Anda di halaman 1dari 9

Struktur dan Mekanisme Lambung pada Manusia

Wiwin Charolina Putri Basel


102014211
wiwin.2014fk211@civitas.ukrida.ac.id
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jalan Arjuna Utara No.06 Jakarta Barat 11510
www.ukrida.ac.id

Abstrak
Pencernaan merupakan suatu proses penguraian makanan dari struktur yang
kompleks diubah menjadi satuan-satuan lebih kecil yang dapat diserap oleh sistem pencernaan
melalui bantuan enzim. Organ-organ utama yang berperan dalam sistem pencernaan antara lain
mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, dan anus. Sementara organ
tambahan dalam sistem pencernaan meliputi hati dan pankreas. Semua organ tersebut
menghasilkan enzim-enzim yang berguna untuk menguraikan makanan dari molekul kompleks
menjadi sederhana yang dapat digunakan oleh setiap sel untuk aktivitas tubuh manusia.
Kata kunci: gaster, pencernaan, mekanisme, struktur lambung.

Abstract
Digestion is a process of breaking down food from a complex structure is converted into
smaller units that can be absorbed by the digestive system through the help of enzymes. The
main organs that play a role in the digestive system include the mouth, esophagus, stomach,
intestine, colon, rectum, and anus. While an extra organ in the digestive system include the liver
and pancreas. All these organs produce enzymes that are useful to elaborate complex molecules
of food into simple which can be used by any of the cells to the activity of the human body.
Keywords: gaster, digestion, mechanisms, structure of the stomach.
Pendahuluan
Sistem digestif ialah suatu sistem yang terdapat pada tubuh manusia yang berfungsi
sebagai proses pencernaan. Sistem digestif manusia terutama terdiri dari saluran pencernaan atau
serangkaian struktur dan organ di mana makanan dan cairan lewat saat pemprosesannya ke
bentuk yang bisa diserap ke dalam aliran darah.1
Kita manusia sebagai makhluk hidup tentu memerlukan makanan untuk bertahan hidup.
Makanan, minuman, dan obat-obatan merupakan sumber energi dan sumber bahan baku untuk
membangun tubuh. Sebelum dapat digunakan tubuh, makanan dicerna dalam sistem pencernaan.
Sistem pencernaan manusia terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Makanan
yang dimakan masuk lewat mulut kemudian masuk kedalam gaster melewati esofagus lalu
dibawa melalui usus halus sampe ke usus besar dan kemudian dikeluarkan lewat anus.
Sesuai dengan skenario, seorang Perempuan 19 tahun mengeluh nyeri pada ulu hati dan
mual sejak 1 bulan lalu, setelah diperiksa Perempuan tersebut mengalami luka pada lambung
karena sering terlambat makan. Karena terjadinya nyeri pada ulu hati dan mual, serta diketahui
Perempuan tersebut sering terlambat makan, maka terjadi gangguan dari salah satu organ atau
mekanisme pencernaan yaitu lambung. Maka dari itu penulis akan mencoba membahas struktur
organ, mekanisme fungsional dan mekanisme kimiawi dari lambung manusia.

Struktur Gaster
Makroskopik
Gaster atau lambung berbentuk seperti kantung. Gaster dapat menampung makanan 1
liter hingga mencapai 2 liter. Dinding gaster disusun oleh otot-otot polos yang berfungsi
menggerus makanan secara mekanik melalui kontraksi otot-otot tersebut. Ada 3 jenis otot polos
yang menyusun gaster, yaitu otot memanjang, otot melingkar, dan otot menyerong. Gaster
terletak di bagian atas abdomen, terbentang dari permukaan bawah arcus costalis sinistra sampai
regio epigastrica dan umbilicalis. Sebagian besar gaster terletak di bawah costae bagian bawah.
Secara kasar gaster berbentuk huruf J dan mempunyai dua lubang, ostium cardiacum dan ostium
pyloricum; dua curvatura, curvatura major dan curvatura minor; dan dua dinding, paries anterior
dan paries posterior. Gaster relatif terfiksasi pada kedua ujungnya, tetapi di antara ujung-ujung
tersebut gaster sangat mudah bergerak. Gaster cenderung terletak tinggi dan tranversum pada
orang pendek dan gemuk (gaster steer-horn) dan memanjang vertikal pada orang yang tinggi dan
kurus (gaster berbentuk huruf J). Bentuk gaster sangat berbeda-beda pada orang yang sama dan
tergantung pada isi, posisi tubuh, dan fase pernapasan.2

Gambar 1. gaster

Sedangkan untuk perdarahan gaster, arteri berasal dari cabang truncus coeliacus. Arteria
gastrica sinistra berasal dari truncus coeliacus. Arteria gastrica dextra bersal dari arteria hepatica
communis. Arteria gastricae breves bersal dari arteriaa lienalis. Arteria gastroomentalis sinistra
berasal dari arteria splenica. Arteria gastroomentalis dextra berasal dari arteria gastroduodenalis.
Vena mengalirkan dari ke dalam sirkulasi portal. Vena gastrica sinistra dan dextra bermuara
langsung ke vena portae hepatis. Vena gastrica breves dan vena gastroomentalis sinistra
bermuara ke dalam vena lienalis. Vena gastroomentalis dextra bermuara ke dalam vena
mesenterica superior. Persarafan termasuk serabut-serabut simpatis yang berasal dari plexus
coeliacus dan serabut-serabut parasimpatis dari nervus vagus dextra dan sinistra.
Untuk struktur mikroskopisnya gaster terdiri atas empat lapisan:
a. Lapisan peritoneal luar yang merupakan lapisan serosa.
b. Lapisan berotot yang terdiri atas tiga lapis, (a) serabut longitudinal, yang tidak
dalam dan bersambung dengan otot usofagus, (b) serabut sirkuler yang paling
tebal dan terletak di pilorus serta membentuk otot sfinkter; dan berada di bawah
lapisan pertama, dan (c) serabut oblik yang terutama dijumpai pada fundus
lambung dan berjalan dari orifisium kardiak, kemudian membelok ke bawah
melalui kurvatura minor (lengkung kecil).
c. Lapisan submukosa yang terdiri atas jaringan areolar berisi pembuluh darah dan
saluran limfe.
d. Lapisan mukosa yang terletak di sebelah dalam, tebal, dan terdiri atas banyak
kerutan atau rugue, yang hilang bila organ itu mengembang karena berisi
makanan. Membran mukosa dilapisi epitelium silindris dan berisi banyak saluran
limfe. Semua sel-sel itu mengeluarkan sekret mukus. Permukaan mukosa ini
dilintasi saluran-saluran kecil dari kelenjar-kelenjar lambung. Semua ini berjalan
dari kelenjar lambung tubuler yang bercabang-cabang dan lubang-lubang
salurannya dilapisi oleh epithelium silinder. Epithelium ini bersambung dengan
permukaan mukosa dari lambung. Epithelium dari bagian kelejar yang
mengeluarkan sekret berubah-ubah dan berbeda-beda di beberapa daerah
lambung.3

Mikroskopik
Mengandung epitel mukosa selapis torak tanpa sel goblet. Seluruh permukaan mukosa
gaster terdapat gastric pits atau foveola gastrica. Pada lamina propriaterdapat kelenjar di cardia,
fundus maupun pilorus. Kelenjar ini mulai dari dasar gastric pit meluas ke arah tunika
muskularis mukosa. Pada kelenjar fundus terdapat 4 macam sel yaitu:4

a. Chief cell
Merupakan sel terbanyak, berbentuk piramid, inti di basal, oval dan kromatin agak padat.
Pada bagian apikal sel terdapat butir-butir zymogen yang mengandung pepsinogen.

b. Parietal cell/ Oxyntic cell/ HCL cell


Menghasilkan HCL dan faktor intrinsik lambung, bentuk oval/poligonal, banyak terdapat
pada korpus kelenjar Inti bundar 1-2 dan sitoplasma asidofil.

c. Mucous Neck cell


Bentuk sel kubus atau torak rendah ,sitoplasma bergranula halus pucat (mengandung
musigen), lebih pucat dari chief cell, mucigen dari epitel permukaan lebih kental dan
tergolong neutral polysacharida
d. Argentafin cell/ enterochromafin cell/ enteroendocrine cell
Dapat dilihat dengan pewarnaan perak atau garam chromium (berwarna kuning
kecoklatan). Di gaster terdapat beberapa sel enteroendokrin yang mensekresi
serotonin,histamin, gastrin dan enteroglukagon. Sel paneth dan sel argentafin sedikit
sekali, terdapat limfonodus solitarius, tunika muskularis longitudinal membentuk 3 pita
longitudianal hingga taenia coli.

Mekanisme Fungsional
Gaster terbagi menjadi beberapa bagian yaitu, fundus adalah bagian lambung yang
terletak di atas lubang esofagus, korpus yaitu bagian tengah atau utama lambung, lambung
bagian bawah yaitu antrum, bagian akhir lambung adalah sfingter pilorus, yang berfungsi sebagai
sawar antara lambung dan bagian atas usus halus, duodenum. Motilistas dilambung dapat dibagi
menjadi empat bagian yaitu:5

a. Pengisian Lambung (gastric filling)


Volume lambung jika kosong sekitar 50 ml, tetapi organ ini dapat mengembang hingga
kapasitasnya mencapai sekitar 1 liter ketika makan. Akomodasi perubahan volume ini
dapat menyebabkan ketegangan pada dinding lambung dan meningkatkan tekanan
intralambung, tapi hal ini tidak akan terjadi karena adanya faktor plastisitas otot polos
lambung dan relaksasi resesif lambung pada saat terisi.
b. Penyimpanan Lambung (gastric storage)
Sekelompok sel pemicu yang terletak di regio fundus bagian atas lambung
menghasilkan potensial gelombang lambat yang menyapu ke bawah sepanjang lambung
menuju sfingter pilorus dengan frekuensi 3 kali/menit. Pola ritmis depolarisasi spontan
ini atau disebut irama listrik dasar (BER) terjadi terus menerus dan mungkin disertai oleh
kontraksi lapisan otot polos sirkular.Sekali dimulai, gelombang peristaltik menyebar
melalui fundus dan korpus ke antrum dan sfingter pilorus. Karena lapisan otot di fundus
dan korpus tipis maka kontraksi dibagian ini lemah. Ketika mencapai antrum, gelombang
kontraksi menjadi lebih kuat karena ototnya lebih tebal. Karena di fundus dan korpus
gerakan mencampur berlangsung lemah maka makanan yang disalurkan ke lambung dari
esofagus disimpan dibagian korpus yang relatif tenang tanpa mengalami pencampuran.
Makanan secara bertahap makanan disalurkan dari korpus menuju antrum , tempat terjadi
pencampuran makanan.6

c. Pencampuran Lambung (gastric mixing)


Volume telah menyentuh 1 L, tekanan dalam lambung akan meingkat. Ketika Kontraksi
peristaltik lambung yang kuat merupakan penyebab makanan bercampur dengan sekresi
lambung, seperti asam dan enzim pencernaan, dan menghasilkan kimus. Setiap
gelombang peristaltik antrum mendorong kimus ke depan ke arah sfingter pilorus.
Apabila kimus terdorong oleh kontraksi peristaltik yang kuat akan melewati sfingter
pilorus dan terdorong ke duodenum tetapi hanya sebagian kecil saja. Sebelum lebih
banyak kimus dapat diperas keluar, gelombang peristaltik sudah mencapai sfingter
pilorus menyebabkan sfingter berkontraksi lebih kuat, menutup dan menghambat aliran
kimus ke dalam duodenum. Sebagian besar kimus antrum yang terdorong ke depan tapi
tidak masuk ke duodenum berhenti secara tiba-tiba pada sfingter yang tertutup dan
bertolak kembali ke dalam antrum, hanya untuk didorong ke depan dan bertolak kembali
pada saat gelombang peristaltik yang baru datang. Gerakan maju mundur tersebut disebut
retropulsi, menyebabkan kimus bercampur secara merata di antrum. Motilitas gastric
dibawah kontrol saraf dan ini distimulasi oleh distensi lambung.
d. Pengosongan Lambung (gastric emptying)
Kotraksi pada lambung menuju bagian distal dari saluran pencernaan. Diperlukan waktu
90 menit untuk mencapai usus besar. Berfungsi sebagai housekeeping , menyapu sisa-sisa
makanan dan bakteri keluar dari traktus GI ke usus besar. Kontraksi peristaltik antrum,
selain menyebabkan pencampuran lambung juga menghasilkan gaya pendorong untuk
mengosongkan lambung. Jumlah kimus yang masuk ke duodenum pada setiap
gelombang peristaltik sebelum sfingter pilorus tertutup tergantung pada kekuatan
peristaltik. Intensitas peristaltik antrum sangat bervariasi tergantung dari pengaruh
berbagai sinyal dari lambung dan duodenum.

Mukosa lambung mempunyai dua tipe kelenjar tubular yang penting, yaitu kelenjar
Oksintik (disebut juga kelenjar gastrik) dan kelenjar pilorik. 7 Kelenjar oksintik menyekresi asam
hidroklorida, pepsinogen, faktor intrinsik, dan mukus. Kelenjar pilorik terutama menyekresi
mukus untuk melindungi mukosa pilorus dari asam lambung. Kelenjar pilorik juga menyekresi
hormon gastrin.
Sel-sel parietal secara aktif mengeluarhan HCl ke dalam lumen kantung lambung, hal ini
menyebabkan pH lumen turun sampai 2. Pepsinogen merupakan enzim inaktif yang disintesa
oleh aparatus golgi dan retikulum endoplasma kemudian disimpan di sitoplasma dalam vesikel
sekretorik yang dikenal dengan granula zimogen. Pepsinogen mengalami penguraian oleh HCl
menjadi enzim bentuk aktif yaitu pepsin. Pepsin berfungsi untuk mengaktifkan kembali
pepsinogen (proses otokatalitik) dan sintesa protein dengan memecah ikatan asam amino
menjadi peptida.Sekresi mukus berfungsi sebagai sawar protektif dari cedera terhadap mukosa
lambung karena sifat lubrikalis dan alkalisnya dengan menetralisasi HCl yang terdapat di dekat
mukosa lambung. Hormon gastrin disekresikan oleh sel-sel gastrin (sel-sel G) yang terletak di
daerah kelenjar pilorus lambung, gastrin merangsang peningkatan sekresi getah lambung yang
bersifat asam, dan mendorong pertumbuhan mukosa lambung dan usus halus, sehingga keduanya
dapat mempertahankan kemampuan sekresi mereka.5

Mekanisme Kimiawi
Enzim

Enzim adalah suatu protein yang berfungsi sebagai katalisator organaik yang bekerja
melalui penggabungan dengan substrat pada suatu tempat aktif yang spesifik untuk membentuk
suatu zat antara (intermediate) beruoa kompleks. 8 Enzim-susbstrat yang kemudian akan
berdisosiasi menjadi enzim bebas dan produk (hasil reaksi). Enzim dapat mempercepat suatu
reaksi kimia karena turut dalam reaksi tersebut, mengalami perubahan fisik,dan setelah reaksi
selesai akan kembali ke keadaan semula.

Sifat enzim adalah spesifik dapat ditinjau dari reaksi yang dikatalisis dan dari
substratnya, ciri-cirinya adalah mempunyai berat molekul yang besar, dapat terdenaturasi pada
pemanasan atau suhu yang tinggi yang menyebabkan aktivitas enzim hilang, dan spesifik
terhadap substrat tertentu.

Berikut ini adalah enzim-enzim yang terkait dalam sistem pencernaan adalah :

Saluran Pencernaan Nama enzim dan fungsinya


Mulut(Kelenjar Ludah/ Enzim Ptialin (Amilase) berfungsi Memecah pati menjadi Maltosa
Saliva)
Lambung (Kelenjar Enzim Renin berfungsi mengubah kaseinogen menjadi kasein
Lambung) Enzim Pepsin berfungsi mengubah protein menjadi proteosa, pepton dan
polipeptida
Pankreas (Saluran Enzim Karbohidrase Pankreas berfungsi untuk mencerna amilum menjadi
Pankreas) maltosa atau disakarida lainnya.
Enzim Lipase Pankreas berfungsi mengubah emulsi lemak menjadi asam
lemak dan gliserol.
Enzim Tripsin berfungsi untuk mengubah protein menjadi polipeptida
Usus (Kelenjar Usus) Enzim Enterokinase (enzim khusus) berfungsi untuk
mengubahTripsinogen menjadi Tripsin yang digunakan dalam saluran
pangkreas
Enzim Maltase berfungsi untuk mengubah Maltosa menjadi Glukosa
Enzim Laktase berfungsi untuk mengubah Laktosa menjadi Glukosa dan
Galaktosa
Enzim Sukrase berfungsi untuk mengubah Sukrosa menjadi Glukosa dan
Fruktosa
Enzim Paptidase berfungsi untuk mengubah polipeptida menjadi asam
amino
Enzim Lipase berfungsi untuk mengubah Lemak menjadi asam lemak dan
Gliserol

Kesimpulan
Tubuh manusia memerlukan energi untuk dapat terus melakukan metabolisme. Energi-
energi tersebut didapat dari konsumsi makanan yang berada dari luar tubuh. Beberapa faktor
yang mempengaruhi kerja organ pencernaan adalah bahan makanan yang kita konsumsi dan
teratur tidaknya pola makan. Setiap organ pencernaan memiliki fungsinya masing-masing dan
saling bekerjasama satu sama lain, agar makanan tersebut dapat diserap dengan baik, diperlukan
proses pencernaan. Proses pencernaan mengubah makanan dari molekul-molekul besar menjadi
molekul kecil yang dapat diserap dan dibawa oleh darah keseluruh bagian tubuh. Faktor enzim
juga berpengaruh dalam perjalanan makanan hingga akhirnya bisa diserap sebanyak 95% oleh
tubuh.
Daftar Pustaka
1. Ajib M, Prayugo B. Gambaran Distribusi Kasus-kasus Emergency Pembedahan Digestif
bagi Dewasa di RSUPHAM Tahun 2010 2011. E-Journal FK USU Vol 1 No 1, 2013.
2. Snell RS. Anatomi klinik untuk mahasiswa kedokteran. Jakarta : EGC; 2006.
3. Pearce EC. Anatomi dan fisiologi untuk paramedis. Jakarta: PT. Gramedia; 2009.h.218.
4. Boom, Fawcett. Buku ajar histologi. Jakarta: EGC; 2003.h.515.
5. Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Edisi ke-6. Jakarta: EGC; 2011.h.641-
92.
6. Slonane E. Anatomi dan fisiologi. Jakarta: EGC; 2012. h. 229.
7. B. Zaldibar . I. Cancio . I. Marigmez. Circatidal variation in epithelial cell proliferation
in the mussel digestive gland and stomach. Received: 1 April 2004 / Accepted: 6 July
2004 / Published online: 30 September 2004.
8. Eroschenko VP. Atlas histologi di fiore dengan korelasi fungsional. Edisi ke-9.Jakarta:
EGC; 2003.h.148