Anda di halaman 1dari 4

BAB II

DESAIN MATERIAL

2.1 Identifikasi Kebutuhan Konsumen


Sebelum menentukan spesifikasi desain dari implan femoral stem yang akan
diproduksi, langkah awal yang dilakukan yaitu identifikasi mengenai kemampuan
produk yang dibutuhkan dan diharapkan oleh konsumen. Pembuatan desain implant
femoral stem mempertimbangkan hasil dari identifikasi ini karena untuk
menghasilkan produk yang dapat diterima dengan kebutuhan konsumen.
Ada empat kriteria utama yang perlu dipertimbangkan ketika memilih bahan
implan yang cocok, yaitu:
1. Kondisibiologis
Tubuh manusia bukanlah lingkungan yang mudah untuk bahan untuk
berfungsi dalam untuk waktu yang lama. Itu harus mampu beroperasi selama
bertahun-tahun pada suhu 37C dalam lingkungan yang sangat lembab.
2. Respon
Bahan implan harus dirancang untuk meminimalkan efek samping terkait
dengan memperkenalkan bahan asing bagi tubuh. Sistem kekebalan tubuh
biasanya akan menyerang apa pun yang telah berasal dari luar tubuh,
menyebabkan peradangan. Peningkatan kadar logam tertentu dalam aliran
darah dapat menyebabkan berbagai masalah termasuk sitotoksisitas dan
karsinogenesis. Sitotoksisitas - Memiliki efek racun pada sel, yang disebabkan
oleh peningkatan kadar ion logam dalam aliran darah. Karsinogenesis -
Pembentukan sel-sel kanker, yang dapat disebabkan oleh peningkatan kadar
ion logam tertentu dalam tubuh.
3. Sifat material
Bahan yang digunakan dalam setiap komponen implan pinggul harus
memiliki sifat yang cocok untuk memungkinkan mereka untuk mengganti
jaringan dalam dan terus melakukan fungsi yang sama. Kebutuhan properti
mekanik untuk batang femoralis terutama untuk mendukung beban yang
4

diterapkan, dan karena itu modulus dari bahan implan merupakan salah satu
kriteria utama. Kepala dan cangkir acetabular komponen femoralis yang
diperlukan untuk bertindak sebagai permukaan bantalan, dan karena itu,
koefisien gesekan dan memakai tarif bahan-bahan.
4. Biaya
Seperti kebanyakan bidang ilmu material, biaya merupakan faktor penting
untuk pemilihan bahan. Seringkali, produsen harus mencapai keseimbangan
yang sesuai antara kinerja bahan dan biaya.
Berdasarkan analisis yang telah didapatan dari beberapa sumber informasi yang
terdapat pada media kesehatan dan lembaga resmi yang terkait, maka kemampuan
femoral stem yang diharapkan oleh konsumen, antara lain:
1. Memiliki Modulus Young yang rendah
2. Memiliki ketahanan korosi yang baik
3. Biokompatibilitas yang baik
4. Memiliki nilai ketangguhan yang baik
5. Memiliki umur pakai yang lama

2.2 Spesifikasi Desain Femoral Stem


Komponen femoral stem menggantikan sebagian besar tulang di tulang paha,
dan karena ini adalah beban-bantalan bagian dari implan. Untuk menanggung beban
ini, ia harus memiliki Modulus Young sebanding dengan tulang kortikal. Jika implan
tidak kaku seperti tulang, maka tulang yang tersisa sekitar implan akan diletakkan di
bawah stres meningkat. Jika itu adalah kaku dari tulang, maka fenomena yang dikenal
sebagai stress shelding akan terjadi.
1. Modulus Young
Seperti dibahas sebelumnya, tulang yang terus-menerus dibentuk kembali oleh
osteoblas dan osteoklas, melalui pembentukan terus-menerus dan resorpsi
bahan tulang. Jika implan jauh lebih kaku dibandingkan tulang, maka implan
akan menanggung lebih dari beban. Karena tulang terlindung dari banyak stres
yang diterapkan tulang paha, tubuh akan merespon hal ini dengan
meningkatkan aktivitas osteoklas, menyebabkan resorpsi tulang. Karena luas
permukaan yang lebih tinggi, tulang cancellous lebih biologis aktif karena sel-
sel yang terlibat dalam pembentukan dan penghancuran tulang yang ditemukan
5

di permukaan saja. Oleh karena itu lebih cepat dan lebih drastis dipengaruhi
oleh stres perisai, membuang-buang jauh hingga empat kali secepat tulang
kortikal.
2. Ketahanan korosi (Resistance Corrosion)
Pada Material ini harus memiliki sifat ketahan korosi yang baik dikarenakan
ketika tubuh manusia itu berada dalam aktifitas berolahraga maka suhu tubuh di
dalam tubuh menutun mencapai PH 3.8 yang dimana material dalam suasana
asam akan mengalami korosi yang dapat menyebabkan
3. Biokompatibilitas
Kemampuan suatu material untuk bekerja selaras dengan tubuh tanpa
menimbulkan efek lain yang berbahaya.
4. Kekuatan maksimum (Ultimate Strength)
Material yang akan digunakan untuk pembuatan implan femoral stem harus
memiliki nilai ultimate strength yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan femoral
stem merupakan komponen yang dipasang pada bagian yang vital dari sendi
panggul dimana yang sering mengalami beban dinamis, sehingga harus
memiliki kekuatan yang tinggi untuk menahan beban dari berat badan manusia
tersebut.
5. Ketangguhan (Fracture Toughness)
Ketangguhan adalah kemampuan material untuk menyerap energi sampai
terjadi patah. Material implant femoral stem harus memiliki ketangguhan yang
baik, mengingat fungsi dari implan ini sebagai memberikan dudukan pada
femoral head yang menggantikan fungsi kerja kepala femur yang telah hilang
melalui proses operasi medis.. Sifat tangguh dari material implan femoral stem
ini akan membuat sendi pinggul dapat mampu menahan berat badan. Selain itu,
sifat tangguh juga akan mencegah terjadi fracture ketika terjadi menerima
beban berat badan pada saat sedang berolahraga atau melakukan aktifitas
lainnya.
Adapun ukuran desain prototype yang dimodifikasi dengan geometri dari
femoral stem dari ukuran orang Asia dengan panjang stem 130-160 mm dengan
menggunakan software CATIA sebagai berikut :
6

Gambar 2.1 Desain Geometri Prototype Implan Femoral Stem