Anda di halaman 1dari 3

Syarat

Mengkonsumsi protein dari sumber hewani dan nabati seperti daging,


telur, ayam, ikan, kacang kacang dan produk olahannya
Makanan diberikan dalam porsi kecil tetapi sering
Sayur dan buah buahan diberikan sesuai kebutuhan rendah serat,
makanan lunak / cair, jika ada gangguan saluran pencernaan
Rendah laktosa dan rendah lemak jika ada diare Dianjurkan minum susu
yang rendah lemak dan sudah dipasteurisasi; jika tidak dapat menerima
susu sapi, dapat diganti dengan susu kedelai
Bentuk makanan disesuaikan dengan kondisi pasien untuk memenuhi
kebutuhan gizinya
Sesuaikan syarat diet dengan infeksi oportunistik dan penyakit lain yang
menyertai (TB, diare, sarkoma, kandidiasis oral)
Menghindari makanan yang diawetkan dan makanan yang beragi (tape,
brem)
Menghindari aroma makanan yang merangsang (untuk mencegah mual)
dan makanan yang merangsang pencernaan baik secara mekanik, termik
maupun kimia
Menghindari rokok, kafein dan alkohol
Makanan bebas dari pestisida dan zat zat kimia
Dapat ditambahkan vitamin berupa suplemen, tapi pemberian dosis besar
(megadosis) harus dihindari karena dapat menekan kekebalan tubuh
Bila ODHA mendapat obat anti retroviral, pemberian makanan
disesuaikan dengan jadwal minum obat saat lambung kosong, saat
lambung terisi, atau diberikan bersama-sama dengan makanan.

Bahan Makanan Yang Dianjurkan :


Tempe dan produknya, selain mengandung protein dan vitamin B12 juga
mengandung bakterisida yang dapat mengobati dan mencegah diare.
Kelapa dan produknya dapat memenuhi kebutuhan lemak sekaligus
sebagai sumber energi karena mengandung MCT yang mudah diserap dan
tidak menyebabkan diare. MCT merupakan energi yang dapat digunakan
untuk pembentukan sel.
Wortel mengandung beta-karoten yang tinggi sehingga dapat
meningkatkan daya tahan tubuh juga sebagai bahan pembentuk CD4.
Vitamin E bersama dengan vitamin C dan beta-karoten berfungsi sebagai
antiradikal bebas. Akibat perusakan oleh HIV pada sel-sel maka tubuh
menghasilkan radikal bebas
Brokoli, tinggi kandungan Zn, Fe, Mn, Se untuk mengatasi dan mencegah
defisiensi zat gizi mikro dan untuk pembentukan CD4
Sayuran hijau dan kacang-kacangan, mengandung vitamin neurotropik B1,
B6, B12 dan zat gizi mikro yang berguna untuk pembentukan CD4 dan
pencegahan anemia
Buah alpukat mengandung lemak yang tinggi, dapat dikonsumsi sebagai
makanan tambahan. Lemak tersebut dalam bentuk mono unsaturated
fatty acid (MUFA), berfungsi sebagai antioksidan dan dapat menurunkan
LDL. Di samping itu juga mengandung glutathion tinggi untuk
menghambat replikasi HIV.
Konsumsi kacang-kacangan sesering mungkin
Konsumsi daging dan produk susu setiap hari
Konsumsi sayuran dan buah-buahan setiap hari, lebih baik dalam bentuk
jus, yang sebelumnya sudah disiram dengan air panas.
Konsumsi gula, minyak dan garam gunakan seperlunya
Bahan makanan sebaiknya dalam bentuk matang.

Bahan Makanan yang Tidak Dianjurkan :


Semua bahan makanan yang menimbulkan gas seperti : ubi jalar, kol,
sawi , nangka dan durian
Semua makanan tinggi lemak : santan kental, lemak daging dan kulit
ayam
Bumbu yang merangsang : cabe, merica, cuka
Bahan makanan yang mentah seperti lalapan
Buah-buahan yang masih mentah

.1.2. Perhitungan kebutuhan protein


Kebutuhan protein berdasarkan proporsi energi
adalah 12-15% dan tingkat kecukupan yang
dianjurkan berdasrkan BB ideal per hari adalah 0,8
1,0 g/kg BB. Kebutuhan energi minimal untuk
mempertahankan keseimbangan nitrogen adalah 1,40,5
g/kg
BB. Demam,sepsis, operasi, trauma, dan luka

dapat

meningkatkan katabolisme protein, sehingga


meningkatkan kebutuhan protein sampai 1,5-2,0 g/kg
BB. Sebagian besar pasien yang dirawat membutuhkan
1,0-1,5 g protein/kg BB.

3.1.3. Perhitungan Kebutuhan Lemak


Kebutuhan lemak berdasarkan proporsi energi
dari lemak yaitu berkisar 20-25% dari total energi
dengan rasio lemak tidak jenuh : lemak jenuh (2 : 1)
. Kebutuhan lemak dalam keadaan sakit bergantung
jenis penyakit, yaitu lemak sedang atau lemak rendah.
Di samping itu, pada penyakit tertentu, misalnya
dislipidemia, membutuhkan modifikasi jenis lemak.
Kebutuhan Lemak sedang 15-20% dari kebutuhan
energi total, kebutuhan lemak rendah < 10 % dari
kebutuhan energi total
Dalam keadaan tertentu seperti :
- Kadar trigliserida > 400 mg/dL, pemberian lemak
sangat minimal
3.1.4. Perhitungan Kebutuhan Karbohidrat
Kebutuhan karbohidrat berdasarkan proporsi energi
dari karbohidrat adalah 60-75% daritotal energi, atau sisa total energi
setelah dikurangi energi yang berasal
dari protein dan lemak. Selain jumlah, kebutuhan
karbohidrat dalam keadaan sakit sering dinyatakan
dalam bentuk karbohidrat yang dianjurkan. Misalnya
penyakit diabetes mellitus, dislipidemia, dan konstipasi
membutuhkan serat tinggi (30-50 g/hari), sedangkan
diare membutuhkan serat rendah (<10 g/hari).