Anda di halaman 1dari 9

Konjungitivitis Dry Eyes

Oscar Wiradi Putera

10-2011-404

C8

Mahasiswa Fakultas Kedokteran UKRIDA

Pendahuluan

Keratokonjungtivitis Sikka (mata kering) merupakan kekeringan pada konjungtiva (lapisan


pada kelopak mata dan yang melapisi bagian putih bola mata) dan kornea (lapisan jernih di
depan iris dan pupil pada bola mata).Hal ini disebabkan oleh berkurangnya fungsi air mata
yang dapat diakibatkan beberapa hal seperti defisiensi komponen lemak air mata(contoh pada
blefaritis menahun),defisiensi kelenjar air mata(Sjorgen syndrome),defisiensi komponen
musin(benign ocular pempigoid),akibat penguapan berlebihan atau karena parut pada
kornea/hilangnya mikrovili kornea.Pasien biasanya mengeluh gatal,mata seperti berpasir,silau
dan penglihatan kabur.Ada sekresi mukus dan menyebabkan sulit membuka kelopak
mata.Penyakit ini sering terjadi pada orang yang menopause,ggn sistem imun atau biasa
bekerja di depan komputer.

Isi

Anamnesis

Pada pasien yang menderita dry eyes perlu ditanyakan identitas(nama,usia,pekerjaan),lama


penyakit dan perjalanan penyakit(memburuk/tidak),rasa kering/sakit/bengkak,sering
penglihatan kabur?,mata sensitiv terhadap cahaya/tidak,apakah ada gangguan di mata apabila
menonton TV,menggunakan komputer atau membaca dan pengunaan air mata buatan selama
tiga kali atau lebih

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik mata yang dilakukan dengan pengecekan visus,pinhole,finger count,hand


movement,light projection , pemerksaan segmen anterior,posterior dan pergerakan bola
mata.Semua pemeriksaan mata harus dilakukan satu per satu mata dari mata kanan terlebih
dahulu baru mata kiri1
Pemeriksaan visus pertama kali dimulai dengan pemeriksaan Snellen chart.Pada Snellen chart
dilakukan dengan jarak 6m.Pasien menebak huruf yang terdapat pada Snellen chart.Setiap
baris memiliki visus yang berbeda dimulai dari 20/200 s/d 20/15 apabila pasien tidak mampu
melihat sampai visus 20/20 maka dilakukan pinhole test untuk mengetahui apakah itu
merupakan gangguan refraksi(miop,hipermetrop,astigma) atau gangguan media refraksi
(katarak).

Dengan pinhole dicek apakah ada perbaikan penglihatan jika digunakan pinhole tidak ada
perbaikan visus maka dilakukan finger counting test.Pada finger counting penguji berdiri
pada jarak antara 1-5 m dari pasien.Pasien disuruh menyebutkan jumlah jari yang
ditunjukkan penguji apabila dari jarak 1m berhasil maka visusnya 1/60 dan jarak 5 m
5/60.Apabila dari jarak 5m pasien masih tidak bisa melihat maka dilakukan hand movement
test.Pada hand movement test dilakukan pada jarak 1m pasien disuruh melihat arah lambaian
tangan penguji apabila pasien dapat menebak arah lambaian tangan penguji maka visusnya
1/300 dan apabila tidak mampu maka pasien melakukan light projection test.Light projection
test dilakukan dalam keadaan ruangan gelap/sedikit gelap.Pasien disinari dengan senter dari 4
arah(superior,inferior,nasal dan temporal) dan pasien diminta menyebutkan arah sinar
tersebut.Apabila pasien mampu menyebutkan arah sinar maka visus pasien adalah 1/ dan
apabila tidak mampu maka visusnya 0.

Lalu dilakukan pemeriksaan segmen anterior dan posterior mata :

Pemeriksaan segmen anterior :

- Perhatikan palpebra pasien, apakah ada luka, lihat fisura palpebra juga, lihat secara
keseluruhan adakah sikatrik, benjolan, atau perubahan warna/hipopigmentasi pada palpebra.

- Perhatikan bulu matanya, apakah normal arah tumbuhnya.

- Lihat konjungtiva bulbi pasien dengan meminta pasien menatap kedepan dan
perhatikan adakah luka, merah, atau infeksi

- Lihat konjungtiva palpebra inferior, mintalah pasien melihat keatas dan dengan ibu
jari tarik bagian bawah palpebra untuk melihata keadaan konjungtiva palpebra inferior, lihat
adakah merah, lesi, infeksi, atau benda asing.
- Untuk konjungtiva palpebra superior, minta pasien melihat kebawah, dan dengan
perlahan buka palpebra superior untuk melihat adakah luka, infeksi, benda asing, cairan, atau
semacamnya di konjungtiva palpebra superior.

- Periksa kornea dengan memberi cahaya menggunakan penlight dari arah depan dan
samping. Perhatikan ukuran kornea, lihat warnanya, apakah bening, atau tidak

- Periksa ruang depan mata dengan menggunakan penlight dari arah depan dan
samping, lihat adakah pembesaran disana, bayangannya normal atau ada pembesaran.

- Periksa reflek pupil direk dan indirek dengan memberi cahaya menggunakan penlight
pada salah satu mata misalkan kanan, lihat apakah pupil secara otomastis bermiosis, lalu
perhatikan juga pupil mata kiri, apakah ikut bermiosis mengikuti sebelah kanan atau tidak.

- Periksa lensa mata dengan memberi cahaya menggunakan penlight dari arah depan.
Lihat kejernihan lensa, adakah benda asing, cairan, luka, ukuran, warna, ada katarak atau
tidak

Pemeriksaan tekanan mata :

- Pemeriksaan dengan tehnik digital yaitu menggunakan jari. Pasien diminta melihat
kebawah dan pemeriksa dengan dua jari telunjuk menekan bola mata bagian atas yang ditutup
oleh palpebra superior, dan menilai konsistensi dari mata apakah normal yaitu agak kenyal
atau terlalu lunak, atau sangat keras. Lakukan pada kedua mata secara bergantian

Pemeriksaan segmen posterior mata :

- Pasien dan dokter duduk berhadapan, minta pasien melihat sesuatu dibelakang atau
dibalik punggung pemeriksa

- Siapkan oftalmoskop dan set sesuai dari fokus mata pasien dan dokter (sesuai ukuran
kaca mata pasien)

- Pegang oftalmoskop ditangan kanan untuk memeriksa mata kanan dan gunakan mata
kanan pula untuk melihatnya. Begitu pula untuk kiri, pegang oftalmoskop di tangan kiri dan
gunakan mata kiri untuk melihat keadaan mata kiri.

- Nyalakan oftalmoskop, dari jarak 30 cm sinari pupil pasien lalu dekatkan perlahan
oftalmoskop agar fokus
- Letakan jari telunjuk pada panel lensa, putar lensa untuk memfokuskan. Hal yang
dapat dilihat adalah, diskus nervus optikus, pembuluh darah retina, macula dan fovea.

- Catat hasil pemeriksaan2

Pemeriksaan pergerakan bola mata

bola mata dapat bergerak karena adanya 6 otot penggerak bola mata (otot ekstra okuler),
yaitu:

m. rektus superior,

m. rektus lateral,

m. rektus inferior,

m. rektus medial,

m. oblikus superior, dan

m. oblikus inferior.

Otot ekstra okuler masing-masing memainkan peran dalam menentukan kedudukan bola mata
karena adanya 3 (tiga) sumbu rotasi (yaitu sumbu vertikal, transversal, dan sagital), dan
keseimbangan posisi tarikan keenam otot tersebut.

Pada arah pandang (direction of gaze) tertentu, otot agonis berkontraksi dan menggulir mata
kearah tersebut, sedangkan otot antagonisnya mengendor. Gerak horizontal pada sumbu
vertikal meliputi gerak adduksi dan abduksi. Gerak vertikal pada sumbu transversal meliputi
gerak elevasi dan depresi, sedangkan gerak pada sumbu sagital menyebabkan siklorotasi bola
mata berupa insikloduksi dan eksikloduksi.

Gerak bola mata berfungsi untuk menempatkan stimuli visual dari lapang pandangan perifer
(retina perifer) ke titik pusat yang mempunyai tajam penglihatan paling baik (fovea), dan juga
mempertahankan fiksasi fovea pada obyek yang bergerak. Fungsi ini bersama dengan fungsi
mempertahankan bayangan obyek di fovea serta stabilisasi bayangan di fovea selama gerakan
kepala adalah merupakan fungsi dasar gerakan mata pada manusia.

Gerak bola mata dikendalikan lewat pengaturan supranuklear yang berpusat di korteks
frontalis, korteks oksipitoparietalis, jalur dari kedua korteks tadi ke batang otak, formatio
retikularis paramedian pontis (FRPP) di batang otak, dan fasikulus longitudinalis medialis
(FLM) di batang otak. FLM menghubungkan nukleus ketiga saraf penggerak bola mata (N
III, IV dan VI) baik antara nuklei homolateral maupun kontra lateral, sehingga gerakan bola
mata dapat terkoordinasi dengan baik dan maksud gerak bola mata seperti tersebut diatas
dapat terlaksana3

Cara melakukan pemeriksaan gerak bola mata :

gerak bola diperiksa satu persatu / monokuler (duksi) dimulai mata kanan lebih dahulu.
Setelah masing-masing bola mata selesai diperiksa, dilakukan pemeriksaan gerak dua mata /
binokuler secara bersama-sama (versi). Pemeriksaan dilakukan dengan cara penderita duduk
berhadapan dengan pemeriksa. Penderita diminta mengikuti obyek pemeriksaan (penlight /
ujung jari pemeriksa) ke beberapa arah tanpa menggerakkan kepala.

Arah gerak obyek pada pemeriksaan adalah 9 posisi primer yaitu : atas, kanan atas, kanan,
kanan bawah, bawah, kiri bawah, kiri, kiri atas, dan pandangan lurus ke depan. Pada
pemeriksaan dua mata bersama sama, perhatikan arah kedua mata ketika melihat jauh dan
melihat dekat, normal pada saat melihat jauh kedua mata mempunyai posisi lurus sejajar,
sedang saat melihat dekat akan terjadi konvergensi (kedua mata saling mendekat).

Pemeriksaan Penunjang

Schrimer Test
Tes Schirmer menentukan apakah mata menghasilkan cukup air mata untuk tetap lembab.
Tes ini digunakan ketika seseorang mengalami mata kering atau penyiraman yang berlebihan
dari mata. Ini menimbulkan resiko bagi subjek. Sebuah negatif (lebih dari 10 mm
kelembaban pada kertas filter dalam 5 menit) hasil tes normal. Kedua mata biasanya
mengeluarkan jumlah air mata yang sama.Dinamai dari pememunya Otto Schrimer.

Tes Schirmer menggunakan strip kertas dimasukkan ke mata selama beberapa menit
untuk mengukur produksi air mata . Prosedur yang tepat dapat beragam . Kedua mata diuji
pada waktu yang sama . Paling sering , tes ini terdiri dari menempatkan strip kecil kertas
saring di dalam kelopak mata bawah ( konjungtiva kantung ) . Mata ditutup selama 5 menit .
Makalah ini kemudian dihapus dan jumlah kelembaban diukur . Kadang-kadang anestesi
topikal ditempatkan ke mata sebelum kertas saring untuk mencegah robek karena iritasi dari
kertas . Penggunaan anestesi memastikan bahwa sekresi air mata hanya basal sedang
diukur .Teknik ini mengukur fungsi air mata dasar .Seorang anak muda biasanya membasahi
15 mm dari setiap strip kertas . Karena hypolacrimation terjadi dengan penuaan , 33 % dari
orang tua yang normal mungkin basah hanya 10 mm dalam 5 menit . Orang dengan sindrom
Sjgren melembabkan kurang dari 5 mm dalam 5 menit .Bagaimana membaca hasil tes
Schirmer :

1 . Normal yang 15 mm pembasahan kertas setelah 5 menit .

2 . Mild yang merupakan 14-9 mm pembasahan kertas setelah 5 menit .

3 . Moderat yang 8-4 mm pembasahan kertas setelah 5 menit .

4 . Parah yang < 4 mm pembasahan kertas setelah 5 menit .4

Etiologi

1.Umur - mata kering merupakan bagian dari proses penuaan alami . Mayoritas orang di atas
usia 65 mengalami beberapa gejala mata kering .

2.Jenis Kelamin - perempuan lebih mungkin untuk mengembangkan mata kering karena
perubahan hormon yang disebabkan oleh kehamilan , penggunaan kontrasepsi oral , dan
menopause .
3.Obat - obat-obatan tertentu , termasuk antihistamin , dekongestan , obat tekanan darah dan
antidepresan , dapat mengurangi jumlah air mata yang dihasilkan di mata .

4.Kondisi medis - orang dengan rheumatoid arthritis , diabetes dan masalah tiroid lebih
mungkin untuk memiliki gejala mata kering . Juga , masalah dengan peradangan pada
kelopak mata ( blepharitis ) , peradangan permukaan mata , atau ke dalam atau ke luar
memutar kelopak mata bisa menyebabkan mata kering untuk berkembang.

5.Kondisi lingkungan - paparan asap , angin dan iklim kering dapat meningkatkan penguapan
air mata yang mengakibatkan gejala mata kering . Kegagalan berkedip secara teratur , seperti
ketika menatap layar komputer untuk waktu yang lama , juga dapat berkontribusi untuk
pengeringan mata .

6.Faktor-faktor lain - penggunaan jangka panjang lensa kontak dapat menjadi faktor dalam
pengembangan mata kering . Operasi mata bias, seperti LASIK , dapat menyebabkan
penurunan produksi air mata dan mata kering .5

Diagnosis

WD : Dry Eye

DD:1.Mukopurulen Konjungtivitis

2.Konjungtivitis Bakterial Akut

Patofisiologi

Mata kering mungkin karena produksi air mata yang tidak memadai ( berair mata kering air
mata -kekurangan ) . Dengan jenis mata kering , kelenjar air mata ( kelenjar lakrimal ) tidak
cukup memproduksi air mata untuk menjaga seluruh konjungtiva dan kornea tertutup lapisan
lengkap air mata . Ini adalah jenis yang paling umum di antara wanita postmenopause . Mata
kering yang umum pada sindrom Sjgren (lihat lihat Sjgren Syndrome ) . Jarang , berair
mata kering air mata - kekurangan mungkin merupakan gejala dari penyakit seperti
rheumatoid arthritis atau lupus eritematosus sistemik ( lupus ) .Mata kering juga dapat
disebabkan oleh kelainan komposisi air mata yang menghasilkan penguapan yang cepat dari
air mata ( mata kering evaporasi ) . Meskipun kelenjar air mata menghasilkan jumlah yang
cukup air mata , laju penguapan begitu cepat sehingga seluruh permukaan mata tidak dapat
disimpan ditutupi dengan lapisan lengkap air mata selama kegiatan tertentu atau lingkungan
tertentu .Pengeringan juga dapat hasil dari mata yang sebagian terbuka untuk jangka waktu di
malam hari ( nokturnal lagophthalmos ) atau dari tingkat cukup berkedip ( seperti dapat
terjadi pada penyakit Parkinson ) .

Manifestasi Klinis

Gejala mata kering termasuk iritasi, terbakar, gatal, sensasi menarik, tekanan di belakang
mata, dan merasa seolah-olah ada sesuatu yang di mata (benda asing sensasi). Kerusakan
pada permukaan mata meningkatkan ketidaknyamanan dan kepekaan terhadap cahaya terang.
Gejala diperparah dengan Kegiatan di mana tingkat berkedip berkurang, khususnya mereka
yang melibatkan penggunaan jangka panjang dari mata, seperti membaca, bekerja di depan
komputer, mengemudi, atau menonton televisi Windy, berdebu, atau berasap daerah dan
kering lingkungan, seperti di pesawat terbang atau di mall-mall, daerah dengan kelembaban
rendah, dan daerah-daerah di mana AC (terutama di dalam mobil), kipas angin, atau pemanas
yang digunakan Penggunaan obat-obatan tertentu, termasuk isotretinoin dan beberapa obat
penenang, diuretik, antihipertensi, obat kontrasepsi, dan antihistamin, dan obat lain dengan
efek antikolinergik.

Penatalaksanaan

Air mata buatan diterapkan setiap beberapa jam pada umumnya dapat mengontrol masalah.
Air mata buatan adalah tetes mata disiapkan dengan zat yang mensimulasikan air mata nyata
dan membantu menjaga mata dilapisi dengan kelembaban . Pelumas salep diterapkan
sebelum tidur lebih lama daripada air mata buatan dan membantu mencegah kekeringan di
pagi hari . Salep tersebut biasanya tidak digunakan siang hari karena mereka mungkin
mengaburkan visi .Tetes mata yang mengandung siklosporin dapat mengurangi peradangan
yang terkait dengan kekeringan . initetes menyengat dan waktu berbulan-bulan sebelum efek
adalah melihat. Peradangan dapat mengurangi secara signifikan , meskipun tetes bekerja
hanya dalam sebagian kecil orang. Menghindari kering , lingkungan berangin dan asap dan
menggunakan humidifier juga dapat membantu .Dokter mata ( dokter medis yang
mengkhususkan diri dalam evaluasi dan pengobatan non-bedah - bedah dan - gangguan
mata ) dapat melakukan minor prosedur di-kantor untuk membantu orang dengan mata kering
. Selama prosedur , dokter mata memasukkan colokan ke puncta ( bukaan kecil di sudut
dalam kelopak mata dekat hidung ) untuk menjaga air mata meninggalkan mata dengan
menghalangi aliran air mata dari permukaan mata , melalui saluran air mata , dan ke dalam
hidung . Dengan cara ini air mata yang tersedia untuk lebih lama untuk mandi mata . Pada
orang dengan mata yang sangat kering , kelopak mata mungkin sebagian dijahit bersama-
sama untuk mengurangi penguapan air mata .

Komplikasi

Pada dry eye apabila mata sering dikucek dan kemudian infeksi bisa menyebabkan penyakit
infeksi mata dan apabila berlanjut terus akan menimbulkan kebutaan

Prognosis

Dengan penanganan yang baik maka prognosis penyakit ini baik dengan keadaan pasien
sembuh total(Ad-bonam)

Kesimpulan

Perempuan 50 tahun tersebut menderita keratokonjungtivitis sicca(dry eyes)

Daftar Pustaka

1.Ilyas S.H.Ilmu Penyakit Mata.Jakarta : Balai Penerbit FKUI;2010.h.66-7

2.Argo S.Ilmu Penyakit Mata.Jakarta:Fakultas Kedokteran UKRIDA;2011.h.34-5

3. American Optometric Association. 2013.Dry Eye Syndrome;2005.h.210-2

4. Lemp MA, Foulks GN. Diagnosis and management of dry eye disease. In: Tasman W,
Jaeger EA, eds. Duane's Ophthalmology. 2013 ed. Philadelphia, PA: Lippincott Williams &
Wilkins; 2012:vol 4, chap 14.

5. Robinson D.Harleys Pediatric Ofthalmology;2005.h.250-1.