Anda di halaman 1dari 11

TUGAS MAKALAH

KUESIONER KEWIRAUSAHAAN

Disusun Oleh :

Nama : Egi Aryana

NPM : 22413789

Kelas : 4IC02

JURUSAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS GUNADARMA

DEPOK

2017
BAB I
PROFIL PELAKU

1. Nama Lengkap : Faizal Ahmad


2. Nama Panggilan : Boti
3. Jenis Kelamin : Laki-Laki
4. Status : Menikah
5. Jumlah Anak :-
6. Status Pasangan : Tidak Bekerja
7. Umur : 24 Tahun
8. Agama : Islam
9. Alamat Rumah : Kp Bojong Sari rt 11/03
10. HP :-

Beliau tinggal di daerah bojong sari rt 11/03, Rumah yang di tempatinya


adalah rumah milik kedua orangtuanya. Beliau tinggal dengan istri dan kedua
anaknya. Sebelum melakukan usahanya dengan membuka bengkel, beliau
bekerja sebagai karyawan disuatu perusahaan. Dengan alasan ingin mandiri,
akhirnya beliau membuka usahanya untuk modal awal iya dapatkan dari uang
tabungannya sebesar 50 juta rupiah. Beliau membuka bengkel di daerah Jl.
Mayor Oking, Citeureup-Bogor 16810 sebrang PT.BKM yg berada di jalan baru
citeureup.
Gambar Profil Pelaku Sedang Menurunkan Mesin Ninja R
BAB II
PROFIL USAHA

1. Jenis Usaha : Bengkel Motor


2. Lama Usaha : 5 Tahun
3. Tempat Pemasaran : Sendiri
4. Alasan Berwirausaha : Ingin Mandiri

Beliau tinggal di daerah bojong sari rt 11/03, Rumah yang di tempatinya


adalah rumah milik kedua orangtuanya. Beliau tinggal dengan istri dan kedua
anaknya. Sebelum melakukan usahanya dengan membuka bengkel, beliau
bekerja sebagai karyawan disuatu perusahaan. Dengan alasan ingin mandiri,
akhirnya beliau membuka usahanya untuk modal awal iya dapatkan dari uang
tabungannya sebesar 50 juta rupiah. Beliau membuka bengkel di daerah Jl.
Mayor Oking, Citeureup-Bogor 16810 sebrang PT.BKM yg berada di jalan baru
citeureup.

Bengkel milik beliau ini tempatnya masih menyewa milik orang lain, dan
pembayarannya setahun. Dan kedepannya beliau ingin mempunyai tempat
usahanya sendiri alias tidak menyewa lagi. Beliau membuka bengkelnya dari jam
8 pagi sampai jam 9 malam untuk hari senin sampai sabtu, untuk hari minggu
bengkel biyasanya ramai dan buka dari jam 8 pagi sampai jam 10 malam.
Bengkel Pelaku Usaha
BAB III

KINERJA USAHA

1. Produk Yang Di Hasilkan : spare part motor, pelumas serta membuat mesin
balap untuk drag race kelas 501m baik resmi atau tidak resmi (balap liar) dan
juga untuk harian bagi konsumen yang ingin menaikan cc kendaraannya dari
cc standar ke cc yang di inginkan
2. Harga Masing-Masing Produk : Bearing homester = Rp 125.000, oli Rp
50.000 tergantung merek, dan untuk mesin balap tergantung sparepart yang
digunakan dan untuk menaikan cc mesin menyesuaikan keuangan pemilik
kendaraan
3. Omset Rutin (Harian)
a. Bersih : 300.000
b. Kotor : 1.000.000
4. Tenaga kerja : 3 (Tiga) Orang
5. Pendanaan
a. Sumber Dana Awal : Sendiri
b. Besarnya Awal Dana : 50.000.000 rupiah
c. Akses ke perbankan : Tidak
6. Peluang Usaha Baru :-
7. Pembiayaan : Sendiri
8. Pemasaran : Bengkel/sendiri
9. Kepemilikan : Milik Sendiri
10. SDM : 3 (Tiga)
11. Organisasi Usaha :-
12. Kepemimpinan : Ahmad
13. Evaluasi Usaha Aspek Ekonomi :
a. Jumlah Pendapatan : 300.000 / Hari (Bersih)
b. Jumlah Pengeluaran :
Keluarga : 100.000 / Hari
Usaha : Tidak menentu untuk jumlah belanja
kebutuhan bengkel dan lain-lain
c. Jumlah Tabungan : tidak disebutkan
d. Periode Menabungnya : bulanan
e. Jumlah investasi : tidak disebutkan
14. Pengembangan Usaha : Untuk Saat Ini Tetap di Satu Tempat
Aspek Deskritif Mengenai Pelaku :
A. Ketekunan
Berapa lama (bulan/tahun) pelaku mempelajari seluk-beluk usaha
ekonomi ?
Jawab : 2 Tahun
Darimana pelaku mempelajari seluk-beluk usaha ekonominya ?
Jawab : Teman Dan Pengalaman
Bagaimana pelaku mempelajari seluk-beluk usaha ekonominya ?
Jawab : Teman Dan Pengalaman
Apakah ada siklus musiman dari usaha ekonomi yang dilakukan,
seperti musim ramai atau musim sepi ? kapan siklus musiman Itu
Terjadi ?
Jawab : Ada, biasanya sabtu dan minggu pengunjung bengkel ramai
Apa yang dilakukan jika terjadi musim ramai atau sebaliknya jika
terjadi musim sepi ?
jawab: Jika ramai, bengkel tutup jam 10 malam, jika sepi bengkel
tutup jam 9 malam

Beliau telah melakukan wirausaha ini kurang lebih selama 2 tahun, sebelumnya
beliau bekerja di suatu perusahaan dan berkat teman dan pengalaman yang
dimilikinya akhirnya dia pun memutuskan untuk berwiraussaha dengan membuka
bengkel motor. Usaha yang di lakukan beliau di pelajari dari teman dan
pengalamannya. Beliau membuka usaha karena alasan ingin mandiri. Usaha
beliau kadang ada pasang surutnya. Kadang sepi kadang ramai. biasanya bengkel
ramai pengunjung di hari sabtu dan juga minggu. jika pengunjung ramai, bengkel
tutup sampai jam 10 malam, jika pengunjung sepi, bengkel tutup sampai jam 9
malam.

B. Keberanian Menanggung Resiko


Untuk sampai pada kondisi sekarang, sudah berapa kali pelaku
mengalami kegagalan? Pada usaha yang sama atau pada usaha yang
berbeda beda sehingga sampai pada bentuk usaha yang sekarang
dilakukan?
Jawab : Tidak Ada
Apa bentuk pengorbanan yang sudah dikeluarkan oleh pelaku sampai
dia dapat mencapai kondisi seperti itu sekarang ini ?
Jawab : berhenti dari pekerjaannya
Pada awalnya usaha bengkel yang beliau dirikan terjadi siklus pasang surut
dikarenakan sepinya pengunjung untuk service motor. Tetapi lama kelamaan
bengkel tersebut mulai maju dengan datangnya pelanggan yang mulai ramai.
Bentuk pengorbanan yang dilakukan beliau adalah berhenti dari pekerjaannya.
Tetapi akhirnya usaha yangt beliau dirikan mulai mengalami kemajuan.

C. Amal Keber-Agama-an
Sebagai pemeluk agama, bagaimana pelaksaan kegiatan ibadah
pelaku, misalnya shalat 5 waktu atau waktu ke gereja/vihara
(sering/cukup/jarang) ?
Jawab : sering
Apakah ada dana yang disisihkan oleh wirausahawan bagi pemeberian
donatur dari sisi pengamalan agama, seperti infaq, sedekah atau zakat
atau lainnya ?
Jawab : Sedekah dan Zakat
Jika ada donasi, bagaimana cara membayar pemberian donatur
tersebut, langsung ke obyek atau melalui satu lembaga atau perantara
tertentu ?
Jawab : Terkadang beliau sering melakukan ibadah sholat 5 waktu,
karena beliau seorang pemeluk agam islam. Tetapi beliau tidak lupa
menyisihkan sedikit penghasilannya untuk Sedekah dan membayar
zakat.

D. Kejujuran
Jika ada produk yang rusak, apakah pelaku menyampaikannya pada
pembeli ? kalau disampaikan, apa alasannya ? dan kalau tidak
disamapaikan, apa pula alasannya ?
Jawab : di sampaikan, untuk barang yang rusak di beritahukan kepada
konsumen agar pelanggan atau konsumen tidak kecewa, karena
kepuasan pelanggan adalah prioritas utama kami
Bagaimana pelaku menentukan perolehan keuntungan dari produk
yang dijual: per produk atau bukan ? kalau bukan per produk,
bagaimana caranya ?
Jawab : di lakukan per produk dan biaya pembuatan suatu mesin
Beliau dan para pegawainya melakukan usahanya dengan jujur dan ramah,
contohnya ketika saya mau menservice motor, dan mengencangkan homester
pegawai bengkel menjelaskan ternyata homester motor saya bering nya sudah
terkikis sehingga bila kendaraan dipacu dengan kecepatan tinggi stang motor akan
bergerak-gerak pegawai menjelaskan dengan detal sesuai apa yg saya rasakan
sebelum ingin mengganti bearing homester tersebut bahwa bering homester harus
diganti, pegawaipun menanyakan apakah homester mau diganti atau tidak. beliau
memberikan saran dan masukan untuk menservice motor saya. Dan harga barang
atau spare part yang dijual harganya tidak begitu mahal, sesuai dengan keuangan
saya yang masih seorang mahasisiwa, beliau tidak mematok harga yang terlalu
tinggi.

E. Pemilikan tujuan jangka panjang


Apa tujuan jangka panjang berkaitan dengan keluarga yang dimiliki ?
Jawab : iya
Apa tujuan jangka panjang berkaitan dengan usaha ekonomi yang
dilakukan saat ini ?
Jawab : iya

BAB IV
ANALISA USAHA
1. Kelayakan usaha
(analisis kelayakan usaha, mencakup B/C ratio, Break Event Point (BEP),
payback period)
Untuk kelayakan usahanya, usaha bengkel yang beliau miliki cukup
layak. Karena beliau mempunyai skill untuk menservice motor, dan
membuat suatu mesin dibantu dengan para pegawainya. alat-alat yang
dimiliki bengkel beliau cukup lengkap.
Y=C+S+I
Dimana :
Y (Yield) : pendapatan kotor
C (Consumsion) : Pengeluaran = keluarga dan usaha
S (Saving) : Simpanan untuk konsumsi (Pribadi dan keluarga)
I (Investasi) : Simpanan untuk usaha (pengembangan)
Untuk pendapatan bersih = Y C
= 1.000.000 300.000
= 700.000 Rupiah / Hari

2. Spesifikasi Teknis (seperti akutansi, keuangan, dan/atau pemasaran)


Untuk akuntansi, keuangan dan pemasaran beliau melakukannya
sendiri

3. Hasil usaha yang dicapai :

Unsur unsur Pencapaian


N
Uraian Memperkerjakan orang
o Kebutuhan Pokok Hutang
lain
1 Subsistence x x x
2 Survive x x
3 Stability x x
4 Significant x

Untuk level 1 : belum memenuhi kebutuhan pokok, tidak punya


hutang dan belum memperkerjakan orang lain
Untuk level 2 : sudah memenuhi kebutuhan pokok, tidak punya
hutang, dan belum memperkerjakan orang lain
Untuk level 3 : sudah memenuhi kebutuhan pokok, tidak punya
hutang, dan belum memperkerjakan orang lain
Untuk level 4 : sudah memenuhi kebutuhan pokok, tidak punya
hutang, dan sudah memperkerjakan orang lain
Jadi kesimpulannya beliau berada di level 4. Karena beliau sudah
memenuhi kebutuhan pokok, tidak punya hutang, dan sudah
memperkerjakan orang lain
4. Lain-lain, deskripsi seperti lingkungan tinggal, kekuatan dan kelemahan
pelaku usaha, dan keaktifan dikelompok masyarakat.
Untuk lingkungan tempat bengkel beliau sudah banyak berdiri
bengkel-bengkel dan persaingan pun iya rasakan dengan pemilik
bengkel lainnya, untuk menarik pelanggan atau konsumen yg datang
kebengkel beliau sangat ramah terhadap para kosumennya.
Untuk kekuatan pelaku usaha, beliau menawarkan harga spare part
tidak begitu mahal dan beliau memiliki skill untuk menservice serta
membuat suatu mesin balap dan menaikan cc motor sesuai keinginan
konsumennya.
Untuk kelemahan pelaku usaha, beliau tidak menggunakan kompresos
dibengkel yg ia miliki dengan alasan tertentu.
Untuk keaktifan dikelompok masyarakat, beliau lumayan
bersosialisasi dengan yang lainnya. Contohnya dengan penjual atau
toko yg bersebelahan dengan bengkelnya

Gambar Pelaku Usaha dan Para Mekaniknya