Anda di halaman 1dari 4

KERANGKA ACUAN EVALUASI PASCA PELATIHAN

PELAYANAN OBSTETRIC NEONATAL EMERGENCY DASAR ( PONED )


BAG BIDAN DAN PERAWAT PUSKESMAS PONED
BULAN OKTOBER 2013
DANA AIPMNH
LOGFRAME: 12102
KODE KEGIATAN: 02
JUMLAH DANA: Rp. 20.000.000

I. PENDAHULUAN

Saat ini angka kematian ibu (AKI) di Indonesia 334 per 100.000 kelahiran
Hidup (SDKI tahun 1997), dan masih merupakan angka tertinggi diantara negara
di ASEAN, serta merupakan salah satu masalah nasional yang belum dan sulit
teratasi. Angka tersebut cukup tinggi dibanding dengan target AKI yang harus
dicapai pada tahun 2010 yaitu 125 per 100.000 kelahiran hidup. Di Kabupaten
Ende sendiri Jumlah kematian ibu tahun 2012, 14 orang ibu. Penanganan masalah
ini tidaklah mudah, perlu upaya-upaya yang terfokus kepada upaya upaya
penyelamatan ibu dan anak yang diikuti dengan pembiayaan yang efektif dan
efisien, serta mendapat perhatian yang serius dari para pengambil keputusan
(stake holder).
Penyebab terbanyak kematian ibu (90%) disebabkan oleh komplikasi
obstetric; yaitu perdarahan, infeksi dan eklampsi, juga factor-faktor non medis
yang menyertai resiko tersebut dan memperberat resiko kematian ibu hamil.
Untuk megatasi hal diatas kebijakan Departemen Kesehatan adalah meningkatkan
kesehatan ibu dan bayi baru lahir yang berfokus kepada upaya keselamatan ibu,
antara lain melalui pendekatan making Pregnancy Safer (MPS) yang mempunyai
tiga pesan kunci program MPS yaitu : (1) Setiap persalinan harus ditolong oleh
tenaga kesehatan terlatih (2) Setiap komplikasi obstetric mendapat pelayanan yang
adekuat dan (3) setiap wanita usia subur mempunyai akses terhadap pencegahan
kehamilan yang tidak diinginkan dan penanganan komplikasi keguguran.
Pada tanggal 3 7 Desember tahun 2012 telah dilaksanakan pelatihan
Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar (PONED) bagi tenaga kesehatan
terutama di unit pelayanan kesehatan dasar, khususnya Puskesmas rawat inap,
Puskesmas PONED, agar tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan yang
terampil dalam penanganan komplikasi obstetric dan neonatal sesuai dengan
standar yang ditetapkan, untuk mengetahui sejaumana kemampuan petugas dalam
pelayanan Obsteric dan Neonatal maka perlu dilaksanakan Evaluasi Pasca
Pelatihan PONED

II. TUJUAN

UMUM :
Mengetahui kemampuan Tenaga Instruktur Klinis dalam menyelenggarakan
kegiatan Pelayanan obstetric neonatal emergensi dasar.
KHUSUS :
1. Menilai kompetensi instruktur klinis dalam pelayanan obsterti neonatal
emergensi dasar.
2. Mengkaji kesiapan ruang, alat dan obat untuk pelayanan obstetric neonatal
emergensi dasar.
3. Menilai dan memberi bimbingan teknis dalam metodologi pembelajaran.

4. Mengkaji tingkat kepatuhan dari petugas dalam pelayanan obstertri neonatal


emergensi dasar.
5. Melakukan pengawasan apakah upaya pencegahan infeksi dilaksanakan.

III. WAKTU DAN TEMPAT


a) Waktu :
Bulan Oktober 2013
Hari/ Tanggal : Jumat, 18 Oktober 25 Oktober dan dilanjutkan tanggal 28 - 30
Oktober 2013

b) Tempat
Tempat : Puskesmas PONED

IV. NAMA NAMA PESERTA YANG DI EVALUASI

NO NAMA UPTD K ESEHATAN RAYON


KECAMATAN
1 Fel icitas Lero Kelimutu 1
2 Yuliana Fensia Rowa Kelimutu 1
3 Martina Santi Maurole 2
4 Kristin Kasih Ladja Maurole 2
5 Yustina Gensiana Wolowaru 2
6 Lusia E. M. Weto Wolowaru 2
7 Maria Erlinda Mi Detusoko 1
8 Hedwig Fernandez Detusoko 1
9 Yunisti welem Nangapanda 1
10 Juanita Kadarsih Nangapanda 1

V. Tim Evaluator:dan Panitia

a). Evaluator yang melaksanakan EPP adalah Fasilitator PONED dari Kabupaten
Ende berjumlah 4 (empat) orang :
1. dr. Agung Nugroho
2. dr. Lydia S. Nembo, SpOG
3. Maria Epifania Suna, S.ST.

4. Fransisca N. Ero, SSiT M. PH


b) Panitia

1 orang dari Bidang SDM

VI. Metoda Pemantauan:

Evaluasi Pasca Pelatihan dengan menggunakan Observasi, Wawancara dan


Penilaian ( Asesment ) dan Kuisioner. Para pelatih melihat kondisi ruangan
Persalinan, mengidentifikasi peralatan dan obat yang tersedia, Pencataan dan
dokumentasi (Partograf). Kemudian mengobservasi kompetensi Bidan dalam
melakukan Penapisan Awal dalam merujuk tepat waktu, dan melakukan
tindakan awal pada kasus kasus Gadar Obstetri Neonatal Emergensi,
memberikan bimbingan ( couching) pada bagian tertentu yang penting (critical
skill). Melakukan wawancara tentang kegiatan yang telah dilakukan oleh bidan
di Puskesmas tentang kasus kasus gawat darurat ostetri Neonatal yang sudah
pernah ditangani,. Diakhiri dengan pemberian umpan balik hasil pemantauan
(feed back) dan pemberian reward terhadap upaya yang telah dilakukan.
VII. DANA.

Kegiatan Evaluasi Pasca Pelatihan bersumber pada dana AIPMNH DPO Ende
tahun 2013

VIII. PENUTUP
Demikian kerangka acuan ini di buat ini untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya.

Ende, 5 Oktober 2013

PLH. Kepala Bidang Pengembangan SDM Kesehatan


Maria Epifania Suna, SST
Penata Tk. I
NIP. 19670509 198801 2 002