Anda di halaman 1dari 21

BAB II

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Iman kepada Rasul-Rasul Allah merupakan suatu kewajiban, karena iman
kepada Rasul-Rasul Allah merupakan rukun iman, yaitu yang ke 4. Iman
kepada Rasul artinya mempercayai dengan sepenuh hati atas kedatangan
Rasul,mulai dari Rasul yang pertama yaitu Nabi Adam as hingga Rasul terakhir
yaitu Nabi Muhammad SAW.
Ajaran yang dibawa oleh para nabi dan Rasul sejak Nabi Adam as
hingga Nabi Muhammad SAW. Merupakan suatu rangkaian yang memiliki satu
tujuan yaitu mengesankan Allah SWT. Berupa syariat atau hukum tertentu yang
kemudian disampaikan atau di ajarkan kepada umatnya. Oleh karena itu,kita
sebagai seorang muslim,wajib beriman atau mempercayai kepada para Rasul
utusan Allah sehingga dengan hal itu kita akan mengamalkan semua ajaran
yang di bawa oleh Rasul utusan Allah tersebut. Dengan berpegang hidup pada
Allah dan sunah Rasul maka kita akan hidup bahagia di dunia dan juga akhirat.
Namun, di dalam kehidupan sehari-hari terkadang kita hanya mengetahui
tentang pengertiannya saja itupun hanya terbatas, tanpa mengetahui akan
pemahamnnya lebih dalam dan penerapannya di dalam kehidupan yang kita
jalani atau di dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kita patut dan wajib
mempelajari, memahami dan menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari,
tentu akan jauh lebih bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat kita.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan iman kepada Allah
2. Tugas para Rasul Allah
3. Cara Beriman kepada Rasul Allah
4. Hikmah Beriman kepada Rasul Allah

C. Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui apa pengertian iman kepada Rasul.
2. Untuk mengetahui cara kita beriman kepada Rasul Allah.
3. Untuk mengetahui jumlah Rasul yang wajib kita ketahui beserta sejarah
singkatnya.
4. Untuk mengetahui tugas dari para Rasul Allah.
5. Untuk mengetahui hikmah dari beriman kepada Rasul Allah
6. Untuk mengetahui bagaimanakah cara kita untuk mengamalkannya dalam
kehidupan sehari-hari.

BAB II
PEMBAHASAN

1
A. Pengertian Nabi dan Rasul
Secara etimologi, Nabi berasal dari kata Na-ba artinya di tinggikan atau dari kata
na-ba-a yang berarti berita.Dalam hal ini seorang Nabi adalah seorang dengan
jenis kelamin pria yang mendapatkan wahyu dari Allah Swt namun tidak
wajib disebarkan kepada orang lain sedangkan rasul berasal dari kata ar-sa-la
yang berarti mengutus. Rasul berarti seseorang dengan jenis kelamin laki-
laki yang mendapatkan wahyu dari Allah dan memiliki kewajiban untuk
menyebarluaskan wahyu tersebut kepada umat islam. Secara terminology
Nabi dan Rasul adalah manusia biasa, laki-laki, pilihan Allah untuk menerima
wahyu.jika tidak diberi amanah untuk menyampaikan ajarannya, maka ia
hanya seorang nabi, tetapi jika diberi amanah untuk menyampaikan ajarannya
maka ia juga sebagai rasul. Oleh karena itu semua rasul adalah nabi, tapi tidak
semua nabi adalah rasul

B. Ciri ciri Nabi dan Rasul


Nabi dan Rasul mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
Seorang laki laki yang sehat jasmani dan rohaninya
Mempunyai akal yang sempurna
Berjiwa ismah (jiwa yang mampu mengendalikan diri dari berbuat dosa)
Berasal dari keturunan orang baik baik
Suaranya indah
Jujur, tampan, dan cerdas
Badan tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk

C. Pengertian Iman Kepada Rasul Allah Swt


Iman kepada Rasul Allah termasuk rukun iman yang keempat dari enam rukun
yang wajib diimani oleh setiap umat Islam. Yang dimaksud iman kepada para
rasul ialah meyakini dengan sepenuh hati bahwa para rasul adalah orang-
orang yang telah dipilih oleh Allah swt. untuk menerima wahyu dariNya
untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia agar dijadikan pedoman
hidup demi memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat Karena
merupakan rukun iman yang keempat, bagi setiap muslim wajib untuk
mengetahui dan mengimani 25 Nabi dan 313 Rasul tersebut.

D. Dalil Perintah Iman Kepada Rasul


Dalil Naqli
Berikut beberapa dalil naqli iman kepada rasul allah beserta ayat dan
terjemahannya :
1. Q.S An-Nahl:36

2
Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk
menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu",
maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh
Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan
baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah
bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).
2. Q.S Al-Anam:48

Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk


memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang
beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran
terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.
3. Q.S Al-Anbiya:7

Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad)


melainkan beberapa orang laki-laki yang kami beri wahyu kepada
mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu
jika kamu tiada mengetahui.
4. Q.S Al-Baqarah:285

Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari


Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya
beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan
rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): Kami tidak membeda-
bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya,
dan mereka mengatakan: Kami dengar dan kami taat. (Mereka
berdoa): Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah
tempat kembali.

5. Q.S Al-Mukmin:78

3
"Dan sesungguhnya telah kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu,
di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara
mereka ada pula yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat
bagi seorang Rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin
Allah; maka apabila telah datang perintah dari Allah, diputuskan
(semua perkara) dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang
berpegang kepada yang batil."
6. Q.S An-Nisa:136

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan


sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-
kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat
dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba
sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
sombong dan membangga-banggakan diri.
7. Q.S Maryam:58

Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu
para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami
angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari
orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih.
Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada
mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.
8. Q.S Al-Hajj:75

Allah memilih utusan-utusan-(Nya) dari malaikat dan dari manusia;


sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

4
Dalil Aqli
1. Rubbiyyah Allah Ta'ala dan rahmat_Nya memastikan pengangkatan
rasul dariNya untuk semua umar manusia agar memperkenalkan (Rab)
kepada mereka dan membimbingnya menuju jalan kebahagiaan di
dunia maupun akhirat.

2. Allah Taala menciptakan manusia supaya beribadah kepadaNya,


firmanNya, artinya, Dan Aku tidak sekali-kali menciptakan jin dan
manusia kecuali supaya mereka beribadah kepadaKu. (Adz-Dzariyat:
56). Maka hal ini menuntut adanya pemilihan manusia sebagai rasul
agar mengajarkan kepada manusia bagaimana seharusnya beribadah
kepada Allah Taala. Sebab yang demikian itulah tugas dan tujuan
penciptaan manusia.

3. Berita dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sendiri tentang


kenabiannya, yang dengannya kenabian diakhiri, kewajiban taat dan
patuh kepadanya dan keumuman risalah kerasulannya (untuk seluruh
manusia). Sabda beliau shallallahu alaihi wasallam, Sesungguhnya
aku adalah seorang hamba Allah dan penutup para nabi; dan
sesungguhnya Nabi Adam masih berwujud tanah. (HR. Bukhari,
Ahmad dan Ibnu Hibban) dan hadits-hadits yang lainnya.

4. Adanya kesaksian dalam kitab Taurat dan Injil mengenai kerasulan dan
kenabian Rasulullah SAW dan berita dari Nabis Musa dan Isa AS
dalam firman Allah Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata:
Hai bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu,
membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi
khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang
sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad). Maka tatkala Rasul
itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata,
mereka berkata: Ini adalah sihir yang nyata. (QS. Ash-Shaff:6).

5. Manusia diperintahkan untuk menyembah semata-mata karena Allah


Swt.

6. Adanya konsekuensi pahala & hukuman sebagai manfaat dan akibat


ketaatan dan kemaksiatan dari manusia, sehingga perlu diutus nabi dan
rasul agar memperoleh kabar gembira & peringatan ke jalan yang
benar

7. Q.S An-Nisa:165

5
(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan
pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia
membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

E. Cara Beriman Kepada Para Rasul


Ketahuilah saudariku! Beriman kepada Nabi dan Rasul termasuk ushul (pokok)
iman. Oleh karena itu, kita harus mengetahui bagaimana beriman kepada
Nabi dan Rasul dengan pemahaman yang benar. Syaikh Muhammad ibn
Sholeh Al Utsaimin menyampaikan dalam kitabnya Syarh Tsalatsatul Ushul,
keimanan pada Rasul terkandung empat unsur di dalamnya .
Perlu diperhatikan bahwa penyebutan empat di sini bukan berarti pembatasan
bahwa hanya ada empat unsur dalam keimanan kepada nabi dan rosul-Nya.
1. Mengimani bahwa Allah benar-benar mengutus para Nabi dan Rasul.
Orang yang mengingkari walaupun satu Rasul sama saja mengingkari
seluruh Rasul. Allah taala berfirman yang artinya, Kaum Nuh telah
mendustakan para rasul. (QS. Asy-Syuaraa 26:105). Walaupun kaum
Nuh hanya mendustakan nabi Nuh, akan tetapi Allah menjadikan mereka
kaum yang mendustai seluruh Rasul.
2. Mengimani nama-nama Nabi dan Rasul yang kita ketahui dan mengimani
secara global nama-nama Nabi dan Rasul yang tidak ketahui.
3. Membenarkan berita-berita yang shahih dari para Nabi dan Rasul
(Meyakini kebenaran semua yang disampaikan para Rasul)
4. Mengamalkan syariat Nabi dimana Nabi diutus kepada kita dalam
kehidupan sehari-hari. Dan penutup para nabi adalah Nabi Muhammad
shallallahu alaihi wa sallam yang beliau diutus untuk seluruh umat
manusia. Sehingga ketika telah datang Nabi Muhammad shallallahu alaihi
wa sallam, maka wajib bagi ahlu kitab tunduk dan berserah diri pada Islam
Sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya, Maka demi Tuhanmu,
mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap
perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam
hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan
mereka menerima dengan sepenuhnya. (QS. An-NisaA 4:65)

F. Tujuan Allah Swt Mengutus Para Rasul


Tujuan Allah Swt mengutus para rasul adalah sebagai berikut :
1. Allah swt mengutus para rasul as untuk mengenalkan manusia tentang
Rabb dan Pencipta mereka serta mendakwahkan mereka untuk beribadah
hanya kepada-Nya.

6
[:]

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu melainkan Kami
wahyukan kepadanya: Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak)
melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku. (Al-anbiya
(21): 25).

2. Kita mengetahui bahwa semua bagian tubuh kita telah diciptakan untuk
tujuan dan manfaat tertentu (memiliki hikmah). Mata kita diciptakan
dengan tujuan dan tidak diciptakan sia-sia, demikian pula hidung kita,
telinga kita, bahkan bagian tubuh paling kecil pun diciptakan dengan
manfaat tertentu dan tidak ada yang sia-sia. Maka tidak dapat diragukan
lagi bahwa Kita secara keseluruhan pasti telah diciptakan untuk sebuah
hikmah (tujuan) yang jelas dan tidak mungkin diciptakan sia-sia.

[:]
[:]

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu


secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada
Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada Tuhan
selain Dia, Tuhan (yang mempunyai) arsy yang mulia. (Al-Muminun
[23]: 115-116).

3. Allah swt mengutus para rasul untuk menyelamatkan manusia dari


perselisihan tentang prinsip-prinsip hidup mereka dan menunjuki mereka
kepada kebenaran yang diinginkan Sang Pencipta. Dia berfirman:

[:]

Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan
agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka
perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang
beriman. (An-Nahl [16]: 64).

4. Allah swt mengutus para rasul as untuk iqamatuddin (menegakkan agama-


Nya), menjaganya (dari pemalsuan dan upaya penyimpangan), untuk
melarang manusia berpecah belah (berbeda) tentangnya, dan agar manusia
berhukum dengan hukum yang diturunkan-Nya. Allah swt berfirman:





[:]

7
Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah
diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan
kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan
Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah
tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru
mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang
dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang
kembali (kepada-Nya).


[:]

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa


kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah
Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang
(orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat.
(An-Nisa [4]: 105).

5. Allah swt mengutus para rasul as untuk memberi kabar gembira kepada
orang-orang yang beriman tentang janji-janji kebaikan berupa nikmat
abadi sebagai balasan ketaatan mereka; memperingatkan orang-orang kafir
dengan akibat buruk kekafiran mereka, juga untuk membatalkan alasan
kekafiran mereka di akhirat karena rasul telah menyampaikan kebenaran
kepada mereka (sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak tahu
kebenaran). Dia berfirman:

[:]

(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi
peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah
sesudah diutusnya rasul-rasul itu. dan adalah Allah Maha Perkasa lagi
Maha Bijaksana. (An-Nisa [4]: 165).

6. Para rasul as diutus untuk memberikan uswah hasanah (keteladanan yang


baik) bagi manusia dalam perilaku yang lurus, akhlaq yang utama, ibadah
yang shahih dan istiqamah di atas petunjuk Allah swt. Firman Allah swt:

[:]

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik
bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan
(kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Al-Ahzab [33]:
21).

Semua arahan dan petunjuk Ilahiyah yang mulia ini sekali lagi tidak mungkin
dipahami dan dijangkau oleh manusia dengan semata menggunakan akal

8
mereka yang sangat terbatas dan lemah. Mereka hanya dapat
mempelajarinya melalui wahyu Allah swt kepada para rasul-Nya.

G. Jumlah, Nama, dan Tugas Para Rasul Allah Swt


Jumlah Rasul
Ada 313 nama Rasul tetapi ada 25 nama Rasul yang wajib kita ketahui.
Nama Rasul
25 nama Rasul yang wajib kita ketahui adalah sebagai berikut:
1. Adam AS. 11. Yusuf AS. 21.Yunus AS.
2. Idris AS. 12. Ayub AS. 22. Zakaria AS.
3. Nuh AS. 13. Sueb AS. 23. Yahya AS.
4. Hud AS. 14. Musa AS. 24. Isa AS.
5. Soleh AS. 15. Harun AS. 25. Muhammad SAW.
6. Ibrahim AS. 16. Zulkifli AS.
7. Luth AS. 17. Daud AS.
8. Ismail AS. 18. Sulaiman AS.
9. Ishak AS. 19. Ilyas AS.
10. Yakub AS. 20. Ilyasa AS.

Tugas Rasul
Para rasul dipilih oleh Allah Swt dengan mengemban tugas yang tidak
ringan. Di antaranya tugas-tugas rasul itu adalah sebagai berikut :
1. Menyampaikan risalah dari Allah Swt.
2. Mengajak kepada tauhid, yaitu mengajak umatnya untuk meng-
esa-kan Allah Swt. dan menjauhi perilaku musyrik
( menyekutukan Allah Swt. )
3. Memberi kabar gembira kepada orang mukmin dan memberi
peringatan kepada orang kafir
4. Menunjukkan jalan yang lurus
5. Membersihkan dan menyucikan jiwa manusia serta mengajarkan
kepada mereka kitab dan hikmah
6. Sebagai hujjah bagi manusia.

H. Nabi dan Rasul Ulul Azmi


Nabi yang mendapat julukan Ulul Azmi atau nabi/rasul yang memiliki
ketabahan yang luar biasa dalam menjalankan kenabiannya :
1. Nuh AS.
2. Ibrahim AS.
3. Musa AS.
4. Isa AS.
5. Muhammad SAW.

I. Silsilah Para Nabi dan Rasul Allah Swt

9
1. Nabi Adam Alaihissalaam
Asal keturunan semua manusia. Isterinya bernama Hawa yang dicipta
daripada tulang rusuk baginda. Mulanya tinggal di Syurga, kemudian Allah
Ta'ala turunkan mereka ke Dunia.
2. Nabi Idris Alaihissalaam
Penduduk Babil Iraq, terima 30 suhuf untuk umatnya keturunan Qabil.
Orang pertama pandai menulis, membaca, ilmu falak dan jahit menjahit.
3. Nabi Nuh Alaihissalaam
Allah utus baginda ke negeri Arminia. Allah Ta'ala telah menurunkan bala
dengan banjir besar kepada kaumnya yang ingkar. Baginda digelar
Najiyullah

10
4. Nabi Hud Alaihissalaam
Berketurunan Sam bin Nuh. Diutuskan kepada kaum Ad di utara Hadhra
Maut, Yaman. Allah Ta'ala membinasakan kaumnya yang ingkar dengan
angin kencang yang sangat sejuk 8 hari 7 malam.
5. Nabi Soleh Alaihissalaam
Berketurunan Sam bin Nuh daripada generasi ke 6. Diutuskan kepada
kaum Thamut, di antara Hijaz dan Syam. Allah memusnahkan kaumnya
yang ingkar dengan pekikan suara yang kuat dari langit.
6. Nabi Ibrahim Alaihissalaam
Juga berketurunan Sam bin Nuh. Dilahirkan di Musol, Iraq ketika
pemerintahan raja Namrud. Di gelar dengan Khalilullah. Seorang yang
bijak dan berfikir.
7. Nabi Luth Alaihissalaam
Anak saudara Nabi Ibrahim Alaihissalaam. Diutuskan kepada penduduk
negeri Sadum (Laut Mati, Jordan). Allah Ta'ala menurunkan bala kepada
penduduk yang derhaka dengan menurunkan hujan batu yang
membinasakan mereka.
8. Nabi Ismail Alaihissalaam.
Putera nabi Ibrahim Alaihissalaam dengan Hajar. Baginda dan ibunya
orang pertama yang mendiami Mekah. Baginda membantu bapanya
membina kabah. Digelar sebagai Zabhihullah.
9. Nabi Ishak Alaihissalaam
Putera Nabi Ibrahim Alaihissalaam dengan Sarah. Daripadanya lahir
berketurunan Bani Israel. Dimakamkan di Hibrun, Palestin.
10. Nabi Yakub Alaihissalaam
Putera Nabi Ishak Alaihissalaam. Juga dikenali dengan nama Israil
(hamba Allah). Diutuskan kepada penduduk negeri Kanan. Dikurniakan
12 orang anak lelaki, antaranya ialah Nabi Yusuf Alaihissalaam.
Dimakamkan di Hibrun bersebelah bapanya.
11. Nabi Yusuf Alaihissalaam
Putera Nabi Yakub Alaihissalaam yang paling disayangi. Seorang yang
sabar, tabah, pemaaf, penyayang, dan sangat menghormati orang tuanya.
Keistimewaannya ialah sangat kacak, pandai mentadbir mimpi dan
bijaksana.
12. Nabi Ayub Alaihissalaam
Keturunan nabi Ishak Alaihissalaam. Di kurniakan harta yang banyak dan
anak yang ramai. Seorang yang bertaqwa dan suka membantu. Diuji
dengan kemusnahan harta, kematian anak dan mengidap penyakit yang
berat bertahun-tahun. Baginda sabar dan mempunyai iman yang teguh.
13. Nabi Zulkifli Alaihissalaam
Putera Nabi Ayub Alaihissalaam. Seorang nabi dan raja kepada penduduk

11
di Dmsyik dan sekitarnya. Asal nama baginda ialah Bashar, dan maksud
Zulkifli ialah bersanggupan kerana baginda banyak berpuasa di siang hari
dan beribadat pada waktu malam.
14. Nabi Syuib Alaihissalaam
Berketurunan Nabi Luth Alaihissalaam. Diutuskan ke negeri Madyan,
Jordan. Kaumnya mengamalkan sikap mengurangkan timbangan dan
sukatan dalam jual beli. Allah binasakan mereka dengan gempa bumi dan
petir yang sangat dasyat.
15. Nabi Musa Alaihissalaam
Keturunan Nabi Yakub Alaihissalaam. Putera Imran, saudara Nabi
Harun. Dipelihara oleh Asiah isteri Firaun. Firaun menentang dakwah
Nabi Musa akibatnya mati lemas tenggelam dalam Laut Merah.
16. Nabi Harun Alaihissalaam
Saudara Nabi Musa Alaihissalaam. Seorang yang fasih berbicara
merupakan teman dakwah Nabi Musa.
17. Nabi Daud Alaihissalaam
Berketurunan Nabi Ishak. Baginda memiliki suara yang merdu, dan
boleh melembutkan besi dengan tangan. Seorang yang kuat beribadat,
raja yang adil dan bijaksana. Telah membina kota BaitulMaqdis
bersama-sama puteranya Nabi Sulaiman.
18. Nabi Sulaiman Alaihissalaam
Putera Nabi Daud. Seorang rasul dan raja yang bijaksana.
Keistimewaan baginda ialah boleh memahami bahasa binatang, boleh
memerintah angin dan jin. Berjaya mengislamkan ratu Balqis,
kemudian berkahwin dengannya.
19. Nabi Ilyas Alaihissalaam
Keturunan Nabi Harun. Diutuskan kepada Bani Israel yang ketika itu
menyembah berhala, Bal. Baginda berdakwah kepada mereka, tetapi
gagal. Allah menurunkan bala dengan kemarau selama 3 tahun.
20. Nabi Ilyasa Alaihissalaam
Anak angkat Nabi Ilyas. Diutuskan kepada Bani Israel. Baginda berjaya
didalam dakwahnya. Tetapi setelah baginda meninggal, Bani Israel
kembali kufur. Allah menurunkan bala dengan melenyapkan segala
kesenangan yang dinikmati.
21. Nabi Yunus Alaihissalaam
Diutuskan kepada kaum yang menyembah berhala di Ninawa, Iraq.
Apabila mereka enggan menerima dakwahnya, baginda meninggalkan
mereka dan menumpang sebuah kapal. Kapal tersebut mengalami
masalah, dan baginda terpilih untuk dibuang ke dalam laut bagi
mengatasi masalah kapal tersebut daripada karam. Baginda di telan ikan
nun (paus).

12
22. Nabi Zakaria Alaihissalaam
Keturunan Nabi Sulaiman. Diutuskan kepada Bani Israel, Palestin.
Baginda sentiasa berdoa supaya dikurniakan zuriat. Pada usianya 100
tahun dan isterinya mandul, baginda dikurniakan anak yang dinamakan
Yahya (hidup). Baginda juga telah membesar Maryam, ibu Nabi Isa.
23. Nabi Yahya Alaihissalaam
Putera Nabi Zakaria. Dikurniakan kepada baginda ilmu yang luas sejak
kecil. Seorang yang bertaqwa, berbudi bahasa, rajin, dan tidak
sombong. Mati syahid dibunuh oleh raja yang kejam demi
mempertahankan hukum Allah.
24. Nabi Isa Alaihissalaam
Putera Maryam bt. Imran. Jibril telah meniupkan ruh suci ke dalam
rahim ibunya. Baginda boleh bercakap ketika masih bayi. Diutuskan
kepada Bani Israel, dan diberikan kitab Injil. Bani Israel yang ingkar
dengan dakwahnya cuba untuk membunuh baginda, namun Allah
mengangkatnya ke langit dan akan turun ke bumi untuk menegakkan
kebenaran.
25. Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wasallam.
Berketurunan Bani Ismail. Dilahirkan di kota Mekah. Di gelar al-
Amin. Dilantik sebagai rasul ketika berusia 40 tahun. Merupakan nabi
dan rasul yang terakhir. Baginda menerima ujian yang dasyat daripada
kaum Musyrikin Mekah. Baginda wafat di kota Madinah.

J. Mukjizat Para Utusan Allah Swt


1. Mukjizat Nabi Adam: Nabi Adam diyakini sebagai manusia pertama yang
menginjakkan kaki di bumi. Sebagai pasangan Nabi Adam adalah Hawa
yang diciptakan dari tulang rusuk kiri Nabi Adam.
Mereka diturunkan ke bumi karena telah berbuat kesalahan akibat godaan
iblis/syetan, Adam dan Hawa dikaruniai dua pasangan putra-putri yang
bernama Qabil dan Iklima, kemudian Habil dan Labuda.
Qabil bersifat kasar, sedangkan Labuda bersifat lembut, Kedua sifat inilah
yang akhirnya menjadi cikal bakal dalam sifat-sifat dasar manusia.

2. Mukjizat Nabi Ayub: Nabi Ayub dikenal seorang yang kaya raya dan
sangat dermawan. Namun kesejahteraan ini tidak membuatnya sombong,
ini yang mendorong iblis untuk menggodanya.
Allah pun menentang iblis sekiranya dia dapat meruntuhkan iman Nabi
Ayub. Ujian itu pun tiba, seluruh harta kekayaan yang dimiliki Nabi Ayub
habis terbakar, setelah itu Nabi Ayub terserang penyakit kulit hingga 80

13
tahun lamanya.
Namun dia dan istrinya yang setia, Rahmah, tetap bertawakal kapada Allah
SWT. Sampai akhirnya Allah berfirman agar Nabi Ayub menapakkan
kakinya ditanah. kemudian dari tanah tersebut keluar air yang dapat
menyembuhkan penyakit yang dideritanya selama 80 tahun.

3. Mukjizat Nabi Daud: Figur Nabi Daud memuncak saat dia berhasil
membunuh jalut, pemimpin kaum pemberontak palestina. Nabi Daud
kemudian menjadi seorang raja dan berlaku sangat adil.
Di masa kerajaan Nabi Daud tumbuh kuat dan masyarakat menjadi
makmur. Suatu saat Nabi Daud melarang para nelayan untuk tidak melaut
di hari sabtu, namun peringatan tersebut dilanggar, sehingga terjadi
bencana gempa yang menewaskan seluruh penduduk.

4. Mukjizat Nabi Dzulkifli: Sejarah menyebutkan bahwa Nabi Dzulkifli


adalah putra Nabi Ayub. Dikisahkan pula bahwa dia mewarisi sifat sabar
ayahnya. Suatu saat beliau ditunjuk menjadi seorang raja setelah dapat
memenuhi persyaratan yang diminta.
Yaitu calon pengganti haruslah seorang yang sanggup berpuasa di siang
hari, beribadah di malam hari, dan bukan seorang yang pemarah.

5. Mukjizat Nabi Harun: Nabi Harun disebut sebagai partner Nabi Musa. Dia
adalah sosok yang cakap berdakwah, pandai berdiplomasi, dan penuh
perhatian. Nabi Harun selalu mendampingi Nabi Musa dalam berdakwah,
hingga suatu saat Nabi Musa memutuskan untuk beruzlah dan menitipkan
pembinaan umatnya kepada Nabi Harun.
Nabi Harun juga sempat berjuang untuk memberantas penyembahan
berhala yang dipimpin oleh Samiri, salah seorang tukang sihir kerajaan
Fir'aun.

6. Mukjizat Nabi Hud: Nabi Hud tergolong dalam kaum Ad yang terhormat.
kehidupan mereka serba maju dan berkecukupan, namun sayangnya
mereka selalu berfoya-foya dan tenggelam dalam kehidupan fana.

Nabi Hud mengingatkan mereka untuk bersyukur dan selalu memohon


kepada Allah SWT, namu mereka menolak. Akhirnya murka Allah datang
dengan menurunkan azab berupa badai gurun selama 7 hari 7 malam.
Kaum yang mendengarkan himbauan Nabi Hud selamat dengan berpindah
ke kota Hadramaut.

14
7. Mukjizat Nabi Ibrahim: Nabi Ibrahim dikenal sebagai bapak para Nabi.
Dia dihormati oleh pemeluk 3 agama, yaitu Islam, Kristen dan Yahudi.
Nabi Ibrahim lah yang membangun Ka'bah di kota Mekkah.
Keyakinannya yang kuat terhadap Islam dimulai dari pencariannya akan
Tuhan, dia sangat tidak menerima orang-orang disekitarnya yang
menyembah berhala, sampai akhirnya dia dibakar hidup-hidup, namun
Allah SWT menurunkan mukjizatnya dengan menyelamatkan Nabi
Ibrahim dari kobaran api.

8. Mukjizat Nabi Idris: Nabi Idris diyakini Nabi pertama yang menulis
dengan pena, Masyarakat terdahulu mempercayai pula bahwa ia dibawa ke
surga tanpa mengalami kematian. Peristiwa itu terjadi ketika beliau berusia
82 tahun.

9. Mukjizat Nabi Ilyas: Nabi Ilyas tinggal di lembah sungai Yordan dimana
penduduknya menyembah berhala, Nabi Ilyas menyuruh kepada mereka
semua untuk meninggalkan berhala, namun mereka tidak
mengindahkannya.
Bahkan menantang agar Tuhan yang disembah Nabi Ilyas menurunkan
bencana, dan akhirnya kekeringan melanda daerah tersebut. Setelah
beberapa tahun, Nabi Ilyas dapat meyakinkan kaum tersebut untuk
menyembah Allah SWT.

10. Mukjizat Nabi Ilyasa: Nabi Ilyasa merupakan kerabat dekat Nabi Ilyas.
Setelah Nabi Ilyas meninggal, beliau melanjutkan perjuangan Nabi Ilyas
untuk menghalau penyembahan berhala yang kembali merebak di lembah
sungai Yordan.
Namun kaum tersebut tidak mau mendengarkan sehingga terjadi bencana
kekeringan kembali melanda mereka.

11. Mukjizat Nabi Isa: Nabi Isa adalah putra dari Bunda Maryam yang
dilahirkan tanpa memiliki suami, Hal ini menimbulkan kontroversi dan
hujatan bertubi-tubi kepada Maryam.
Secara ajaib Nabi Isa yang saat itu masih bayi tiba-tiba berbicara dan
menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Bahwa penciptaan dirinya
diawalai dari kedatangan malaikat jibril kepada ibunya.
Nabi Isa juga memperlihatkan banyak mukjizat lainnya ketika ia tumbuh
dewasa, diantaranya membentuk seekor burung hidup dari sebuah tanah
liat, menghidupkan orang mati, menyembuhkan kebutaan dan
mendatangkan makanan yang semula tidak ada dan menjadi ada.
Penyelamatan Nabi Isa dari penyaliban juga merupakan salah satu bentuk

15
mukjizat yang diberikan oleh Allah SWT.

12. Mukjizat Nabi Ishaq: Nabi Ishaq banyak menemani bapaknya yaitu Nabi
Ibrahim dalam berdakwah menyebarkan ajaran Islam.

13. Mukjizat Nabi Ismail: Nabi Ismail dan keluarganya merupakan orang-
orang yang terdahulu melaksanakan Haji. Suatu saat Nabi Ismail haus dan
ibunya bolak-balik dari bukit Safa-Marwah untuk mencari air, hingga
akhirnya keluar sebuah mata air zamzam.

Dalam perjalanan menuju tempat penyembelihan, Nabi Ismail digoda oleh


Syaitan agar membatalakan niatnya. Namun Nabi Ismail tidak goyah dan
melempar syaitan tersebut dengan batu. yang saat ini menjadi ritula ibadah
haji, yaitu lempar jumrah.

Seperti yang kita ketahui, saat akan disembelih jasad Nabi Ismail
digantikan oleh seekor kambing, yang akhirnya menjadi cikal bakal ibadah
Idul Adha.

14. Mukjizat Nabi Luth: Perjuangan Nabi Luth adalah menyeru kaum sodom
untuk kembali ke jalan yang benar, yaitu meninggalkan homoseksual,
kemudian menyembah Allah.

Pada akhirnya Allah SWT berfirman agar Nabi Luth segera meninggalkan
pemukimannya dan kemudian ia menurunkan azab yang pedih kepada
kaum tersebut.

15. Mukjizat Nabi Musa: Kisah pertarungan Nabi Musa dengan Fir'aun
merupakan salah satu kisah yang tersohor. Dikisahkan bahwa Fir'aun
merasa terancam dengan keberadaan Nabi Musa yang menyebarkan ajaran
untuk mengesahkan Allah.
Mereka bertarung dan Nabi Musa memenangkannya dengan bantuan
tongkatnya, kemudian ia dan kaumnya dikejar oleh pengikut Fir'aun.
namun mereka berhasil lolos dengan bantuan tongkat Nabi Musa yang
dapat membelah lautan.
Nabi Musa mendapat mukjizat kitab Taurat, yang dikenal dengan
perjanjian lama yang berisi ajaran pokok 10 perintah Allah SWT.

16. Mukjizat Nabi Nuh: Nabi Nuh menyebarkan ajaran untuk menyembah
Allah SWT. namun masyarakat menolak dan menganggapnya gila, Nabi
Nuh kemudian diberikan peringatan oleh Allah bahwa akan terjadi banjir

16
besar yang akan melanda daerahnya.
Oleh karena itu Nabi Nuh diperintahkan untuk membuat sebuah kapal,
masyarakat sekitar tetap tidak mengindahkan peringatan yang disampaikan
oleh Nabi Nuh. sehingga mereka akhirnya hanyut dalam banjir tersebut.

17. Mukjizat Nabi Shalih: Yang paling dikenal adalah unta betina yang keluar
dari batu setelah ia memukulkan telapak tangannya. Nabi Shalih meminta
kepada penduduk setempat untuk tidak mengganggu unta tersebut dan
susunya boleh diperah untuk memenuhi kebutuhan penduduk miskin.
Namun kaum yang tidak menyukainya berusaha membunuh unta itu dan
pada akhirnya mereka dijatuhi azab petir dan gempa.

18. Mukjizat Nabi Sulaiman: Salah satu keahlian Nabi Sulaiman yang paling
menonjol adalah kemampuannya berkomunikasi dengan binatang. Dia
juga merupakan raja yang sangat bijaksana, kekuasaannya bahkan
mencakup bangsa jin.

19. Mukjizat Nabi Syuaib: Nabi Syuaib menyebarkan ajaran Islam di daerah
Madyan, namun masyarakat Madyan menolak ajaran tersebut hingga
akhirnya Allah menurunkan azab berupa petir dan kilat yang
menghanguskan mereka.

20. Mukjizat Nabi Yahya: Nabi Yahya mengajarkan bahwa kebenaran harus
ditegakkan dengan resiko apapun. Pada riwayatnya dicontohkan saat ia
bersikeras melarang pernikahan antara seorang paman dengan
keponakannya sendiri.

21. Mukjizat Nabi Ya'qub: Nabi Ya'qub adalah kakek moyang para rasul
sebelum masa Nabi Muhammad. Sikap dan cara berpikirnya tentu
berpengaruh kepada para rasul keturunannya, serta kaum Yahudi dan
kemudian Nasrani penegak panji keesaan Allah sebelum era Nabi
Muhammad SAW.

22. Mukjizat Nabi Yunus: Nabi yunus berusaha menyebarkan ajaran Allah,
namun ia tidak mendapat sambutan baik dari masyarakat. Dalam
perjalanannya menjauhi daerah tersebut karena khawatir akan dibunuh,
kapal yang ia tumpangi diguncang topan dan diputuskan bahwa Nabi
Yunus akan dikorbankan untuk ditenggelamkan ke laut demi keselamatan
penumpang lainnya.

Namun mukjizat Allah tiba, Nabi Yunus dimakan oleh seekor ikan yang

17
kemungkinan adalah ikan paus, dan ditemukan masih hidup didalam perut
ikan paus tersebut.

23. Mukjizat Nabi Yusuf: Nabi Yusuf dikisahkan dalam riwayatnya sebagai
seorang pria yang sangat tampan dan sangat piawai dalam memimpin
negaranya. Sejak kecia dia mendapat mimpi yang tidak biasa dan ketika
besar dia dapat mentakwilkan mimpinya tersebut, sehingga dia sangat
dihormati oleh masyarakat sekitarnya.

24. Mukjizat Nabi Zakaria: Nabi Zakaria dan istrinya, Isya, membaktikan diri
untuk menjaga Baitul Maqdis - Rumah Ibadah peninggalan Nabi Sulaiman
di Yerusalem. Nabi Zakaria dikaruniai keturunan oleh Allah SWT di saat
usianya sudah cukup uzur, yaitu sekitar 100 tahun, anak tersebut adalah
Nabi Yahya.

25. Mukjizat Nabi Muhammad SAW: Nabi Muhammad SAW adalah Rasul
terakhir, sekaligus sebagai penutup para Rasul-Rasul sebelumnya. Dia lah
yang menyempurnakan ajaran-ajaran Islam.

K. Contoh Perilaku Yang Mencerminkan Para Rasul Allah Swt


Adapun perilaku yang mencerminkan keimanan kepada Rasul-Rasul Allah
SWT dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, antara lain sebagai
berikut.
1. Membiasakan diri berlaku jujur terhadap siapapun, sebagaimana sikap
jujur para Rasul. Jujur dalam ucapan berarti mengatakan sebagaimana
mestinya, tidak menambah dan tidak pula mengurangi. Jujur dalam
perbuatan berarti berbuat secara adil sebagaimana mestinya, tidak
mengurangi hak siapapun
2. Berusaha untuk dapat menyampaikan amanah kepada yang berhak
menerimanya. Orang yang diberi amanah pada hakikatnya sedang diuji
dengan amanah tersebut. Apakah ia berhasil menjaganya atau tidak?
Orang yang meneladani sifat wajib Rasul pasti menjaga amanah secara
baik. Ia sekali-kali tidak berkhianat
3. Memiliki etos kerja yang baik, melaksanakan tugas yang dipikulkan pada
dirinya, dan sesuai kemampuan yang dimiliki secara maksimal
4. Berusaha untuk memiliki kepekaan dalam menghadapi persoalan
sehingga dapat mengatasi secara tepat, baik, dan sesuai pertimbangan
akal sehat
5. Sebagai seorang muslimin dan muslimat, kita wajib memiliki akhlak
karimah sebagaimana Rasulullah SAW, antara lain taat beribadah kepada
Allah SWT,, berbakti kepada kedua orangtua, berbuat bauk kepada

18
sesama manusia, hormat kepada yang lebih tua, dan dayang kepada yang
lebih muda

L. Hikmah Beriman Kepada Rasul Allah Swt


Hikmah beriman kepada rasul Allah SWT dalam kehidupan, antara lain
sebagai berikut :
Bertambah iman kepada Allah SWT dengan mengetahui bahwa rasul itu
benar-benar manusia pilihan-Nya.
Mau mengamalkan apa yang disampaikan para rasul.
Bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan.
Memercayai tugas-tugas yang dibawanya untuk disampaikan kepada
umatnya.
Lebih mencintai, menghormati, dan mengagungkan rasul atas
perjuangannya dalam menyampaikan agama Allah SWT kepada umatnya.
Akan selamat di dunia dan di akhirat dengan bimbingan yang diberikan
rasul.
Memperoleh teladan yang baik untuk menjalani hidup.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Beriman kepada Rasul Allah merupakan hal yang wajib dan patut
diketahui oleh setiap umat muslim di seluruh dunia. Pengertian beriman
kepada rasul allah berarti adalah kita harus mengimani atau mempercayai
adanya rasul-rasul allah.
Pengertian Rasul adalah Rasul adalah lelaki pilihan dan yang diutus
oleh Allah dengan risalah kepada manusia. Rasul merupakan yang terbaik
diantara manusia lainnya sehingga apa yang dibawa, dikatakan dan dilakukan
adalah sesutu yang terpilih dan mulia dibandingkan dengan manusia lain.
Jadi, beriman kepada rasul-rasul allah merupakan hal yang sangat
berharga dan patut dipelajari. Karena, selain memberikan hikmah-hikmah
yang sangat bermanfaat juga memberikan pembelajaran dan teladan bagi

19
kehidupan kita baik di dunia maupun di akhirat. Kita sebagai manusia harus
mempelajari lebih dalam, memahami lebih luas, dan menerapkannya di dalam
kehidupan kita tentang beriman kepada rasul-rasul allah agar kita dapat
menjadi yang lebih baik di setiap harinya, dan mendapat kehidupan yang
bahagia di dunia maupun di akhirat.

B. Saran
Diskusi mengenai pembahasan ini merupakan awal yang masih
sederhana sehingga ada beberapa hal yang disarankan, antara lain :
Masyarakat harus mengetahui dan memahami mengenai pengertian
iman kepada Rasul Allah secara dalam.
Pemerintah harus lebih menambah waktu jam pelajaran mengenai
materi tersebut di dalam kalangan pelajar agar mereka mampu
memahami lebih dalam, luas, serta terarah nantinya.
Masyarakat Harus mampu menerapkannya di dalam kehidupan sehari-
hari, dengan menunjukkan contoh-contoh perilaku beriman kepada
Rasul-rasul allah.
Kepada siswa dan siswi diharapkan mampu mempelajari tentang
materi Beriman kepada Rasul-rasul allah secara intensif dan lebih
luas.
Diharapkan ada peneliti yang mampu melengkapi kekurangan dari
makalah ini.

20
DAFTAR PUSTAKA
http://sadlyasharisaid.blogspot.co.id/2012/09/makalah-
aqidah.html
http://islamicpwr.blogspot.co.id/2012/10/iman-kepada-rasul-
allah.html
http://tafsirq.com/
http://www.eduspensa.com/2016/02/dalil-iman-kepada-rasul-
allah.html
http://bening-share4all.blogspot.co.id/2013/10/makalah-
iman-kepada-nabi-dan-rosul-allah.html
http://www.imronbiz.com/2010/12/mengapa-allah-swt-
mengutus-para-rasul.html

21