi tetap
memperhatikan mekanisme pasar yang ada;
7) Pengembangan kapasitas yang diorientasikan pada
penguatan peran pemerintah sebagai fasilitator dan katalisator
pembangunan serta pengembangan sinergi dengan kalangan
LSM dan Perguruan Tinggi dalam rangka fasilitasi atas
pemberdayaan masyarakat miskin dan evaluasi program;
8) Peningkatan keterlibatan masyarakat miskin dalam
pengambilan keputusan pembangunan terutama yang secara
langsung menyangkut kepentingan dan eksistensinya melaui
forum dialog yang konstruktif;
b. Untuk mengupayakan pemenuhan pangan yang bermutu dan
terjangkau ditempuh kebijakan sebagai berikut;
1) Mempertahankan tingkat produksi pangan dengan
menciptakan lahan pertanian berkelanjutan;
2) Meningkatkan populasi ternak dan produksi hasil ternak agar
ketersediaan dan keamanan pangan hewani dapat lebih
terjamin untuk mendukung peningkatan kualitas SDM;
3) Melakukan penganekaragaman pangan untuk menurunkan
ketergantungan pada beras dengan melakukan rekayasa
sosial terhadap pola konsumsi masyarakat.
c. Dalam rangka meningkatkan daya beli masyarakat serta
meningkatkan peran dan kontribusi kawasan pedesaan sebagai
basis pertumbuhan ekonomi maka arah kebijakan yang ditempuh
adalah ;
1) Meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk peningkatan
efisiensi, produktivitas, produksi, daya saing dan nilai tambah
produk pertanian dan perikanan

RPJMD 2011-2016 | Kabupaten Blitar VI - 13


2) peningkatan kemampuan petani dan nelayan serta pelaku
pertanian dan perikanan lain serta penguatan lembaga
pendukungnya
3) pengelolaan dan pemanfaatan hutan
4) Meningkatkan promosi dan pemasaran produk-produk
pertanian dan pedesaan lainnya untuk meningkatkan
kontinuitas pasokan, khususnya ke pasar perkotaan terdekat
serta industri olahan berbasis sumber daya lokal
5) Menciptakan kawasan ekonomi terpadu yang didasarkan
pada keterkaitan antar sektor ekonomi dan kawasan sentra
produksi melalui pengembangan sektor unggulan dan potensial
serta menciptakan pusat pengembangan baru yang
berorientasi pada sektor primer.
6) Pengembangan potensi wilayah dan kluster ekonomi pedesaan
baik pada daerah pesisir, sekitar hutan, persawahan,
pertambakan, dan daerah-daerah sekitar kawasan industri
dengan mengembangkan produk unggulan yang spesifik dan
kompetitif serta mempunyai dampak langsung terhadap
percepatan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan
kerja;
7) Pengembangan kapasitas yang diorientasikan pada
penguatan peran pemerintah sebagai fasilitator dan katalisator
pembangunan serta pengembangan sinergi dengan kalangan
LSM dan Perguruan Tinggi dalam rangka pengembangan
ekonomi lokal yang berdaya saing;
d. Untuk meningkatkan peran kelembagaan dan permodalan
Koperasi dan UMKM dalam pengembangan ekonomi lokal yang
berdaya saing, maka ditempuh arah kebijakan sebagai berikut ;
1) Mengembangkan usaha kecil dan menengah (UKM) yang
diarahkan untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan
peningkatan daya saing; sedangkan pengembangan usaha

RPJMD 2011-2016 | Kabupaten Blitar VI - 14


skala mikro lebih diarahkan untuk memberikan kontribusi dalam
peningkatan pendapatan pada kelompok masyarakat
berpendapatan rendah, atau masyarakat miskin.
2) Memperkuat kelembagaan dengan menerapkan prinsip-prinsip
tata kepemerintahan yang baik (good governance) dan
berwawasan gender, terutama untuk :

Memperluas akses kepada sumber permodalan, khususnya


perbankan.
Memperbaiki lingkungan usaha, dan menyederhanakan
prosedur perijinan.
Memperluas dan meningkatkan kualitas institusi pendukung
yang menjalankan fungsi intermediasi sebagai penyedia jasa
pengembangan usaha, teknologi, manajemen, pemasaran
dan informasi.
3) Memperluas basis dan kesempatan berusaha, serta
menumbuhkan wirausaha baru berkeunggulan untuk
mendorong pertumbuhan, peningkatan ekspor, dan
penciptaan lapangan kerja, terutama dengan arah kebijakan ;
Meningkatkan perpaduan antara tenaga kerja terdidik dan
terampil dengan adopsi penerapan tekonologi.
Mengembangkan UMKM melalui pendekatan klaster di
sektor agrobisnis dan agroindustri disertai pemberian
kemudahan dalam pengelolaan usaha, termasuk dengan
cara meningkatkan kualitas kelembagaan koperasi sebagai
wadah organisasi kepentingan usaha bersama untuk
memperoleh efisiensi kolektif.
Mengembangkan UMKM untuk makin berperan dalam
proses industrialisasi, perkuatan keterkaitan industri,
percepatan pengalihan teknologi, dan peningkatan kualitas
SDM.

RPJMD 2011-2016 | Kabupaten Blitar VI - 15


Mengintegrasikan pengembangan usaha dalam konteks
pengembangan regional, sesuai karakteristik pengusaha dan
potensi usaha unggulan di setiap daerah.
4) Mengembangkan UMKM untuk makin berperan sebagai
penyedia barang dan jasa pada pasar domestik yang semakin
berdaya saing terhadap produk impor, khususnya untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat banyak.
5) Membangun koperasi yang diarahkan dan difokuskan pada
upaya-upaya untuk:
Membenahi dan memperkuat tatanan kelembagaan dan
organisasi koperasi di tingkat makro, meso, maupun mikro,
guna menciptakan iklim dan lingkungan usaha yang kondusif
bagi kemajuan koperasi, serta kepastian hukum yang
menjamin terlindunginya koperasi dan/atau anggotanya dari
praktik-praktik persaingan usaha yang tidak sehat.
Meningkatkan pemahaman, kepedulian dan dukungan
pemangku kepentingan (stakeholders) kepada koperasi.
6) Meningkatkan kemandirian gerakan koperasi.
7) Menguatkan program Putri Kencana yang terdiri dari klaster
industri Manggarsari, Java Atsiri, Sari Raos dan mendorong
tumbuhnya klaster industri unggulan daerah lainnya.
8) Memfasilitasi pembentukan jaringan perdagangan untuk
memasarkan produk-produk unggulan daerah yang dihasilkan
oleh program Putri Kencana.
e. Untuk mendorong peningkatan investasi yang mendorong penciptaan
lapangan kerja maka kebijakan diarahkan pada peningkatan
pelayanan serta perumusan prosedur perijinan dan investasi yang efisien,
terukur dan terpadu.
4. Dalam upaya membentuk masyarakat yang berakhlak mulia dan
berkesholehan sosial, mematuhi aturan hukum, menerapkan nilai-nilai
budaya luhur dalam rangka memantapkan landasan spiritual, dan etika

RPJMD 2011-2016 | Kabupaten Blitar VI - 16


pembangunan, arah kebijakan pembangunan yang akan ditempuh
adalah sebagai berikut ;
a. Meningkatkan ketaqwaan masyarakat kepada Tuhan Yang Maha
Esa, diarahkan melalui peningkatan kualitas pelayanan dan
pemahaman agama, serta kehidupan beragama dengan upaya yang
dilakukan diantaranya :
Meningkatkan kualitas pemahaman, penghayatan, dan
pengamalan ajaran agama dalam kehidupan bermasyarakat.
Meningkatkan kualitas pendidikan agama dan pendidikan
keagamaan pada semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan.
Meningkatkan kualitas penataan dan pengelolaan, serta
pengembangan fasilitas pelaksanaan ibadah, dengan
memperhatikan kepentingan seluruh lapisan umat beragama
dengan akses yang sama bagi setiap pemeluk agama.
Meningkatkan pembinaan keluarga harmonis untuk
menempatkan keluarga sebagai pilar utama pembentukan
moral dan etika masyarakat.
Meningkatkan kualitas dan kapasitas lembaga sosial
keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan.
b. Meningkatkan kerukungan umat beragama dengan kebijakan yang
diarahkan pada meningkatnya kerukunan intra dan antar-umat
beragama dengan upaya yang dilakukan antara lain ;
Meningkatkan upaya menjaga harmoni sosial di dalam
kelompok-kelompok keagamaan dengan memanfaatkan
kearifan lokal dalam rangka memperkuat hubungan sosial
masyarakat.
Mencegah kemungkinan berkembangnya potensi konflik di
dalam masyarakat yang mengandung sentimen keagamaan
dengan mencermati secara responsif, dan mengantisipasi
secara dini terjadinya konflik.
Menyelesaikan konflik sosial yang berlatang belakang agama
melalui mekanisme resolusi konflik, dengan mengutamakan

RPJMD 2011-2016 | Kabupaten Blitar VI - 17


keadilan dan persamaan hak untuk mendapatkan perdamaian
hakiki.
c. Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan interaksi budaya,
pengembangan penerapan nilai budaya yang positif dan
produktif serta pelestarian dan pengembangan kekayaan budaya,
penerapan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, sebagai sumber
daya pembangunan dan dalam rangka memantapkan kebijakan
pembangunan maka kebijakan diarahkan pada pelibatan secara
aktif organisasi-organisasi sosial kemasyarakatan dan pelaku
budaya lainnya dalam rangka memperkuat modal sosial dalam
kerangka pelaksanaan pembangunan.
5. Dalam rangka menciptakan iklim kondusif bagi pelaksanaan
pemerintahan dan pembangunan serta memenuhi hak-hak asasi
manusia arah kebijakan yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut
;
a. Untuk meningkatkan kesadaran hukum dan pembinaan hukum
kebijakan diarahkan pada ;
1) Meningkatkan budaya sadar hukum antara lain melalui
pendidikan dan sosialisasi berbagai peraturan perundang-
undangan serta perilaku keteladanan dari kepala daerah dan
jajarannya dalam mematuhi dan mentaati hukum serta
penegakan supremasi hukum;
2) Menggunakan nilai-nilai budaya daerah sebagai salah satu
sarana untuk mewujudkan terciptanya kesadaran hukum
masyarakat;
3) Meningkatkan upaya kemajuan, perlindungan, penegakan,
pemenuhan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia;
4) Menegakkan hukum secara adil, konsekuen dan tidak
diskriminatif.
b. Untuk meningkatkan peran masyarakat dalam pemeliharaan
ketertiban umum, meningkatkan kepatuhan dan disiplin

RPJMD 2011-2016 | Kabupaten Blitar VI - 18


masyarakat terhadap hukum, menurunnya pelanggaran hukum
dan kriminalitas, arah kebijakan yang akan dilaksanakan adalah ;
1) Meningkatkan kerjasama dengan Kepolisian dalam upaya
menciptakan ketenteraman dan ketertiban.
2) Meningkatkan profeionalisme aparat Satpol PP melalui
pembinaan kinerja dengan meningkatkan sumber daya
organisasi dan manajemen serta pemantapan struktur Satpol
PP
3) Meningkatkan kemampuan mencegah, menangkal dan
menindak kejahatan terutama melalui deteksi dini dan
keterlibatan para tokoh masyarakat;
c. Untuk mengurangi jumlah kasus Narkoba kebijakan yang ditempuh
adalah ;
1) Meningkatkan kampanye bahaya Narkoba
2) Optimalisasi peran BNN Kabupaten Blitar dalam melakukan
upaya sinergis komprehensif dalam mencegah penggunaan
dan penyebarluasan narkoba di tengah masyarakat
d. Untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan peran perempuan
serta perlindungan anak maka dalam rangka pengarusutamaan
Gender, kebijakan diarahkan pada ;
1) Implemetasi Perda Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia dari
Blitar;
2) Meningkatkan kampanye anti trafficking dan anti kekerasan
terhadap perempuan termasuk TKW;
3) Meningkatkan kampanye anti trafficking dan anti kekerasan
terhadap anak;
4) Mengeliminir berbagai tindak kekerasan, eksploitasi, dan
diskriminasi, serta menyelenggarakan perlindungan perempuan
dan anak dari korban kekerasan;
5) Meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan anak serta
penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk bagi anak;
6) Memperkuat kelembagaan, pemberdayaan perempuan, untuk
mengkoordinasikan seluruh kegiatan pemberdayaan

RPJMD 2011-2016 | Kabupaten Blitar VI - 19


perempuan, dan jaringan pengarusutamaan gender dan anak
dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi
dari berbagai kebijakan, program, dan kegiatan
pembangunan di segala bidang;
7) Meningkatkan pemenuhan komitmen-komitmen internasional
berkaitan dengan hak-hak perempuan, penyediaan data dan
statistik gender, serta peningkatan partisipasi masyarakat.
6. Dalam rangka mewujudkan keseimbangan pengelolaan dan
pemanfaatan sumber daya alam dengan pemeliharaan kualitas dan
fungsi lingkungan hidup maka arah kebijakan yang dilaksanakan adalah
;
a. Mengurangi pencemaran air udara dan tanah serta pengelolaan
Sumber daya alam yang ramah lingkungan dengan kebijakan
yang diarahkan pada ;
1) Pengarusutamaan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan
ke seluruh bidang pembangunan.
2) Meningkatkan koordinasi pengelolaan lingkungan hidup.
3) Meningkatkan upaya harmonisasi pengembangan peraturan
perundangan lingkungan, dan penegakannya secara konsisten
terhadap pencemar lingkungan.
4) Meningkatkan upaya pengendalian dampak lingkungan akibat
kegiatan pembangunan.
5) Meningkatkan kapasitas lembaga pengelola lingkungan hidup,
terutama dalam menangani permasalahan yang bersifat
akumulatif, fenomena alam yang bersifat musiman dan
bencana.
6) Membangun kesadaran masyarakat agar peduli pada isu
lingkungan hidup, dan berperan aktif sebagai kontrol-sosial
dalam memantau kualitas lingkungan hidup.
7) Meningkatkan penyebaran data dan informasi lingkungan,
termasuk informasi wilayah-wilayah rentan dan rawan bencana
lingkungan dan informasi kewaspadaan dini terhadap
bencana.

RPJMD 2011-2016 | Kabupaten Blitar VI - 20


8) Mengendalikan pencemaran dan perusakan lingkungan hidup
di wilayah pesisir, laut, perairan tawar (danau, embung,
perairan umum), dan pulau-pulau kecil.
b. Untuk mengurangi kerusakan hutan akibat kegiatan ilegal dan
mencegah meluasnya areal lahan kritis, ditempuh kebijakan yang
diarahkan pada perbaikan sistem pengelolaan hutan dengan
meningkatkan keterlibatan masyarakat secara langsung dalam
pengelolaan hutan, meningkatkan koordinasi dan penguatan
kelembagaan dalam wilayah DAS, serta meningkatkan
pengawasan dan penegakan hukumnya.
c. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar peduli pada
kelestarian lingkungan hidup, maka arah kebijakannya adalah ;
1) Meningkatkan eksploitasi dengan selalu memperhatikan aspek
pembangunan berkelanjutan, khususnya mempertimbangkan
kerusakan hutan, keanekaragaman hayati dan pencemaran
lingkungan.
2) Meningkatkan peluang usaha pertambangan skala kecil di
wilayah terpencil dengan memperhatikan aspek sosial dan
lingkungan hidup.
3) Meningkatkan manfaat pertambangan dan nilai tambah.
4) Menerapkan good mining practice di lokasi tambang yang
sudah ada.
5) Rehabilitasi kawasan bekas pertambangan.
6) Meningkatkan pembinaan dan pengawasan pengelolaan
pertambangan.
d. Untuk menyediakan fasilitas pengolahan limbah pada lingkungan
usaha/industri ditempuh kebijakan meningkatkan pembinaan dan
pengawasan terhadap pengolahan limbah pada kegiatan
usaha/industri oleh instansi terkait.
e. Untuk mengurangi penangkapan ikan (illegal fishingI) dan satwa
ilegal kebijakan diarahkan pada ;

RPJMD 2011-2016 | Kabupaten Blitar VI - 21


1) Mengelola dan mendayagunakan potensi sumber daya alam
(laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil ) secara lestari berbasis
masyarakat.
2) Pembangunan sistem pengendalian dan pengawasan dalam

pengelolaan sumber daya laut dan pesisir, disertai penegakan


hukum.
7. Dalam rangka membentuk birokrasi yang profesional dalam melayani
masyarakat sehingga terwujud birokrasi yang efisien, efektif dan bebas
KKN, maka arah kebijakan dilaksanakan adalah peningkatan
profesionalisme birokrasi, kinerja dan disiplin aparatur, kualitas sumber
daya aparatur pemerintah, pengelolaan keuangan daerah yang
akuntabel berbasis teknologi informasi, serta kelembagaan dan
ketatalaksanaan pemerintah yang efektif dan efisien melalui ;
1) Penuntasan penanggulangan penyalahgunaan kewenangan dan
praktik-praktik KKN dengan cara:
Menerapkan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik (good
governance) pada semua tingkat dan lini pemerintahan, dan
pada semua kegiatan.
Meningkatkan efektivitas pengawasan aparatur pemerintah
melalui koordinasi dan sinergi pengawasan internal, eksternal, dan
pengawasan masyarakat.
Meningkatkan budaya kerja aparatur yang bermoral, profesional,
produktif, dan bertanggung jawab.
Mempercepat pelaksanaan tindak lanjut hasil-hasil pengawasan
dan pemeriksaan.
Meningkatkan pemberdayaan penyelenggara negara, dunia
usaha, dan masyarakat dalam pemberantasan KKN.
2) Meningkatkan kualitas penyelengaraan administrasi negara melalui:
Menata kembali fungsi-fungsi kelembagaan pemerintahan agar
dapat berfungsi lebih memadai, efektif, dengan struktur lebih
proporsional, ramping, luwes dan responsif.
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi ketatalaksanaan, dan
prosedur pada semua tingkat dan lini pemerintahan.

RPJMD 2011-2016 | Kabupaten Blitar VI - 22


Menata dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia
aparatur agar lebih profesional sesuai tugas dan fungsinya untuk
memberikan pelayanan yang terbaik (prima) kepada masyarakat.
Meningkatkan kesejahteraan pegawai, dan pemberlakuan sistem
karier berdasarkan prestasi (merit system).
Optimalisasi pengembangan dan pemanfaatan e-Government,
dan dokumen/arsip negara dalam pengelolaan tugas dan fungsi
pemerintahan.
3) Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan
pembangunan maka kebijakan diarahkan pada ;
a. Penguatan kapasitas masyarakat untuk dapat mencukupi
kebutuhan dirinya, berpartisipasi dalam proses pembangunan, dan
mengawasi jalannya pemerintahan
b. Meningkatkan tranparansi, partisipasi dan mutu pelayanan melalui
peningkatan akses dan sebaran informasi
c. Terbitnya peraturan daerah (Perda) tentang Tahapan, Tatacara
Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Perencanaan
Pembangunan Daerah

RPJMD 2011-2016 | Kabupaten Blitar VI - 23