Anda di halaman 1dari 5

PACASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI

PACASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI


Pancasila sebagai paradigma reformasi , adalah menata kehidupan bangsa dan
Negara dalam suatu system Negara di bawah nilai nilai pancasila , bukan
menghancurkan dan membubarkan bangsa dan Negara Indonesia. Betapapun
perubahan dan reformasi dilakukan namun bangsa Indonesia tidak akan
menghancurkan nilai religious, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan
serta nilai keadilannya.bahkan pada hakikatnya reformasi itu sendiri adalah
mengembalikan tatanan kenegaraan ke arah sumber nilai yang merupakan platform
kehidupan bersama bangsa Indonesia , yang selama ini diselewengkan demi
kekuasaan sekelompok orang baik pada masa orde lama maupun orde baru. Oleh
karena itu proses reformasi walaupun dalam lingkungan pengertian reformasi total
harus memiliki platform dan sumber nilai yang jelas merupakan arah, tujuan, serta
cita cita yaitu nilai nilai yang terkandung dalam pancasila.

1. Gerakan Reformasi
Pancasila yang seharusnya sebagai sumber nilai , dasar moral etika bagi
Negara dan aparat pelaksana Negara dalm kenyataannya digunakan sebagai alat
legitimasi politik, semua kebijaksanaan dan tindakan penguasa mengatasnamakan
pancasila , bahkan kebijaksanaan dan tindakan yang bertentangan sekalipun
diistilahkan sebagai pelaksanaan pancasila yang murni dan konsekuen.

Awal keberhasilan gerakan reformasi tersebut ditandai dengan mundurnya


Presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998, yang kemudian disusul dengan
dilantiknya wakil presiden Prof. Dr, B.J. Habibie menggantikan kedudukan
presiden.kemudian diikuti dengan pembentukan cabinet reformasi pembangunan.
Pemerintahan Habibie inilah yang merupakan pemerintahan transisi yang akan
mengantarkan rakyat Indonesia untuk meakukan reformasi secara menyeluruh ,
terutama pengubahan 5 paket UU.

a. Gerakan Reformasi dan Ideologi Pancasila


Makna serta pengertian reformasi dewasa ini banyak disalah artikan
sehingga gerakan masyarakat yang melakukan perubahan yang mengatasnamakan
gerakan reformasi juga tidak sesuai dengan pengertian reformasi sendiri. Hal ini
terbukti dengan maraknya garakan masyarakat dengan mengatasnamakan gerakan
reformasi , melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan makna reformasi itu
sendiri.

Secara harfiah reformasi memiliki makna : suatu gerakan untuk memformat


ulang, menata ulang atau menata kembali hal hal yang menyimpang untuk
dikembalikan pada format atau bentuk semula sesuai dengan nilai nilai ideal
yang dicita citakan rakyat.

Oleh karena itu suatu gerakan reformasi memilki kondisi syarat syarat
sebagai berikut :
1. Suatu gerakan reformasi dilakukan karena adanya suatu penyimpangan
penyimpangan.
2. Suatu gerakan reformasi dilakukan harus dengan suatu cita cita yang jelas
( landasan ideologis ) tertentu, dalam hal ini pancasila sebagai ideologi bangsa dan
Negara Indonesia.
3. Suatu gerakan reformasi dilakukan dengan berdasar pada suatu kerangka
struktural tertentu ( dalam hal ini UUD ) sebagai kerangka acuan reformasi.
4. Reformasi dilakukan kearah suatu perubahan ke arh kondisi serta keadaan yang
lebih baik.
5. Reformasi dilakukan dengan suatu dasar moral dan etik sebagai manusia yang
Berketuhanan Yang Maha Esa, serta terjaminnya persatuan dan kesatuan bangsa.

b. Pancasila sebagai Dasar Cita cita Reformasi

Pancasila sebagai dasar filsafat Negara Indonesia. Sebagai pandangan hidup


bangsa Indonesia dalam perjalanan sejarah. Nampaknya tidak diletakan dalm
kedudukan dan fungsi sebenarnya. Pada masa orde lama pelaksanaan dalam
Negara yang secara jelas menyimpang bahkan bertentangan.

Asas kekeluargaan sebagaimana terkandung dalam nilai pancasila


disalahgunakan menjadi praktek nepotisme, sehingga merajalela kolusi dan
korupsi.

Oleh karena itulah maka gerakan reformasi harus tetap diletakkan dalam
kerangka perspektif pancasila sebagai landasan cita cita dan ideologi, sebab
tanpa adanya suatu dasar nilai yang jelas maka suatu reformasi akan mengarah
pada suatu disintegrasi, anarkisme, brutalisme serta pada akhirnya menuju pada
kehancuran bangsa dan Negara Indonesia.

2. Pancasila Sebagai Paradigma Reformasi Hukum


subsistem hokum nampaknya tidak mampu menjadi pelindung bagi
kepentingan masyarakat dan yang berlaku hanya bersifat imperative bagi
penyelenggara pemerintahan.

Oleh karena itu kerusakan atas subsistem hokum yang sangat menentukan
dalam berbagai bidang misalnya politik, ekonomi , dan bidang lainnya maka
bangsa Indonesia ingin melakukan suatu reformasi , menata kembali subsistem
yang mengalami kerusakan tersebut.

Pancasila sebagai sumber Nilai Perubahan Hukum

Dalam Negara terdapat suatu dasar fundamental atau pokok kaidah yang
merupakan sumber hokum positif.
Pancasila berfungsi sebagai paradigm hukum terutama dalam kaitannya dengan
berbagaimacam upaya perubahan hukum , atau pancasila harus merupakan
paradigm dalam suatu pembaharuan hukum .

Oleh karena itu agar hukum berfungsi sebagai pelayanan kebutuhan


masyarakat maka hukum harus senantiasa diperbaharui agar actual atau sesuai
dengan keadaan serta kebutuhan masyarakat yang dilayaninya dan dalam
pembaharuan hukum yang terus menerus tersebut Pancasila harus tetap sebagai
kerangka berpikir, sumber norma dan sumber nilai nilainya.

3. Pancasila sebagai Paradigma Reformasi Politik


Nilai demokrasi politik sebagaimana terkandung dalam pancasila sebagai
fondasi bangunan Negara yang dikehendaki oleh para pendiri negarakita dalam
kenyataanya tidak dilaksanakan berdasarkan suasana kerohanian berdasarkan nilai
nilai pancasila.

Nilai demokrasi politik tersebut secara normatif terjabarkan dalam pasal pasal
UUD 1945 yaitu :

Pasal 1 ayat ( 2 ) menyatakan :


kedaulatan adalah di tangan rakyat, dan dilakukan sepenuhnya oleh
Majelis Permusyawaratan Rakyat
Pasal 2 ayat ( 2 ) menyatakan :
Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota anggota
Dewan Perwakilan Rakyat. Ditambah dengan utusan utusan dari
Daerah daerah dan golongan golongan, menurut aturan yang
Ditetapkan dengan undang undang

Pasal 5 ayat ( 1 ) menyatakan :


presiden memegang kekuasaan membentuk undang undang
Dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat

Pasal 6 ayat ( 2 ) menyatakan :


presiden dan wakil presiden dipilih oleh Majelis Permusyawaratan
Rakyat dengan suara terbanyak

4. Pancasila sebagai Paradigma Reformasi Ekonomi


Tidak terwujudnya pelembagaan proses politik yang demokratis,
mengakibatkan hubungan pribadi merupakan mekanisme utama dalam hubungan
social , politik , dan ekonomi dalam suatu Negara kelemahan atas system
hubungan kelembagaan demokratis tersebut.

System ekonomi Indonesia pada masa orde baru bersifat birokratik otoritarian
yang ditandai dengan pemusatan kekuasaan dan partisipasi dalam membuat
keputusan keputusan nasional hampir sepenuhnya berada ditangan penguasa
bekerjasama dengan kelompok militer dan kaum teknokrat.

Kebijaksanaan ekonomi yang selama ini diterapkan yang hanya mendasarkan


pada pertumbuhan dan mengabaikan prinsip nilai kesejahteraan bersama seluruh
bangsa , dalam kenyataanya hanya menyentuh kesejahteraan sekelompok kecil
orang bahkan penguasa.

Langkah yang strategis dalam upaya melakukan reformasi ekonomi yang


berbasis pada ekonomi rakyat yang berdasarkan nilai nilai pancasila yang
mengutamakan kesejahteraan seluruh bangsa adalah sebagai berikut ;

1. Keamanan pangan dan mengembalikan kepercayaan yaitu dilakukan dengan


program : social safety net yang populer dengan program Jaringan Pengaman
Sosial ( JPS ).
2. Program rehabilitasi dan pemulihan ekonomi. Upaya ini dilakukan dengan
menciptakan kondisi kepastian usaha , yaitu dengan diwujudkannya perlindungan
hukum serta undang undang persaingan yang sehat.
3. Transformasi struktur , yaitu guna memperkuat ekonomi rakyat maka perlu
diciptakan system untuk mendorong percepatan perubahan struktural ( structural
transformation ).