Anda di halaman 1dari 26

PERCOBAAN 3

STUDI ALIRAN DAYA DENGAN


MENGGUNAKAN METODE GAUSS SIEDEL DAN NEWTON
RAPHSON PADA SOFTWARE POWER WORLD SIMULATOR

1 Tujuan
Tujuan praktikum ini adalah:
1 Mahasiswa dapat menganalisa aliran daya metode Newton Raphson pada
software power world simulator.
2 Mahasiswa dapat mengaplikasikan metode Newton Raphson pada software
Power World Simulator untuk menganalisa Sistem tenaga yang besar secara
efisien dan praktis.
3 Mahasiswa dapat membuat simulasi rangkaian untuk studi aliran daya metode
Newton Raphson dengan software Power World Simulator.

3.2 Data Praktikum


3.2.1 Sistem 4 Bus

Gambar 3.1 Rangkaian Sistem 4 Bus

Tabel 3.1 Data Percobaan Sistem 4 Bus


Bus Tegangan Pembangkit Beban
76
MW MVar MW MVar
1 1.06 + j0.0
2 30 50
3 40 25
4 1.03 + j0.0 60

Saluran Bus Impedansi


1-2 0,08 + j0,24
1-3 0,02 + j0,06
2-3 0,06 + j0,18
2-4 0,08 + j0,24
3-4 0,04 + j0,12

3.2.2 Sistem 5 Bus


1. Diagram segaris sistem tenaga 5 bus

77
Gambar 3.2 Gambar Rangkaian 5 Bus

Tabel 3.2 Data Percoban Sistem 5 Bus

Bus Tegangan Pembangkit Beban


MW MVar MW MVar
1 1.05 + j0.0 0 0
2 1,0 + j0,0 40 20 10
3 1,0 + j0,0 45 15
4 1,0 + j0,0 40 40 5
5 1,0 + j0,0 60 10

Saluran Bus Impedansi


1-2 0,02 + j 0,06
1-3 0,08 + j 0,24
2-4 0,06 + j 0,18
2-5 0,04 + j 0,12
3-4 0,01 + j 0,03
4-5 0,08 + j 0,24

78
3.3 Simulasi Program
3.3.1 Sistem 4 Bus

79
Gambar 3.3 Rangkaian Simulasi Sistem 4 Bus

3.3.2 Sistem 5 Bus

Gambar 3.4 Rangkaian Simulasi Sistem 5 Bus

3.4 Hasil Simulasi

3.4.1 Sistem 4 Bus

80
Gambar 3.5 Hasil Running Simulasi Sistem 4 Bus

Gambar 3.6 Tabel Daya Dan Tegangan Tiap Bus Sistem 4 Bus

81
Gambar 3.7 Tabel Aliran Daya Dan Rugi-rugi Daya Tiap Saluran Sistem 4 Bus

Tabel 3.3 Data Percobaan Sistem 4 Bus

Pembangkitan Pembebanan
No V tiap Bus (KV)
MW Mvar MW MVar

1 V1 = 1.06 0 32.011 68.057 - -

2 V2 = 1.005 -0.905 - - 50 30

3 V3 = 1.029 -0.073 - - 40 25

4 V4 = 1.03 2.372 60 -7.024 - -

Tabel 3.4 Data Percobaan Sistem 4 Bus

Impedansi Rugi rugi Daya pada


Aliran Daya Saluran
No Masing Saluran
Masing Saluran SL MW MVar SL MW MVar

Z12 = 0.08 + 1-2 13.6476 19.9297


1 1-2 0.4156 1.2469
j0.24 2-1 -13.2322 -18.6834
Z13 = 0.02 + 1-3 18.3578 48.1234
2 1-3 0.4722 1.4166
j0.06 3-1 -17.8856 -46.7067
Z23 = 0.06 + 2-3 11.6109 9.8055
3 2-3 0.1372 0.4118
j0.18 3-2 -11.7482 -10.2174
Z24 = 0.08 + 2-4 -25.1515 -1.5074
4 2-4 0.5031 1.5095
j0.24 4-2 25.6546 3.0169
Z34 = 0.04 + 3-4 -33.8626 10.4894
5 3-4 0.4827 1.4483
j0.12 4-3 34.3454 10.041

3.4.2 Sistem 5 Bus

82
Gambar 3.8 Hasil Simulasi Sistem 5 Bus

Gambar 3.9 Tabel Daya Dan Tegangan Tiap Bus

83
Gambar 3.10 Tabel Aliran Daya Dan Rugi-rugi Daya Tiap Saluran

Tabel 3.5 Data Percobaan Sistem 5 Bus

Pembangkitan Pembebanan
No V tiap Bus (KV)
MW MVar MW Mvar

1 V1 = 1.05 0 - -
2 V2 = 1.00 -1.07 20 10
3 V3 = 1.00 -3.81 - - 45 15
4 V4 = 1.00 -3.62 40 5
5 V5 = 0.97 -4.58 - - 60 10

Tabel 3.6 Data s ,aluran pada percobaan Sistem 5 Bus

Rugi rugi Daya pada


Impedansi Masing Aliran Daya Saluran
No Saluran
masing Saluran
SL MW Mvar SL MW Mvar

1 Z12 = 0.02 + j0.06 1-2 55.63 69.26 1-2 1.43 4.29


2-1 54.20 -64.96
2 Z13 = 0.08 + j0.24 1-3 33.28 12.94 1-3 0,93 0,78
3-1 32.36 -10.16
3 Z24 = 0.06 + j0.18 2-4 22.42 -6.92 2-4 0,33 0.99
4-2 22.09 7.91
4 Z25 = 0.04 + j0.12 2-5 51.78 5.89 2-5 1.09 3.26
5-2 50.69 -2.63
5 Z34 = 0.01 + j0.03 3-4 12.65 -4.84 3-4 0,02 0,06
4-3 12.66 4.89
6 Z45 = 0.08 + j0.24 4-5 9.43 7.72 4-5 0.12 0.36
5-4 9.31 -7.37

84
3.5 Analisa
3.5.1 Analisa Sistem Empat Bus

Gambar 3.11 Rangkaian Sistem 4 Bus

a. Tegangan Tiap Bus pada Sistem 4 Bus

Gambar 3.12 Tegangan tiap Bus pada sistem 4 Bus

Tabel 3.7 Perbandingan Tegangan pada Sistem 4 Bus

85
Parameter Percobaan 1 Percobaan 2 Percobaan 3
BUS PU degree PU degree PU degree
Tegangan Tiap Bus

1 1.06 0 1.06 0 1.06 0


2 1.0047 -0.9050 1.0047 -0.9050 1.0047 -0.9044
3 1.0293 -0.0729 1.0293 -0.0729 1.0293 -0.0726
4 1.03 2.3722 1.03 2.3722 1.03 2.3736
Pada perhitungan besarnya tegangan pada tiap bus ini dapat dilihat secara
langsung hasil yang ada pada gambar diatas dimana untuk besarnya masing-
masing tegangan pada tiap bus ini yaitu untuk besarnya tegangan pada V1 = 1.06
PU dengan besarnya nilai sudut 0. Untuk besarnya nilai tegangan yang lain secara
berurutan mulai dari V2, V3 dan V4 yaitu antara lain V2 = 1.0047 PU dengan
nilai sudut sebesar -0.9, sedangkan untuk V3 = 1.0293 PU dengan besarnya sudut
yaitu -0.07 dan untuk V4 = 1.03 PU dengan sudut sebesar 2.3736.

b. Daya yang Dibangkitkan

Gambar 3.13 Pembangkitan Generator 4 Bus


Tabel 3.8 Perbandingan Pembangkitan Sistem 4 bus

86
Parameter Percobaan 1 Percobaan 2 Percobaan 3

MW Mvar MW MVar MW MVar

Besarnya Daya Pembangkitan

Bus 1 32.0111 68.0574 32.0111 68.0574 31.9872 68.0397

Bus 2 - - - - - -

Bus 3 - - - - - -

Bus 4 60 -7.0241 60 -7.0241 60 -7.0394


Dari tabel diatas didapatkan bahwa perbedaan Cara dari percobaan 1, 2
dan 3 tidak mengubah nilai pembangkitan generator yang jauh dari ketiga cara
atau program. Pada tabel pembangkitan generator 1 di bus 1 sebesar rata-rata
32 MW dan 68 MVar. Dan pada generator di Bus 4 sebesar 60 MW dan -7.024
MVAR.

c. Aliran Daya Empat Bus

Gambar 3.14 Aliran Daya 4 Bus


Tabel 3.9 Perbandingan Aliran Daya 4 Bus

87
Paramete
Percobaan 1 Percobaan 2 Percobaan 3
r
MW MVar MW MVar MW MVar

Aliran Daya Pada Saluran

1-2 13.6533 19.9340 13.6533 19.9340 13.6476 19.9297

2-1 -13.2377 -18.6871 -13.2377 -18.6871 -13.2322 -18.6834

1-3 18.3578 48.1234 18.3578 48.1234 18.2296 48.1100

3-1 -17.8856 -46.7067 -17.8856 -46.7067 -17.8678 -46.6945

2-3 -11.6109 -9.8055 -11.6109 -9.8055 -11.6094 -9.8045

3-2 11.7482 10.2174 11.7482 10.2174 11.7466 10.2163

2-4 -25.1515 -1.5074 -25.1515 -1.5074 -25.1559 -1.5013

4-2 25.6546 3.0169 25.6546 3.0169 25.6592 3.0113

3-4 -33.8626 11.4894 -33.8626 11.4894 -33.87 11.5002

4-3 34.3453 -10.0410 34.3453 -10.0410 34.36 -10.0510


Pada proses aliran daya untuk sistem 4 bus ini telah ditunjukkan arah
aliran daya aktif maupun reaktif dengan tanda panah, yaitu:

1 Slack bus 1 dengan daya aktif 31,987 MW dan daya reaktif 68,040 MVAR
lalu dialirkan ke bus beban 2 sebesar 13,647 MW dan 19,929 MVAR dan
kemudian dialirkan ke bus beban 3 sebesar 18,339 MW dan 48,110 MVAR.
2 Load bus 2 membutuhkan daya aktif 50 MW dan reaktif 30 MVAR. Daya
aktif ini diperoleh dari menyerap daya slack bus sebesar 13,647 MW dan
generator 4 bus sebesar 25,659 MW dan serta bus 3 sebesar 11,609 MW.
Begitu juga untuk daya reaktifnya, diperoleh dari menyerap daya slack bus
sebesar 18,683 MVAR dan generator bus 4 sebesar 1,501 MVAR serta dari
bus 3 sebesar 9,804 MVAR.
3 Load bus 3 membutuhkan daya aktif 40 MW dan reaktif 25 MVAR. Daya
aktif ini diperoleh dari menyerap daya slack bus sebesar 17,867 MW dan
generator bus 4 sebesar 33,873 MW serta mengirimkan daya ke bus 2
sebesar 11,746 MW. Begitu juga untuk daya reaktifnya, didapat dari

88
menyerap daya slack bus sebesar 46,690 MVAR dan generator bus 4
sebesar 11,500 MVAR serta mengirim daya reaktif ke bus 2 sebesar 10,216
MVAR.
4 Generator Bus 4 berdaya aktif 60 MW. kemudian dialirkan ke bus beban 2
sebesar 25,659 MW dan 3,011 MVAR dan dialirkan ke bus beban 3 sebesar
34,357 MW dan 10,050 MVAR.

d. Rugi-Rugi Saluran 4 Bus

Gambar 3.15 Rugi-rugi Saluran 4 Bus

Tabel 3.10 Perbandingan Rugi-rugi Saluran 4 Bus

Parameter Percobaan 1 Percobaan 2 Percobaan 3

89
MW Mvar MW MVar MW MVar

Rugi-rugi Daya Pada Saluran

1-2 0.4157 1.2469 0.4157 1.2469 0.4154 1.2462

2-1 0.4157 1.2469 0.4157 1.2469 0.4154 1.2462

1-3 0.4722 1.4166 0.4722 1.4166 0.4719 1.4156

3-1 0.4722 1.4166 0.4722 1.4166 0.4719 1.4156

2-3 0.1373 0.4119 0.1373 0.4119 0.1373 0.4118

3-2 0.1373 0.4119 0.1373 0.4119 0.1373 0.4118

2-4 0.5031 1.5095 0.5031 1.5095 0.5033 1.5099

4-2 0.5031 1.5095 0.5031 1.5095 0.5033 1.5099

3-4 0.4828 1.4483 0.4828 1.4483 0.4831 1.4494

4-3 0.4828 1.4483 0.4828 1.4483 0.4831 1.4494

Untuk rugi-rugi daya pada tiap saluran pada sistem 4 bus ini baik dengan
menggunakan metode gauss seidel maupun metode newton raphson nilainya
memiliki hasil yang sama. Dimana besarnya rugi-rugi daya pada tiap saluran
akan ada ketika daya yang dikirim dengan daya yang diterima pada aliran daya
terdapat lebih. Untuk besarnya nilai rugi-rugi daya pada saluran yang bernilai
paling tinggi yaitu pada saluran 2-4 dimana dengan nilai sebesar
0.5033+1.5095i, sedangkan untuk nilai rugi-rugi daya pada saluran yang
bernilai paling rendah yaitu terletak pada saluran 2-3 dengan nilai sebesar
0.1373+0.41181i.

3.5.2 Analisa Sistem 5 Bus

90
Gambar 3.16 Rangkaian Sistem 5 Bus
a. Tegangan Tiap Bus pada Sistem 5 Bus

Gambar 3.17 Tegangan Tiap Bus pada Sistem 5 Bus

Tabel 3.11 Perbandingan Tegangan pada Sistem 5 Bus

91
Parameter Gauss Seidel Newton Raphson Power Word
BUS PU degree PU degree PU degree
TeganganTiap Bus
1 1.05 0 1.05 0 1.05 0
2 1.00 -1.07 1.00 -1.07 1.00 -1.07
3 1.00 -3.81 1.00 -3.50 1.00 -3.81
4 1.00 -3.62 1.00 -3.26 1.00 -3.62
5 0.97 -4.58 0.97 -4.50 0.97 -4.58

Pada perhitungan besarnya tegangan pada tiap bus ini dapat dilihat secara
langsung hasil yang ada pada gambar diatas dimana untuk besarnya masing-
masing tegangan pada tiap bus ini yaitu untuk besarnya tegangan pada V1 =
1.05 PU dengan besarnya nilai sudut 0. Untuk besarnya nilai tegangan yang
lain secara berurutan mulai dari V2, V3 dan V4, serta V5 yaitu ada perbedaan
nilai yang hanya terletak pada angka di belakang koma, sehingga nilainya tidak
jauh berbeda.

b. Daya yang Dibangkitkan

Gambar 3.18 Pembangkitan

Tabel 3.12 Perbandingan Pembangkitan Sistem 5 bus

92
Parameter Gauss Seidel Newton Rapson Power Word

MW Mvar MW MVar MW MVar

Besarnya Daya Pembangkitan

Bus 1 88.9 82 89 90 89 82

Bus 2 20 -65 20 -48 40 -56

Bus 3 - - - - - -

Bus 4 0 20.5 0 5 40 26

Bus 5 - - - - - -

Dari hasil perhitungan pada percobaan 1 dengan metode PWD


mendapatkan nilai pada bus 1 memiliki nilai daya pembangkitan sebesar 89 MW
dan 82 MVAR, kemudian pada bus 2 memiliki nilai daya pebangkitan 40 MW dan
-56 MVAR. Selanjutnya pada bus 4 diperoleh nilai daya pembangkitan 40 MW
dan 26 MVAR. Pada percobaan Gauss Siedel dan Newton Raphson bus 4 nilai
daya aktif sebesar 0 MW dikarenakan beban nilai generator sama yaitu bernilai 40
MW

c. Aliran Daya 5 Bus

93
Gambar 3.19 Aliran Daya 5 Bus

Tabel 3.13 Perbandingan Aliran Daya 5 Bus

Parameter Gauss Seidel Newton Rapson Power Word


MW MVar MW MVar MW MVar
Aliran Daya Pada Saluran
1-2 55.63 69.26 55.86 69.1 55.63 69.26
2-1 -54.20 -64.96 54.43 64.88 54.20 -64.96
1-3 33.28 12.94 33.25 21.25 33.28 12.94
3-1 -32.36 -10.16 32.12 -17.86 32.36 -10.16
2-5 51.78 5.89 52.07 11.83 51.78 5.89
5-2 -50.69 -2.63 50.93 -8.4 50.69 -2.63
3-4 12.65 -4.84 12.88 -2.86 12.65 -4.84
4-3 -12.66 4.89 12.90 -2.80 12.66 4.89
2-4 22.42 -6.92 22.26 -5.37 22.42 -6.92
4-2 -22.09 7.91 22.04 4.00 22.09 7.91
4-5 9.43 7.72 9.14 1.8 9.43 7.72
5-4 -9.31 -7.37 9.07 -1.60 9.31 -7.37

94
Proses aliran daya untuk sistem 5 bus dengan 3 generator dan 4
beban ini telah ditunjukkan arah aliran daya aktif maupun reaktif dengan tanda
panah, yaitu:

1 Slack bus 1 dengan daya aktif 89 MW dan daya reaktif 82 MVAR


mengirim daya aktif ke bus 2 sebesar 55.63 MW dan daya reaktif 69.26
MVAR, , mengirim daya aktif ke bus 3 sebesar 33.28 MW dan daya reaktif
12.94 MVAR.
2 Generator bus 2 dengan daya aktif 40,00 MW dan daya reaktif -56 MVAR
mengirim daya aktif 51.78 MW dan daya reaktif 5.89 MVAR ke load bus 5
, mengirim daya aktif ke bus 4 sebesar 22.42 MW dan daya reaktif -6.92
MVAR. Beban pada bus 2 menyerap daya aktif 54.20 MW dan daya
reaktif 64.96 MVAR dari bus 1.
3 Load Bus 3 membutuhkan daya aktif 45,00 MW dan daya reaktif 15,00
MVAR mendapat daya aktif 32.28 MW dan daya reaktif 12.94 MVAR dari
generator bus 1 namun pada aliran daya terdapat rugi daya sehingga pada
bus 3 mendapatkan daya aktif 32,36 MW dan daya reaktif -10,16 dan
kemudian dialirkan ke bus 4 sebesar 12.65 MW dan -4,84 MVAR.
4 Load bus 4 membutuhkan daya aktif 40,00 MW dan reaktif 5,00 MVAR.
Daya aktif ini didapat dari bus 3 sebesar 12.65 MW dan daya reaktif -4,84
MVAR, namun terdapat rugi daya sehingga didapatkan aliran daya pada
bus 4 sebesar 12.66 MW dan 4.89 MVAR. Kemudian dapat aliran daya
dari generator pada bus 2 sebesar 22.42 MW dan daya reaktif -6.92
MVAR. Namun terdapat rugi daya pada aliran daya dari bus 2 ke bus 4
sehingga didapatkan daya reaktif pada bus 4 sebesar 22.09 MW dan 7.91
MVAR.

5 Load bus 5 membutuhkan daya aktif 60,00 MW dan daya reaktif 10,00
MVAR. Load bus 5 mendapatkan daya aktif dari bus 2 sebesar 51.78, MW
dan 5.89 MVAR dari bus 2-5 namun terdapat rugi-rugi pada aliraqn daya
tersebut sehingga didapatkan daya aktif sebesar 50.69 MW, serta
mendapatkan daya reaktif sebesar -2.63 MVAR.

95
d. Rugi-Rugi Saluran 5 Bus

Gambar 3.20 Rugi-rugi Saluran 5 Bus

Tabel 3.14 Perbandingan Rugi-rugi Saluran 5 Bus

96
Parameter Gauss Seidel Newton Rapson Power Word

MW MVar MW MVar MW MVar

Rugi-rugi saluran 5 Bus

1-2 1.43 4.29 1.43 4.30 1.43 4.29

1-3 0.93 2.78 1.13 3.39 0.93 2.78

3-4 0.02 0.06 0.018 0.056 0.02 0.06

2-4 0.33 0.99 0.22 1.36 0.33 0.99

2-5 1.09 3.26 1.14 3.40 1.09 3.26

4-5 0.12 0.36 0.073 0.22 0.12 0.36

Dari gambar diatas dapat diketahui bahwa daya yang dikirimkan dari
bus 1 ke bus 2 nilainya tidak sama dengan yang diterima oleh bus 2 karena
terdapat rugi-rugi saluran dari bus 1 ke bus 2 sebesar 1.43 MW dan 4.29 Mvar
daya yang dikirimkan dari bus 1 ke bus 3 juga mengalami hal sama
dikarenakan ada rugi-rugi saluran dari bus 1 ke bus 3 sebesar 0.93 MW dan
2.78 Mvar selanjutnya daya yang disalurkan dari bus 3 ke bus 4 juga
mengalami rugi-rugi daya sebesar 0.02 MW dan 0.06 Mvar. Kemudian daya
yang disalurkan dari bus 2 ke bus 5 mengalami rugi-rugi sebesar 1.09 MW
dan 3.26 Mvar, selanjutnya daya yang disalurkan dari bus 2 ke bus 4
mengalami rugi-rugi sebesar MW 0.33 dan 0.99 Mvar dan daya yang
disalurkan dari bus 4 ke bus 5 mengalami rugi-rugi sebesar 0.12 MW dan 0.36
Mvar.

Daya beban dirubah

97
Gambar 3.21. Hasil power world saat beban pada bus 2 dirubah.

Dapat dilihat pada gambar 3.21 yaitu gambar setelah perubahan beban
pada bus 2 ada perbedaan pada daya pembangkitan aktif dan reaktif dan juga
aliran daya , beban awal pada bus 2 sebesar 20 Mw dan 10 Mvar diubah menjadi
40 MW dan 20 Mvar . Contohnya pada bus 1 daya pembangkitan sebelum beben
diubah sebesar 89 MW dan 82 Mvar tetapi setelah beban diubah menjadi 109 MW
dan 76 Mvar. Contoh pada aliran daya seperti pada bus 1-2 aliran daya sebelum
beban berubah sebesar 55.63 MW dan 69.26 Mvar tetapi setelah beban diubah
menjadi 73.25 MW dan 63.75 Mvar.

Daya PV dirubah

98
Gambar 3.22. Hasil simulasi power world simultor saat daya
pembangkitan generator pada bus 2 dirubah.
Ketika daya pembangkitaan salah satu generator di rubah maka data pada
sistem juga akan berubah seperti pada gambar diatas menujukkan hasil simulasi
pada power world simulator ketika generator pada pada bus 2 yang awalnya
mempunyait daya pembangkitan sebesar 40 MW dirubah menjadi 10 MW dan
didapatkan hasil daya pembangkitan pada tiap tiap generator berubah , aliran
daya pada tiap tiap saluran berubah dan tegangan tetap sama seperti terlihat pada
gambar 3.2.2.

Tegangan bus di rubah

99
Gambar 3.23. Hasil pengubahan tegangan salah satu bus

Ketika salah satu tegangan bus pada sistem 5 bus tersebut dirubah pada
power world simulator, maka data pada sistem tersebut akan berubah, tegangan
yang dirubah adalah tegangan pada bus 1 yang terdapat generator slack bus
tegangan yang awalnya 1.05 PU dirubah menjadi 1.08 PU dapat dilihat bahwa
ketika tegangan pada bus 1 dirubah maka akan berpengaruh pada daya aktif dan
reaktif pada tiap generator , dan juga aliran daya seperti pada gambar 3.2.3.

3.6 Kesimpulan

100
Dari percobaan yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan
antara lain:
1. Dengan menggunakan power world simulator, dapat diketahui secara rinci
besarnya nilai-nilai pada masing-masing bagian seperti pada generator,
load, bus power flow dan juga nilai-nilai yang lainnya.
2. Sedangkan untuk nilai-nilai yang dibandingkan dengan percobaan-
percobaan sebelumnya, ,memiliki nilai yang hampir sama untuk besarnya
daya yang dibangkitkan, aliran daya pada saluran dan juga rugi-rugi daya
pada saluran.
3. Kita dapat membuat rancangan sistem dengan mudah dan akurat
menggunakan power world simulator .
4. Tegangan pada setiap bus berbeda dikarenakan ada rugi-rugi daya yang
dihasilkan dari aliran daya yang di bangkitkan dan dikeluarkan.
5. Beban pada bus yang terdapat generator akan mempengaruhi besar daya
pembangkitan generator, dikarenakan daya pembangkitan generator di
serap atau melalui beban tersebut.
6. Nilai daya nyata harus lebih besar daripada daya reaktif, karena jika lebih
besar daya reaktif maka daya pembangkita generator mengalami kerugian
besar pada aliran dayanya.

101