Anda di halaman 1dari 3

1.

JEJAS HIPOKSIK DAN ISKEMIK

Efek pertama hipoksia adalah pada respirasiaerobik sel, yaitu fosforilasi oksidatif oleh
mitokondria; sebagai akibat penurunan tegangan oksigen, pembentukan ATP intrasel jelas
berkurang. Hasil deplesi ATP mempunyai efek luas pada banyak sistem dalam sel. Aktivitas
pompa natrium yang diatur ATP membran plasma menurun, selanjutnya terjadi akumulasi
natrium intrasel dan difusi kalsium keluar sel. Hal ini disertai hasil isosmotik cairan,
menyebabkan pembengkakan selular akut. Kondisi ini dieksaserbasi oleh peningkatan beban
osmotik dari akumulasi metabolit lain, seperti fosfat anorganik, asam laktat, dan nukleosida
purin. Glikolisis anaerob meningkat karena ATP berkurang dan disertai peningkatan Adenosin
Monofosfat(AMP) yang merangsang enzim Fosfofruktokinase. Menimbulkan deplesi cepat
cadangan glikogen. Peningkatan glikolisis juga menyebabkan akumulasi asam laktat dan fofat
anorganikakibat hidrolisis ester fosfat, jadi menurunkan pH intrasel.

2. JEJAS ISKEMIA/REPERFUSI

Jika hipoksia tidak dihilangkan, selanjutnya menyebabkan kerusakan morfologik. Gambaran


ultrastruktur sepertimikrovili hilang, dan permukaan sel akan menggelembung. Jika oksigen
diperbaiki, semua gangguan yang telah disebut akan reversibel; namun,jika iskemia tetap
terjadi, jejas yang ireversibel mengikuti. Berlawanan dengan hipoksia, pembentukan energi
glikolitik dapat berlanjut (walaupun kurang efiesien dibandingkan jalur oksidatif), iskemia
juga menganggu pengiriman substrat untuk glikolisis. Akibatnya, pembentukan energi
anaerob juga berhenti di jaringan yang iskemik setelah substrat potensialnya mengalami
kelelahan atau jika glikolisis dihambat oleh akumulasi metabolit yang normalnya akan
dibuang melalui aliran darah. Namun, dalam keadaan tertentu, terjadi perbaikan aliran darah
pada iskemik meskipun jaringan tetap hidup, secara paradoks, pada cedera terakselerasi
dandieksaserbasi. Sebagai hasilnya, jaringan menyokong kehilangan sel selain sel yangrusak
ireversibel pada akhir episode eskemik. Keadaan itu disebut Iskemia/ Jejas Reperfusi yang
secara klinismerupakan proses penting yang secara bermakna berperan pada
kerusakan.Reperfusi jaringan iskemik dapatmenyebabkan kerusakan lebih lanjut melalui cara:

Pemulihan aliran darah membasahi sel yang terganggu dalam konsentrasi tinggi kalsium
bila sel tersebut tidak mampu mengatur sepenuhnya lingkungan ioniknya menyebabkan
hilangnya keutuhan sel.

Reperfusi jaringan iskemik dapatmenyebabkan kerusakan lebih lanjut melalui cara:

Reperfusi sel yang mengalami jejas mengakibatkan rekruitmen sel radang yang terjadi lokal;
sel itu melepaskan spesies oksigen reaktif berkadar tinggi yang mencetuskan kerusakan
membran dan transisi permeabilitas mitonkondria.

Reperfusi jaringan iskemik dapatmenyebabkan kerusakan lebih lanjut melalui cara:

Mitokondria yang rusak pada sel yang terganggu, tetapi masih dapat hidup, menghasilkan
reduksi oksigen tak lengkap sehingga meningkatkan produksi spesies radikal bebas; selain itu,
sel yang mengalami jejas secara iskemik memiliki mekanisme pertahanan antioksidan yang
terganggu.
3. JEJAS SEL YANG DIINDUKSI RADIKAL BEBAS

Kerusakan radikal bebas juga mendasari cedera zat kimia dan radiasi, toksisitas oksigen dan
gas lain, penuaan selular,pembunuhan mikroba oleh sel fagositik, kerusakan sel radang,
destruksi tumor oleh makrofag, dan proses cedera lainnya. Spesies Kimiawi Dengan 1
Elektron Tak Berpasangan Di Orbital Terluar. Sifatnya sangat tidak stabil dan mudahbereaksi
dengan zat kimia anorganik atau organik; saat dibentuk dalam sel, radikal bebas segera
menyerang dan mendegradasi asam nukleat serta berbagai molekul membran. Selain itu,
radikal bebas menginisiasi reaksi Autokatalitik; sebaliknya, molekul yang bereaksi dengan
radikal bebas.

Radikal bebas dapat dibentukdalam sel oleh:

Reaksi Redoks yang terjadi selama proses fisiologis normal.

Nitrit Oksida (NO) merupakan mediator kimiawi penting yang normalnya disintesis oleh
berbagai tipe sel, yang dapat berperan sebagai radikal bebas atau dapat diubah menjadi
spesies nitrit yang sangat reaktif.

Penyerapan Energi Radian (misalnya, SinarUltraviolet dan Sinar X). Radiasi pengion dapat
menghidrolisis air menjadi gugus hidroksil (OH-) dan radikal bebas hidrogen.

Menilai efek hipoksia:

1.Pada mitokhondria terjadi oksidasi asam lemak yg melepaskan energi.

2. Energi yg dilepaskan dari oksidasi tersebut digunakan untuk pembentukan ATP dg cara
ADP + P (fosforilasi) & kemudian disimpandalam molekul ATP yang disebut dengan cans
ofenergy.

3. ATP yg dihasilkan dikirim oleh mitokhondria ke berbagai organel sel untuk menggerakkan
berbagai proses sel yang memerlukan energi seperti pergerakan, sekresi, memompa.

4. Energi yg tersimpan dalam ATP dilepaskan dengan memecahnya kembali

5. Penghantaran ATP ke berbagai organel seloleh mitokhondria dg cara mitokhondria secara


terus menerus bergerak & menyentuh semua bagian dari selnya, termasuk nukleus
(mitochondrial dance).