Anda di halaman 1dari 7

KLASIFIKASI MATERIAL TEKNIK

Material-material yang sering digunakan didalam masalah teknik dibagi menjadi 4 kelompok
besar :
1. Logam
2. Keramik
3. Polimer
4. Komposit

1. Logam
Logam yang dipakai sebagai bahan teknik terbagi dua yaitu :
1. Logam berbahan dasar Fe (Ferro) atau besi
2. Logam yang tidak berbahan dasar Ferro (Non Ferro)
Logam berbahan dasar Fe dibagi menjadi :

1. Baja
Baja adalah perpaduan antara Fe dan C (besi dan karbon). Karbon maksimum dari baja
adalah 2,1 %. Karbon didalam baja membentuk karbida besi (Fe3C atau sementit).

Klasifikasi Baja
1. Menurut Komposisi Kimianya
a. Baja karbon (carbon steel), dibagi menjadi tiga yaitu :
Baja karbon rendah (low carbon steel) sifatnya mudah ditempa dan dimesin.
Untuk penggunaannya berdasarkan % karbon :
- 0,05% 0,30% C machine, machinery dan mild steel.
- 0,05 % 0,20 % C : automobile bodies, buildings, pipes, chains, rivets,
screws, nails.
- 0,20 % 0,30 % C : gears, shafts, bolts, forgings, bridges, buildings.
Baja karbon menengah (medium carbon steel)
a. Kekuatan lebih tinggi daripada baja karbon rendah.
b. Sifatnya sulit untuk dibengkokkan, dilas, dipotong. Penggunaan:
c. 0,30 % 0,40 % C : connecting rods, crank pins, axles.
d. 0,40 % 0,50 % C : car axles, crankshafts, rails, boilers, auger bits,
screwdrivers.
e. 0,50 % 0,60 % C : hammers dan sledges.
Baja karbon tinggi (high carbon steel) tool steel
Sifatnya sulit dibengkokkan, dilas dan dipotong. Kandungan 0,60 % 1,50
% C Penggunaan = Screw drivers, blacksmiths hummers, tables knives,
screws, hammers, vise jaws, knives, drills. tools for turning brass and wood,
reamers, tools for turning hard metals, saws for cutting steel, wire drawing
dies, fine cutters.
b. Baja Paduan (Alloy Steel)
Tujuan dilakukan peambahan unsur yaitu :
Untuk menaikkan sifat mekanik bja (kekerasan, keliatan, kekuatan tarik dan
sebagainya)
Untuk menaikkan sifat mekanik pada temperatur rendah
Untuk meningkatkan daya tahan terhadap reaksi kimia (oksidasi dan reduksi)
Untuk membuat sifat-sifat spesial
Baja paduan yang dikalsifikasikan menurut kadar karbonnya dibagi menjadi :
1. Low alloy steel, jika elemen paduannya 2,5 %
2. Medium alloy steel, jika elemen paduannya 2,5 10 %
3. High alloy steel, jika elemen paduannya > 10 %
Selain itu baja paduan dibagi menjadi dua golongan yaitu baja campuran khusus
(special alloy steel) dan high speed steel

c. Baja Paduan Khusus (Special Alloy Steel)


Baja jenis ini mengandung satu atau lebih logam-logam seperti nikel, chromium,
manganese, molybdenum, tungsten dan vanadium. Dengan menambahkan logam
tersebut kedalam baja maka baja paduan tersebut akan merubah sifat-sifat mekanik
dan kimianya seperti menjadi lebih keras, kuat, dan ulet bila dibandingkan terhadap
baja karbon (carbon steel).

d. High Speed Steel (HSS) Self Hardening Steel


Kandungan karbon : 0,70 % - 1,50 %. Penggunaan membuat alat-alat potong seperti
drills, reamers, countersinks, lathe tool bits dan milling cutters. Disebut high speed
steel karena alat potong yang dibuat dengan material tersebut dapat dioperasikan dua
kali lebih cepat dibanding dengan carbon steel. Sedangkan harga dari HSS biasanya
dua sampai empat kali dari pada carbon steel.

e. Baja Paduan dengan Sifat Khusus


1. Baja tahan karat (stainless steel)
Sifatnya antara lain :
- Memiliki daya tahan yang baik terhadap panas, karat, dan goresan/gesekan
- Tahan temperatur rendah maupun tinggi
- Memiliki kekuatan besar dengan massa yan kecil
- Keras, liat, densitasnya besar dan permukaannya tahan aus
- Tahan terhadap oksidasi
- Kuat dan dapat ditempa
- Mudah dibersihkan
- Mengkilat dan tampak menarik

2. High Strenght Low Alloy Steel (HSLA)


Sifat dari HSLA adalah memiliki tensile strenght yang tinggi, anti bocor, tahan
terhadap abrasi, mudah dibentuk, tahan terhadap korosi, ulet, sifat mampu mesin
yang baik dan sifat mampu las yang tinggi (weldability). Untuk mendapatkan
sifat-sifat diatas maka baja ini diproses secara khusus dengan menambahkan
unsur-unsur seperti : tembaga (Cu), nikel (Ni), Chromium (Cr), Molybdenum
(Mo), Vanadium (Va), dan Columbium.

3. Baja Perkakas (Tool Steel)


Sifat-sifat yang harus dimiliki oleh baja perkakas adalah tahan pakai, tajam atau
mudah diasah, tahan panas, kuat dan ulet.
Kelompok dari tool berdasarkan unsur paduan dan proses pengerjaan panas yang
diberikan antara lain :
a. Later hardening atau carbon tool steel (ditandai dengan tipe W oleh AISI),
shock resisting (Tipe S), memiliki sifat kuat, ulet dan tahan terhadap beban
kejut dan repeat loading. Banyak dipakai untuk pahat, palu, dan pisau.
b. Cool work tool steel, diperoleh dengan proses hardening dengan pendinginan
yang berbeda-beda. Tipe O dijelaskan dengan mendinginkan pada minyak
sedangkan Tipe D dan Tipe A didinginkan di udara.
c. Hot work Steel (Tipe H), mula-mula dipanaskan hingga (300-500) oC dan
didinginkan perlahan-lahan, karena baja ini banyak mengandung tungsten dan
molybdenum sehingga sifatnya keras.
d. High Speed Steel (Tipe T dan M), merupakan hasil paduan baja dengan
tungsten dan molybdenum tanpa dilunakkan. Dengan sifatnya yang tidak
mudah tupul dan tahan panas tetapi tidak tahan kejut.
e. Campuran carbon-tungsten (Tipe F), sifatnya adala keras tapi tidak tahan aus
dan tidak cocok untuk beban dinamis serta untuk pemakaian pada temperatur
tinggi.

Klasifikasi lain :

a. Menurut penguunaannya :
Baja kontruksi ( stuctural steel), mengandung karbon kurang dari 0,7 % C.
Baja perkakas (tool steel), mengandung karbon lebih dari 0,7 % C.
b. Baja dengan sifat fisik dan kimia khusus :
Baja tahan garam (acid-resisting steel)
Baja tahan panas (heat resistant steel)
Baja tanpa sisik (non scaling steel)
Electric steel
Magnetic steel
Non magnetic steel
Baja tahan pakai (wear resisting steel)
Baja tahan karat/korosi

Dengan mengkombinasikan dua klasifikasi baja menurut keguaan dan komposisi


kimia maka diperoleh lima kelompok baja yaitu :
1. Baja karbon kontruksi (carbon stuctural steel)
2. Baja karbon perkakas (carbon tool steel)
3. Baja paduan kontruksi (Alloyed stuctural steel)
4. Baja paduan perkakas (Alloyed tool steel)
5. Baja konstruksi paduan tinggi (high alloyed structural steel)
Selain itu baja juga diklasifikasi menurut kualitas :
1. Baja kualitas biasa
2. Baja kualitas baik
3. Baja kualitas tinggi

2. Besi Cor
Besi Cor terdiri dari dari Fe+C, komposisi karbon pada besi cor diatas 2,1%. Karbon bebas
dari besi cor berupa grafit yang memliki sifat getas.
Dari bentuk grafit besi cor dapat dibagi menjadi :
- Besi cor putih (tidak memiliki grafit dan sifatnya hampir sama dengan baja karbon
tinggi)
- Besi cor kelabu (grafit berbentuk pipih)
- Besi cor nodular (grafit berbentuk bulat)
- Besi cor maliable (grafit berbentuk bunga)

Sifat-sifat umum dari LOGAM


- Kondukstivitas listrik dan termal yang tinggi
- Sifat-sifat mekanik (kekerasan dan kekuatan) umumnya tinggi
- Massa jenis relatif tinggi
- Bersifat korosi
- Warna yang khas dan tidak transparan

Gambar 1. Klasifikasi Logam

2. Keramik
Klasifikasi dari keramik :
1. Bahan ORGANIK bukan LOGAM
Penggunaan dan pemakaiannya pada temperatur tinggi
2. Bahan dari senyawa LOGAM
(oksida, barida, karbida dan nitrida)
Pengunaan keramik biasanya untuk isolator, komponen-komponen abrasif, dapat
digunakan sebagai lapisan penghalang termal contoh Batu Tahan Api (BTA).
Sifat-sifat umum dari keramik :
- Keras dan getas
- Kekuatan tarik rendah
- Isolator yang baik
- Tahan korosi
- Tahan pada temperatur tinggi

3. Polimer
Klasifikasi polimer dapat dibagi berdasarkan :
1. Sumber atau asal
- Alam : hewan, tumbuhan, dan mineral
- Sintesis : hasil polimerisasi hasil polimer adisi
2. Sifat termal
- Termoplastik (selulosa, polisterin, Vinel)
- Termosetting plastik (phenol, amino, furan, gemuk)
Sifat-sifat umum dari polimer
- Ringan (massa jenis relatif rendah)
- Tidak tahan temperatur tinggi
- Kekuatan tarik rendah dan keuletan tinggi
- Isolator yang baik
- Modulus elastis rendah

4. Komposit
Material komposit menjadi material yang penting akhir-akhir ini karena sifatnya khusus.
Kata komposit dalam dalam pengertian material komposit menunjukkan adanya dua
atau lebih material komposit yang digabung secara makroskopis. Pada bahan komposit
material pembentuknya masih terliat seperti aslinya, dimana hal tersebut tidak ditemukan
dalam paduan. Pada umumnya material komposit terdiri dari dua unsur, yaitu serat (fiber)
dan bahan pengikat serat (matriks). Serat inilah yang menentukan karakteristik material
komposit, seperti kekakuan, kekuatan dan sifat-sifta mekanik lainnya.
Bahan komposit mempunyai sifat-sifat yang berbeda dengan sebagian besar material
konvensional (misal baja, aluminium dll) yang telah dikenal selama ini. Sebagian besar
material konvensional bersifat homogen dan isotropik, berarti sifat-sifatnya sama disemua
tempat dan segala arah. Sebaliknya bahan komposit tidak homogen dan non-isotropik,
berarti sifat-sifatnya tidak sama disemua tempat dan segala arah. Pada material komposit,
seratlah yang menahan sebagian besar gaya-gaya yang bekerja. Sedang matrik bertugas
melindungi dan mengikat serat agar dapat bekerja dengan baik.
Jenis-jenis serat :
- Serat gelas
- Serat karbon
- Serat polimer
- Serat logam
Klasifikasi dari komposit tergantung kepada bahan-bahan penyusun seperti :
-1. Beton bertulang -2. Fibre glass -3. Pahat CERMET
Matrik = pasir, semen, kerikil matrik : resin Matrik : keramik
Serat = serat karbon serat = serat gelas serat = logam

-4. Carbonex -5. Pahat karbida


Matrik = Resin Matrik = Perlit
Serat = serat karbon serat = karbida besi (sementit)

Sifat-sifat umum dari komposit :


Tergantung kepada bahan matrik dan bahan serat penyusunnya, karena komposit tidak
merubah sifat-sifat bahan penyususnnya.

...... DAN PENGUJIAN

Pemilihan bahan dalam perancangan suatu komponen atau produk adalah berdasarkan sifat-
sifat yang dimilki oleh bahan tersebut dan disesuaikan dengan fungsu dan prinsip kerja dari
komponen yang dirancang. Jadi yang dimanfaatkan dari suatu material adalah SIFATnya.

A. Sifat-sifat Material
Secara umum dapat dibagi tiga :
1. SIFAT MEKANIK : adalah sifat yang menunjukkan kelakuan material apabila
material tersebut diberi beban mekanik (statik atau dinamik)
- Kekuatan tarik-tekan
- Keuletan-ketangguhan-lunak
- Keras-getas
- Strain hardening
- dsb
2. SIFAT FISIK-SIFAT KIMIA : adalah sifat yang berkaitan dengan karakteristik fisik
atau kondisi dari material
- Temperatur cair
- Konduktivitas panas dan listrik
- Massa jenis
- Warna
- Ketahanan korosi
3. SIFAT TEKNOLOGI : sifat yang berhubungan dengan kemudahan material untuk
diproses lanjut
Contoh :
- Mampu mesin : Kemampuan suatu material untuk dipotong, dengan
menggunakan alat-alat potong (pahat, gergaji, kikir, dan gerinda). Proses
pemotongan akan terjadi apabila ada gerak relatif antara benda kerja dan pahat
potong.
- Mampu cor : Kemampuan suatu material untuk dicairkan dan dituang ke
dalam cetakan tanpa adanya cacat (cacat seperti: patah, retak, porositas,
segregasi).
- Mampu las : Kemampuan suatu material untuk disambung dengan
menggunakan panas tanpa adanya cacat (cacat seperti : fasa keras, retak, dan
distorsi).
- Mampu bentuk : Kemampuan suatu material untuk dideformsi plastis dengan
tidak terjadinya necking dan beban yang diperlukan rendah. (necking adalah
pengecian penampang pada saat deformasi plastis berlangsung).
Dalam pemanfaaatan material harus mempertimbangkan ketiga sifat diatas untuk
mendapatkan hasil yang optimum dalma suatu perancangan.