Anda di halaman 1dari 9

BAB III

METODE

Pada penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif. Metode penelitian


deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti suatu sekelompok manusia, suatu
obyek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada
masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskipsi,
gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta,
sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki (Nazir M, 2005). Tujuan
umum dari pengumpulan data adalah untuk memecahkan masalah, langkah-langkah
yang ditempuh harus relevan dengan masalah yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dalam setiap melaksanakan langkah tersebut harus dilakukan secara objektif dan
rasional.

3.1 Populasi Pengumpulan Data


Populasi adalah keseluruhan objek pengumpulan data (Arikunto, 2002).
Dalam hal ini yang menjadi populasi adalah keluarga di Kampung Bojong RT
020/RW 001, Desa Kresek, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Provinsi
Banten.

3.2 Sampel Pengumpulan Data


Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 2002).
Dalam hal ini yang menjadi sampel adalah kelima keluarga binaan di Kampung
Bojong RT 020/RW 001, Desa Kresek, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang,
Provinsi Banten. Dalam hal ini yang menjadi sampel adalah anggota dari keluarga
binaan yang memenuhi kriteria inklusi. Kriteria inklusi mencakup usia >17 tahun,
sehat mental, dan tidak cacat fisik. Berdasarkan kriteria inklusi tersebut terdapat
sampel yang berjumlah 14 orang, yaitu: keluarga Tn. Kaji sebanyak empat orang, Tn.
Aksan sebanyak tiga orang, Tn. Sahab sebanyak empat orang, Ny. Muflikah sebanyak
dua orang, dan Ny. Kholila sebanyak satu orang.
3.3 Responden Pengumpulan Data
Responden adalah sebagian sampel yang mau berpartisipasi pada penelitian
ini diambil dari peneliti langsung melakukan observasi ke rumah keluarga binaan dan
pengumpulan data dengan kuesioner. Kriteria eksklusi mencakup usia <17 tahun atau
diatas 65 tahun, tidak sehat mental dan cacat fisik, dan responden yang tidak bersedia
menjadi informan atau terlalu sulit ditemui dikarenakan waktu kerjanya yang padat.
Responden kuesioner merupakan perwakilan dari setiap anggota keluarga binaan
yang kooperatif, usia diatas 17 tahun, bisa membaca dan menulis, sehat jasmani dan
rohani , serta merupakan kepala keluarga yaitu sebanyak 5 orang, yaitu: Tn. Kaji, Tn.
Aksan, Tn. Sahab, Ny. Muflikah, dan Tn. Kholila.
Adapun kriteria inklusi dan eksklusi adalah sebagai berikut :
a. Kriteria inklusi
Kriteria inklusi adalah kriteria dimana subjek penelitian dapat mewakili
dalam sampel penelitian yang memenuhi syarat sebagai sampel yaitu :
- Bersedia untuk menjadi informan
- Merupakan anggota keluarga binaan
- Usia diatas 17 tahun
- Sehat jasmani dan rohani
- Dapat membaca dan menulis
- Kepala keluarga
b. Kriteria Ekslusi
Kriteria eksklusi merupakan kriteria dimana subjek penelitian tidak dapat
mewakili sampel karena tidak memenuhi syarat sebagai sampel penelitian,
yaitu :
- Tidak bersedia menjadi informan
- Berusia diatas 65 tahun dan atau dibawah 17 tahun
- Anggota keluarga yang terlalu sibuk bekerja hingga sulit ditemui
- Memiliki gangguan mental

3.4 Jenis dan Data Sumber Data


3.4.1 Jenis Data
a. Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata-kata, bukan dalam bentuk
angka. Data kualitatif diperoleh melalui berbagai macam teknik
pengumpulan data misalnya wawancara, analisis, observasi yang telah
dituangkan dalam catatan lapangan (transkrip).

b. Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau bilangan. Sesuai
dengan bentuknya, data kuantitatif dapat diolah atau dianalisis
menggunakan teknik perhitungan matematika atau statistika.

3.4.2 Sumber Data


Sumber data dalam pengumpulan data ini adalah para responden yaitu lima
keluarga binaan di Kampung Bojong, RT 020/ RW 001, Desa Kresek,
Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
a. Data primer
Data Primer adalah data yang diperoleh langsung dari subyek penelitian
dengan mengenakan alat pengukuran atau alat pengambilan data langsung
pada subjek sebagai sumber informasi yang dicari (Azwar S, 2004). Pada
penelitian ini, data tersebut merupakan data yang langsung didapatkan dari
hasil pengamatan langsung ke rumah, melalui hasil wawancara terpimpin,
analisis, dan observasi pada keluarga binaan di Kampung Bojong, RT 020/
RW 001, Desa Kresek, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Provinsi
Banten.
b. Data sekunder
Data Sekunder adalah data yang diperoleh lewat pihak lain, tidak langsung
diperoleh oleh peneliti dari subjek penelitiannya (Azwar S, 2004). Pada
penelitian ini, data tersebut merupakan data yang langsung didapatkan dari
data yang sudah ada di Puskesmas Kresek. Berupa data angka kejadian 10
penyakit terbanyak Puskesmas Kresek tahun 2016.
c. Data tersier
Data yang didapat dari kepustakaan tentang perilaku hidup bersih dan
sehat yang terdapat di BAB II.

3.4.3 Skala Pengukuran


1. Skala Nominal
Data berskala nominal adalah data yang diperoleh dengan cara kategorisasi
atau klasifikasi.
Contoh: Jenis pekerjaan, diklasifikasi sebagai:
Pegawai negeri, diberi tanda 1,
Pegawai swasta, diberi tanda 2,
Wiraswasta, diberi angka 3

Ciri Data Nominal:


Posisi data setara. Dalam contoh tersebut, pegawai negeri tidak lebih
tinggi/lebih rendah dari pegawai swasta.
Tidak bisa dilakukan operasi matematika (X, +, - atau : ). Contoh, tidak
mungkin 3-2=1 (Wiraswasta dikurangi pegawai swasta=pegawai
negeri

2. Skala Ordinal
Data berskala ordinal adalah data yang diperoleh dengan cara kategorisasi
atau klasifikasi, tetapi diantara data tersebut terdapat hubungan.
Contoh:Kepuasan pelanggan, diklasifikasikan sebagai:
Sangat puas, diberi tanda 1,
Puas, diberi tanda 2,
Cukup puas, diberi tanda 3,
Tidak puas diberi tanda 4,
Sangat tidak puas diberi tanda 5

Ciri Skala Ordinal:


Posisi data tidak setara. Dalam kasus di atas, sikap pelanggan yang
sangat puas, lebih tinggi dari yang puas. Sikap pelanggan yang puas,
lebih tinggi dari yang cukup puas, dst. Angka/tanda bisa dibalik dari 5
hingga 1, tergantung kesepakatan.
Tidak bisa dilakukan operasi matematika. Tidak mungkin 1+2=3 (yang
berarti sangat puas ditambah puas = cukup puas)
3. Skala Interval
Data berskala interval adalah data yang diperoleh dengan cara pengukuran,
dimana jarak antar dua titik pada skala, sudah diketahui. Berbeda dengan
skala ordinal, dimana jarak dua titik tidak diperhatikan (seperti berapa
jarak antara puas dan tidak puas, yang sebenarnya menyangkut perasaan
orang saja)
Contoh: Temperatur ruangan. Bisa diukur dalam Celsius, atau Fahrenheit,
dengan masing-masing punya skala sendiri. Untuk air membeku dan
mendidih: Celcius pada 0 C sampai 100 C. Skala ini jelas jaraknya,
bahwa 100-0=100 Fahreinheit pada 32 F sampai 212F. Skala ini jelas
jaraknya, 212-32=180

Ciri Skala Interval:


Tidak ada kategorisasi atau pemberian kode seperti terjadi pada data
nominal dan ordinal. Bisa dilakukan operasi matematika. (panas 40 derajat
adalah dua kali panas dibanding 20 derajat)
1) Hasil pengukuran suhu (temperatur) menggunakan termometer yang
dinyatakan dalam ukuran derajat. Rentang temperatur antara 0 Celcius
sampai 1 Celcius memiliki jarak yang sama dengan 1 Celcius
sampai 2 Celcius. Oleh karena itu berlaku operasi matematik ( +, ),
misalnya 15 Celcius + 15 Celcius = 30 Celcius. Namun demikian
tidak dapat dinyatakan bahwa benda yang bersuhu 15 Celcius
memiliki ukuran panas separuhnya dari benda yang bersuhu 30
Celcius. Demikian juga, tidak dapat dikatakan bahwa benda dengan
suhu 0 Celcius tidak memiliki suhu sama sekali. Angka 0 Celcius
memiliki sifat relatif (tidak mutlak). Artinya, jika diukur dengan
menggunakan Termometer Fahrenheit diperoleh 0 Celcius = 320
Fahrenheit.
2) Kecerdasaran intelektual yang dinyatakan dalam IQ. Rentang IQ 100
sampai 110 memiliki jarak yang sama dengan 110 sampai 120.
Namun demikian tidak dapat dinyatakan orang yang memiliki IQ 150
tingkat kecerdasannya 1,5 kali dari urang yang memiliki IQ 100.
3) Didasari oleh asumsi yang kuat, skor tes prestasi belajar (misalnya IPK
mahasiswa dan hasil ujian siswa) dapat dikatakan sebagai data interval.
4) Dalam banyak kegiatan penelitian, data skor yang diperoleh melalui
kuesioner (misalnya skala sikap atau intensitas perilaku) sering
dinyatakan sebagai data interval setelah alternatif jawabannya diberi
skor yang ekuivalen (setara) dengan skala interval, misalnya:
1. Skor (5) untuk jawaban Sangat Setuju
2. Skor (4) untuk jawaban Setuju
3. Skor (3) untuk jawaban Tidak Punya Pendapat
4. Skor (2) untuk jawaban Tidak Setuju
5. Skor (1) untuk jawaban Sangat Tidak Setuju
6. Dalam pengolahannya, skor jawaban kuesioner diasumsikan
memiliki sifat-sifat yang sama dengan data interval.

4. Skala Rasio
Data berskala rasio adalah data yang diperoleh dengan cara pengukuran,
dimana jarak dua titik pada skala sudah diketahui, dan mempunyai titik nol
yang absolut. Ini berbeda dengan skala interval, dimana taka da titik nol
mutlak/absolut. Seperti titik 0C tentu beda dengan titik 0F. atau
pergantian tahun pada system kalender Masehi (setiap 1 Januari) berbeda
dengan pergantian tahun Jawa, China dan lainnya. Sehingga tak ada tahun
baru dalam artian diakui oleh semua kalender sebagai tahun baru.
Contoh:Jumlah buku di kelas: Jika 5, berarti ada 5 buku. Jika 0, berarti tak
ada buku (absolut 0)

Ciri Skala Rasio:


Tak ada kategorisasi atau pemberian kode.
Bisa dilakukan operasi matematika. Missal: 100 cm + 35 cm = 135 cm;
5 mangga + 2 mangga = 7 mangga.
Catatan: pengolahan data kuantitatif sebagian besar menggunakan data
rasio.

3.4.4 Penentuan Instrumen Pengumpulan


Instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan
digunakan oleh peneliti dalam kegiatan mengumpulkan data agar kegiatan
tersebut menjadi sistematis dan mudah.
Instrumen sebagai alat bantu dalam metode pengumpulan data
merupakan sarana yang dapat diwujudkan berupa benda atau alat, seperti cek
list, kuesioner, perangkat tes, pedoman wawancara, pedoman observasi, skala,
kamera foto dan sebagainya. Instrumen yang kami pakai untuk mengumpulkan
data adalah kuesioner. Dengan instrumen akan diperoleh data yang merupakan
bahan penting untuk menjawab permasalahan, untuk mencapai tujuan dan
membuktikan hipotesis.

3.4.5 Pengumpulan Data


Pengumpulan data merupakan bagian terpenting dalam suatu langkah-
langkah diagnosis komunitas. Untuk mendapatkan data yang diperlukan, maka
digunakan beberapa metode dalam proses pengumpulan data.
Metode yang kami pakai dalam mengumpulkan data adalah wawancara
dengan menggunakan instrumen kuesioner sebagai alat untuk mengumpulkan
data-data.
Tabel 3.4.5 Jadwal Kegiatan Pengumpulan Data
Tanggal Kegiatan
Selasa, 29 Maret 2017 a. Perkenalan dan sambung rasa dengan keluarga binaan.

Jumat, 31 Maret 2017 a. Observasi rumah keluarga binaan.


b. Pengumpulan data-data dasar masing-masing keluarga
binaan.
c. Pengumpulan data dari Puskesmas Kresek yang
berhubungan dengan beberapa masalah yang ditemukan
keluarga binaan.
d. Diskusi kelompok menentukan area permasalahan
dengan menjabarkan permasalahan pada keluarga binaan
masing-masing

e. Diskusi kelompok menentukan area permasalahan


Perilaku Penggunaan Air Bersih. bersama drg. Truly
selaku Kepala Puskesmas Kresek.

Sabtu, 01 April 2017 a. Diskusi kelompok menentukan area permasalahan


Perilaku penggunaan air bersih pada keluarga binaan
Kampung Bojong, RT 020/ RW 001, Desa Kresek,
Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang Provinsi
BantenPengumpulan kembali data-data masing-masing
keluarga binaan.
b. Pengumpulan kembali data-data masing-masing keluarga
binaan.
c. Diskusi kelompok :
1. Mengumpulkan referensi literatur yang berkaitan
dengan area masalah.
2. Membuat kerangka teori dan pertanyaan mengenai
seputar faktor-faktor yang berkaitan dengan area
masalah.
3. Menentukan teknik dan intrumen pengumpulan data,
disepakati melalui observasi dan wawancara dengan
instrument kuesioner.

Senin, 03 April 2017 a. Diskusi kelompok:


1. Membuat kerangka konsep
2. Membuat definisi operasional
3. Membuat kuesioner

Selasa, 04 April 2017 1. Mengunjungi keluarga binaan untuk pengisian


kuesioner
2. Mengolah data yang diperoleh dari kuesioner
3. Menganalisis data dan menarik kesimpulan dari
kuesioner
4. Merevisi kuesioner
Rabu, 05 April 2017 Diskusi Diagnosis dan Intervensi Komunitas dengan dr.
Dini

Kamis, 06 April 2017 1. Mengunjungi keluarga binaan untuk pengisian


kuesioner
2. Mengolah data yang diperoleh dari kuesioner
3. Menganalisis data dan menarik kesimpulan dari
kuesioner
4. Merevisi kuesioner

Jumat, 07 April 2017 1. Membuat laporan (kerangka konsep, definisi


operasional, dan kuesioner)
2. Mengunjungi keluarga binaan untuk pengisian
kuesioner
3. Mengolah data yang diperoleh dari kuesioner
4. Menganalisis data dan menarik kesimpulan dari
kuesioner

Sabtu, 08 April 2017 Diskusi Diagnosis dan Intervensi Komunitas dengan drg.
Truly

Kamis, 13 April 2017 Intervensi keluarga binaan

3.4.6 Pengolahan Data dan Analisa Data


Untuk pengolahan data tentang Perilaku penggunaan air bersih
pada keluarga binaan Kampung Bojong, RT 020/ RW 001, Desa Kresek,
Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten pada
kepaniteraan kedokteran komunitas periode 29 Maret 07 April 2017
digunakan cara manual dan bantuan software pengolahan data menggunakan
Microsoft Word dan Microsoft Excel. Untuk menganalisa data-data yang sudah
didapat adalah dengan menggunakan analisa univariat.
Analisa Univariat adalah analisa yang dilakukan untuk mengenali
setiap variabel dari hasil penelitian. Analisa univariat berfungsi untuk
meringkas kumpulan data sedemikian rupa sehingga kumpulan data tersebut
berubah menjadi informasi yang berguna. Peringkasan tersebut dapat berupa
ukuran statistik, tabel, grafik.
Pada diagnosis dan intervensi komunitas ini faktor-faktor yang
mempengaruhi perilaku keluarga binaan terhadap penggunaan air bersih,
variabel independen yang diukur adalah :
1) Perilaku responden tentang bagaimana cara menggunakan air bersih
2) Pengetahuan responden mengenai air bersih
3) Sikap responden terhadap pemakaian air bersih
4) Keyakinan responden setelah tahu mengenai penggunaan air bersih
5) Lingkungan yang berpengaruh terhadap air bersih
6) Sarana dan prasarana yang digunakan berupa alat untuk mencapai air
bersih
7) Ekonomi yang dapat mempengaruhi penggunaan air bersih