Anda di halaman 1dari 1

Penyehatan air bersih merupakan suatu upaya yang diarahkan pada tersedianya air yang

memenuhi syarat kesehatan bagi masyarakat, untuk mencegah terjadinya penyakit yang
ditularkan melalui air. Syarat kesehatan dimaksud adalah syarat-syarat fisik, kimiawi,
bakteriologi dan radioaktif, seperti yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor :
416/Menkes/Per/IX/1990 tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air.

Untuk dapat menciptakan kondisi seperti diatas, perlu dilaksanakan kegiatan-kegiatan berupa:

1. Pemantauan kualitas air (Monitoring)


Kegiatan monitoring dimaksudkan untuk mengetahui keadaan kualitas air di suatu
wilayah. Untuk keperluan tersebut, dilaksanakan pemeriksaan kualitas air dan inspeksi
sanitasi. Pemeriksaan kualitas air dilaksanakan apabila tingkat resiko pencemaran dari
sarana yang di inspeksi sanitasi termasuk kategori rendah dan sedang.

2. Penyelidikan (Investigasi)
Kegiatan penyelidikan dilaksanakan apabila terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB)
penyakit-penyakit yang berkaitan dengan air, atau untuk mengetahui penyebab terjadinya
penyimpangan parameter kualitas air. Untuk kegiatan tersebut, diperlukan pemeriksaan
kualitas air dan inspeksi sanitasi, yang dilaksanakan secara bersama-sama.

3. Tindakan perbaikan (Remedial Action)


Tindakan perbaikan kualitas air merupakan tindak lanjut dari monitoring maupun
investigasi. Bentuk kegiatan yang dapat dilaksanakan, meliputi: Pemberian rekomendasi,
peningkatan peran serta masyarakat dan Pembuatan sarana perbaikan kualitas air sebagai
percontohan.
Dari uraian diatas terlihat, inspeksi sanitasi merupakan kegiatan yang strategis dalam
upaya penyehatan air bersih. Oleh karena itu, petugas yang terkait dengan penyehatan air
bersih, harus mengetahui manfaat dari pelaksanaan inspeksi sanitasi, serta mampu
melaksanakan secara benar.